XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
392 - Wajah Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Semenjak pertarungannya dengan Pangeran Sabit Kematian, Xiao Shuxiang sebenarnya sudah merasakan sesuatu yang seperti baru terbangun dari dalam dirinya.


Dia bersemangat, jantungnya berdebar-debar dan sulit untuk dikendalikan. Kedua tangannya nampak gemetar, bahkan matanya yang indah itu telah berubah menjadi semerah darah.


Xiao Shuxiang berusaha mengontrol napasnya, dia merutuk dalam hati karena mulai memikirkan hal-hal yang buruk. Dia ingin merobek perut Pangeran Sabit Kematian, membakar usus pemuda itu, dan menyantap jantungnya.


"Apa karena aku tidak makan dengan baik hingga manusia itu malah terlihat seperti daging asap untukku, atau ini karena aroma daging di tanganku..?"


Xiao Shuxiang memegang salah satu bagian tubuh Pendekar Sabit Kematian, itu adalah tangan. Dia membakar tangan tersebut dengan api biru kecil hingga mengeluarkan aroma yang menggugah untuknya.


Saat kehidupannya dahulu, Xiao Shuxiang selalu menghindari memakan daging manusia. Dia hanya suka mengoyak dan meremas keras organ dalam makhluk tersebut sampai dirinya puas.


Ketika akrab dan masih bertualang dengan Mu Zan dahulu, temannya itu suka menawarinya daging warga dari desa yang mereka luluh lantakkan. Belum lagi di Dunia Demon, kedua paman dan bibi angkatnya selalu menyediakan daging manusia di hadapannya.


"Ini tidak baik, tenangkan dirimu Xiao Shuxiang.. Tenanglah.. Tsk, sialan! apa karena aku pernah tidak sengaja memakan daging manusia dahulu hingga sekarang aku ingin lagi? Gawat bila ini sampai terjadi.."


Xiao Shuxiang berusaha menolak hasrat yang dirasakannya, tetapi seringaian di wajahnya tersebut menampakkan sesuatu yang berbeda.


Yīng xióng sendiri tidak berusaha untuk menyegel kekuatan Xiao Shuxiang, dia malah menarik kekuatan pemiliknya dan mulai menyerang Pangeran Sabit Kematian yang juga sedang melesat ke arah mereka.


Xiao Shuxiang melempar potongan bagian tubuh di tangannya dan memakai api biru kecilnya untuk membantu memberi serangan jarak jauh pada lawannya ini.


Pangeran Sabit Kematian tidak menahan kekuatannya, dia menyerang Xiao Shuxiang sekuat tenaga sambil menunggu tangannya tumbuh kembali.


!!


Xiao Shuxiang mampu menghindari serangan itu dengan cara masuk ke dalam Cermin Pemindah miliknya dan kemudian muncul tepat di samping kanan lawan.


!!


Yīng xióng terayun kuat dan berhasil membuat lawan terpental hingga menghantam salah satu pohon.


Suaranya keras dan pohon tersebut nampak terbelah, jelas sekali bahwa Xiao Shuxiang sedang tidak bermain-main.


"Ini akan menjadi yang terakhir.. Aah.. Apa-apaan dengan perasaan ini..? Aku sangat ingin memakannya," Xiao Shuxiang kesulitan menelan ludahnya, dia berusaha untuk tetap bersikap tenang walau jantungnya berdebar tidak karuan.


"Hmph, kau pikir bisa mengalahkanku?" Pangeran Sabit Kematian berusaha bangun, dia melihat bagaimana lawannya melayang turun dan menapak dengan mulus di tanah.


".. Meskipun kau menghancurkan tubuh ini, aku tetap akan bangkit kembali. Manusia sepertimu tidak bisa berbuat apa-apa," Pangeran Sabit Kematian tersenyum, dia mengatakan pada Xiao Shuxiang untuk memperhatikan kondisi sekte yang besar ini.


"Lihatlah! Para murid itu, mereka semua kuat. Tapi bagiku--mereka hanyalah serangga lemah, dan kau pun.. Termasuk di dalamnya,"


Pangeran Sabit Kematian menutup mata sambil menarik napas panjang, dia seperti ingin memulihkan kondisinya untuk memberi serangan terakhir yang tidak akan bisa dihindari oleh siapa pun.


!!


Kedua mata Pangeran Sabit Kematian terbuka dengan tiba-tiba, raut wajahnya menampakkan keterkejutan. Dia tidak bisa menarik keluar kekuatannya, bahkan tangannya yang masih belum tumbuh semakin mengeluarkan darah tanpa bisa dihentikan.


"Bagaimana ini mungkin?!"


"Kau sudah bersikap angkuh sejak tadi, apa sekarang kau mengerti..?"


!!


Pangeran Sabit Kematian menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang kala mendengar nada bicara pemuda itu yang terkesan meledeknya. "Apa yang sudah kau lakukan padaku?" dirinya terlihat begitu marah.


Xiao Shuxiang mendengus dan menyuruh lawannya untuk memikirkannya sendiri, ".. Tapi karena aku suka melihat ekspresi wajahmu itu.. Aku akan mengatakannya,"


!!


Pangeran Sabit Kematian terlambat bergerak, dia merasakan tubuhnya didorong hingga terjatuh ke tanah, lehernya bahkan dicengkeram kuat saat ini.


"Ka-Kau.."


Sekte Pagoda Langit adalah lokasi yang cukup padat dengan Qi alam dan bisa diserap. Xiao Shuxiang dapat bertarung sungguh-sungguh tanpa memikirkan berapa banyak Qi miliknya yang habis digunakan.


Kecepatan barusan adalah salah satu jurus yang lumayan menguras Qi, apalagi Xiao Shuxiang berulang kali mengeluarkan Cermin Pemindahnya. Tetapi saat melihat wajah lawan yang lehernya dia cengkeram ini.. Xiao Shuxiang menjadi semakin bersemangat.


"Aku suka pertarungan tadi, kau dan temanmu sangat hebat. Tapi sayangnya aku tidak memberi kematian yang baik untuk temanmu itu.. Dia malah mati tanpa memberiku hiburan apa pun,"


Xiao Shuxiang menyadari tangan Pangeran Sabit Kematian berusaha bergerak, namun dengan cepat dia menusukkan Yīng xióng tepat ke pergelangan tangan pemuda itu.


Aaakh!


Pangeran Sabit Kematian mengerang, dia menggunakan tenaganya untuk bergerak tetapi tidak bisa. Senjatanya bahkan hanya tergeletak tak berdaya karena terhubung dengan tubuhnya. Bila saja dia bisa bergerak, maka senjatanya pun juga dapat melakukannya.


Xiao Shuxiang menyentuh bagian tubuh lawan, tempat di mana salah satu bagian tangan Pangeran Sabit Kematian pernah berada.


Yīng xióng tidak hanya direndam dalam cairan racun mematikan, tetapi juga dilumuri oleh tanaman yang karakteristiknya mirip dengan lintah. Andai Yīng xióng adalah pusaka biasa, dia pasti sudah menyebabkan banyak kematian kala berada di tangan Xiao Shuxiang.


"Kau ingin tahu apa yang sedang kupikirkan? Aku sangat ingin mengeluarkan jantungmu dan memakannya,"


Xiao Shuxiang tidak main-main, ucapan dan tatapan matanya begitu serius. Kuku jari tangannya bahkan mulai memanjang dan berubah warna menjadi hitam.


"Sebelumnya aku tidak pernah mau memakan daging manusia walau ditawari, tapi bukan berarti aku tidak bisa memakannya. Jadi sebaiknya kau pilih, apa aku harus memulainya dari jantung, usus, atau.. Bola matamu,"


!!

__ADS_1


Pangeran Sabit Kematian tidak bisa membebaskan diri. Untuk sesaat dia terkejut sebab pemuda yang mencengkeram kuat lehernya seperti mempunyai Aura yang mengerikan. Ini bukanlah sesuatu yang dimiliki manusia, baik pendekar maupun kultivator.


"Ti-tidak mungkin.. Kau.. Kau bukan-Aaakh!"


Pangeran Sabit Kematian mengerang kesakitan, dia begitu sulit bernapas. Kuku tajam lawannya seperti tertanam dengan indah di lehernya dan bahkan senjata lawannya juga ikut memberinya rasa sakit.


Xiao Shuxiang merasakan kehangatan pada jari-jari tangannya, dia dapat menyentuh tulang leher Pangeran Sabit Kematian serta urat-uratnya.


"Apa dia akan mati saat tulang lehernya kutarik keluar..? Ini menarik," Xiao Shuxiang ingin menikmati setiap detik menyiksa lawannya, tetapi bila dipikirkan lagi--ada kemungkinan seseorang tidak tahan melihat tindakannya dan malah berusaha menghentikan kesenangannya ini.


"Kau memiliki wajah tampan dan suara yang bagus.." Xiao Shuxiang menggunakan kuku pada jari telunjuk kanannya untuk menggores pipi Pangeran Sabit Kematian hingga menggeluarkan darah.


Rasanya sakit dan juga perih, ini semakin diperburuk dengan cengkeraman pada leher yang seakan dapat mematahkan tulang setiap saat.


Malam hampir berakhir, namun Xiao Shuxiang tidak ingin melewatkan merobek dan merontokkan setiap tulang lawannya. Dia bahkan tidak segan mencongkel mata lawan sambil memperlihatkan senyum terlebarnya.


"Aaah.. Sungguh luar biasar. Perasaan ini sudah lama kurindukan.. Aku benar-benar sudah menahannya terlalu lama.."


Xiao Shuxiang menggunakan kukunya yang tajam untuk merobek kulit dan menarik salah satu tulang rusuk lawan hingga keluar. Dia tahu ini salah, tetapi hati dan pikirannya terus memberikan dorongan agar dirinya tidak berhenti.


Xiao Shuxiang menyukai tindak kekejaman dalam membunuh lawan dan ini sesuatu yang tidak dapat dirinya benci.


"Kau pasti pernah melakukan ini pada para korbanmu sebelum kau memakan mereka, bukan? Jadi bagaimana rasanya sekarang? Apa tidak tertahankan?"


Xiao Shuxiang menghindari meremas jantung dan hati lawannya, dia lebih memilih mematahkan setiap tulang rusuk lawan dan sesekali mengobrak-abrik isi perut lawannya.


Karena suasana di sekitar tempat ini masih cukup gelap, pemandangan saat tangan Xiao Shuxiang dibenamkan di antara usus lawan tidak terlihat jelas, namun teriakan tertahan yang terdengar dapat memberi penjelasan tentang betapa mengerikan hal yang dilakukan oleh Koki Alkemis ini.


Tidak seorang pun yang menghentikan tindakan Xiao Shuxiang, bahkan termasuk Ling Lang Tian. Ayah dari Ling Ya Bing itu sudah lama pergi untuk mengatasi penyusup yang lain karena merasa Xiao Shuxiang bisa diandalkan dalam melawan Pangeran Sabit Kematian.


Jika saja Ling Lang Tian tahu tindakan dari Wali Pelindung adiknya tersebut, mungkin saat ini dia sudah menghentikan Xiao Shuxiang dari perbuatan yang tidak manusiawi.


*


*


Hanya Qingyu Mao seoranglah yang sedang bertarung melawan Grand Elder Sekte Pagoda Langit, di samping para murid bertarung melawan saudara seperguruannya sendiri.


Demonic Beast berwujud kucing besar itu telah membuat hutan bambu Sekte Pagoda Langit berantakan. Ini bisa dilihat dari adanya lima titik api yang hampir mengurung para murid serta Patriarch yang masih bertarung.


"Kita harus melakukan sesuatu pada api ini,"


"Aku juga tahu, tapi mereka bahkan tidak membiarkan kita untuk menarik napas barang sejenak, apalagi membiarkan kita mengurus kobaran api itu..!"


Ling Xuan Lu mustahil menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawan muridnya sendiri, dia bisa saja membunuh murid yang tidak tahu apa-apa ini.


!!


Tidak hanya harus waspada terhadap serangan para murid yang dikendalikan, mereka juga tidak boleh lengah dengan runtuhnya rimbunan bambu yang terbakar.


TRANG!


"Hah.. Hah.. Ini tidak akan berhasil. Sadarlah Saudaraku..! Ayo sadarlah!"


Para murid Sekte Pagoda Langit hampir mencapai batas mereka.


Trang!


Melawan saudara seperguruan sendiri adalah hal tersulit, apalagi jika saudara mereka sedang berada dalam kendali seseorang.


"Siapa pun, kumohon lakukan sesuatu!"


!!


Hampir saja seorang murid Sekte Pagoda Langit ditebas oleh lima orang saudaranya andai Bocah Pengemis Gila tidak segera datang.


Pemuda yang berpakaian hitam kemerahan itu mengayunkan tongkatnya dan membuat lima murid Sekte Pagoda Langit terpental sejauh tujuh meter, di mana tiga di antara mereka menabrak rekannya sendiri.


?!


"Ini.." Bocah Pengemis Gila mengendus sesuatu, aroma yang dia cium begitu pekat dan itu seakan keluar dari tubuh para murid yang dikendalikan.


".. Aku pernah mencium aroma ini disuatu tempat.." Bocah Pengemis Gila mengusap-usap hidungnya dan mulai menangkis serangan yang datang.


Tongkatnya berbenturan dengan senjata para murid, dia bergerak lincah dan mengincar kaki mereka. Suara yang dihasilkan tongkat bambunya kala membentur senjata murid seperti alunan satu nada yang menyenangkan.


Tak!


Tak!


Saat sedang serius, Bocah Pengemis Gila terlihat seperti pemuda perkasa. Tidak akan ada yang tahu bahwa dia adalah orang yang menyimpang.


"Ini aroma kesedihan. Aku mengingat salah satu sekte di Benua Tengah yang para muridnya menggunakan emosi manusia sebagai kekuatannya. Tapi bukannya sekte itu sudah musnah? Aku yakin telah membunuh semua murid dan para gurunya,"


Bocah Pengemis Gila memukul leher salah satu murid Sekte Pagoda Langit dan lalu memberikan tendangan yang kuat. Dia ingat tentang masa-masa kejayaannya, sebelum dirinya memalsukan kematiannya sendiri untuk kesekian kalinya.


"Nama sekte itu bahkan tidak pernah terdengar lagi. Semua mayat mereka kubakar bersama dengan tempat tinggalnya, hanya abu mereka saja yang tersisa dan bahkan telah menyatu dengan tanah.."

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila baru saja memikirkan hal yang buruk. Sekte yang pernah dia hancurkan hingga tak bersisa adalah sekte yang dapat membawa kekacauan besar, entah bagi Benua Tengah tempat tinggalnya, maupun benua yang lain.


"Manusia tidak bisa lepas dari emosi, jika sebuah jurus dapat diciptakan dan dikembangkan untuk mempengaruhi emosi manusia lalu mengendalikannya.. Maka orang itu telah dipastikan menjadi yang terkuat,"


Bocah Pengemis Gila menancapkan tongkatnya di tanah bersamaan dengan angin kejut yang mampu mendorong para lawannya.


Warna mata Bocah Pengemis Gila berubah merah, dia menghirup napas dalam dan mulai fokus menggunakan Tenaga Dalam Mental untuk menghilangkan pengaruh musuh terhadap para murid Sekte Pagoda Langit ini.


!!


Bocah Pengemis Gila tersentak, dia hanya bisa menghentikan gerakan para murid yang dikendalikan. Dirinya memang kuat, tetapi memaksa pikiran para murid agar terbebas dari kendali musuh sangatlah berisiko.


".. Pikiran dan hati adalah sesuatu yang rumit serta kadang tidak sejalan. Bila lebih kupaksakan lagi, kepala mereka dapat meledak."


"Tuan Muda!" salah seorang murid Sekte Pagoda Langit berjalan cepat mendekati Bocah Pengemis Gila. Sebelumnya dia dan teman-temannya yang lain begitu terkejut kala saudara mereka yang dikendalikan musuh tiba-tiba berhenti bergerak.


"Tuan Muda, berapa lama Anda bisa menahan mereka? Kami berniat menggunakan Formasi Bintang Biduk tapi ini membutuhkan waktu yang lumayan lama,"


Murid Sekte Pagoda Langit yang berbicara dengan Bocah Pengemis Gila tersebut berusia sekitar 34 Tahun. Tubuhnya penuh dengan luka dan wajahnya pun terlihat pucat, satu serangan saja mungkin sudah bisa membuatnya tumbang.


"Formasi Bintang Biduk milik sektemu memang efektif membersihkan hati dan membuat emosi mereka stabil. Tapi terlalu berbahaya menggunakannya dengan kondisi kalian yang sekarang, jangan mengambil risiko."


"Tapi Tuan Muda, kami masih sanggup melakukannya-"


"Tidak perlu. Akan kutahan mereka sampai orang itu datang, hanya dia yang bisa membebaskan saudara-saudara kalian. Pergi dan beristirahatlah, atau urus saja api di hutan ini yang mulai membuat konsentrasiku buyar,"


Murid Sekte Pangoda Langit mengangguk, dia bersama dengan Ling Qin Qi dan teman-temannya yang lain berusaha memadamkan api yang membakar rimbunan pohon bambu di sekitar mereka.


Di saat yang bersamaan, Ling Lang Tian membantu Grand Elder menghadapi Qingyu Mao. Mereka tidak bisa menghitung berapa lama waktu dibutuhkan hanya untuk membunuh seekor Demonic Beast berwujud kucing, namun tetap saja--setiap kali tubuh Qingyu Mao ditebas hingga menjadi bagian terkecil atau meledak karena hantaman dari serangan Ling Lang Tian--dirinya masih saja dapat hidup kembali.


Ling Chu Zhen, "Tenaga kita yang akan terkuras habis karenanya. Dia Immortal, sulit membunuhnya meski memakai seluruh tenaga."


"Ayah benar. Walaupun kulepaskan segel kekuatanku dan menyerangnya, maka bukan dia yang lenyap--tetapi sekte ini."


Untuk pertama kali dalam seumur hidupnya Ling Lang Tian merasakan ketidakberdayaan. Dia tidak pernah takut melawan siapa pun meski musuhnya lebih kuat darinya, ini dikarenakan dirinya selalu percaya bahwa sekuat apa pun musuh pasti akan memiliki kelemahan.


"Kematian adalah salah satu bentuk kelemahan yang mutlak ada, tapi jika musuh merupakan makhluk Immortal.. Aku jadi tidak tahu harus berbuat apa,"


Ling Chu Zhen juga merasa demikian. Dia selalu membanggakan putranya yang berbakat dan saat mendengar ucapan Ling Lang Tian barusan, dirinya yakin musuh yang mereka hadapi ini memang sangatlah kuat.


Qingyu Mao tertawa, "Kenapa? Sulit membunuhku? Apa hanya ini kemampuan kalian, huh? Ayo berusahalah lebih keras lagi dan hentikan aku untuk menghancurkan sekte ini."


!!


Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen terkejut kala Qingyu Mao melesatkan serangan yang terlihat seperti bola api berukuran sangat besar. Ini berbahaya dan walaupun mereka menebasnya, serangan tersebut tetap akan berakibat fatal.


Keduanya juga tidak bisa menangkis serangan itu dan mengalihkannya ke langit. Ini dikarenakan Sekte Pagoda Langit terkurung di dalam segel pelindungnya sendiri, baik Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen tidak mampu merusak segel itu.


"Sepertinya kalian sudah tidak bisa berbuat apa pun lagi, maka sekarang mati dan lenyaplah bersama tempat ini..!"


Seruan Qingyu Mao seakan mengandung kebanggaan besar terhadap kekuatannya. Dia memang Demonic Beast yang serangannya mampu membuat sekte ini porak-poranda.


Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen tidak punya pilihan selain mati. Jika mereka menangkis serangan Qingyu Mao dan mengalihkannya ke langit, maka serangan itu akan menyentuh segel pelindung dan yang terburuk dapat semakin meluaskan jangkauan serangan itu.


Qingyu Mao sudah terlalu angkuh, apalagi saat melihat mata kedua lawannya yang seperti diselimuti rasa tak berdaya. Dia tidak menyadari bahwa sebuah garis putih bercahaya melesat dari belakang tubuhnya dan menembus area punggung hingga bola api besarnya.


!!


Qingyu Mao seketika berubah kembali menjadi tubuh anak kecilnya. Wajahnya pucat dan mulutnya terlihat mengeluarkan darah. Ekspresinya seperti mengandung keterkejutan yang amat dalam.


Serangan bola api besarnya sama sekali tidak meledak, tetapi berubah menjadi butiran cahaya dan perlahan menghilang. Pemandangan ini mengejutkan Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen.


Kedua kultivator itu melihat garis cahaya yang menembus tubuh Qingyu Mao tadi dan memperhatikan benda tersebut dengan teliti. Garis cahaya itu rupanya adalah sebuah tombak giok putih dengan kedua ujungnya yang runcing.


Benda itu melayang di depan mereka dan kembali melesat ke arah Qingyu Mao, kali ini tepat melewati atas kepalanya lalu berhenti di tangan seorang pemuda.


Qingyu Mao perlahan berbalik ke belakang untuk melihat pelaku yang telah menyerangnya. Kedua pundaknya sedikit memudar dan seperti mengeluarkan butiran cahaya.


!!


Ling Lang Tian dan Ling Chu Zhen dapat melihat seorang pemuda berpakaian serba putih yang di tangan kanannya memegang tombak giok. Pemuda itu sangat mereka kenali.


"Tuan Muda Lan?"


Orang yang telah menyerang Qingyu Mao dari belakang tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Tombak giok putih yang ada di tangannya kembali berubah menjadi pita panjang dan segera terpasang di dahinya.


Ketenangan pada wajah teman baik Xiao Shuxiang ini memang luar biasa. Baik pakaian dan wajahnya bersih tanpa noda, aroma kayu cendana darinya mampu menyebarkan kedamaian.


"Seseorang yang terlihat suci.. Tidak kusangka dapat menggunakan cara kotor dengan menyerang dari belakang," Qingyu Mao memutahkan darah kembali, dia sungguh tidak mengerti bagaimana bisa tubuhnya merasa kesakitan.


"Luka di tubuhku harusnya pulih kembali, aku sudah ditebas puluhan kali oleh kedua orang itu, namun baru sekarang tubuhku merasakan sakit yang amat sangat.." Qingyu Mao menggertakkan giginya, deru napasnya tidak beraturan dan wajahnya semakin pucat. Dia menatap tajam ke arah Lan Guan Zhi dan seperti ingin membunuh pemuda itu dengan tatapan matanya.


"Tidak ada cara kotor dalam pertarungan. Kau sudah salah besar," mata Lan Guan Zhi berkilat keemasan, wajahnya masih tenang tetapi tatapan matanya dingin sampai dapat menusuk tulang.


!!


***

__ADS_1


__ADS_2