XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
151 - Serangan Dadakan [Revisi]


__ADS_3

Hu Li baru berhenti menangis saat Xiao Shuxiang membelikannya beberapa Tanghulu. Xiao Shuxiang benar-benar untung besar, dia berhasil mendapatkan lima pot kecil air mata Rubah Salju.


Hu Li tidak mempermasalahkannya, dia terlalu senang karena akhirnya bisa bertemu dengan tuannya kembali. Saat ini, Hu Li dan Xiao Shuxiang sedang duduk berdua di tempat yang sedikit jauh dari keramaian.


"Jadi, bagaimana kau bisa menjadi manusia? Usiamu belum cukup untuk dapat berubah menjadi manusia sempurna seperti ini..." Xiao Shuxiang juga bertanya, "Lalu tentang pegangan Pedang Bintang Malamku yang pernah berada di Sekte Bambu Perak. Apa kau yang menyimpannya di sana?"


Hu Li mengangguk, "Benar. Aku yang menyimpannya, tapi seniorku sudah mengambilnya. Sekarang benda itu ada di tempat Tetua."


"Tuan Muda Xiao, kau mungkin tidak tahu.. Tapi ada tempat yang akan menerimamu. Mereka memiliki tujuan yang sama denganmu, Tuan. Ikutlah bersamaku dan menjadi bagian Scarlet Bayangan.." Hu Li memegang tangan Xiao Shuxiang, dia yakin tuannya ini akan ikut dengannya.


Ucapan Hu Li sama sekali tidak membuat Xiao Shuxiang terkejut, dia memang sudah menerkanya sejak tadi.


Xiao Shuxiang bertanya, "Scarlet Bayangan itu .... Sekte yang seperti apa?"


"Aku masih anggota baru, belum tahu terlalu banyak.. Tapi Scarlet Bayangan dipenuhi oleh orang-orang yang kuat. Scarlet Bayangan yang kuketahui memiliki satu Grand Elder, ditopang oleh dua puluh pilar yakni 20 murid terbaik. Sepuluh Pilar Bawah adalah murid yang praktiknya setara dengan Grand Elder Sekte Besar. Sementara Sepuluh Pilar Atas lebih hebat lagi.."


Hu Li menjelaskan, "Sejauh ini sangat sedikit ditemukan kultivator yang praktiknya mencapai tingkat Grand Master di Benua Timur. Kalaupun ada, mereka hanya berada di tingkat Grand Master Tahap Fana. Semua itu dikarenakan kultivator Grand Master terdahulu lebih banyak tewas saat perang besar itu, dan sisanya harus kehilangan sebagian praktiknya. Tetapi...."


Hu Li berkata, "Tetapi di Sekte Scarlet Bayangan, kultivator Grand Master akan lebih mudah ditemukan, bahkan praktik murid yang terendah di Sekte itu adalah Master Foundation Tahap Emas Kuning..."


Kehadiran sebuah sekte yang isinya dipenuhi oleh kultivator Grand Master tentulah mengejutkan Xiao Shuxiang. Tetapi dia masih bisa terlihat tenang, dia mendengarkan Hu Li bicara.


".. Jika Tetua mau, dia bisa menguasai satu wilayah Kekaisaran hanya dengan sepuluh pilar bawahnya. Tempat itu sangat sesuai denganmu, Tuan. Scarlet Bayangan adalah tempat orang sepertimu..! Ikutlah bersamaku..! Hu Li yakin, Tuan bisa menduduki satu kursi pilar yang ada..! Ayo, ikutlah..!"


Hu Li menarik-narik tangan Xiao Shuxiang, dia terus membujuk tuannya untuk pergi dari tempat ini dan bergabung bersama Scarlet Bayangan.


"Hu Li, ajakanmu menggiurkan. Tapi aku ingin tanya, apa yang akan dilakukan Tetuamu dengan pegangan Pedang Bintang Malamku?" Xiao Shuxiang bertanya sambil memakan Tanghulu yang dipegangnya.


"Kata seniorku, mereka ingin memperbaiki pedang itu kembali. Kami sekarang sedang mencari bahan-bahan pembuatnya dan juga orang yang menempanya. Tuan, hanya kau yang bisa mengeluarkan kekuatan terbesar pedang itu. Jadi, bergabunglah dengan kami..! Bersama kita hancurkan dan kuasai Benua Timur..!" Hu Li begitu semangat mengatakannya.


Xiao Shuxiang mengangguk, "Hmm.. Tanghulu ini sangat enak. Hu Li, aku pernah bertemu anggota Scarlet Bayangan, dan rupanya dia belajar sebuah Teknik Terlarang. Apa kau tidak pernah memikirkannya.. Dari mana mereka belajar teknik larangan itu?"


Hu Li nampak keheranan, dia dengan polosnya berkata, "Mmm... Aku juga belajar Teknik Terlarang, karena itulah aku bisa menjadi manusia. Tapi untuk belajarnya .... Para pilar yang membantu,"


Seekor Demonic Beast umumnya baru bisa menjadi manusia setelah usianya mencapai 100.000 Tahun. Mereka akan memiliki kekuatan yang dapat mengguncang satu Benua jika sampai itu terjadi.


Karenanya, para pendekar termasuk kultivator memburu Demonic Beast tersebut. Jika ada yang bisa dijinakkan, tentulah akan lebih baik. Sebab memang ada beberapa Demonic Beast yang tidak pernah menganggu bahkan mereka suka menolong manusia.

__ADS_1


"Apa mereka tidak keberatan seekor Demonic Beast menjadi bagian dari mereka..?"


"Inilah yang membedakan Scarlet Bayangan dengan sekte lain. Kami memiliki banyak anggota dari kalangan Demonic Beast dan kultivator berbagai aliran, bahkan termasuk juga manusia yang tidak dapat berkultivasi sekalipun. Tetuaku sangat hebat, dia dapat membuat manusia biasa menjadi kultivator hanya dalam waktu sehari.." Hu Li terus membanggakan tetuanya dan menceritakan semua yang dia ketahui tentang kehebatan tetua dan para anggota Scarlet Bayangan.


".. Kami diperlakukan setara, kaum Demonic Beast dan manusia akur satu sama lain. Kami tidak dijadikan peliharaan atau tunggangan seperti yang dilakukan orang lain. Tempat itu.. Adalah makna kedamaian yang sebenarnya.."


Xiao Shuxiang terus mendengarkan cerita Hu Li tanpa menanggapi. Sesekali dia memakan Tanghulu yang dipegangnya. Baru setelah Hu Li berhenti bercerita.. Dirinya mulai bersuara kembali.


"Scarlet Bayangan sepertinya sekte yang menarik. Tapi, apa kau tau efek dari mempelajari Teknik Terlarang itu?"


"Tuan Muda Xiao, teknik ini tidak ada efeknya. Tetuaku yang menyempurnakan teknik tersebut, dia Tetua yang hebat."


Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil mengusap pelan kepala Hu Li. Sudah sejak lama Rubah Salju ini hidup, tetapi tetap saja polos dan naif.


"Semua teknik memiliki kelemahan termasuk yang telah di sempurnakan sekali pun. Teknik Terlarang tidak sesederhana itu, ada harga yang harus dibayar. Kau terlalu lugu, Hu Li.." Xiao Shuxiang berhenti mengusap kepala Hu Li, dia lalu berdiri dan berniat melangkah pergi.


"Tuan Muda Xiao, kau mau kemana? Apa kau tidak ingin ikut denganku?!" Hu Li tentu tersentak saat tuannya tiba-tiba berdiri dan ingin melangkah pergi.


"Biar kuberitahu padamu, Hu Li. Kenaifan tidak dibutuhkan dalam dunia ini. Kau bilang Scarlet Bayangan adalah tempat yang damai? Hmp, jangan salah sangka. Apa yang kau lihat, bukanlah yang sebenarnya.."


".. Seteleh mendengar ceritamu, aku merasa tempat itu tidak cocok untukku. Tapi terima kasih atas tawarannya, sampai jumpa.." Xiao Shuxiang melangkah pergi sambil melambaikan tangan tanpa menoleh ke arah Hu Li.


!!


"Tuan! Tapi aku tidak ingin kau pergi..!" Hu Li mengejar dan kemudian berjalan di samping Xiao Shuxiang, dia terus membujuk tuannya agar mau ikut bersamanya.


"Tuan, Scarlet Bayangan tempat yang hebat, Tetua kami bahkan meminta untuk mencari dirimu. Dia ingin kau menjadi bagian Scarlet Bayangan. Kau tidak akan rugi masuk ke tempat itu. Tuan, ayolah..! Pergi bersamaku..!"


"Haah.. Hu Li, 'Tetua' yang kau banggakan itu memang ingin aku bergabung dengannya. Tapi, kau tahu untuk apa? Karena kau terlalu naif, jadi biar kukatakan padamu. Bahan dasar pembuat pedang itu adalah Bintang di langit, tetapi karena Tetuamu menguasai Teknik Terlarang.. Maka bahan dasar pembuatnya adalah benda yang lain dan itu berhubungan denganku. Apa kau belum mengerti maksudku, hm?"


Hu Li terdiam, dia nampak memikirkan ucapan tuannya barusan. Melihat Hu Li menatap dirinya membuat Xiao Shuxiang tersenyum sambil menaik-turunkan alisnya. Seketika Hu Li tersentak, matanya membulat karena baru saja menyadari sesuatu.


"Benar, Hu Li. Xiao Shuxiang-lah bahan dasar yang diinginkan Tetuamu itu. Dia ingin membuat ulang Pedang Bintang Malam dengan menggunakan tubuhku. Seseorang yang mengayunkan Pedang Pusaka Langit tanpa mengisinya dengan dendam dan harapan, tetapi berhasil mengeluarkan kekuatan sejati pedang tersebut adalah bahan dasar terbaik..! Sekarang kau mengerti?"


!!


"I-Itu tidak mungkin..! Bagaimana bi-!!" Hu Li tidak dapat menyelesaikan ucapannya saat Xiao Shuxiang langsung menarik dan menggendongnya.

__ADS_1


BAAAM!


Beruntung Xiao Shuxiang dapat bergerak cepat. Setelah menggendong Hu Li, dia segera melompat mundur hingga serangan yang entah datang dari mana itu tidak mengenai mereka.


!!


"Ap-Apa yang terjadi?!" Hu Li begitu terkejut, dia sama sekali tidak sadar jika menjadi target sebuah serangan.


"Aku akan memberitahumu satu hal lagi, Hu Li. Alasan kenapa anak naif sepertimu bisa tetap hidup sampai sekarang adalah karena hanya kau yang tahu Tuanmu ini. Bahkan jika Xiao Shuxiang bereinkarnasi menjadi kelinci sekali pun, kau pasti bisa mengenaliku. Mereka memanfaatkanmu, kawan.." Xiao Shuxiang tersenyum, ucapannya membuat Hu Li yang berada digendongannya kembali terkejut.


"Wah, wah, wah..! Memang seorang anak yang jenius. Tapi kasihan sekali, kau memiliki pengikut yang begitu bodoh!" sebuah suara wanita terdengar bersamaan dengan munculnya kabut asap berwarna merah pada bekas ledakan tadi.


Sosok manusia mulai terlihat bersamaan dengan asap merah yang perlahan menghilang. Dia tidak lain adalah Bian Que.


Wanita ini memakai pakaian berwarna merah, mirip seperti kimono namun dengan rok yang terlalu pendek tetapi mengembang seperti bunga.


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia memperhatikan pakaian Bian Que dari atas sampai bawah. "Apa yang dia pakai itu? Atasannya begitu sopan dengan seragam berlengan panjang sampai menutupi kedua tangannya, tetapi bawahannya.. Uhm.." Xiao Shuxiang jadi ngeri sendiri.


".. Bagaimana jika sampai dia meloo-!!"


Baru saja Xiao Shuxiang ingin berkata, Bian Que langsung melompat di atas kepalanya yang sedang menggendong Hu Li dan menapak dengan anggun di belakangnya.


Xiao Shuxiang mematung, namun detik berikutnya dia berdecak kesal. Dirinya lalu membalikkan tubuh dan membentak Bian Que, "Hei! Kalau kau mau memperlihatkannya, ya Perlihatkan saja! Kalau mau menutupnya, ya Tutup! Kau berpakaian seperti itu memancing emosiku, sialan!"


"Tu-Tuan.." Hu Li menatap Xiao Shuxiang, raut wajah tuannya memang terlihat kesal sekali.


Xiao Shuxiang menurunkan Hu Li, dia lalu meminta Hu Li untuk mencari tempat yang aman. Ekspresinya masih tetap sama, yaitu kesal.


"Hmm, apa kau mau Kakak memperlihatkannya lagi?" Bian Que tersenyum genit sambil mengedipkan sebelah matanya pada Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Spasialnya, dia segera menarik pedangnya dan langsung melesat menyerang Bian Que.


Bian Que melompat mundur untuk menghindari serangan Xiao Shuxiang, dia tidak menggunakan senjata apapun namun senyuman tidak pernah menghilang dari wajahnya.


TRAANG!


***

__ADS_1


__ADS_2