
Melihat wajah sesepuh yang berusaha keras membebaskan diri membuat seringai terbentuk di wajah tampan Xiao Shuxiang. Matanya berkilat bersamaan dengan kuku jari tangannya yang mulai menancap di leher pendekar tersebut.
Ling Shen Yue dan Wang Rui Chang sendiri tidak dapat mendekat. Mereka ditahan oleh cermin yang tiba-tiba saja muncul dan memberi mereka serangan.
Ling Qing Zhu sendiri melihat kakaknya ingin menyerang Xiao Shuxiang, dia pun melesat dan berusaha menghentikan Ling Lang Tian karena tidak ingin kakaknya melakukan sesuatu yang akan disesali nantinya.
"Qing Zhu'Er, kau jangan ikut campur. Pergilah." suara dan tatapan mata Ling Lang Tian begitu dingin, "Kau jangan membelanya. Aku sudah cukup melihat siapa dia yang sebenarnya,"
"Kakak, aku meminta tolong padamu. Jangan ikut dengan apa yang mereka perbuat, setidaknya dengarkan aku."
"Qing Zhu'Er-!!"
Ling Lang Tian baru ingin membentak Ling Qing Zhu saat dia mendadak tersentak dan segera menarik adiknya. Mereka menghindari sebuah serangan nyasar. Tidak ada cukup waktu untuk bicara, apalagi alur pertarungan ini mulai berlangsung lebih cepat.
Ling Qing Zhu tetap menahan kakaknya agar tidak ikut pertarungan, dia memang tidak punya waktu menjelaskan karena suara keributan ini dan Wali Pelindungnya yang seperti mulai lupa diri.
Dari sorot matanya, Ling Lang Tian bisa melihat adiknya ingin mengatakan sesuatu. Sambil tetap waspada, dia pun berujar dengan sangat dingin.
"Kau terlalu membela Wali Pelindungmu. Tidakkah kau melihat, siapa dia yang sebenarnya?"
"Kakak, selama ini dia tidak pernah menyakiti orang lain." suara Ling Qing Zhu tenang, namun malah membuat wajah kakaknya menegang.
"Tidak pernah menyakiti orang lain katamu? Apa kau tidak lihat berapa banyak orang yang sudah dia lukai?"
"Mereka pantas mendapatkannya." Ling Qing Zhu hanya menoleh sebentar ke arah Ling Lang Tian sebelum fokus pada pertarungan di depannya. "Mereka yang mulai duluan. Dia hanya melindungi diri sendiri. Kakak juga.. Bukankah sudah banyak orang yang tewas di tanganmu? Kenapa saat Wali Pelindungku yang melakukannya, itu terlihat salah?"
Ling Lang Tian tahu maksud dari ucapan adiknya, dia jujur tetap mendukung Xiao Shuxiang meski pemuda itu adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur. Tetapi masalahnya, dia tidak akan terima jika Xiao Shuxiang juga merupakan reinkarnasi makhluk seperti 'Iblis'.
"Monster yang membawa kehancuran tidak bisa diterima di dunia ini. Tidakkah kau mengerti? Berapa kali pun kau membelanya, Iblis tidak bisa diterima. Jika kau tetap seperti ini, aku tidak punya pilihan untuk membuatmu mati bersamanya."
"......"
Kau masih tidak mengerti, Kakak..
Ling Qing Zhu menarik pedangnya dan mencegah Ling Lang Tian melesat. Dia akui tidak akan bisa bertahan lebih dari tiga jurus saat Kakaknya sedang serius. Namun dia masih mencoba untuk memenangkannya dengan kata-kata, walau jujur dia tidak pandai bicara.
TRAAANG..!!
Pedangnya berbenturan keras dengan Pedang berbilah tumpul milik Ling Lang Tian, dia merasakan kebas pada tangannya dan serangan barusan menciptakan gelombang kejut.
"Kakak melihatnya sebagai Iblis, lalu bagaimana dengan manusia yang bahkan perilakunya lebih Iblis darinya?" titik keringat terbentuk di dahi Ling Qing Zhu, tekanan yang dia alami begitu kuat. Namun dia masih berusaha untuk menenangkan Ling Lang Tian.
"Kau seorang yang bijaksana, Kakak. Tolong kesampingkan amarahmu dan lihat aku..."
!!
Suara lembut yang seperti air telah memercik dan mengenai ke dalam hati Ling Lang Tian. Dia memang tidak terima dengan kebenaran Xiao Shuxiang, tetapi dia tidak bisa mengabaikan keinginan adiknya.
"Wali Pelindungmu tidak lagi mampu mengenali diri sendiri, Qing Zhu'Er. Apa kau masih mau membantunya?"
"Mn, akan kulakukan." Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia juga punya banyak pertanyaan, dia terkejut, hatinya terguncang saat melihat perubahan pada Wali Pelindungnya----tetapi entah mengapa keterkejutannya berlangsung sangat singkat.
Penampilan Xiao Shuxiang pernah sangat mengagumkan dengan rambut putih dan telinga yang runcing, jadi tidak mengherankan bila dia dapat menerima penampilan lain dari pemuda itu.
"Shuxiang hanya melindungi diri sendiri. Tolong bantu aku menenangkan yang lain,"
Bukan Xiao Shuxiang yang mulai, tetapi para pendekar itulah yang ngotot ingin menghabisi Wali Pelindungnya. Ling Qing Zhu merasa bahwa pemuda itu berusaha keras agar tidak membunuh mereka.
!!
Saat pemikiran itu terlintas, suara debaman terdengar dan membuat tanah agak bergetar. Ling Qing Zhu dan Ling Lang Tian terkejut karena pertarungan ini yang bahkan lebih menegangkan daripada sebelumnya.
Debaman keras itu berasal dari tembok Sekte Pagoda Langit yang hancur akibat dihantam oleh Xiao Shuxiang. Dia sebelumnya sudah menanamkan kuku jari panjangnya ke leher seorang pendekar tua, namun saat hampir sangat dalam---sebuah serangan mengenainya.
Xiao Shuxiang terpental cukup jauh, tetapi masih bisa memposisikan diri hingga tidak sampai menghantam tanah. Serangan tadi dibuat oleh seorang pendekar tua yang wajahnya asing----namun tenaganya sangat akrab baginya.
Mata Koki Alkemis itu berkilat dan mengandung luapan amarah. Melihat wajah tua bangka yang kembali memberinya serangan membuat darah Xiao Shuxiang mendidih.
!!
Keduanya melesat. Cahaya beda warna itu saling berbenturan tanpa peduli dengan lingkungan sekitar.
Sorot mata Xiao Shuxiang menajam dan dia menggertak, "Apa kau tidak bisa memberiku kehidupan yang tenang sedikit, hah?!" kepalan tangannya berbenturan keras dengan bilah pedang tua bangka itu hingga pusaka yang berkualitas tinggi tersebut hancur begitu saja.
"Hmph, bukankah aku sudah memberikannya? Termasuk mengizinkanmu menikah,"
Tua bangka berpakaian putih dengan corak bangau itu berwajah tenang, dia memakai Tenaga Dalam dan memberikan serangan tapak yang membuat lawannya menghantam sebuah dinding bangunan.
BAAAAM..!!
Suaranya amat keras. Pendekar tua itu tidak menunggu waktu dan langsung melesat sebelum lawannya kembali bangun. Dia menekan dada pemuda berpakaian hitam itu dan memberinya tatapan tajam.
"Bukankah usahamu ini sia-sia? Kenapa kau terus saja melawanku, Shuxiang?!"
!!
Xiao Shuxiang tidak dapat bergerak, dia memuntahkan darah, terengah-engah karena marah, tetapi tetap memperlihatkan senyumannya.
"Wajah siapa lagi yang kau curi ini, huh?" dia tidak menjawab pertanyaan tua bangka di hadapannya, justru melontarkan pertanyaan yang terdengar mencibir.
"... Berapa banyak manusia yang sudah kau ambil wajahnya, Qian Kun?"
__ADS_1
Di antara teknik yang dimiliki Xiao Shuxiang--Teknik Pengendalian Darah adalah yang terkuat dan tidak mempunyai risiko besar selama penggunaannya. Tetapi teknik ini sama sekali tidak berguna bila berhadapan dengan sosok yang tidak mempunyai darah seperti tua bangka yang sedang menekan dadanya dengan telapak tangan ini.
"Kau bisa membunuhku... Tapi aku tidak akan pernah melakukan apa pun yang kau inginkan."
"Shuxiang, kau pasti akan melakukannya. Dan akan kubuat itu terjadi."
!!
Rasa panas yang dahsyat seperti menembus tulang Xiao Shuxiang. Segel Cincin Api yang ada pada perutnya aktif dan memaksa kedua dantiannya menyerap kekuatan yang melimpah.
"Bukankah aku sudah sangat baik padamu? Dan kau bahkan tidak pernah menghargai kebaikan 'Ayahmu' ini."
Xiao Shuxiang mengerang, pengendalian dirinya hampir mencapai batas, "Kau.. Bukan Ayahku!"
"Kau benar-benar sudah berubah. Apa sekarang manusia terlihat penting di matamu, huh? Mereka hanya sampah. Mereka memusuhimu dan ingin membunuhmu karena kau berbeda, apa kau masih bersikap murah hati?!"
Tidak habis pikir ke mana Xiao Shuxiang yang sangat membenci manusia itu. Qian Kun benar-benar ditekan oleh perilaku pemuda ini yang mulai menghargai hubungannya dengan manusia.
"Kau lemah Xiao Shuxiang!" tatapan matanya tajam, "Manusia yang membuatmu lemah ini... Akan kubuat kau membunuh mereka,"
!!
Suara itu dingin dan jantung Xiao Shuxiang seperti akan meledak. Sekuat apa pun dirinya, Qian Kun adalah musuh yang tidak dapat dia kalahkan. Kenyataan semacam ini benar-benar akan menjadi guncangan yang dahsyat.
Xiao Shuxiang tidak bisa menekannya lagi, bahkan Segel Pengekang Jiwa sudah hilang sejak lama. Pedang pusaka yang sebelumnya dapat menekan dan menenangkannya kembali juga telah lenyap.
Koki Alkemis itu memuntahkan darah, urat-urat tipis kehitaman semakin terbentuk di sekujur kulit tubuhnya yang putih pucat, termasuk leher dan pipinya.
Pupil mata Xiao Shuxiang berubah terang, seperti milik monster buas. Tanduk yang sebelumnya tidak ada, kini mulai terlihat. Sekarang, bahkan Aura Pendekarnya berubah menjadi nafsu membunuh yang luar biasa kuat.
"Sekarang, biar kuperlihatkan padamu dengan jelas... Betapa buruknya para manusia itu,"
Xiao Shuxiang merasakan lehernya dicengkeram, tubuhnya dilempar hingga menghancurkan dinding dan dia berhenti setelah menghantam tanah.
Dia baru akan bergerak saat belasan tali melesat dari berbagai arah dan membentang seperti membentuk pola. Tubuhnya terlilit pada tali terakhir yang rupanya merupakan Tali Pengikat Abadi, ini merupakan teknik penyegelan dari Partai Pasak Bumi.
Pembuluh darah spiritualnya terkunci dengan sangat kuat bahkan tali ini membatasi aliran darahnya. Dia memuntahkan darah untuk kesekian kalinya dan kemudian menggertakkan gigi.
!!
Posisi Xiao Shuxiang berada cukup jauh di gerbang Sekte Pagoda Langit. Dia bisa melihat banyak pendekar dan kultivator yang keluar dari berbagai tempat. Mereka sepertinya sudah merencanakan ini.
Tidak hanya membunuh orang dan mengambil wajah mereka, Qian Kun benar-benar ahli dalam memanipulasi. Masalahnya, penampilannya sekarang nampak jelas sebagai titisan Iblis.
Kebohongan yang diutarakan Gong Zitao sekarang menjadi kebenaran. Semua pendekar sekarang melihat perubahan mengerikannya ini dan keyakinan mereka bertambah berkali-kali lipat.
!!
Ling Qing Zhu seperti tidak lagi menemukan Wali Pelindungnya. Tatapan mata yang tajam itu seperti akan mengulitinya hidup-hidup. Tanpa sadar, dia bahkan mengambil satu langkah mundur.
"Sepertinya benar-benar sudah terlambat," Ling Lang Tian merasa bahwa Xiao Shuxiang sudah kehilangan pikiran manusianya, aura yang dia rasakan ini terlalu mencekam sampai membuatnya tidak bisa berkata-kata.
!!
Rasa yang tidak menyenangkan menyeruaknya nafsu membunuh Xiao Shuxiang, bahkan daun yang ada di pepohonan menjadi layu seketika.
Aura ini mencapai hingga tiga kota, manusia yang merasakannya tiba-tiba menderita pusing, sesak napas, mual, hingga pingsan. Para pendekar yang terluka dan nampak diobati bahkan merasakan sakit mereka bertambah.
"Tetua Mo, terima kasih karena sudah membantu."
Salah seorang kultivator mewakili yang lainnya, dia memberi hormat pada pendekar yang sudah bertindak menangkap Xiao Shuxiang tanpa membuat banyak kerusakan. Dia mengucapkan kekagumannya pada Partai Pasak Bumi.
Kultivator tua yang disebut Tetua Mo itu hanya tersenyum tipis dan membalas salam hormat para pendekar yang lain. Aksi saling melemparkan pujian ini terpampang jelas di depan mata Ling Qing Zhu dan itu terasa menyakitkan.
Ling Lang Tian juga tidak suka, apalagi saat nenek dan bibinya ikut-ikutan. Di samping itu, 'Ayahnya' masih belum dapat meredakan amarahnya. Mereka jelas sedang menatap Xiao Shuxiang dengan penuh rasa jijik dan penghinaan.
"Tetua Mo, nafsu membunuh monster ini terlalu pekat. Jauh lebih baik untuk menghabisinya sekarang,"
"Benar, habisi saja dia..!"
"Benar, habisi dia..!"
Tangan Ling Qing Zhu terkepal, tatapan matanya memburuk saat tertuju pada salah seorang kultivator yang tak lain adalah Gong Zitao. Pemuda itu nampak memegang lengannya dan bertumpu pada sebuah tongkat kayu.
Dia pasti berpura-pura.
Pemuda itu memperlihatkan ekspresi wajah yang amat puas, dia jelas sedang merendahkan seseorang dengan tatapan matanya dan hal tersebut tersembunyi begitu cantik. Namun tentu, dia tidak bisa menyembunyikan topengnya dari Ling Qing Zhu.
Gadis berambut putih itu melangkah mundur dan mengambil tempat di belakang para pendekar saat menyadari Gong Zitao mengedarkan pandangannya.
"......"
Ling Lang Tian mengerutkan kening saat adiknya tiba-tiba mengambil jarak darinya. Dia baru saja ingin bertanya, tetapi ucapan Tetua Mo menarik perhatiannya.
"... Biar bagaimana pun, dia adalah menantu dari Tetua Partai Pagoda Langit. Hak untuk memberi hukuman merupakan milik Tetua Ling."
Pendekar tua itu menjawab dengan sopan, namun seolah menyerahkan penyembelihan ayam kepada orang yang pantas. Dalam hati dia tersenyum dan meledek Xiao Shuxiang untuk melihatnya, 'Inilah kenyataan hidup di antara manusia.'
Jika mereka benci, maka kau tidak bisa memberi alasan apa pun. Walau kau benar, kau tetap akan salah di mata mereka. Orang-orang seperti ini yang harusnya tidak layak diberi pengampunan.
Gong Zitao yang mendengar usulan pendekar tua itu dan nampak menyembunyikan kesenangannya. Dia akhirnya bisa melihat dengan mata kepala sendiri----bagaimana pemuda yang begitu dibencinya tewas bahkan tanpa melalui tangannya ini.
__ADS_1
Gong Zitao sebenarnya tidak tahu bahwa Tua Bangka yang barusan bicara adalah Qian Kun. Yang dia tahu, pria bertopeng rubah itu sedang berada di suatu tempat dan mengurus kebangkitan Tetua Partai Pedang Tengkorak, Raka Daksa.
Tetua partai tersebut bisa dikatakan sangat serakah. Dia mengorbankan para murid mudanya untuk ditukar dengan kekuatan yang abadi dan membuat para muridnya yang lain membawa kekacauan di setiap kota.
Di mata para pendekar, kedatangan Scarlet Darah ada karena Xiao Shuxiang. Barangkali juga, pemuda itu selama ini berpura-pura menjadi bagian dari mereka dan diam-diam mengatur semua kekacauan ini. Jelasnya, Xiao Shuxiang telah ditetapkan sebagai tersangka.
!!
Di saat banyak suara yang mencibir dan menghinakan Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu----seseorang baru saja datang dan menapak di dahan pohon yang tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.
Wajahnya begitu pucat dan matanya berair karena perih. Nafsu membunuh ini terlalu pekat hingga membuatnya sesak napas.
"Sialan. Aku benar-benar terlambat," ada rasa menyesal pada tatapan mata pria yang memegang tongkat bambu di tangan kanannya.
Dia sudah tidak bisa merasakan kehadiran Xiao Shuxiang, pemuda yang tubuhnya terikat tali itu seperti telah melupakan diri sendiri. Di saat semacam ini, bahkan tidak ada lagi kata 'Kawan' dipikirannya.
Bocah Pengemis Gila jujur tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan Xiao Shuxiang. Jika dia memperlihatkan diri dan mencoba menolong pemuda itu----dirinya sendiri akan menimbulkan banyak masalah. Kemungkinan besar dia akan dicap sebagai titisan Iblis juga.
!!
Belum lagi, Xiao Shuxiang mungkin saja akan menerkamnya jika dia berani mendekat. Walau nampak seperti terikat kuat, namun segel buatan manusia bagi Bocah Pengemis Gila----tetap saja lemah dan tidak mampu bertahan lama menyegel teman baik Lan'Er Gege-nya itu.
"Shuxiang... Bagaimana ini..?" Bocah Pengemis Gila mencoba memutar otak. Terlalu banyak orang dan mereka seperti sedang meluapkan kemarahan yang terpendam. Dia tidak dapat mendekat.
"Kalian mencemooh berapa banyak pun Xiao Shuxiang tetap tidak terpengaruh, anak itu mungkin sudah tenggelam lebih dalam.."
Di saat semacam ini, sebenarnya hanya Yīng xióng saja yang dapat menolong Xiao Shuxiang. Pedang itu bisa menekan hasrat membunuh dan menjernihkan pikiran pemiliknya kembali, tetapi bahkan sarung pusaka tersebut tidak ada di tempat ini.
!!
Bocah Pengemis Gila tersentak ketika Ling Chu Zhen mulai memegang kuat pedangnya. Dia lupa dengan satu hal, Grand Elder Sekte Pagoda Langit mempunyai teknik Pedang Pelebur Inti yang jelas bisa membuat seorang kultivator cacat hingga tidak mampu berkultivasi lagi.
Ling Chu Zhen tidak pernah memakai teknik ini karena dianggap sebagai teknik berbahaya, namun dari sorot matanya sekarang----Dia seperti tidak akan lunak pada Xiao Shuxiang.
!!
Bocah Pengemis Gila berpikir terlalu lama. Pedang Ling Chu Zhen sudah melesat lebih dahulu dan mengarah langsung pada Xiao Shuxiang. Dia terlambat bertindak dan ketahanan jantungnya benar-benar diuji sekarang ini.
Tepat saat pedang Ling Chu Zhen nyaris menancap di dada Xiao Shuxiang----sebuah pedang lain melesat dan menangkis serangan itu. Mata seluruh pendekar langsung terbelalak dan segera menoleh ke arah lesatan itu berasal.
Wajah Gong Zitao membeku, ekspresinya tidak mampu menyembunyikan keterkejutan saat melihat seseorang berpakaian serba putih berjalan dan seakan memecah kerumunan.
Sosok itu diselimuti Aura Pendekar yang kuat dan juga menahan tekanan dari nafsu membunuh Xiao Shuxiang, namun mata jernihnya masih mengandung ketenangan.
!?
Semua orang jelas mengetahui identitas sosok tersebut. Seseorang berambut putih panjang yang indah, penampilan yang sedap dipandang, dan tidak akan pernah menjenuhkan----permata Sekte Pagoda Langit.
Ling Qing Zhu bisa menghilangkan hawa keberadaannya hingga orang-orang bisa mengabaikannya, namun sekarang dia menjadi pusat perhatian.
Dirinya berjalan dan terus menatap ke arah pemuda yang dengan jelas memberikan tatapan mematikan padanya.
Xiao Shuxiang masih terjerat Tali Pengikat Abadi, tetapi geramannya dapat menciptakan angin menekan hingga mampu memberi dorongan pada tubuh para pendekar. Dia seperti tidak ingin didekati.
"Qing Zhu'Er, berhenti..! Apa yang kau lakukan?" Ling Shen Yue memperoleh kesadarannya, dia menegur cucunya dan menyuruh Ling Qing Zhu untuk menjauh dari Xiao Shuxiang.
Pedang Ling Chu Zhen melayang dan kembali ke tangan pemiliknya. Dia menatap putrinya dan menyuruh Ling Qing Zhu berhenti karena gadis tersebut sama sekali tidak mematuhi perintah Ling Shen Yue.
Semua mata memandang. Mereka terkejut dan juga memiliki banyak anggapan. Ling Qing Zhu berdiri di hadapan Xiao Shuxiang seperti mencoba melindungi pemuda itu. Apa dia tidak melihat betapa mengerikannya Xiao Shuxiang sekarang ini?!
"Nona Ling, jika Anda mendekat lebih jauh lagi. Dia bisa membunuhmu,"
Salah seorang pendekar berujar dan membuat Ling Qing Zhu berhenti saat berjarak sekitar tiga meter dari Xiao Shuxiang. Dia pun menatap kedalaman mata Wali Pelindungnya dan sebuah geraman kembali terdengar.
!!
Butuh Qi yang kuat untuk bertahan pada gelombang angin ini dan bahkan dengan tatapan mata yang setenang air----Ling Qing Zhu jujur saja merasa takut. Wali Pelindungnya menggeram seperti tidak ingat padanya sedikit pun. Dia lantas berbalik dan menatap ke arah Ling Chu Zhen.
"Tolong sarungkan pedangmu, Tetua." Ling Qing Zhu menyatukan kedua tangannya, memberi hormat.
"Qing Zhu'Er, apa kau tidak dengar? Jangan dekat-dekat dengannya dan cepat kemari."
"Aku sudah banyak mendengar dan menuruti perintah Tetua. Tapi untuk yang satu ini, biarkan muridmu bersikap sedikit keterlaluan."
!!
Ling Qing Zhu tidak memanggil Ling Chu Zhen sebagai 'Ayahnya', namun rasa hormatnya tidak pernah berkurang. Dalam hati dia mengumpulkan banyak keberanian karena untuk pertama kali dalam hidupnya--dia dihadapkan pada kondisi serumit ini.
"Tetua, tolong sarungkan pedangmu." Ling Qing Zhu kembali meminta, dia membuat hati anggota keluarganya dan para pendekar agak memanas, kecuali Ling Lang Tian.
"Apa-apaan ini, Nona Ling? Apa Anda sedang membela seorang Iblis?"
"Nona Ling, lihatlah dengan baik. Meski Xiao Shuxiang terikat hubungan denganmu, tetapi dia telah menipumu selama ini. Kau.. Dan kami semua..!"
"......."
Ling Qing Zhu tidak merespon atas berbagai ucapan yang keluar dari mulut para pendekar, dia kembali melepaskan banyak tenaga ketika tiba-tiba Wali Pelindungnya kembali menggeram karena banyaknya suara yang saling sahut-sahutan. Sekarang, bahkan Xiao Shuxiang berusaha memberontak.
Para pendekar yang menahan segel termasuk Qian Kun mengalirkan Tenaga Dalam mereka dan membuat Xiao Shuxiang merasakan sakit di sekujur tubuhnya sebelum akhirnya memuntahkan darah.
***
__ADS_1