
Tidak hanya di Benua Tengah, kisah Legenda Sang Pembangkit telah menyebar bahkan di empat Benua yang lain.
Awalnya, kisah Legenda Sang Pembangkit hanyalah karangan oleh para guru untuk memotivasi murid mereka.
".. Kau harus tahu, manusia tidak akan lepas dari diskriminasi. Antara kultivator dengan pendekar, menurutmu siapa yang lebih kuat?" Penatua Da Lin mulai ikut bersuara saat Bocah Pengemis Gila selesai menyebut gelarnya.
"Kultivator," Xiao Shuxiang merasa bahwa pertanyaan dari Penatua Da Lin ditujukan padanya, karena itulah dia menjawab dengan kata yang menurutnya benar.
".. Seluruh manusia sebenarnya memiliki Dantian seukuran mata ikan, tapi hanya mereka yang berbakatlah yang mampu membentuk dantian hingga dapat digunakan. Perbedaan antara kultivator dan pendekar, ada pada bakat membentuk dantian mereka.."
Xiao Shuxiang menjelaskan bahwa kultivator bisa disebut pendekar, namun pendekar sendiri.. Dia belum tentu dapat dianggap kultivator.
Penatua Da Lin mengangguk dan membenarkan penjelasan Xiao Shuxiang, "Dibandingkan dengan pendekar, kultivator memiliki umur yang lebih panjang. Mereka juga dapat menggunakan energi alam atau kita sebut sebagai Qi. Para kultivator mampu memakainya tidak hanya meningkatkan kekuatan, tetapi juga menyembuhkan luka luar dan dalam mereka. Inilah juga yang menjadi pembeda antara pendekar dengan kultivator,"
"Itu benar," Bocah Pengemis Gila mengangguk, ".. Pendekar tidak bisa menyembuhkan luka pada tubuhnya secara instan. Jadi bila pertarungan antara pendekar dengan kultivator terjadi.. Tentu yang paling tidak diuntungkan adalah pendekar. Ck ck ck kasihan.."
"Senior, meski para kultivator dapat menyembuhkan luka dalam dan luar secara instan, tetapi bila lukanya terlalu parah.. Tetap akan berisiko besar. Dampak negatifnya bila bukan tingkat praktik yang hilang, cacat seumur hidup, pasti akan kehilangan nyawa. Karena itulah, bagi kultivator yang menyadari ini.. Mereka akan lebih berhati-hati bila terlibat dalam sebuah pertarungan,"
Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan kembali menjelaskan bahwa dari segi bakat, jelas para kultivator yang lebih unggul. Namun tidak menutup kemungkinan bakatnya itulah yang membawa mereka pada kematian.
".. Entah disadari atau tidak, orang-orang yang diberi sedikit kelebihan dan bakat dibandingkan yang lainnya.. Akan lebih berpotensi memiliki sifat angkuh dan semena-mena. Dan dibanding pendekar.. Para kultivator lebih dekat dengan sifat tersebut. Karena itulah mereka selalu rutin melakukan Pembersihan Iblis Hati,"
Duan De, "Hanya saja Senior, Bocah Nakal ini bahkan tidak pernah melakukan Pembersihan Iblis Hati. Perilakunya tidak pernah berubah meski tinggal di Sekte Pedang Langit,"
!
"Heii.." Xiao Shuxiang protes karena tiba-tiba Duan De membahas dirinya, memang siapa lagi yang disebut 'Bocah Nakal' di tempat ini? Duan De mustahil mengatai Bocah Pengemis Gila, jadi sudah pasti itu ditujukan untuknya.
".. Kau harus tahu bahwa aku juga pernah melakukan Pembersihan Iblis Hati. Ya-yah, walau hanya sekali dan itu juga sepertinya.. Bukan iblis hatiku," Xiao Shuxiang tiba-tiba memelankan suaranya kala mengingat yang menjadi iblis hatinya tidak lain adalah roh pedangnya sendiri, Shouxing.
Bukannya bertarung, Shouxing malah memberinya siraman kalbu dan memintanya untuk menjalani kehidupan ini dengan baik. Roh Pedangnya itu juga meminta Xiao Shuxiang untuk tidak menjadi kultivator yang ditakuti lagi, dan karena hal jugalah yang membuatnya melakukan hibernasi.
Xiao Shuxiang sedikit merenung dan lalu mengembuskan napas pelan. Penatua Da Lin melanjutkan ucapannya tentang kisah Legenda Sang Pembangkit.
"Karena bakat yang dimiliki para kultivator, banyak manusia yang merasa bahwa sekeras apa pun latihan mereka untuk menjadi lebih kuat.. Kultivator tetap saja unggul. Kelebihan yang dimiliki para kultivator membuat para pendekar biasa menjadi tidak percaya diri. Menyadari hal itu, para Guru mulai mengarang kisah Sang Pembangkit,"
Xiao Shuxiang mendengarkan penjelasan dari Penatua Da Lin, dirinya sesekali mengalihkan pandangan ke arah Bocah Pengemis Gila. Ini dikarenakan apa yang sedang dia dengar mengarah pada identitas pendekar mesum penyuka sesama jenis tersebut.
Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan melanjutkan ucapan Penatua Da Lin dengan mengatakan ada Enam Unsur Tenaga Dalam yang terkenal di kalangan para manusia biasa. Sebenarnya, para kultivator juga mempelajarinya.. Namun mereka lebih bergantung dengan penggunaan Qi dan fokus pada peningkatan praktik mereka.
".. Masalah lainnya adalah mempelajari Tenaga Dalam tidaklah semudah yang terlihat. Satu unsur tenaga dalam saja mempunyai tingkatan yang berbeda-beda.."
Usia pendekar yang tidak berkultivasi lebih pendek daripada kultivator, karenanya tidak mungkin bagi pendekar tersebut mempelajari semua unsur Tenaga Dalam secara sekaligus. Bahkan untuk ahli satu Tenaga Dalam saja, dibutuhkan latihan keras dan waktu selama bertahun-tahun.
".. Kita bisa ibaratkan satu unsur tenaga memiliki tiga tingkatan. Pertama adalah pemula, lalu menengah, kemudian akhir, dan selanjutnya tingkatan ahli,"
"Itu empat Kakek,"
?!
Penatua Da Lin berkedip dan secara bersamaan Xiao Shuxiang merasakan seperti bokongnya baru saja ditampar. Koki Alkemis tersebut langsung protes dan bertanya apa kesalahannya?!
".. Kau keterlaluan..! Aiya.. Bokongku.."
"Kalau kubilang satu unsur Tenaga Dalam itu memiliki tiga tingkatan, maka memang hanya ada Tiga Tingkatan. Kau mengerti?"
"Tapi kau tadi menyebut empat, Tua Bangka..! Hitung dengan baik..!"
"Hmph, asal kau tahu.. Inilah yang dinamakan 'Kekuasaan'. Kau baru saja mendebat orang yang salah, jangan protes."
Xiao Shuxiang mengedutkan bibir atasnya saat melihat ekspresi wajah Penatua Da Lin yang menurutnya sangat menyebalkan. Dia mengusap-usap bokongnya sambil kembali mendengarkan penjelasan Tua Bangka ini.
Dalam dunia pendekar, sangat umum dijumpai orang yang menguasai satu unsur Tenaga Dalam hingga ke tingkat menengah, itu pun usia pendekar tersebut telah mencapai 50 Tahun ke atas.
".. Namun untuk menghargai para pendekar tersebut, mereka tetap dianggap sebagai Ahli Tenaga Dalam meski sebenarnya mereka belum mencapai tingkatan 'Ahli'."
Penatua Da Lin menoleh sebentar ke arah Bocah Pengemis Gila sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Shuxiang dan melanjutkan kembali penjelasannya.
".. Untuk membuat murid mereka giat berlatih dan termotivasi lagi, para guru menceritakan sebuah legenda bahwa ada seorang manusia biasa yang bermimpi menjadi kultivator namun tidak bisa menjadi bagian dari mereka.."
Penatua Da Lin diam sejenak dan kembali menjelaskan bahwa kehidupan manusia biasa itu dipenuhi dengan kesulitan hidup, namun tidak pernah menyerah.
".. Langit memberinya tubuh yang rapuh disertai penyakit kulit yang tak dapat diobati. Tidak ada guru yang mau mengangkatnya menjadi murid, dia juga tidak diinginkan di desa termasuk anggota keluarganya sendiri. Banyak yang mengira dia akan mati terlunta-lunta di jalan. Namun karena tidak menyerah dalam hidup.. Dengan usahanya.. Dia berhasil membuat sejarah dan legendanya sendiri,"
Xiao Shuxiang, "Woah.. Apa itu benar? Kakek membahas Bocah Pengemis Gila, kan? Awalnya kupikir dia punya penyakit homo, makanya tidak ada guru yang menerimanya sebagai murid.."
"Heeh.. Apa kau tidak pernah mendengar ungkapan ini, 'Pengalaman adalah guru yang terbaik'. Dengarkan kembali penjelasan juniorku," Bocah Pengemis Gila membelai pelan rambutnya dan bersamaan dengan itu.. Sebuah meja yang terbuat dari giok putih muncul di tengah-tengah mereka.
Tidak hanya itu, tetapi lima buah cawan berisi arak juga muncul di atas meja. Bocah Pengemis Gila mengambil satu dan menenggaknya dengan sekali tegukan. Dirinya berdecak kagum dengan penuh gaya.
__ADS_1
"Harusnya sejak tadi kau keluarkan ini.." Xiao Shuxiang ikut mengambil satu cawan, dia merasa tenggorokannya kering akibat mendengarkan penjelasan para Kakek Tua ini. Tidak disangka arak di Alam Nirwana buatan Bocah Pengemis Gila bisa diminum.
".. Boleh juga," Xiao Shuxiang menenggak habis arak pada cawan di tangannya dan berdecak kagum.
"Kau seorang pendekar yang hebat, tapi aku tidak pernah sekali pun membaca tentang Legenda Sang Pembangkit, atau mendengar kisahmu dari orang-orang.."
Duan De, "Kau memang tidak akan menemukan kisah apa pun tentang Senior. Catatan kuno yang membahas dirinya sudah lama lenyap di Benua Timur, tetapi lain halnya bila kau mencari informasi itu di Benua Tengah,"
Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan melanjutkan ucapan Duan De dengan mengatakan Legenda Sang Pembangkit hanyalah karangan yang keaslian ceritanya perlu dipertanyakan.
".. Seseorang yang mampu menyeimbangkan keenam Unsur Tenaga Dalam hingga ke tingkat Ahli dianggap tidak pernah ada. Mereka tidak tahu bahwa cerita yang hanya karangan itu.. Adalah sebuah kisah nyata dari perjalanan hidup Sang Pembangkit yang sesungguhnya,"
Xiao Shuxiang mengerutkan sedikit keningnya, "Yang lebih tua di antara kalian adalah Bocah Pengemis Gila, kan? Tapi melihat kalian bisa menceritakannya dengan jelas padaku.. Berarti kalian tahu banyak tentang Pemuda Mesum ini,"
Xiao Shuxiang jadi merasa pernah tahu tentang kisah Legenda Sang Pembangkit, hanya saja lokasi pastinya.. Tidak benar-benar dia ingat.
"Kurasa aku akan memikirkannya nanti. Jadi, sekarang apa yang kalian semua inginkan dariku?"
Duan De, "Aku tidak menginginkan apa pun darimu. Kakek Tua ini baru saja akan makan, tetapi langsung dikirim kemari. Apa kau pikir aku yang mau?"
Penatua Da Lin, "Aku juga tidak menginginkan apa pun darimu. Mendengar kau berhasil menyelamatkan keturunanku, itu sudah cukup membuatku senang,"
Duan De dan Penatua Da Lin nampak mengusap-usap janggut mereka. Beda halnya dengan Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan.. Dirinya menanyakan apakah Xiao Shuxiang ingin memulai ujian menjadi Immortal sejati, karena sampai sekarang pemuda ini masih berada di Grand Master Tingkat Langit.
".. Bahkan Segel Pengekang Jiwa juga kurasa tinggal tersisa delapan. Apa kau memaksa menghancurkannya?"
"Tidak, aku tidak melakukan apa pun.." Xiao Shuxiang memperhatikan kedua tangannya, samar-samar terlihat angin kecil yang berbentuk seperti rantai dan nampak melilit kedua pergelangan tangannya.
".. Praktikku sekarang sedang menurun. Segel Pengekang Jiwa sering melakukannya agar aku tidak bisa membunuh lawan dengan mudah, namun aku tidak pernah memaksa memutuskan rantai ini. Kurasa ini terputus sendiri.."
"Bukan terputus sendiri," Bocah Pengemis Gila menatap Xiao Shuxiang dengan serius,
".. Sebenarnya ada dua alasan mengapa Segel Pengekang Jiwa terputus. Yang pertama adalah saat kau berhasil mengalahkan satu sifat burukmu, dan yang kedua adalah saat kekuatanmu terlalu besar hingga rantai itu tidak mampu menekannya,"
Salah satu sifat buruk merupakan 'Kebohongan', Xiao Shuxiang sudah lama terlepas dari satu rantai Segel Pengekang Jiwa sebab dirinya bukanlah orang yang suka berbohong.
Tidak seperti Bocah Pengemis Gila yang gemar sekali melakukan kebohongan, namun dirinya punya pengendalian akan rasa haus darah yang lebih hebat dibandingkan Xiao Shuxiang. Yaah.. Setidaknya Bocah Pengemis Gila bukan orang yang lahir di lingkungan Aliran Hitam.
"Akatsuki memintamu mengikuti ujian untuk mencapai Tingkatan Immortal yang sejati, apa kau tidak mau melakukannya?"
Xiao Shuxiang menggeleng dan menjawab pertanyaan Bocah Pengemis Gila bahwa dirinya tidak tertarik. Dahulu dirinya mungkin sangat gila akan kekuatan, karena dengannya dia dapat membuat banyak kekacauan.
Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia jadi teringat dengan bisnis Nie Shang sekarang. Kemungkinan penginapan yang dibangun temannya tersebut sudah lama rampung dan sekarang pasti telah beroperasi. Dirinya tersenyum saat membayangkan kemungkinan uang yang akan didapatnya bila bisnis Penginapan Seribu Tahun milik Nie Shang berjalan dengan lancar.
Bocah Pengemis Gila, Duan De, Penatua Da Lin, termasuk Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan menggelengkan kepala pelan.
Mereka tidak yakin impian Xiao Shuxiang akan terpenuhi, karena diperhatikan dengan sekilas pun--Pemuda ini tidak mempunyai bakat menjadi penguasa di lima benua dengan mengandalkan 'Uang'. Itu sangat mustahil.
".. Kau lebih baik mengurusi Lan'Er Gege. Dia akan cemburu bila masakanmu dimakan oleh orang lain. Mulailah belajar untuk jadi istri yang baik, oke?"
"Kau mau mati? Ucapanmu sangat menggelikan. Jika tidak ada yang kalian inginkan dariku, maka keluarkan aku dari sini."
Xiao Shuxiang tidak ingin mendengar apa pun tentang Lan Guan Zhi dari mulut Bocah Pengemis Gila. Ini dikarenakan setiap ucapan yang dilontarkan pemuda di depannya tersebut tentang temannya selalu mengarah pada kata-kata yang tidak tahu malu.
"Alasanku ada pada tujuan ketiga juniorku dan tentang dirimu sendiri. Mereka bertiga merupakan bagian dari 5 Pilar Dunia, dan tidak seharusnya para pilar mempunyai pewaris yang sama. Kau adalah satu-satunya orang beruntung karena mendapat pengakuan dari ketiga pilar,"
Bocah Pengemis Gila sebenarnya tidak suka bila Xiao Shuxiang mendapat keberuntungan ini. Pemuda di depannya merupakan kultivator Aliran Hitam, seorang yang dijuluki 'Bintang Penghancur', sekaligus orang yang memiliki hati giok hitam.
".. Pengendalian dirimu terkadang tidak stabil, contohnya saja saat aku membahas tentang identitasmu. Dan yang lebih dari itu.. Kau.. Bukanlah manusia,"
!!
Ucapan serius Bocah Pengemis Gila membuat Duan De, Penatua Da Lin, Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan, dan Xiao Shuxiang sendiri tersentak kaget.
"Senior.."
"Da Lin, apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan anak ini? Meski kukatakan ada dua cara melepas rantai Segel Pengekang Jiwa, tetapi sebenarnya rantai tersebut tidak mudah putus.."
Bocah Pengemis Gila tahu bahwa cara kedua untuk memutuskan rantai pada Segel Pengekang Jiwa ada pada seberapa tidak sanggup rantai tersebut menahan kekuatan pemakainya. Dan untuk dirinya sendiri, dengan kekuatannya yang sekarang pun.. Dia tidak bisa melepaskan satu rantai itu.
".. Segel Pengekang Jiwa dibuat oleh seorang kultivator dan merupakan efek samping dari Segel Sembilan Gerbang Dunia. Ini cocok untuk menekan kekuatan seorang kultivator maupun pendekar, tetapi sepertinya kurang berguna bagi anak ini,"
Bocah Pengemis Gila sejak awal melihat Xiao Shuxiang, dia memang sudah merasa aneh. Pemuda tersebut tidak seperti manusia pada umumnya.
Bukan hanya karena Xiao Shuxiang adalah roh yang menempati tubuh orang mati, atau karena rantai Segel Pengekang Jiwa yang melilit tubuh pemuda itu--Tetapi juga karena dia melihat sesuatu yang gelap dan bersemayam di dalam tubuh pemuda berwajah mempesona tersebut.
"Senior, Shuxiang memang bukan manusia pada umumnya. Dia memiliki hubungan dengan makhluk lain, para kaum Elf," Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan menerangkan sesuai yang dirinya ketahui.
Duan De yang satu-satunya manusia di antara mereka adalah yang merasa tersentak sekaligus paling keheranan. Namun dirinya lebih memilih mendengar penuturan seniornya tersebut.
__ADS_1
"Kaum Elf..? Benarkah? Tapi tidak hanya itu rahasiamu, kan? Shuxiang.." Bocah Pengemis Gila menaikkan sebelah alisnya, tatapan matanya seolah mampu menembus ke bagian terdalam dari diri Xiao Shuxiang.
".. Kau tidak pernah berbohong, kan? Jadi cobalah jawab pertanyaanku dengan jujur, ini reinkarnasimu yang ke berapa?"
!!
Hanya Xiao Shuxiang yang tidak terkejut dengan pertanyaan Bocah Pengemis Gila barusan, ini dikarenakan dia sudah menduga sebelumnya. Dirinya hanya diam dan mengembuskan napas pelan sebelum membuka suara.
"Tunggu, Senior.."
"Ssssh.. Duan De, sebaiknya dengarkan dulu.."
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangannya pada keempat orang yang bersamanya ini.
Jujur saja, dia tidak ingin mengatakan apa pun. Tetapi ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila seperti telah mengetahui sesuatu tentangnya, hanya saja pemuda ini menginginkan jawaban langsung dari dirinya.
"Aku.. Ini reinkarnasiku.. Yang kesebelas,"
!!
Duan De, Penatua Da Lin, dan Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan merasa terkejut.
".. Ta-tapi aku juga baru mengetahuinya-"
"Sudah kuduga. Kau memang bukan manusia," suara Bocah Pengemis Gila berubah dingin. Dia memotong ucapan Xiao Shuxiang yang ingin melakukan pembelaan.
"Bocah.. Apa yang baru saja kau katakan?" Duan De masih saja nampak terkejut. Ini sesuatu yang tidak pernah dia duga. Bukankah ini adalah kehidupan kedua Xiao Shuxiang setelah reinkarnasinya yang pertama? Lalu bagaimana bisa menjadi yang kesebelas?
"Nak, kau jangan bercanda. Apa kau pikir reinkarnasi itu seperti mandi beberapa kali? Kau yang benar saja," Penatua Da Lin juga tidak menyangka dengan apa yang didengarnya.
Menurutnya, bisa bereinkarnasi sekali tanpa kehilangan ingatan di kehidupan sebelumnya adalah keberuntungan, namun jika itu terjadi sebanyak sebelas kali.. Maka ini jelas tidak mungkin.
"Aku tidak bisa percaya ada manusia yang dapat bereinkarnasi sebanyak ini. Satu saja bagiku sangat mustahil.."
"Akatsuki, dan kalian berdua.. Sudah kukatakan bukan..? Orang ini.. Dia bukan manusia," Bocah Pengemis Gila menunjuk Xiao Shuxiang dengan memakai tatapan matanya.
".. Jauh sebelum aku bertemu kalian, bahkan mungkin kalian bertiga belum lahir--Aku pernah melihatnya.."
!!
".. Kemampuanku dalam membedakan suara dan juga penciumanku yang tajam tidak akan bisa ditipu oleh siapa pun. Suara dan bau tubuh Shuxiang.. Sama seperti orang yang kulihat di masa lalu, dia juga disebut sebagai 'Sang Penghancur'." Bocah Pengemis Gila mendengus pelan dan berkata bahwa Xiao Shuxiang sebaiknya menjelaskan semua padanya.
!!
Semua mata tertuju padanya, ini membuat Xiao Shuxiang merasa tidak nyaman. Dia ingin pergi, tetapi sulit baginya untuk keluar dari Alam Nirwana ciptaan Bocah Pengemis Gila.
Meski dia akui ini reinkarnasinya yang kesebelas, namun dirinya hanya memiliki kekuatan dari kehidupannya kala bergelar 'Sang Bintang Penghancur'. Selain dari itu, tidak banyak ingatan tentang jurus, teknik, atau apa pun di kehidupannya di masa lalu yang bisa dia ingat jelas.
Saat Xiao Shuxiang diminta untuk menjelaskan siapa dirinya oleh Bocah Pengemis Gila--Jauh di tempat lain, tepatnya di Benua Tengah.. Salah satu Sekte Menengah Aliran Hitam baru saja menjadi korban dari Pedang Pembeku Jiwa.
CRAAASH..!
Sri Anyar dan kelima saudaranya sangat menyukai pembantaian ini. Dengan kekuatan mereka yang baru, para murid di Partai Darah Emas sama sekali tidak berkutik.
Aaakh..!
Salah seorang murid yang berpakaian hitam terlihat mengerang sebab lehernya dicengkeram begitu kuat oleh salah satu dari Enam Pendekar Bayangan.
".. A-apa yang sebenarnya.. Ka-kalian inginkan dari pa-partai kami?!"
"Tidak ada, kami hanya bermain-main saja.." Hawa Raynar tertawa kecil, dalam sekejap tubuh pendekar yang berusia 27 Tahun tersebut menghilang dan berubah menjadi lukisan bunga kamelia hitam di pakaiannya yang berwarna merah.
Tidak hanya satu lukisan, tetapi sudah banyak bunga kamelia dengan warna yang sama di pakaian Hawa Raynar. Hanya saja setiap bunga itu memiliki ukuran berbeda-beda tergantung tingkat kekuatan lawannya.
Di tempat lain, Tetua dari Partai Darah Emas telah menjadi tulang-belulang di tangan sosok pemuda berjubah hitam dengan topeng rubah berwarna merah di wajahnya.
Tidak diketahui bagaimana ekspresi wajahnya sekarang, namun dari postur tubuhnya.. Dia sepertinya tidak mengalami kesulitan yang berarti saat bertarung dengan Tetua partai ini.
"Si-Siapa Kau Sebenarnya?!"
Ada satu orang tua lagi namun tubuhnya sudah mendapat cukup banyak luka. Dia bahkan beberapa kali memuntahkan darah kental.
"Siapa aku? Kau tidak pantas untuk tahu,"
!!
CRAAASH..!
***
__ADS_1