
Seumur hidup Xiao Shuxiang, baru kali ini dia merasa tenang berada di antara air. Dia bahkan bisa menikmati angin yang berhembus sambil memperhatikan kapal yang dia tumpangi terus berlayar.
".. Rasanya seperti mimpi.."
Xiao Shuxiang mungkin bisa tenang dan juga tersenyum, namun tidak untuk Liu Xi Ling. Dirinya merasa gugup dan walau tidak mau mengakuinya.. Dia sungguh sangat canggung.
Beberapa orang memperhatikan dirinya dengan Xiao Shuxiang, dia samar-samar bisa mendengar suara decak kagum dan helaan napas berat para bujangan.
"Ayo lihat-lihat ke sana,"
!
Xiao Shuxiang begitu semangat berkeliling, dia terus memegang tangan Liu Xi Ling tanpa melepaskannya sedetik pun. Beberapa orang merasa iri melihat keduanya, sungguh pemandangan yang terpampang di depan mereka itu adalah sebuah siksaan batin.
Hu Li sebenarnya berniat mengekori Tuan Muda Xiao-nya, tetapi dirinya ditahan oleh Liu Min Jie. Lebih baik mereka duduk tenang dan menikmati pelayaran ini.
Hu Li akhirnya menyerah, dia berharap Tuannya tidak mencari masalah dengan penumpang manapun di kapal ini.
Di tempat lain, Xiao Shuxiang menarik tangan Liu Xi Ling sambil terus berkeliling kapal. Tidak disangka, rasanya akan begitu menyenangkan.
"Tuan Muda Xiao, sampai kapan kita harus berpegangan tangan? Semua orang melihat kemari.."
Liu Xi Ling merasa tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian. Tetapi sepertinya Xiao Shuxiang terlihat tidak peduli.
"Hm? Kau tidak suka berpegangan tangan denganku?"
Liu Xi Ling sedikit mematung saat Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil memperlihatkan tatapan menghanyutkan miliknya. Dia lalu mencubit keras lengan pemuda yang berpegangan tangan dengannya ini.
"Aku lebih tua darimu, jadi jangan menggodaku. Kau benar-benar harus bertanggung jawab jika aku malah suka padamu nanti,"
Xiao Shuxiang jelas langsung menolak. Dia berkata bukan pemuda gampangan yang bisa menikahi setiap gadis cantik yang dia temui. 'Kebanggaannya' tidak selemah itu.
".. Kalau aku mau, sudah lama Xiao Shuxiang ini punya banyak istri. Namun aku punya penilaian tersendiri, perempuan itu tidak hanya dinilai dari kecantikannya, tetapi bibit dan bobotnya juga. Kecerdasanku tidak boleh kalah dengan kecantikan mereka. Aiih.. aku memang luar biasa.."
Liu Xi Ling menggeleng pelan, diam-diam dirinya tersenyum, ini pertama kalinya dia bertemu seorang kultivator yang begitu cerewet.
".. Tidak banyak pemuda yang semenyenangkan dirimu, Tuan Muda Xiao. Padahal kau punya gelar yang hebat, tetapi seakan sekarang ini kau hanyalah pemuda biasa,"
"Benarkah? Perasaan aku tidak semenyenangkan itu, tapi bila kau nyaman.. Baguslah. Ayo ke sana,"
Xiao Shuxiang kembali menarik Liu Xi Ling menuju dek belakang kapal. Tidak hanya para bujangan yang seperti merasa tersayat, bahkan gadis-gadis juga demikian.
"Membuat iri saja.."
"Aku juga mau.."
"Mereka mengumbar hal romantis membuat hatiku perih,"
Dalam hati, mereka mengusap-usap dada. Rasanya menyesakkan dan ada keinginan untuk memisahkan tangan yang berpegangan erat itu.
Sepanjang hari, Xiao Shuxiang dan Liu Xi Ling terus berpegangan tangan. Bahkan, saat mereka mulai duduk dan berhadapan dengan sebuah meja makan, lengkap dengan sajian di atasnya.
Banyak penumpang yang bertanya-tanya tentang pemuda dan gadis cantik yang mereka perhatikan ini. Saat sedang makan pun, kedua pasangan itu masih tetap saling berpegangan tangan.
"Tuan Muda Xiao, kau tidak mau makan?"
Pertanyaan dari Liu Xi Ling mungkin tidak berguna bagi para kultivator, ini dikarenakan kultivator dapat bertahan hidup walau tanpa makanan. Namun, berbeda dengan Xiao Shuxiang, dirinya tahu pemuda di sampingnya adalah kultivator yang sangat suka makan.
Xiao Shuxiang menjawab tidak bisa memakai tangan kiri bila ingin makan. Dia lalu meminta Hu Li untuk menyuapinya, tingkah tidak terduga tersebut kembali mengundang perhatian banyak orang.
Ada yang beranggapan Xiao Shuxiang merupakan pemuda yang manja. Sudah berpegangan tangan dengan gadis cantik, dan sekarang minta disuapi oleh pemuda berambut putih yang terlihat manis.
Liu Min Jie memperbolehkan Xiao Shuxiang memegang tangan putrinya karena dia tahu pemuda ini orang yang baik. Apalagi putrinya pernah menceritakan bahwa Xiao Shuxiang adalah murid dari Alkemis Zhou Yan, jelas pemuda ini merupakan aset berharga yang dapat menguntungkan Asosiasi miliknya.
"Hmm.. Tapi sepertinya ini tidak mudah. Anak ini punya hati yang kokoh, putriku harus berusaha lebih keras bila ingin mendapatkannya.."
Liu Min Jie memperhatikan saat Liu Xi Ling juga ikut menyuapi Xiao Shuxiang. Dia bisa melihat pemuda di depannya seperti belum menaruh hati pada putrinya.
".. Padahal anakku gadis yang cantik. Setiap minggu aku selalu mendapat lima lamaran untuknya, hanya saja anak ini yang tidak mau menikah. Apa mungkin dia menunggu lamaran Pemuda ini?"
Liu Min Jie mengerutkan keningnya, dirinya baru sekarang melihat Liu Xi Ling yang bahkan bisa tertawa dan bercanda bersama Xiao Shuxiang. Pandangan ini benar-benar langka bagi matanya.
Liu Xi Ling merupakan putri satu-satunya sekaligus kesayangannya. Gadis cantik ini lahir dengan mata Peri Alam, sebuah legenda kuno tentang makhluk yang hidup di dunia lain.
Warna rambut Liu Xi Ling menurun darinya dan Sang Istri, campuran antara rambut hitamnya dengan rambut berwarna ungu terang milik istrinya.
Tidak ada yang bisa menolak pesona putrinya, apalagi warna matanya tersebut dapat mengundang niat jahat seseorang bila tahu keistimewaan mata putrinya.
Mata Peri Alam menyimpan kekuatan perlindungan. Beruntung karena buku yang membahas mengenai hal ini hanya ada di keluarga Liu, dan itu pun sudah dimusnahkan oleh Liu Min Jie sendiri.
Informasi tentang Mata Peri Alam jauh lebih sedikit daripada Mata Peri Bulan. Namun, jenis mata hijau muda tersebut cukup banyak ditemui di berbagai benua, salah satunya adalah Benua Utara.
Banyak orang yang menganggap warna mata itu hanyalah warna mata biasa, jadi Liu Xi Ling jelas diperbolehkan kemanapun dirinya pergi tanpa dikekang seperti Huan Mei.
"Kurasa ini sudah cukup,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang meminta diberi minum oleh Hu Li. Sungguh, pengalaman ini merupakan yang pertama baginya.
Dapat melihat langit malam yang diterangi cahaya bulan dengan taburan bintang di atas sebuah kapal seperti ini, rasanya sangat menyenangkan.
".. Hmm~ Ketenangan yang luar biasa.."
Xiao Shuxiang bersandar pada kursinya sambil menutup mata, deru angin malam di laut berbeda dengan angin yang biasa dia rasakan.
"Aku berharap tidak ada hambatan apa pun dalam perjalanan kita,"
Hu Li meletakkan kembali gelas bambu yang dipegangnya. Xiao Shuxiang yang mendengar ucapannya barusan perlahan membuka mata kembali.
Perjalanan ini akan sangat panjang, jadi mustahil tidak ada hambatannya. Apalagi yang mereka hadapi adalah laut, walau Fan Chuan dan para awak kapal sebelumnya telah memperkirakan bulan-bulan yang bagus untuk berlayar, namun takdir tidak dapat diduga.
".. Kondisi di laut paling sulit ditebak, Hu Li. Persiapkan saja dirimu,"
Xiao Shuxiang meski terkesan sangat menikmati pelayaran pertamanya tanpa mabuk laut, dia juga ternyata masih memikirkan banyak hal. Tidak hanya kondisi di laut, tetapi kondisi di dalam kapal ini juga menjadi pusat perhatiannya.
Lihat saja, dalam satu kapal ini.. Xiao Shuxiang sudah menjumpai beberapa kultivator yang seperti memiliki wajah pembuat masalah. Sebuah keajaiban bila kapal ini tidak dirusak oleh para penumpangnya.
Setelah mengisi perutnya, Xiao Shuxiang kembali mengajak Liu Xi Ling berjalan-jalan. Karena gadis yang dia pegang tangannya ini adalah kultivator, maka dirinya dan Liu Xi Ling dapat tidak tidur sampai pagi.
Masalahnya, Liu Xi Ling adalah seorang gadis. Biasanya di waktu yang seperti ini dia gunakan untuk membersihkan diri, sekaligus mengganti pakaiannya.
"Tidak perlu mandi, kau sudah sangat wangi. Mandilah setelah kapal ini berlabuh nanti,"
"Ya-Yang benar saja! Butuh waktu paling lama enam bulan untuk sampai ke Benua Utara, kau mau aku tidak mandi selama itu?!"
Liu Xi Ling tidak percaya, dia jelas menolak dan tidak akan mau membayangkannya. Pujian yang dilontarkan Xiao Shuxiang padanya sama sekali tidak berpengaruh.
".. Aku mau membersihkan diri,"
Liu Xi Ling meminta Xiao Shuxiang melepaskan tangannya, tetapi pemuda ini menolak mentah-mentah. Bahkan tangannya dipegang lebih erat dari sebelumnya.
"Kalau begitu aku ikut kau mandi,"
!!
Beberapa orang yang mendengar ucapan Xiao Shuxiang begitu kaget. Menurut mereka, apa sebegitu cintanya pemuda ini sampai tidak mau lepas barang sedetik pun dengan kekasihnya?!
Beberapa penumpang wanita bahkan menatap aneh ke arah Liu Xi Ling, mereka beranggapan gadis ini pasti telah melakukan sesuatu pada pemuda tampan itu hingga terus menempelinya sepanjang waktu.
"Ka-Kau yang benar saja. Sebaiknya lepaskan tanganku sekarang juga, ayo lepaskan Tuan Muda Xiao..!"
Liu Xi Ling mulai merasa tidak enak. Bagaimana jika mereka harus terus berpegangan tangan selama enam bulan tanpa henti?! Gila! Xiao Shuxiang harus mengatasi mabuk lautnya apapun yang terjadi.
"Tidak untuk sekarang.. Kau tidak boleh pergi. Tetaplah di sini dan terus di sampingku. Aku benar-benar berhutang banyak padamu,"
Xiao Shuxiang memakai cara yang dia pelajari dari Shuai Niao, sebuah teknik tatapan mata dan suara lembut yang mampu meluluhkan hati gadis dalam hitungan detik.
Cara ini nampaknya berhasil, sebab pipi Liu Xi Ling terlihat bersemburat kemerahan. Tentu saja ini tidak akan gagal, karena yang melakukannya adalah Xiao Shuxiang. Pemuda yang dapat menggoda siapa pun hanya dengan tatapan mata bila bersungguh-sungguh.
"Tuan Muda Xiao, aku mungkin bisa menahan tidak mandi selama itu. Tapi apa kau.. Bersedia menikahiku?"
Liu Xi Ling bukanlah gadis yang pemalu, usianya sekarang memang sudah matang untuk menikah. Walau terlihat masih sangat muda, namun usia Nona Liu ini telah menginjak kepala tiga.
"Hm, berapa usiamu?"
"32 Tahun,"
Xiao Shuxiang jelas tidak kaget bila dilamar langsung oleh seorang gadis. Bisa dibilang, dia sudah pernah mengalaminya beberapa kali, tentu yang paling banyak adalah dikehidupannya yang sebelumnya.
"Tiga puluh dua tahun.. Kau masih terlalu muda. Aku sukanya yang sudah berusia ratusan ke atas. Hmm, tapi sepertinya tidak bisa. Ini karena aku menjadi 'Wali Pelindung' Kucing Putih, jadi tidak boleh menikahi gadis lain,"
"Apa Si Kucing Putih itu.. Dia,"
!
Hu Li terkejut saat Liu Xi Ling menunjuknya, segera dirinya menggeleng dan dengan gugup berkata bahwa dia adalah laki-laki, mana mungkin bisa menikah dengan Tuan Muda Xiao-nya.
"Kalau begitu lepaskan tanganku. Mana mau aku bertahan selama enam bulan terus berpegangan tangan denganmu dan tanpa mandi, bahkan tanpa mendapat apapun. Aku ini masih gadis baik-baik, keperawanan tanganku bahkan kau yang mengambilnya,"
"Nona Liu, aku bisa menjadikanmu 'Bibi Angkatku', bagaimana? Kau mau, kan?"
!
Xiao Shuxiang sudah tidak waras. Dia membuat gadis bermata hijau yang tangannya dipegang ini tertunduk dengan pandangan menggelap.
"Aku belum menikah dan sekarang malah mau dijadikan 'Bibi Angkat' oleh seorang bocah?! Benar-benar penghinaan..!"
"Bibi, kau kenapa? Ada apa?"
Liu Xi Ling merasakan telinganya panas, detik berikutnya dia menampar keras lengan Xiao Shuxiang, mencubit dan memelintirnya gemas.
"Aku ini bukan 'Bibimu'! Dan jangan memanggilku 'Bibi'..! Ka-kau keterlaluan, menyebalkan, lepaskan tanganku sekarang..!"
__ADS_1
"Aiya, Nona Liu. Baiklah, aku tidak akan memanggilmu 'Bibi', tapi jangan memukul dan mencubitku,"
Xiao Shuxiang meminta Hu Li mengusap-usap lengannya, dia sama sekali tidak mau melepaskan pegangan tangannya dari Liu Xi Ling.
"Ayah, bantu aku.."
"Tuan Muda Xiao, putriku hanya ingin membersihkan dirinya. Ini hanya sebentar.."
Liu Min Jie sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan urusan antara putrinya dengan Xiao Shuxiang. Tetapi putri kesayangannya sudah meminta, jadi dia tidak memiliki kuasa untuk menolak.
"Bagaimana jika nanti kau tidak mau berpegangan tangan denganku lagi?"
Liu Xi Ling hampir menangis melihat ekspresi wajah pemuda di depannya, apalagi tatapan matanya itu.. Aah~ rasanya jauh lebih panas sekarang.
".. Huuft, tetap tenang. Tipeku adalah pria dewasa, bukan seorang bocah. Meskipun Tuan Muda Xiao bisa jadi pengecualian, tapi tetaplah tenang.."
Liu Xi Ling menarik napas pelan dan dengan suara penuh kelembutan dia meminta Xiao Shuxiang melepaskan pegangan tangannya.
".. Aku janji akan memegang tanganmu lagi nanti,"
"Tapi-"
!!
Xiao Shuxiang baru akan menolak, namun dirinya dikejutkan dengan kapal yang tiba-tiba berguncang. Dia dan Liu Xi Ling berpandangan sejenak sebelum akhirnya berlari cepat menuju dek bagian depan kapal, tentu masih dengan berpegangan tangan.
Hu Li dan Liu Min Jie juga sama terkejutnya, mereka dapat mendengar suara keributan yang seperti menyerukan bahwa ada pusaran air yang sangat besar. Parahnya lagi, kapal mereka malah hilang kendali dan mengarah ke sana.
Bila dilihat dari atas, pusaran air tersebut cukup mirip dengan lubang hitam, namun lebih mencekam karena disertai dengan suara deru angin beserta air yang seperti saling bertabrakan.
Untuk orang yang sangat takut kegelapan, jelas ini merupakan pemandangan paling mengerikan. Belum lagi langit di atas pusaran air tersebut ditutupi awan yang gelap dengan kilatan petir.
"Tuan Fan Chuan! Aku tidak bisa!"
"Tetap tenang! Dengarkan arahan dariku!"
Fan Chuan terus memberikan komando bagi para awak kapalnya. Walau dihadapkan dalam situasi sulit, dia masih nampak tenang.
Di balik tubuhnya yang pendek, Fan Chuan nyatanya telah mendapat didikan langsung dari kerasnya lautan.
Ketegasan wajah tanpa rasa takut tersebut tidak ditempa dalam waktu beberapa hari. Dia sudah seperti penguasa dari badai, dirinya mampu membuat setiap awak kapal menjadi penuh keberanian.
Fan Chuan sekilas melihat ke bawah, ada beberapa orang yang bergegas menuju bagian dek depan kapal, padahal dia sudah meminta beberapa awak miliknya untuk mengajak para penumpang kembali ke kabin masing-masing.
Penumpang yang menurut jelas adalah manusia biasa, sementara untuk para kultivator tidak demikian. Mereka ingin melihat apa yang membuat kapal mereka berputar seperti menuju ke arah sesuatu, kemungkinan ada yang bisa mereka lakukan.
"Terlalu gelap, hanya suara aneh saja yang dapat kudengar,"
Xiao Shuxiang mendengar ucapan salah satu kultivator yang ada di sampingnya. Dia juga tidak bisa melihat apa pun karena terlalu gelap, bulan yang sebelumnya bersinar indah entah sejak kapan tertutup awan.
Xiao Shuxiang mengeluarkan Pil Mata Dewa dari Gelang Semestanya. Dia lalu menelan pil tersebut dan mulai memfokuskan penglihatannya ke arah laut.
Butuh waktu sekitar tujuh tarikan napas sampai dirinya bisa melihat ada hewan aneh yang kemungkinan besar adalah penyebab dari pusaran air ini.
"Itu hewan bertubuh panjang, kemungkinan ular."
!!
Beberapa kultivator mendengar ucapan Xiao Shuxiang, mereka lalu menarik pedang dan melesatkannya cepat ke dalam laut.
Kultivator yang lain mengikuti, pedang-pedang mereka kebanyakan tidak sampai pada tubuh hewan yang dilihat Xiao Shuxiang. Namun ada satu pedang yang melesat lebih jauh dan dalam, pedang itu mengenai tepat pinggiran mata hewan besar tersebut.
!!
Suara erangan monster langsung terdengar. Saat semua pedang yang dilesatkan kembali naik, sebuah kepala monster muncul tepat di tengah pusaran. Kapal milik Fan Chuan hampir terhempas oleh ombak yang besar, beruntung dirinya tidak pernah lengah memberi komando.
Xiao Shuxiang dan para kultivator dapat melihat hewan yang tidak jauh di depan mereka memiliki tubuh berukuran besar dengan kilatan listrik yang seakan keluar dari tubuhnya.
Hewan itu mempunyai warna mata hijau yang nampak bersinar di kegelapan, giginya bergerigi dan seperti dapat mengoyak apa pun. Karena kilatan petir di tubuh hewan tersebut dan kilatan di awan.. Xiao Shuxiang dapat melihat gigi monster itu berwarna merah darah.
"Itu.. Ular?"
"Bukan, tapi Belut Listrik."
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat seorang kultivator di dekatnya memberi jawaban atas pertanyaannya barusan. Dia lalu bertanya apa belut itu bisa dimakan atau tidak?
"Hm? Tentu saja bisa. Tapi apa kau yakin mau memakan seekor Demonic Beast?"
"Aku belum pernah makan belut, dan itu terlihat seperti ular. Mungkin rasanya lebih enak dari ular, aku jadi lapar.."
Kultivator yang berpakaian putih dengan corak tangkai pohon mendengus pelan, dia mengatakan bukan waktunya untuk memikirkan makanan. Bila tidak cerdas dalam bertindak, bisa saja mereka yang malah menjadi santapan Demonic Beast itu.
Belut Listrik yang dilihat oleh para kultivator termasuk Xiao Shuxiang dan Fan Chuan begitu tenang, namun tatapan matanya jelas mengandung ***** membunuh yang kuat.
__ADS_1
Dia jelas menargetkan penghuni dari kapal yang berukuran cukup besar tersebut. Belum lagi, dia bisa merasakan ada banyak mangsa yang terlihat lezat, dirinya ingin segera menelan mereka semua.
***