XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
247 - Pembedahan II


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, Xiao Shuxiang membawa Lan Xiao untuk dijemur di bawah sinar matahari pagi.


Bulu-bulu Harimau Bulan ini basah karena dirinya dan Lan Guan Zhi baru saja selesai memandikan Lan Xiao di sungai terdekat.


Ini pertama kali bagi Harimau Bulan bisa menghabiskan banyak waktu bersama kedua induknya.


Pemandangan yang terlihat malah membuat orang lain menganggap Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Lan Xiao adalah keluarga bahagia.


Di lain tempat, tepatnya pada sebuah bangunan yang baru beberapa hari ini selasai dibangun.. Dalam sebuah kamar nampak seorang pemuda yang berusia sekitar 16 Tahun sedang berbaring di atas sebuah dipan kayu.


Pakaiannya berwarna putih, dia memiliki wajah yang bersih dengan pola berbentuk matahari di tengah keningnya. Beliau tidak lain adalah Kaisar Matahari Tenggelam, Sun Riluo.


Dirinya memang adalah Kaisar termuda di antara kaisar yang lain di Benua Timur. Sejak anggota Scarlet Bayangan datang, hanya dia seorang-lah yang tidak dibunuh.


Sementara keluarganya telah lama mati, mereka dapat beraktivitas seperti biasa adalah karena dikendalikan oleh anggota Scarlet Bayangan.


Orang yang merawatnya adalah Ro Wei dan Sian Ru. Kedua gadis ini mendapat kepercayaan Alkemis Zhou Yan untuk merawat Kaisar Matahari Tenggelam.


Berbeda dengan temannya, saat ini Xiao Lu, Li Qian Xie, serta Dai Chen sedang bersama dengan Kaisar Matahari Tengah, Li Jing Hua.


Ayah dari Li Qian Xie ini terlihat baik-baik saja, namun karena tubuhnya yang sudah tua.. Akhirnya dia terus di dalam kamar tanpa diizinkan keluar beraktivitas.


Di Kekaisaran Matahari Terbit sekarang ini, Qi Xuan dan Huan Mei terlihat sedang memperbaiki kondisi sekte mereka. Untuk Huan Fei, dirinya nampak bersama dengan Kaisar Matahari Terbit, Wei Ri Chu.


Kaisar ini memiliki tubuh seperti Duan De, yakni seperti anak kecil berusia 7 Tahun namun usianya sudah sangat tua. Dia hampir saja mati andai Qi Xuan tidak menyelamatkannya.


Meski Kakeknya dalam keadaan yang baik, namun Huan Mei sebenarnya sedang sedih sekarang ini. Dirinya telah kehilangan saudara yang paling dia hormati.


Qi Xuan dan Huan Fei berusaha menghiburnya. Mereka juga merasa kehilangan, tetapi apa yang Huan Ran alami adalah hasil dari tindakannya sendiri.


Qi Xuan diminta oleh Huan Fei untuk membawa cucunya menemui Alkemis Zhou Yan, mungkin saja kultivator tersebut dapat membantu Huan Mei mendapatkan kembali sebelah matanya yang telah hilang.


Qi Xuan dan Huan Mei menggunakan Cermin Pemindah yang memang sengaja dibuat oleh Tianqi Mao dan diletakkan di berbagai tempat sebagai alat penghemat waktu bagi masyarakat dan kultivator untuk pergi kemana-mana.


Kekuatan Demonic Beast berwujud kucing ini semakin meningkat semenjak dirinya mendapatkan darah dari kakak angkatnya, Xiao Shuxiang.


Qi Xuan dan Huan Mei nyatanya sulit menemukan Zhou Yan, akhirnya mereka memilih untuk menemui Xiao Shuxiang. Mungkin karena keduanya mengira pemuda berambut hitam panjang tersebut adalah murid Zhou Yan, sehingga bakat Alkemis Xiao Shuxiang tidak bisa dipandang remeh.


Dan sekarang, di sinilah keduanya. Duduk beralaskan rumput dan beratapkan langit, Qi Xuan dan Huan Mei sudah lebih dari tiga menit menatap Xiao Shuxiang yang nampak menutup matanya sambil memainkan poni rambut depannya.


"Ehm.."


Xiao Shuxiang seperti sedang berpikir keras, jika dia menyanggupi akan mengembalikan kembali mata serta penglihatan Huan Mei, maka gadis tersebut akan menjadi kelinci percobaan pertama dalam kemampuannya.


"Aku tidak bisa mengambil risiko, tingkat keberhasilannya tak menentu. Yang mengerikannya kemungkinan Huan Mei akan kehilangan nyawa,"


"Saudara Xiao, bagaimana?"


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia lalu menggeleng dan berkata akan memeriksa Huan Mei terlebih dahulu. Baru setelah itu dirinya bisa mengetahui tindakan apa yang dapat dia lakukan.


Huan Mei kehilangan mata kanannya akibat diambil oleh Huan Ran. Dirinya sampai sekarang harus menjalani hari hanya dengan mengandalkan sebelah penglihatannya. Meski demikian.. Saat malam hari, dia sering merasakan nyeri pada mata kanannya.


Xiao Shuxiang memakan Pil Mata Dewa untuk dapat melihat setiap lapisan kulit dan sel-sel darah tipis yang ada di bagian mata kanan Huan Mei.


Memang terlihat ruang kosong, dan ada beberapa urat kecil yang seperti membengkak di daerah mata kanan Huan Mei. Jelas ini buruk, tetapi Xiao Shuxiang masih ragu untuk melakukan operasi yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


"Kakak Xiao,"


"..."


Xiao Shuxiang mencoba untuk tersenyum dan menepuk pelan pundak Huan Mei. Dia lalu menatap Qi Xuan dan meminta kedua temannya ini untuk mencari Zhou Yan, sementara dirinya akan pergi ke suatu tempat terlebih dahulu.


".. Kalau Tetua Tiga tidak dapat membantu dan kau percaya padaku, maka sore hari nanti.. temui aku di tempat ini,"

__ADS_1


Huan Mei dan Qi Xuan saling berpandangan sebelum akhirnya mengangguk. Keduanya kembali mencari Alkemis Zhou Yan saat Xiao Shuxiang melesat pergi.


Sebenarnya, Sang Bintang Penghancur ini memang mempunyai niatan untuk membedah tubuh manusia. Dia telah mengoleksi banyak jantung yang dia dapatkan saat menyerang Sekte Pagoda Langit dahulu, namun dirinya belum sempat memakai jantung-jantung tersebut.


Yi Wen pernah memintanya untuk mengumpulkan mata dan organ dalam tubuh manusia yang lain. Tetapi Xiao Shuxiang lebih menyukai jantung dan hati, salahnya karena tidak mendengarkan ucapan Yi Wen.


Xiao Shuxiang saat ini sedang berada di salah satu wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Tengah. Dia mencari mayat manusia dan Demonic Beast yang mungkin dapat digunakan.


Dirinya dibantu oleh lima api biru kecil miliknya untuk mencari mayat yang masih segar. Mereka benar-benar melakukannya seharian. Satu dari empat hari yang dikatakan Xiao Shuxiang hampir berlalu.


Janji di sore hari rupanya tidak bisa ditepati. Xiao Shuxiang baru dapat bertemu Huan Mei dan Qi Xuan saat hampir tengah malam.


Yang menunggu dirinya ternyata tidak hanya Qi Xuan dan Huan Mei. Tetapi juga Patriarch Zhou, Lan Guan Zhi, dan Feng Ying.


Zhou Yan memang tidak bisa membantu mengembalikan mata Huan Mei yang hilang bila sendirian, tetapi dia mungkin dapat melakukannya jika bekerjasama dengan orang lain.


Pada akhirnya memang Huan Mei yang membuat keputusan. Sebab baik Zhou Yan dan Xiao Shuxiang masih termasuk pemula dalam hal pembedahan semacam ini.


Tetapi, dirinya sama sekali tidak takut. Huan Mei telah tahu risikonya dan dia akan menerima apapun hasilnya nanti.


Xiao Shuxiang dan Zhou Yan sepakat akan melakukan pembedahan di dalam gua milik Ping Gou. Tempat itu jauh dari kebisingan dan syukurlah hanya hancur sebagian.


Feng Ying bertugas menjaga tempat ini dari luar, sementara Lan Guan Zhi dan Qi Xuan membantu menstabilkan kondisi Huan Mei saat operasi pembedahannya berlangsung.


!!


Zhou Yan terkejut saat Xiao Shuxiang mengeluarkan enam kepala mayat yang nampak mengenaskan. Dua diantaranya adalah milik manusia, dia memukul keras bokong pemuda di sampingnya karena membawa benda semacam ini.


"Tetua, aku buru-buru. Mana sempat mencongkel-"


Zhou Yan segera menutup mulut Xiao Shuxiang. Saat ini Huan Mei sudah tertidur, jika gadis yang terbaring di atas dipan giok ini bangun dan melihat hal mengerikan itu.. Dia mungkin tidak akan bisa melupakannya.


".. Sst.. Kau hanya akan membuatnya bermimpi buruk seumur hidupnya. Jadi, perhatikan ucapanmu,"


Xiao Shuxiang mengangguk. Dia menghembuskan napas saat Zhou Yan tidak lagi menutup mulutnya. Dirinya mengencangkan ikat rambutnya dan mulai mengambil satu kepala yang tergeletak di tanah.


Tidak hanya satu, tetapi Xiao Shuxiang mengeluarkan semua organ yang berfungsi untuk melihat keindahan dunia pada setiap kepala mayat dia bawa kemari.


Bersama dengan Zhou Yan, dirinya menggabungkan setiap mata yang dia ambil menggunakan Qi dan berpatokan pada bakat menempa dan Alkemis yang dia miliki.


Kepala Demonic Beast yang sebelumnya dia bawa kemari merupakan seekor Serigala Bertanduk Hitam, Ular berwarna hijau, Kelinci bermulut serigala, dan Singa Hantu.


Keempat Demonic Beast ini yang terpilih sebab kondisi mayat mereka masih segar. Penggabungan empat pasang mata Demonic Beast tersebut dengan dua pasang mata pada mayat manusia memakan waktu hampir lima jam.


Sebenarnya, ini merupakan waktu yang singkat dan sebuah keberhasilan bagi sebuah percobaan pertama.


Xiao Shuxiang dan Zhou Yan jelas adalah Alkemis berbakat, keduanya juga merupakan kultivator yang cerdas. Karenanya, menggabungkan beberapa mata untuk membuat yang baru tidaklah mustahil selama keduanya dapat terus fokus.


Zhou Yan menutupi kekurangan Xiao Shuxiang dalam melakukan penggabungan pada mata dari makhluk berbeda-beda ini.


Tidak ada waktu untuk kagum pada kemampuan pemuda di depannya, pikirannya tidak boleh sampai terganggu.


Sebuah bola kecil berasap hitam pekat adalah bentuk akhir dari hasil penggabungan mata milik enam kepala yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang dan Zhou Yan.


Keduanya saling berpandangan sebelum akhirnya mengangguk. Zhou Yan lalu meminta Lan Guan Zhi dan Qi Xuan bersiap, dia kemudian menatap Huan Mei yang tertidur.


Zhou Yan mengangkat dua jari pada tangan kanannya, dia mengalirkan Qi yang perlahan mulai menajam seperti membentuk belatih kecil.


Mereka harus melukai mata kanan Huan Mei hingga berdarah agar dapat menanamkan kembali mata yang baru. Zhou Yan memberi isyarat dan detik berikutnya mulai menancapkan kedua jarinya.


!!


Huan Mei berteriak kesakitan, tubuhnya berusaha memberontak namun Qi Xuan dan Lan Guan Zhi menahan gerakannya.


Keduanya harus menahan berontakan dari Huan Mei sambil mengontrol aliran darah dan detakan jantung gadis tersebut agar tetap stabil.

__ADS_1


Xiao Shuxiang perlahan memasukkan bola kecil berasap hitam tersebut ke dalam mata yang mengeluarkan darah akibat tindakan Zhou Yan.


Dengan efek dari pil Mata Dewa miliknya, Xiao Shuxiang mulai satu persatu menghubungkan setiap sel tipis terkecil di dalam area mata kanan Huan Mei dengan mata baru yang telah dia buat sebelumnya.


Bagian ini adalah yang terlama dan sulit. Sedikit saja salah, Xiao Shuxiang dapat membuat Huan Mei tidak bisa melihat seumur hidupnya atau mungkin yang terburuk.. Gadis ini akan mati.


Tepat saat cahaya matahari pagi mulai nampak, operasi pencangkokan mata bagi Huan Mei telah selesai.


Xiao Shuxiang menghembuskan napas dan lalu menggeleng pelan. Dia mengusap keringat di dahi dan mulai membelai rambut poninya.


Qi Xuan dan Lan Guan Zhi memperban mata kanan Huan Mei. Sebelumnya, Zhou Yan telah memberitahu mereka bahwa perban itu dapat dibuka setelah tujuh hari.


Xiao Shuxiang sebenarnya ingin melihat hasilnya, tetapi waktunya tidak sampai. Tiga hari lagi dia akan pergi dan dirinya mustahil menunda kepergiannya ini.


"Xiao'Er, kau mau kemana?"


Zhou Yan menyadari Xiao Shuxiang akan berjalan keluar, pemuda tersebut menjawab dirinya harus pergi mencari Thian Zhai, ada hal yang ingin dia lakukan.


"Sebaiknya Huan Mei tetap di sini, biarkan dia istrahat. Tetua Tiga, Anda sebaiknya juga beristirahatlah,"


"Tunggu, ada yang mau kuberikan padamu,"


Zhou Yan mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Spasial miliknya. Senjata tersebut membuat mata Xiao Shuxiang membulat, pedang yang dia lihat tidak lain adalah Pusaka Langit Pertama.


".. Pedang Bintang Malam, bagaimana bisa ada padamu, Tetua?!"


Xiao Shuxiang tidak percaya dengan apa yang dia lihat, tetapi di tangan Zhou Yan benar-benar Pedang Bintang Malam.


Alkemis di depannya menjelaskan secara singkat bahwa Pusaka Langit ini dia dapatkan setelah mengalahkan salah satu dari Pilar Atas Scarlet Bayangan. Dia menyimpannya dan baru mengeluarkannya sekarang.


".. Ambillah, ini adalah milikmu.."


!!


Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian berkata bahwa Pedang Bintang Malam bukan lagi miliknya. Pusaka Langit tersebut sekarang adalah milik Zhou Yan.


".. Tetua Tiga yang mengalahkan Pilar Atas itu, bukan aku.."


"Aku sudah punya pedang. Dan aura mencekam pedang ini tidak sesuai denganku. Kau yang lebih lama memakainya, jadi kurasa kau mampu mengendalikan pedang ini,"


Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian menghembuskannya perlahan. Dirinya lalu berkata bahwa tidak bisa menolak jika dipaksa.


"Bilang saja kau menyukainya, dasar Bocah.."


Zhou Yan menyentil pelan dahi Xiao Shuxiang saat pemuda di depannya malah cenge-ngesan. Dirinya menggeleng pelan dan kemudian menasehati Alkemis muda ini untuk menggunakan Pedang Bintang Malam dengan bijak.


Xiao Shuxiang memasukkan Pusaka Langit Pertama yang dia pegang ke dalam Gelang Semestanya. Dia begitu senang karena mendapatkan kembali pedangnya.


Sekarang ini, dirinya telah memiliki dua Pusaka Langit di dalam Gelang Semestanya. Tinggal mengambil Jubah Pelindung di tenda ibunya dan ketiga Pusaka Langit akan berada digenggaman tangan Xiao Shuxiang. Sebuah bekal perjalanan yang tidak ternilai.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Arigatou Gozaimasu karena sudah mengikuti perjalanan 'Xiao Shuxiang' sampai sejauh ini.


Semoga Tetap Sehat dan Semangat Selalu..!


( ´ ▽ ` )ノ

__ADS_1


Penulis juga membuat sebuah 'Karya Baru', yang tentu saja masih punya banyak kekurangan. Tidak tahu apakah Teman-Teman mau membaca, karena Dasha tak memaksa ppi (⌒▽⌒)


#silahkan lihat profil, di sana ada 'Raiden' yang baru saja keluar dari oven. Konbahna dan Oyasuminasai Minna-Sama ( ´ ▽ ` )ノ


__ADS_2