XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
211 - Yīng xióng II


__ADS_3

BAAAM!


Dua orang murid Sekte Serigala Iblis menghantam tanah, tubuh mereka penuh dengan sayatan pedang. Salah satu diantara keduanya sudah tidak berkepala, pelaku dari kejadian ini jelas adalah Xiao Shuxiang.


Kedua pedang di tangannya sudah lama berubah menjadi abu, kini dirinya memakai kepalan tangan untuk membunuh setiap murid Sekte Serigala Iblis yang melesat ke arahnya.


BRAANG!


Pedang salah satu murid Sekte Serigala Iblis berbenturan keras dengan lengan kanan Xiao Shuxiang, dirinya bisa merasakan pedang tersebut menyentuh tulangnya.


"Kau ingin menebas tanganku? Lakukan jika bisa..!"


!!


Xiao Shuxiang mendorong lawannya dan memberikan tendangan samping yang tepat mengenai pinggang murid Sekte Serigala Iblis, dirinya seketika menghilang dan muncul tepat di atas kepala lawannya.


Dengan gerakan cepat, Xiao Shuxiang memberi tendangan kuat yang membuat kepala kultivator Sekte Serigala Iblis terpisah dari tubuhnya.


Rasanya menyenangkan membuat tubuh lawan terpisah-pisah, teriakan kesakitan nan pilu ketika tulang dipatahkan, bagian tubuh ditebas dan organ dalam yang ditarik keluar adalah hiburan paling luar biasa dan tidak dapat tergantikan.


"Luar biasa..! Aku jadi semakin bersemangat,"


Xiao Shuxiang tersenyum lebar, warna matanya mulai berubah merah, dirinya ingin lagi!


KRAAK!


!!


Huan Mei kesulitan bernapas saat melihat cara bertarung Xiao Shuxiang. Pemuda itu hanya menyisakan jantung dan hati lawan, organ tubuh yang lain termasuk tulangnya benar-benar dibuat menjadi potongan yang kecil.


"Gila..! Orang itu sama sekali tidak merasakan sakit meski tubuhnya penuh bekas sayatan, dia bahkan tidak terpengaruh oleh racun buatanku. Jelas setiap pedang kultivator di sekte ini memiliki racun, tetapi.."


Salah satu murid Sekte Serigala Iblis mengepalkan erat kedua tangannya, tidak ada pilihan selain melarikan diri demi keselamatan nyawanya saat ini.


Efek dari pil pelumpuh yang dibakar oleh api biru kecil Xiao Shuxiang dapat bertahan paling lama 15 menit. Waktu yang lumayan untuk mengubah tubuh sisa murid Sekte Serigala Iblis menjadi potongan daging cincang.


Sejauh ini, lawan yang bertahan lebih lama dan memberi beberapa kali tendangan pada Xiao Shuxiang adalah kultivator yang berada di MasterFoundation tingkat Emas Merah. Walau pada akhirnya, dia tetap kalah dari Sang Bintang Penghancur.


Xiao Shuxiang mulai kehilangan kendali, dia dan keempat api biru kecilnya mengejar murid-murid Sekte Serigala Iblis yang berusaha melarikan diri.


Huan Mei dan saudara seperguruannya merasa ada yang salah dengan Xiao Shuxiang. Entah bagaimana rasa takut tiba-tiba menyelimuri hati mereka.

__ADS_1


CRAASH!


"Ini belum cukup, aku masih mau lagi. Tanganku sudah terlalu lama tidak berlumuran darah, sekaranglah waktunya..! Aku butuh lebih banyak lagi..!"


"Sialan! Dia benar-benar monster!!"


Murid Sekte Serigala Iblis menyerang beberapa pohon untuk menghalangi Xiao Shuxiang, mereka juga menggunakan bom asap beracun guna memburamkan penglihatannya.


"Kalian tidak akan bisa lari..!"


Xiao Shuxiang mengambil segenggam rumput dan melesatkannya ke arah murid-murid Sekte Serigala Iblis. Sebagian rumput menancap kuat di pungggung dan belakang leher lima orang kultivator, mereka tumbang tanpa bisa bergerak lagi.


Ketika ingin memisahkan bagian tubuh lawannya.. Yīng xióng tiba-tiba saja keluar dari Gelang Semesta Xiao Shuxiang dan langsung menusuk perutnya.


!!


"Yīng xióng, kau.. Dasar pedang kurang ajar! Apa kau berniat membunuhku?!"


Xiao Shuxiang mencabut pedangnya, dia terkejut mendapat serangan tidak terduga dari senjatanya sendiri. Yīng xióng lagi-lagi menyerangnya, namun kali ini dia dapat menahannya.


Tusukan dari Yīng xióng membuatnya tersadar, warna mata Xiao Shuxiang kembali seperti semua. Dia tersentak melihat kondisi di sekelilingnya yang benar-benar kacau.


"Sepertinya aku terlalu berlebihan,"


"Pedang yang tidak memiliki roh, tetapi dapat berpikir dan bertindak sendiri. Yīng xióng, jika kau ingin menghentikanku maka lakukanlah dengan cara yang baik, tidak langsung menyerang seperti ini..!"


Xiao Shuxiang mengusap pelan perutnya, syukurlah regenersi tubuhnya hebat sehingga luka tusukan dari Yīng xióng bukanlah masalah besar.


Dirinya berjalan ke tempat Huan Mei dan saudara-saudara seperguruan gadis tersebut berada. Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang mengomeli empat api biru kecilnya karena bukannya menghentikan dirinya malah membantunya membantai murid Sekte Serigala Iblis.


".. Aku ini berusaha menyembuhkan penyakit lamaku, tapi kalian sama sekali tidak menghentikanku saat kumat. Teman macam apa kalian ini..?!"


Keempat api biru Xiao Shuxiang langsung protes, mereka hanya mengikuti apa yang diperintahkan. Perdebatan panjang terus terjadi sampai Xiao Shuxiang tiba di tempat Huan Mei.


!!


Pakaiannya sudah tidak terlihat putih bersih, melainkan kotor akibat warna gelap darah.


Xiao Shuxiang duduk bersama dengan murid-muris Sekte Bunga Lotus sambil bertanya alasan mereka menyerang Sekte Serigala Iblis.


".. Kalian seperti mengantarkan nyawa ke tempat ini, bodoh sekali..! Harusnya lakukan persiapan terlebih dahulu, jangan langsung bertindak nekat seperti ini..!"

__ADS_1


"Sebenarnya.."


Huan Mei menjelaskan semuanya pada Xiao Shuxiang, dia tidak dapat membantah ucapan pemuda ini tadi. Dilihat bagaimanapun, dirinya dan saudara-saudara seperguruan termasuk kakaknya memang seperti mengantarkan nyawa.


Andai Xiao Shuxiang tidak datang tepat waktu, sudah pasti kepala mereka semua tidak akan utuh lagi.


".. Aku hanya ingin membalaskan dendam kedua orang tuaku. Sekte Serigala Iblis harus menerima balasannya..!"


Xiao Shuxiang terus mendengarkan ucapan Huan Mei, beberapa kali dirinya mengangguk sebagai tanggapan dari kata yang dilontarkan gadis bermata Peri Bulan tersebut.


"Huan Mei, kukatakan sejujurnya. Kau dan kakakmu datang kemari bukan untuk membalas dendam ayah dan ibumu, melainkan dendam kalian sendiri.."


Xiao Shuxiang berkata bahwa dendam datang akibat seseorang kehilangan sesuatu yang berharga baginya, atau bisa jadi sesuatu yang berharga tersebut dilukai.


".. Tidak ada hal baik yang akan datang bila memiliki dendam. Harusnya kau biarkan langit yang membalas perbuatan mereka pada kedua orang tuamu. Bila beruntung, kau akan dapat menyaksikan cara langit menghukum mereka,"


Xiao Shuxiang menatap Huan Mei lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Huan Ran yang belum sadar sampai sekarang. Anak-anak ini masih terlalu muda dan telah dipenuhi oleh dendam, sebuah penyakit yang begitu sulit diobati.


Setelah cukup beristirahat, Xiao Shuxiang bertanya apa yang akan dilakukan Huan Mei dan saudara-saudara seperguruannya sekarang.


"Kami akan langsung pulang... Meski masih ada kultivator Sekte Serigala Iblis yang berhasil lolos, namun tetap saja mereka butuh waktu lama agar dapat membangun kekuatan kembali.."


Huan Mei tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk menghilangkan nama Sekte Serigala Iblis di Benua Timur. Dia tidak akan membiarkan Sim Hi Ji dapat membangun kekuatannya kembali, tetapi bukan saatnya memikirkan hal itu.


Mereka harus segera pulang dan melaporkan apa yang telah terjadi di tempat ini pada GrandElder Sekte Bunga Lotus sekaligus membawa Huan Ran untuk beristirahat.


".. Kakak Xiao, apa kau mau berkunjung?"


"Tidak untuk sekarang, mungkin lain waktu. Lagipula sekarang aku tinggal di Sekte Pedang Langit, dan sepertinya sudah terlalu lama aku berada di luar, saatnya untuk pulang.."


Huan Mei dan saudara-saudara seperguruannya mengucapkan terima kasih atas pertolongan Xiao Shuxiang.


Banyak yang mereka pelajari saat melihat teknik berpedang pemuda ini, hanya sebuah teknik dasar namun begitu sempurna tanpa celah. Dan karena inilah yang membuat teknik tersebut mematikan.


Xiao Shuxiang baru pergi setelah melihat Huan Mei dan saudara-saudara seperguruannya pulang ke Sekte Bunga Lotus dengan mengendarai pedang terbang.


Dirinya lalu ikut melesat, perjalanan untuk sampai di tempat Sekte Pedang Langit adalah tiga hari.


Saat sampai, Xiao Shuxiang tersentak kala melihat seorang pria berambut putih sedang berdiri tenang sambil berhadapan dengan Lan Guan Zhi, tepat di halaman Sekte Pedang Langit.


Tidak hanya mereka berdua, tetapi murid-murid yang lain, Duan De, dan Ling Qing Zhu juga ada. Suasananya terasa berbeda, sangat tidak nyaman.

__ADS_1


***


__ADS_2