
Lui Me Tian beserta para penjaganya masih berdiri di tempat yang sama dengan pandangan mata mengarah pada jalan yang Xiao Shuxiang lewati tadi.
"Tetua, kenapa Anda membiarkannya begitu saja? Dia adalah manusia..!" salah satu penjaga berkata, "Kita harus membunuh manusia itu sekarang juga!"
"Jangan lakukan apa pun,"
"Tapi Tetua-!!"
Napas penjaga tersebut seperti tertahan saat mendapat tatapan tajam dari Lui Me Tian. Dia seketika menundukkan kepala dan meminta maaf pada tetuanya.
Kedua tangannya terkepal kuat, ini semua adalah salah dari manusia itu. Mereka merupakan makhluk suci, penghuni dari dunia ini. Bagaimana bisa manusia rendahan menginjakkan kakinya di dunia mereka. Tidak bisa diterima!
Para penjaga Lui Me Tian sepertinya masih anak baru yang bekerja di istana ini. Mereka tidak mengenal siapa Xiao Shuxiang yang sebenarnya.
Hanya penjaga dan pelayan yang sudah lama mengabdi pada Lui Me Tian yang mengenal Xiao Shuxiang.
Meski mereka sudah lama tidak melihatnya, namun nama itu seperti tertanam di dalam hati dan ingatan mereka.
!!
Lui Me Tian dan orang-orangnya tersentak saat melihat Xiao Shuxiang berjalan mendekat, kali ini rambutnya telah terikat rapi.
Xiao Shuxiang baru berhenti melangkah saat tiba di depan Lui Me Tian, dengan dingin dia berkata pada Lui Me Tian.
"Aku butuh dua puluh satu tawanan atau penjagamu,"
"Kau.. Mau melakukan apa..?"
"Siapkan mereka untukku, sekarang juga..!" Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Lui Me Tian dan malah memberinya perintah, matanya seperti menahan amarah.
"Tapi, bagaimana-ukh!"
Xiao Shuxiang kembali mencengkeram leher Lui Me Tian dan berkata, "Lakukan apa pun yang kuinginkan selagi aku masih memintanya baik-baik."
"Le-lepaskan tanganmu dulu..!"
Lui Me Tian memberi perintah pada para penjaganya setelah Xiao Shuxiang melepaskan cengkeraman pada lehernya.
Para penjaga sebenarnya marah dan kebingungan atas sikap tetua mereka yang sama sekali tidak melawan atas perlakuan manusia ini.
Setelah menyiapkan permintaan Xiao Shuxiang, ke-21 tawanan dibawa ke halaman depan istana.
Kedua tangan dan kaki tawanan ini nampak terikat, mulut serta mata mereka juga ditutup dengan kain. Mereka juga adalah Demonic Beast yang memiliki tubuh manusia hampir sempurna, hanya saja termasuk ras terendah.
Lui Me Tian dan para penjaga serta pelayannya menyaksikan saat Xiao Shuxiang menyeret satu persatu tawanan hingga jika di lihat dari atas.. Mereka seperti titik kecil yang membentuk lingkaran.
Demonic Beast kedua puluh satu atau yang terakhir.. Xiao Shuxiang letakkan di tengah-tengah sebagai titik pusat.
"Apa yang akan dia lakukan dengan para tawanan itu..?"
Penjaga Lui Me Tian merasa keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang, mereka bertanya-tanya di dalam hati.
!!
Lui Me Tian terkejut melihat Xiao Shuxiang muntah darah, dia baru memperhatikan bahwa wajah pemuda tersebut pucat dan sedikit membiru.
"Apa dia keracunan?!" Lui Me Tian ingin mengeluarkan suara, namun menatap Xiao Shuxiang yang sedang begitu serius membuatnya mengurungkan niat.
Xiao Shuxiang lagi-lagi melukai tangannya, dia menggambar lingkaran dengan darahnya sendiri mengelilingi satu persatu tawanan ini, sambil mengingat isi kitab tersebut.
"Tanah sebagai alas..
.. Dua puluh jantung hidup..
Satu sebagai wadah..
Dihubungkan dengan.. Lingkaran hidup dan mati.."
Xiao Shuxiang kembali muntah darah, racun di tubuhnya sangat sulit ternetralisir, berulang kali dirinya menggelengkan kepala pelan karena pandangan matanya semakin memburam.
Lui Me Tian terus memperhatikan Xiao Shuxiang yang kini membuat garisan dengan darahnya hingga ke tempat tawanan yang berlutut di tengah lingkaran.
"'Tanah sebagai alas, dua puluh bintang pemanggil, satu sebagai pusat, dihubungkan dengan rantai suci dalam lingkaran, bulan yang mengendalikan'.. Hanya sampai di sana tulisan yang ada di dalam kitab, aku bahkan tidak tahu apa artinya dan bagaimana lanjutan dari tulisan itu.."
Kitab Pengembali Jiwa adalah salah satu Kitab Pusaka Terlarang warisan dari leluhur Lui Me Tian. Jika berhasil memahami maksud dan melengkapi isi kitab tersebut.. Maka orang itu dapat membawa jiwa seseorang dari kematian dan menghidupkannya kembali.
Bayangkan bila orang yang dihidupkan itu adalah makhluk mengerikan. Apalagi bagi Dunia Demon, banyak leluhur yang kekuatannya adalah bencana.
".. Kitab itu sangat berbahaya. Untuk memahami maksud tulisannya butuh waktu yang panjang. Bahkan ada yang mencoba menggunakannya tanpa melengkapi isinya dan malah berakhir dengan kehilangan nyawa karena salah mengartikan kata di dalam kitab itu. Tapi dia … mungkinkah berhasil..?"
Liu Me Tian tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari apa yang dilakukan Xiao Shuxiang, orang-orangnya juga sama. Keheningan tercipta dan hanya deru napas Xiao Shuxiang serta suara saat dia terbatuk darah yang terdengar.
".. Darah menjadi penghubung
.. Otak sebagai pengendali..
.. Yang menyucikan dengan dua abadi.." Xiao Shuxiang akhirnya sampai pada kalimat terakhir yang dia buat sendiri. Jelas dirinya merombak isi Kitab Pengembali Jiwa dengan keinginannya.
Lui Me Tian dan beberapa Demonic Beast selama ini hanya fokus melengkapi isi kitab tersebut. Mereka pernah memikirkan untuk merombak isinya juga, namun tidak mereka lakukan karena menganggap itu sangat berisiko dan tidak mungkin berhasil.
__ADS_1
Menyerah sebelum mencoba dan takut mengambil risiko adalah hal yang tidak akan pernah Xiao Shuxiang lakukan.
Walau gagal berkali-kali, meski harus mengorbankan nyawa, dia tetap akan melakukan apa yang diinginkannya.
".. Aku tidak boleh berhenti. Lan Guan Zhi menunggu.."
Bukan tanpa alasan Xiao Shuxiang bersusah payah untuk menyelamatkan Lan Guan Zhi. Dia membutuhkan orang yang mampu menghentikan atau membunuhnya.
Benar..! Xiao Shuxiang butuh orang yang bisa menghentikan atau membunuhnya.
Pil yang pernah diberikan oleh Patriarch Ketiga dahulu dapat menghilangkan tiga akar dantiannya. Sejak saat itu, Xiao Shuxiang berusaha membuat kembali pil tersebut sekaligus menyempurnakannya.
Jika kekuatannya kembali, dia ingin ada orang yang bisa menghentikan dirinya. Semakin kuat Xiao Shuxiang, maka semakin besar keinginannya menghancurkan Benua ini.
Hal itu tidak dapat dihentikan, seakan Xiao Shuxiang tercipta memang untuk membawa kakacauan, seperti sebuah takdir yang telah ditetapkan padanya.
Dan demi mengubahnya, Xiao Shuxiang membutuhkan teman. Awalnya dia memilih Jing Mi karena merasa saudara seperguruannya tersebut bisa melakukannya, namun Jing Mi adalah tipe orang yang setia kawan.
Tindakan Jing Mi yang pernah menyelamatkan Yi Wen dan meninggalkan misi pemberian Xiao Shuxiang adalah bukti bahwa Jing Mi lebih mementingkan teman.
Xiao Shuxiang memilih Lan Guan Zhi karena pemuda tersebut hidup di sekte dengan 5000 aturan, selain itu dia juga memiliki jurus ciptaannya sendiri yang mampu membuat Xiao Shuxiang tidak dapat merasakan Qi.
Entah bagaimana cara kerja jurus tersebut, tetapi Xiao Shuxiang memang membutuhkannya. Dia berusaha hidup senormal mungkin, menuruti permintaan roh pedangnya dan saran dari Tianqi Mao untuk mencari sesuatu yang berharga bagi dirinya.
Namun tak menutup kemungkinan sesuatu yang berharga itu tidak bisa Xiao Shuxiang temukan, bahkan setelah semua akar Dantiannya lenyap dan kekuatannya pulih kembali.
".. Andai itu terjadi, aku tidak akan bisa mengendalikan diri. Xiao Shuxiang membutuhkanmu Lan Zhi.. Setidaknya untuk membunuh diriku.."
!!
Lui Me Tian dan orang-orangnya menyaksikan darah Xiao Shuxiang mulai bercahaya.. Membungkus ke dua puluh tawanan yang mengakibatkan mereka semua berteriak tertahan.
Tawanan terakhir yang berada di tengah terlihat gemetar, dia bisa mendengar suara rekan-rekannya yang jika penutup mulut mereka dilepas.. Kemungkinan suara teriakan tertahan tersebut akan sangat memilukan.
Tubuh ke-20 tawanan mulai berubah menjadi api kecil berawarna putih susu, nampak melayang-layang perlahan.
Xiao Shuxiang yang meletakkan tangannya di kepala tawanan terakhir menatap lurus ke depan. Seketika 20 api kecil tersebut melesat cepat dan masuk ke dalam tubuh tawanan terakhir.
!!
Xiao Shuxiang melepaskan kain yang menutup mulut tawanan ini hingga suara teriakannya begitu keras terdengar.
Tubuh tawanan itu terbakar hebat, butuh lima tarikan napas hingga dirinya berubah menjadi satu api kecil berwarna kuning keemasan.
!!
Xiao Shuxiang akhirnya berhasil, api kuning keemasan yang melayang di depannya adalah Dantian.
Dantian tersebut memiliki potongan jiwa Lan Guan Zhi. Hanya sebagian, berarti Lan Guan Zhi masih hidup sekarang.
Xiao Shuxiang mengulurkan tangannya, dia memasukkan api keemasan itu ke dalam Cincin Spasialnya dan kembali muntah darah.
Xiao Shuxiang kini mulai menenangkan dirinya, dia mengeluarkan Kitab Pengembali Jiwa dari balik pakaiannya dan menatapnya sejenak.
Berikutnya, Xiao Shuxiang membakar kitab tersebut dengan api biru miliknya. Para penjaga Lui Me Tian terkejut saat melihat tindakannnya ini.
"Tetua, manusia itu membakarnya..!"
"Aku sudah duga dia akan melakukannya," Lui Me Tian hanya terus memandangi Xiao Shuxiang yang masih berdiri tenang.
"Tetua, kita sudah melihatnya. Kali ini kita pasti bisa menghidupkan kembali Yang Mulia,"
"Itu mustahil, dia tidak akan membiarkan satu orang pun selamat setelah menyaksikan apa yang dilakukannya.."
"Tetua, apa maksud-"
Belum selesai ucapan salah satu penjaga Lui Me Tian, kepalanya tiba-tiba saja terlepas dari tubuhnya. Semua orang butuh waktu lama menyadari hal ini selain Lui Me Tian.
Satu persatu penjaga Lui Me Tian mulai kehilangan kepala. Xiao Shuxiang tidak peduli akan sesakit apa tubuhnya nanti, yang dia pikirkan sekarang adalah membunuh semua saksi.
CRAAASH!
Ini aneh, padahal sebelumnya para penjaga Lui Me Tian dapat menyadari arah serangan Xiao Shuxiang. Namun kini, hawa keberadaan manusia tersebut benar-benar menghilang.
"Xiao'Er?! Berhenti!!"
!!
Seorang penjaga merasa jantungnya berhenti berdetak, matanya terbelalak melihat telapak tangan kiri Xiao Shuxiang penuh darah merah kehitaman hampir mencengkeram lehernya andai tidak dihentikan dengan seruan Lui Me Tian.
"Apa yang kau lakukan? Setelah datang kemari dan membuat keributan, mengambil kitab itu lalu membakarnya, sekarang kau akan membantai orang-orangku?!"
Lui Me Tian menatap Xiao Shuxiang yang agak jauh dari dirinya, mata pemuda tersebut berwarna merah terang. Ada tiga garis merah di pipi kanan Xiao Shuxiang, jika diperhatikan lebih teliti.. kuku tangan kirinya jauh lebih panjang, tajam, dan berwarna hitam.
"Tidak ada yang boleh menjadi saksi."
Suara Xiao Shuxiang dingin, mengandung aura yang membuat siapapun bergidik merinding dengan detak jantung seakan berhenti.
"Lalu, kau juga ingin membunuhku?" Lui Me Tian walau terlihat tenang, namun sebenarnya dia menyembunyikan gemetar pada tubuhnya.
__ADS_1
Demonic Beast berusia 100.000 Tahun yang tidak pernah takut, menjadi gemetar hanya karena melihat tatapan mata dan wajah Xiao Shuxiang.
Lui Me Tian bisa melihat tingkat praktik pemuda di depannya beserta dantian berakar di dalam tubuh manusia tersebut.
Bukan hanya itu, Lui Me Tian juga tahu ada racun di dalam tubuh Xiao Shuxiang. Namun tetap saja, dia tidak yakin dapat membunuhnya. Bisa dikatakan, kelemahan terbesar Lui Me Tian adalah pemuda ini.
"Haah, kau ini.. Aku sudah memberikan darahku padamu, tapi masih meragukan aku juga. Kau sangat menyebalkan!"
Xiao Shuxiang menatap Lui Me Tian, dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah penjaga di depannya dan mencengkeram kuat leher penjaga tersebut sambil berkata bahwa hanya Lui Me Tian yang akan dia biarkan hidup.
"Shuxiang! Biar aku yang mengurus mereka, jangan bunuh orang-orangku. Apa kau masih tidak percaya padaku?"
Lui Me Tian berjalan menghampiri Xiao Shuxiang dan memintanya untuk melepaskan cengkeraman tangannya.
Warna mata Xiao Shuxiang mulai berubah, tiga garis di pipinya juga perlahan menghilang, bersamaan dengan kuku jari tangannya kembali ke bentuk semula.
Xiao Shuxiang melepaskan cengkeraman tangannya pada leher penjaga tersebut, membuat penjaga itu langsung berlutut sambil terbatuk beberapa kali.
"Baiklah, kuserahkan padamu.. Bibi,"
Cahaya putih langsung menyinari tubuh Xiao Shuxiang, detik berikutnya dirinya menghilang dan tidak lagi berada di Dunia Demon.
Lui Me Tian menghembuskan napas lega, "Anak itu.. Dia baru memanggilku 'Bibi' saat dia pergi. Dasar bocah nakal..!"
*
*
Xiao Shuxiang melihat Lan Xiao yang tidur di samping Lan Guan Zhi, dia melakukan tugasnya dengan baik.
Energi kehidupan Lan Xiao terus mengalir di tubuh Lan Guan Zhi, menjaga api jiwanya agar tidak padam. Xiao Shuxiang mengusap pelan kepala Harimau Bulan itu dan memujinya.
Ping Gou terlihat berjalan menghampiri Xiao Shuxiang, dia mengatakan tidak ada seorang pun yang datang kemari untuk mencari masalah.
"Beristirahatlah, Ping Gou. Kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik," Xiao Shuxiang mengusap kepala Ping Gou, dirinya lalu mengeluarkan api keemasaan yang dibawanya dari Dunia Demon.
Perlahan api itu melayang di atas perut Lan Guan Zhi dan masuk ke dalam tubuhnya. Butuh waktu sampai pemuda ini membuka mata, namun nyawanya sekarang sudah tidak terancam lagi.
"Lan Xiao, kau masih sanggup menjaganya, kan? Aku harus pergi dan mengurus sesuatu,"
Nyan!
Xiao Shuxiang menepuk pelan lengan Lan Guan Zhi dan lalu berjalan pergi. Racun di tubuhnya masih ada, tetapi sudah mulai berkurang. Meski demikian, tubuhnya terasa sakit sebab terlalu memaksakan diri.
Xiao Shuxiang menaiki pedang terbang dan segera melesat menuju Sekte Pedang Langit. Tempat itu benar-benar sangat berantakan.
Beberapa murid Senior yang baru pulang dari menjalankan misi sangat kaget menyaksikan kondisi sektenya. Dia segera menghampiri saudara seperguruannya dan memeriksa kondisinya.
?!
Xiao Shuxiang melihat Hun Fung terbaring dengan banyak percikan darah pada wajah dan pakaiannya, syukurlah temannya masih hidup.
Cahaya matahari mulai menampakkan sinarnya, bekas pertarungan dengan Sekte Pagoda Langit semakin terlihat jelas.
"Saudara Xiao..?!"
!
Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar seruan salah satu murid Sekte Bambu Perak, dia segera menghampiri murid tersebut yang ternyata sedang memeriksa kondisi Lan Gaozu.
"Apa Kakek Janggut Tebal mati?"
"Senior, kau jangan bicara begitu. Beliau masih hidup walau napasnya sangat lemah, aku sudah memberinya makan pil Napas Naga secara berkala, tetapi.."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, walau Pil Napas Naga miliknya hebat, namun bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Bahkan Pil Embun Malam yang termasuk pil penawar racun terbaik masih mempunyai kekurangan.
Selama seharian ini, murid-murid yang masih sanggup berjalan membantu rekannya dan membawa mereka untuk di istirahatkan di bawah salah satu pohon.
Xiao Shuxiang mulai meracik herbal dan membuat pil supaya dapat digunakan memulihkan kondisi para murid yang terluka.
GrandElder Sekte Pedang Langit harus kehilangan satu lengannya, tetapi setelah menelan pil buatan Xiao Shuxiang.. Hanya dalam tiga tarikan napas, lengannya tumbuh kembali.
"Kau sebaiknya jangan mengatakan khasiat pil buatanku pada siapapun. Kau mengerti, Kakek?!"
!!
Xiao Shuxiang tersentak dan berkedip beberapa kali saat Chun Bai Dao menepuk dan mengusap pelan kepalanya.
"Kau anak yang baik, terima kasih.."
"Tidak perlu berterima kasih, kau mengatakan aku 'Luar Biasa' sudah cukup sebagai ganti 'Terima Kasih'. Tapi, yaah.. Xiao Shuxiang juga tak butuh pujian, aku bisa memuji diriku sendiri.."
Chu Bai Dao tersenyum sambil menggeleng pelan, tidak dia sangka kultivator yang dijuluki 'Sang Bintang Penghancur' punya kepribadian yang unik seperti ini.
Chun Bai Dao dan Xiao Shuxiang baru tahu bahwa kelima Patriarch diculik saat salah satu murid memberitahu mereka. Mendengarnya membuat raut wajah Xiao Shuxiang berubah.
Sekte Pagoda Langit, gadis berambut panjang berwarna putih itu.. Dia pasti pelaku yang telah membuat Lan Guan Zhi gagal naik tingkatan praktik.
".. Dia penyebab dari rusaknya Dantian Lan Zhi hingga kawanku hampir kehilangan nyawanya. Sekte Pagoda Langit.. Akan kubayar hutang ini..!"
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, dia sudah bertekad akan membuat penyerang Sekte Pedang Langit merasakan hal yang sama bahkan lebih menyakitkan lagi.
***