
Kota Relung Bunga sebenarnya tidak benar-benar aman, tempat ini sering menjadi lokasi pertarungan antara pendekar dan kultivator. Jadi bisa dibilang, warga kota ini sudah terbiasa berada dalam situasi antara hidup dan mati ketika ada yang sedang bertarung.
Karena hampir setiap hari terjadi perkelahian, maka Warga Kota Relung Bunga bukan lagi amatir tentang hal menyelamatkan diri.
Pemandangan seperti rumah yang terbuka lebar tanpa seorang pun di dalamnya, atau dagangan yang ditinggal oleh penjualnya di tengah jalan begitu saja.. Merupakan sesuatu yang biasa di kota ini.
Jika tidak dilihat dari dampak pertarungan para pendekar dan kultivator--Kota Relung Bunga sebenarnya adalah kota yang indah. Sama seperti namanya, tempat ini dihiasi dengan hampir lima puluh jenis bunga, dan kebanyakan di antaranya baru pertama kali Xiao Shuxiang lihat.
Sayangnya dia tidak bisa menikmati semua keindahan Kota Relung Bunga karena jalan yang diambilnya sekarang merupakan tempat terburuk di kota ini.
Bukan rahasia umum lagi jika dibalik keindahan suatu tempat, pasti ada saja kecacatannya. Relung Bunga, adalah salah satu dari sekian banyaknya kota yang memiliki kecacatan tersebut.
Ada satu jalanan kecil yang namanya merupakan aib bagi warga Kota Relung Bunga, tetapi sangat akrab di telinga para pendekar Aliran Hitam, ia bernama 'Jalan Para Pengemis'.
Tempat tersebut rapi dan jelas bersih dari sampah, hanya saja rumah-rumah di kedua sisi jalan tidak terurus dengan baik.
Saat malam hari, tempat tersebut begitu gelap. Ada yang menempati rumah-rumah tersebut, namun tak ada satu pun orang yang mau menerangi rumah mereka dengan lentera atau pun obor bambu.
Bukan karena tidak mampu membeli, tetapi penghuni tempat itu tidak diizinkan oleh Wali Kota Relung Bunga. Jika masih ingin tinggal, mereka harus mematuhi aturan tersebut.
Diskriminasi? Itu memang benar, dan seperti inilah kehidupan gelap yang disembunyikan oleh keindahan Kota Relung Bunga.
Derap langkah kuda menjadi pengiring bagi perjalanan Xiao Shuxiang, dia mengikuti Lan Guan Zhi dari belakang, sementara Xiao Qing Yang dan Hu Li mengikuti dirinya.
Di kedua sisi mereka, berjalan teman-teman Sekar Aji dan Sukma Arang, para kultivator serta pendekar dari Aliran Hitam. Merekalah yang menjadi pemandu Xiao Shuxiang untuk melewati 'Jalan Para Pengemis'.
Hu Li dan Xiao Qing Yan memperhatikan sekitarnya, mereka melihat banyak orang berpakaian lusuh dengan tubuh yang kotor dan tak terawat, kebanyakan bahkan memiliki tubuh kurus hingga seperti hanya dibungkus kulit saja.
Lan Guan Zhi juga melihat yang demikian. Selain warga yang bertubuh kurus tak terawat, ada juga beberapa orang yang nampak sedang berdagang. Hanya saja saat dirinya lewat, mereka langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu--meninggalkan dagangan yang ternyata hanyalah daun-daun kecil.
Lan Guan Zhi menarik pelan tali kekang kudanya, dia memperhatikan dedaunan yang berada dalam sebuah ayakan bambu. Awalnya, dia menganggap itu adalah daun teh, tetapi setelah dilihat dengan teliti.. Daun tersebut hanyalah dedaunan biasa.
"Lan Zhi, kenapa berhenti? Ayo jalan,"
Di antara teman-teman Lan Guan Zhi, hanya Xiao Shuxiang saja yang tidak peduli dengan kondisi di sekitarnya. Pemuda berambut panjang dengan pakaian serba hitam itu seperti tidak menaruh simpati sedikit pun pada orang-orang lusuh di tempat ini.
Lan Guan Zhi menghembuskan napas pelan, dirinya kembali melanjutkan perjalanan. Sangat disayangkan dia tidak membawa bekal makanan, dan koin emas di dalam Kantong Penyimpanannya hanya tinggal beberapa keping saja. Jika dia memberikan koin tersebut pada seorang pengemis, maka kemungkinan terburuknya akan terjadi keributan.
Xiao Shuxiang sebenarnya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Lan Guan Zhi. Dan memang hanya dia yang membawa banyak bekal di antara teman-temannya yang lain. Hanya saja, dia sama sekali tidak mau memberi pertolongan, bahkan pada satu orang pun. Dia bukanlah orang sebaik itu.
Meski disebut 'Jalan Para Pengemis', nyatanya tidak ada satu orang pun yang berani meminta-minta pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
Mereka tahu Lan Guan Zhi, Hu Li, dan Xiao Qing Yan merupakan pendekar yang baik, dan meski Xiao Shuxiang berpakaian serba hitam.. Wajahnya terlihat bersahabat.
Namun tidak ada yang berani mendekat, ini dikarenakan adanya para pendekar dan kultivator Aliran Hitam yang mendampingi Xiao Shuxiang serta teman-temannya. Ketakutan terbesar para penghuni Jalan Para Pengemis ini memang adalah orang-orang dari Aliran Hitam.
Baik kultivator maupun pendekar yang mendampingi Xiao Shuxiang dan teman-temannya... Tidak ada yang berniat menanyakan ke mana tujuan sebenarnya dari perjalanan mereka ini.
Para pendekar tersebut khawatir menyinggung Xiao Shuixang. Karenanya, sebagai pencair suasana.. Salah satu di antara mereka menanyakan tentang hubungan Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi.
".. Anda terlihat bukan berasal dari sekte yang sama dengan Tuan Muda di depan itu, atau apakah kalian adalah 'Pasangan Kultivasi'?"
?!
Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar pertanyaan dari pemuda yang berjalan di samping kudanya. Bukan hanya dia, Lan Guan Zhi yang berada di depannya juga nampak tersentak, namun detik berikutnya.. ekspresi wajahnya kembali tenang.
Maksud 'Pasangan Kultivasi' bagi kultivator di Benua Tengah memiliki arti 'Teman Sepetualangan', tetapi bagi orang-orang di Benua Timur kata itu mempunyai arti lain.. Yakni hubungan khusus yang lebih dari sekadar Teman Sepetualang.
".. Kalau boleh jujur, saya rasa Anda berasal dari Aliran Hitam, sementara Tuan Muda itu nampak seperti kultivator dari Aliran Putih atau kemungkinan Netral.."
Selama ini, sangat jarang kultivator dari Aliran Putih dan Netral yang mempunyai hubungan dengan orang yang berasal dari Aliran Hitam, apalagi jika mereka dapat menjadi teman sepetualang, hal tersebut jelas termasuk mustahil.
".. Yang saya tahu, pemikiran orang-orang dari Aliran Hitam selalu tak sejalan dengan pemikiran mereka yang berasal dari Aliran lain. Karenanya saat melihat betapa akrabnya Anda dengan Tuan Muda itu.. Saya menjadi bertanya-tanya,"
Xiao Shuxiang memperhatikan punggung Lan Guan Zhi sambil terus mendengarkan ucapan kultivator dari Sekte Darah Roh yang berjalan di sisi kuda yang ditungganginya.
Dia setuju dengan pendapat kultivator ini, pemikiran orang-orang Aliran Hitam memang tak pernah bisa sejalan dengan orang-orang Aliran Putih, dan mereka yang berasal dari Aliran Netral kebanyakan lebih bersikap tak peduli.
".. Tapi pertanyaan tentang apakah kami adalah 'Pasangan Kultivasi'.. Aku rasa-!!"
Ucapan Xiao Shuxiang langsung terhenti saat dirinya mendengar suara teriakan. Dia dan teman-temannya tentu saja kaget, mereka tidak merasakan ada bahaya apapun, tetapi suara teriakan itu tiba-tiba saja datang.
"Waaa! Jangan injak aku..! Jangan menginjakku..! Aku tidak melakukan apapun! Aku tidak melakukan apa-apa..!"
?!
Suara tersebut berasal dari depan, tepatnya berada di jarak sekitar enam meter dari kuda yang ditunggangi Lan Guan Zhi.
?!
Seorang pemuda berusia 23 Tahun dengan pakaian berwarna cokelat bercampur hitam nampak meringkuk sambil memeluk sebatang tongkat bambu setinggi tubuhnya.
Dia berulangkali meneriakkan kata seperti 'Jangan menginjakku', 'Jangan injak aku'. Padahal tidak ada satu orang pun yang menginjak dirinya--pemuda itu hanya sendirian.
?
Lan Guan Zhi terlihat mengerutkan sedikit kening, nampak bahwa dirinya keheranan melihat tingkah pemuda tersebut. Saat kudanya semakin mendekat, teriakan pemuda itu semakin kencang, ini membuat dirinya kembali menarik tali kekang kuda dan berhenti.
Salah seorang pendekar berseru, "Hei kau!" dia menegur pemuda yang meringkuk tersebut dan menyuruhnya menyingkir bila tidak ingin mati.
"Aku tidak mau mati..! Aku tidak mau mati..! Jangan injak aku..! Aku tidak mau mati..!"
Pemuda titu masih saja berteriak sambil meringkuk dan memeluk tongkat bambunya. Wajahnya tidak bisa dilihat oleh Lan Guan Zhi karena tertutup rambut panjang yang lumayan berantakan.
Dua orang warga yang berpakaian lusuh mencoba membangunkan pemuda tersebut dan menariknya untuk ke pinggir jalan, tetapi pemuda itu sama sekali tidak mau bergerak dan malah semakin berteriak.
__ADS_1
"Kau jangan membuat keributan di sini, ayo bangun. Apa kau mau mati?!"
"Aku tidak mau mati..! Jangan bunuh aku..! Aku tidak mau mati..!"
?!
Lan Guan Zhi baru akan turun dari kudanya, tetapi pendekar dari Partai Paruh Rajawali memintanya tetap di atas kuda.
".. Kejadian ini memang biasa di Jalan Para Pengemis, Tuan Muda. Dia itu adalah orang yang tidak waras, dia dikenal sebagai Bocah Pengemis Gila. Biar aku yang mengurusnya,"
Lan Guan Zhi mengangguk pelan, dirinya memberi pesan agar pemuda yang berteriak-teriak tersebut tidak dibunuh.
Xiao Shuxiang yang berada di belakang Lan Guan Zhi nampak penasaran dengan apa yang terjadi di depan. Dirinya juga ingin turun dari kuda, namun kultivator dari Sekte Darah Roh melarangnya.
Pemuda yang disebut sebagai 'Bocah Pengemis Gila' itu masih saja berteriak-teriak, dia menolak dibawa ke pinggir oleh pendekar dari Partai Paruh Rajawali, dirinya masih tetap meringkuk ketakutan.
Saat tubuhnya diseret paksa ke pinggir jalan.. Dia kembali ke tengah jalan sambil berteriak dan memeluk erat tongkat bambunya. Lan Guan Zhi tentu merasa heran dengan tindakannya ini.
"Aku tidak mau..! Kalian akan membunuhku..! Aku tidak mau mati..!"
"Kalau kau tidak mau mati, maka jangan berada di tengah jalan. Ayo bangun dan menyingkir segera..!"
"Aku tidak mau! Aku tidak mau! Jangan sakiti aku! Jangan bunuh aku..!"
Pendekar dari Partai Paruh Rajawali hampir kehilangan kesabaran. Tangan kanannya sudah memegang gagang pedangnya dan mulai berniat menariknya keluar.
Karena bahasa pemuda yang berteriak-teriak tersebut adalah bahasa dari penduduk Benua Timur.. Maka apa yang diteriakkannya dimengerti dengan baik oleh Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang. Mereka kemudian mulai turun dari kuda masing-masing.
Saat berada di dekat pemuda yang meringkuk itu, Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang saling berpandangan kemudian mengangguk pelan. Berikutnya, Lan Guan Zhi membungkuk sedikit dan menyentuh pelan pundak 'Bocah Pengemis Gila' sambil dengan sopan memintanya untuk bangun.
"Aku tidak mau..! Aku tidak mau..! Kau akan membunuhku..! Kau akan menginjakku..!"
"Tidak ada yang akan membunuhmu, tolong bangunlah,"
Suara Lan Guan Zhi begitu lembut dan juga menenangkan. Pemuda yang sebelumnya berteriak tidak karuan mulai nampak diam. Dirinya perlahan bangun sambil memeluk erat tongkat bambunya, wajahnya masih tertutup dengan rambut.
Di balik rambut panjang yang tidak terurus.. Pemuda ini memperhatikan Lan Guan Zhi dari bawah sampai ke atas. Dan saat dia mulai menoleh ke arah Xiao Shuxiang.. Dirinya segera merangkul lengan Lan Guan Zhi dengan erat dan kembali berteriak.
"Dia akan membunuhku! Dia akan membunuhku! Dia menakutkan..! Aku sangat takut..!"
!!
Lan Guan Zhi terkejut dengan dua hal, pertama adalah pemuda ini langsung memeluk lengan kanannya, seakan meminta perlindungan dan yang kedua adalah teriakan pemuda tersebut pada temannya.
Xiao Shuxiang juga terkejut. Dia sejak tadi tidak mengatakan apapun dan malah diteriaki akan membunuh, pemuda di depannya ini benar-benar sudah tidak waras.
"Tuan, dia temanku. Dia tidak akan membunuhmu,"
"Ta-tapi dia terlihat menyeramkan, kau akan melindungiku, kan? Kau harus melindungiku. Lindungi aku.."
Xiao Shuxiang dalam hati mendengus saat melihat pemuda asing di depannya malah memeluk Lan Guan Zhi dari belakang dan terus meminta agar dilindungi. Pakaiannya yang kotor itu sudah membuat seragam putih temannya ternodai.
Pemuda itu kembali berteriak ketakutan saat mendapat ancaman dari Xiao Shuxiang. Dia semakin memeluk erat Lan Guan Zhi dan memohon agar dilindungi.
"Shuxiang, kau menakutinya.."
"Lan Zhi, tapi aku-"
!
Xiao Shuxiang tersentak saat mendapat tatapan tidak suka dari temannya. Dalam hati dia merutuk kesal, padahal dirinya hanya ingin pemuda gila itu melepaskan Lan Guan Zhi.
"Tuan Muda, Anda jangan dekat-dekat dengannya. Dia gila dan homo!"
Seruan pendekar dari Sekte Paruh Rajawali membuat Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang terkejut. Segera Xiao Shuxiang bergegas menarik temannya sambil dibantu oleh kultivator dari Sekte Darah Roh.
Keributan yang terjadi di depan membuat Xiao Qing Yan penasaran, tapi Hu Li memintanya untuk tetap diam dan menyerahkan semuanya pada rekan mereka.
"Lepaskan Lan Zhi sekarang, singkirkan tanganmu darinya! Jangan peluk Lan'Er!"
"Aku tidak mau! Kau akan membunuhku jika kulepaskan dia! Aku tidak mau mati!"
Dua pendekar dari Sekte Paruh Rajawali berusaha melepaskan pelukan pemuda gila ini dari pinggang Lan Guan Zhi, sementara Xiao Shuxiang menarik kedua tangan temannya dari depan.
Lan Guan Zhi sendiri masih berwajah tenang meski sedang diperebutkan. Sebenarnya, dia tidak takut dengan orang gila, tapi beda halnya jika orang itu juga di cap sebagai homo.
'Bocah Pengemis Gila', nama tersebut cukup terkenal di Kota Relung Bunga. Tingkahnya yang seperti bocah kadang membuat orang kewalahan.
Dia sebenarnya merupakan pemuda yang sama sekali tidak memiliki rasa takut pada penjahat bahkan pendekar dari Aliran Hitam. Tingkahnya ini hanyalah sebuah sandiwara.
Selama tinggal di tempat buangan Kota Relung Bunga--beberapa kali dirinya pernah di serang, namun selalu saja dia dapat menghindar. Berita tentang dirinya yang kemungkinan adalah seorang pendekar mulai muncul sejak saat itu.
"Aku berjanji tidak akan membunuhmu, jadi lepaskan Lan Zhi sekarang,"
Xiao Shuxiang hampir naik pitam, dia benar-benar akan meledakkan kepala pemuda gila ini jika masih menolak melepaskan temannya.
"Kau mau melepaskan Lan Zhi atau tidak?"
"Ehm.. Ba-baiklah.. Tapi! Tapi kau harus membantuku dulu,"
?!
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, dia kemudian bertanya bantuan apa yang diinginkan pemuda gila ini dari dirinya.
"Kau janji akan membantu..?"
Pemuda yang wajahnya masih tertutup rambut kusut tersebut belum juga melepaskan pelukannya dari Lan Zhi, kedua tangannya bahkan entah sejak kapan sudah ada di dada temannya.
__ADS_1
Tongkat bambu Bocah Pengemis Gila sendiri terlihat terjepit di antara punggung Lan Guan Zhi dengan dada bidangnya.
"Aku janji! Jadi turunkan tanganmu!"
Bukan Xiao Shuxiang yang berada di posisi Lan Guan Zhi, tetapi dirinya yang malah kelabakan. Dia nampak tidak rela temannya dipeluk seorang pria, apalagi orang itu di cap sebagai homo.
Lan Guan Zhi sendiri tidak peduli sedang menjadi bahan rebutan, dia lebih tertarik melihat ekspresi wajah temannya, itu nampak sedikit lucu.
Bocah Pengemis Gila, "Kalau begitu.. Kau harus membeli teh yang kujual,"
"Apa?"
Bocah Pengemis Gila tersebut mulai memperlihatkan wajahnya namun tangan kirinya masih memeluk Lan Guan Zhi.
!!
Xiao Shuxiang tersentak, wajah pemuda di depannya penuh dengan riasan dan sama sekali tidak terlihat cantik, malah nampak seperti hantu gantung.
"Bagaimana? Kau mau membeli teh yang kujual, kan?"
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali sebelum mengangguk, dia seperti telah kehilangan emosinya yang hampir meledak setelah melihat riasan wajah Bocah Pengemis Gila itu.
Ketika pelukan pada Lan Guan Zhi terlepas.. Xiao Shuxiang segera menarik temannya tersebut. Dia meminta Lan Guan Zhi untuk tetap berada didekatnya.
".. Kita akan membersihkan tubuhmu setelah keluar dari tempat ini, aku sendiri yang akan memandikanmu,"
"Tidak perlu,"
Dua pendekar yang sebelumnya membantu Xiao Shuxiang terlihat kelelahan. Mereka tidak sanggup melepaskan pelukan Bocah Pengemis Gila dari Lan Guan Zhi, kekuatan tangan pemuda itu diluar dugaan dan benar-benar hebat.
"Aku mendengar rumor bahwa dia itu sebenarnya adalah pendekar. Beberapa orang pernah mencoba membunuhnya, tetapi selalu gagal,"
"Aku juga mendengar hal itu, dia memang tidak terlihat seperti pengemis gila biasa,"
Kedua Pendekar dari Aliran Hitam tersebut perlahan mengatur napas, mereka lalu mengikuti Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi dari belakang.
Daun teh yang dijual Bocah Pengemis Gila ini hanya daun-daun kecil biasa. Sebagian nampak terbungkus oleh daun pisang, sebagian masih berada dalam karung, dan sebagian lagi memenuhi sebuah ayakan bambu.
Xiao Shuxiang dalam hati menggeleng pelan saat melihat tingkah pemuda gila di depannya yang begitu cepat berubah. "Tadi dia begitu ketakutan bahkan sampai memeluk erat Lan Zhi, dan sekarang tingkahnya seperti seorang pedagang. Haah.. Jenis manusia apa yang kutemui ini.."
"Karena kau mempunyai teman yang sangat tampan, maka akan kuberi sedikit diskon. Ambil semua teh ini dan beri aku sekantong emas, bagaimana?"
Bocah Pengemis Gila di depan Xiao Shuxiang nampak tersenyum lebar, dia terlihat konyol dengan riasan mirip hantu gantung dan itu mengganggu sekali.
"Apa kau tidak takut aku membunuhmu?"
"Uhm, tunggu tunggu. Kau sudah berjanji tidak akan membunuhku! Kau tidak boleh menginkarinya! Kau tidak jantan jika ingkar janji! Tidak jantan!"
Bocah Pengemis Gila mulai menyisir rambutnya dengan jari tangan, dia lalu melirik ke arah Lan Guan Zhi dan mulai memperlihatkan senyuman termanisnya.
".. Aku sangat suka pria sepertinya.."
!!
Mata Xiao Shuxiang membulat, dia lalu memegang lengan Lan Guan Zhi dan menatap dingin ke arah Bocah Pengemis Gila itu. "Jika kau berani memikirkan satu hal apapun tentang temanku.. Kupastikan kau tidak akan pernah reinkarnasi,"
"Uhm.. Tapi aku hanya meliriknya.. Apa tidak boleh..?"
"Tidak boleh!"
Bocah Pengemis Gila tersentak saat mendapat bentakan dari Xiao Shuxiang. Pemuda berpakaian serba hitam di depannya nampak begitu menjaga Lan Guan Zhi, dia jadi bertanya-tanya tentang hubungan kedua orang ini.
Ada pertanyaan yang mau dia lontarkan, tetapi sepertinya itu akan disampaikan nanti. Dirinya sekarang sedang berperan sebagai pedagang, bukan orang gila serba ingin tahu.
Xiao Shuxiang memborong semua dagangan Bocah Pengemis Gila tanpa menawar harga. Baginya sekarang adalah segera menjauhkan temannya dari pemuda dengan riasan mirip hantu gantung ini.
"Kau tidak mau menanyakan teh jenis apa yang kujual?"
"Tidak perlu, akan kucari tahu sendiri."
Xiao Shuxiang mengibaskan pelan tangannya dan memasukkan semua dagangan milik Bocah Pengemis Gila tersebut ke dalam Cincin Spasialnya. Dia lalu menarik pelan Lan Guan Zhi dan kembali ke tempat di mana kuda mereka berada.
Bocah Pengemis Gila terlihat memain-mainkan kantong uang yang dia dapatkan. Segera dirinya masuk ke dalam rumah dan membiarkan Xiao Shuxiang serta teman-temannya melanjutkan perjalanan.
Saat berada di dekat kuda Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang dengan suara yang lembut mulai meminta maaf, dia tahu telah melakukan sesuatu yang menyakiti temannya ini.
".. Tadi aku menarik tanganmu cukup keras, apa itu sakit?"
Xiao Shuxiang menaikkan sedikit lengan baju temannya, tidak ada bekas kemerahan yang terlihat, namun dia yakin sudah membuat Lan Guan Zhi terluka.
"Mn, bukan masalah. Kau tak perlu khawatir,"
"Syukurlah kalau begitu.." Xiao Shuxiang menggeleng pelan dan kemudian menoleh ke belakang, sayang dia tidak melihat pemuda gila itu lagi.
*
*
Xiao Shuxiang dan teman-temannya baru berpisah dengan para pendekar serta kultivator dari Aliran Hitam saat mereka berada di pinggir Hutan Hujan Bunga.
Selama perjalanan tadi, Xiao Shuxiang banyak menanyakan tentang Bocah Pengemis Gila pada pendekar dan kultivator yang mendampinginya.
Dia jadi tahu bahwa Bocah Pengemis Gila cukup terkenal dan ternyata banyak rumor yang melekat padanya.
Mulai dari anggapan dia adalah pendekar yang mempersembahkan diri pada iblis--sampai dirinya merupakan pertapa yang menggunakan energi kehidupan 'milik' laki-laki untuk membuatnya semakin kuat dan dekat dengan keabadian. Cap bahwa dirinya homo juga berasal dari rumor tersebut.
Xiao Shuxiang memikirkan hal itu sepanjang jalan, dia tidak mendengar pembicaraan Xiao Qing Yan dengan Hu Li yang nampak memuji keindahan Hutan Hujan Bunga.
__ADS_1
***