XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
348 - Menyegel Dua Gerbang Sekaligus


__ADS_3

Selain ketiga Gerbang Dunia yang tersisa, tempat yang ditampilkan di dalam cermin pemindah Xiao Shuxiang adalah lokasi-lokasi yang pernah kakinya pijak.


Salah satu contohnya adalah kediaman Kaisar Salju Putih, gambaran tentang istana tersebut nampak jelas pada cermin yang melayang di depan Xiao Shuxiang ini.


Dirinya dan Tianqi Mao bahkan bisa melihat para pangeran berlatih pedang melawan beberapa prajurit tangguh. Mereka berdua seakan menjadi pengawas dari dunia ini.


".. Akan sangat hebat bila kita juga mampu mendengar suara pertarungan dan perbincangan mereka,"


"Mungkin jika kufokuskan pada satu titik, kita bisa mendengar suaranya.."


Xiao Shuxiang mencoba berkonsentrasi, ini membuat sebagian besar cermin pemindahnya menghilang dan menyisakan sekitar sembilan cermin saja.


!


Tianqi Mao tersentak, dia mulai mendengar suara pertarungan dan beberapa suara lainnya yang seakan keluar dari kesembilan cermin di depannya ini.


Dirinya tidak bisa menyembunyikan kekaguman. Sebagai orang yang mengajari Xiao Shuxiang teknik Cermin Pemindah ini.. Tianqi Mao merasa sangat bangga.


"Jangan terlalu memujiku, tapi yaah.. Aku memang luar biasa,"


Senyuman Xiao Shuxiang masih mengembang di wajahnya, dia dan Tianqi Mao belum beranjak meninggalkan ruangan ini. Sepertinya mereka masih ingin melihat dan mengagumi jurus Cermin Pemindah.


...


Tidak ada yang saling bicara selama kurang lebih lima menit, sampai kemudian Xiao Shuxiang yang lebih dulu berucap.


"Aku akan pergi,"


"Hm? Ke mana?" Tianqi Mao menoleh, dia sedikit mendongak untuk bisa menatap wajah pemuda di sampingnya.


Xiao Shuxiang terus mengarahkan pandangannya ke cermin. Kelopak matanya sedikit bergerak dan secara bersamaan cermin di depannya mulai berganti dengan cermin pemindah yang lain.


Kali ini tampilan pada cermin tersebut adalah Gerbang Dunia yang berada di sebuah padang rumput hijau. Melihatnya membuat Tianqi Mao menebak ke mana Xiao Shuxiang akan pergi.


"Apa kau akan ke sana sekarang?"


"Aku harus menguji coba cermin ini. Aku merasa bisa melakukannya,"


"Kau tidak mau beristirahat lebih dulu?"


Selama dua minggu Xiao Shuxiang melakukan pelatihan tertutup yang menguras tenaga dan juga mentalnya, jadi sudah sewajarnya pemuda ini beristirahat dan mengumpulkan tenaga kembali.


".. Kau bisa melakukan uji coba pada cermin pemindahmu besok, sebaiknya kau beristirahat dan memulihkan tenagamu,"


"Tianqi Mao, kau seperti tidak mengenalku saja. Di Benua Tengah, aku mungkin bisa cepat kelelahan, tetapi tidak di benua ini. Dua minggu bahkan belum cukup untuk menguras 50 persen tenagaku.."


Xiao Shuxiang tahu benar batas dari tenaga dan mentalnya sendiri, dia yang paling mengerti dengan kondisi tubuhnya, dan saat ini dirinya masih sangat sanggup bahkan untuk bertarung habis-habisan.


".. Kalau begitu aku pergi dulu,"


Segera setelah mengatakannya, Cermin Pemindah Xiao Shuxiang membesar setinggi tubuh orang dewasa. Dalam satu tarikan napas, Koki Alkemis tersebut melesat masuk ke dalam Cermin Pemindah miliknya.


!


Kepergian Xiao Shuxiang tidak membuat kesembilan cermin pemindahnya menghilang, ini merupakan salah satu bentuk peningkatan yang kembali membuat Tianqi Mao berdecak kagum.


"Aku yakin lokasi gerbang dunia itu berada jauh dari sini, tetapi Shuxiang bisa tetap mempertahankan cermin miliknya di tempat ini adalah hal yang mengesankan. Di balik tingkah nakalnya, dia pemuda yang hebat,"


Tianqi Mao memperhatikan cermin di depannya, dia bisa melihat Xiao Shuxiang kini berada di depan Gerbang Dunia yang ketujuh. Selain itu, Tianqi Mao juga dapat mendengar suara kaki pemuda itu saat menginjak rumput beserta kibaran pakaiannya.


Tianqi Mao memperhatikan tampilan setiap cermin yang melayang di depannya. Pandangannya lalu mengarah pada salah satu cermin yang menampilkan suasana yang cukup membuatnya terganggu.


Sebenarnya, ada tiga cermin yang memiliki nuansa gelap. Pertama adalah cermin yang memperlihatkan Gunung Kaisar Hitam di Dunia Demon, dan yang kedua merupakan lokasi Gerbang Dunia kedelapan yang ada di Benua Barat.


?


Kening Tianqi Mao mengerut kala dia melihat tampilan pada cermin yang satunya. Tempat tersebut sangat gelap, namun tak berapa lama sebuah gelombang berwarna semerah darah melintas bak memotong kegelapan itu.


Saat Tianqi Mao fokus menatap cermin tersebut.. Samar-samar dia melihat gelombang lainnya, namun lebih tipis dan berwarna ungu pudar. Gelombang-gelombang itu semakin banyak dan nampak bagai kobaran api, namun dengan gerakan lambat.


"Tempat apa itu..?"


Tianqi Mao tidak bisa melihat apa-apa selain nuansa gelap dengan gelombang yang menurutnya sangat aneh. Dia berniat menanyakannya saat Xiao Shuxiang kembali.


*


*


Gerbang Dunia Ketujuh yang saat ini didatangi oleh Xiao Shuxiang seorang diri berada di wilayah Kekaisaran Langit Selatan-Benua Tengah.


Tempat tersebut adalah sebuah padang rumput luas di salah satu pulau buatan, Pulau Bunga Teratai.

__ADS_1


Sebenarnya, sulit untuk bisa mencapai tempat ini. Di Peta Benua Tengah pun.. Lokasi pulau ini di tandai sebagai titik yang tidak diketahui.


Pulau ini memiliki keistimewaan, yakni dapat menghilang begitu saja dan muncul tiba-tiba, namun di tempat yang berbeda. Lebih dari pada itu.. Medan untuk bisa mencapai pulau ini sangat sulit dilalui.


Beruntung karena dengan menggunakan jurus Cermin Pemindahnya yang telah berevolusi--Xiao Shuxiang tidak harus melewati berbagai macam tempat untuk bisa sampai kemari.


Sejauh mata memandang hanya ada padang rumput hijau selain sebuah gerbang setinggi 8 meter yang berdiri kokoh di depan Xiao Shuxiang. Hembusan angin yang cukup kencang membuat rumput-rumput tersebut nampak melambai-lambai sesuai dengan arah angin.


"Ini aneh..? Biasanya gerbang dunia selalu memiliki penjaga, sekarang malah tidak ada. Apa jangan-jangan gerbang ini palsu..? Tapi mana mungkin.."


Xiao Shuxiang bergelut dengan pikirannya sendiri, dia menyentuh gerbang di depannya dan jelas itu nyata. Kebingungannya lantas terjawab kala terdengar sebuah suara kepakan disertai dengan bayangan hitam yang seakan melintas di atasnya.


?!


Xiao Shuxiang mendongak, dia melihat seekor burung dengan sayap yang mengembang nampak membuat gerakan berputar di udara. Secara cepat hewan tersebut menukik turun dan membuat Xiao Shuxiang refleks melompat mundur untuk mengambil jarak.


!!


Kedua kaki hewan itu bertengger pada Gerbang Dunia Ketujuh. Dia mempunyai cakar yang kokoh dan tajam. Dari bawah ke atas--Dia nampak seperti burung yang perkasa.


Mata Xiao Shuxiang dan mata tajam burung tersebut saling berpandangan. Dari yang terlihat, burung itu memiliki tinggi sekitar sepuluh meter, bentangan kedua sayapnya tentu tidak seperti burung lain pada umumnya.


Bahkan saat menukik tadi, Xiao Shuxiang bisa merasakan seperti dihempas oleh angin yang kuat, untung saja dia masih dapat mempertahankan keseimbangan dan juga ketenangannya.


Hewan yang dia lihat ini memiliki bulu berwarna cokelat keemasan, berparuh bengkok namun nampak begitu tajam. Aura bagai penguasa langit benar-benar seakan terpancar di tubuh dan juga tatapan matanya.


Bagi burung besar itu--Xiao Shuxiang adalah makanan sekaligus penganggu di wilayah kekuasaannya. Dia baru ingin menyerang, namun niatannya terhenti kala melihat tubuh orang tersebut memancarkan kilatan cahaya yang aneh.


Kilatan tersebut sebenarnya bukan dibuat oleh Xiao Shuxiang, melainkan berasal dari Roh Phoenix yang ada pada punggungnya. Phoenix Api itu bereaksi dan menampakkan wujudnya di depan penjaga Gerbang Dunia Ketujuh.


Meski berbentuk roh, nyatanya burung Phoenix tersebut mampu mengeluarkan suara nyaring yang cukup jelas di telinga Xiao Shuxiang.


!!


Pemuda berambut panjang itu terkejut saat penjaga gerbang juga ikut mengeluarkan suara, burung tersebut seakan menyahut roh Phoenix Api miliknya.


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia bertanya-tanya apakah mungkin roh Phoenix-nya sedang bicara dengan burung besar yang ada di hadapannya. Dan itu memang benar, buktinya kedua burung itu saling menyahut satu sama lain.


Sekitar tiga menit mendengar suara hewan yang tidak Xiao Shuxiang mengerti.. Akhirnya burung besar yang bertengger di Gerbang Dunia Ketujuh perlahan mengubah ukuran tubuhnya menjadi kecil bersamaan dengan Roh Phoenix Api yang perlahan menghilang.


"Hm? Apa yang sebenarnya terjadi..?"


Penjaga Gerbang Dunia itu mulai mengepakkan sayapnya dan lalu terbang ke arah Xiao Shuxiang. Kedatangannya membuat pemuda berambut panjang itu tanpa sadar mengulurkan tangan kanannya.


"Sebenarnya apa yang kau bicarakan dengan Roh Phoenix Apiku, hm?" Xiao Shuxiang tanpa ragu mengusap pelan kepala burung yang bertengger di lengan kanannya. ".. Aku bisanya mengerti ucapan hewan, tetapi tidak dengan apa yang kau bicarakan dengannya,"


Apa pun yang dibahas oleh Roh Phoenix Apinya dengan burung elang ini--Itu pasti adalah hal yang baik sekaligus menguntungkan bagi Xiao Shuxiang.


Buktinya dia tidak harus bertarung untuk bisa menyegel kembali Gerbang Dunia. Bertenggernya burung elang di tangannya adalah sebagai bukti bahwa dia diizinkan melakukan segel pada Gerbang Dunia yang Ketujuh.


Xiao Shuxiang melangkahkan kakinya, dia menyegel gerbang seperti biasa dan kali ini tanpa hambatan apa pun.


Dirinya mengucapkan terima kasih dan meninggalkan sedikit tanaman herbal untuk burung elang tersebut.


Tianqi Mao yang berada di kediamannya menyaksikan semua kejadian yang dialami Xiao Shuxiang secara jelas.


Awalnya dia berpikir akan terjadi pertarungan, namun nyatanya itu tidak terjadi. Xiao Shuxiang pergi dalam keadaan selamat dan pulang dengan kondisi yang sama.


"Kau melihatnya kan? Menyegel Gerbang Dunia yang ketujuh nyatanya tidak sesulit yang sebelumnya. Aku tidak perlu menyamar apalagi bertarung dengan para Demonic Beast,"


Xiao Shuxiang tidak menyangka ini, dia mengembuskan napas lega dan kemudian berujar bahwa tinggal dua gerbang lagi yang perlu dirinya segel dan misinya dari Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan itu akan selesai.


"Jadi apa sekarang kau akan pergi lagi? Suasana di sekitar Gerbang Dunia yang ada di Benua Barat dan Benua Selatan nampak mencekam. Kemungkinan kondisimu tidak akan sama dengan yang sebelumnya,"


"Aku tahu itu, karenanya kau harus siap untuk membantuku andai sesuatu yang buruk terjadi." Xiao Shuxiang menepuk pelan kepala Tianqi Mao dan mulai mengibaskan pelan tangan kirinya.


Cermin pemindah miliknya mulai berganti dengan cermin yang lain. Dirinya lalu melesat masuk ke dalam cermin tersebut dan kemudian tiba di sebuah tempat kumuh yang ada di Benua Barat.


.


.


Suasananya amat sangat berbeda dengan ketiga benua yang sebelumnya pernah di datangi Xiao Shuxiang.


Di tempat ini, lingkungannya bagaikan malam dengan rintik-rintik hujan.


?!


"Uh, bau apa ini..?"


Bau yang dicium Xiao Shuxiang terlalu menyengat dan ini jelas bau asing yang pernah diciumnya.

__ADS_1


"Sebenarnya ini tempat apa? Lembah mayat? Reruntuhan kuno? Kenapa Gerbang Dunia harus ada di tempat buruk semacam ini?"


Sambil merutuki banyak hal, Xiao Shuxiang tetap menggerakkan kakinya. Dia seperti berjalan di lumpur, pakaian pemberian Tianqi Mao yang berwarna putih bahkan sampai basah dan juga kotor.


Samar-samar Xiao Shuxiang mendengar suara debaman, dia yakin sedang ada pertarungan saat ini, namun karena jarak antara dirinya dengan suara itu cukup jauh.. Dia nampak tak mempedulikannya.


Di kedua sisi Xiao Shuxiang terdapat bangunan-bangunan yang rusak, jelas tidak terawat dan tak berpenghuni. Dirinya bahkan beberapa kali menginjak puing-puing bangunan dan nyaris terpeleset.


Sama seperti di Benua Tengah, di tempat ini Xiao Shuxiang tidak bisa merasakan Qi. Namun dibandingkan dengan rasa penasarannya--Dia lebih memilih untuk menyelesaikan menyegel gerbang dan segera kembali.


!!


Kali ini Xiao Shuxiang mendengar suara teriakan, dia berhenti dan lalu menoleh ke belakang. Sekitar sepuluh meter dari tempatnya berdiri.. Xiao Shuxiang sedikit menyipitkan mata dan fokus pada persimpangan yang jauh di depannya.


Pendengaran dan tatapan matanya menajam, dia bisa mendengar suara gemerisik air yang seakan ada beberapa orang yang berlari.


Teriakan semakin jelas kala dirinya melihat beberapa orang melintas dengan pakaian berwarna putih.


Mereka adalah tiga orang anak yang nampak berusia 12 hingga 14 Tahun. Karena peningkatan jurus Cermin Pemindah, Xiao Shuxiang memperoleh kembali kemampuannya yang dapat melihat dalam gelap. Dia bisa tahu salah satu dari ketiga anak barusan itu adalah perempuan, namun dirinya tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


?!


Ada anak lain yang berlari di belakang ketiga anak itu, dia merupakan bocah laki-laki berusia sekitar 13 Tahun dengan rambut yang pendek. Di tangan anak itu terdapat sebuah senjata yang tidak dikenal Xiao Shuxiang.


Anak laki-laki itu berhenti di tengah persimpangan dan segera berbalik ke belakang.


Dia menggunakan senjata yang dibawanya dan hanya sekali serangan, percikan api melesat keluar dari ujung senjata tersebut disertai dengan terdengarnya sebuah suara keras.


Di pinggang kiri anak itu terselip sebuah pedang, namun yang terlihat dia seperti lebih ahli memakai senjata aneh yang dipegangnya.


Anak itu berlari menyusul teman-temannya dan nampaknya dia tidak menyadari sedang diperhatikan oleh Xiao Shuxiang.


"Anak tadi memegang senjata apa..? Bentuknya seperti balok kayu, tapi apa benar balok kayu..? Masalahnya mereka lari dari apa..?"


Xiao Shuxiang terlihat penasaran, namun seketika dirinya menggelengkan kepala, dia menepis rasa penasarannya. "Hmph, kenapa juga aku harus peduli. Masalahku saja sudah terlalu banyak, tidak ada alasan bagiku menambah masalah lagi.."


Xiao Shuxiang berbalik dan kembali berjalan ke arah Gerbang Dunia Kedelapan, namun baru beberapa langkah.. Dia mendengar suara aneh dari arah belakangnya.


Firasatnya memburuk, saat dia berbalik--Di persimpangan sebelumnya, tempat anak-anak tadi melintas--Xiao Shuxiang dapat melihat seseorang yang berjalan dengan langkah kaki yang aneh.


Kaki kanannya menghadap ke depan, tetapi kaki kirinya menghadap ke belakang. Kepalanya miring ke kiri dengan leher yang seperti habis ditebas.


!


Orang itu seperti laki-laki berusia sekitar 40 Tahunan, pakaiannya kotor, basah, dan penuh sobekan. Di bagian dahinya terdapat luka dan dari kulit wajahnya yang begitu pucat.. Xiao Shuxiang tahu bahwa orang tersebut adalah mayat hidup.


Xiao Shuxiang tanpa sadar menahan napas saat melihat mayat itu lewat begitu saja, dia mengembuskan napas lega karena merasa mayat tersebut tidak menyadari keberadaannya.


".. Kupikir tadi akan bahaya. Ya ampun, aku tidak pernah setegang ini sebelumnya. Sebaiknya cepat kuselesaikan tugasku dan segera pergi dari sini,"


Niat Xiao Shuxiang memang begitu, namun rekan mayat hidup tadi yang juga ikut berjalan di persimpangan malah masuk ke dalam lorong di mana Xiao Shuxiang berada. Mayat-mayat yang lainnya mengikut di belakangnya.


Mayat pertama yang sebelumnya Xiao Shuxiang lihat juga ikut berbalik dan menyusul teman-temannya.


Mereka memiliki warna mata layaknya ikan mati dengan wajah dan tubuh yang penuh luka mengerikan.


Suara kecipak air membuat Xiao Shuxiang sadar diikuti oleh bahaya. Dengan segera dirinya mengeluarkan Yīng xióng dari dalam Gelang Semesta miliknya.


"Bau di tempat ini benar-benar buruk, dan sekarang ada bangkai lagi yang datang padaku.."


Andai bisa memilih, Xiao Shuxiang lebih suka bau anyir darah dibandingkan dengan bau di tempat ini. Namun melakukan keluhan pun tidak ada gunanya, dia harus bertarung sekarang juga.


Xiao Shuxiang memejamkan mata sejenak sebelum detik selanjutnya dia menghilang dan muncul tepat di tengah kumpulan mayat dengan pedang yang terayun kuat.


BAAAM..!


Lima orang mayat terpental secara sekaligus dengan tiga di antaranya membentur dinding bangunan yang nampak terbuat dari batu bata.


Tubuh ketiga mayat itu hancur pada bagian punggung dan belakang kepala mereka, namun anehnya.. Mereka masih bisa bangun dan juga bergerak.


Tetapi itu hanya berlangsung selama tiga detik sampai mayat-mayat tersebut tumbang dan berubah menjadi tulang-belulang.


Xiao Shuxiang menyerang mayat yang lainnya, tidak adanya perlawanan dari mayat-mayat ini membuat serangannya mengenai sasaran dengan mudah. Apalagi dia menggunakan pedang pusakanya yang paling berbahaya.. Yīng xióng.


BAAAM..!


Sebenarnya yang menjadi pengganggu adalah jumlah mayat hidup ini yang tidak Xiao Shuxiang ketahui berapa. Tetapi mau sebanyak apa pun jumlah mereka.. Tidak ada rasa gentar yang nampak di wajah Wali Pelindung Ling Qing Zhu ini.


Dia terus menyerang tanpa peduli dengan bangunan yang ada di sekitarnya runtuh dan menimpa mayat-mayat itu. Suara keras dari pertarungannya bahkan sampai terdengar dalam jarak 15 meter.


Di tempat lain, keempat anak yang sebelumnya berlari dari mayat-mayat hidup itu nampak berhenti kala mendengar suara debaman keras.

__ADS_1


Mereka saling berpandangan dan lalu menoleh ke belakang.


***


__ADS_2