XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
297 - Xiao Shuxiang VII


__ADS_3

Ling Dong Hun, Ling Lang Tian, Lan Guan Zhi, dan sebagian orang yang berada di lingkungan arena tidak dapat melihat Xiao Shuxiang dengan Surya Loka.


Serangan dari kedua pemuda tersebut telah membuat lingkungan di arena pertarungan penuh dengan kegelapan serta hujan buatan.


Hanya pendekar yang mempunyai kemampuan penglihatan lebih baik yang mampu mengetahui kondisi saat ini.


!!


Tidak ada suara benturan senjata yang terdengar, namun beberapa pendekar dan kultivator samar-samar mendengar sesuatu.


Tepat di panggung arena yang telah hancur, Xiao Shuxiang nampak duduk di perut Surya Loka.


Rambut dan pakaiannya basah karena hujan buatan, sampai sekarang dia masih merasakan butir-butir hujan menyentuhnya.


Di bawahnya, Surya Loka menggertakkan gigi, wajahnya terlihat menahan sakit namun matanya masih tetap nyalang menatap Xiao Shuxiang.


Kedua tangan Surya Loka saat ini berada dalam posisi menyatu di atas kepalanya, tepat pertengahan kedua pergelangan tangannya menancap sebuah ranting yang jelas dipegang oleh tangan kiri Xiao Shuxiang.


"Apa kau.. Pernah melihat bagian belakang bulan..? Atau kau pernah melihat bagian belakang matamu..?"


Suara Xiao Shuxiang terdengar rendah, dia tersenyum sambil mengusap pelan bawah mata kiri Surya Loka.


"Kau.. ingin melakukan apa?"


Surya tidak takut mati, namun entah mengapa dia tak nyaman melihat ekspresi wajah Xiao Shuxiang. Dirinya menggeram ketika pemuda yang duduk di perutnya memutar ranting yang masih menancap kuat di kedua pergelangan tangannya.


"Kau jelas tahu maksud dari pertanyaanku. Tapi biar kukatakan lagi.." Xiao Shuxiang menjilat potongan ranting di tangan kanannya sambil menatap Surya Loka.


".. Aku ingin melihat seperti apa belakang matamu itu.. Apa saat ditusuk dengan ranting ini akan berdarah..? Apa rasanya akan sakit..? Aku sangat ingin tahu.."


"Kau.. Kau gila," Surya Loka bermaksud mengumpat dan berusaha menyingkirkan Xiao Shuxiang dari tubuhnya, namun saat dia memberontak rasa sakit pada kedua paha dan tangannya semakin menjadi.


Pedang pemenggal milik Surya Loka saat ini menancap indah di kedua pahanya. Jika dilepaskan, maka darahnya akan muncrat dengan deras. Tetapi bila terus tertancap, rasa sakitnya tidak dapat diungkapkan.


"Kau punya pesan terakhir?"


"Kau bunuh saja aku, cepat bunuh aku..!"


Xiao Shuxiang mendengus pelan dan kemudian tertawa kecil, dia tidak mungkin akan langsung membunuh Surya Loka. Dirinya lebih suka melihat lawan mati secara perlahan, rasa itu jauh lebih menyenangkan.


"Aku masih ingin mendengar suaramu.." Xiao Shuxiang merendahkan tubuhnya dan mulai sedikit berbisik di telinga Surya Loka, ".. Kau bisa mengigit lidahmu sampai mati jika tidak suka. Jadi mari kita mulai,"


!!


AAAAKH..!


Xiao Shuxiang benar-benar melakukannya. Teriakan pilu dari Surya Loka membuat para penonton di luar panggung arena bertanya-tanya dengan apa yang terjadi. Mereka masih belum dapat melihat dengan jelas karena terhalang dengan kabut hitam tebal.


"Apa itu teriakan Saudara Xiao..?"


"Bukan,"


Xiao Lu sebenarnya lebih mengkhawatirkan lawan dari Xiao Shuxiang. Entah apa yang dilakukan adiknya tersebut di dalam sana hingga teriakan yang didengarnya sangat menyayat hati.


Tidak ada yang berusaha menghentikan Xiao Shuxiang, termasuk Ling Dong Hun. Kondisi ini mengingatkan Xiao Shuxiang tentang kehidupannya yang sebelumnya, ketika dia berada di Arena Hidup dan Mati. Namun saat itu.. Usianya masih tujuh tahun.


"Kau tahu, dulu aku sangat tidak suka manusia. Ingin sekali kucincang habis tubuh mereka dan menjadikannya pakan ternak. Yang terburuk adalah aku malah terlahir dan menjadi bagian dari kalian,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang tidak lagi mendengar suara teriakan pilu Surya Loka. Pemuda yang ada di bawahnya ini sudah tidak lagi bernyawa, walau demikian.. Dirinya jelas belum mau melepaskannya.


Jika ada yang paling dia benci, itu tidak lain adalah manusia. Menurut Xiao Shuxiang, yang harusnya menghuni dunia ini adalah makhluk semacam Elf, Demonic Beast, atau yang lainnya.


Jelas itu merupakan pemikirannya di masa lalu, ".. Kaumku yang harusnya menguasai dunia ini, mereka tidak layak di tempat yang penuh noda itu,"


Xiao Shuxiang baru berhenti setelah tubuh Surya Loka telah menjadi potongan daging. Dia benar-benar memisahkan setiap tulang, kulit, daging, dan organ dalam pemuda tersebut. Bahkan tulang tengkorak pun tidak bisa dibedakan, perbuatannya ini sudah terlalu jauh.


"Tetapi sekarang.. Memang tidak ada yang lebih baik daripada kalian. Setidaknya kalian lebih memiliki hati daripada aku,"


Xiao Shuxiang memegang sebuah gumpalan daging berwarna merah kehitaman, dia merasakan kabut hitam di sekelilingnya mulai memudar.


!!


Para penonton yang berada di luar panggung arena sudah sejak tadi tidak mendengar teriakan pilu lagi. Beberapa pendekar dan kultivator yang berdiri di pinggiran langkan pada salah satu bangunan, terlihat menggelengkan kepala sambil berdecak pelan.


Mereka tahu apa yang terjadi di balik kabut hitam tersebut, namun tidak ada dari mereka yang mau membuka suara. Sementara itu, para penantang yang lain masih terlihat penasaran.


!!


Ling Lang Tian menyadari ada sesuatu yang melesat ke arahnya, dia menangkap benda tersebut dengan satu tangan. Dirinya tersentak ketika mengetahui benda yang ditangkapnya merupakan potongan dari usus manusia.


!!


Bukan hanya Ling Lang Tian, namun para penonton yang lain juga dilempari potongan tubuh. Ruangan paling banyak adalah tempat di mana para penantang baik pendekar, maupun kultivator berada.


!!


Mereka jelas terkejut, apalagi di antara mereka ada yang mendapat telinga, potongan otak, jantung, dan tulang. Bahkan salah satu murid perempuan Sekte Pagoda Langit menangkap sebuah 'Pilar Surgawi', dia berteriak nyaring sambil berlari kencang entah ke mana.


Saat kabut hitam sudah tidak ada lagi, sosok pemuda terlihat berdiri dengan pedang besar di tangan kanannya. Napasnya nampak terengah-engah, namun wajahnya masih memperlihatkan ketenangan.


!!


Ling Dong Hun terkejut dengan seruan pemuda yang memegang pedang besar itu, dirinya baru akan melayang turun namun mendadak berhenti saat pemuda yang dilihatnya mengangkat tangan dan memberinya tanda untuk tidak melakukan apapun.


Pemuda yang memegang pedang besar tersebut tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Dia jelas mengambil alih kepemilikan senjata Surya Loka.


Pendekar yang pertama kali melompat turun adalah Raksa Geni, dia menatap Xiao Shuxiang penuh dengan dendam. "Tidak peduli dengan hadiah yang akan kudapatkan, aku tetap akan membunuhmu demi membalas kematian saudaraku..!"


Orang kedua setelah Raksa Geni yang melesat turun adalah seorang Tua Bangka. Usianya saat ini telah menginjak 90 Tahun, dia ikut menjadi penantang tentu karena ingin memperistri Ling Qing Zhu.


"Setan kecil, kau sombong sekali.. Aku ingin lihat, sampai berapa lama kesombonganmu itu bertahan..!"


Xiao Shuxiang mendengus singkat, dia jelas memasang tampang layaknya penjahat kelas kakap, dirinya seperti sedang memprovokasi semua penantangnya.


"Untuk hari ini saja aku bersikap angkuh. Lagipula tidak ada seorang pun yang bisa melarangku bersikap seperti itu,"


Xiao Shuxiang memegang kuat gagang pedang pemenggal milik Surya Loka. Dia memperhatikan para penantangnya yang melompat dari langkan dan menapak indah di tanah.


Kebanyakan penantang mengerti bahasa Xiao Shuxiang, karena itulah mereka semua seperti meradang saat melihat betapa angkuhnya pemuda berpakaian hitam ini.


"Bocah yang tidak bisa mengukur kemampuan sendiri.. Kau sangat pantas mati..!"


Seorang pendekar yang berpakaian merah terang menunjuk Xiao Shuxiang dengan pedangnya, dia menatap merendahkan ke arah pemuda berambut panjang tersebut.


Xiao Shuxiang malah menyeringai, "Mengukur kemampuan sendiri..? Justru aku yang harusnya mengatakan itu. Berani sekali bocah seperti kalian menantang Xiao Shuxiang ini..!"

__ADS_1


Ling Dong Hu tanpa sadar menahan napas saat melihat seringaian pemuda berpakaian hitam tersebut, dia jadi merasa bahwa Wali Pelindung keponakannya bukan berasal dari Aliran Putih maupun Aliran Netral.


Xiao Shuxiang berjalan sambil menyeret pedang pemenggal di tangan kanannya. Dia menunggu para penantangnya turun semua sekaligus menunggu luka-lukanya sembuh. Seringaian yang dia tunjukkan ini, jelas mengartikan sesuatu.


"Kalau aku tidak tahu kemampuanku sendiri, bagaimana mungkin aku berani menantang kalian secara sekaligus.." Xiao Shuxiang sekilas menatap Lan Guan Zhi, Jing Mi, dan teman-temannya sambil terus berjalan tenang.


".. Biar kuperlihatkan pada kalian, alasan mengapa Xiao Shuxiang mendapat gelar.. Sang Bintang Penghancur."


Para penantang dari kalangan pendekar dan kultivator hari ini berjumlah sekitar tujuh puluh orang, namun hanya empat puluh orang yang melompat turun dari langkan.


Kebanyakan memang adalah pendekar, namun kemampuan berpedang mereka bukanlah seorang pemula.


Sebelum Xiao Shuxiang melakukan apapun, mereka lebih dahulu melesat. Sayangnya Wali Pelindung Ling Qing Zhu ini sudah selesai mempersiapkan diri.


!!


Ling Dong Hun terkejut saat melihat segel pengekang yang dia pasang pada Xiao Shuxiang terlepas. Bukan hanya dirinya, tetapi juga perwakilan Klan Ling, beberapa dari mereka bahkan berdiri dari kursi karena tidak percaya.


Segel Pengekang milik Sekte Pagoda Langit sangat sulit untuk dilepaskan. Bila dipaksa dengan tenaga sendiri, orang tersebut bisa kehilangan nyawanya.


"Tapi anak itu.. Bagaimana dia melakukannya?"


"Qing Zhu'Er, apa kau yang mengajarinya?"


Ling Qing Zhu dengan sopan berkata bahwa dia tidak mengajari apapun pada Xiao Shuxiang. Kedua orang yang baru saja bertanya padanya adalah Nenek dan juga Ibunya.


BAAAM!


Suara debaman keras tercipta ketika Xiao Shuxiang menyerang tanah dengan Pedang Pemenggal Surya Loka. Dia membuat tanah bergetar dan penonton menjadi riuh. Pertarungan semacam ini tidak lagi aman untuk disaksikan.


"Kalian semua, cepat pergi dari sini..!"


Murid Sekte Pagoda Langit berseru, dia sesekali menahan serangan nyasar yang datang. Semua penonton yang hanya manusia biasa nampak berlarian menyelamatkan diri, tidak jarang beberapa harus terjatuh dan diinjak oleh manusia yang lain.


"Cepat bangun..!"


Nie Shang membantu seorang pria yang terjatuh, dia segera mengajaknya ke tempat aman. Awalnya dia menikmati pertarungan Saudara Xiao-nya, namun semenjak saudaranya itu bertarung melawan banyak penantang.. Dirinya tidak bisa lagi tetap berada di tempat ini.


BAAAM!


Siu Yixin menangkis serangan nyasar yang datang dengan pedangnya, dia memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang mengayungkan Pedang Pemenggal dengan cara paling brutal.


"♬♩ yo, yo! Xiao'Er sangat kuat, tapi apa dia tidak tahu, kalau teman-temannya hampir terkena serangan, wii!♩♪"


!!


"Siu Yixin, bukan saatnya bernyanyi. Ayo pergi," Nie Shang kembali sambil menarik lengan Siu Yixin, dia lalu mencari keberadaan Mo Huai namun tidak dia temukan, ada kemungkinan temannya tersebut membantu penonton yang lain untuk keluar dari tempat ini.


BAAAM!


Xiao Shuxiang terpental dan menghantam salah satu pohon dengan begitu keras, dia baru saja mendapat serangan dari lima orang kultivator yang berada di tingkat Master Foundation tahap Emas Hitam secara sekaligus.


"Sepertinya kau tidak bisa sombong lagi,"


"Hmph, bocah tengik memalukan..!"


!!

__ADS_1


Baru saja mengumpat, para kultivator dan pendekar terkejut saat mendengar suara tawa seseorang, pandangan mata mereka mengarah pada tempat di mana Xiao Shuxiang berada.


***


__ADS_2