XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
470 - Kebangkitan dari Masa Lalu [Revisi]


__ADS_3

Tianqi Mao yang berada di lantai tiga kediamannya melihat berbagai burung yang terbang berlawanan arah angin. Binatang-binatang itu seperti sedang menjauh dari sesuatu.


Dia sendiri juga ikut merasakan firasat yang tidak nyaman. Gemuruh besar dan getaran yang dia rasakan membuat pikirannya tertuju pada satu hal dan itu adalah makhluk yang tersegel di bawah Bukit Salju Tanpa Musim.


"Yu Changhai.. Apa dia tidak bisa menahannya lagi..?" Tianqi Mao menutup kipas yang ada di tangannya dan lalu berbalik. Titik-titik air muncul di udara, memadat, dan lalu membentuk sebuah cermin yang besar.


Tianqi Mao memasuki cermin tersebut dan sesaat kemudian, dia telah berada di kediaman Patriarch Pertama Sekte Pagoda Langit, Yu Changhai.


Tianqi Mao adalah Demonic Beast berwujud kucing. Tubuh manusianya merupakan anak kecil berusia 10 Tahun. Dia selalu berpenampilan seperti anak perempuan, begitu cantik dengan rok mengembang bagai bunga, serta pita besar yang selalu menghiasi rambutnya.


Langkahnya begitu tenang di atas selimut salju, namun tidak dari raut wajahnya. Dia melihat seorang pemuda berambut panjang dengan pakaian musim dingin sedang berdiri di halaman depan sambil menengadah ke langit.


"Yu Changhai," Tianqi Mao memanggil sambil berjalan ke arah pemuda itu, dia tidak bisa menahan diri untuk tak bertanya.


".. Kau baik-baik saja kan?"


Yu Changhai menoleh, dia membalikkan tubuh dan melihat seorang anak berjalan mendekatinya. Mengetahui alasan kedatangan anak tersebut, dia pun berkata bahwa makhluk yang ada di bawah buktinya masih dapat dirinya atasi.


Yang justru membuatnya keheranan adalah suara gemuruh yang tiba-tiba datang dan getaran yang dirasakannya entah disebabkan oleh apa. Mendengar itu membuat Tianqi Mao semakin berfirasat buruk.


Yu Changhai, "...Ini bukan gejala alam biasa. Langit cerah di atas sana dan kumpulan awan yang ada pun terlihat normal. Hanya saja, banyak binatang yang terbang melawan arah angin dan seperti melarikan diri dari sesuatu."


Tianqi Mao, "Aku juga melihatnya. Tetapi jika ini bukan makhluk yang tersegel di bawah kediamanmu, apa itu berarti ada makhluk lainnya lagi?"


!!


"Kau jangan mengatakan itu. Buruk bila sampai ucapanmu benar," Yu Changhai terlihat pucat, namun sama sekali tidak melunturkan wajah bersih nan tampan miliknya. Dia pun berkata, "Ada kemungkinan gemuruh yang kita dengar mempunyai hubungan dengan kelompok yang bernama Scarlet Bayangan."


Yu Changhai melanjutkan, ".. Kau pernah menjadi salah satu bagian dari mereka. Dan sejak perang melawan Wyvern, ketua dari kelompok itu belum ditemukan. Kudengar dari Lan Xu Jian, Scarlet Bayangan masih ada. Mereka berganti nama, namun tetap mengincar Xiao'Er. Jadi mungkin.."


Tianqi Mao mengerti walau Yu Changhai menggantung ucapannya, dia memang sudah merasakannya sejak tadi bahwa ini tidak akan jauh-jauh dari Koki Alkemis itu.


"Xiao Shuxiang.. Kenapa dia memiliki banyak masalah yang mengikutinya..?" Tianqi Mao mengembuskan napas, ada rasa kasihan pada nada suara dan tatapan matanya saat ini. Yu Changhai dapat melihatnya dengan jelas.


"Bocah Kecil, sebaiknya kau bersiap. Ini bukan saat yang tepat mengasihani Xiao'Er," Yu Changhai meminta agar Tianqi Mao segera bergegas untuk mengungsikan para warga Kota Embun Bunga ke tempat yang aman. Dia sendiri harus tetap di sini untuk menjaga monster yang tersegel di bawah Bukit Salju Tanpa Musim agar tidak terlepas.


Tianqi Mao mengangguk, dia ke sini sebenarnya memang untuk memastikan monster di bukit ini masih tetap di tempatnya. Melihat bahwa Yu Changhai masih dapat mengatasinya, dia pun merasa agak tenang. Dirinya lantas mengeluarkan sebuah Cermin Pemindah.


Sebelum pergi, Tianqi Mao berjanji akan kembali lagi setelah dia mengungsikan warga kotanya dan warga dari kota lain. Yu Changhai harus bisa bertahan sampai dia kembali.


*


*


Jauh di tempat lain, Rou Mei Qi yang merupakan salah satu anggota Scarlet Darah nampak tersenyum lebar saat melihat banyak tangan mengerikan yang muncul dari tanah.


Dia berdiri di sebuah dahan pohon dan tempat ini adalah hutan yang dahulunya pernah menjadi penguburan massal serta baru-baru ini pernah mengalami kebakaran hebat.


Pakaian serba merahnya nampak berkibar dimainkan oleh angin. Rou Mei Qi mulai melihat satu demi satu mayat hidup keluar dari tanah. Mereka memiliki wajah dan tubuh yang hitam, beberapa bahkan mengeluarkan suara aneh serta menakutkan.


Yang dilakukan Rou Mei Qi sebelumnya hanyalah menuangkan cairan sebening air dari sebuah potongan bambu pemberian Qian Kun. Dia terkesan saat cairan itu membuat tanah di hutan ini berwarna hitam pekat dan membuat tumbuhan di sekitarnya mati seketika.


!!


Rou Mei Qi terkejut, dia spontan melompat dan menghindari serangan dari salah satu mayat hidup. Matanya lantas mengarah pada lengan kanannya di mana terdapat tiga bekas cakaran yang masih baru.


"Hmph, mereka rupanya bukan mayat yang lamban.." Rou Mei Qi mengarahkan pandangannya pada mayat yang menapak di dahan pohon, tempat dia berada sebelumnya.


Mayat berwajah hitam dengan urat-urat tipis kemerahan pada leher dan pipinya itu terlihat menggerak-gerakkan kepalanya secara terpatah-patah. Mulutnya mengeluarkan cairan hitam kemerahan dengan gigi yang terus bergesekan hingga terdengar suara nyaring. Dia menatap Rou Mei Qi layaknya hewan buas yang sedang kelaparan.


!!


Mayat hitam dengan penampilan kotor berantakan itu kembali melesat. Rou Mei Qi melompat menghindar, dan kali ini dia mengeluarkan senjata pusaka berupa cambuk yang terbuat dari bangkai tulang lipan raksasa.


Satu cambukan penuh tenaga darinya membuat tanah bergetar dan suara bagai ledakan tercipta. Tidak hanya satu mayat, Rou Mei Qi bahkan harus menghindari mayat-mayat lainnya yang juga gesit menyerang.


Dialah yang membangkitkan mayat-mayat itu, tetapi justru dirinyalah yang diserang. Rou Mei Qi mendengus dan merasa bahwa para mayat ini butuh ditaklukkan lebih dahulu supaya bisa dimanfaatkan.


"Kalian ingin menguji apa aku pantas menjadi pemimpin, huh? Baiklah, maka itu yang akan kalian dapatkan..!" Rou Mei Qi membentangkan senjatanya dan lalu melesat, matanya nampak berkilat.


Di saat yang sama, kejadian semacam ini juga terjadi pada Gou Yun Fei, Ge Yu Han, dan Gong Zitao. Ketiga orang yang berada di tiga titik berbeda nampak berhadapan dengan makhluk-makhluk yang mereka bangkitkan.

__ADS_1


Gou Yun Fei bertarung dengan para roh-roh jahat, dia mengerahkan Teknik Kutukan terkuatnya dan gesit menyerang. Sementara itu, Ge Yu Han bertarung dengan para mayat dari Demonic Beast berwujud serigala liar.


Gong Zitao beda lagi, dia harus menghadapi para mayat kultivator yang pernah ikut dalam pertempuran melawan Xiao Shuxiang lebih dari seratus tahun yang lalu.


Sebagian mayat bisa bicara dan seperti memiliki kesadarannya sendiri. Mereka bicara pada Gong Zitao dan mempunyai wibawa tersendiri. Beberapa mayat bahkan terlihat amat kuat.


Gong Zitao sebenarnya tidak bisa menghadapi mereka yang jumlahnya tak terhitung ini. Namun sebelumnya, Qian Kun sudah memberinya beberapa petunjuk tentang apa yang harus dirinya lakukan.


Dia menyatukan kedua tangannya dan membungkuk hormat pada kultivator yang memiliki kesadaran. Gong Zitao hanya punya waktu sekitar lima menit lebih sebelum mayat kultivator yang tanpa kesadaran melesat dan mencabik-cabik tubuhnya.


Salah satu mayat yang penuh wibawa mempunyai kulit putih pucat dengan urat-urat hitam di leher serta pipinya. Warna pupil matanya merah, dan dia memiliki pakaian putih yang agak kotor.


"Sebaiknya kau punya alasan yang kuat untuk tujuanmu ini, Anak Muda. Aku tidak akan segan-segan menarik keluar setiap tulangmu bila kau memberiku jawaban yang kurang memuaskan."


"Lou Ye, kau tidak harus sedingin itu. Coba lihat penampilanmu, pakaianmu benar-benar kotor."


"Jiejie, pakaianmu sendiri juga nampak buruk. Apa kau tidak melihatnya? Lagipula, Lou Ye Gege tetap tampan meski sudah menjadi mayat hidup. Aku tetap suka padanya~"


Ada dua orang mayat wanita. Mereka mempunyai kulit putih pucat, mata merah, dan memiliki urat-urat tipis kehitaman di sepanjang leher serta wajahnya. Kedua wanita tersebut berpakaian ungu pudar dengan beberapa bagian tubuh yang terlihat.


Gong Zitao berkedip, dia tidak peduli dengan pembicaraan kedua wanita ini karena baginya, dia hanya memiliki sedikit waktu.


"Anak Muda," seorang sesepuh maju dan berdiri tepat di depan Gong Zitao, dia mempunyai wajah yang tegas dan tatapan mata yang dapat membuat bulu kuduk merinding. Pakaian hitam serta aura miliknya seakan membuktikan bahwa dia tidak berasal dari Aliran Putih maupun Netral.


".. Teknik Terlarang apa yang kau pelajari ini? Kenapa kau harus membuat kami terikat pada dunia ini lagi? Apa kau bermaksud mengacaukan tempat ini dengan menggunakan kami?!"


!!


"Tidak Tetua, aku sama sekali tidak memiliki niatan itu." Gong Zitao memberi hormat dan dengan tegas membantah. Tatapan matanya tertunduk, namun suaranya sama sekali tidak merasa gemetar.


Aura yang dikeluarkan sesepuh di hadapannya begitu menekan. Gong Xitao sebenarnya berusaha menahan rasa penuh tekanan tersebut dengan kekuatannya sendiri.


Qian Kun telah memberi tahu padanya bahwa dia harus sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan Qi sedikit pun bila sedang berbicara dengan para mayat hidup. Ini harus membuatnya terlihat seolah-olah dia memiliki tujuan yang benar.


"Namaku Gong Zitao, Tetua. Aku adalah kultivator dari Benua Tengah. Keluargaku dahulunya merupakan warga Benua Timur, namun lebih dari seratus tahun yang lalu.. Sejak perang besar itu.. Mereka memutuskan untuk tinggal di Benua Tengah dan menetap di sana sampai sekarang."


!!


"Seratus tahun?!"


"Perang besar.. Maksudmu.. Perang besar yang itu?"


Gong Zitao melihat raut dari wajah-wajah para mayat hidup di depannya. Mereka nampak terkejut setelah mengetahui sudah mati selama lebih dari seratus tahun. Walau demikian, ada beberapa kultivator yang masih memperlihatkan ketenangannya. Gong Zitao pun kembali bersuara.


"Benar, perang besar melawan Sang Bintang Penghancur. Dan karena alasan itu juga, aku menggunakan Teknik Terlarang ini. Aku ingin meminta bantuan kalian,"


Rasa hormat Gong Zitao begitu tulus, wajah bersih dan tatapan matanya sama sekali tidak mengandung niatan yang licik. Dia benar-benar mampu bersandiwara dengan sangat sempurna.


"Aku yakin kalian tidak akan pernah melupakan nama dari Sang Bintang Penghancur. Dia.." ada keraguan saat Gong Zitao ingin melanjutkan ucapannya, dia pun menutup mata sejenak, mengembuskan napas, dan lalu membuka matanya sambil berkata bahwa Sang Bintang Penghancur telah kembali.


Dia menceritakan tentang Xiao Shuxiang yang bereinkarnasi, perkataannya sesuai dengan ajaran dari Qian Kun. Tidak ada hal yang disembunyikan, Gong Zitao mengatakan bahwa harusnya Xiao Shuxiang dihukum atas perbuatannya, tetapi justru para kultivator yang tahu identitasnya malah memaafkan Xiao Shuxiang tanpa syarat.


Mendengar itu, para mayat kultivator amat sangat terkejut. Beberapa mayat yang tidak memiliki kesadaran bahkan menggertak saat nama 'Xiao Shuxiang' disebut. Jelas sekali mereka mempunyai kebencian dan dendam yang mendalam terhadap pemuda itu.


"Maksudmu, Xiao Shuxiang bereinkarnasi kembali?" pemuda yang bernama Wei Lou Ye tersebut tidak menyangka ini. Kenapa harus Sang Bintang Penghancur?! Kalau benar begitu, maka saat perang besar dahulu.. Keempat tetua dari ketiga Aliran telah gagal membunuh Xiao Shuxiang.


"Apa senior Li Fu Chen ada di sini?" Wei Lou Ye mencari tetua dari Sekte Pedang Langit, beberapa rekannya mulai mengedarkan pandangan untuk mencari sosok orang yang mereka kenal.


Gong Zitao tidak tahu siapa yang dimaksud oleh pria di hadapannya, namun dia merasa bahwa cairan dari potongan bambu yang dia tuangkan ke tanah tadi belum sepenuhnya sempurna.


Kemungkinan besar, hanya sebagian mayat yang dapat bangkit kembali. Harusnya ada ribuan orang, mengingat perang besar yang disebabkan oleh Xiao Shuxiang telah membuat tanah di Benua Timur menjadi merah. Tetapi sepertinya, mayat-mayat ini tidak mencapai angka yang dia harapkan.


Gong Zitao mengembuskan napas. Sebenarnya tidak masalah bila mayat kultivator yang bangkit tidak sesuai harapannya, asalkan mereka-mereka ini merupakan kultivator yang kuat dan mempunyai dendam mendalam pada sosok Xiao Shuxiang.


"Anak Muda, apa kau bisa memberi tahuku tentang keberadaan Sekte Bulan Emas?" sesepuh di depan Gong Zitao bertanya, dia mengulurkan tangan dan menyentuh pundak pemuda di hadapannya.


!


Gong Zitao tersentak, dia memakai tiga lapis pakaian.. Namun masih merasakan betapa dinginnya tangan sesepuh di hadapannya. Dia pun menggeleng dan dengan sopan berkata bahwa sejak perang besar itu, banyak sekte yang menghilang dari Benua Timur.


"Tetua, aku tidak tahu banyak tentang tragedi mengerikan yang terjadi dahulu. Yang aku tahu, setiap orang di benua ini tidak ada yang mengenang kalian. Mereka tahu Xiao Shuxiang adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur, tetapi tetap memaafkannya. Tidak satu pun dari mereka yang membalaskan dendam kalian, bahkan mereka dengan sadar membangun sebuah patung dan menghormati Xiao Shuxiang sebagai pelindung benua ini."

__ADS_1


!!


"Itu tidak mungkin! Bagaimana itu bisa terjadi?!" wanita yang sebelumnya diperhatikan oleh Gong Zitao nampak terkejut bukan main, urat menegang di dahinya.


"Apa yang kukatakan ini benar, Tetua. Seluruh kultivator dan warga dari tiga kekaisaran telah menjadikan Xiao Shuxiang sebagai pahlawan. Mereka seakan-akan menganggapnya sebagai 'Pembebas', sementara kalian semua hanyalah kenangan buruk yang tidak pantas diingat.." Gong Zitao menunduk, dia mengepalkan kedua tangannya dan menggigit bibir seperti sulit untuk bicara lagi.


Dia pun menelan ludah dengan susah payah dan kembali berujar, kali ini dia membahas tentang dirinya yang berada dalam sebuah kelompok bernama Scarlet Darah. Gong Zitao menjelaskan bahwa Scarlet Darah terbentuk untuk menghukum Xiao Shuxiang serta orang-orang yang mendukungnya.


".. Kami percaya bahwa masih banyak pendekar dan masyarakat Benua Timur yang tidak mengetahui kebenaran Xiao Shuxiang. Hanya saja, kami tidak bisa menyakinkan mereka sebab Xiao Shuxiang telah lebih dulu menanam sebuah pengaruh di mana kami justru dianggap sebagai musuh." Gong Zitao menggeleng pelan sebelum lanjut bicara.


"Kami tidak punya pilihan lagi.. Teknik Terlarang pun menjadi satu-satunya pilihan untuk meminta bantuan. Aku.. Sebenarnya tidak ingin mengganggu ketenangan kalian, tapi.."


"Ketenangan apa yang kau maksud?" salah seorang mayat kultivator yang berasal dari Aliran Hitam nampak bersuara dingin. Dia mempunyai postur tubuh tegap dengan wajah yang begitu garang.


"Tidak kau jelaskan semua pun aku telah mengerti situasinya. Pada akhirnya, kau dan kelompokmu itu kecewa dengan kultivator yang ada di benua ini. Kalian ingin memberi mereka hukuman, karenanya kami dibangkitkan kembali. Benar, kan?"


!


Gong Zitao tersentak, dia menatap wajah sosok yang bicara barusan dan merasa awas. Jika sampai niat buruknya terungkap, maka semua akan selesai. Dirinya pun dengan raut wajah pucat mulai mengembuskan napas dan kemudian mengangguk pelan.


"Aku.."


"Tidak perlu menjelaskannya, Anak Muda. Kau adalah generasi baru, tetapi berjuang untuk membela kami. Hanya saja tindakanmu salah sebab memakai Teknik Terlarang, kelompokmu ini pasti akan semakin di cap buruk."


"Tian Lei, apa yang dia lakukan menurutku malah benar. Saat nasehat tidak lagi bisa mengubah seseorang, maka lebih baik lenyapkan saja mereka semua."


!!


"Jian Shen! Jaga ucapanmu. Yang harusnya dihukum, memang pantas dihukum. Namun jangan sampai mereka yang tidak bersalah pun ikut menerima akibatnya,"


"Tian Lei, bagiku generasi yang sekarang tidak bisa lagi mendapat pengampunan. Kenyataannya adalah mereka semua telah berkhianat dan lebih memilih jalan yang sama dengan Xiao Shuxiang."


Gong Zitao memperhatikan dua mayat kultivator ini saling beradu mulut, tatapannya lantas mengarah pada mayat yang tanpa kesadaran dan seperti mulai memandanginya sebagai makanan.


!!


Hanya sekedipan mata, mayat-mayat yang menggertakkan giginya itu melesat ke arah Gong Zitao, namun dengan cepat ditahan oleh Jian Shen, Tian Lei, dan beberapa kultivator sesepuh yang memiliki kesadaran.


Gong Zitao merasa seperti berada di ujung pedang. Demi untuk mendapat kepercayaan para mayat hidup yang memiliki kesadaran ini, dia harus menahan diri agar tidak sampai mengangkat senjata.


"Teknik Terlarang yang kau gunakan ini kurasa belum sempurna, Anak Muda. Kau bisa saja tewas bila kami juga tidak mempunyai kesadaran seperti mereka." salah seorang sesepuh memberikan serangan tapaknya pada dua orang mayat hingga terdengar suara ledakan.


Kedua mayat itu terpental dan menghantam pepohonan dengan sangat keras. Gong Zitao yang melihatnya begitu terkejut, dan terkesan secara bersamaan. Di pikirannya saat ini adalah para mayat kultivator di hadapannya merupakan orang-orang yang amat hebat.


!!


Gong Zitao tersentak, dia spontan melompat mundur saat salah satu mayat melesat dan hendak menerkamnya. Dia hanya menggunakan kemampuannya yang biasa, dirinya dilindungi oleh Tian Lei dan dua mayat kultivator wanita berpakaian ungu pudar.


Dalam hati Gong Zitao tersenyum, dia memuji bakatnya yang hebat. Wajah serta penampilan dan aura yang keluar dari tubuhnya bagai sesosok pemuda yang berasal dari kalangan baik-baik. Dia mempunyai wibawa seorang yang bijak, dialah yang mempunyai kemampuan terbaik dalam seni berbicara di antara saudara-saudara seangkatannya.


Gong Zitao sebenarnya adalah senior yang dihormati di Sekte Pagoda Langit. Dia termasuk ke dalam murid tingkatan lima besar yang memiliki pengaruh cukup hebat. Banyak gadis di perguruannya yang jujur saja menaruh hati pada Gong Zitao.


Beberapa di antara gadis-gadis itu bahkan ada yang pernah secara terang-terangan mengutarakan rasa suka mereka padanya. Sayang Gong Zitao hanya menyukai satu orang gadis dan pandangannya hanya tertuju pada gadis itu. Sosok yang sangat ingin dirinya miliki.


BAAAM..!!


Pertarungan antara mayat kultivator yang mempunyai kesadaran dengan mereka yang benar-benar seperti mayat liar nampak berlangsung sengit. Gong Zitao sesekali membantu, dia seakan-akan hanya menunjukkan diri sebagai seseorang yang menginginkan bantuan lebih dari apa pun.


Di sisi lain, kekacauan mulai terjadi pada salah satu kota di Kekaisaran Matahari Tengah. Gou Yun Fei adalah orang pertama yang menggerakkan para roh jahat miliknya untuk membuat warga kota tersebut menggila.


Kota itu sebenarnya tidak jauh dari Kota Awan Dingin, karenanya sebagian besar roh jahat yang dikendalikan oleh Gou Yun Fei juga menyerang warga kota Awan Dingin. Kabar tentang serangan ini pun sampai di telinga para murid junior Sekte Kupu-Kupu yang kebetulan sedang ada di pasar besar Kota Awan Dingin.


Hun Fung juga berada di pasar itu. Dia tiba-tiba terkejut saat melihat banyak asap tipis kehitaman yang menyerupai bola berekor tengah melesat dan masuk ke dalam tubuh beberapa warga kota.


!!


Salah satu warga yang merupakan pria dewasa nampak berteriak pilu dengan kepala yang menengadah. Mulutnya terbuka lebar dan matanya terselip ke atas. Tidak butuh waktu lama sampai tubuh pria itu dipenuhi dengan luka bakar, termasuk wajahnya.


Hun Fung yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melihat kejadian di mana pria dewasa itu mati dengan cara yang mengenaskan. Tidak hanya satu orang, bahkan anak kecil pun mengalami hal yang sama. Dia kemudian mencoba melawan asap tipis itu sambil memerintahkan salah satu juniornya untuk kembali ke Sekte Kupu-Kupu dan melaporkan kejadian ini.


Xiao Shuxiang sendiri yang tengah bersama Ling Qing Zhu telah mengetahui bahwa akan ada kejadian yang buruk. Gemuruh di langit serta tanah yang bergetar di bawah kakinya telah menjadi bukti betapa berbahayanya situasi sekarang.

__ADS_1


***


__ADS_2