
Di tempat lain, Ling Qing Zhu dan Xiao Qing Yan memang menemui Lan Guan Zhi. Kebetulan pemuda berpakaian serba putih itu tengah mendengarkan penjelasan dari Hu Li.
Kakak dari O Zhan memang mempunyai bakat yang hebat dalam mengumpulkan informasi. Tidak sampai sehari dan dia sudah mengetahui ancaman besar yang mungkin saja mengincar Xiao Shuxiang.
Menurut penjelasan Hu Li, belakangan ini ada sebuah kelompok yang bernama 'Scarlet Darah'. Mereka adalah kumpulan pendekar serta kultivator yang mendukung Partai Pedang Tengkorak dalam membuat masalah.
".. Mereka mengincar Sekte dan Partai dari Aliran Hitam. Ini kondisi yang membingungkan,"
Menurut Hu Li, Partai Pedang Tengkorak juga berasal dari Aliran Hitam. Lantas mengapa partai itu menyerang sesama alirannya sendiri? Bukankah secara tidak langsung mereka telah membantu dua aliran yang lain untuk lebih berkembang?
Bocah Pengemis Gila, "Kurasa tidak demikian. Kemungkinan Partai Pedang Tengkorak ingin menjadi satu-satunya dari Aliran Hitam. Mereka ingin memonopoli wilayah. Kalian lihat, dua Aliran yang lain tahu tentang masalah ini. Namun mereka tidak mengambil tindakan apa pun, seakan-akan mereka mendukung tindakan Partai Pedang Tengkorak,"
Xiao Qing Yan, "Aku tidak mengerti kenapa kalian terbagi dalam kelompok aliran-aliran seperti ini. Kalian kan sama-sama manusia, apa tidak bisa hidup rukun saja?"
Nyawn!
Dengan polosnya Xiao Qing Yan mengutarakan pendapatnya. Dia mendapat tatapan mata dari Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, Hu Li, O Zhan, dan sebuah jitakan istimewa dari Bocah Pengemis Gila.
"Manusia tidak sesederhana itu, Bocah. Bagus jika mereka punya pemikiran yang sama sepertimu, dunia ini pasti akan mendapatkan kedamaian. Tapi apa kau pikir itu akan baik-baik saja? Sama sekali tidak.."
Lan Guan Zhi, "Ini tentang keseimbangan. Ketiga Aliran dibutuhkan untuk itu, dan tidak harusnya saling mendominasi,"
"Nah, dengarkan ucapan Lan'Er Gege.." Bocah Pengemis Gila memberi sentilan pada Xiao Qing Yan hingga anak yang nampak berusia hampir 11 Tahun tersebut refleks merintih dan mengusap-usap dahinya.
".. Aliran Hitam tidak sepenuhnya diisi orang jahat, mereka juga memikul beban yang sama dalam menyeimbangkan dunia. Kalau kau ingin menciptakan kedamaian, maka jangan pernah berpikir untuk membantai habis mereka yang berasal dari Aliran Hitam, tapi yang harus kau bantai adalah prinsip egois mereka.."
Bocah Pengemis Gila juga menjelaskan bahwa seberapa keras pun Xiao Qing Yan membunuh orang-orang jahat, tetap saja akan selalu ada kejahatan di dunia ini. Hal itu tidak bisa dinafikkan dan sangat mustahil diubah.
"Tapi bagaimana jika aku bisa mengubahnya?" Xiao Qing Yan menjadi bersemangat, dia mendapat dukungan dari O Zhan dan Lan Xiao. Dirinya menahan tangan Bocah Pengemis Gila kala pemuda itu bermaksud menyentilnya lagi.
"Sudah kubilang mustahil, kau tidak akan bisa. Kalau tidak ada penjahat di dunia ini, maka aku sendiri yang akan menjadi penjahatnya. Dengarkan aku, kau tahu bahwa di dunia ini ada laki-laki dan perempuan, bukan? Nah, dengan adanya laki-laki homo sepertiku--Dunia akan menjadi seimbang-aah!!"
Bocah Pengemis Gila refleks menjerit saat mendapat cubitan keras dari Lan Guan Zhi. Dirinya mengusap-usap lengannya dengan ekspresi wajah yang begitu kaget. Tidak disangka Lan'Er Gege-nya bisa bertindak seperti ini.
"Memalukan,"
Hu Li baru saja ingin mengagumi Bocah Pengemis Gila, namun setelah mendengar ucapan terakhir pemuda itu, rasa kekagumannya seketika retak dan hancur berkeping-keping.
"Nona Qing Yan, bila Anda ingin mewujudkan dunia yang damai--maka menghilangkan perilaku menyimpang adalah salah satu caranya.." Hu Li lantas berujar pelan, tepat di samping telinga Xiao Qing Yan. ".. Kalau dalam dunia pendekar, Bocah Pengemis Gila dianggap berasal dari Aliran Sesat. Yang semacam itu harus dimusnahkan agar tidak mempengaruhi keseimbangan dunia.."
"Hu Li..! Kau pikir aku tidak mendengarmu, huh.?! Kau sangat kelewatan..!" Bocah Pengemis Gila menggembungkan pipinya dan memegang kuat tongkat bambunya dengan kesal. Kalau bukan karena dirinya sedang malas bergerak, sudah sejak tadi dia menerjang Hu Li.
Xiao Qing Yan sendiri malah memikirkan ucapan Hu Li barusan, dia merasa perlu banyak belajar untuk nantinya dapat membuat keputusan tentang apa yang harus dirinya lakukan.
"Tidak perlu terburu-buru, jalanmu masih sangat panjang.." untuk pertama kalinya Ling Qing Zhu bersuara, dia membuat Xiao Qing Yan merasakan ketenangan di dalam hati.
Mereka semua masih berada di kamar Lan Guan Zhi dan membicarakan banyak hal, utamanya tentang anggapan bahwa 'Scarlet Darah' merupakan nama baru dari 'Scarlet Bayangan'.
Tidak ada dari mereka yang ingin bertindak untuk saat ini, hal itu karena kekuatan Scarlet Darah belum bisa diprediksi.
Mereka harus memikirkannya baik-baik, apalagi Xiao Shuxiang belum mendengar informasi yang sudah dikumpulkan ini. Pertama-tama pemuda itu berhak mengetahuinya karena dialah yang sejak awal menginginkan informasi ini.
Sepanjang malam itu juga, reruntuhan dari Pagoda Tingkat Sembilan dibersihkan oleh para murid Sekte Pagoda Langit. Mereka melakukannya sampai matahari terbit kembali.
Sepuluh orang tukang kayu terbaik di Kota Bintang Biduk dibawa Ke Sekte Pagoda Langit untuk membangun kembali bangunan yang runtuh. Di saat yang sama pula, Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu dihadapkan oleh keluarga inti klan 'Ling'.
Wang Rui Chang adalah nama dari ibu Ling Qing Zhu dan Ling Lang Tian. Sementara nenek mereka bernama Ling Shen Yue, dia merupakan kultivator dari klan Ling yang menikah dengan saudara kandungnya sendiri.
Xiao Shuxiang harus berhadapan dengan Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian, dan kedua wanita menyebalkan ini. Walau dikatakan sedang sarapan pagi, namun tidak ada di antara anggota keluarga 'Ling' yang menyentuh makanan di hadapan mereka.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan di dalam hati. Dia akhirnya mulai menggerakkan tangannya dan lalu menuangkan teh di cawan giok putihnya sendiri.
"Calon Ayah Mertua, bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, maka langsung saja. Saat ini aku sedang malas bermain teka-teki.."
Ling Chu Zhen memperhatikan pemuda di depannya yang mulai meminum teh pada cawan giok tersebut, "Aku ingin membahas tentang pernikahanmu dengan Qing Zhu'Er. Kapan Ayahmu datang kemari?"
!!
Xiao Shuxiang tersedak teh yang diminumnya. Dia terbatuk-batuk dan berusaha ditenangkan oleh Ling Qing Zhu dengan cara mengusap-usap pelan punggungnya.
"Kau.. Tadi bilang apa?" Xiao Shuxiang merasa seperti salah dengar, tetapi Ling Chu Zhen mengulang kembali ucapannya dan membuat dia yakin bahwa Grand Elder Sekte Pagoda Langit itu sedang menyinggung pernikahannya dengan Ling Qing Zhu.
"Jadi bagaimana, kapan orang tuamu akan datang kemari?"
Ling Chu Zhen sangat terang-terangan mengatakanya. Wang Rui Chang juga ikut bersuara, dia mengatakan tidak ada lagi ujian yang harus dilakukan Xiao Shuxiang untuk membuktikan statusnya sebagai 'Wali Pelindung', jadi memang sepantasnya pembahasan pernikahan harus dimulai dengan cepat.
Ling Shen Yue, "Walau aku tidak menyukaimu, tapi biar bagaimanapun kau adalah Wali Pelindung Cucuku. Sebaiknya kau cepat kirim pesan pada orang tuamu dan minta mereka datang kemari."
!!
Xiao Shuxiang berkedip, sebelumnya dia begitu ditolak oleh wanita berambut hitam ini dan sekarang dirinya malah dipaksa menikahi Kucing Putihnya. Ini jelas sesuatu yang tidak sederhana!
__ADS_1
"Aku memang pernah mengatakan setelah misiku selesai, aku akan membahas hubunganku dengan Kucing Putih. Namun ini bukan hanya tentang pernikahan.."
Wang Rui Chan, "Mn? Apa kau tidak ingin menikah dengan Putriku?"
!!
Xiao Shuxiang memperhatikan gadis cantik bercadar tipis yang duduk di sampingnya. Pandangannya kembali terarah pada Grand Elder Sekte Pagoda Langit dan Wang Rui Chang.
"Aku sendiri tidak keberatan, tapi Kucing Putih berhak memilih jalan hidupnya. Dia berhak menikah dengan orang yang benar-benar dirinya sukai, jangan biarkan tradisi kuno keluarga kalian merugikan para gadis seperti Kucing Putih.."
Ling Shen Yue, "Hmph. Kau sepertinya salah paham. Kami tidak memperlakukan para gadis di keluarga ini dengan tidak benar, mereka diizinkan untuk memilih kebebasannya sendiri.."
Nenek dari Ling Qing Zhu mengatakan bahwa bila cucunya tidak bersedia menikah dengan Xiao Shuxiang, maka mereka akan mencari orang lain untuk menjadi Wali Pelindung yang baru, dan tentu saja orang itu harus bisa membunuh Wali Pelindung yang lama.
".. Kau bisa saja memperoleh kebebasan mutlakmu dan tetap hidup tanpa harus menjadi Wali Pelindung Qing Zhu'Er, asalkan Cucuku ini bersedia menghabisi nyawanya sendiri."
!!
Xiao Shuxiang terkejut, "Nenek Tua! Kebebasan apa yang kau maksudkan?! Apa kau tidak pernah menaruh kasihan pada Cucumu? Dia bukan benda yang bisa diperebutkan begitu saja. Kalian ini jenis manusia yang seperti apa?"
"Nak.." Ling Chu Zhen mengerti kenapa pemuda di depannya begitu kesal, tetapi dia juga tidak bisa mengubah tradisi yang sudah ada sejak lama.
".. Memang yang kau lihat, kami seakan memperlakukan perempuan di keluarga ini tidak lebih dari hadiah kemenangan. Tetapi yang sesungguhnya adalah kami sangat menjaga mereka."
Ling Lang Tian, "Kau tidak akan mengerti, jadi biar kubuat sederhana. Adikku sangat sulit mendapat teman, dia tidak akrab dengan anggota keluarganya sendiri dan tidak bisa memperlihatkan emosinya. Ayahku mencemaskan dia akan tetap seperti itu tanpa menikah, tetapi meski para pemuda di benua ini tahu Paman Ling Hao Yu adalah Wali Pelindung Adikku, mereka tidak berani mengajukan tantangan padanya. Dan karena itulah mereka pergi ke Benua Timur.."
Xiao Shuxiang berkedip dan kembali menuang teh pada cawan gioknya, penjelasan dari Ling Lang Tian lebih sederhana, ini membuatnya cepat mengerti.
"Jadi tujuan Kucing Putih ke Benua Timur untuk mencarikannya pasangan? Apa tidak ada pemuda yang suka padamu?"
"Mn, mereka takut."
Xiao Shuxiang mengulum senyum dan nyaris ingin tertawa. Dia baru saja ingin meledek Kucing Putihnya namun terhenti karena Ling Lang Tian menjawab pertanyaannya barusan.
Tujuan Ling Qing Zhu dan Ling Hao Yu ke Benua Timur adalah untuk menghadiri pernikahan putri Kaisar Matahari Tengah, sekaligus membangun Sekte Pagoda Langit. Sayangnya mereka meminta bantuan pada sebuah kelompok bayaran dan malah berakhir dimanfaatkan. Alhasil, Ling Hao Yu tewas dalam kondisi yang mengenaskan.
".. Adikku hanya akrab dengan pamanku itu dan kau sudah membunuhnya. Mungkin ada di antara kami yang membencimu, tapi tidak denganku. Menurutku, wajar kau marah karena Adik dan Pamanku telah melukai keluargamu,"
Ling Chu Zhen, "Tidak ada yang menyalahkanmu. Adikku tewas di tanganmu merupakan takdirnya, kau tidak perlu merasa bersalah."
Xiao Shuxiang memang sejak tadi diam karena mendengarkan penjelasan dari Ling Lang Tian. Raut wajahnya juga berubah, namun anggapan Ling Chu Zhen padanya telah salah besar.
"Jadi bagaimana, apa kau ingin menikah dengan adikku atau tidak? Dan sebaiknya kau tahu satu hal, tidak ada pilihan untukmu." suara Ling Lang Tian datar dan dingin secara bersamaan, dia membuat Xiao Shuxiang tidak selera lagi meminum tehnya.
"Kalau kau bilang aku tidak punya pilihan, lalu mengapa bertanya?" Xiao Shuxiang sebenarnya tidak pernah merasa keberatan bila harus menikah, tetapi dia harus mempertimbangkannya baik-baik.
"Aku telah mengalami sepuluh kali reinkarnasi dan bahkan sekali pun tidak pernah menikah. Xiao Shuxiang ini memang terkenal jahat dan kejam, semua tempat bordil pernah kujelajahi, tapi aku bisa menjamin keperawanan 'Pilar Surgawiku' masih terjaga. Masalahnya.. Menikah itu.."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan kemudian berkata dia butuh waktu. Banyak yang harus dirinya lakukan sebelum membuat keputusan, apalagi dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaan Kucing Putih padanya.
Ling Lang Tian, "Apa kau bodoh? Jika Adikku tidak suka padamu, apa kau pikir dia ingin menikah denganmu? Andai Adikku menolak, dia pasti akan mengatakannya dan aku sendiri yang akan menantangmu untuk merebut posisi sebagai Wali Pelindungnya. Kami memang tidak terlalu akrab, tetapi dia tetap Adikku."
"Jadi maksudmu, Kucing Putih suka padaku..?" Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia menatap gadis berambut putih yang sejak tadi terus duduk diam dengan tatapan mata yang mengarah ke depan.
"Haaah.. Tidak mungkin. Rasa-rasanya anak ini tidak punya perasaan apa pun padaku. Kau lihat bagaimana dia, kan? Perhatikan baik-baik.."
Ling Qing Zhu menoleh, tatapan mata teduhnya sedang berubah menjadi dingin. Wajah datar namun manis sangat ingin dicubit keras oleh Xiao Shuxiang. Bahkan dalam keadaan semacam ini, Ling Qing Zhu tetap saja bersikap tenang.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat Kucing Putihnya hanya mendengus singkat dan kembali mengalihkan perhatian ke arah lain. Dengan kesal dia menyentil kepala gadis cantik itu hingga terdengar suara rintihan tertahan.
!!
Ling Chu Zhen, Wang Rui Chang, dan Ling Shen Yue terkejut saat menyaksikan tindakan pemuda di depan mereka. Apalagi sekarang ketiganya merasa pemuda ini memang akrab dengan Ling Qing Zhu.
"Ini pertama kalinya kulihat Qing Zhu'Er senang,"
"Dia juga terlihat malu-malu,"
??
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali saat mendengar ucapan dua wanita yang memiliki rambut berbeda warna tersebut. Dirinya memperhatikan wajah Kucing Putihnya yang begitu datar dan tenang.
Tidak ada ekspresi seperti 'senang' apalagi 'malu-malu' pada gadis cantik ini, jadi bagaimana bisa Wang Rui Chang dan Ling Shen Yue berkata demikian. Atau apa mungkin hanya anggota keluarga 'Ling' saja yang bisa menerjemahkan ekspresi wajah anggota keluarganya yang lain?
"Hah, aku rasa.. Memang seperti itu," Xiao Shuxiang tersenyum pahit. Dia lalu berpamitan pada Ling Chu Zhen karena masih harus bertemu teman-temannya. Dia berkata akan menemui kedua orang tuanya nanti dan Ling Chu Zhen tidak perlu merasa khawatir.
"Perjalanan ke Benua Timur memakan waktu setidaknya enam bulan perjalanan. Kau tidak perlu pergi ke sana, biarkan Lang Tian yang menjemput kedua orang tuamu. Kau bisa kan, Tian'Er?"
"Mn, aku hanya butuh satu minggu. Aku bisa pergi sekarang,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang, "Saat ini kedua orang tuaku melakukan perjalanan ke Benua Utara, mereka tidak ada di Benua Timur. Kalian tenang saja, aku yang akan mengurusnya. Kalian tunggulah tiga hari dari sekarang,"
Setelah memberi salam hormat, Xiao Shuxiang pun mulai pergi. Dia mengajak Ling Qing Zhu untuk ikut bersamanya.
Mereka berdua berkumpul bersama Lan Guan Zhi, Jing Mi, Yi Wen, Hu Li, Bocah Pengemis Gila, dan yang lainnya. Teman-teman Xiao Shuxiang tersentak kala mendengar bahwa keluarga Ling bermaksud merancang sebuah pernikahan.
"Kau benar-benar akan menikah?!" Jing Mi tidak menyangka ini.
Yi Wen, "Kapan kalian akan menikah?"
"Entahlah. Aku sebenarnya tidak menolak, tetapi jujur saja ini hal yang baru. Aku tidak pernah menikah sebelumnya, jadi.. Ehm.. Bagaimana ya?"
Xiao Shuxiang bukanlah pemula bila dilamar oleh para gadis, namun bahkan mengajak seorang pun di antara mereka untuk berkencan--sama sekali tidak pernah dilakukannya.
Hu Li sendiri merasa senang bila Tuan Muda Xiao-nya sudah berpikiran untuk menikah. Dia akan sangat mendukung pernikahan ini.
Bocah Pengemis Gila, "Mengingat usia dan juga kehidupanmu selama ini.. Kau memang sudah pantas. Tapi jika bersama dengan Nona Ling--akan jadi seperti apa rumah tangga kalian?"
Jing Mi, Yi Wen, dan Hou Yong memikirkan ucapan Bocah Pengemis Gila barusan. Ketiganya tidak yakin, tapi sepertinya Saudara Xiao mereka akan menjalani hidup yang penuh derita.
"Sekte Pagoda Langit punya banyak aturan yang ketat. Saudaraku pasti tidak akan bisa bertahan," Jing Mi mengeluarkan pendapatnya.
Yi Wen, "Bukan hanya itu. Keluarga Ling adalah orang-orang yang serius dan minim ekspresi, jangan lupa mereka juga hemat bicara. Saudara Xiao akan kesulitan,"
Nyawn!
"Mn, kurasa akan jadi menarik." suara Lan Guan Zhi begitu tenang, dia juga memikirkan pertanyaan Bocah Pengemis Gila dan akhirnya mengeluarkan pendapat demikian.
"Lan Zhi.. Kalau aku menikah, kau akan kesepian. Kau tidak takut itu? Hidupmu tidak akan berwarna tanpaku, Lan'Er.." Xiao Shuxiang memegang tangan kanan Lan Guan Zhi dan perlahan mengusap-usap punggung tangan teman baiknya tersebut.
"Kalau aku menikah, tidak ada yang akan menggodamu. Tidak ada yang akan mencari masalah denganmu. Tidak ada yang memasak makanan untukmu. Kau akan terus duduk di dalam kamarmu dan berkencan dengan buku-buku. Hidupmu akan sangat kesepian tanpaku.."
Niat Xiao Shuxiang hanya bercanda dan sekadar menggoda Lan Guan Zhi. Sayang teman baiknya tanpa ragu membalas godaan tersebut.
!
Lan Guan Zhi ikut memegang tangan Xiao Shuxiang dan lalu mengusap pelan pipi teman baiknya itu dengan ekspresi wajah tenang namun sulit diartikan.
"Aku akan selalu bersamamu.."
Suara Lan Guan Zhi lembut, tatapan mata teduhnya begitu menghanyutkan. Bulu matanya terlihat bergetar, untuk sesaat--dia seperti membuat waktu terhenti.
!!
Ujung telinga Xiao Shuxiang memerah, dia sontak melepas pegangan tangannya dan buru-buru bersembunyi di belakang Ling Qing Zhu. Tidak disangka teman baiknya sudah seberani ini.
"Mn, aku menang lagi." Lan Guan Zhi begitu tenangnya menanggapi tingkah Xiao Shuxiang. Dia membuat temannya yang lain mengerjap beberapa kali.
"Gila.. Kupikir jantungku hampir melompat keluar. Lan Zhi sudah mulai berubah.." untuk pertama kalinya Xiao Shuxiang sangat merinding, dia memegang kedua pundak Ling Qing Zhu dan menatap waspada ke arah pemuda berpita dahi itu.
"Mn, bukankah yang duluan menggoda Tuan Muda Lan adalah kau. Lalu kenapa kau takut?" Ling Qing Zhu juga mulai banyak bicara akhir-akhir ini, walau nada suaranya masih terkesan datar.
"Kucing Putih, kau harusnya membelaku. Aku hanya menggodanya sedikit, tapi tidak disangka Lan Zhi bisa membalasku dengan cara seperti itu. Sentuhan tangannya di pipiku bahkan masih terasa, dia manusia yang mengerikan.."
Ling Qing Zhu sedikit menoleh, dia tersentak saat wajah pemuda yang bersembunyi di belakangnya terlalu dekat. Dirinya pun segera memandang ke depan.
Xiao Shuxiang sendiri tidak menyadarinya, dia masih menatap waspada ke arah Lan Guan Zhi dan benar-benar kaget saat teman baiknya itu malah tersenyum samar.
Ling Qing Zhu hanya memandang ke depan, tetapi tangan kanannya terulur untuk mengusap dan menepuk pelan pipi Wali Pelindungnya. Dalam hati, dia sebenarnya gugup melakukan ini. Tapi dia juga merasa lucu melihat tingkah Xiao Shuxiang.
"Bagaimana pipimu sekarang?"
"Mn?" Xiao Shuxiang baru tersadar dengan posisinya setelah mendengar pertanyaan dari Ling Qing Zhu barusan.
Bukannya mengambil langkah mundur, dirinya malah memegang tangan Kucing Putihnya dan seakan meminta agar gadis tersebut terus mengusap-usap pipinya.
"Kau harus membantuku menghilangkan bekas tangan Lan'Er. Usap seperti ini.. Lebih lembut.. LanLan sangat memalukan, dia teman yang buruk.."
Jing Mi, Hou Yong, Bocah Pengemis Gila, dan Yi Wen menggelengkan kepala pelan saat melihat tingkah pemuda berwajah mempesona tersebut.
Tak disangka, Xiao Shuxiang juga bisa bersikap seperti itu. Sekarang siapa yang tidak tahu malu? Jelas-jelas Koki Alkemis itu yang mengambil keuntungan dari Ling Qing Zhu. Ini sangat memalukan!
Hu Li, "Perilaku Tuan Muda Xiao mengingatkanku saat dia mabuk laut di kapal waktu itu. Hanya saja tingkahnya yang ini.. Terlihat begitu disengaja,"
Nyawn~
Xiao Qing Yan, "Lan Xiao bilang 'Induknya' kurang kasih sayang. Jadi biarkan saja, lagipula Nona Ling sepertinya tidak keberatan. Di samping itu, bagaimana kalau kita memberitahunya tentang Scarlet Darah,"
Hou Yong, "Kau ini.. Saudara Xiao baru sedikit menemukan kebahagiaan. Coba biarkan dia menikmatinya dulu, baru setelah itu kita penuhi pikirannya dengan masalah,"
***
__ADS_1