XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
350 - Bocah Pengemis Gila IV [Revisi]


__ADS_3

Bocah Pengemis Gila baru akan menyahut, namun raut wajahnya berubah saat dia melihat hidung Xiao Shuxiang memerah dan sedikit mengeluarkan darah. Di samping itu, bibir pemuda tersebut bengkak dan jelas disebabkan oleh benturan.


Lan Guan Zhi terlihat keluar dari danau dan meraih kembali pakaiannya. Wajah pemuda itu dalam keadaan yang sama dengan Xiao Shuxiang.


Walau ekspresi wajahnya masih begitu tenang, namun Bocah Pengemis Gila yakin Lan Guan Zhi tengah mengalami guncangan saat ini.


"Lan'Er Gege? Apa kau baik-baik saja?"


"Jangan memanggilnya 'Lan'Er Gege'. Kau sangat tidak pantas untuk itu...!"


Selama ini, hanya Xiao Shuxiang yang mampu membuat orang lain kesal karena tingkahnya. Dia dapat membuat Dai Chen kehilangan kesabaran karena kelakuannya yang tidak tahu malu.


Namun sekarang, Xiao Shuxiang kemungkinan sudah merasakan bagaimana rasanya berada di posisi Dai Chen. Lihat saja wajah kesal Koki Alkemis itu, dia jelas kehilangan ketenangan.


"Dari semua orang menyebalkan yang pernah kutemui, kau adalah yang terburuk...!"


"Terima kasih. Itu suatu pujian untukku," Bocah Pengemis Gila tersenyum sambil membelai rambutnya dengan penuh gaya.


"... Tapi aku ingin bertanya padamu..." Ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila seperti akan mengucapkan kata-kata yang tidak tahu malu lagi.


"... Bagaimana rasanya melakukan 'itu' dengan Lan'Er Gege? Aah~ tidak perlu memberi tahuku. Bibirmu yang sedikit bengkak itu sudah menjelaskan semuanya,"


"Cakrabuana...!"


Xiao Shuxiang yang sudah tidak bisa menahan diri lagi langsung menyerukan nama Bocah Pengemis Gila. Detik itu juga terdengar suara menggelegar bagai langit yang terbelah dua.


BLAAAR...!


Tidak adanya pertanda apa pun membuat suara tersebut mengejutkan semua orang yang ada di Sekte Pedang Langit termasuk Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila, Lan Guan Zhi, bahkan Tianqi Mao yang menyaksikan mereka di dalam kediamannya.


"Shuxiang, bodoh...! Sudah kubilang jangan menyebut namaku. Apa kau mau aku mati, hah?!" Bocah Pengemis Gila menunjuk Xiao Shuxiang dan lalu mengusap-usap dadanya. Sungguh, suara tadi jauh lebih keras dari yang pernah dia dengar.


Xiao Shuxiang bersungut-sungut, "Aku tidak peduli kau mau mati tersambar petir atau apa pun. Yang jelas sekarang, aku akan membelah bokong dan merobek mulutmu itu...!" dia mengusap darah yang keluar dari hidungnya.


Regenerasi tubuhnya cepat hingga merah pada hidungnya dan bengkak pada bibirnya mulai menghilang.


Bocah Pengemis Gila, "Kenapa kau sekesal itu padaku. Aku hanya membantumu, oke? Kau dan Lan'Er Gege saling menyukai tapi tidak ada dari kalian yang mau mengaku. Karena itulah aku melakukan ini agar kalian bisa menyadari perasaan masing-masing,"


Wajah Xiao Shuxiang memucat kala mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Jujur saja, dia sangat geli mendengar penuturan pemuda yang bertelanjang dada di depannya itu. Bocah Pengemis Gila sudah melampaui tingkat ketidakwarasan yang sebenarnya.


Lan Guan Zhi yang kini telah berpakaian lengkap juga mendengar penuturan Bocah Pengemis Gila barusan. Dia akui wajahnya tadi membentur sesuatu yang keras saat menangkap Xiao Shuxiang, keadaan hidungnya yang mengeluarkan darah dan bibirnya yang sedikit bengkak adalah buktinya.


Lan Guan Zhi berkedip dan berusaha merapikan pakaiannya. Menurutnya, kenakalan Bocah Pengemis Gila sudah kelewatan dan harus dihentikan sekarang juga. Dia lalu berjalan dan berdiri tepat di samping teman baiknya.


Xiao Shuxiang meniup poni depannya dengan kasar dan menatap tidak suka pada Bocah Pengemis Gila. "Apa kau bisa menghentikan ini? Aku dan Lan Zhi tidak memiliki hubungan terlarang seperti yang kau tuduhkan. Aku ini pemuda normal yang suka dengan 'Perempuan', mengerti?!"


Lan Guan Zhi bersuara pelan, "Shuxiang, tenangkan dirimu. Dia hanya mengerjaimu saja,"


Xiao Shuxiang berusaha mengatur napas dan juga emosinya. Dirinya mendapat bantuan karena Lan Guan Zhi mengusap-usap pelan punggungnya.


"Lan Zhi, tulang hidungmu... Tidak patah, kan?" Xiao Shuxiang menoleh dan menanyakan keadaan teman baiknya. Dia merasa kasihan dengan pemuda polos nan tidak berdosa ini.


"Mn, bagaimana denganmu?"


Lan Guan Zhi masih sempat-sempatnya mengkhawatirkan Xiao Shuxiang, padahal dia harusnya tahu bahwa pemuda di sampingnya ini memiliki regenerasi tubuh yang luar biasa. Luka karena tubrukan biasa jelas bukanlah masalah besar bagi Xiao Shuxiang.


"Ehem! Lan'Er Gege~ kau terlalu perhatian padanya. Sekali-kali, perhatian juga padaku~" awalnya, Bocah Pengemis Gila ingin menghentikan candaan yang mengesalkannya ini, namun niatan itu terhenti kala menyaksikan sendiri dua pemuda tampan di depannya.


Baginya, Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang memang bukan teman biasa. Saat melihat mereka bicara, kedua orang itu seakan mempunyai dunia sendiri.


Bocah Pengemis Gila mendengus pelan, "Hmh, benar-benar... Mereka berdua seperti yang sudah kuduga..." Dirinya menggelengkan kepala pelan dan mulai melancarkan aksinya menggoda Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi.


Tingkah Bocah Pengemis Gila memang keterlaluan, apalagi setiap perkataannya meski berupa bualan---Namun terasa dapat dipercaya. Dia adalah sosok yang jelas mampu membuat orang lain salah paham.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi hanya berteman, perhatian yang mereka lakukan satu sama lain juga didasarkan pada hubungan tersebut.


Tidak ada yang salah bila menaruh perhatian pada teman, apalagi bila kau menganggapnya sebagai saudara. Tetapi sudah pada dasarnya otak Bocah Pengemis Gila selalu mengarah pada hal yang menyimpang, jadi pemandangan yang dilihatnya ini jelas diarahkan pada pengertian lain.


"Kalian berdua membuatku cemburu~ Lan'Er Gege, apa kau sebenarnya sudah menikah, huh? Lalu kau anggap aku ini apa? Simpananmu?"


?!

__ADS_1


Lan Guan Zhi berkedip dan dengan tenang berkata, "Aku belum menikah. Kau bukan simpananku. Memalukan."


Lan Guan Zhi sama sekali tidak mengutarakan pembelaan mengenai hubungannya dengan Xiao Shuxiang.


Berbeda dengannya, Koki Alkemis sekaligus teman baiknya ini nampak kesal karena mendengar pertanyaan Bocah Pengemis Gila barusan.


Xiao Shuxiang menunjuk dan membentak pemuda di depannya dengan suara yang ketus. "Kenapa kau tidak bisa berhenti bicara, apa perlu kusebut namamu berulang kali sampai halilintar datang dan menjadikanmu daging bakar, huh?"


"Shuxiang, aku punya mulut. Selain untuk makan, ini juga dipakai untuk bicara..." Bocah Pengemis Gila menepuk pelan bibirnya dengan memakai jari telunjuk kanannya,


"Kalau ingin menghentikanku, maka jujurlah sekarang juga. Kenapa kau harus menyembunyikannya? Tidak ada yang akan menghentikan hubungan terlarangmu dengan Lan'Er Gege. Menurutku, kalian pasangan yang serasi~"


Dahi Xiao Shuxiang berkedut mendengar penuturan dari Bocah Pengemis Gila, sementara itu Lan Guan Zhi hanya mengembuskan napas sambil menggelengkan kepala pelan. Terserah apa kata pemuda itu, dia tidak ingin ambil pusing.


"Bocah Pengemis Gila, sudah cukup kau menguji kesabaranku-"


"Shuxiang, kau lihat itu. Lan'Er Gege saja tidak marah dan juga tidak membantah ucapanku. Kasihan dia~ Lan'Er Gege menyukai orang yang tidak bisa jujur pada perasaannya sendiri. Kau sangat keterlaluan,"


"Aku harus jujur bagaimana lagi, sialan! Kau benar-benar..."


!!


Bocah Pengemis Gila segera lari saat merasa dirinya dalam keadaan bahaya. Dia menghindari terjangan Xiao Shuxiang sambil terus mengeluarkan kata-kata yang jelas memancing emosi.


Lan Guan Zhi awalnya tersentak kala teman baiknya tiba-tiba melesat ke arah Bocah Pengemis Gila, namun wajahnya masih tetap terlihat tenang.


Bila dilihat dari ekspresi wajahnya, seseorang tidak akan tahu apa yang sedang dipikirkan Murid Kebanggaan Sekte Pedang Langit ini, termasuk untuk mengartikan senyum samar yang terlukis di wajahnya saat melihat Xiao Shuxiang mengejar Bocah pengemis Gila.


*


*


"Mau lari ke mana kau...!"


"Kenapa kau harus semarah ini? Itu berarti apa yang kukatakan benar, kan? Kau menyukai Lan'Er Gege tetapi tidak mau mengaku...!"


Bocah Pengemis Gila terus berlari, dia secara sengaja melompat ke sebuah dahan pohon dan menendang dahan tersebut ke arah pemuda yang mengejarnya.


!!


"Kau tidak akan selamat bila tertangkap olehku..." Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, "... Yang akan menerima hukuman lebih dulu adalah bokongmu, Bocah Pengemis Gila."


!!


Lima orang murid Sekte Pedang Langit yang sedang berjalan-jalan tersentak kala melihat seorang pemuda bertelanjang dada dan hanya memakai celana putih panjang berlari di tengah-tengah mereka.


Dua di antara murid tersebut adalah perempuan, mereka refleks berteriak sambil menutup mata. Barusan tadi adalah pemandangan pertama yang mereka lihat dan itu jelas menakutkan.


"Awas...!"


Salah satu murid Sekte Pedang Langit menarik tangan rekannya. Untung saja dia bisa menyelamatkan rekannya tersebut yang hampir ditabrak oleh Xiao Shuxiang.


*


*


Tidak mudah untuk Xiao Shuxiang menangkap Bocah Pengemis Gila. Pemuda dari Benua Tengah tersebut memiliki kelincahan yang kemungkinan melampaui dirinya.


Semakin lama mengejar, Xiao Shuxiang malah lupa dengan amarahnya. Kekesalannya berganti menjadi rasa kagum saat melihat bagaimana Bocah Pengemis Gila melesat tanpa menimbulkan angin dan suara.


Dibalik tingkahnya yang tidak tahu malu, serta identitasnya yang seorang pemuda homo----Bocah Pengemis Gila merupakan orang yang berbakat.


Yaah. Itu tentu saja, dialah pendekar tertua yang usianya membuat Xiao Shuxiang tak sadar menahan napas. Lingkungan di Benua Timur seakan tidak menjadi penghambatnya sama sekali.


"Apa dia masih mengejar?" Bocah Pengemis Gila tidak bisa berbalik ke belakang untuk sekadar memeriksa Xiao Shuxiang, karenanya dia menggunakan Tenaga Dalam Suhu untuk mencium bau Koki Alkemis tersebut.


"Haiih... Dia masih mengejarku,"


Bocah Pengemis Gila menapakkan kaki di tanah. Dengan gerakan yang cepat, dia menimbulkan lesatan angin disertai dedaunan kering dan juga debu.


Angin tersebut mengarah langsung pada Xiao Shuxiang.

__ADS_1


!!


Mengetahui angin hampir menerjangnya--Segera Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasan Angin dan menangkis serangan yang datang.


Bocah Pengemis Gila kembali melesatkan angin kencang, dia melakukannya sebanyak tiga kali dan dengan ini Xiao Shuxiang akan sulit menyusul dirinya.


*


*


Keributan yang ditimbulkan akibat Bocah Pengemis Gila yang berlari dengan celana tipis sambil bertelanjang dada membuat heboh para murid Sekte Pedang Langit yang berpapasan jalan dengannya.


Murid perempuan yang lebih histeris, mereka tidak biasa melihat bagian atas tubuh pria, jadi pemandangan ini cukup tabu bagi mereka.


Di Balai Murid. Tepatnya di salah satu kamar yang ada di lantai dua, seorang kultivator berusia 23 Tahun baru akan keluar dari kamarnya saat sesuatu tiba-tiba melesat masuk dari jendela.


!!


Dirinya terkejut, yang melesat barusan rupanya adalah sosok pemuda dengan hanya memakai celana panjang tipis berwarna putih, apalagi pemuda tersebut dalam keadaan tubuh yang basah.


"Haah... Dia tidak akan melepaskanku sebelum menampar bokongku yang indah ini,"


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas pelan, dia mengusap wajahnya dan mulai menyadari ada orang lain yang seperti sedang menatapnya.


Saat menoleh, mata Bocah Pengemis Gila bertemu pandang dengan seorang murid Sekte Pedang Langit. Dirinya tersenyum dan menyapa pemuda itu seperti yang biasa dia lakukan.


"Hai tampan, ehm... Apa aku boleh minta pakaianmu?" Bocah Pengemis Gila mengusap pundaknya dengan malu-malu, "Aku saat ini sedang buru-buru karena dikejar oleh seekor anjing liar yang dalam masa kawin. Aku bahkan tidak bisa mengambil pakaianku,"


"Anjing liar...? Tapi tidak ada hewan itu di tempat ini.."


"Kakak Tampan~ bukan anjing liar semacam itu, tapi anjing liar dalam artian lain. Kau lihat kan tubuh mulus dan mempesonaku ini.. Sekali pandang saja, sudah mampu membuat air liur seseorang menetes. Ya ampun~ aku tidak tahu harus bagaimana dengan karunia Tuhan ini.. Aku sangat beruntung~"


Murid Sekte Pedang Langit hanya menatap aneh ke arah Bocah Pengemis Gila. Dibandingkan dengan meneteskan air liur, dia lebih kepada menampakkan wajah pucat dan jelas merinding geli melihat tingkah tak tahu malu pemuda di depannya ini.


"Kakak Tampan~ kenapa hanya berdiri diam di situ? Kapan kau akan memberiku pakaian? Atau kau mau main satu ronde denganku dulu, hm?"


"Ti-tidak... Terima kasih..."


Murid Sekte Pedang Langit menahan napas dan lalu berjalan ke arah lemarinya. Dia mengusap-usap dada pelan dan bersikap penuh waspada, khawatir bila Bocah Pengemis Gila menerjangnya dari belakang.


Dia mengambil satu set pakaian berwarna putih dan menyerahkannya dengan penuh hati-hati kepada Bocah Pengemis Gila. Dia tidak tahu anjing liar mana yang dimaksud pemuda ini.. Namun baginya, Bocah Pengemis Gila-lah yang paling berbahaya.


"Kakak Tampan~ kau baik sekali. Aku jadi ingin memberimu hadiah~"


!!


"A-A-Anda pakailah itu, sa-saya harus segera pergi,"


Murid Sekte Pedang Langit begitu gugup. Bagaimana tidak, suara Bocah Pengemis Gila terdengar berat dan seperti menggoda dirinya.


Bahkan pemuda yang bertelanjang dada itu tidak ragu mengedipkan sebelah mata sambil tersenyum aneh ke arahnya.


"Tidak perlu buru-buru Kakak Tampan~ aku sendiri yang akan pergi dari sini.." sambil memegang satu set pakaian putih pemberian murid Sekte Pedang Langit... Bocah Pengemis Gila segera menuju ke salah satu jendela.


Sebelum benar-benar pergi, dia kembali menoleh ke arah murid Sekte Pedang Langit sambil tersenyum. "... Saat kita bertemu lagi, aku akan memberimu hadiah Kakak Tampan~"


Bocah Pengemis Gila mengedipkan sebelah matanya bersamaan dengan dia meletakkan jari telunjuk kanannya di bibir. Tindakannya barusan membuat murid Sekte Pedang Langit tersentak dan secara tak sadar menahan napas.


Dirinya menyaksikan bagaimana Bocah Pengemis Gila pergi dari dalam kamarnya lewat jendela. Namun belum sempat mengambil napas, sesuatu kembali masuk ke dalam kamarnya dan kali ini itu adalah Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao...?"


Wajah murid Zhou Yan tersebut nampak serius. Murid Sekte Pedang Langit tidak tahu apa yang terjadi antara Bocah Pengemis Gila dengan pemuda yang dilihatnya ini. Tetapi yang jelas, dia merasakan seperti kedua pemuda tersebut sedang terlibat masalah.


"Apa dia baru saja datang kemari?" Xiao Shuxiang mengendus bau Bocah Pengemis Gila. Baginya, tidak ada yang lebih pekat selain bau kebohongan.


"Aku tahu dia datang kemari. Benar, kan?"


"Jika itu Tuan Bocah Pengemis Gila, maka memang benar. Dia baru saja pergi,"


Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Dirinya tanpa permisi langsung melesat ke arah jendela, meninggalkan murid Sekte Pedang Langit sendirian di dalam kamar ini.

__ADS_1


***


__ADS_2