XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
143 - Mengikuti Pelelangan [Revisi]


__ADS_3

Sesuai yang dijanjikan, Xiao Shuxiang sekarang berada di depan cabang Asosiasi Bangau Merak di Kota Langit Bintang.


Satu-satunya perubahan kota ini adalah semakin banyak dan tingginya bangunan yang ada, juga semakin ramainya pedagang serta para pengunjung dari berbagai tempat.


"Walau siang hari, tetapi tempat ini tetap saja ramai." Xiao Shuxiang beberapa kali terkena senggolan, dia lalu melangkah pada salah satu pegawai Asosiasi Bangau Merak.


"Nona Cantik, kudengar ada pelelangan hari ini. Apa itu benar?"


Gadis berusia sekitaran 27 tahun dengan pakaian berwarna hijau dengan motif bulu merak nampak tersenyum ramah dan mulai menjelaskan bahwa di dalam memang sedang ada pelelangan.


"Tentu saja itu benar, Tuan Muda. Anda bisa masuk dan mengikuti pelelangan apabila membayar satu keping emas. Tuan Muda bisa duduk di kursi depan jika menambah dua koin lagi."


Pegawai Asosiasi menjelaskan, "Tempat duduk di Asosiasi ini dibagi menjadi tiga kelas. Satu keping emas untuk kelas tiga, tempatnya berdesak-desakan dan kebanyakan yang duduk di sana hanyalah sebagai penonton."


Pegawai Asosiasi berkata, "Membayar dua keping emas, maka tempat duduknya akan terpisah dan memberi ruang yang cukup untuk bergerak. Adapun di kelas satu dengan tiga keping emas biasanya di tempati oleh para pedagang atau kultivator dari sekte kecil.


Pegawai cantik itu melanjutkan, "Sebenarnya ada satu kelas lagi, dan ini khusus untuk tamu VIP. Tuan Muda hanya perlu membayar sepuluh Spirit Stone agar mendapat token VIP. Bagaimana, Tuan?"


Pegawai Asosiasi menjelaskan begitu semangat, itu karena dia melihat Xiao Shuxiang bukanlah orang biasa.


Walau laki-laki di depannya tidak memakai seragam sekte manapun, namun dia bisa menilai kualitas kain yang melekat di tubuh Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang memang tidak memakai seragam sekte Kupu-Kupu yang biasa digunakannya karena sudah pendek, sementara dirinya semakin bertambah tinggi, dia juga menyimpan pedangnya di dalam Cincin Spasial untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


Apa yang dikenakan Xiao Shuxiang tidak lain adalah pakaian yang disediakan murid Sekte Akar Teratai padanya.


Kain kualitas terbaik dengan motif kelopak persik, disertai dengan wajah tampan dan senyum menawan miliknya membuat Xiao Shuxiang terlihat seperti bangsawan.


Andai Xiao Shuxiang mengetahui pikiran pegawai Asosiasi ini, dia pasti akan merasa bangga dan memuji dirinya luar biasa lagi.


"Hmm.. Baiklah, aku ingin masuk." Xiao Shuxiang mengeluarkan satu keping emas dan meletakkannya di atas meja, tepat di depan pegawai Asosiasi.


Bibir atas pegawai Asosiasi nampak berkedut, "Aku sudah panjang lebar menjelaskan keuntungan setiap kelas dan hal lainnya, tetapi dia malah memilih kursi kelas tiga."


"Tsk, dasar Tuan Muda yang pelit." pegawai Asosiasi berusaha tersenyum walau tidak seramah yang tadi, "Silahkan Anda masuk ke dalam gedung, Tuan Muda."


"Terima kasih, Nona Cantik."


Xiao Shuxiang mulai melangkah pergi. Ketika sampai di dalam, dia bisa melihat bahwa isi bangunan Cabang Asosiasi Bangau Merak sepenuhnya berubah.


Ada banyak bangku panjang saling berdempetan, selain itu ada banyak juga kursi tunggal yang Xiao Shuxiang yakin itu adalah tempat duduk pelanggan kelas satu.


Alasannya karena yang duduk di sana memiliki setidaknya satu pelayan di sampingnya, belum lagi pakaian mereka terlalu bagus untuk disebut orang biasa.


Xiao Shuxiang juga melihat sebuah panggung dengan seorang pria pendek yang ternyata adalah Thian Zai. Pria itu berdiri sambil menyapa para tamu dan menjelaskan aturan dari lelang hari ini.


Xiao Shuxiang duduk di salah satu bangku panjang yang terletak di tengah-tengah bangku lainnya, dia tersentak saat seorang pria paruh baya ikut duduk di sampingnya.


!


Xiao Shuxiang kembali tersentak ketika ada lagi pria paruh baya yang ikut duduk hingga membuatnya berada di antara dua orang biasa ini.


"Aku seperti dipepet oleh dua Tua Bangka. Sepertinya keputusanku salah karena membayar satu keping emas saja, harusnya kupesan ruangan VIP."


Xiao Shuxiang menengok ke atas, dia bisa melihat beberapa ruangan yang terbuka di lantai kedua, bisa dibilang tempat tersebut adalah ruangan pribadi dan mungkin saja ditujukan untuk tamu yang penting.


Bagi manusia biasa, berdesakan seperti ini pastilah terasa gerah. Untungnya Xiao Shuxiang kultivator, jadi dia dapat membuat tubuhnya tetap merasa sejuk.


Masalahnya...


"Kenapa kedua orang tua ini semakin menempel padaku..?"


Kesejukan dari tubuh Xiao Shuxiang membuat nyaman orang tua yang duduk di sampingnya. Mereka biasanya selalu berkeringat, namun entah kenapa keduanya merasa ada angin sejuk menyelimuti mereka.


Salah satu ruangan di lantai dua ternyata di tempati oleh Zhi Shu dan Hai Feng. Keduanya memakai topeng yang menutup sebagian wajah mereka.


Zhi Shu, "Kenapa saudara Xiao tidak datang..? Apa dia tidak jadi kemari? Kita sudah menunggu saudara Xiao sejak pagi tadi. Aku bahkan sudah memberi tahu pegawai Asosiasi tentang ciri-ciri saudara kita itu agar nanti saat dia datang, saudara Xiao bisa dibawa kemari. Tapi bahkan batang hidungnya tidak terlihat sama sekali. Apa mungkin saudara Xiao lupa?!"


"Tidak mungkin, saudara Xiao tidak sepikun itu untuk bisa melupakannya." Hai Feng mulai fokus mendengarkan pembukaan pelelangan tersebut.

__ADS_1


Seketika keduanya tersentak kaget. Mereka lupa menitipkan token kepada Dai Chen untuk Xiao Shuxiang.


"Ada kemungkinan saudara Xiao tidak memakai seragam Sekte Kupu-Kupu miliknya, bagaimana ini?!" Zhi Shu memijat keningnya, "Aduuh... Ini salahku. Kenapa aku sangat ceroboh,"


Hai Feng. "Tenanglah, saudara Xiao pasti akan memesan tempat yang bisa kita lihat, banyak ruangan kosong di lantai ini. Aku yakin Saudara Xiao akan berada di salah satunya."


Zhi Shu mengangguk, "Semoga saja yang kau katakan benar, Saudaku."


Di lantai dua, terdiri dari 24 ruangan dengan jendela yang terbuka lebar. Bangunan Cabang Asosiasi ini dirombak habis-habisan bahkan sejak terakhir kali Xiao Shuxiang kemari.


Dia bisa melihat beberapa pegawai Asosiasi di setiap ruangan nampak membentangkan kain tebal yang bertuliskan nama para tamu VIP di setiap ruangan. Kain tersebut berguna sebagai plakat dari setiap ruangan yang ada.


Salah satu nama membuat napas Xiao Shuxiang tercekat, beberapa tamu terlihat menahan tawanya.


Yang tertulis di kain tersebut tidak lain adalah kalimat tanya, dimana Zhi Shu dan Hai Feng menanyakan keberadaan Saudara Xiao mereka.


"'Saudara Xiao, kau di mana? Kami .... Menunggumu begitu lama.'"


!


Xiao Shuxiang menatap pria paruh baya di samping kanannya yang sedang membaca salah satu tanda pengenal ruangan di lantai dua. Dia langsung menunduk sambil mengusap wajahnya, sudah jelas bahwa itu ditujukan padanya.


"Mereka benar-benar niat mencariku. Harusnya yang tertulis di sana adalah nama sekte mereka, tetapi.. Haaah.. Zhi Shu, Hai Feng. Kalian sudah dewasa, kenapa masih bertindak kekanakan?! Astaga, memalukan sekali.."


Di ruangan lain, beberapa kultivator yang menempati lantai dua juga teralihkan perhatiannya pada tulisan di ruangan Zhi Shu dan Hai Feng. Mereka tidak menyangka ada tamu yang melakukan hal semacam ini.


"Sepertinya di ruangan nomor 9 sedang mencari rekannya. Sangat konyol!" seorang gadis yang berasal dari Sekte Tengkorak Darah, Lai Mian nampak mengejek. Dia merupakan anak satu-satunya dari Lai Kuan Ye.


Lai Mian datang bersama dengan dua orang rekannya, mereka terlihat memakai topeng. Tidak hanya Lai Mian, tetapi murid Sekte Bunga Lotus, Huan Ran, Qi Xuan dan Huan Mei juga ada.


Saat memasuki ruangan mereka tadi, beberapa pegawai Asosiasi yang mengantar mereka terpukau dengan kecantikan keduanya. Mereka juga terpesona dan kagum dengan ketampanan Qi Xuan, seakan ketiganya adalah makhluk suci yang turun dari Alam Dewa.


"Mereka sama sekali tidak berubah," Qi Xuan tersenyum tipis saat membaca tulisan di plakat tempat Zhi Shu dan Hai Feng berada. Dia bisa tahu bahwa itu dari teman-temannya.


"Kakak Xuan, apa ada yang lucu?" Huan Mei entah sejak kapan telah menggeser kursinya hingga menempel pada kursi Qi Xuan.


Qi Xuan hanya memasang wajah tenang bahkan terkesan dingin, dia menatap Huan Mei tanpa mengatakan apa pun.


Sejak Qi Xuan diajari langsung oleh kakeknya, Huan Fei.. Dia tidak pernah lagi mendengar Qi Xuan bicara banyak hal dengannya apalagi melihat senyumannya. Seakan Qi Xuan yang dulu telah menghilang.


"Kakak Xuan dan Kakak Ran.. Mereka berdua menyebalkan, tidak menyenangkan." Huan Mei nampak cemberut, ekspresi wajahnya membuat pegawai Asosiasi yang ada didekatnya menahan napas dan membatin bahwa gula darahnya tiba-tiba saja naik.


Xiao Shuxiang terus menutup wajahnya, dia butuh lubang untuk bersembunyi. Dalam hati dia berulang kali merutuki Zhi Shu dan Hai Feng yang telah membuatnya malu.


Untung saja yang tertulis di plakat tersebut hanya nama marganya saja. Entah apa yang akan dilakukan Xiao Shuxiang jika sampai Zhi Shu dan Hai Feng menulis nama lengkapnya.


"Haiih.. Kapan kedua bocah itu mengganti plakatnya. Tsk, akan kumarahi mereka nanti." Xiao Shuxiang mengalihkan pandangannya untuk melihat plakat ruangan lain, dia sedikit terkesan karena sekte besar di Tiga Aliran juga datang.


Ada beberapa sekte yang tidak dikenal dan ditemui Xiao Shuxiang dalam kehidupan pertamanya. Bisa dibilang, sekte tersebut baru ada setelah tragedi perang itu.


Meskipun lelang kali ini bukanlah termasuk lelang besar, tetapi sekte seperti Sekte Pedang Langit, Sekte Phoenix Iblis, bahkan keluarga Kekaisaran Matahari Tengah juga turut hadir mengikuti pelelangan.


*


*


Dua pegawai Asosiasi beberapa kali menelan ludah saat mengantar perwakilan dari Sekte Pagoda Langit, salah satu sekte besar Aliran Putih yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah.


Mereka mengantar tiga orang, satu pria berjanggut tebal dengan tubuh tegap dan berwibawa, terlihat berusia 56 tahun. Pria ini tidak lain adalah paman dari gadis muda yang berjalan di sampingnya.


Gadis inilah yang membuat dua pegawai Asosiasi seperti di serang penyakit gula darah tinggi, mereka berkeringat, berulang kali menelan ludah, termasuk menahan darah keluar dari hidungnya.


Gadis yang begitu muda, berambut panjang berwarna putih dengan mata biru secerah langit. Dia memiliki tatapan mata teduh dengan kulit bagai giok putih. Cadar tipisnya sama sekali tidak menjadi penghalang bahkan semakin menambah pesonanya.


Dialah satu-satunya gadis yang memiliki rambut dan mata biru di Benua Timur, Ling Qing Zhu. Warna mata dan rambutnya menurun dari Sang Ayah, yang notabenenya adalah kultivator dari Benua Tengah.


Banyak orang yang menyandingkan Lan Guan Zhi dengan Ling Qing Zhu di Benua Timur. Mereka merasa keduanya adalah pasangan yang telah diatur langit.


Meski demikian, antara Lan Guan Zhi dengan Ling Qing Zhu belum ada yang saling bertemu satu sama lain. Sepertinya, pelelangan ini akan menjadi awal pertemuan keduanya.

__ADS_1


Perhatian kedua pegawai Asosiasi hanya tertuju pada Ling Qing Zhu saja, mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran seorang pria di belakang gadis cantik tersebut.


Pria ini berpakaian serba hitam dan bertudung, wajahnya ditutupi oleh cadar sehitam malam. Bahkan wajahnya sama sekali tidak bisa dilihat.


Pria yang begitu misterius, namun kehadirannya seakan tidak disadari oleh para Pegawai maupun tamu VIP yang ada di ruangan seberang. Seakan semua pandangan mereka hanya mengarah pada Ling Qing Zhu seorang.


Xiao Shuxiang melihat salah satu plakat yang bertuliskan Sekte Serigala Iblis, namun dia tidak melihat Sekte Scarlet Bayangan. "Sepertinya mereka merahasiakan serangan yang kami lakukan waktu itu.. Bagus juga,"


!


"Nak, ambil ini." pria paruh baya di samping kanan Xiao Shuxiang memberikannya sebuah papan berbentuk lingkaran yang tertulis angka 69.


Dia menjelaskan bahwa Xiao Shuxiang hanya perlu mengangkat nomor tersebut untuk menawar.


"Te-terima kasih" Xiao Shuxiang tersenyum canggung, pandangannya mulai terarah pada Thian Zai.


Pelelangan akhirnya dimulai, seorang gadis cantik naik ke panggung dengan membawa sebuah peti yang ketika dibuka berisi kain pusaka tingkat menengah. Inilah barang pembuka dari pelelangan kali ini.


".. Harga dimulai 3000 keping emas dengan kelipatan 100 keping emas!"


"3500!" sebuah papan berangka 15 terangkat, dia adalah penawar pertama.


Hanya para pedagang yang berlomba-lomba menawar harga untuk mendapatkan pusaka tersebut, sementara kultivator dari sekte kecil ataupun yang ada di ruangan VIP sama sekali tidak berminat dengan pusaka itu.


Kain yang terbuat dari kulit Demonic Beast berwujud Tikus Api, terlihat elegan dan juga kuat. Bisa tahan dengan serangan kultivator yang berada di Forging Qi tingkat 11 ke bawah. Dapat melindungi tubuh pemakainya dari kobaran api termasuk serangan Demonic Beast berusia 50-80 tahun.


Para kultivator termasuk Xiao Shuxiang tahu, pusaka ini ditujukan untuk para pedagang ataupun manusia biasa.


Sepuluh barang pertama yang terdiri dari satu kain pusaka, tiga tombak, dua pedang, dan tiga tanaman herbal langka habis diperebutkan oleh pedagang serta kultivator dari sekte kecil.


Xiao Shuxiang menatap ke atas, ruangan VIP begitu sunyi tanpa suara sejak tadi. Dia jadi berpikir tamu di ruangan tersebut barangkali sedang tertidur.


"Selanjutnya adalah barang kesebelas!" Thian Zai kembali berseru.


Seorang gadis cantik dengan pakaian sedikit terbuka menaiki panggung dengan membawa peti seukuran dua tangan yang terbuat dari giok putih.


Ketika peti tersebut dibuka, sepuluh pil berwarna merah muda dengan aroma manis bercampur aroma bunga persik menyelimuti seisi ruangan.


Xiao Shuxiang sangat mengenal aroma ini, pil tersebut tidak lain adalah buatannya sendiri.


"Pil bernama 'Tiga Kebaikan' ini merupakan salah satu barang istimewa kami.." Thian Zai menjelaskan bahwa pil tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi oleh kultivator, tetapi juga manusia biasa.


Thian Zai tidak mengatakan secara rinci khasiat pil ini karena dia ingin membuat tamu VIP yang sejak tadi diam menjadi penasaran hingga menawar.


Xiao Shuxiang menggeleng sambil tersenyum kecil, "Dasar rubah tua. Dia memberi keuntungan pada kultivator dan pelanggannya yang sering kemari."


"... Harga dimulai dari 3000 Spirit Stone!"


!!


Xiao Shuxiang langsung tersedak saat mendengar harga yang disebut Thian Zai. Seluruh tamu tersentak saat mendengarnya, padahal ini baru babak pertama tetapi Thian Zai telah memberikan harga yang begitu tinggi.


"Pil Tiga Kebaikan.. Aku belum pernah mendengar ada pil yang memiliki nama seperti itu, tapi Thian Zai tidak mengatakan khasiatnya secara jelas. Entah ini hanya taktiknya untuk membuat penasaran, namun dia tidak bisa menipuku.. Hmph." Cheng Hai dari Sekte Phoenix Iblis nampak berbicara dengan ketus. Dia memberi tanda agar pegawai Asosiasi yang ada di belakang kursinya mendekat.


Cheng Hai membisikkan sesuatu yang langsung dianggukkan oleh sang pegawai. Suara seruan tiba-tiba menggema dari ruangan tempat Cheng Hai berada.


"4000 Spirit Stone!"


Cheng Hai tersenyum bangga saat pegawai Asosiasi menyerukan seperti yang dia perintahkan. Sepertinya Cheng Hai adalah tipe pria yang ucapan dan tindakannya tidak pernah sejalan.


Dia baru saja berkata tidak akan bisa ditipu oleh taktik Thian Zai, tetapi dirinya malah menawar dengan harga yang begitu tinggi. Sungguh keanehan yang nyata..!


Xiao Shuxiang tidak bisa menahan rasa tercengangnya ketika Pil buatannya laku dengan harga 5500 Spirit Stone. Padahal dia menjualnya dahulu hanya seharga 2000 Spirit Stone, itupun dirinya sudah untung seratus kali lipat. Tetapi kini..


"Gila! Dia benar-benar Rubah Tua! Adduh, hatiku terguncang..! Apa pil buatanku laku sampai sebegitunya karena diberi nama? Tidak mungkin..! Aiiih"


Wajah Xiao Shuxiang mengerut, ekspresinya seperti sedang menahan buang air besar. Ada sesuatu di dalam hatinya yang mengatakan bahwa dia baru saja mengalami kerugian ekonomi terparah.


"Rubah Tua, Rubah Tua! Haaah.. Sabar Xiao Shuxiang, kau tenanglah dan jangan membuat keributan sekarang. Rubah Tua, Zhi Shu dan Hai Feng! Aku akan memukul bokong kalian sampai memerah jika tidak memberi penjelasan yang bisa memuaskan Xiao Shuxiang ini!" Xiao Shuxiang memegang erat papan angka miliknya hingga terdengar suara retakan.

__ADS_1


***


__ADS_2