XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
173 - Permintaan Xiao Shuxiang [Revisi]


__ADS_3

Keesokan harinya, Li Qian Xie mengatakan tujuannya menunggu kedatangan Xiao Shuxiang selain membantu warga Kota Awan Dingin secara langsung.


Cukup mengejutkan, sebab ayah Li Qian Xie yakni Kaisar Matahari Tengah ingin bertemu dengan Xiao Shuxiang.


"Apa yang diinginkan kaisar dariku?"


"Aku juga tidak tahu, tapi kuharap Senior bersedia ikut,"


Xiao Shuxiang menatap Jing Mi dan Dai Chen, kedua temannya juga tidak memiliki dugaan yang bisa menjelaskan undangan kaisar pada teman mereka.


"Sebaiknya kalian pulang duluan, aku akan ikut dengannya."


Jing Mi menolak, dia ingin pergi bersama Xiao Shuxiang, namun saudaranya melarang. Jing Mi harus kembali ke Sekte Kupu-Kupu, entah bagaimana kondisi sekte mereka sekarang.


".. Ada Hu Li yang akan ikut denganku. Kau tenang saja, Saudara Jing. Kami akan langsung pulang setelah menemui Kaisar,"


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik, Saudara Xiao."


Setelah Lan Guan Zhi, Jing Mi, Dai Chen, Shao Nu, dan ke-15 murid Scarlet Bayangan melewati gerbang kota Awan Dingin dengan disaksikan oleh para warga dan Xiao Shuxiang.. Pintu gerbang mulai di tutup.


Tidak ada yang diizinkan untuk masuk ke kota ini selama masa perbaikan dan pembangunan.


Xiao Shuxiang dan Hu Li mulai ikut menaiki kereta bersama Li Qian Xie dan berangkat ke tempat tinggal Kaisar Matahari Tengah yang ada di Negara Bunga Persik, cukup berdekatan dengan Kota Embun Bunga.


Perjalanan lumayan panjang, beruntung tidak ada masalah berarti sebab Tianqi Mao mampu mengatur semua perlindungan bagi kereta Li Qian Xie, Xiao Shuxiang, dan Hu Li dengan sangat baik.


Xiao Shuxiang memperlihatkan wajah yang masam, andai dia tahu Kaisar Matahari Tengah ingin bertemu dengannya.. Mungkin dia hanya perlu menunggu Li Qian Xie di tempat Tianqi Mao.


".. Kalau begini kan malah membuang-buang waktu," Xiao Shuxiang juga tidak dapat terbang, sebab kota ini memakai segel penghalang.


Hu Li pertama kali melihat sebuah bangunan yang begitu megah dan juga sangat besar. Dia tidak henti-hentinya menatap kagum tempat tinggal Li Qian Xie yang dipenuhi nuansa putih susu dan dihiasi oleh banyak pohon persik.


Xiao Shuxiang hanya terlihat biasa saja, dia bahkan pernah melihat bangunan yang lebih megah dari istana Kaisar Matahari Tengah. Baginya, ini tidaklah seberapa.


Berbeda dengan sistem pemerintahan Kekaisaran Matahari Terbit dan Matahari Tenggelam yang Feodal. Sistem pemerintahan Kekaisaran Matahari Tengah adalah Unitaris, yakni Kaisar berkuasa mutlak dalam memerintah, kekuasaan negara berpusat di tangannya, sehingga kaisar boleh ikut campur tangan dalam urusan politik praktis.


Karenanya, masalah yang ada di Kota Awan Dingin tentu tidak dapat diacuhkan oleh Kaisar Matahari Tengah.


Kedatangan Xiao Shuxiang dan Hu Li disambut hangat oleh para pelayan istana. Li Qian Xie mempersilahkan kedua tamunya beristirahat lebih dulu.


Xiao Shuxiang dan Hu Li hanya menggunakan waktu istirahat mereka untuk membersihkan diri. Xiao Shuxiang tidak berniat berlama-lama di tempat ini karena masih ada yang harus dilakukannya.


Li Qian Xie mengajak Xiao Shuxiang dan Hu Li untuk menemui ayahnya, Li Jing Hua.


Kaisar Li yang terlihat berusia 89 Tahun ini hanyalah manusia biasa, wajahnya sudah memiliki beberapa keriput dan nampak mengendur.


Ada yang salah dari tubuh Kaisar ini, badannya terlalu kurus, sedikit membungkuk, dan seperti kekurangan gizi. Rambut dan janggutnya panjang berwarna putih. Xiao Shuxiang malah merasa kaisar ini lebih pantas menjadi kakek Li Qian Xie daripada menjadi ayahnya.


Kaisar Li Jing Hua ternyata memiliki penyakit aneh yang membuat tulangnya mengalami pengeroposan lebih cepat. Dia mengundang Xiao Shuxiang bukan untuk menyembuhkan penyakitnya melainkan membahas mengenai Li Qian Xie, putri tunggalnya.


Xiao Shuxiang sebenarnya terkejut mendengar bahwa Li Jing Hua hanya memiliki satu istri, padahal dirinya adalah seorang Kaisar. Dia jadi berpikir bagaimana kaisar ini menjalani hidupnya dengan tenang dan menangani urusan politik seorang diri. Sangat mustahil,


".. Aku dibantu oleh Sekte Pedang Langit dan Asosiasi Bangau Merak, namun aku tidak yakin akan dibantu selamanya."


!!


"Benar juga, hubungan kaisar ini dengan Sekte Pedang Langit cukup dekat sebab Senior Li Fu Chen dulunya adalah GrandElder sekte besar itu. Dan aku rasa hubungan mereka dengan Asosiasi hanya sebatas rekan bisnis atau mereka hanya membeli perlindungan saja. Hm.."


Li Jing Hua menceritakan bahwa dia mengutus putrinya untuk belajar dan menjadi murid Sekte Pedang Langit, namun kemampuan putrinya berkultivasi sangatlah payah dan ujian pemilihan murid Sekte Pedang Langit begitu ketat.


Kaisar Matahari Tengah memiliki banyak uang, namun tidak ada sistem sogok jika ingin menjadi bagian Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang juga setuju, dia mengatakan pendapatnya bahwa hanya bangsawan yang dapat berkultivasilah, yang akan mendapatkan muka dari para kultivator. Dan tentu para bangsawan ini akan dipersulit jika memang berniat berkultivasi.


".. Jika mereka tidak pandai, kantong dan darah mereka akan diperas sampai habis. Sangat sulit dibayangkan.." Xiao Shuxiang bukannya menakut-nakuti, namun memang itu kenyataan yang pernah dia lihat.


"Tapi dari semua itu, putriku termasuk beruntung karena dapat menjadi bagian dari sebuah sekte sekarang. Dia juga terlihat semakin dewasa dan kuat. Aku sangat berterima kasih atas penjagaan yang Sekte Kupu-Kupu berikan pada putriku.." Li Jing Hua tersenyum sambil menatap putrinya yang hanya duduk dengan diam.


"Ya-yah, itu bukan masalah." Xiao Shuxiang tersenyum canggung, dia menatap Li Qian Xie sambil menerka-nerka apakah gadis ini mengadukan semua perbuatan kasarnya pada Li Jing Hua atau tidak.


"Awas saja kalau kau berani mengadu. Akan kupastikan marga Li akan menghilang dari Benua ini..!"


!!

__ADS_1


Li Qian Xie mendadak tersentak, dia seperti merasakan ada bahaya yang mengancam nyawanya.


Xiao Shuxiang lalu bertanya apa yang diinginkan Li Jing Hua padanya. Karena tidak mungkin dirinya diundang hanya untuk mendengarkan ucapan terima kasih dari Kaisar Matahari Tengah ini.


*


*


*


"Di mana Dai Chen?!"


Xiao Shuxiang yang sampai di Sekte Kupu-Kupu langsung menanyakan keberadaan Dai Chen pada setiap murid yang dia jumpai.


Xiao Shuxiang terus memegang tangan Li Qian Xie sambil mencari Dai Chen di temani oleh Hu Li. Dia tidak punya waktu mengagumi perubahan sektenya yang semakin besar dan indah.


"Senior, jalan pelan-pelan..! Jangan menarikku seperti ini.." Li Qian Xie merasa tidak nyaman berpegangan tangan dengan Xiao Shuxiang sambil dilihat oleh para saudara seperguruannya.


!


"Saudara Jing, kau melihat Dai Chen?!" Xiao Shuxiang menghampiri Jing Mi yang sedang berjalan bersama Hai Feng.


"Saudara Chen sedang ada di halaman belakang, memangnya ada a-!!" Hai Feng terkejut saat Xiao Shuxiang langsung berterima kasih dan segera pergi ke halaman belakang bersama Li Qian Xie.


"Saudara Xiao terlihat buru-buru.."


"Ayo ikuti dia..!"


Hai Feng dan Jing Mi mengikuti Xiao Shuxiang dari belakang, beberapa murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak juga ikut, biasanya saat Xiao Shuxiang datang pasti akan ada yang dihukum.


Xiao Shuxiang melihat Dai Chen berjalan bersama Xiao Lu dan Dai Chan, dia lalu menghampiri mereka kemudian meminta Dai Chen untuk ikut bersamanya.


"Tu-tunggu dulu.." Dai Chen tentu tersentak saat tiba-tiba lengannya dirangkul oleh Xiao Shuxiang dan dirinya diajak pergi ke bangunan GrandElder.


Xiao Lu dan Dai Chan langsung mengikuti teman mereka, keduanya ikut masuk ke dalam bangunan GrandElder dengan wajah yang kebingungan.


Di dalam ruangan, Xiao Shuxiang menatap Dai Chen dengan serius. Suasana terasa sunyi meski banyak murid termasuk Yang Shu, Gu Ta Sian, Yang Fu, dan GrandElder Sekte Bambu Perak di dalam ruangan ini.


"Dai Chen, aku ingin melamarmu."


!!


".. Maksudku aku ingin melamarmu untuk gadis ini,"


!!


Dai Chen berkedip beberapa kali, tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Yang jelas dirinya terkejut mendengar ucapan Xiao Shuxiang.


"Kau tidak salah, kan?"


"Aku serius, Dai Chen. Aku ingin menikahkanmu dengan Li Qian Xie, anak satu-satunya dari Kaisar Matahari Tengah. Kau adalah pria paling beruntung, jadi jangan menolak.."


Dibandingkan dengan menolak, Dai Chen lebih kepada tidak menyangka. Entah setan apa yang merasuki Xiao Shuxiang sampai bertindak gila untuk menikahkan dirinya dengan Li Qian Xie.


".. Pertama-tama, aku ingin mendengar penjelasan darimu. Kenapa Nona Li ingin melamarku..? Dan ini sepertinya terbalik, harusnya kan.."


"Aku juga tidak berniat melamarmu, semuanya karena Senior.." Li Qian Xie sedikit gugup, wajahnya terlihat memerah karena Xiao Shuxiang terus memegang tangannya dan malah mengatakan hal yang bukan-bukan.


Yang Shu dan GrandElder Sekte Bambu Perak saling berpandangan, mereka juga kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi diantara Li Qian Xie dan Dai Chen sehingga Xiao Shuxiang meminta mereka berdua segera menikah.


"Saudara Jing, bantu aku mengusir anak-anak terlebih dahulu.."


Jing Mi hanya menjalankan perintah, dia meminta murid-murid Sekte Kupu-Kupu, Sekte Bambu Perak, dan para murid Scarlet Bayangan untuk keluar terlebih dahulu.


Di depan para orang tua, Xiao Shuxiang menjelaskan bahwa Kaisar Matahari Tengah meminta bantuannya untuk mencarikan Li Qian Xie pasangan hidup.


Awalnya, Xiao Shuxiang-lah yang dilamar, namun dirinya pantang menikahi saudara seperguruan, apalagi belum saatnya dia membina rumah tangga.


".. Dengarkan aku, Dai Chen. Tidak ada ruginya untukmu, pikirkan baik-baik."


"Usiaku memang sudah cocok untuk menikah. Masalahnya, apa Nona Li mau..?" Dai Chen menjadi bingung sendiri, apa yang baru saja dia katakan.


"Tapi.." Li Qian Xie menatap Xiao Shuxiang, ayahnya menginginkan dia menikah dengan murid Sekte Kupu-Kupu, bukan Sekte Akar Teratai. Dan diantara murid Sekte Kupu-Kupu.. Hanya Xiao Shuxiang yang menurutnya mampu menggantikan ayahnya.

__ADS_1


"Aku tidak setuju! Dai Chen hanya akan menikah denganku..!"


Seruan dari Xiao Lu membuat semua orang yang ada di ruangan ini terkejut, dia mengatakan bahwa Dai Chen dan dirinya sudah membahas pernikahan mereka sejak lama. Hanya tinggal menunggu waktu untuk memberitahu semua orang.


".. dan kau merusaknya, Xiao'Er..!"


"Itu masalahmu. Yang jelas, Dai Chen harus menikah dengan Li Qian Xie, itu mutlak perintah dariku."


!!


"Kau pikir siapa dirimu?! Jangan memutuskan seenaknya, aku tidak setuju!"


Xiao Lu dan Xiao Shuxiang saling menatap tajam, mereka seperti sedang bertarung dengan menggunakan tatapan mata. Padahal di sini yang menjadi korban adalah Dai Chen dan Li Qian Xie, tetapi..


"Kau yang harusnya menikah dengan Nona Li, bukannya Dai Chen. Jangan melimpahkan masalahmu pada sayangku..!"


"Gadis Cerewet.. Huft, begini saja. Dai Chen, kau nikahi mereka berdua."


!!


Xiao Lu tercengang saat mendengarnya, dia merasa adiknya sudah tidak waras. Yang Shu hanya memperhatikan pertengkaran cucunya sambil mengelus-elus janggutnya, dia merasa cucunya sedang merencanakan sesuatu.


Xiao Shuxiang menghembuskan napas perlahan, dia mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan alasan dirinya memilih Dai Chen.


".. Kau kupilih tanpa keraguan Dai Chen, karena aku yakin kau bisa menanggung ini. Kau juga tahu masalahku bukan? Nyawa Nona Li akan terancam bila bersamaku. Aku yakin kau dapat membayangkan hal mengerikan lainnya jika aku yang melakukan ini. Xiao Shuxiang meminta dengan sangat padamu.."


Dai Chen mengusap-usap wajahnya, dia berkata bahwa keputusan ada di tangan Xiao Lu. Dirinya juga mengatakan bahwa dia tidak mempunyai perasaan apapun pada Li Qian Xie.


"Dai Chen, perasaan cinta itu dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Kau hanya perlu menjaga Nona Li dan bersikap baik padanya, aku yakin kau dapat adil."


"Tunggu dulu, aku belum memutuskan..!" Xiao Lu tentu saja keberatan, bagaimana mungkin dirinya berbagai Dai Chen pada gadis lain, dia tidak rela.


"Kau juga berbagi udara dengan Nona Li, mengapa tidak mau berbagi suami?"


"Itu Dua Hal Yang Berbeda! Kau Benar-Benar Tidak Waras!" Xiao Lu hampir menangis, Xiao Shuxiang bahkan menggunakan permintaan ini sebagai bayaran dirinya dari menyembuhkan adik Dai Chen dan itu membuat Xiao Lu semakin kelabakan.


"Kakek.. Katakan pada anak ini bahwa aku tidak mau menyerahkan Dai Chen untuk menikahi perempuan manapun. Kau sangat keterlaluan pada Kakakmu sendiri, Xiao'Er..!"


Dai Chen mengusap pelan punggung Xiao Lu, dia sendiri bingung harus mengatakan apa. Sebagai pria, dia mencintai Xiao Lu. Namun penjelasan Xiao Shuxiang menyimpan keselamatan Kekaisaran Matahari Tengah, ini bukan hanya pernikahan biasa, ada tanggung jawab besar dibaliknya.


"Kakakku Cantik.. Hanya Dai Chen yang pantas melakukan ini, dia akan mampu bersikap adil padamu. Nona Li juga bukan gadis jahat, kalian benar-benar dapat menjadi keluarga yang damai, penuh cinta, dan kasih sayang.."


Untuk pertama kalinya Xiao Shuxiang menyebut Xiao Lu sebagai kakaknya. Sudah lebih dari sepuluh tahun.. Xiao Lu tidak mendengar kata itu, dia mengusap air matanya dan mulai menatap Xiao Shuxiang dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


"Kau baru menganggapku 'Kakak' jika ada maunya.." Xiao Lu kemudian menatap Yang Shu, kakeknya sejak tadi hanya diam bersama dengan GrandElder dan Patriarch Sekte Bambu Perak.


Para orang tua ini jelas sadar apa maksud dari Xiao Shuxiang. Andai pernikahan ini adalah antara Li Qian Xie dan murid Alkemis Zhou Yan itu, mereka pasti akan menolaknya.


Benar, mereka akan menolaknya.


Dan bukan hanya para orang tua ini, tetapi juga Zhou Yan, Yu Changhai, dan Duan De akan melakukan hal yang sama. Xiao Shuxiang terlalu berharga untuk diberikan pada anggota kerajaan.


Meski di sini yang diuntungkan adalah Sekte Akar Teratai, namun Xiao Shuxiang merasa ini yang terbaik. Dai Chen tidak akan mengkhianatinya dan dia tidak bisa menjadi pengkhianat, Xiao Shuxiang sangat yakin dengan hal itu.


Xiao Lu jelas tahu apa yang sedang menimpa Li Qian Xie saat ini. Tapi butuh kebesaran hati untuk merelakan Dai Chen menikahi gadis di depannya ini.


Li Qian Xie juga tidak suka merusak hubungan orang lain, demi tempat tinggalnya dia berani dinikahi oleh siapapun yang ditunjuk Xiao Shuxiang.


Dia sebenarnya tidak memiliki perasaan apapun dengan pemuda yang dia pegang ini. Dibanding Xiao Shuxiang, jelas Dai Chen lebih baik.


Setidaknya Dai Chen tidak segila Xiao Shuxiang saat marah. Dia sudah sering melihat pemuda ini menghukum teman-temannya dengan cara yang terbilang mengerikan, dan dirinya tidak akan lupa dengan Pelatihan Neraka itu.


Entah bagaimana jadinya bila Xiao Shuxiang menggantikan ayahnya menjadi Kaisar. Bisa dipastikan semua penjara akan kosong dan para penjahat akan mendapat satu hukuman mutlak.. Siksaan Tiada Akhir. Membayangkannya saja membuat Li Qian Xie pucat.


"Kakak Cantik, jadi bagaimana keputusanmu..? Ini demi keselamatan umat manusia. Nona Li, kau tidak apa-apa kan jika suamimu memiliki istri lain?"


"Ya-yah, tapi aku ingin Dai Chen menikahiku lebih dulu, karena aku Putri Kaisar.."


Xiao Shuxiang dan Li Qian Xie menunggu jawaban Xiao Lu. Meski cukup lama mereka menunggu, nyatanya Xiao Lu tidak menolak. Walau saat mengatakannya.. dia begitu sedih.


"Baguslah, berarti sudah ditentukan. Pernikahan kalian akan dilangsungkan tujuh hari lagi. Semakin cepat semakin baik. Aku mau istirahat dulu. Dai Chen, saling berkenalanlah dengan calon istrimu ini." Xiao Shuxiang berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan meninggalkan gedung GrandElder dengan seringai tipis di wajahnya.


"Untuk mendapatkan hal yang diinginkan, kita harus berani berkorban. Dan untuk mendapatkan apa yang diinginkan Xiao Shuxiang, maka temannya-lah yang harus berkorban. Sungguh pertemanan manusia yang indah.. Hm hahaha.."

__ADS_1


***


__ADS_2