
Dai Chen membawa Xiao Shuxiang ke Sekte Akar Teratai yang berada di perbatasan Negara Padang Langit, tempat tinggal Xiao Shuxiang.
Mereka butuh waktu lima hari untuk sampai dengan kecepatan milik Dai Chen.
Sekte Akar Teratai sendiri berada di dalam sebuah lembah, tempat yang ramai dan dihuni oleh banyak manusia----Seperti sebuah kota tersembunyi.
Dai Chen mengajak Xiao Shuxiang ke tengah-tengah kota yang ternyata berdiri sebuah pohon besar berusia hampir 2000 tahun. Pohon ini memiliki bentuk seperti beringin, namun berbunga teratai.
Biasanya, teratai tumbuh di air. Xiao Shuxiang jelas baru pertama kali melihat pemandangan ini.
Di bawah pohon tersebut adalah tempat tinggal Dai Chen serta murid-murid Sekte Akar Teratai. Dia baru turun dari pedang terbangnya ketika sampai pada bangunan terbesar berlantai tiga yang merupakan tempat tinggal Grand Elder.
"Adikku ada di dalam,"
Xiao Shuxiang mengangguk dan lalu mengikuti Dai Chen dari belakang, tatapan mata murid-murid Sekte Akar Teratai mengarah padanya.
Seragam yang dipakai Xiao Shuxiang menarik perhatian mereka. Dalam ingatan, seragam tersebut begitu mirip dengan sayap kupu-kupu berwarna hitam.
Awalnya mereka mengira Dai Chen membawa pulang seorang gadis cantik berusia 14 tahun, butuh waktu lama sampai mereka menyadari bahwa orang yang bersama Dai Chen adalah laki-laki.
Dai Chen membawa Xiao Shuxiang ke salah satu ruangan yang ada di lantai pertama, dia mengetuk pintu pelan dan berbicara dengan nada lembut.
"Chan'Er, ini Kakak..." Dai Chen menggeser pintu dan mempersilahkan Xiao Shuxiang masuk.
Xiao Shuxiang bisa melihat kamar yang banyak dihiasi lukisan pohon persik, satu set kursi dan sebuah sekat kayu di salah satu sudut kamar.
Dia juga melihat satu set tempat melukis di dekat jendela dan sebuah tempat tidur dengan nuansa merah muda, seorang gadis berusia 12 tahun nampak berbaring di atasnya.
Dai Chen duduk di tepi tempat tidur, dia tersenyum lembut sambil meraih tangan kanan adiknya, Dai Chan. Sudah bertahun-tahun adiknya tidak bisa berjalan sendiri.
"Kakak, kau membawa siapa..?" suara Dai Chan begitu manis, dia memiliki wajah bersih dengan dua tahi lalat kecil di sudut kening sebelah kirinya. Untuk sesaat, Xiao Shuxiang merasa tersaingi.
"Siapa Kakak cantik ini..?"
!
Xiao Shuxiang tersentak, dia sudah lama tidak mendengar kata terlarang itu. "Tubuh ini sekarang berusia 14 tahun, kecantikan yang menipu itu harusnya digantikan dengan ketampanan yang hakiki. Bagaimana bisa aku..." Xiao Shuxiang memijat keningnya frustasi, "Sepertinya aku baru akan diakui tampan saat tubuh ini telah berusia 16 atau 17 tahun."
Dai Chen, "Adik. Dia Xiao Shuxiang, kenalanku. Anak ini bisa sedikit ilmu pengobatan."
Xiao Shuxiang sambil menyilangkan tangan terlihat menggeleng pelan, cara Dai Chen memperkenalkan dirinya terkesan tidak tulus dan hampir seperti merendahkan dirinya. "Haaah.. Dasar Bocah. Apa kau ingin Xiao Shuxiang membuat adikmu tidak pernah berjalan lagi, hah?"
Xiao Shuxiang, "Dai Chen. Kau berdirilah, aku ingin menyelesaikan ini secepatnya."
"Hmph,"
Xiao Shuxiang duduk dan mulai memeriksa anak perempuan ini. Tubuh Dai Chan yang masih bisa digerakkan adalah hanya tinggal tangan kanan dan kepalanya. Selain daripada itu, seluruh tubuhnya lumpuh total.
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi untuk melakukan pemeriksaan, dia mengerutkan kening. "Apa-apaan ini...? Banyak urat saraf yang berada di posisi salah. Bukan hanya itu, tulang-tulang anak ini dipenuhi dengan retakan. Sedikit gerakan saja, anak kecil ini akan merasakan sakit yang amat sangat."
__ADS_1
"Dantiannya tidak retak, tetapi dia tidak bisa mengisi Dantiannya dengan Qi. Sepertinya, kondisi tubuhnya yang membuat dia kesulitan berkultivasi."
Xiao Shuxiang menyadari satu hal, luka yang diberikan Zong Ming sebenarnya tidak terlalu parah. Tetapi, pengobatan salah dari tabiblah yang membuat tubuh Dai Chan seperti ini.
"Jika kuberitahu Dai Chen, dia pasti akan dendam pada siapa pun orang yang telah mengobati adiknya sebelum aku. Sebaiknya tidak perlu kuberitahu."
"Bagaimana? Apa kau bisa mengobatinya?" Dai Chen bertanya saat Xiao Shuxiang telah selesai memeriksa kondisi adiknya.
"Bisa, tapi butuh waktu lama..."
!!
"Kalau begitu sembuhkan dia, berapa lama pun tidak masalah! Asalkan adikku bisa berjalan kembali..!" Dai Chen sudah banyak meminta bantuan tabib kultivator bahkan tabib biasa, namun mereka semua tidak memberi jawaban sepasti Xiao Shuxiang.
Kebanyakan dari mereka hanya mengatakan akan berusaha sebisa mungkin, namun pada akhirnya mereka semua menyerah untuk menyembuhkan adiknya.
Xiao Shuxiang, "Memang tidak masalah untukmu dan juga adikmu, tapi ini masalah bagiku. Aku tidak mungkin berada di tempat ini dalam waktu yang lama dan perkembangan kondisi adikmu harus terus kuawasi.."
Xiao Shuxiang menjelaskan, "Waktu paling lama yang kubutuhkan adalah dua tahun penuh dan bisa kurang atau meningkat tergantung dari ketahanan Dai Chan saat pengobatan berlangsung."
Xiao Shuxiang melanjutkan, "Aku tentu tidak mau menghabiskan waktu selama itu. Aku lebih memilih menghabiskan waktu dua tahun belajar menempa pedang di tempat Duan De, daripada mengobati adikmu."
"Kau bilang akan menyembuhkan adikku? Kenapa sekarang kau tidak mau?!"
"Bukannya tidak mau. Saat ini sekteku sedang banyak masalah dan aku juga harus berlatih menempa pedang. Pekerjaan Xiao Shuxiang terlalu banyak, aku butuh senjata yang bisa menerima Qi milikku." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mulai memainkan poni rambutnya sambil berpikir.
Dai Chen tiba-tiba saja bicara. "Kalau begitu aku yang akan menggantikanmu. Kau tetap di sini dan sembuhkan adikku, urusan sektemu biar aku yang melakukannya."
!
Xiao Shuxiang menatap Dai Chen, pria berusia 20 tahun ini memiliki paras yang rupawan. Dia begitu angkuh dan dingin pada orang lain namun lembut kepada adiknya.
"Sekarang, dia menanggalkan semua keangkuhan tersebut demi adiknya. Hmm, tapi masalah sekteku tidak sesederhana yang terlihat. Aku kurang yakin kau bisa menyelesaikannya,"
"Biar aku yang membantumu."
!!
Xiao Shuxiang dan Dai Chen tersentak saat mendengar suara seseorang yang tidak lain adalah Grand Elder Sekte Akar Teratai, Dai Wu Dao.
Dai Wu Dao nampak berdiri di bibir pintu, dia memiliki tubuh tinggi dan tegap, terlihat berusia 42 tahun. Wajahnya bersih tanpa janggut maupun kumis, begitu rupawan dengan senyum memikat. Dia merupakan cetakan asli dari wajah Dai Chen.
"Keluarga Dai ini... Keturunan manusia mana? Kupikir hanya Xiao Shuxiang pria tertampan di Benua ini.. Haiiih.. Dunia ternyata sangat luas." Xiao Shuxiang dalam hati berdecak kagum, sekarang yang langka adalah manusia dengan wajah biasa saja.
Dai Wu Dao memberi hormat kepada Xiao Shuxiang yang juga langsung disambut dengan sopan. Dia mendengar ada tamu yang dibawa oleh putranya, dia juga sempat mengira Xiao Shuxiang adalah perempuan dilihat dari pakaiannya.
"Kalau dengan aku membantu masalah sektemu, apa kau akan tetap di sini dan menyembuhkan putriku?" Dai Wu Dao meski begitu keras dan menyayangkan sikap putrinya yang begitu angkuh, tetapi tetap saja dia adalah seorang ayah.
Dia Wu Dao mengusap pelan kepala Dai Chan saat tiba di tempat putrinya terbaring. Dia bersuara lembut, "Aku sudah melihat Chan'Er-ku menderita dan menyesali semua perbuatannya. Beberapa murid hanya datang menjenguknya sekali. Mereka juga tidak berniat mengajak Chan'Er bicara lama. Bisa dibilang, tidak ada seorang pun murid yang menyukainya."
__ADS_1
Dai Wu Dao melanjutkan, "Aku banyak mengurus urusan sekte, tidak bisa berada di samping putriku terus-menerus. Walau sudah banyak pelayan yang menemaninya, tentulah akan sangat berbeda rasanya dibanding bersama dengan orang terdekatnya. Aku hanya ingin dia bisa punya teman yang dapat diajak bicara. Rawatlah putriku dan biarkan kujaga tempat tinggalmu,"
"Anda seorang Grand Elder, tidak mungkin kan Anda meninggalkan tugas sekte Anda demi mengurus sekte milikku? Yaah, tapi jika Anda menawarkan diri... Aku tentu tidak akan menolak." Xiao Shuxiang tersenyum ramah, sebuah senyuman yang menyembunyikan kebenaran.
Xiao Shuxiang ingin mengikat hubungan dengan banyak sekte kemudian mengendalikannya. Semakin banyak sekte yang terikat dengannya, maka impiannya akan semakin dekat dan mereka tidak akan pernah lepas dari cengkeraman tangannya.
Grand Elder Sekte Akar Teratai, Dai Wu Dao tentu tidak tahu apa yang Xiao Shuxiang pikirkan. Lagipula, siapa yang akan mengira bahwa anak berwajah polos bak tanpa dosa di depannya sedang merencanakan sesuatu yang dapat mengancam seluruh Benua Timur.
Itu benar, Xiao Shuxiang masih tetap pada impiannya. Dia masih ingin memporak-porandakan Benua ini sekaligus mengumpulkan korban dari jurus terkuatnya.
Sayangnya, Xiao Shuxiang tidak menyadari. Bahwa mengikat suatu hubungan seperti pertemanan akan membawanya pada kebimbangan.
Dia menginginkan kehancuran, tapi di titik terkecil hati terdalamnya...
Sesuatu mulai berubah...!
Mungkin saat ini dia masih menyangkalnya, tetapi tidak untuk di masa mendatang.
Tidak butuh waktu lama, Xiao Shuxiang mulai menulis surat untuk Yang Shu dan menyerahkannya kepada Dai Wu Dao.
"Anda bawa surat ini. Kakekku akan mengerti ketika membaca isinya," Xiao Shuxiang lalu menatap Dai Chen, "Kau harus menjaga sekteku dengan baik."
"Aku berjanji,"
Keesokannya, Grand Elder Sekte Akar Teratai berangkat bersama dengan Dai Chen menaiki pedang terbang menuju ke Gunung Induk. Hari yang sama dengan Xiao Shuxiang yang mulai melakukan pengobatan pada Dai Chan.
Xiao Shuxiang, "Pertama-tama akan kuberi sedikit penjelasan. Hampir semua urat saraf serta tulangmu retak. Sedikit sentuhan akan memberikan rasa sakit yang amat sangat. Aku akan mengembalikan setiap urat sarafmu ke tempat yang sebenarnya, tetapi rasanya akan sangat sakit. Aku akan melakukannya satu demi satu, jika kau tidak bisa menahan sakitnya lagi... Langsung katakan dan aku akan berhenti. Kau mengerti?"
Dai Chan mengangguk pelan, dia sudah banyak merasakan sakit. Bahkan saat menarik napas pun, seakan semua tulangnya bergemeretakan.
Xiao Shuxiang mulai menyentuh pelan tangan kanan Dai Chan, dia mengalirkan Qi miliknya perlahan-lahan.
Qi tersebut mulai menyebar, masuk ke dalam setiap urat dan menggerakkannya.
Aaaah...!!
Dai Chan langsung merasakan sakit yang luar biasa, tangannya sampai gemetar.
Xiao Shuxiang menghentikan kegiatannya dan menanyai Dai Chan, "Kau baik-baik saja?"
Dai Chan menggeleng pelan sebagai jawaban. Padahal Xiao Shuxiang baru menyelesaikan satu urat dan gadis ini sudah hampir setengah mati.
Xiao Shuxiang, "Sebaiknya istirahat lima menit, kemudian kita lanjut lagi."
"I-iya..."
Xiao Shuxiang duduk sambil berpikir. "Salah satu pil milikku mungkin bisa digunakan, tetapi tubuh Dai Chan sudah banyak mengkonsumsi herbal lain. Jika nekat memberinya makan pil, maka kemungkinan hidupnya akan di bawah angka satu. Ini terlalu berisiko. Haaah... Sepertinya hanya cara manual ini yang bisa digunakan."
***
__ADS_1