XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
215 - Xiao Shuxiang II


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan Ling Lang Tian saling berpandangan. Selama kurang lebih tiga menit, belum ada satu pun diantara keduanya yang mulai berbicara.


"Tidak tahu kenapa, tapi perasaanku mengatakan, 'jika aku memalingkan wajah lebih dulu, maka aku akan kalah'"


Lan Guan Zhi memperhatikan temannya yang masih setia bertatapan dengan Ling Lang Tian, dia lalu menghampiri Patriarch Ketiga dan menanyakan keadaan Ling Qing Zhu.


Patriarch Lan menghembuskan napas pelan saat melihat tingkah Xiao Shuxiang. Dia merasa pemuda tersebut saat ini sedang bertindak kekanakan lagi, hal yang perlu dirinya waspadai adalah ucapan Alkemis muda itu yang kemungkinan akan menyulut kekesalan Ling Lang Tian.


"Xiao'Er, apa yang sedang kau lakukan? Cepat kemari,"


Patriarch Ketiga memanggil Xiao Shuxiang, dia butuh Arak Kaisar Naga untuk menjernihkan pikirannya. Tentu dirinya tidak akan mengatakan hal tersebut secara langsung, sebab Lan Xu Jian ada di sini.


Pemuda yang dipanggilnya malah seakan tidak mendengarkannya, Xiao Shuxiang hanya terus fokus bertatapan sambil memasang wajah tak suka pada Ling Lang Tian.


Baru setelah Lan Guan Zhi menarik kerah belakangnya.. Xiao Shuxiang akhirnya berhenti menatap Ling Lang Tian. Dia mengomel karena temannya tersebut membuatnya kalah, namun Lan Guan Zhi hanya memasang wajah tenang sekaligus tidak mengerti maksud ucapan pemuda ini.


Patriarch Ketiga lalu bertanya mengenai kebenaran dari perlakuan kasar serta tindakan nakal Xiao Shuxiang pada Ling Qing Zhu. Alkemis muda tersebut membenarkan dan sama sekali tidak merasa bersalah sedikit pun.


Melihat wajah bak tanpa dosa milik Xiao Shuxiang membuat Patriarch Ketiga langsung mengomelinya. Gara-gara pemuda inilah batin Ling Qing Zhu terguncang.


Mereka jadi tidak bisa mendapat informasi apapun tentang Scarlet Bayangan, dan ini semua salah Xiao Shuxiang..!


"Tetua Tiga, kau tega sekali. Memang apa yang sudah kulakukan..?"


"Apa perlu aku mengingatkan kesalahanmu?"


Xiao Shuxiang memanyunkan bibirnya, dia berkata tidak perlu diingatkan, dirinya sudah tahu.


Patriarch Ketiga kemudian mengatakan bahwa ini adalah kali terakhir Ling Qing Zhu diperiksa, besok pagi dia akan pulang bersama kakaknya ke Benua Tengah. Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang protes.


".. Bukannya yang memutuskan tinggal atau tidak adalah Kucing Putih?"


"Apa kau pikir Nona Ling akan menetap di tempat yang memiliki orang-orang seperti dirimu?"


Ling Qing Zhu sendiri belum memberikan keputusannya. Paman yang dia kagumi dan selalu menjaganya seperti ayah sendiri kini telah tiada di benua ini.


Dia tidak tahu harus memilih yang mana, apakah pergi begitu saja dengan perasaan sesal mendalam atau tetap tinggal dan menanggung beban.


Keduanya sama sekali tidak membuat hati Ling Qing Zhu tenang, dia seperti telah kehilangan cahaya dalam hidupnya.


Ling Lang Tian memang kakaknya, namun mereka tidak benar-benar akrab. Bahkan, bisa dibilang perlakuan kasar Xiao Shuxiang lebih baik daripada Ling Lang Tian.


Setidaknya, pemuda yang telah membunuh pamannya itu masih memperlihatkan emosi yang beragam, bukan seperti kakaknya.


"Aku tetap menolak. Setelah semua yang dilakukannya, enak sekali dirinya mau pergi begitu saja. Tidak, aku tidak akan pernah membiarkannya,"


"Apa kau pikir bisa menghentikanku membawa pulang adikku sendiri?"


!


Ling Lang Tian memberi tatapan yang seakan mengatakan seluruh kultivator Sekte Pedang Langit pun tidak akan bisa mencegah dirinya bila ingin mengeluarkan adiknya secara paksa dari tempat ini.


"Hmph, kau ingin mencobanya?"


Xiao Shuxiang dan Ling Lang Tian baru akan mengeluarkan Aura Pendekarnya masing-masing saat Partriarch Lan berkata keduanya tidak perlu sampai bertarung sebab keputusan berada di tangan Ling Qing Zhu.


".. Kalian hanya akan membuat banyak kerusakan. Nona Ling, kau pergilah beristirahat,"


Patriarch Lan meminta adiknya mengantar Ling Qing Zhu ke Balai Peristirahatan. Dia mencegah Xiao Shuxiang yang ingin ikut juga.


Setelah Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu meninggalkan ruangan, Patriarch Lan mulai menanyakan informasi tentang Scarlet Bayangan pada Xiao Shuxiang.


Seperti yang diketahui, Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang pernah pergi untuk menyelamatkan Duan De. Saat kembali, mereka membawa enam belas anggota Scarlet Bayangan dan menjadikannya anggota Sekte Kupu-Kupu.


".. Duan De pernah memberitahuku bahwa salah satu anggota Scarlet Bayangan sepertinya memiliki hubungan yang tidak biasa denganmu. Bisa kau ceritakan..?"


Xiao Shuxiang menatap aneh ke arah Patriarch Lan, nada suara kakak dari temannya ini membuat dirinya merasa sedang disidang karena ketahuan berselingkuh.


Lihat saja, tatapan Lan Xu Jian mirip seperti seorang ayah mertua yang sedang mencurigai menantunya.


".. Mu-mungkin hanya perasaanku,"


Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya dan memberi saran bahwa sebaiknya mereka duduk dengan tenang lebih dahulu. Cerita ini kemungkinan akan sangat panjang.

__ADS_1


Patriarch Lan menghembuskan napas, memang ada baiknya mereka membicarakannya sambil duduk.


Bersama dengan Lan Xu Jian, Zhou Yan, dan Ling Lang Tian.. Xiao Shuxiang mulai menceritakan apa yang dia ketahui mengenai Scarlet Bayangan dari informasi pemberian Shao Nu.


".. Cerita selanjutnya mungkin akan mengubah pandangan kalian padaku,"


Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, dia sebenarnya berat mengungkap identitasnya, karena bisa jadi dirinya akan di serang oleh kedua Patriarch ini. Dan kemungkinan juga akan dibantu oleh Ling Lang Tian.


".. Aku sebenarnya sudah sering mengatakannya, namun tidak seorang pun percaya dan malah mengira aku terlalu mengagumi sesuatu sampai menganggap diri sendiri adalah dia.."


Xiao Shuxiang menarik napas pelan, memberi jeda sedikit, kemudian melanjutkan ucapannya. Dia lalu menceritakan hubungannya dengan Mu Zan, salah satu pilar bawah Scarlet Bayangan yang dimaksud oleh Duan De.


Tidak ada hubungan khusus antara dirinya dengan Mu Zan. Xiao Shuxiang mengatakan mereka hanyalah rekan, kesukaan terhadap segala bentuk pembantaian membuat mereka bertualang bersama.


".. Mungkin kalian tidak akan percaya dengan reinkarnasi, tapi itulah yang terjadi. Karena keserakahannya terhadap Pedang Pusaka Langit, dia menjadi pengkhianat. Hanya saja, Mu Zan tidak berhasil mendapatkannya. Aku terjatuh ke dalam laut bersama pedang itu,"


Wajah Xiao Shuxiang sedikit pucat saat mengingat laut, perutnya mendadak sakit. Dia paling tidak suka dengan air. Lebih jelasnya, dia tidak menyukai laut, danau dan sungai yang dalam, itu membuatnya merasa akan tenggelam.


".. Itulah saat terakhir kami bertemu, dan pertemuan selanjutnya berada di kehidupanku yang sekarang. Ketika dirinya telah menjadi bagian dari Scarlet Bayangan,"


"Jadi kau ini Sang Bintang Penghancur yang sebenarnya?"


Xiao Shuxiang menatap Patriarch Ketiga, sulit mengatakan bagaimana ekspresi Zhou Yan sekarang sebab wajahnya tertutup oleh kain cadar tebal.


Hanya tatapan matanya, namun masih mengandung ketenangan. Xiao Shuxiang mengangguk membenarkan, dia berkata sangat mengenal ayah dan ibu Patriarch Ketiga.


".. Saat aku pertama kali melihat wajah Tetua Tiga, aku terkejut. Wajahmu sangat mirip dengan Seniorku, dia adalah teman pertama sekaligus orang yang kukagumi. Dia jugalah yang membuatku memiliki hubungan dengan sekte-sekte Aliran Putih dan Netral. Tapi yah.. Kalian pasti tahu bagaimana akhirnya.."


Ada perasaan lega di hati Xiao Shuxiang saat mengatakannya. Entah mengapa, seakan satu beban di pundaknya menghilang seketika. Dia kemungkinan akan dibenci oleh Patriarch Ketiga saat ini, bisa jadi anak dari senior yang dia kagumi menyerangnya sekarang demi membalas kematian ayahnya.


Zhou Yan hanya pernah melihat sekali lukisan ayahnya, itupun ketika dirinya masih berusia tujuh tahun. Ibunya telah tiada sehari setelah melahirkan dirinya, dia akhirnya dirawat oleh kakeknya yang juga tiada saat Zhou Yan kecil berusia 7 Tahun.


Kehilangan orang-orang terdekatnya membuat Zhou Yan mengurung diri di dalam rumah selama kurang lebih sepuluh tahun. Yang dilakukan setiap hari adalah membaca buku koleksi ayahnya dan berlatih seorang diri.


Patriarch Ketiga sebenarnya sudah tahu identitas Xiao Shuxiang. Lan Xu Jian-lah yang memberitahu dirinya. Awalnya dia tidak percaya, namun Patriarch Lan begitu serius mengatakannya.


"Jadi apa alasanmu membuat kekacauan? Bahkan sampai membuat banyak kultivator tewas karena ulahmu?"


".. Demi kedamaian, kultivator harus menghilang, itu yang aku percayai. Kupikir kehancuran Benua Timur merupakan impianku. Namun setelah semua ingatanku kembali.. Aku akhirnya tahu, ini ternyata adalah misi.."


Patriarch Lan mengerutkan keningnya, dia bisa melihat ada kemarahan dalam tatapan mata Xiao Shuxiang. Dia lalu bertanya lebih jelas, tetapi pemuda di depannya berkata tidak bisa memberitahunya.


".. Aku minta maaf, namun ada beberapa hal yang memang harus menjadi rahasia,"


Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia sudah mengatakan apa yang harus diketahui oleh kedua patriarch. Dia sudah siap bila harus menerima kebencian dari kedua pria ini.


"Bagaimana pendapat Anda, Tuan Muda Ling?"


Ling Lang Tian menatap Xiao Shuxiang saat mendapat pertanyaan dari Patriarch Lan. Reinkarnasi memang mustahil untuk dipercayai, tetapi sekarang itu benar-benar ada di depannya.


".. Bila seseorang bereinkarnasi dengan ingatan masa lalunya tetap ada beserta dengan kekuatannya, maka bisa dipastikan dia tidak akan tertandingi. 'Jurus Kebangkitan Kembali' tidak boleh sampai memiliki pewaris apalagi jatuh ke tangan orang yang salah,"


!!


"Kau ternyata orang yang baik, meskipun aku tidak menyukaimu. Aku memang tidak berencana menurunkan jurus ini pada siapapun dan tidak akan memakainya lagi,"


Xiao Shuxiang lalu mengalihkan pandangannya pada Patriarch Lan dan Patriarch Zhou, dia meminta pendapat keduanya. Bila pun sekarang mereka memutuskan hubungan dengannya, maka dia akan menerimanya.


"Aku membencimu. Bukan karena kau membunuh ayahku dan membuat kekacauan di benua ini, tetapi karena reinkarnasimu. Harusnya kau juga sudah mati, lenyap bersama orang yang telah kau sakiti. Fakta bahwa kau mendapat kesempatan kedua merupakan bukti betapa pentingnya dirimu, dan aku membencinya,"


Patriarch Ketiga berdiri, dia berjalan menghampiri Xiao Shuxiang dan menyentuh kepala pemuda tersebut.


!


".. Andai usiaku saat ini masih 17 atau 18 Tahun, mungkin kita sudah bertarung habis-habisan. Usia dimana seseorang tidak akan mampu mengontrol emosinya.."


Xiao Shuxiang tersentak saat Patriarch Ketiga ternyata mengusap-usap pelan kepalanya. Dia menatap Zhou Yan dengan rasa tak percaya.


"Tetua Tiga.."


"Aku sangat membencimu, kau membuatku harus kehilangan ayah. Namun, ayahku malah begitu mempercayaimu, bahkan dia masih bersamamu saat tahu dirimu yang sebenarnya. Mereka adalah orang yang baik, Xiao'Er. Li Fu Chen, Bai Wu Chang, Liu Xuling, bahkan Guan Wei.. Mereka sudah menganggapmu keluarga.."


Patriarch Ketiga mengatakan dirinya tidak secara langsung mengenal seperti apa sifat kultivator yang dia sebutkan namanya tadi, namun Dua De yang memiliki umur lebih panjang darinya telah memberitahukan seperti apa karakter dari Bai Wu Chang, Li Fu Chen, dan Liu Xuling.

__ADS_1


".. Dan kurasa, kau lebih tahu sifat Guan Wei karena dia berada di Aliran Hitam,"


"Tidak juga, hubunganku dengan mereka semua tidak sampai satu tahun, kurang lebih hanya enam bulan sampai perang itu terjadi,"


Patriarch Ketiga menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang dan kembali duduk di tempatnya. Dia berkata bahwa sebenarnya dia tidak yakin pemuda di depannya ini adalah Sang Bintang Penghancur.


".. Apa sifatmu selalu begini? Wajah polosmu itu sama sekali tidak mirip dengan orang jahat, bahkan kepribadianmu juga. Kau memang hanya sedikit nakal, tapi tidak terlihat seperti penjahat. Atau selama ini kau hanya pura-pura?"


"Aku memang punya wajah tampan dan mempesona, itu tidak bisa dinafikan. Dan ini memang sifatku yang sebenarnya, tidak ada kepura-puraan di dalamnya. Aku bukan orang yang pernah berbohong, tidak, bahkan sekalipun,"


Di saat Xiao Shuxiang masih bersama dengan kedua patriarch dan Ling Lang Tian.. di Balai Peristirahatan, tepatnya pada salah satu ruangan.. Wen Tian dan kedua temannya dirawat oleh tiga orang kultivator senior Sekte Pedang Langit.


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu awalnya tersentak kala melihat ada kultivator sekte lain yang tubuhnya penuh luka, bahkan ketiganya sampai dalam kondisi kritis.


Lan Guan Zhi membantu para seniornya untuk mengobati Wen Tian. Ling Qing Zhu juga ikut menolong, meski hanya membawakan air hangat untuk ketiga kultivator Sekte Awan Merah ini.


"Belum ada diantara mereka bertiga yang sadar. Kalian tetap jaga mereka, aku akan mencari Patriarch Ketiga,"


Salah satu murid Sekte Pedang Langit segera bergegas, dia sungguh penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada ketiga kultivator dari salah satu sekte di Kekaisaran Matahari Terbit tersebut.


Bersamaan saat dirinya sampai di depan Pagoda Tingkat Sembilan.. Kedua Patriarch nampak berjalan keluar bersama dengan Xiao Shuxiang dan Ling Lang Tian.


Xiao Shuxiang benar-benar tidak menyangka Patriarch Lan dan Patriarch Zhou sama sekali tidak marah padanya. Padahal dia sudah mempersiapkan diri menerima kebencian tak terhingga dari mereka. Sebenarnya terbuat dari apa hati kedua patriarch ini?!


Saat sedang memikirkannya, seorang murid Sekte Pedang Langit menghampiri mereka dan menceritakan kehadiran tiga orang kultivator luar yang sekarang berada dalam keadaan kritis di Balai Peristirahatan.


".. Tolong selamatkan mereka, Patriarch,"


"Ayo pergi,"


Patriarch Ketiga segera melesat menuju Balai Peristirahatan, dia diikuti oleh Lan Xu Jian, Ling Lang Tian, Xiao Shuxiang, dan murid senior Sekte Pedang Langit.


Tidak butuh waktu lama sampai kelimanya tiba di tempat tujuan. Xiao Shuxiang cukup lama mengingat-ingat wajah salah satu kultivator yang terbaring di atas tempat tidur ini.. Dirinya tersentak kala mulai mengenalinya.


"Dia anak yang punya mata bagus itu, Wen Tian.."


Xiao Shuxiang memperhatikan cara Patriarch Ketiga memeriksa kondisi Wen Tian. Dirinya lalu mengeluarkan sebuah pil dari Gelang Semestanya yang ternyata adalah Pil Mata Dewa.


Xiao Shuxiang dapat melihat setiap urat saraf di tubuh Wen Tian termasuk letak organ dalam pemuda tersebut, detakan jantung, dan juga dantiannya.


Keningnya mengerut ketika dia melihat cairan hitam yang mengalir seperti aliran darah di dalam tubuh Wen Tian, itu adalah racun.


".. Ada pelindung di sekeliling jantungnya, anak ini boleh juga,"


Xiao Shuxiang berkedip bersamaan dengan efek Pil Mata Dewanya berakhir. Dia yakin Zhou Yan mampu mengatasi hal ini, dirinya lalu berjalan ke tempat tidur Tou Li.


Hanya butuh sekitar tiga jam sampai kondisi Wen Tian dan kedua temannya membaik. Yang pertama kali sadar adalah Tan Bao, dengan suara lemah.. Dirinya mengatakan kondisi Kekaisaran Matahari Terbit sekarang ini.


".. Tolong.. Kumohon selamatkan.. Selamatkan mereka.."


!!


Xiao Shuxiang dan yang lainnya terkejut, jika memang itu benar terjadi, maka Kekaisaran Matahari Terbit sedang dalam kondisi kacau saat ini.


".. Padahal aku baru saja dari sana, bagaimana bisa?! Jangan bilang kekacauan itu baru terjadi setelah aku pergi.."


Bersamaan saat Xiao Shuxiang memikirkannya, sebuah api biru kecil miliknya muncul tiba-tiba. Api ini melayang naik turun seakan-akan sedang memberitahunya sesuatu.


!


"Aku akan segera kembali,"


Xiao Shuxiang berjalan keluar meninggalkan ruangan, wajahnya terlihat serius, dia berjalan begitu terburu-buru.


"Kau bilang Huan Mei diculik? Dari mana kalian mendapat informasi ini?"


Api biru kecil milik Xiao Shuxiang merupakan api yang ditinggalkan pada Qi Xuan. Api tersebut mengatakan sebuah anak panah dengan surat melesat cepat dan meledakkan salah satu bangunan di Sekte Kupu-Kupu. Dalam surat itulah terdapat informasi tentang penculikan Huan Mei.


"Sebenarnya apa yang mereka inginkan? Jika yang diincar adalah aku, kenapa tidak langsung datang saja?! Aku dengan senang hati akan meledakkan jantung mereka,"


Setelah berada di belakang Balai Peristirahatan, Xiao Shuxiang mulai membentuk segel Cermin Pemindah miliknya. Dia bersama api biru kecilnya memasuki cermin tersebut yang langsung membawa mereka ke halaman depan Sekte Kupu-Kupu.


***

__ADS_1


__ADS_2