XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
319 - Ling Qing Zhu IV


__ADS_3

Xiao Shuxiang seperti biasa, dia langsung pergi setelah mengalahkan semua lawannya tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Dirinya melesat meninggalkan arena pertarungan dengan membawa tongkat bambu milik Bocah Pengemis Gila.


Untuk teman-temannya, tindakan Xiao Shuxiang ini adalah hal yang biasa. Namun bagi beberapa murid serta perwakilan keluarga 'Ling'.. Apa yang dia lakukan sama sekali tidak sopan.


Salah satu yang tersinggung adalah Ling Qu Hua, nenek Ling Qing Zhu. Wanita tua ini nampak seperti berusia 70 Tahun, rambutnya panjang berwarna hitam, dan dia mempunyai mata berwarna ungu muda yang mirip dengan warna mata Ling Lang Tian.


Meski wajahnya memperlihatkan ketenangan, namun dalam hati dia jelas tidak suka dengan perilaku Wali Pelindung cucunya itu.


Namun untuk sekarang dia masih belum mau berurusan dengan Xiao Shuxiang, jauh lebih baik jika semua keputusan diberikan pada Ling Chu Zhen, Grand Elder Sekte Pagoda Langit sekaligus ketua klan 'Ling'.


Bocah Pengemis Gila yang melihat Xiao Shuxiang pergi juga buru-buru melangkahkan kakinya, namun baru lima langkah.. Seorang pemuda berseragam putih dengan corak naga emas tiba-tiba saja muncul tepat di depannya.


!!


Pemuda tampan yang nampak berusia 39 Tahun tersebut tidak lain adalah Ling Lang Tian. Kehadirannya yang tidak terduga tersebut membuat Bocah Pengemis Gila kesulitan menelan ludah.


"Ha-hai.."


Canggung, itulah yang saat ini dirasakan oleh Bocah Pengemis Gila. Dia bukannya tidak suka bertemu Ling Lang Tian, hanya saja ketampanan dan bentuk tubuh pemuda di depannya ini membuatnya sulit mengendalikan diri.


".. Jantungku seakan hampir melompat keluar.. Haah.. Aku benar-benar ingin memeluknya,"


Bocah Pengemis Gila mengepalkan kedua tangannya dengan gelisah, dia sedikit menunduk malu karena sejak tadi Ling Lang Tian terus menatapnya tanpa bersuara sedikit pun.


"Ehm.. Kau.."


"Tetua ingin bertemu Anda, tolong ikut denganku."


?!


Bocah Pengemis Gila memang tertarik dengan Ling Lang Tian, tetapi dia tidak mau bertemu dengan Grand Elder Sekte Pagoda Langit.


Otaknya seakan berputar mencari cara agar dia dapat lolos dari tempat ini, namun sayangnya Ling Lang Tian lebih dulu memegang tangannya.


!!


Bocah Pengemis Gila seakan hampir meledak. Dia berteriak girang di dalam hati, entah mimpi apa dirinya semalam hingga tangannya di pegang oleh pemuda yang tampan.


".. Ini mengagumkan, tangannya padat dan berotot. Astaga.. Aku hampir mati.."


?


Ling Lang Tian sedikit mengerutkan kening karena pemuda yang dia pegang tangannya ini memperlihatkan wajah bersemu merah.


Dia memang tidak tahu bahwa orang di dekatnya adalah Bocah Pengemis Gila. Ini dikarenakan pemuda berwajah bersih tersebut tidak memakai riasan anehnya.


Andai Ling Lang Tian tahu, dirinya pasti lebih memilih memegang kerah belakang Bocah Pengemis Gila dan menyeretnya untuk menemui Grand Elder.


**


Pertarungan kedua Xiao Shuxiang yang berakhir dengan tindakan brutalnya menginjak organ dalam lawan membuat dirinya semakin dikenal oleh murid-murid Sekte Pagoda Langit.


Namanya menjadi topik pembicaraan di lingkungan sekte. Ada yang menjadikannya panutan, namun tidak sedikit yang merasa takut terhadapnya.


".. Dia itu sangat keren..! Kau lihat ini, sampai sekarang bulu-bulu di tanganku masih berdiri.." seorang murid laki-laki Sekte Pagoda Langit bersama empat orang temannya nampak membicarakan Xiao Shuxiang di luar arena pertarungan.


"Aku juga merasa demikian. Selama ini, aku tidak pernah membunuh dengan cara seperti yang dia lakukan.."


Belum ada satu pun murid Sekte Pagoda Langit yang melupakan pertarungan pertama Xiao Shuxiang di tempat ini. Dan sekarang mereka harus menyaksikan kembali kebrutalannya dalam membunuh lawan.


Bukan hanya murid Sekte Pagoda Langit, tetapi para pelayan juga membahas tentang Xiao Shuxiang. Mereka turut menyaksikan pertarungan tadi dan sampai sekarang gambaran tersebut masih belum menghilang.


Ketakutan dan kekaguman bercampur menjadi satu dalam hati para pelayan itu. Adegan yang tidak bisa terlupakan di ingatan tiga orang pelayan cantik yang sedang berjalan ini adalah ketika Dersana tertusuk tongkat bambu hingga tulang tengkoraknya berlubang.


Gambaran itu memang menakutkan, namun mengingat yang membunuh Dersana adalah sesosok pemuda mempesona.. Para pelayan itu lebih tertarik dan kagum pada Wali Pelindung Nona mereka.


Di tempat lain, ada empat pelayan wanita berpakaian ungu muda yang nampak mengintip Xiao Shuxiang dari jendela kamarnya.


Mereka menutup mulut dengan kedua tangan dan berusaha menahan rasa kegirangan mereka mengintip seorang pemuda yang tengah berendam.


Benar. Setelah pertarungannya selesai, Xiao Shuxiang memutuskan untuk kembali ke kamar dan membersihkan diri. Dia terus saja merutuk karena hari ini dirinya telah tiga kali mandi, padahal matahari masih belum terlalu tinggi.


"Haah.. Darah para pendekar itu sangat pekat, aku bahkan tidak ada niatan untuk mencobanya.."


Xiao Shuxiang menenggelamkan kepalanya dalam bak mandi. Terlihat air bak tersebut berwarna merah gelap, namun perlahan-lahan terang dan kemudian berubah menjadi bening kembali.


Kehebatan rumput kuning miliknya tidak bisa diremehkan. Hanya butuh dua rumput saja dan Xiao Shuxiang bisa menikmati air yang jernih dan bersih.


Keempat pelayan wanita masih saja mengintip Xiao Shuxiang, mereka tidak bisa mengalihkan pandangan dari pemuda yang memiliki tubuh bersih tanpa cacat tersebut.


Belum lagi, lukisan Phoenix api di punggung Xiao Shuxiang mempunyai daya tarik tersendiri. Keempat pelayan ini bahkan berkeinginan menyentuh lukisan itu dan memeluknya.


".. Wajah yang tampan dan rambutnya yang panjang.. Dia juga mempunyai bulu mata yang bagus.. Astaga.. Aku sepertinya jatuh hati padanya.."


"Aku setuju.. Selama ini Tuan Muda Ling dan Tuan Muda Lan yang paling tampan, mereka berdua seperti gunung es berwibawa. Sangat mengintimidasi ketika aku bertemu mereka. Tapi Tuan Muda Xiao berbeda.. Dia memiliki wajah yang mempesona, ramah, dan tidak akan ada yang percaya bahwa dirinya suka memisah-misahkan tubuh lawan.."


Keempat pelayan wanita yang cantik ini tahu bahwa meski Ling Lang Tian dan Lan Guan Zhi adalah pemuda yang dingin, namun keduanya tidak pernah melakukan hal sebrutal Xiao Shuxiang.


Para pelayan ini masih saja membicarakan Wali Pelindung Ling Qing Zhu sambil terus mengintip. Mereka sepertinya tidak menyadari bahwa saat ini Ling Qing Zhu sedang berjalan ke arah mereka.


".. Aah! Dia akan berdiri..!"


"Ssst.. Pelankan suaramu.."


?!


Ling Qing Zhu memperhatikan keempat pelayannya yang dengan tidak tahu malunya malah mengintip seorang pemuda mandi, apalagi itu adalah.. Xiao Shuxiang?

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?"


!!


Keempat pelayan wanita berambut cokelat gelap tersebut tersentak dan perlahan menolehkan pandangan ke asal suara yang seperti berasal dari arah belakang.


!!


Betapa terkejutnya pelayan wanita ini saat tahu mereka dipergoki oleh Ling Qing Zhu.


"No-Nona Muda.. Ka-kami.."


"Nona.. I-ini tidak seperti yang Anda pikirkan. Kami.."


Dua dari pelayan Ling Qing Zhu berusaha memberi penjelasan, namun tetap saja mereka kelabakan. Tidak tahu harus bicara apa karena Nona mereka telah mengetahui kebenarannya.


Xiao Shuxiang, "Siapa di sana?"


!!


Belum hilang rasa keterkejutan keempat pelayan itu karena ketahuan oleh Ling Qing Zhu--sekarang mereka malah mendengar seruan dari dalam kamar pemuda yang mereka intip.


Xiao Shuxiang langsung keluar dari bak mandi dan menyambar pakaian terdekatnya, bersamaan saat keempat pelayan wanita di luar kamarnya yang segera berlari pergi tanpa memberi hormat pada Nona Muda mereka.


?!


Ling Qing Zhu meski wajahnya tetap tenang, namun sebenarnya dia tersentak dan keheranan karena pelayannya tiba-tiba saja pergi tanpa permisi.


Saat dirinya masih diliputi rasa keheranan, jendela di dekatnya mulai terbuka lebar dan memperlihatkan sosok pemuda berpakaian putih dengan rambut terurai panjang yang basah.


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat tahu bahwa orang yang berisik di luar kamarnya ternyata adalah Ling Qing Zhu, dirinya memang lebih fokus pada air daripada meningkatkan kepekaannya pada lingkungn sekitar.


"Kucing Putih..? Apa yang kau lakukan di sini?"


?!


Ling Qing Zhu secara tak sadar menahan napas. Pandangan matanya mengarah pada bagian dada Xiao Shuxiang yang sedikit terbuka, ini bukan sesuatu yang seharusnya dilihat.


Segera dia menundukkan pandangannya dan dengan sedikit gugup dirinya menerangkan bahwa ada orang yang mengintip Xiao Shuxiang mandi.


"Mn? Benarkah? Lalu di mana orang itu?" Xiao Shuxiang tidak melihat siapa pun selain Ling Qing Zhu, karenanya dia merasa penasaran.


"Mereka.. Sudah pergi,"


Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya dan kemudian tersenyum penuh arti. Dengan suara pelan dia berkata pada Ling Qing Zhu bahwa dia sepertinya tahu orang yang mengintipnya itu.


"Benarkah?"


Xiao Shuxiang mengulum senyum dan kemudian menyentil pelan dahi gadis bercadar tipis di depannya. Apa yang dirinya lakukan membuat Ling Qing Zhu tersentak.


"Apa.. Maksudmu.. Aku yang.."


!!


Anggukan pelan Xiao Shuxiang membuat Ling Qing Zhu tidak perlu lagi melanjutkan ucapannya. Pemuda di hadapannya ini jelas sekali mengira bahwa dirinyalah yang mengintip.


Tidak ingin dituduh, Ling Qing Zhu menarik pakaian Xiao Shuxiang saat pemuda itu berniat berbalik dan meninggalkannya, dia harus menjelaskan kesalahpahaman ini.


Namun sialnya karena terlalu keras menarik pakaian.. Bahu putih Xiao Shuxiang jadi terlihat.


!!


Suasana mulai kurang baik bagi Ling Qing Zhu, dia tidak bisa berkedip saat melihat bahu mulus pemuda di depannya.


Xiao Shuxiang juga menatap bahunya sebelum pandangan matanya mengarah pada gadis yang masih memegang pakaiannya.


...


"Baiklah, Kucing Putih. Apa yang sebenarnya kau inginkan?"


"Dasar memalukan,"


!!


Xiao Shuxiang hanya bertanya biasa, namun Ling Qing Zhu malah mengatainya tidak tahu malu?! Apalagi setelah berkata demikian, gadis bercadar tipis tersebut langsung melangkah pergi.


Tidak bisa dipastikan bagaimana ekspresi wajah Xiao Shuxiang, yang jelas dirinya tak menyangka mendengar ucapan Ling Qing Zhu padanya.


".. Hah, aku tidak mengajaknya mandi bersama, aku juga tidak menanyakan hal aneh padanya, tapi kenapa dia malah mengataiku 'memalukan'? Aiih.. Kau yang lebih dulu menarik pakaianku Kucing Putih..! Kembali kemari..! Hei..!"


Ling Qing Zhu mendengar seruan Xiao Shuxiang, namun sama sekali dirinya tidak mau berhenti berjalan apalagi membalikkan tubuhnya dan menatap pemuda menyebalkan itu.


**



Kamar pribadi Grand Elder Sekte Pagoda Langit tidak jauh dari kolam ikan tempat Xiao Shuxiang pernah tercebur. Tempat itu luas dan didominasi dengan warna merah muda serta putih.


Ling Lang Tian terlihat duduk di samping ayahnya, sementara di depannya telah ada Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila. Masing-masing di depan mereka terdapat meja duduk yang terbuat dari kayu cemara.


Empat orang pelayan nampak meletakkan teh khas dan juga makanan manis sebagai sajian bagi keempat pria tersebut. Yang langsung mencoba makanan itu setelah diletakkan adalah Bocah Pengemis Gila.


"Ehm.. Ini enak~"


Bocah Pengemis Gila memuji pelayan muda di sampingnya, dia seketika mendapat tatapan yang sulit diartikan dari Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian, dan Lan Guan Zhi.

__ADS_1


"Hmm? Kenapa kalian menatapku begitu? Makanan di taruh di sini tidak untuk menjadi pajangan, sudah makan dulu baru kita bicara.."


Sekarang raut wajah ketiga orang yang menatap Bocah Pengemis Gila mulai bisa terbaca. Mereka rupanya memikirkan satu hal yang sama, yakni pemuda berpakaian hitam bergaris merah dengan lapisan dalamnya berwarna putih tersebut adalah pemuda yang tidak tahu malu.


Ling Chu Zhen menghembuskan napas pelan dan kemudian mulai bersuara. Dia menanyakan ke mana saja perginya Bocah Pengemis Gila selama ini, ".. Kau sangat sulit dihubungi dan bahkan muridku tidak pernah bisa menemukanmu,"


"Mm? Kenapa kau mencariku..?"


Ling Chu Zhen sudah menyiapkan ini sebelumnya, sebuah ranting pemukul yang dikhususkan untuk mendisiplinkan Bocah Pengemis Gila.


!!


"Kau sudah tahu jawabannya dan masih bertanya? Apa isi kepalamu itu hanya arak dan laki-laki?!"


Hanya Bocah Pengemis Gila yang bisa membuat Ling Chu Zhen kehilangan ketenangannya. Dia terus merintih dan memohon agar tidak dipukul lagi, namun Grand Elder Sekte Pagoda Langit tersebut terus saja memberinya pukulan di lengan.


"Aduduh! Lan'Er Gege..! Tolong aku..! Dia akan membunuhku..! Aku tidak mau mati..! Lan'Er Gege Tolong Aku.!"


Bocah Pengemis Gila berusaha bersembunyi di belakang Lan Guan Zhi, dia merangkul lengan, memeluk dari belakang, dan seakan hampir memanjat pemuda itu karena terlalu takut dipukul oleh Ling Chu Zhen.


Lan Guan Zhi sendiri masih memasang wajah tenang nan datar miliknya. Dia bisa merasakan kedua kaki Bocah Pengemis Gila melingkar pada pinggangnya dan dada pemuda tersebut seakan menempel pada punggungnya. Dia jelas dipeluk begitu erat.


Ling Chu Zhen, "Lepaskan Tuan Muda Lan sekarang, berani sekali kau menyentuhnya. Ayo cepat lepaskan,"


"Aku tidak mau..! Kau selalu saja memukulku..! Aku tidak mau mati..! Jangan bunuh aku..!"


"Itu karena kau memang pantas dipukul,"


Ling Lang Tian tidak menyangka Ayahnya akan bertindak semacam ini, biasanya hanya satu orang yang mampu membuat Ayahnya kehilangan ketenangan, dan itu seorang pemuda gila.


Sepertinya dia tidak tahu bahwa pemuda yang dia pikirkan tersebut sekarang ini ada di depannya. Wajar Ling Lang Tian tidak menyadari hal itu karena dirinya tak pernah tahu bagaimana wajah asli dari pemuda gila yang sering membuat masalah dengan ayahnya.


Bocah Pengemis Gila sebenarnya adalah murid yang paling senior dari Sekte Pagoda Langit. Dia awalnya bekerja di sebuah tempat bordil. Barena pelayanannya yang memuaskan, banyak wanita penghibur yang tidak menyukai dirinya.


Mereka melakukan banyak cara untuk membuat Bocah Pengemis Gila tidak lagi disukai para pelanggan, dan salah satu kejadian malah mempertemukannya dengan Ling Chu Zhen.


Sebenarnya, Bocah Pengemis Gila mengikuti Ling Chu Zhen karena menurutnya pemuda yang dingin dan sulit didekati adalah sebuah tantangan. Tetapi siapa sangka dia malah berakhir menjadi murid Sekte Pagoda Langit.


!!


".. Apa perlu kau memukul sekeras ini? Kau pikir tulangku terbuat dari apa?" Bocah Pengemis Gila meski terlihat kesal, namun dia tidak berani menatap Ling Chu Zhen, apalagi melepaskan pelukannya dari Lan Guan Zhi.


Ling Lang Tian berkedip, dia merasa tidak asing dengan suara pemuda yang berkelakuan aneh tersebut. Selama kurang lebih tiga tarikan napas dirinya berpikir.. Ling Lang Tian mulai menyadari bahwa orang yang memeluk Tuan Muda Lan adalah Bocah Pengemis Gila, Murid Senior yang melarikan diri dari Sektenya.


Perasaannya menjadi tidak enak, rumor tentang pemuda itu yang adalah penyuka sesama jenis sudah menyebar hampir di seluruh Kekaisaran Langit Tengah. Semua orang tahu dan jelas ini bukan hanya sebuah rumor belaka.


?!


Lan Guan Zhi tersentak kala melihat Ling Lang Tian yang berdiri tiba-tiba. Pemuda itu dengan sopan meminta izin untuk pergi sebentar.


Dia sebenarnya ingin mencuci tangan karena baru tahu yang dia pegang tangannya merupakan tangan Bocah Pengemis Gila.


Selama Ling Lang Tian pergi--Ling Chu Zhen terus memukul lengan dan punggung Bocah Pengemis Gila sampai dirinya benar-benar puas. Tidak lupa dia memberi omelan yang bahkan Lan Guan Zhi sendiri kurang paham apa maksudnya.


Bocah Pengemis Gila sendiri nampak terisak karena Lan Guan Zhi sama sekali tidak melindungi dirinya. Andai Xiao Shuxiang tahu kelakuan pemuda ini.. Orang itu pasti sudah menendang bokong Bocah Pengemis Gila dan menggantung kakinya di pohon.


Ling Chu Zhen merapikan pakaiannya dan kemudian menghembuskan napas pelan. Dia duduk kembali dengan penuh wibawa dan memperingatkan pada Bocah Pengemis Gila untuk tidak lagi memakai riasan aneh, apalagi pergi menjual diri ke tempat bordil.


"Tapi aku kan tidak membawa-bawa nama sektemu..? Aku harus bekerja untuk menunjang hidup, tidak mungkin aku terus bergantung padamu.." Bocah Pengemis Gila bersuara pelan tanpa melepaskan pelukannya.


"Sudah kubilang di tempat ini semua biaya hidupmu aku yang menjaminnya. Kau tidak perlu melakukan apa-apa lagi,"


"Aku tidak mau menjadi simpananmu,"


"Kau..!"


!!


Bocah Pengemis Gila terus menyembunyikan wajahnya di punggung Lan Guan Zhi. Ucapannya barusan membuat Grand Elder Sekte Pagoda Langit hampir menerjangnya.


Bukan tanpa alasan Ling Chu Zhen bersikap seperti ini pada Bocah Pengemis Gila. Dia sebenarnya menjalankan wasiat dari yang dirinya hormati untuk memberi naungan pada Bocah Pengemis Gila dan menjadikannya bagian dari Sekte Pagoda Langit.


"Haah.. Mengomelimu seharian bahkan tidak cukup. Kau akan mendapat jatah ceramahan nanti, sebaiknya sekarang pergi untuk terima hukumanmu,"


?!


Bocah Pengemis Gila ingin protes, tetapi saat mengintip ekspresi wajah Grand Elder Sekte Pagoda Langit dari balik punggung Lan Guan Zhi.. Dirinya seketika mengurungkan niat.


Dia perlahan melepaskan pelukannya dari Lan Guan Zhi dan dengan hati-hati berdiri kemudian langsung berlari ke arah pintu.


Bocah Pengemis Gila berusaha mengontrol napas kala dirinya berhasil terbebas untuk sementara dari Ling Chu Zhen. Samar-samar dia mendengar suara Tua Bangka tampan itu yang rupanya sedang berdiskusi masalah pernikahan dengan Lan Guan Zhi.


!!


Merasa ini hal yang menarik, Bocah Pengemis Gila mengatur posisi untuk dapat mencuri dengar. Dirinya merasa baru saja mendapat berita besar.


Terdengar bahwa Ling Chu Zhen meminta pendapat Lan Guan Zhi mengenai putrinya. Ini terlalu mendadak dan rasanya cukup aneh bagi Bocah Pengemis Gila.


".. Bukankah Wali Pelindung putrinya adalah Bocah itu? Tapi kenapa yang dipanggil kemari adalah Lan'Er Gege? Jangan bilang Tua Bangka itu ingin Lan'Er Gege melakukan sabotase?"


Memang dalam perebutan gelar 'Wali Pelindung' dapat dilakukan semua pemuda dari berbagai kalangan, tak terkecuali Lan Guan Zhi. Kultivator muda itu bisa menantang Xiao Shuxiang berduel, dia tentu tidak dilarang.


Bocah Pengemis Gila semakin merapatkan telinganya, dia mendengar suara Lan Guan Zhi yang berkata butuh waktu beberapa hari sebelum bicara dengan Xiao Shuxiang.


Sebelum dirinya ketahuan karena berani menguping.. Bocah Pengemis Gila segera pergi untuk mencari Xiao Shuxiang. Jika pemikirannya benar, maka Lan Guan Zhi akan mengajukan tantangan pada teman baiknya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2