
"Ayah, apa yang harus kita lakukan pada mereka?" Liu Xi Ling memperhatikan Zanjin dan sembilan orang anak buahnya yang berada dalam kurungan dengan tangan, kaki dan tubuh terikat.
Selama dikalahkan, perompak tersebut menjadi sandera para kultivator. Walau mencoba, mereka tetap tidak bisa membebaskan diri.
Sangat beruntung mereka masih dibiarkan hidup, padahal semenjak Xiao Shuxiang kembali dari laut----Dia sudah akan menguliti salah satu rekan Zanjin, tetapi dihentikan oleh Liu Min Jie dan para kultivator yang lain.
Liu Min Jie berkata, "Mereka sebaiknya diserahkan pada pihak berwenang, aku yang akan mengurusnya. Sebaiknya kau pulang duluan,"
Liu Xi Ling mengangguk pelan, "Ayah harus segera pulang bila urusan Ayah telah selesai."
"Mn, baiklah."
"Tuan Liu, kami juga akan ikut bersama Anda," Bin Zhou Cheng dan enam orang kultivator mengajukan diri untuk membantu. Bin Zhou Cheng berkata, "Anda akan kesulitan bila hanya pergi sendiri, lagipula kami juga merasa punya tangggung jawab dalam hal ini."
Liu Min Jie, "Baiklah. Kalau begitu terima kasih,"
Dibantu oleh Bin Zhou Cheng dan para kultivator lainnya, Liu Min Jie dan yang lainnya membawa perompak-perompak yang tubuhnya masih terikat untuk menuruni kapal.
?!
Liu Min Jie, Bin Zhou Cheng dan Fan Chuan tersentak kala ketiganya tidak lagi melihat keberadaan Xiao Shuxiang dan Hu Li. Kedua kultivator tersebut sepertinya sudah pergi tanpa mengatakan apa pun pada mereka.
Xiao Shuxiang sebenarnya terlalu antusias ingin melihat-lihat kehidupan salah satu wilayah Benua Utara, bahkan dia sampai lupa berpamitan tidak hanya pada Fan Chuan, Bin Zhou Cheng, Liu Xi Ling, dan Liu Min Jie, tetapi juga pada si kecil Rin Ai.
Hu Li yang sendiri sama antusiasnya dengan Xiao Shuxiang. Benua Utara adalah tempat kelahirannya, bisa pulang setelah sekian lama tidak membuat dirinya menjadi asing bagi tempat ini.
"Di sini jauh lebih dingin," Xiao Shuxiang bisa melihat semacam asap tipis keluar dari hidungnya saat mengembuskan napas.
Xiao Shuxiang, "Di Benua Timur, kondisi yang ada hanya sejuk dan sangat jarang turun salju kecuali di bukit milik Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit. Benar-benar dingin,"
"Tuan Muda---" Hu Li baru ingin bicara, namun sebuah seruan membuat dia dan Tuan Muda Xiao-nya tersentak. Mereka lalu menoleh ke asal seruan yang terdengar seperti memanggil Xiao Shuxiang.
"Nona Liu..?" Hu Li melihat Liu Xi Ling berjalan ke arahnya, gadis tersebut langsung berwajah kesal sambil menatap Tuan Mudanya.
Xiao Shuxiang. "Hai, apa kabar?"
Liu Xi Ling. "Tuan Muda Xiao, kau tidak berpamitan padaku dan malah pergi begitu saja. Sekarang bersikap ramah dengan menyapa tanpa meminta maaf terlebih dahulu? Huh, hebat sekali.."
Xiao Shuxiang merasa heran karena tiba-tiba Liu Xi Ling merutukinya. Dia seketika tersadar dengan kesalahan yang telah dilakukannya.
Gadis cantik bermata hijau muda ini sudah membantunya, jadi tak seharusnya dia pergi tanpa berpamitan. Wajar bila gadis di depannya nampak berwajah masam.
Xiao Shuxiang, "Ah... Aku minta maaf, tempat ini terlihat luar biasa. Aku tidak sabar ingin menjelajahinya. Apa Nona Liu masih marah padaku?"
Liu Xi Ling tidak sanggup marah bila pemuda di depannya tersenyum lembut dengan tatapan mata yang begitu polos. Dia secara spontan menjepit hidung Xiao Shuxiang dan menariknya sedikit keras.
"Aiya! Keperawanan hidungku. Nona Liu, kau ini kenapa?!" Xiao Shuxiang tidak habis pikir dengan tindakan Liu Xi Ling. Bahkan Hu Li nampak mematung beberapa saat sebelum akhirnya tersadar kembali.
__ADS_1
"Jangan tersenyum dan menatapku seperti itu lagi. Aku ini memiliki hati yang lemah, kemungkinannya besar untuk dapat jatuh hanya karena melihat senyumanmu," Liu Xi Ling mencoba menenangkan diri.
Satu-satunya pemuda yang membuatnya merasa hampir kesulitan bernapas hanyalah Xiao Shuxiang. Sayang pemuda ini sudah pernah menolaknya.
Setelah merasa tenang, Liu Xi Ling pun bertanya. "Tujuan Tuan Muda Xiao dan Tuan Muda Hu Li ini memang akan ke mana?"
Hu Li menjawab, "Kami ingin mencari tempat yang bisa melihat peta Benua Utara."
Liu Xi Ling, "Oh, kalian tidak akan beristirahat?"
Xiao Shuxiang, "Kami akan mencari penginapan nanti. Atau.. apa mungkin Nona Liu mau menawarkan diri untuk memberi aku dan Hu Li tumpangan?"
Xiao Shuxiang tidak tahu malu, dia secara terang-terangan meminta Liu Xi Ling menampung dirinya dan Hu Li di Sekte Lotus Es.
Xiao Shuxiang, "Yaa.. Jika Nona Liu keberatan---Aku juga tidak memaksa, tapi tempat ini baru bagiku. Mungkin aku dan Hu Li akan terlunta-lunta di jalan. Tapi... Aku-"
"Bu-bukan begitu." Liu Xi Ling gugup sendiri, "Ehm.. Ba-baiklah, Tuan Muda Xiao dan Tuan Muda Hu Li silahkan ikut denganku,"
Liu Xi Ling benar-benar gugup. Bagaimanapun juga, Xiao Shuxiang adalah rekan bisnisnya. Mana mungkin dia membiarkan pemuda ini terlunta-lunta di tempat yang asing.
Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Liu Xi Ling dan berkata, "Anda tidak perlu segugup ini. Benua Utara tidak akan pernah bisa membuat Hu Li dan aku terlunta-lunta, kecuali jika kami yang menginginkannya sendiri."
Xiao Shuxiang melanjutkan, "Mm.. Tapi walau tempat ini adalah kampung halaman Hu Li, namun dia sudah lama tidak kemari. Jadi kurasa, apa Nona Liu bisa mengajak kami jalan-jalan?"
Hu Li dalam hati menggeleng pelan, dia lalu mengikuti Xiao Shuxiang yang berjalan bersama Liu Xi Ling. Gadis cantik bermata hijau itu menceritakan kondisi Benua Utara, terkhususnya adalah Kekaisaran Salju Putih.
Liu Xi Ling tidak habis pikir Xiao Shuxiang punya cara aneh mengambil keuntungan darinya. Dia lalu menatap Hu Li yang ternyata menatap Xiao Shuxiang sambil menggeleng pelan. Dia seperti tahu apa yang dipikirkan pemuda berambut putih tersebut.
"Tuan Muda Xiao, untung saja kau itu tampan.."
Liu Xi Ling akhirnya memegang tangan Xiao Shuxiang. Secara tidak sadar, dia merasa seperti mempunyai keponakan yang seorang bocah besar.
Dirinya lalu melanjutkan ceritanya sambil terus memegang tangan Xiao Shuxiang. Kekaisaran Salju Putih ternyata lebih banyak memiliki musim dingin dibanding musim panas. Yang lebih penting, tidak banyak sekte di Benua Utara.
".. Pendekar, kultivator, dan tak jarang manusia biasa di tempat ini.. terkenal dengan kemampuan mereka yang dapat menjinakkan Demonic Beast. Tuan Muda Xiao tidak perlu heran bila melihat ada manusia yang menunggangi seekor Demonic Beast.."
Hu Li mengangguk setuju dengan perkataan Liu Xi Ling. Dia dan Xiao Shuxiang terus mendengar cerita gadis tersebut sampai mereka tiba di depan gerbang Kekaisaran Salju Putih.
Tidak hanya Hu Li, Tuan Muda Xiao-nya, dan Liu Xi Ling yang berjalan ke arah gerbang. Tetapi juga terlihat para pedagang dan kultivator di sekeliling mereka.
Ada sesuatu yang membuat Xiao Shuxiang merasa penasaran dengan Benua Utara. Itu adalah ketika dirinya melihat besi panjang, sedikit mirip dengan tangga yang digeletakkan di jalanan dan dibiarkan begitu saja.
Liu Xi Ling menjelaskan bahwa itu merupakan rel kereta dan tidak seperti kereta yang biasa dilihat apalagi ditumpangi Xiao Shuxiang saat di Benua Timur.
".. Aku akan mengajak Tuan Muda menaikinya kapan-kapan,"
__ADS_1
Hu Li sendiri nampak kebingungan, Benua Utara seakan sudah berubah, tidak seperti yang dulu lagi.
Jarak dari pintu gerbang sampai ke Sekte Lotus Es adalah delapan jam perjalanan. Tetapi karena pemandangan di sekelilingnya sambil mendengar cerita Liu Xi Ling.. Perjalanan Xiao Shuxiang dan Hu Li tidak terasa melelahkan.
Penjaga pintu gerbang Kekaisaran Salju Putih merupakan manusia yang baik. Mereka bertugas sambil membawa seekor kadal putih yang besarnya seperti anak anjing.
Kadal itu memiliki kemampuan mengingat setiap wajah beserta nama orang-orang yang keluar-masuk dari pintu gerbang. Nantinya kadal ini akan melukis wajah orang tersebut sebagai bentuk identifikasi.
Xiao Shuxiang dan Hu Li tidak mengetahui ini. Keduanya memang melihat ada kadal saat melewati pintu gerbang tadi, tetapi mereka sama sekali tidak merasakan aura yang aneh.
Sekte Bunga Lotus terdiri dari lima bangunan yang begitu panjang. Kemungkinan satu bangunan terdapat tiga puluh ruangan di dalamnya.
Xiao Shuxiang dan Hu Li di sambut oleh dua kolam ikan yang membeku serta ditutupi salju. Suasana di malam hari meski indah tetapi sangat dingin.
Liu Xi Ling mengajak keduanya ke salah satu bangunan, tempat itu ditujukan bagi para tamu khusus. Karena sudah terlalu larut, para pelayan dan penghuni Sekte Lotus Es sebagian besar telah beristirahat.
".. Sementara sebagian yang lain selalu berpatroli malam. Tuan Muda Xiao bisa beristirahat di ruangan ini,"
Liu Xi Ling menggeser pintu kayu di depannya, ruangan yang luas dengan nuansa hijau muda dengan corak bunga teratai menjadi pemandangan pertama yang dilihat oleh Xiao Shuxiang.
Liu Xi Ling lalu mengajak Hu Li untuk ke ruangan lain. Namun pemuda berambut putih tersebut lebih memilih tinggal di ruangan yang sama dengan Tuannya.
"Tapi.."
"Nona Liu, aku juga tidak ingin Hu Li berpisah dariku. Ruangan ini terlalu luas bila hanya aku yang memakainya.."
Xiao Shuxiang berterima kasih atas bantuan yang diberikan padanya. Liu Xi Ling tersenyum dan kemudian berkata akan mengantar makanan sekaligus peta Benua Utara.
!!
Xiao Shuxiang dan Hu Li tersentak. Keduanya tidak menyangka bisa mendapatkan Peta Benua Utara begitu mudah. Ini sesuatu hal yang bagus karena akan menyingkat perjalanan mereka nantinya.
Ketika Liu Xi Ling mulai melangkah keluar, Xiao Shuxiang menutup pintu secara perlahan. Dia lalu memperhatikan kamar yang di tempatinya.
Ada dua tempat tidur di dalam ruangan ini meski tadi hanya dirinya seorang yang diminta beristirahat di sini.
Xiao Shuxiang duduk di salah satu tempat tidur, dia lalu memperhatikan kedua pergelangan tangannya yang perlahan memunculkan rantai kecil yang terbuat dari angin tipis.
"Tuan Muda Xiao, ada apa?"
"Segel Pengekang Jiwa kembali longgar,"
"Apa itu buruk?"
Hu Li merasa khawatir bila melonggarnya Segel Pengekang Jiwa Tuan Mudanya akan membawa dampak yang tidak baik. Tetapi Tuannya tersebut mengatakan ini adalah hal yang baik, sebab praktiknya kembali ke GrandMaster Tingkat Langit.
***
__ADS_1