XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
165 - Hutan Bunga Pemakan Manusia [Revisi]


__ADS_3

PERHATIAN!


Episode mengandung adegan kekerasan yang tidak pantas ditiru, serta unsur BROMANCE selain alurnya yang begitu lambat. 'Penulis' sudah sering kali mengingatkan dan juga telah menulisnya di kolom komentar.


Jika tidak suka, silahkan berlalu dan cari cerita lain yang sesuai seleramu.


Boleh benci, tapi jangan Menganggu.


'Penulis' tidak pernah memberimu desakan membaca 'Karya' ini. Kamu bebas datang dan pergi dari lapak kami. Dan untukmu yang masih bertahan, terima kasih (⌒‿⌒)


Kiko enak tau!


-


*


*


*


Dai Chen dan Jing Mi berusaha membebaskan kedua temannya yang terbungkus kepompong, namun mereka dihadang oleh Sha Bao dan seekor monster ngengat yang sebagian tubuhnya adalah manusia.


"Saudara Xiao..?! Apa kalian baik-baik saja, jawab aku..!"


"Iya, kami baik-baik saja. Tapi.. Posisi ini terlalu.."


!!


Jing Mi dan teman-temannya langsung melihat ke arah kepompong panjang yang menggantung di atas mereka. Dai Chen bisa mendengar Xiao Shuxiang meminta Lan Guan Zhi mengubah posisinya menjadi duduk.


Kepompong yang semula berbentuk lonjong secara vertikal, perlahan berubah menjadi horizontal.


Di dalam kepompong, Xiao Shuxiang duduk bersila dengan tangan kanan menekan dadanya yang di serang tadi. Pedangnya entah sejak kapan berubah menjadi debu.


Lan Guan Zhi duduk di belakang Xiao Shuxiang, tangan kanannya memegang besi panjang yang dialiri Qi, membuat benang-benang tersebut tidak menyentuh mereka.


Siu Yixin dan Hu Li bertarung dengan monster ngengat, sementara Dai Chen dan Jing Mi menghadapi Sha Bao.


Masalahnya, Dai Chen dan Jing Mi tidak dapat fokus menyerang karena mendengar suara Xiao Shuxiang yang mengeluhkan kepompong tersebut sempit dan pengap.


"Saudara Xiao..? Apa kalian tidak dapat keluar dari sana?!"


"Saudara Jing, benang-benang ini lengket dan kuat, sulit dihancurkan..! Kami juga harus hati-hati dengan cairan asam yang ada..! Jangan khawatirkan kami..! Lan Zhi, apa kau kesakitan? Aku mungkin bisa-"


"Jangan bergerak,"


!!


Dai Chen dan Jing Mi saling berpandangan, keduanya sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi pada kedua teman mereka.


"Saudara Jing, awas..!"


Jing Mi segera menghindari serangan Sha Bao karena mendengar seruan Mo Huai. Dia berterima kasih pada temannya itu yang terlihat mengawasi pertarungan mereka sambil berlindung di belakang bebatuan gua.


TRAANG!


TRAANG!


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi bisa mendengar suara pertarungan teman-temannya. Kepompong yang membungkus mereka terlalu kuat dan jika Lan Guan Zhi menghentikan Qi miliknya, maka dia dan Xiao Shuxiang akan langsung meleleh terkena cairan asam berwarna putih keunguan tersebut.


Traang!


Baam!


Xiao Shuxiang merasakan ada racun di dalam tubuhnya, dia butuh waktu untuk menetralisir racun tersebut.


"Lan Zhi, kenapa kau menolongku lagi? Padahal aku bisa mengatasinya sendiri.." suara Xiao Shuxiang begitu pelan, namun Lan Guan Zhi bisa mendengarnya dengan sangat baik.


"…"


"Kau membuatku berhutang padamu.." Xiao Shuxiang hanya pernah sekali merasa takut pada orang lain, itu adalah saat Zhou Yuan menolong dan melindungi dirinya.


Traang!


Traang!


Hanya Zhou Yuan yang dapat menenangkannya saat lepas kendali, namun tetap saja.. Pada akhirnya, Zhou Yuan tewas di tangan Xiao Shuxiang.


"Lan Zhi.."


"Apa..?"


Telinga Dai Chen sedikit menangkap pembicaraan antara Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi. Dia memfokuskan serangannya melawan Sha Bao, namun pendengarannya begitu tajam ke arah kedua temannya yang ada di dalam kepompong tersebut.


"Kau tidak apa-apa jika terus kududuki begini..? Paha dan kakimu tidak sakit?"


"Pegal,"


"Kalau begitu biarkan aku duduk sendiri-"

__ADS_1


"Jangan bergerak,"


!!


BAAAM!


Dai Chen memberi pukulan keras pada Sha Bao yang nyawanya kini tersisa satu. Dia langsung mengeluarkan bentakannya pada Xiao Shuxiang.


"Apa Yang Kau Lakukan Pada Tuan Muda Lan Di Dalam Sana..?! Xiao Shuxiang..?!"


Jing Mi dan Hu Li tersentak mendengar bentakan Dai Chen. Xiao Shuxiang yang ada di dalam kepompong juga ikut tersentak, namun seketika dirinya menyadari sesuatu.


"Dai Chen adalah penggemar fanatik Lan Guan Zhi, Hm! Mm khe khe he.."


Xiao Shuxiang sambil menunggu tubuhnya menetralisir racun, dia berniat untuk mengerjai Dai Chen sekaligus membuat dirinya terhibur.


"Apa yang kulakukan? Kami tidak melakukan apapun di dalam sini, tapi kau baru saja memberiku pencerahan.."


!!


Dai Chen terkejut, dirinya mendadak tidak fokus. Dia terkena serangan Sha Bao yang membuatnya hampir menghantam dinding.


"Ukh, Xiao Shuxiang..?! Jika Kau Berani Menyentuh Tuan Muda Lan, Aku Akan Mematahkan Kakimu..!"


"Dai Chen, di dalam sini sempit. Aku tidak menyentuh Lan Zhi, hanya saja keadaan yang memaksa kami saling berdekatan. Apa aku harus menjelaskan sedekat apa kami di dalam sini..? Lan Guan Zhi merelakan bokongnya menempel pada benang lengket ini demi untuk melindungi bokongku, dia harus menahan pegal karena aku. Kasihan.. Aku akan merawatmu saat kita pulang nanti, kau mau kan?"


"Tidak,"


!!


Dai Chen mengepalkan erat kedua tangannya, "Ja-Jangan Bilang Kau Menduduki Tuan Muda Lan Saat Ini?!"


Sha Bao, monster ngengat, Jing Mi, Siu Yixin, dan Hu Li sama-sama mengarahkan pandangan mereka pada kepompong putih yang menggantung di atas mereka.


Bahkan Mo Huai dan pengawal Tianqi Mao menjulurkan kepala mereka dari tempat keduanya bersembunyi. Pembicaraan Xiao Shuxiang dan Dai Chen seperti menarik perhatian mereka.


"Memang itu yang terjadi. Kau tau, Lan Zhi sedang memelukku sekarang.."


"Tidak benar,"


"Tapi tanganmu ada di depanku, Lan Zhi.." Xiao Shuxiang begitu cerewet menjelaskan semua yang terjadi pada Dai Chen hingga membuat pertarungan teman-teman mereka terhenti.


".. Apa yang bisa kulakukan, Dai Chen? Terperangkap bersama kebanggaan Sekte Pedang Langit sekaligus pria paling tampan di Benua ini sangat menguji iman. Kami bahkan didukung keadaan, bagaimana sekarang..? Apa aku harus-"


"XIAO SHUXIANG?! Jika Kau Berani Menodai Tuan Muda Lan, Aku Pasti Akan Membuatmu Merasakan Kematian..!!"


Xiao Shuxiang terus melancarkan aksinya, membuat Dai Chen emosi hingga praktiknya naik dua tingkatan.


Lan Guan Zhi yang tidak tahan dengan kecerewetan Xiao Shuxiang memintanya untuk berhenti bicara. Dia sudah banyak mengeluarkan Qi untuk melindungi mereka, dan Xiao Shuxiang hanya terus membicarakan hal yang bukan-bukan tanpa membantu dirinya sama sekali.


"Lan Zhi, aku ini punya mulut. Tentu saja harus bicara. Jika tidak suka, kau coba saja bungkam Akh! Kau!"


"Berisik,"


!!


Dai Chen terkejut saat mendengar rintihan Xiao Shuxiang, dia semakin panik dan marah. Dirinya meminta temannya itu untuk segera keluar dari dalam kepompong.


"Aku Tahu Kau Dapat Keluar Dari Sana! Sebaiknya Cepat Turun Dan Terima Hukumanmu, Xiao Shuxiang!!"


Masalahnya, Xiao Shuxiang sama sekali tidak mendengarkannya. Dia malah mengomeli Lan Guan Zhi yang dengan berani mengigit telinganya dengan keras.


"Kau sangat keterlaluan, tidak kusangka kau ternyata orang seperti ini. Kau pikir Xiao Shuxiang takut padamu..? Aku juga bisa menggigit kalau mau..!"


!!


Dai Chen dan yang lain tidak lagi mendengar suara kedua teman mereka dari dalam kepompong. Kejadian tersebut membuat Dai Chen panik.


Dia segera melesat untuk menyerang kepompong tersebut namun Sha Bao menghentikannya. Pertarungan keduanya begitu sengit dan tanpa jeda sedikit pun.


Jing Mi, Siu Yixin, dan Hu Li juga kembali menyerang monster ngengat bersama-sama. Jing Mi berulang kali memanggil Xiao Shuxiang namun tetap tak ada jawaban.


"Saudara Xiao..?! Jika Kau Mendengarku, Cobalah Katakan Sesuatu..! Kami Khawatir Padamu..!"


"Yang perlu kau khawatirkan adalah dirimu sendiri..!" monster ngengat tersebut mengeluarkan ribuan benang putih halus dari mulutnya dan langsung menyerang Jing Mi.


!!


CRAASH!


Benang tersebut langsung terpotong menjadi lima, Jing Mi terkejut saat mengetahui bahwa yang memotong benang lengket tersebut adalah Xiao Shuxiang.


"Jika Saudara Xiao di sini, berarti.." Jing Mi menoleh ke atas, kepompong tersebut rusak parah. Bisa dipastikan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi telah keluar namun tidak mereka sadari.


Sha Bao sudah tidak dapat mengganti tubuhnya lagi, dia menggunakan sisa tenaganya untuk menciptakan badai pasir yang menghalangi pandangan lawan.


Sayangnya, dia tidak dapat lari karena di serang bersamaan oleh Dai Chen dan Lan Guan Zhi.


Rekan Sha Bao juga harus kehilangan nyawa. Dia mendapat bertubi-tubi serangan dari Xiao Shuxiang, Jing Mi, dan Siu Yixin.

__ADS_1


Tubuhnya yang telah terpotong-potong kecil bahkan tidak disisakan sama sekali. Dia dibakar oleh api rubah milik Hu Li.


Xiao Shuxiang menyarungkan pedangnya, pilar bawah bukanlah orang yang kuat namun mereka punya cara tidak biasa untuk dapat mempertahankan nyawa.


"Kita istirahat sebentar, lalu lanjutkan perjalanan." Xiao Shuxiang mengencangkan ikat rambutnya, dia mengosok pelan telinga kirinya sambil menatap kesal ke arah Lan Guan Zhi.


Setelah beristirahat selama lebih dua jam, Xiao Shuxiang dan teman-temannya kembali melanjutkan perjalanan.


Sepanjang jalan Xiao Shuxiang terus menggerutu, tak disangka Dai Chen benar-benar menghukum dirinya dengan tamparan keras di bokong.


"Dai Chen Sialan..! Tega sekali kau melakukan ini pada Xiao Shuxiang..! Bokongku ini masih perawan dan kau malah menamparnya begitu keras. Aduh, regenerasi tubuhku memang luar biasa, tapi kalau sakitnya di bokong entah kenapa belum hilang juga.. Haiih.."


Xiao Shuxiang terus mengusap-usap bokongnya sambil berjalan, entah di kehidupan pertama ataupun yang sekarang.. Bokong selalu menjadi titik terlemah yang dia .


Xiao Shuxiang dan teman-temannya kini sampai di depan hutan bunga raksasa. Pengawal Tianqi Mao menjadi pemandu mereka.


Xiao Shuxiang hendak melangkah di samping pelayan Tianqi Mao, begitu pun dengan Mo Huai. Sayangnya dia tidak sengaja terjatuh akibat tersandung akar liar.


"Ayo berdirilah," Xiao Shuxiang membantu Mo Huai, dia mendadak terkejut saat mendengar sesuatu.


CRAAACK!


!!


Xiao Shuxiang dan teman-temannya terkejut, pelayan Tianqi Mao yang berjalan lebih dulu di depan mereka kini telah kehilangan kepalanya.


Dai Chen meminta teman-temannya untuk mundur, wajahnya masih terkejut namun dirinya tetap berusaha menjelaskan apa yang dia lihat barusan.


Bahkan tanpa penjelasan Dai Chen, kejadian di depan mereka telah menjelaskan semuanya.


Bunga-bunga raksasa yang mereka lihat, bergerak turun dan melahap tubuh pengawal Tianqi Mao yang telah tewas karena kehilangan kepalanya. Sudah pasti ini hutan bunga pemakan makhluk hidup.


"♪♬Ini tidak benar. Bunga-bunga di sini tidak pernah bergerak, yo. Aku sangat yakin, karena aku sering melewatinya, yo♬♩"


"Aku juga baru melihat ini.."


Siu Yixin dan Hu Li tentu saja kebingungan. Mereka tahu hutan bunga raksasa di depan mereka hanyalah hutan biasa, kecuali jika GrandElder Scarlet Bayangan yang melakukannya.


"Sudah pasti itu penyebabnya. Sebaiknya kita pikirkan cara melewati hutan ini.."


Mo Huai lebih takut tidak dapat kembali pulang, sebab pengawal Tianqi Mao telah tewas dengan cara yang begitu mengenaskan. Namun, Xiao Shuxiang mengatakan prioritas utama mereka adalah Duan De.


".. setelah kakek janggut panjang selamat, kita akan pikirkan cara untuk bisa pulang."


Xiao Shuxiang dan teman-temannya cukup lama berpikir, hanya ada satu jalan dan mereka harus melewati hutan raksasa tersebut.


Lan Guan Zhi mencoba terbang, namun dia kembali turun saat tahu bahwa di atas mereka ada segel penghalang.


Cukup lama mereka berpikir, hingga seekor kera bertelinga enam menarik perhatian Dai Chen dan teman-temannya.


Demonic Beast tersebut dengan tenang melompat ke bekas darah pengawal Tianqi Mao. Tiga bunga raksasa menundukkan kepalanya hendak memangsa kera bertelinga enam tersebut.


!!


Xiao Shuxiang dan teman-temannya tersentak saat kera kecil itu mengangkat ekornya tinggi yang ternyata telah diberi bunga lebat pada ujungnya.


Bunga raksasa tersebut naik kembali, mereka tidak jadi memangsa kera kecil karena menganggap itu adalah tumbuhan, bukan makhluk hidup.


"Dia kera yang pintar, masalah terpecahkan." Xiao Shuxiang mengambil bunga besar yang tidak berbahaya di pinggir gua dan memberikannya pada teman-temannya.


"Saudara Xiao, kau yakin ini akan berhasil?" Jing Mi dan Mo Huai agak ragu, namun Xiao Shuxiang berkata akan mencobanya lebih dulu.


Tepat seperti yang diperkirakan, bunga-bunga raksasa tersebut menunduk namun langsung naik kembali karena merasa Xiao Shuxiang bukanlah makhluk hidup.


Lan Guan Zhi, Siu Yixin, dan Mo Huai mulai mengikuti Xiao Shuxiang, yang lainnya pun ikut dari belakang.


Perjalanan mereka dipenuhi dengan ketegangan, karena setiap kali mereka berjalan.. Maka bunga-bunga raksasa akan menunduk dan naik kembali.


Mo Huai terlihat gemetar, pandangan matanya terus mengarah pada bunga-bunga raksasa yang menunduk dan naik kembali, dia takut jika nasibnya sama seperti pengawal Tianqi Mao tadi.


Hanya saja, perasaannya yang terlalu cemas dan takut tersebut membuat Mo Huai tidak memperhatikan langkahnya hingga dirinya tersandung akar liar kembali.


"AAAAAH!"


!!


Xiao Shuxiang yang agak dekat dengan Mo Huai langsung melesat dan menendang bunga yang hendak memangsa temannya tersebut. Gerakan tiba-tiba ini memancing bunga raksasa lain untuk menyerang Xiao Shuxiang.


CRAASH!


Satu bunga berhasil Xiao Shuxiang tebas, dia terjatuh dan menimpa bunga yang digunakan Mo Huai sebagai penyamaran.


"Ambil ini dan cepat pergi," Xiao Shuxiang menyerahkan bunga miliknya sendiri dan kembali melesat menyerang bunga raksasa yang hendak memangsanya.


Dai Chen dan yang lainnya ingin membantu Xiao Shuxiang, namun mereka dihentikan oleh temannya itu dengan meminta mereka untuk melanjutkan perjalanan saja.


".. Kalian tunggu aku di pinggir hutan, aku akan segera menyelesaikan ini..! Percaya padaku, cepat pergilah..!" Xiao Shuxiang meninju salah satu bunga dan memberi tendangan pada bunga raksasa yang lain.


***

__ADS_1


__ADS_2