
Tepat di tengah hari, keadaan di luar Sekte Kupu-Kupu begitu ramai oleh warga Kota Awan Dingin. Mereka begitu riuh ingin bertemu Xiao Shuxiang.
Sebenarnya, tidak hanya murid Sekte Kupu-Kupu yang menyebarkan berita kepulangan Sang Bintang Pelindung, tetapi juga Ping Gou dan teman-temannya.
Tidak ada yang bisa meragukan kecepatan tikus petir dalam menyebarkan informasi. Mereka begitu antusias. Bahkan tepat di sore hari, seluruh warga Tiga Kekaisaran sudah mendengar berita besar ini.
Yang paling bergerak cepat selain warga Kota Awan Dingin sendiri dan para warga di kota terdekat, juga ada para kultivator. Mereka menggunakan pedang terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi ke Sekte Kupu-Kupu.
Orang yang lebih dulu tiba adalah Alkemis Zhou Yan dan muridnya, Feng Ying. Melihat Xiao Shuxiang dalam keadaan baik membuat keduanya merasa senang.
"Tetua Tiga..!" Xiao Shuxiang juga ikut gembira karena bisa melihat putra dari seniornya walau wajah Patriarch Sekte Pedang Langit tersebut tertutup cadar tebal.
!!
Zhou Yan terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba melompat dan memeluknya gemas. Padahal dia awalnya menduga pemuda ini sudah semakin dewasa, tidak disangka masih begitu kekanakan.
"Apa kau tidak malu memelukku seperti ini? Harusnya kau tunjukkan wibawamu sedikit," Zhou Yan menepuk-nepuk pelan punggung Xiao Shuxiang. Ucapannya sama sekali tidak sesuai dengan tindakannya, dia jelas tidak menolak dipeluk oleh pemuda berpakaian serba hitam tersebut.
"Tetua Tiga, tidak ada yang memalukan dari memeluk guru sendiri. Aku sangat merindukanmu dan aku juga tahu kau merasakan hal yang sama. Ini sangat wajar, jadi kenapa harus malu.."
Xiao Shuxiang tahu betul bahwa Zhou Yan merupakan anak dari seniornya. Namun biar bagaimana pun, pemuda bercadar tebal ini tetap saja guru alkemisnya.
Setelah cukup lama melepas rindu dengan Alkemis Zhou Yan, kini giliran Feng Ying yang memeluk Xiao Shuxiang.
Dia selama ini terkenal sebagai Alkemis Muda Jenius yang hemat bicara. Terkadang dirinya memperlihatkan wajah datar dengan mata ikan mati, namun semua itu berbeda saat bersama Saudara Xiao-nya.
Orang selanjutnya yang tiba di Sekte Kupu-Kupu adalah Lai Kuan Ye dan putrinya, Lai Mian. Kedua orang berpakaian hitam itu merupakan kultivator yang berasal dari Aliran Hitam.
Xiao Shuxiang baru pertama kali melihat dengan jelas wajah dari putri pamannya. Lai Mian merupakan gadis cantik berkulit putih yang memiliki wajah polos bak tanpa noda. Dia bagai gadis baik-baik, tapi tidak jika dirinya berada di sebuah medan pertempuran.
Gadis cantik ini tidak akan pernah ragu mengayunkan pedangnya untuk menebas lawan, menjadikan mereka cincangan daging, termasuk mencongkel mata mereka dan menjadikannya koleksi.
Yaah.. Itu semua hanya di masa sebelum perang melawan Wyvern. Saat ini, para pendekar Ketiga Aliran berada di titik di mana mereka semua akur satu sama lain.
Xiao Shuxiang seperti sebelumnya, dia akan memeluk Lai Kuan Ye dengan begitu gembira.
Meski dirinya suka melampiaskan kekesalannya di Sekte Tengkorak Darah, namun pamannya ini tetap mau menerimanya.
"Kau sepertinya sudah melalui banyak hal, Xiao'Er.." Lai Kuan Ye mengusap-usap punggung pemuda yang memeluknya.
Di usianya yang sudah lebih dari seratus tahun, Lai Kuan Ye nampak seperti Kakek Tua yang penuh wibawa. Dia sebenarnya terkenal sebagai Tetua yang disiplin dan selalu berwajah serius, tapi bila dihadapan Xiao Shuxiang, dirinya tidak lebih seperti Tua Bangka biasa.
Xiao Shuxiang melepaskan pelukannya dan tersenyum ramah, "Hampir tiga tahun kita tidak bertemu, kau malah terlihat semakin muda, Paman.."
Lai Kuan Ye, "Benarkah..? Apa aku terlihat tampan setelah mencukur janggut dan kumisku?"
"Aah, jadi karena itu kau terlihat muda. Janda mana yang sedang kau incar, Paman? Katakan padaku.. Hm?" Xiao Shuxiang menaik-turunkan alisnya, dia jelas sedang menggoda Lai Kuan Ye.
Keakrabannya dengan Grand Elder Sekte Tengkorak Darah dapat dirasakan oleh Alkemis Zhou Yan, Feng Ying, dan para murid Sekte Kupu-Kupu yang ada di sekitarnya.
Lai Kuan Ye dan Zhou Yan dapat canggung bila saling berhadapan satu sama lain. Namun karena Xiao Shuxiang ada di antara mereka, suasananya bagaikan pertemuan anggota keluarga saja.
Xiao Shuxiang mengalihkan pandangannya pada Lai Mian. Meski sebelumnya dia memeluk Lai Kuan Ye begitu gembira, namun tentu dirinya tidak akan melakukan hal yang sama pada seorang gadis. Xiao Shuxiang hanya memberi hormat dan menanyakan kabar Lai Mian untuk sekadar basa-basi.
".. Terima kasih karena Nona sudah jauh-jauh datang kemari. Paman begitu menjaga Nona dengan sangat baik, buktinya Nona begitu cantik,"
Lai Mian tersenyum canggung, dia memang banyak mendengar tentang Xiao Shuxiang dari ayahnya, dan dirinya juga sudah melihat lukisan wajah pemuda ini. Namun rasanya benar-benar canggung, dia sudah banyak bertemu pemuda tampan, tetapi tidak pernah secanggung ini.
"Tu-Tuan Muda Xiao juga.. Sangat tampan. Lebih tampan daripada.. Ehm.. Di lukisan yang pernah kulihat," meski samar, namun kedua pipi Lai Mian nampak merona merah. Dia jelas sedang gugup karena ucapannya tadi.
"Lukisan? Apa aku seterkenal itu hingga harus memiliki lukisan? Tapi terima kasih pujiannya, itu sama sekali tidak perlu. Nona hanya akan membuatku besar kepala," Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya, dia meminta Lai Mian untuk bersikap biasa saja padanya dan tidak perlu terlalu gugup. Jujur saja, dia bisa mendengar suara suara detak jantung gadis ini yang begitu jelas.
Melihat Xiao Shuxiang berdiri dengan seorang gadis cantik di depannya--Membuat Yi Wen yang baru saja pulang dari istana Kaisar Matahari Tengah nampak berekspresi masam.
Sambil mengipaskan pelan rambut pendeknya, dia mulai berjalan ke arah Saudara Xiao-nya dan langsung merangkul lengan kanan saudaranya itu.
!!
Tindakan Yi Wen membuat tersentak semua orang, bahkan Xiao Shuxiang sendiri. Walau pada akhirnya Koki Alkemis ini bersikap seperti biasa setelah mengetahui yang merangkulnya adalah Yi Wen.
"Saudara Xiao~ kau tidak langsung mencariku.. Kau benar-benar keterlaluan~" cara bicara Yi Wen begitu manja dan ini membuat Xiao Shuxiang merinding sendiri. Apalagi lengan kanannya saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan karena bergesekan dengan dua bukit hangat.
"Yi Wen.. Kau membuat lenganku sekarat. Ayo lepaskan.."
"Tidak mau~ aku sangat merindukanmu, Saudaraku..!"
!
Tidak hanya merangkul lengan, Yi Wen bahkan langsung memeluk Xiao Shuxiang begitu erat tepat di hadapan semua orang. Ro Wei tidak sadar membuka mulut lebar karena melihat tingkah saudara seperguruannya ini.
Lai Mian dan Lai Kuan Ye terkejut, termasuk Alkemis Zhou Yan. Murid Sekte Kupu-Kupu yang memiliki usia lebih matang dan baru saja pulang juga nampak terkejut melihat Senior Wen mereka memeluk seorang pemuda.
Ada beberapa murid yang bahkan tersandung dan nyaris terjatuh kala menyaksikan ini. Mereka sangat tahu Yi Wen merupakan senior idola yang cantik dan bertubuh bagus.
__ADS_1
Dia memang terkenal kejam, namun tetap saja banyak murid Sekte Kupu-Kupu yang berusaha menarik perhatiannya.
Tidak sedikit dari mereka yang bermimpi memeluk Yi Wen dan merasakan sendiri bagaimana kehangatan ciptaan Tuhan tersebut. Tidak disangka, keberuntungan itu sedang berpihak pada pemuda yang memiliki wajah mempesona.
"Yi Wen, kau membuatku sesak. Ayo lepaskan pelukanmu, kawan.." Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung Yi Wen, wajahnya sama sekali tidak nampak bersemu merah, melainkan penuh rasa tidak nyaman karena dadanya bersentuhan dengan sesuatu yang lembut.
Cukup lama Yi Wen memeluk Xiao Shuxiang, saat melepaskan pelukannya pun.. Dirinya melirik ke arah Lai Mian. Tatapan matanya seakan memberi peringatan pada putri Lai Kuan Ye untuk tidak mendekati Saudara Xiao-nya.
Alkemis Zhou Yan menggeleng pelan melihat tingkah Yi Wen. Bila dipikirkan lagi, para murid Sekte Kupu-Kupu memang kumpulan orang-orang aneh, jadi ini sudah tidak terlalu mengejutkan.
"Senior..!"
Salah satu murid Sekte Kupu-Kupu berseru, dia nampak terengah-engah.
Saat berada di depan Ro Wei, dia pun mulai mengatakan bahwa di luar gerbang sekte kini dipenuhi banyak orang.
"Xiao'Er, ayo. Mereka semua ingin melihatmu.." Lai Kuan Ye menepuk pundak Xiao Shuxiang sambil tersenyum tipis.
Xiao Shuxiang menelan ludahnya dan kemudian mulai menarik napas. Dia tersenyum sambil mengangguk pelan.
Bersama dengan Lai Kuan Ye serta teman-temannya yang lain.. Dirinya pun berjalan ke arah gerbang Sekte Kupu-Kupu.
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu juga ikut, di belakang mereka ada Ao Fang serta para murid Sekte Kupu-Kupu yang lain.
?!
Xiao Shuxiang sedikit menyipitkan matanya kala berada tepat di depan pintu gerbang sekte. Dia menatap punggung seorang pemuda berpakaian hitam yang sedang duduk di atas dinding Sekte Kupu-Kupu sambil memegang tongkat bambunya.
Pemuda tersebut tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Dia benar-benar seperti hantu saja, padahal sebelumnya Xiao Shuxiang yakin sudah memastikan orang tersebut tidak bisa berjalan meski ikatannya dilepas.
Xiao Shuxiang melompat dan mendarat tepat di samping Bocah Pengemis Gila. Dia terkejut saat mendengar suara gemuruh para warga Kota Awan Dingin yang menyerukan namanya.
!!
"Itu Tuan Muda Xiao..!"
"Tuan Muda Xiao..!!"
Sulit mengetahui siapa saja yang berseru, tapi Xiao Shuxiang bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah orang-orang yang begitu gembira. Bocah Pengemis Gila yang berada di sampingnya bahkan sampai berdecak kagum.
"Kau sepertinya sangat terkenal di tempat ini. Apa saja yang sudah kau lakukan sampai mereka begitu antusias karena dirimu?" Bocah Pengemis Gila sedikit memperbaiki posisi duduknya, bokongnya masih perih karena ulah Xiao Shuxiang. Saat diseret dan diikat di tempat tidur tadi.. Pemuda ini memberikan tamparan keras pada bokong indahnya. Sungguh kelewatan!
Xiao Shuxiang tidak peduli dengan rintihan dan omelan Bocah Pengemis Gila, apalagi pertanyaan pemuda ini barusan. Dirinya sekarang sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
"Tuan Muda..!!"
Seruan banyak orang mengisi pikirannya. Xiao Shuxiang tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan, dirinya senang tetapi juga gugup.
Tidak hanya warga Kota Awan Dingin yang begitu senang akan kepulangannya, tetapi juga para pendekar dari Ketiga Aliran.
?!
Xiao Shuxiang tersadar saat seseorang menapak dan berdiri tepat di sampingnya. Pemuda tersebut tidak lain adalah sahabat terbaiknya, Lan Guan Zhi.
"Inikah orang-orang yang ingin kau bantai habis di masa lalu?"
!!
Wajah Lan Guan Zhi datar dan mengandung ketenangan, pertanyaannya barusan sama sekali tidak terdengar kesal apalagi dingin, namun itu semua sudah cukup membuat Xiao Shuxiang terkejut.
Dia memikirkan ucapan temannya. Orang-orang yang dirinya lihat bagaikan sisa-sisa dari betapa bodoh tindakannya di masa lalu. Andai dirinya tidak menarik pedang untuk melawan kultivator Tiga Aliran, mungkin sudah banyak kultivator hebat di Benua Timur.
"Kau tahu apa yang paling tidak mengenakkan dari penyesalan, Lan Zhi?" Xiao Shuxiang bertanya tanpa menoleh ke arah temannya, ".. Itu adalah rasa takut. Mereka menganggapku sebagai pahlawan, tapi mereka tidak tahu bahwa orang yang saat ini sedang dielu-elukan adalah penyebab dari mimpi terburuk mereka di masa lalu."
Xiao Shuxiang tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi orang-orang yang dilihatnya ini bila identitasnya sebagai Sang Bintang Penghancur terungkap.
".. Kau, Tetua Tiga, Patriarch Lan, Duan De, Saudara Jing, Dai Chen, bahkan ibu cantikku memang tidak mempermasalahkan identitas ini. Tapi aku tidak bisa mengharapkan hal yang sama pada mereka.."
Walau Xiao Shuxiang berujar pelan, namun Bocah Pengemis Gila dan Lan Guan Zhi mampu mendengarnya dengan baik. Mereka mengerti dengan jelas maksud dari pemuda ini.
Setiap manusia memiliki sifat berbeda-beda, jadi ada kemungkinan banyak orang yang sebelumnya mengidolakan Xiao Shuxiang menjadi sangat membencinya bila identitas masa lalu pemuda ini terungkap. Keduanya sangat mengerti itu.
Bocah Pengemis Gila berdiri, dia lalu mengatakan bahwa masa lalu menyedihkan itu sebaiknya tidak perlu diingat. ".. Kau sudah memperbaiki kesalahanmu. Bila mereka benar-benar tulus mengagumimu, tidak peduli seberapa buruknya kau di masa lalu--Mereka akan tetap menerimamu,"
"Bocah Pengemis Gila, kau mesum tapi kadang dapat bijak juga. Apa kau salah makan, huh?" Xiao Shuxiang menyenggol lengan Bocah Pengemis Gila hingga pemuda itu nyaris terjatuh. Untung saja dia dapat menyeimbangkan diri kembali.
Xiao Shuxiang lalu menoleh ke arah Lan Guan Zhi, ".. Kau adalah orang pertama yang mau menerima dan tetap ada di sampingku. Maaf karena aku dulu sering membuat masalah untukmu, dan terima kasih karena kau selalu bersamaku.."
Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang. Cara bicara temannya seperti sedang mengucapkan kata perpisahan, rasanya sama sekali tidak mencerminkan Xiao Shuxiang yang biasa.
"Kau pernah berkata sesama teman tidak harusnya mengucapkan 'maaf' dan 'terima kasih'. Jadi sebaiknya jangan katakan. Itu akan membuat jarak antara aku denganmu,"
"Lan Zhi.." Xiao Shuxiang tidak tahu harus berkata apa. Suara Lan Guan Zhi tenang, lembut, namun mengandung ketegasan membuat sesuatu dalam dirinya bersyukur bisa bereinkarnasi di kehidupan ini.
__ADS_1
"Shouxing.. Sepertinya aku memiliki teman baik di kehidupanku yang sekarang. Aku beruntung karena bisa berteman dengan orang sepertimu, kau sahabat terbaik."
!
Lan Guan Zhi tersentak saat Xiao Shuxiang tersenyum ke arahnya. Senyuman temannya ini tidak seperti yang biasa. Bahkan menurutnya, senyuman tersebut bisa meruntuhkan hati siapa pun yang melihatnya.
"Aku tahu. Aku memang baik," Lan Guan Zhi tersenyum samar, tetapi bagi Xiao Shuxiang.. Itu adalah senyuman tulus paling jelas yang pernah dirinya lihat. Dia merasa bangga karena menjadi orang yang menyaksikan hal langka ini dari sosok Lan Guan Zhi.
"Ahem!" Bocah Pengemis Gila berdeham, ".. Kalian berdua kalau sudah bersama seperti lupa betapa riuhnya dunia. Apa kalian selalu seperti ini? Kalian sebenarnya serasi, kenapa tidak menikah saja?"
"Kau mau mati?" Xiao Shuxiang menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila, ".. Kau bisa saja menikahkanku dengan Lan'Er, tapi lakukan itu di dalam mimpimu, dan itu pun kalau kau sudah tidak membutuhkan 'Masa Depanmu',"
Xiao Shuxiang menggelengkan kepalanya, dia tidak sanggup membayangkan dirinya dan Lan Guan Zhi mempunyai hubungan terlarang semacam itu.
Dia akui sering bertingkah nakal dan kadang menggoda Lan Guan Zhi, tetapi itu semua dia lakukan karena temannya tersebut adalah orang yang kaku, terlalu disiplin, dan minim ekspresi.
Caranya menggoda pun masih dalam batas kewajaran, tidak sampai ditingkat berbahaya seperti yang selalu Bocah Pengemis Gila lakukan dengan para pelanggannya. Xiao Shuxiang masih sangat waras.
Suasana riuh yang sempat dirinya lupakan mulai terdengar kembali. Xiao Shuxiang merasa akan butuh waktu lama untuk meladeni para warga dan pendekar yang ingin bertemu dengannya.
Melihat betapa antusianya mereka, dirinya merasa telah menemukan sesuatu yang berharga dan bisa dia sebut keluarga.
Apa yang dikatakan Bocah Pengemis Gila benar. Dia tidak harus mengingat masa lalu, dirinya hanya perlu menebus kesalahan dengan menjadi Xiao Shuxiang yang baru, meski itu bukanlah jalan yang mudah dilalui.
**
Murid Sekte Kupu-Kupu membantu Xiao Shuxiang mengatur pertemuannya dengan para warga serta pendekar.
Setiap lima kali sehari, sepuluh orang akan diizinkan masuk ke sekte dan bertemu Sang Koki Alkemis.
Xiao Shuxiang yang lebih dulu meraih tangan mereka untuk berjabat tangan, dia benar-benar seperti Tuan Rumah yang ramah.
Tidak ada kecanggungan, Xiao Shuxiang bisa membuat suasana penuh rasa kekeluargaan. Bila melihatnya, seseorang akan ragu pemuda mempesona tersebut merupakan kultivator yang paling suka meremas organ dalam lawan.
Qi Xuan, Huan Mei, dan Huan Fei juga datang. Mereka tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan karena akhirnya dapat bertemu Xiao Shuxiang setelah sekian lama.
".. Kakak Xiao, seperti apa kondisi di Benua Tengah? Aku hanya melihat di buku, tempat itu apa benar begitu luas? Kudengar juga, sulit bagi kultivator hidup di sana.." Huan Mei yang paling antusias bertanya pada Xiao Shuxiang. Matanya yang berbeda warna itu nampak sangat mengagumkan.
"Benua Tengah sangat luas. Itu adalah benua yang paling luas di antara benua lainnya. Memang sulit bagi kultivator merasakan Qi di tempat itu, tapi ada beberapa tempat juga dengan kepadatan Qi yang tinggi. Salah satunya adalah sekte tempat Kucing Putih tinggal,"
Xiao Shuxiang saat ini berada di dalam sebuah ruangan, Ling Qing Zhu nampak duduk di sampingnya. Dia tidak lupa memperkenalkan gadis cantik berambut putih ini pada orang-orang yang ingin bertemu dengannya.
Sebenarnya, Xiao Shuxiang-lah yang memaksa Ling Qing Zhu duduk di sampingnya. Jujur saja dia merasa tidak nyaman karena selama ini dirinya terkesan mengabaikan Kucing Putihnya, jadi yang dia lakukan sekarang semata-mata untuk menebus kesalahannya.
".. Kakak Xiao, apa kau dan Nona Ling akan menikah?" Huan Mei tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Xiao Shuxiang menatap gadis cantik berpakaian putih dengan corak teratai tersebut sebelum tersenyum tipis. "Entahlah.. Kalau Nona di sampingku ini mau. Bagaimana menurutmu?"
Huan Mei, "Kalian berdua cocok. Aku mendoakan kebahagianmu Kakak Xiao.."
"Tuan Muda Xiao dan Nona Ling memang terlihat serasi. Satunya pendiam dan satunya lagi terlalu aktif, ini bisa membuat Tuan dan Nona Muda saling melengkapi satu sama lain,"
"Aku juga setuju. Tuan Muda Xiao dapat belajar dari Nona Ling, begitu pun sebaliknya. Nona Ling akan menemukan hal baru yang jarang ditemukan di lingkungan Sekte Pagoda Langit,"
Dua orang warga berusia sekitar 50 Tahun juga ikut bersuara. Mereka bergurau dengan mengatakan Sekte Pagoda Langit tidak akan terasa membosankan bila ada Xiao Shuxiang. Tingkah nakal pemuda ini pasti dapat membuat para guru serta murid senior di sekte itu menjadi kewalahan.
Selain didampingi Kucing Putihnya--Di ruangan ini juga ada Lan Guan Zhi, Bocah Pengemis Gila, Yi Wen, Feng Ying, Zhou Yan, Lai Kuan Ye dan Lai Mian, serta perwakilan murid Sekte Kupu-Kupu.. Ao Fang dan ketiga seniornya.
Butuh waktu selama 17 hari bagi Xiao Shuxiang untuk meladeni orang-orang yang ingin bertemu dengannya. Tidak ada lagi yang dikatakan 5 kali sehari, semua itu sudah tidak berlaku entah sejak kapan.
Para warga selalu berdatangan, sebelum matahari terbit sampai bulan di malam hari tiba. Kondisi ini membuat Xiao Shuxiang bermaksud memulangkan Ling Qing Zhu.
Dia tidak ingin Kucing Putihnya terlalu lama di Benua Timur, Ling Lang Tian pasti akan khawatir. Karena itulahnya saat hanya tinggal Xiao Shuxiang dan teman-temannya.. Dirinya segera mengeluarkan sebuah Cermin Pemindah.
Yi Wen juga diminta untuk ikut bersama Ling Qing Zhu dengan alasan Hu Li, Jing Mi, Nie Shang, Siu Yixin, Hou Yong, Mo Huai, dan O Zhan belum mengetahui lokasi mereka saat ini. Hu Li dan yang lainnya pasti sangat cemas.
"Tunggu Saudaraku, bagaimana jika kami ingin bertemu denganmu?" Yi Wen bertanya sebelum melangkahkan kakinya ke dalan cermin.
"Kau cari saja Hu Li. Dia memiliki segel penanda dariku, dia tahu apa yang harus dilakukan dengan kertas yang kuberikan padanya.." Xiao Shuxiang belum bisa pergi sebab harus melakukan sesuatu terlebih dahulu.
Ling Qing Zhu mengerti maksud Wali Pelindungnya, dia berpesan agar Xiao Shuxiang bisa menjaga diri dengan baik. Dirinya lalu memasuki Cermin Pemindah tanpa ragu sedikit pun.
Saat Yi Wen dan Ling Qing Zhu tidak terlihat lagi--Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan Xiao Qing Yan dan Lan Xiao dari dalam Gelang Semestanya.
Harimau Bulan tersebut langsung melompat ke arah Xiao Shuxiang dan mengeluarkan suara gerutuan khas kucing kecil.
Lan Xiao dan Xiao Qing Yan jelas sedang kesal sebab baru sekarang mereka dikeluarkan. Keduanya bahkan sempat berpikir benar-benar telah dilupakan.
"Tidak perlu semasam itu. Sudah saatnya pergi ke Benua Selatan dan menyelesaikan misi ini,"
!!
***
__ADS_1