
Malam semakin larut dan pulau Pagoda Tingkat Seratus berada dalam kondisi yang kacau.
Suara ledakan sangat keras, bahkan sampai terdengar hingga ke pemukiman warga di pinggiran Danau Lotus.
Ledakan juga terjadi di udara dan membuat Jing Mi, Siu Yixin, serta Nie Shang yang sedang berjalan di pasar pinggiran danau tersentak dan langsung mengarahkan pandangan mereka ke satu titik.
Jing Mi sedikit menyipitkan matanya, "Sepertinya ada pertarungan.. Apa menurut kalian kita harus ke sana dan memeriksanya?"
Nie Shang, "Saudara Jing, pulau itu terlarang dan jaraknya juga jauh. Kau tenang saja, itu hanya pertarungan biasa antara Demonic Beast, mereka pasti sedang berebut wilayah kekuasaan."
"♬♪ Tidak perlu cemas, tidak perlu gelisah, ♪♩ dampak pertarungan itu tidak akan sampai kemari yo! ♬♪"
Jing Mi berkedip dan menatap aneh ke arah Siu Yixin. Sudah lama mereka bersama dan pemuda berpakaian meriah ini tidak pernah bicara dengan nada suara yang normal.
"Siu Yixin, kau kan sudah diajari Mo Huai untuk bicara biasa-biasa saja, harusnya praktekkan itu dan ganti pakaianmu. Kau sangat menyilaukan..!" Jing Mi sudah tidak kuat menahannya lebih lama.
"♬♪ Yo, yo! Jing Mi yang bongsor, berotot besar, tapi takut pada perempuan ♪♬ tidak ada pemuda, dengan penampilan paling meriah sepertiku! Ini namanya arti dari 'berani' yang sesungguhnya yo! Kau harusnya meniruku, yo! ♬♪"
Nie Shang berkedip dan menutupi mulutnya dengan kipas, dia memperhatikan perdebatan tidak berujung kedua pemuda di sampingnya ini.
Salah seorang pedagang yang dekat dengan Nie Shang mulai angkat suara. Dia mengatakan bahwa sebelumnya, datang sekelompok orang yang nekat pergi ke Ujung Sayap Malaikat meski telah dilarang.
Mendengarnya membuat Nie Shang tertarik untuk mengetahui hal itu lebih jauh.
Jing Mi dan Siu Yixin juga ikut mendengarkan. Mereka seperti lupa dengan suara ledakan di udara yang nyaris mirip bunga api itu.
Jauh di tempat mereka berada, tepatnya di asal suara ledakan tersebut--Xiao Shuxiang terus menghindari puing bangunan dan beberapa puing sengaja dirinya tendang ke arah Soleil.
Perkataan tidak tahu malunya pada Ling Qing Zhu beberapa waktu lalu ikut menyita perhatian Hu Li.
"Tuan Muda Xiao! Pernikahan tidak akan terjadi bila kita kehilangan nyawa di tempat ini. Anda fokuslah pada lawan terlebih dahulu."
Hu Li melesat dan seketika menerjang Meili Mao. Dia tidak akan memberikan kesempatan pada Demonic Beast Kucing itu untuk pulih kembali, dirinya merasa kehadiran Meili Mao memberikan mereka kesulitan terhadap kemenangan yang mereka perjuangkan.
Xiao Shuxiang mendengar ucapan Hu Li, namun kapan lagi dia bisa membahas mengenai pernikahannya kalau bukan sekarang, apalagi saat ini dia sedang dekat-dekarnya dengan Kucing Putih. Kesempatan yang sangat jelas akan sulit datang kembali.
"Aku fokus pada lawanku, Hu Li. Tapi aku butuh memastikan satu hal penting ini. Kucing Putih, berjanjilah kau akan menikahiku setelah kita pulang." Xiao Shuxiang serius dengan ucapannya, dia bahkan membuat Ling Qing Zhu berkedip.
"Kenapa mendesakku? Perhatikan saja langkahmu."
"Oh, ayolah..! Katakan saja kau setuju dan kapan aku mendesakmu?"
"…"
Ling Qing Zhu mengembuskan napas pelan. Ingin sekali dia menarik hidung Xiao Shuxiang atau mencekik leher Wali Pelindungnya ini supaya tersadar bahwa ucapan tadi sudah termasuk desakan. Untung saja dia bukanlah gadis yang pemarah.
"Kucing Putih, kau jangan pura-pura tidur. Ayo jawab aku,"
"Shuxiang.." pertama kalinya Ling Qing Zhu memanggil nama Wali Pelindungnya atau memang ini pertama kali didengar Xiao Shuxiang.
Ling Qing Zhu menatap wajah pemuda yang menggendongnya, ekspresinya tenang dan nada suaranya masih tetap dingin. ".. Aku memegang pedang. Apa sekarang kau mau mati?"
"Kau akan jadi janda bila membunuhku. Pegangan saja yang erat,"
!!
Xiao Shuxiang memunculkan Cermin Pemindah dan segera melesat ke dalamnya. Dia tiba di belakang Soleil yang tengah fokus bertukar serangan dengan Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi miliknya pada salah satu kaki dan menggunakannya untuk mengeluarkan Teknik Pernapasan Api yang mengarah langsung pada Soleil.
Ling Qing Zhu, "Kenapa kau tidak menurunkanku saja?"
__ADS_1
"Aku tidak punya waktu melakukannya."
"Mn, jangan bilang kau suka menggendongku?"
!!
Xiao Shuxiang nyaris terkena serangan karena mendengar pertanyaan dari Ling Qing Zhu barusan.
Dia menatap tak percaya ke arah gadis yang memperlihatkan wajah serta tatapan dingin tersebut dan segera melakukan bantahan, sayangnya Ling Qing Zhu juga tidak mau kalah.
"Aku tidak pernah suka menggendongmu, Kucing Putih. Ini saja aku sangat terpaksa, kau tidak lihat raut wajahku?!"
"Mn. Mencurigakan."
!!
"Kau cantik tapi menyebalkan. Aku jadi ingin mengigitmu."
"Lakukan jika kau mau mati."
Di sisi lain, Lan Guan Zhi sudah tidak mampu lagi seimbang dengan Soleil. Dia mengalami cukup banyak luka dan seakan hanya menjadi mainan oleh makhluk bersayap itu.
Hu Li sendiri telah berhasil memberi serangan mematikan pada Meili Mao.
Sejak awal, Demonic Beast tersebut sudah mengalami cidera parah akibat pertarungannya melawan kerja sama Lan Xiao dengan O Zhan, Lan Guan Zhi, termasuk Ling Qing Zhu.
Dan karena itu jugalah Hi Li berhasil membunuh Meili Mao. Dia lalu membantu Lan Guan Zhi melawan Soleil, namun hasilnya malah tidak seperti sebelumnya.
Xiao Shuxiang menyadari ini dan memutuskan untuk tidak melibatkan teman-temannya lagi. Dia menapakkan kakinya di salah satu puing dan lalu menatap sekilas ke arah Ling Qing Zhu.
"Aku akan berdebat denganmu lain kali, jadi sebaiknya kau istirahat." Xiao Shuxiang langsung memasukkan gadis yang digendongnya ke dalam Gelang Semesta tanpa menunggu respon.
Dia melesat cepat ke arah Lan Xiao yang membawa O Zhan, Ling Ya Bing, dan Xiao Qing Yan. Dirinya memasukkan mereka juga ke dalam Gelang Semesta sebelum melesat ke arah Lan Guan Zhi dan Hu Li.
Lan Guan Zhi bahkan telah menggunakan senjata dari pita dahinya, namun pusaka penyuci roh tersebut sama sekali tidak berguna. Serangan dari ayunan Shǎndiàn juga bagaikan petir kecil kala menyentuh sayap pemuda itu.
Soleil adalah lawan terkuat yang pernah dihadapi Lan Guan Zhi dan Hu Li. Kerja sama mereka bahkan tidak cukup untuk sebanding dengan pemuda bersayap itu, malahan justru merekalah yang seperti diserang habis-habisan.
!!
Lan Guan Zhi memuntahkan darah segar, dia sudah tidak sanggup melayang dan nyaris terjun bebas andai Xiao Shuxiang tidak segera meraih lengan kanannya.
"Lan Zhi..! Kau masih hidup, kan?" sebelah tangan Xiao Shuxiang merangkul pinggang teman baiknya, dia bisa melihat wajah pucat temannya.
"Mn.. Bagaimana denganmu?" Lan Guan Zhi berusaha menjawab dengan suaranya yang tenang. Tatapan matanya jelas mencemaskan kondisi Xiao Shuxiang.
"Aku baik-baik saja dan kau harusnya memikirkan dirimu sendiri. Kau benar-benar payah,"
"Mn.."
Penglihatan Lan Guan Zhi memburam, dia menahan sakit pada setiap tulangnya yang terasa seperti ditusuk ribuan jarum. Dirinya kembali memuntahkan darah dan ini membuat teman baiknya kembali terkejut.
Soleil mengerutkan sedikit keningnya saat menyaksikan bagaimana Xiao Shuxiang begitu mengkhawatirkan Lan Guan Zhi. Dia mendengus dan kemudian mengeluarkan puluhan pedang cahaya.
"Lan Zhi, kau sudah berusaha keras, jadi biarkan aku yang urus sisanya.." Xiao Shuxiang memasukkan teman baiknya ke dalam Gelang Semesta dan lalu memanggil Hu Li untuk lebih dekat.
Demonic Beast berwujud rubah itu terlihat tidak baik-baik saja, wajahnya juga kelihatan pucat dan dia seperti ikut menahan sakit. Bahkan tanpa memakan Pil Mata Dewa, Xiao Shuxiang bisa tahu bahwa Hu Li terkena Serbuk Malaikat.
"Tuan Muda Xiao.. Saya masih sanggup."
"Kau jangan memaksakan diri, aku tidak suka melihatnya." Xiao Shuxiang menepuk pundak Hu Li dan seketika pemuda itu masuk ke dalam Gelang Semestanya.
__ADS_1
Bersamaan dengan tubuh Hu Li menghilang, puluhan pedang itu melesat ke arah Xiao Shuxiang dan beberapa mengenai Demonic Beast yang dilawan Bocah Pengemis Gila.
!!
Pemuda bertongkat bambu itu sangat terkejut. Dia spontan mengusap-usap dadanya karena merasa jantungnya baru saja runtuh. Sungguh, serangan itu tidak diduganya sama sekali.
"Aku ingin pulang.. Aku sangat takut! Benar-benat takut! Tangan dan kakiku seperti nyaris terlepas, ini menakutkan!"
Wajah Bocah Pengemis Gila nampak buruk, dia menengadah ke langit dan melihat banyak titik cahaya yang dirinya yakini merupakan benda yang menghujami tempat bertarungnya ini.
Sekarang situasinya semakin memburuk. Dia sudah kerepotan mengurusi Demonic Beast yang jumlahnya tidak pernah habis dan kini dia harus membagi fokus untuk menghindari hujaman pedang.
"Sebenarnya berapa banyak anak-anak di tempat ini?! Bukankah sebelumnya mereka hanya berjumlah lima puluh?! Tapi kenapa-"
Bocah Pengemis Gila seketika membuka mulutnya lebar tanpa melanjutkan ucapannya kala menyaksikan bagaimana potongan tubuh anak yang dirinya bunuh menyatu dengan potongan tubuh anak lainnya.
Bocah Pengemis Gila kesulitan menelan ludah, tanpa disadari dia melangkah mudur sambil memeluk tongkat bambunya yang sudah sangat basah.
"Mereka semua tidak waras.. Bagaimana bisa ada jurus setan semacam itu..?! Gila..! Benar-benar gila..!"
Salah seorang anak perempuan melihat perubahannya dan tersenyum, "Kekuatan Meili Mao sekarang menyebar pada kami. Kau sudah tidak punya kesempatan hidup lagi,"
Mata anak itu terlihat berkilat dan dia nampak bersemangat. Dalam hitungan detik, dirinya melesat bersama rekan-rekannya dan menyerang Bocah Pengemis Gila secara liar.
!!
Setiap cakaran mereka ditangkis oleh tongkat bambu hitam. Beberapa di antara mereka terpaksa diberi pukulan mematikan oleh Bocah Pengemis Gila.
!?
Baru saja ingin mengeluh dan menggurutukan banyak hal, namun niatannya berhenti kala menyadari sesuatu baru saja terjatuh ke tanah dan membuat suara debaman yang amat keras.
"Shuxiang..!"
Bocah Pengemis Gila bergegas mendekati Xiao Shuxiang saat tahu bahwa yang terjatuh dan menghantam tanah barusan adalah teman baik Lan'Er Gege-nya.
"Shuxiang, apa kau melihat Lan'Er Gege? Di mana dia? Apa dia baik-baik saja?"
"Ohok, ohok! Sialan, aku yang baru saja terjatuh dan kau hanya memikirkan Lan Zhi. Kau bahkan tidak menanyakan kondisiku? Benar-benar kelewatan. Teman macam apa kau ini?!"
Xiao Shuxiang ingin sekali menjitak kepala dan menendang tulang ekor Bocah Pengemis Gila. Sayang sebelum itu terjadi, serangan kembali datang dari Soleil dan membuatnya harus bergerak menghindar.
Bocah Pengemis Gila juga melakukan hal yang sama, tetapi dia memberikan serangan balasan kepada Soleil dengan menggunakan Teknik Pernapasan Naga miliknya.
Serangan itu cukup besar dan benar-benar mencapai tempat di mana Soleil melayang. Dia menggunakan sayapnya untuk membungkus tubuhnya, namun yang terjadi justru sayapnya setengah terbakar.
Xiao Shuxiang baru sekali menarik napas dan dirinya kembali di serang oleh anak-anak di sekelilingnya. Dia kesal dan berulang kali merutuk sebab musuh tidak ada habisnya.
"Shuxiang, di mana Lan'Er Gege?" Bocah Pengemis Gila sepertinya tidak mendengar omelan Xiao Shuxiang, atau memang dia tidak peduli. Dirinya hanya ingin tahu kabar Lan Guan Zhi dan keberadaan Lan'Er Gege-nya itu.
Andai saja sekarang Xiao Shuxiang sedang tidak berhadapan dengan musuh yang merepotkan, mungkin sudah sejak tadi dia menyerang Bocah Pengemis Gila.
"Lan Zhi ada di tempat yang aman, kau jangan mengkhawatirkannya. Sebaiknya kau bantu aku dan jangan tahan kekuatanmu."
"Aku juga ingin pergi ke tempat yang aman, aku tidak mau melawan mereka lagi. Biarkan aku pergi.. Aku sangat takut..! Aku takut mati..!"
Rengekan Bocah Pengemis Gila membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas seolah dia menahan rasa kesalnya. Dia lalu mengatakan bahwa mereka benar-benar akan mati bila tidak segera menyelesaikan pertarungan ini.
Soleil yang sayapnya sudah tidak lagi di selimuti api perlahan terbang sedikit rendah. Dia menutup matanya sejenak, bersamaan saat tanah yang dipijak Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila mengeluarkan cahaya redup.
!!
__ADS_1
***