
Rumah lama Xiao Shuxiang di Dunia Elf berada di Wilayah Tengah. Dibangun di atas awan dengan 30 pasang pilar besar setinggi 50 meter yang menyambutnya di kedua sisi.
Jarak satu pilar ke pilar yang lain adalah sekitar 40 meter. Tempat ini lebih cocok disebut istana kaum raksasa karena ukurannya yang amat besar.
Eins membawa Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu melewati sepuluh pasang pilar dan kemudian melesat naik.
Saat berada di ketinggian yang cukup, Eins mengeluarkan suara dengkuran dan lalu menukik. Mata kuning keemasannya berkilat saat dia menargetkan jendela paling besar yang tidak lain merupakan kamar Xiao Shuxiang.
Nuansa putih dan ungu langsung menyambut mereka, kamar besar ini banyak dihiasi oleh kain tipis layaknya selendang.
Terdapat banyak hewan kecil berbulu dengan bentuk bulat seperti bola. Cahaya putih keluar dari tubuh mereka dan memang hewan-hewan tersebut merupakan penerang bagi kamar Xiao Shuxiang.
Kamar ini sangat luas, bahkan Eins yang masih berwujud naga putih dapat dengan leluasa masuk dan menggeliat di udara.
Perlahan bagian depan tubuhnya merunduk agar memudahkan bagi Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu untuk turun. Eins pun kembali terbang memutar di udara sambil mengeluarkan suara dengkuran.
Hewan-hewan kecil berbulu yang melayang di kamar Xiao Shuxiang nampak menjauh dari Eins, namun ada di antara mereka yang mendekati naga tersebut seolah tidak takut jika dimakan.
Eins mengendus salah satu hewan berbulu dan kemudian menggelengkan kepalanya, suara dengkurannya kian memberat. Dia nampak seperti naga suci yang perkasa.
Ling Qing Zhu sekarang percaya bahwa naga asli jauh lebih mengagumkan daripada gambar yang dirinya lihat di buku. Dia pun berkedip saat salah satu hewan berbulu mendekat ke arahnya.
Saat memegang hewan itu, kedua tangannya merasa seperti menyentuh sesuatu yang amat lembut. Hewan ini sangat menggemaskan, apalagi ketika mendengar suara dengkuran kecilnya.
Eins mulai berubah wujud, dia kembali menjadi burung hantu putih dan hinggap di salah satu sudut ruangan, tempat di mana dirinya biasa istirahat.
"Kucing Putih.." Xiao Shuxiang tidak sanggup melanjutkan ucapannya kala melihat bagaimana Ling Qing Zhu begitu tertarik dengan hewan yang menjadi penerang kamarnya.
Gadis berambut putih itu sangat serius mengusap-usap bola bulu tersebut dan seperti ingin tahu bagaimana bisa hewan kecil di tangannya mempunyai bentuk yang bulat.
?!
Ling Qing Zhu tersentak. Hewan di tangannya ternyata mempunyai empat kaki kecil, hanya saja tersembunyi dalam bulu-bulunya yang lebat.
"Shuxiang,"
?!
"Oh, akhirnya kau ingat padaku. Ada apa?" Xiao Shuxiang tersenyum dan terlihat bermain dengan Eins, dia menoleh ke arah Kucing Putihnya.
"Boleh kuajak dia pulang?"
"Mn? Kau ingin memelihara si bulu menggemaskan itu? Dia akan mengigitmu,"
"Dia tidak berbahaya, dia mendengkur. Apa bisa?"
Ini hal yang baru. Untuk pertama kalinya, Ling Qing Zhu terlihat antusias dengan sesuatu.
Xiao Shuxiang berkedip dan mulai mengusap-usap dagunya. "Tidak bisa, kau tidak boleh membawanya. Nanti kau akan melupakanku dan menghabiskan banyak waktu dengannya, jadi tidak boleh."
Ling Qing Zhu akhirnya menoleh ke arah Wali Pelindungnya saat mendengar ucapan pemuda itu barusan. Dia mendengus kala memperhatikan Xiao Shuxiang yang menggelembungkan pipinya, nampak merajuk.
"Shuxiang, apa kau anak kecil? Kau memalukan."
"Kau dingin dan ketus padaku, tapi malah ramah dan perhatian padanya. Dia itu bisa menggigit, jarimu bisa putus jika digigit olehnya."
"Kau juga bisa mengigit,"
"Hei, apa aku pernah mengigitmu? Justru kau yang pernah melakukannya padaku, ingat?"
"Berarti kami memiliki persamaan,"
!!
Xiao Shuxiang terjebak. Ling Qing Zhu mengusap hewan berbulu di tangannya dengan gemas dan mulai memberinya nama. Jika mempunyai persamaan, berarti mereka sudah satu langkah lebih dekat.
"Kucing Putih.. Sejak kapan kau bisa membalas ucapanku? Siapa yang mengajarimu?"
"Mn, Tuan Muda Lan."
"Ya ampun, Lan Zhi lagi?" Xiao Shuxiang menepuk dahinya, dia menggeleng pelan dan mulai mengembuskan napas. "Kalian pasti banyak menghabiskan waktu bersama, iya kan?"
"Mn, tidak terlalu. Bibi Lui Me Tian juga mengajariku beberapa, kemudian ada Yi Wen, Zhi Shu dan Jing Mi Gege."
!?
"Tunggu, kau tadi bilang Jing Mi.. Apa?" Xiao Shuxiang tersentak, dia pasti sudah salah dengar.
"Jing Mi Gege. Dia memintaku harus memanggilnya begitu,"
"Dan kau langsung memenuhi permintaannya?"
"Mn,"
"Mulai sekarang jangan memanggilnya begitu. Sungguh, kau dilarang keras melakukannya..!" Xiao Shuxiang menutup wajahnya dengan tangan kanan dan lalu berpaling, ujung telinganya nampak merona merah.
Ling Qing Zhu mengerutkan keningnya, tatapan matanya masih amat tenang dan raut wajahnya tetap datar.
Dia memperhatikan Wali Pelindungnya dari jauh dan sepertinya tahu apa yang terjadi pada pemuda itu.
Ling Qing Zhu berkata, "Kalau kau cemburu aku memanggil Tuan Muda Jing dengan sebutan 'Gege', maka tidak akan kulakukan."
"Woah, kau ternyata peka sekali Kucing Putih. Memang itu yang kurasakan, jadi mulai sekarang jangan sebut siapa pun sebagai 'Gege'. Mengerti?"
"Mn,"
Xiao Shuxiang ini seperti badai, karakternya yang terus terang itu sangat tidak tahu malu sampai Ling Qing Zhu sulit mendeskripsikannya.
__ADS_1
Kebanyakan pemuda yang ekspresif terlihat bodoh, tapi Wali Pelindungnya itu malah nampak menggemaskan. Sangat luar biasa mengagumkan sampai-sampai Ling Qing Zhu ingin mengikat dan menyembunyikannya di suatu tempat.
"Shuxiang, bisa kubawa Peri pulang?"
"Tunggu, kau barusan menamainya apa?"
"Peri."
"Kau yakin akan menamainya begitu?"
"Mn? Apa tidak boleh?"
Xiao Shuxiang tersenyum pahit, "Nama itu terlalu manis untuk hewan yang berbahaya,"
Ling Qing Zhu tidak mengerti kenapa Wali Pelindungnya menyebut hewan lucu nan menggemaskan di tangannya sebagai makhluk berbahaya. Padahal sejak tadi, bola bulu ini hanya mendengkur dan sangat senang diusap olehnya.
Xiao Shuxiang berjalan mendekati Ling Qing Zhu, dia terlihat membawa Eins. Dirinya pun mengatakan bahwa hewan yang nampak bagai bola bulu itu merupakan sejenis hewan pengerat, agak mirip seperti hamster berbulu lebat.
"... Jika dia menyukaimu, maka kau boleh membawanya. Hanya saja kuingatkan, makhluk itu dapat memakan apa saja."
Ling Qing Zhu sepertinya tidak paham dengan maksud 'memakan apa saja' yang dikatakan Xiao Shuxiang. Dia menganggap ucapan Wali Pelindungnya berarti hewan kecil yang dirinya pegang ini tidak sulit untuk dipelihara.
"Majestät..!"
["Yang Mulia..!"]
Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu tersentak, keduanya menoleh kala mendengar suara asing.
Sosok pria dengan pakaian aneh berwarna hijau keputihan, bermata biru dan memiliki tiga pasang sayap nampak terbang menghampiri keduanya.
!?
Pria itu terlihat berusia sekitar 20 Tahun, usia yang jauh berbeda dari aslinya. Rambutnya berwarna hijau muda, kulitnya seputih salju, dia memiliki sebuah pola keperakan berbentuk seperti lengkungan ombak atau akar tumbuhan menjalar pada permukaan perut sisi kanannya. Telinga pemuda itu runcing, sama seperti telinga Xiao Shuxiang saat ini.
"Majestät..! Endlich bist du wieder da..! Ich habe so lange auf dich gewartet."
["Yang Mulia..! Anda akhirnya kembali..! Saya sudah lama menunggu Anda."]
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat pria yang dia lihat langsung meraih kedua tangan dan kemudian memeluknya erat.
Eins yang terlepas dari tangan Xiao Shuxiang nampak terbang seakan tidak ingin terjepit di antara kedua pemuda yang berpelukan ini. Dia memilih untuk hinggap di salah satu sisi tempat tidur Xiao Shuxiang.
Ling Qing Zhu sendiri nampak berkedip, dia terkejut pada dua hal. Pertama adalah pemuda bersayap indah itu bicara dengan bahasa yang aneh, dan kedua adalah dia tidak menyangka bisa melihat makhluk bersayap dengan begitu dekat.
"Schwein. Ich bin nach hundert Jahren nicht zurückgekommen, warum musst du so sein? Vermisst du mich so sehr?"
["Schwein. Aku tidak kembali setelah seratus tahun, mengapa kau harus seperti ini? Apakah kau sangat merindukanku?"]
Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung pria bertelinga runcing ini. Pria dengan rambut hijau muda yang sedang memeluknya tidak lain adalah Schönheit, seorang Elf Tumbuhan.
"Majestät, mein name ist Schönheit. Bitte nenn mich nicht weiter ein Schwein, das ist zu viel."
["Yang Mulia, nama saya 'Schönheit'. Tolong jangan panggil saya 'Schwein' lagi, itu keterlaluan."]
"Ahh, es tut mir leid, dein Name ist zu kompliziert für meine Zunge.."
["Ahh, maafkan aku, namamu terlalu rumit untuk lidahku.."]
Ling Qing Zhu berkedip, dia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Wali Pelindungnya dengan pemuda bersayap ini. Bahasa yang mereka gunakan asing di telinganya.
Schönheit tidak melirik ke arah gadis berambut putih yang sedang memeluk sebuah bola bulu, namun dia menyadari keberadaan gadis bercadar tipis itu.
Dia pun berbisik pada Xiao Shuxiang dan benar-benar terkejut saat tahu Ling Qing Zhu merupakan manusia, sekaligus calon istri Kaisarnya.
Schönheit seperti mendengar suara gemuruh petir. Dunia Elf hanya pernah didatangi oleh seorang manusia dan itu adalah Xiao Shuxiang. Namun sekarang, Kaisarnya bahkan membawa manusia lainnya ke tempat ini.
"Majestät.."
["Yang Mulia.."]
Schönheit tidak tahu harus mengatakan apa, raut wajahnya terlihat memucat. Dia mencoba tenang dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara bernada keluhan. Jujur saja, makhluk seperti manusia sangat tabu untuk bisa diterima di dunia ini.
Schönheit mulai memperhatikan Ling Qing Zhu dengan seksama. Gadis bercadar tipis di hadapannya mempunyai rambut putih yang tergerai panjang.
Terdapat beberapa rambut yang sepertinya diatur sedemikian rupa hingga menyerupai bunga dan menjadi hiasan pada sisi kanan kepala gadis bercadar tipis ini.
Mata biru dan tatapan yang teduh itu nampak sangat memukau. Untuk sesaat, Schönheit merasakan kekaguman. Dia pun baru menyadari bahwa gadis yang dibawa oleh Kaisarnya merupakan makhluk yang amat cantik.
Xiao Shuxiang berkedip, keningnya bertaut kala menyadari Schönheit tiba-tiba saja terdiam. Elf Tumbuhan di depannya sama sekali tidak berkedip dan terus menatap ke arah Kucing Putihnya.
"Majestät, ist dieses Mädchen wirklich menschlich..?"
["Yang Mulia, apakah gadis ini benar-benar manusia..?"]
Schönheit bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari Ling Qing Zhu. Diperhatikan dari atas sampai bawah, gadis yang dilihatnya sangat meragukan sebagai manusia.
"Hm? Was ist falsch? Ist sie zu schön um als Mensch bezeichnet zu werden?"
["Hm? Apa yang salah? Apakah dia terlalu cantik untuk disebut manusia?"]
Walau Schönheit tidak menjawab, namun kebungkamannya sudah dimengerti oleh Xiao Shuxiang. Dia mengembuskan napas pelan dan mengatakan bahwa Ling Qing Zhu memang adalah manusia.
Ini mungkin kejadian yang jarang terjadi, atau bisa saja ini berhubungan dengan Hati Giok Hitam. Hanya Xiao Shuxiang yang selama ini menganggap Ling Qing Zhu seperti gadis biasa lainnya, dia sangat berbeda dari orang lain yang terlihat tidak bisa mengalihkan perhatian dari gadis bercadar tipis itu.
!!
__ADS_1
Ling Qing Zhu terkejut saat melihat rona merah di pipi pria berambut hijau muda di hadapannya. Sebelum ini, pria bersayap tersebut mempunyai wajah seputih salju dan sekarang kemunculan rona merah di pipinya membuat pria itu seperti korban kesadisan.
"Shuxiang.. Dia.. Siapa?"
!!
Schönheit merasakan hatinya baru saja disentuh oleh sesuatu yang lembut. Suara gadis bercadar tipis di depannya lebih indah daripada suara dari para Elf Bulan yang terkenal di dunia ini sebagai makhluk dengan suara mengagumkan.
Xiao Shuxiang memperkenalkan Schönheit pada Kucing Putihnya. Dia mengatakan bahwa Schönheit adalah jenis Elf Tumbuhan dan merupakan pangeran di dunia ini. Mendengarnya membuat Ling Qing Zhu berkedip.
Gadis berambut putih itu sangat tertarik pada Schönheit, atau bisa dibilang----dia tertarik dengan rambut, telinga dan sayap dari makhluk tersebut. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan sosok manusia bersayap.
"Shuxiang, apa dia boleh kusentuh?" Ling Qing Zhu masih bicara datar dengan mata teduh miliknya. Ekspresi tenangnya itu seakan menyembunyikan binar penuh antusias.
"Kau ingin berjabat tangan dengannya?"
"Mn," Ling Qing Zhu mengangguk. Dia pun mulai melangkah mendekati Schönheit hingga membuat pemuda itu tersadar.
"Majestät.."
["Yang Mulia.."]
Schönheit merasa gugup kala didekati oleh Ling Qing Zhu. Dia akui terpesona dengan gadis berambut putih ini dan sampai meragukan identitas gadis tersebut yang adalah manusia, namun tetap saja Schönheit tidak mungkin bisa bersentuhan tangan, dia anti soal hal itu.
Xiao Shuxiang baru ingin memberi pemahaman pada Schönheit saat tiba-tiba tindakan Ling Qing Zhu mengagetkan keduanya.
!!
Schönheit terpaku seperti patung kayu, dia tidak bisa merasakan detakan pada jantungnya. Pikirannya seperti kosong seketika.
"Kucing Putih.." Xiao Shuxiang tidak sanggup mengeluarkan suara, namun matanya membulat sempurna. Dia terlihat pucat sambil menatap Ling Qing Zhu yang tengah menyentuh sayap Schönheit.
!!
"Ku-Kucing Putih.." suara Xiao Shuxiang akhirnya keluar walau bibirnya terasa membeku.
Dia pun mulai menutup wajahnya dengan tangan kanan walau masih dapat melihat Ling Qing Zhu dari sela-sela jarinya.
Schönheit sendiri spontan menutup mulutnya, matanya berair. Dia melihat Xiao Shuxiang dan seakan meminta bantuan dari Kaisarnya.
Bagi para Elf, sayap merupakan bagian sensitif mereka. Menyentuh apalagi sampai mengusapnya sudah merupakan tindakan pelecehan dan Ling Qing Zhu sepertinya tidak mengerti hal itu.
"Ya Ampun, Kucing Putih.. A-apa yang kau lakukan?" Xiao Shuxiang merasa kepalanya berdenyut.
Di satu sisi dia kasihan pada Schönheit, dan di sisi lain dirinya tidak mungkin mengatakan rahasia sayap Elf pada Ling Qing Zhu.
Gadis itu berasal dari sekte yang terhormat, jadi bagaimana mungkin dia mengatakan pada Kucing Putihnya bahwa apa yang disentuhnya tersebut merupakan bagian terlarang dari para Elf.
"Shuxiang, ini sayap sungguhan."
Ling Qing Zhu mengusap-usap lembut sayap kanan Schönheit. Karena Elf ini sama sekali tidak bergerak, dia menganggap dirinya diizinkan untuk menyentuh. Dalam hati, Ling Qing Zhu merasa makhluk Elf bukanlah sosok angkuh seperti yang tertulis di buku.
!!
Schönheit hampir saja mengeluarkan lenguhan. Dia sekuat tenaga menahan mulutnya agar suara 'memalukan' tidak sampai lolos dari celah bibirnya. Sungguh, ini kedua kalinya dia mendapat pelecehkan dari manusia. Jelas orang pertama tidak lain adalah Xiao Shuxiang sendiri.
"Kucing Putih, sebaiknya kau hentikan. Jangan usap sayapnya lagi.."
!!
Xiao Shuxiang terlambat, tangan Ling Qing Zhu menyentuh punggung di antara sayap Schönheit. Gadis itu bahkan mengusap akar sayap Schönheit dan mengatakan bahwa sayap tersebut benar-benar tertanam di dalam kulit.
"Kucing Putih, apa di buku yang kau baca tidak dijelaskan tentang rahasia dari sayap Elf?"
"Mn, dijelaskan. Sayap ini tahan api, air, dan petir. Sayap para Elf meski halus dan lembut, namun sangat kuat. Sayap ini bisa membuat seseorang terlempar jauh hanya dalam sekali kibasan penuh tenaga."
"Aduh.. Kucing Putih, maksudku hal lainnya dari sayap ini, yang lebih penting. Apa kau tahu?"
"Mn?"
Sudah jelas, pemahaman Ling Qing Zhu hanya sebatas itu tentang sayap Elf. Xiao Shuxiang pun meraih tangan Kucing Putihnya dan menariknya hingga sangat dekat dengannya.
Dia lantas berbisik di telinga Ling Qing Zhu dan mengatakan bahwa dirinya tidak suka bila calon istrinya menyentuh pria lain. Mendengar itu membuat Ling Qing Zhu berkedip dan lalu mendengus.
"... Kau bermain-main saja dengan bola bulu itu. Jangan menyentuh Schönheit atau aku akan cemburu,"
"Hmph, memalukan."
Andai Xiao Shuxiang ingin mendebat gadis berwajah papan datar ini, maka sudah sedari tadi dia melakukannya. Dia hanya tidak ingin Schönheit malu dan Kucing Putihnya dipenuhi perasaan bersalah, karena itulah Xiao Shuxiang diam.
Schönheit sendiri akhirnya bisa bernapas meski lutut dan kakinya terasa lemas.
Sebelum benar-benar ambruk, Xiao Shuxiang lebih dulu memegang lengan Schönheit dan membawanya ke arah tempat tidur di dalam kamar ini.
Titik keringat terlihat di kening dan mengucur membasahi pipi Schönheit, dia bernapas pelan-pelan walau yang terjadi barusan sangat mengguncang batinnya.
Xiao Shuxiang duduk di samping Schönheit dan meminta maaf atas nama Ling Qing Zhu. Dia mengeluhkan Kucing Putihnya itu yang teramat nakal, untunglah pembicaraannya dengan Schönheit tidak dimengerti oleh gadis itu.
"... Du musst dich ausruhen, Schwein .Wir werden reden, wenn Sie ruhig genug sind."
["... Kau perlu istirahat, Schwein. Kita akan berbicara saat kau cukup tenang."]
Schönheit hanya mengangguk pelan sebagai jawaban, dia tidak mengatakan apa pun sebab terlalu lelah. Dia bahkan tidak mengeluhkan kesalahan Xiao Shuxiang dalam menyebut namanya lagi.
Schönheit akui, gadis yang dibawa Kaisarnya sangat cantik dan memiliki aura wibawa serta penuh pesona. Namun kejadian barusan seperti mematahkan ekspektasinya.
Satu yang dia pikirkan saat ini, 'Gadis itu lebih berbahaya dari Xiao Shuxiang'.
__ADS_1
***