XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
187 - Nie Shang


__ADS_3

Suara derak roda tiga kereta kayu menemani perjalanan Xiao Shuxiang dalam mengawal Nie Shang ke Kota Serbuk Bulan, Kekaisaran Matahari Tengah.


Ada lima Pendekar Walet Pelindung selain Xiao Shuxiang, tiga diantara mereka adalah pendekar kelas 1.


Nie Shang berada di salah satu kereta bersama dengan dua orang pelayannya dan Hu Li yang berubah menjadi rubah kecil seukuran kucing dewasa. Sepanjang jalan, Nie Shang banyak bicara dengan Xiao Shuxiang yang duduk di atap keretanya.


Mereka membahas hal-hal sepele termasuk beberapa kali bercanda. Lima orang pendekar Walet Pelindung merasa Xiao Shuxiang adalah kultivator yang menarik.


Pertama kali kelimanya bertemu dengan kultivator yang suka bicara dan sangat pandai memasak.


Benar, setiap kali mereka beristirahat.. Xiao Shuxiang akan mengeluarkan alat dan bahan masakannya dari dalam Cincin Spasial.


Keahlian memasak Xiao Shuxiang sudah berada di tingkat yang tinggi, bahkan jika bukan kapasitas perut para pendekar Walet Pelindung, Nie Shang, dan para pelayan, serta kusirnya terbatas.. Mungkin mereka tidak akan bisa berhenti memakan masakan Xiao Shuxiang.


Setelah cukup beristirahat dan memberi makan kuda, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Waktu yang ditempuh untuk sampai ke Kota Serbuk Bulan adalah 15 hari, sekarang masih hari kelima dan kereta Nie Shang sudah di serang sebanyak 2 kali.


Beruntung Xiao Shuxiang dan kelima Pendekar Walet Pelindung dapat bergerak cepat, sehingga kusir, kuda, dan Nie Shang sendiri tidak terluka.


Orang yang mencoba merampok Nie Shang hanyalah pendekar biasa dan bukan kultivator, sehingga Hu Li tidak turut membantu, bahkan Xiao Shuxiang tidak mengeluarkan banyak tenaga sebab kelima pendekar Walet Pelindung merupakan orang-orang yang pandai berpedang.


Mereka juga beberapa kali bertemu dengan kultivator Sekte Tengkorak Darah. Awalnya, para kultivator tersebut ingin mencari masalah dengan kelima Pendekar Walet Pelindung dan Nie Shang, namun niatan mereka terhenti saat melihat Xiao Shuxiang.


Bahkan 4 kultivator yang diam-diam mengikuti Nie Shang dari belakang, tak berani menyerang karena ada Xiao Shuxiang.


Tidak adanya pedang yang terselip di pinggang pemuda tersebut membuatnya merasa Xiao Shuxiang begitu percaya diri dengan kekuatannya tanpa harus mengandalkan senjata.


Walau 3 orang dari mereka memiliki praktik di Forging Qi tingkat 16 atau Master Foundation Tingkat Emas Kuning, namun mereka tidak mau gegabah.


".. Kita awasi mereka dulu sebelum mengambil tindakan,"


Salah satu diantara mereka mengeluarkan pendapatnya yang langsung disetujui oleh ketiga pemuda lainnya.


Keempat kultivator ini berasal dari Sekte Kelabang Api, salah satu sekte menengah Aliran Hitam. Mereka memiliki misi mengganggu perjalanan Nie Shang dan jika memungkinkan membunuhnya.


Namun, misi mereka sepertinya akan sangat sulit setelah menyaksikan gerakan bertarung Xiao Shuxiang saat menghadapi tiga ekor Demonic Beast berwujud Anjing Bertanduk Rusa yang ukuran tubuhnya sebesar sapi dewasa.


Xiao Shuxiang melempar rumput yang dilumuri oleh racun dan dialiri Qi miliknya pada ketiga Demonic Beast tersebut hingga dalam hitungan satu tarikan napas.. Anjing Bertanduk Rusa langsung terjatuh dan seketika menjadi gumpalan daging membusuk.


Apa yang dilakukan Xiao Shuxiang membuat siapa pun orang yang melihatnya menahan napas dan sulit menelan ludah.


Bahkan pandangan kelima Pendekar dan kusir Nie Shang mulai berubah pada pemuda ini, mereka.. Entah mengapa merasa takut.


"Ayo lanjutkan perjalanan lagi,"


Xiao Shuxiang seakan tidak sadar dengan apa yang baru saja dilakukannya. Nie Shang sedikit gugup untuk bertanya pada Xiao Shuxiang tentang cara temannya membunuh tiga Demonic Beast tersebut.


".. A-apa kau menggunakan racun, Saudara Xiao?"


"Begitulah.. Aku yang membuatnya sendiri. Hanya saja tidak bisa selalu digunakan karena cara membuatnya terlalu sulit," Xiao Shuxiang dengan enteng mengatakan hanya membawa setengah pot kecil racun buatannya.


Nie Shang hampir tersedak napasnya sendiri. Apa temannya ini tidak tahu betapa mengerikannya racun tersebut?!


".. Dia bisa membantai sebuah desa hanya dengan racun miliknya,"


Kelima Pendekar Walet Pelindung butuh waktu selama lima hari untuk terbiasa dengan setiap tindakan Xiao Shuxiang yang menurut mereka mengerikan.


Apalagi, ketika kereta Nie Shang kembali di serang.. Xiao Shuxiang tidak memberi kesempatan kelima pendekar untuk unjuk gigi, dia mengalahkan semua musuh dengan cara yang terbilang kejam.


Seperti saat ini, Xiao Shuxiang mengeluarkan hati dan jantung lawannya lalu memasukkannya ke dalam sebuah guci berukuran sedang. Dia kemudian menyimpan guci tersebut ke dalam Cincin Spasialnya.


Jantung dan hati yang dikumpulkan Xiao Shuxiang tidak lain adalah sebagai bahan eksperimen miliknya, dia berniat mengumpulkan lebih banyak sambil terus mengawal Nie Shang ke Kota Serbuk Bulan.


Xiao Shuxiang sebenarnya sadar sedang diikuti, tetapi dia tak berminat memergoki mereka. Biarkan para kultivator yang bersembunyi tersebut menampakkan batang hidungnya lebih dahulu.


Keempat kultivator Sekte Kelabang Api memutuskan untuk membatalkan misi mereka saat Nie Shang dan orang-orangnya berada di pintu gerbang Kota Serbuk Bulan. Mereka tidak mau mencari masalah dengan kultivator ahli racun seperti Xiao Shuxiang.


Nie Shang akhirnya bisa bernapa lega, syukurlah nyawanya masih ada dan seserahannya pun tetap lengkap. Dia bersyukur karena mendapat pengawal-pengawal yang kuat.


Kota Serbuk Bulan rupanya jauh lebih besar dan padat dari Kota Embun Bunga tempat tinggal Tianqi Mao.


Rumah yang akan mereka datangi adalah rumah saudagar terkaya di kota ini, Lien Fu Gui.


Kediaman Lien Fu Gui begitu luas, terdiri dari satu bangunan utama, tiga buah gudang penyimpanan, dua bangunan khusus para tamu, dan sebuah halaman belakang yang luas disertai kolam ikan.


Sambutan Lien Fu Gui serta anggota keluarganya begitu ramah pada Nie Shang dan yang lainnya. Mereka diajak untuk beristirahat dan membersihkan diri sebelum makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga Lien Fu Gui.


Putri Lien Fu Gui adalah seorang gadis muda berusia 20 Tahun, dia memakai kain cadar tebal berwarna hijau muda, senada dengan pakaiannya.


Gadis ini bernama Lien Ganqing, putri tertua Lien Fu Gui. Pandangan matanya selalu tertunduk, Xiao Shuxiang yakin gadis di depannya terlalu pemalu untuk menatap Nie Shang.


".. Aku rasa.. Dia tidak suka melihat wajahmu, Saudara Nie.." bisik pelan Xiao Shuxiang sambil menyenggol pelan Nie Shang, jelas sekali dirinya sedang menggoda temannya ini.


Nie Shang ingin sekali protes dengan ucapan Xiao Shuxiang tadi, namun dia berusaha menahan diri.


Dirinya lalu mengikuti Lien Fu Gui sambil sesekali berbicara pada calon ayah mertuanya.


Di belakang mereka, nampak berjalan lima Pendekar Walet Pelindung dan dua orang pelayan Nie Shang. Xiao Shuxiang melihat ketiga kusir menurunkan semua barang-barang bawaan Nie Shang dibantu oleh beberapa penjaga Lien Fu Gui.


Hu Li bermaksud untuk melompat turun dari kereta, namun dia berhenti saat melihat tatapan mata Xiao Shuxiang yang seakan memintanya tetap tinggal di dalam kereta tersebut.


"Saudara Xiao..?"

__ADS_1


Xiao Shuxiang segera menyusul Nie Shang saat mendengar panggilan dari temannya. Sepanjang jalan, dia terus memperhatikan Lien Ganqing dari atas sampai bawah.


".. Dia terlalu pendiam.." Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia berharap gadis ini bisa sedikit lebih cerewet setelah menikah dengan temannya nanti. Namun sepertinya itu tidak dibutuhkan.


Xiao Shuxiang berada di satu ruangan bersama kelima pendekar Walet Pelindung, sementara Nie Shang ada di ruangan lain. Meski demikian, Xiao Shuxiang akan selalu menyelinap ke kamar Nie Shang untuk menjaganya.


Kelima pendekar Walet Pelindung tidak mampu menghilangkan hawa keberadaan mereka seperti yang dilakukan Xiao Shuxiang, karena itulah misi menjaga Nie Shang secara diam-diam dipercayakan pada dirinya.


Tidak ada hal mencurigakan yang ditemukan Xiao Shuxiang saat mengintip Nie Shang dari atap menggunakan pil Mata Dewanya. Namun Xiao Shuxiang tetap tinggal dan terus mengawasi temannya itu.


Dia baru berhenti setelah salah satu pelayan Lien Fu Gui meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan Nie Shang dan memberi kabar bahwa pemuda tersebut diundang makan malam bersama.


Pelayan tersebut juga memanggil kelima pendekar Walet Pelindung, dia sempat mencari keberadaan Xiao Shuxiang.. Namun dirinya langsung dikejutkan saat orang yang dicarinya tiba-tiba muncul tepat di belakangnya.


Salah satu kebiasaan aneh Xiao Shuxiang adalah memperhatikan dengan teliti setiap makanan yang dihidangkan di depannya, dia bahkan mencoba lebih dulu makanan milik Nie Shang dan kelima pendekar Walet Pelindung karena khawatir ada racun di dalamnya.


Tidak ada yang tahu seperti apa hati manusia. Dikehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang selalu bermasalah dengan makanan beracun, dan dirinya tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.


Meski tindakan Xiao Shuxiang terbilang kurang sopan, namun Lien Fu Gui dapat memakluminya. Menurutnya, pemuda berusia muda di depannya ini melakukan pekerjaannya dengan baik.


Raut wajah Lien Fu Gui sedikit berubah saat menoleh ke arah putrinya, gadis tersebut seperti menahan gemetar dan berusaha untuk tetap terlihat tenang.


Lien Fu Gui kesulitan menelan ludah, titik keringat terbentuk di keningnya, dia meremas tangan kirinya dan mulai makan kembali.


Dalam hati dirinya berharap agar Nie Shang, Xiao Shuxiang, dan kelima Pendekar Walet Pelindung segera selesai makan.


Lien Fu Gui dan keluarganya sebenarnya menyembunyikan sesuatu dari Nie Shang, itu adalah penyakit aneh Lien Ganqing.


Selama tiga tahun belakangan ini, porsi makan putrinya meningkat sepuluh kali lipat entah kenapa.


Sudah banyak tabib yang memeriksa Lien Ganqing, namun mereka tidak menemukan keanehan apapun di dalam tubuhnya.


Anehnya, meski Lien Ganqing telah menghabiskan makanan yang harusnya cukup untuk mengisi perut seratus orang.. Dirinya masih saja lapar.


Lien Fu Gui akhirnya bisa bernapas lega saat Nie Shang dan kelima Pendekar Walet Pelindung telah menyelesaikan makan mereka, namun dirinya dalam hati menggertakkan gigi saat melihat Xiao Shuxiang begitu lambat menguyah.


Ingin sekali Lien Fu Gui berteriak, pemuda tersebut seperti mempermainkan dirinya. Kasihan putrinya, dia harus menahan diri untuk tidak pergi dari tempat ini karena akan dianggap kurang sopan.


Lien Ganqing menatap Xiao Shuxiang dengan aneh, apa yang dia pikirkan tidak sama dengan ayahnya.


?!


Xiao Shuxiang menyadari dirinya dipandangi, dia lalu menoleh dan tersenyum ramah ke arah Lien Ganqing.


".. Ini makanan yang enak, apa Anda yang memaksaknya? Nona Cantik,"


Yang menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang adalah Lien Fu Gui, dia mengatakan memang putrinya yang memasak sebagian dari makan malam mereka. Ucapan Xiao Shuxiang berikutnya membuat semua orang yang ada di ruangan ini tersentak dan keheranan.


Sebelum Lien Fu Gui, Nie Shang, atau orang lain menyela dan memprotes perkataannya.. Xiao Shuxiang segera melukai telapak tangan kirinya dengan sumpit hingga berdarah.


!!


Tindakan Xiao Shuxiang mengejutkan semua orang, dan detik itu juga Lien Ganqing melesat cepat ke mejanya yang membuat dirinya refleks melompat ke belakang.


BAAM!


Kelima Pendekar Walet Pelindung segera menarik pedang mereka dan melindungi Nie Shang. Para pengawal Lien Fu Gui juga berdiri di depan dirinya, istrinya, dan anak laki-lakinya. Mereka terlalu terkejut sampai-sampai tidak dapat mengeluarkan suara apapun.


Lien Ganqing berniat mengambil darah Xiao Shuxiang yang menetes di atas cawan nasi, namun pemuda tersebut langsung menyerang dirinya dan membakar cawan tersebut dengan api birunya.


"A-apa yang sebenarnya terjadi de-dengan putriku?" Lien Fu Gui kini dapat bersuara, dia memperhatikan Xiao Shuxiang yang sedang bertukar serangan dengan Lien Ganqing.


BAAM!


Lien Ganqing menghantam salah satu meja duduk akibat terkena tendangan Xiao Shuxiang. Dirinya mengepalkan kedua tangan dan kembali menyerang pemuda tersebut.


"Nona, kenapa kau tidak memperlihatkan wujudmu yang sebenarnya, heh?! Kau bisa menipu semua orang, kecuali aku.."


Xiao Shuxiang sambil menangkis serangan Lien Ganqing menjelaskan pada semua yang ada di ruangan ini bahwa Lien Ganqing bukanlah putri asli Lien Fu Gui.


".. Sejak awal aku melihatnya, Nona ini terlalu pemalu dan bahkan tidak menyapa calon suaminya. Bagiku, seorang monster siluman dapat dibedakan dari suara dan baunya.."


BAAM!


".. Tapi putrimu memiliki bau manusia dan darah yang terlalu kental, jelas gadis ini sudah memakan banyak manusia,"


!!


Beberapa pelayan berlarian saat hampir ditimpa oleh Lien Ganqing. Matanya berubah menjadi hitam sepenuhnya, rambut panjangnya tiba-tiba saja bergerak secara tidak wajar.


Salah satu pelayan di belakangnya berteriak saat melihat ada mulut lain di kepalanya. Detik berikutnya.. pelayan tersebut menghembuskan napas terakhir saat rambut Lian Ganqing menancap tajam mengenai tepat di leher dan jantungnya.


Xiao Shuxiang meminta Lien Fu Gui dan keluarga untuk segera meninggalkan ruangan ini, dia juga meminta Nie Shang agar pergi.


Tiga pendekar Walet Pelindung membantu Xiao Shuxiang menyerang Lien Ganqing, mereka juga mendapat bantuan dari pengawal Lien Fu Gui walau tak berefek banyak.


Istri Lien Fu Gui bertanya tentang keberadaan putri aslinya pada Xiao Shuxiang, sayang pemuda itu berkata bahwa putrinya sudah lama tewas.


"Cepatlah pergi keluar, Nyonya. Biarkan ini menjadi urusan kami," salah satu pendekar Walet Pelindung menoleh ke arah istri Lien Fu Gui dan kembali membantu Xiao Shuxiang.


Tidak ada waktu bersedih apalagi meneteskan air mata, yang mereka harus lakukan sekarang adalah pergi ke tempat aman.

__ADS_1


Lien Ganqing rupanya adalah seekor Demonic Beast berusia 4.000 Tahun, namun memakai Teknik Terlarang agar dapat berubah menjadi manusia. Kekuatannya hampir mendekati GrandMaster Tahap Langit, sudah pasti dirinya akan merepotkan Xiao Shuxiang.


Di luar kediaman, Nie Shang sedang dihadang oleh empat orang kultivator Sekte Kelabang Api yang awalnya membatalkan misi mereka. Namun entah kenapa mereka melanjutkan kembali misi tersebut.


Hanya pendekar Walet Pelindung tingkat dua yang sedang bersama Nie Shang sekarang, dirinya pasti tidak akan selamat dari kematian.


".. Jangan, aku tidak boleh menyerah. Setidaknya mengulur waktu sampai Saudara Xiao datang,"


Dengan bakat bisnisnya, Nie Shang mencoba bicara dan menanyakan alasan para kultivator ini menginginkan kematiannya. Padahal sejauh yang Nie Shang ketahui, dirinya tidak pernah membuat musuh di tempat manapun.


".. Aku juga tidak pernah menyinggung kalian,"


"Memang benar, tapi misi kami adalah membunuhmu." salah satu kultivator melempar gulungan ke arah Nie Shang.


Saat membaca isi gulungan tersebut, Nie Shang membelalakkan matanya.


"I-ini.. Tulisan ayah.."


Walau sempat terbelalak, namun Nie Shang sama sekali tidak terkejut. Sudah sejak lama dia diperlakukan begitu buruk oleh keluarganya karena mereka menganggap dirinya tidak berguna.


Nie Shang sudah yakin akan ada hari seperti ini. Hari dimana dirinya akan dibunuh oleh keluarganya sendiri.


Keempat kultivator Sekte Kelabang Api menyerang Nie Shang dengan tiba-tiba, mereka langsung dihadang oleh pendekar Walet Pelindung yang menggunakan Teknik Pernapasan miliknya.


Melawan empat orang sekaligus dan mereka adalah kultivator sama sekali tak ada peluang dirinya menang. Tetapi dia tetap berusaha agar pedang keempat kultivator ini tidak melukai Nie Shang.


!!


Salah satu kultivator Kelabang Api tersentak saat pedangnya hampir menebas kepala pendekar Walet Pelindung, namun dihentikan oleh Hu Li.


"Ternyata ini alasan Tuan Muda Xiao menyuruhku tinggal di luar, prediksi Tuan benar-benar hebat.."


Hu Li mengeluarkan api rubahnya dan melesat menyerang keempat kultivator Sekte Kelabang Api.


BAAAM!


Salah satu pendekar Walet Pelindung yang bertarung bersama Xiao Shuxiang membentur keras dinding ruangan, dirinya menekan dadanya sambil terbatuk darah.


Lien Ganqing menyerang kembali pendekar tersebut hingga berhasil memotong kaki kiri pendekar hanya dengan mengandalkan cakaran tangan kanannya yang dialiri Qi.


Tepat saat dia memotong kaki pendekar Walet Pelindung.. Xiao Shuxiang memberinya tendangan dan tinjuan yang kuat hingga tulang pipi kanan Lien Ganqing rusak.


Xiao Shuxiang mengeluarkan pil Napas Naga miliknya dan menyuruh pendekar Walet Pelindung untuk segera menelannya.


".. Kalian sudah berusaha keras, jadi beristirahatlah.. Serahkan sisanya padaku.."


"Tapi, Nak.."


Xiao Shuxiang menatap mantap ke arah keempat pendekar Walet Pelindung dan para pengawal Lien Fu Gui. Mereka semua terluka parah, namun Xiao Shuxiang tidak membiarkan siapa pun diantara mereka tewas.


Bahkan ada pengawal yang hampir terkena jarum beracun miliknya, syukurlah Xiao Shuxiang segera menetralisir racun tersebut.


Dia kembali bertukar serangan dengan Lien Ganqing, keinginannya untuk tidak membiarkan seorang pun dari pendekar Walet Pelindung dan para pengawal Lien Fu Gui tewas.. Membuat Xiao Shuxiang secara tidak sadar melindungi mereka.


Hal ini membuat Yīng xióng keluar sendiri dari Cincin Spasial miliknya. Cukup mengherankan, namun dia tidak ambil pusing dan segera menggunakan Yīng xióng.


Lien Ganqing cukup sulit dihadapi karena gerakannya terlalu gesit dan dia menyerang manusia biasa di dalam ruangan ini supaya dapat mengganggu konsentrasi Xiao Shuxiang.


Sayangnya, tindakannya tersebut hanya bisa dia lakukan selama dua menit sebelum akhirnya tubuhnya menjadi makanan Yīng xióng.


!!


Bersamaan saat tubuh Lien Ganqing berubah menjadi tulang-belulang, atap ruangan di atas Xiao Shuxiang roboh dan menimpa dirinya serta pendekar Walet Pelindung dan para pengawal Lien Fu Gui.


Bagi Xiao Shuxiang, ditimpa atap bukanlah masalah, tetapi tidak begitu untuk orang-orang ini. Andai mereka tak dilindungi oleh Poenix Api milik Xiao Shuxiang, kemungkinan hanya beberapa diantara pengawal Lien Fu Gui yang selamat, dan keempat pendekar Walet Pelindung akan mengalami luka serius.


"Hm? Rupanya masih ada yang lain," Xiao Shuxiang melihat Hu Li bertarung dengan kultivator Sekte Kelabang Api, dia berhasil membunuh satu orang.


Xiao Shuxiang lalu melompat dan melempar jarum beracun yang ternyata meleset dari sasaran. Dia lalu menggunakan Yīng xióng dan membantu Hu Li.


Merasa terancam, ketiga kultivator ini berusaha melarikan diri. Sayang, usaha mereka sia-sia. Keduanya tewas di tangan Hu Li dan Xiao Shuxiang.


Malam itu, istri Lien Fu Gui menangisi putrinya. Ternyata yang hidup bersama dengan mereka selama tiga tahun belakangan ini bukanlah anak kandungnya, melainkan monster siluman pemakan manusia.


Lien Fu Gui ingat, tiga tahun yang lalu putrinya sempat jatuh sakit. Dan sejak putrinya sembuh, penyakit aneh yang tak pernah kenyang tersebut dimulai.


"Sepertinya sekarang kau tidak memiliki tunangan lagi, Nie Shang.." Xiao Shuxiang menoleh ke arah Nie Shang, hanya saja temannya tersebut tidak berkata apa-apa.


Bahkan saat mereka pulang kembali, Nie Shang belum mengeluarkan sepatah kata pun. Ini membingungkan, Xiao Shuxiang tidak tahu apa yang terjadi pada Nie Shang jika temannya tersebut tidak mau bicara.


Perjalanan pulang selama 15 hari benar-benar hambar. Xiao Shuxiang membunuh beberapa perampok dan Demonic Beast yang menghalangi perjalan mereka juga merasa tidak bersemangat.


Baru setelah salah satu pendekar Walet Pelindung memberitahu dirinya apa yang terjadi.. Xiao Shuxiang akhirnya mengerti penyebab diamnnya Nie Shang.


Setelah mendapatkan bayarannya dan melepas segel di keningnya, Xiao Shuxiang kembali menghampiri Nie Shang dan berusaha membuat temannya bicara.


".. Dunia tidak akan berakhir jika keluargamu membuang dirimu, Nie Shang. Kau masih punya teman-teman di sampingmu yang bisa kau anggap sebagai keluargamu, salah satunya adalah Xiao Shuxiang. Berhentilah bersedih, kau ini pria. Nie Shang.."


Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, pendengarannya menangkap suara beberapa pendekar Walet Pelindung yang membahas tentang kemunculan makam kuno.


Dia jadi punya ide untuk mengajak Nie Shang bertualang agar temannya dapat terlepas dari kesedihan karena dibuang oleh keluarganya sendiri.

__ADS_1


***


__ADS_2