XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
282 - Kota Rumpun Bulan


__ADS_3

Xiao Shuxiang duduk di salah satu kursi, tempat di mana beberapa anak berada. Dirinya memperhatikan permainan musik Washi, Yuuichi, Taiga, dan Yota.


Keempat orang itu ternyata tidak hanya pandai bertarung, tetapi juga ahli dalam memainkan alat-alat musik.


Yuuichi nampak memainkan alat musik bernama Koto, di mana karakteristiknya agak mirip dengan Guzheng. Sementara Yota sendiri memainkan Yangqin.


Washi memiliki otot lengan yang kuat begitu pas memainkan alat musik Dagu, sejenis gendang besar. Taiga sendiri terlihat menghayati suara dari alat musik yang dimainkannya. Itu merupakan sejenis alat musik bernama Pipa, cara menggunakannya adalah dengan dipetik.


Ada dua orang lagi pemuda bersama mereka, salah satunya bermain suling dan yang lainnya memainkan Erhu. Orang-orang ini menghibur para anak yang menjadi korban penculikan Tomoaki Maeno.


Alunan musik yang selaras dan menenangkan ini membuat banyak anak termasuk Xiao Shuxiang sendiri merasa larut di dalamnya. Dia bahkan sampai tidak sadar dua orang pelayan meletakkan makanan di atas mejanya.


Suara musik kemudian berhenti, senyap beberapa saat kemudian terdengar banyak tepuk tangan dari para anak yang menjadi pendengar sekaligus penonton atas permainan mereka.


Washi tentu merasa senang karena bisa menghibur para anak, dia juga mendapat tepukan tangan dan pujian dari teman barunya, Xiao Shuxiang.


"Kawan..?! Ayo kemari..!"


?!


Xiao Shuxiang tersentak saat Washi mengajaknya bergabung, dia baru akan menolak namun temannya itu terus saja memanggil namanya.


Washi tahu Xiao Shuxiang memiliki alat musik berupa seruling putih, walau belum pernah melihat temannya itu bermain.. Namun dia yakin Xiao Shuxiang ahli dalam memainkan alat musik tiup tersebut.


"Kawan..!"


Xiao Shuxiang awalnya ingin menolak, tapi mungkin karena terpengaruh suasana.. Dia akhirnya menyerah.


Xiao Shuxiang mulai berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Washi serta yang lainnya. Ini pertama kali ia tampil di depan banyak anak, rasanya sedikit canggung.


Xiao Shuxiang mulai mendiskusikan sebuah lagu yang akan dia mainkan bersama Washi, Yuuichi dan rekan-rekannya. Tidak butuh waktu lama sampai mereka sepakat dan mulai bersiap.


Xiao Shuxiang meletakkan tangan kirinya di belakang pinggang, dirinya lalu mengeluarkan Seruling Giok Putih dari dalam Gelang Semesta. Dia kemudian menarik napas pelan dan mengedarkan pandangan ke setiap rekan-rekannya.


Setelah mendapat anggukan, Yuuichi, Yota, dan Taiga mulai memainkan alat musik mereka dengan ritme yang cepat, kemudian disusul oleh Washi, Xiao Shuxiang serta lainnya.


Karena dirinya yang menjadi pemeran utama, maka suara seruling Xiao Shuxiang yang lebih terdengar jelas.


Bila sebelumnya permainan Washi dan rekan-rekannya lembut, maka ketika bersama Xiao Shuxiang permainan mereka menjadi penuh energik karena temponya yang cepat.


!!


Hu Li, O Zhan, dan Xiao Qing Yan baru saja datang, tetapi mereka langsung disambut dengan konser perdana Xiao Shuxiang bersama teman-teman barunya.


Hu Li dan Xiao Qing Yan sama sekali tidak mengedipkan mata. Wajah keduanya nampak kagum sekaligus penuh dengan rasa tak percaya. Suara musik ini seakan mengandung unsur pertarungan yang benar-benar seru.


Entah hanya keduanya yang merasakan ini atau tidak, namun suara seruling Xiao Shuxiang memang terdengar seperti itu.


Permainan musik Xiao Shuxiang, Washi, Yuuichi, dan yang lainnya baru berhenti setelah lebih dari dua menit. Mereka mendapat tepuk tangan yang begitu meriah, tidak hanya dari para anak.. Tetapi juga pelayan serta para pelanggan yang ikut menjadi penonton.


Xiao Shuxiang kembali beristirahat, kali ini dirinya menikmati sarapan bersama dengan Yuuichi, Washi, Taiga, Yota, Hu Li, dan Xiao Qing Yan. Mereka berada di sebuah meja khusus dan sesekali menceritakan tentang kehidupan pribadi masing-masing.


Washi tertarik menjadi kultivator karena dirinya sering melihat orang-orang seperti itu memiliki kemampuan terbang di udara. Dia juga ingin merasakannya, sayang dirinya tidak mempunyai bakat berkultivasi.


"Aku juga ingin menjadi kultivator. Mereka bisa menghilangkan dan memunculkan barang secara ajaib. Itu pasti seru kalau aku bisa melakukannya,"


Taiga begitu antusias menceritakan bagaimana usaha kerasnya selama ini untuk mengumpulkan informasi tentang para kultivator dan cara menjadi bagian dari mereka.


".. Aku selalu berlatih, tetapi tidak pernah bisa. Saudaraku, apa ada cara agar aku dapat menjadi kultivator sepertimu?"


Xiao Shuxiang meminum teh miliknya ketika dilempari pertanyaan oleh pemuda berambut putih keperakan ini, "Kau ingin menjadi kultivator hanya untuk itu?"


"Tentu saja, apa ada yang salah?", Taiga merasa kebingungan sebab Xiao Shuxiang memberinya tatapan yang aneh.


Bukan tanpa alasan Xiao Shuxiang berekspresi seperti itu, selama hidupnya.. Baru sekarang dia bertemu dengan orang-orang yang ingin menjadi kultivator supaya dapat terbang dan memunculkan barang-barang secara ajaib.


Padahal biasanya, alasan seseorang menjadi kultivator agar dapat berumur panjang dan tentu saja ingin mencapai puncak kekuatan.


Xiao Shuxiang meminta Taiga agar mengulurkan tangannya, dia lalu memeriksa aliran darah dan segala sesuatu yang berada di dalam tubuh pemuda berambut putih keperakan tersebut.


"Menurutku kau bisa menjadi kultivator, hanya saja memang harus berusaha lebih keras.."


Xiao Shuxiang memberi beberapa saran, salah satunya adalah agar Taiga berendam dengan racikan herbal.


Dia sebenarnya punya cara lain, namun Xiao Shuxiang butuh membangun relasi di Benua ini. Dirinya tahu teman-teman barunya bukanlah orang sembarangan di Benua Utara, jadi membentuk hubungan dengan mereka bukanlah kerugian.

__ADS_1


Alkemis muda ini tidak mungkin mau menolong tanpa ada niatan tersembunyi, Xiao Shuxiang bisa begitu baiknya menawarkan diri untuk membantu Washi dan Taiga menjadi kultivator tentu saja karena menginginkan sesuatu.


Yang dia inginkan bukanlah harta, melainkan hubungan persaudaraan. Karena dengan begitu, Xiao Shuxiang bukan hanya memiliki hubungan di Kekaisaran Salju Putih, tetapi juga Kekaisaran Es Abadi.


Teman-teman barunya memang bukanlah pejabat, tetapi profesi mereka yang adalah samurai menguntungkan Xiao Shuxiang. Apalagi setelah diperhatikan lebih teliti.. Washi dan Taiga tipekal pemuda cerewet.


Bisa dibayangkan bila dirinya membantu kedua pemuda tersebut menjadi kultivator, dimanapun Washi dan Taiga melangkah.. Pasti namanya juga akan diikutsertakan sebagai tokoh yang membantu mereka.


Namanya akan dikenal sebagai Alkemis hebat di benua ini. Dan saat nantinya Xiao Shuxiang kembali, uang akan mulai menghampirinya. Aah~ sungguh rencana masa depan yang luar biasa, dia bahkan tidak perlu memakai status cucu Kaisar untuk terkenal. Semua orang akan mulai mengingat namanya.


Xiao Shuxiang berusaha terlihat tenang walau dalam hati dia berulang kali memuji diri sendiri. Washi dan Taiga tentu tidak mengetahui niatannya ini, kedua temannya menganggap bahwa dia adalah pria yang sangat baik.


Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan sebuah botol giok berukuran sedang. Di dalamnya terdapat lima belas butir pil yang dapat digunakan untuk mengeluarkan kotoran di dalam tubuh.


Cara kerja pil tersebut adalah dengan memasukkan satu butir ke dalam bak mandi, pil ini akan segera lebur saat bersentuhan dengan air. Washi dan Taiga hanya perlu berendam sampai kotoran keluar dari pori-pori kulit mereka.


".. Tidak ada pil semacam ini di tempat lain karena aku sendiri yang meraciknya. Akan kuberikan pada kalian secara cuma-cuma, aku tidak pernah semurah hati ini sebelumnya,"


?!


"Kau juga seorang tabib, teman? Aku tidak percaya," Taiga nampak kagum, dia memeriksa pil di dalam isi dari botol giok yang diletakkan Xiao Shuxiang di atas meja.


Aromanya sangat wangi, "Di tempat ini tabib sangat dihormati. Apalagi jika dia seorang kultivator. Sebuah peperangan dapat dimenangkan tanpa mengorbankan nyawa bila di dalamnya ada Alkemis. Dan orang-orang seperti itu sangat jarang ditemukan,"


Washi mengangguk setuju atas ucapan Taiga, Alkemis memang langka di Benua Utara. Tidak ada yang mau mendalami ilmu alkemia di tempat ini karena pertama adalah sulit dan membuang-buang waktu.


".. Meski hebat dalam segi pengobatan, namun Alkemis lemah dalam pertarungan. Kau seorang Alkemis dan punya bakat bertarung.. Itu benar-benar modal yang besar. Aku kagum padamu,"


"Jangan terlalu memuji, aku sendiri sering takut dengan bakatku ini,"


Xiao Shuxiang kembali menyeruput teh miliknya. Dia dan teman-temannya masih berbincang-bincang sampai seorang pelayan wanita datang dan menyerahkan sebuah gulungan pada Yuuichi.


Suasana tiba-tiba menjadi tegang, pandangan mata mereka mengarah pada Yuuichi yang mulai membaca isi dari gulungan di tangannya.


"Misi dari Master,"


Yuuichi memberikan gulungan tersebut pada Washi. Misi yang tertulis di dalamnya ternyata membahas tentang pembantaian yang harus mereka lakukan.


Sebuah wilayah di dekat Kota Rumpun Bulan ternyata telah dikuasai Demonic Beast dari kalangan serigala. Bila tidak segera dibantai, monster-monster itu akan memasuki kota dan membuat banyak keributan.


"Sepertinya kalian sedang sibuk, kami juga sebenarnya akan pergi ke pelabuhan hari ini, aku tadi ingin berpamitan tapi kalian malah mengajakku bermain musik.."


Baru saja Xiao Shuxiang berniat melangkah pergi, namun Washi segera menghentikannya dengan bertanya pelabuhan mana yang akan mereka tuju.


Hu Li menjawab pertanyaan Washi dengan berkata bahwa dia dan Tuan Mudanya akan menuju ke pelabuhan yang ada di Kota Batu Angin, ".. Kami ingin pergi ke Benua Tengah,"


"Perjalanan kalian akan sangat panjang bila di pelabuhan itu, paling lama kalian baru bisa sampai setelah tujuh bulan. Sebaiknya ikut dengan kami, aku tahu tempat yang bisa membawa kalian ke Benua Tengah dengan cepat,"


Xiao Shuxiang setuju-setuju saja, mereka kemudian berangkat menuju Kota Rumpun Bulan dengan menunggangi harimau kesayangan Yota.


Hewan tersebut dapat berlari sangat cepat, di perjalanan Washi mulai menjelaskan bahwa pelabuhan yang dia maksud merupakan Pelabuhan Hitam.


".. Tempat itu dipenuhi dengan pelayar yang mampu ke Benua Tengah hanya dalam waktu tiga hari. Tempatnya agak tersembunyi, tapi jangan khawatir.."


"Aku sama sekali tidak khawatir, tutup saja mulutmu,"


!!


Washi terkejut saat harimau yang ditunggangi Xiao Shuxiang berlari cepat bahkan secara sengaja kaki belakang hewan itu menyemburkan salju padanya.


Washi secara spontan memejamkan mata dan mulut, namun karena terlambat beberapa salju sudah masuk ke dalam mulutnya.


"Awas kau..!"


Washi menyuruh harimau yang dia tunggangi untuk mengejar pemuda berpakaian merah tersebut. Yota yang menunggangi seekor harimau bersama Xiao Qing Yan menyusul Washi dari belakang.


Yuuichi yang jauh di depan tidak mengetahui bahwa saat ini Washi sedang saling bersaing dengan Xiao Shuxiang. Dirinya nampak memikirkan kondisi Kota Rumpun Bulan yang mudah-mudahan belum di serang oleh kumpulan Demonic Beast.


Perjalanan rupanya memakan waktu sampai sore hari. Yuuichi mengerutkan kening ketika gerbang kota terbuka lebar tidak seperti biasanya, apalagi tidak ada penjaga yang terlihat.


!


Hu Li dan O Zhan baru menyusul Yuuichi, keduanya langsung merasa tidak enak saat melihat ke arah gerbang Kota Rumpun Bulan.


Mereka terkejut ketika mendengar suara ledakan yang cukup besar. Segera harimau yang Hu Li dan O Zhan tunggangi berlari memasuki Kota Rumpun Bulan.

__ADS_1


!!


Tidak ada satu pun manusia yang terlihat, beberapa rumah penduduk rusak, bekas sayatan pedang di mana-mana. Hanya saja satu mayat bahkan tidak ada di tempat ini.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


Hu Li bertanya-tanya, detik berikutnya ledakan kedua kembali menyusul. Kali ini yang mendengarnya adalah Xiao Shuxiang, Washi, dan Taiga.


Ketiganya yang baru sampai dan langsung disambut dengan suara ledakan. Mereka kemudian turun dari tunggangan masing-masing untuk membahas rencana yang akan mereka lakukan.


"Ada kemungkinan penduduk kota ini telah dikurung di suatu tempat. Demonic Beast yang menyerang tempat ini sepertinya merupakan Demonic Beast yang telah berubah wujud menjadi manusia.."


Yuuichi mengeluarkan pendapatnya, Ini di karenakan pintu gerbang kota terbuka lebar. Andai yang menyerang adalah sekumpulan Demonic Beast berwujud serigala, sudah pasti mereka akan keluar dari pintu gerbang dan membuat kekacauan di tempat lain, tidak seperti sekarang.


".. Jadi bisa dibilang monster yang menyerang penduduk kota ini berwujud manusia,"


Xiao Shuxiang juga memikirkan hal yang sama. Dia dan teman-temannya kemudian membentuk kelompok kecil yang terdiri dari dua orang.


Xiao Shuxiang berpasangan dengan keturunan Penatua Da Lin, sementara Hu Li bersama Yota. Taiga dan Washi nampak satu kelompok, hanya Yuuichi yang memilih untuk tetap sendirian.


Mereka kemudian menyebar ke berbagai arah setelah para harimau milik Yota pergi. Xiao Shuxiang dan keturunan Penatua Da Lin ke arah timur dari Kota Rumpun Bulan.


!!


Suara ledakan kembali terdengar, dan kali ini diikuti dengan teriakan meminta ampunan yang Xiao Shuxiang yakini adalah milik dari warga kota.


Sebuah tempat yang luas karena sebagian bangunannya telah menjadi puing-puing reruntuhan nampak menjadi sarang bagi para monster.


Warga kota di kurung dalam sangkar berukuran besar, ada ketakutan di wajah para manusia yang dilihat Xiao Shuxiang. Pandangannya kemudian dialihkan pada beberapa Demonic Beast yang memiliki wajah mengerikan dengan tubuh manusia.


"Sepertinya para monster ini sedang mempersiapkan pesta makan besar-besaran.."


"Pesta? Apa itu?"


Xiao Qing Yan nampak kebingungan dengan pesta yang dimaksud pemuda berpakaian merah ini. Dia selalu terkurung di dalam es abadi, dan saat terbebas.. Dirinya malah terperangkap di istana Tomoaki Maeno tanpa tahu bagaimana keadaan dunia luar.


Meski usianya lebih tua dari Xiao Shuxiang, informasi yang dia dapatnya masih begitu minim.


Xiao Shuxiang memperhatikan Xiao Qing Yan dari atas sampai bawah. Anak yang tubuhnya berusia sepuluh tahun ini hanya tahu tentang misinya menyegel iblis. Selain daripada itu.. Masih banyak yang harus dia pelajari.


"Perhatikan saja, nanti kau akan tahu maksudku,"


Tempat di mana Xiao Shuxiang dan Xiao Qing Yan berada saat ini adalah di atas sebuah atap. Mereka bersembunyi dan sesekali mengintip para monster yang terlihat bermain-main dengan warga Kota Rumpun Bulan.


Ada sekitar sepuluh monster yang dilihat Xiao Shuxiang, tubuh mereka berorot dan nampak garang. Dua diantaranya memakai sebuah perisai dan bertanduk seperti kerbau.


Xiao Qing Yan menarik katana miliknya, dia baru akan melesat namun Xiao Shuxiang menghentikannya. Mereka tidak bisa menyerang begitu saja tanpa rencana.


"Kau jangan cari mati,"


"Aku tidak bisa berdiam diri saja. Kau tidak lihat wajah ketakutan mereka?"


"Tenanglah.. Kau harus bersabar.."


Xiao Qing Yan terpaksa menurut, dia kembali memperhatikan setiap Demonic Beast yang ada. Xiao Shuxiang sendiri kemudian mengeluarkan dua butir pil dan sebuah api biru kecilnya.


Api tersebut mulai membakar dua pil milik Xiao Shuxiang dan kemudian menghilang. Dalam tiga tarikan napas api itu muncul di tempat yang tidak terlihat para monster.


Pil yang terbakar habis mulai mengeluarkan asap tipis, ini merupakan pil pelumpuh yang cukup efektif digunakan bila melawan banyak musuh.


Xiao Shuxiang mengeluarkan dua butir pil lagi dari dalam Gelang Semestanya dan memberikan satu pada Xiao Qing Yan.


"Makan itu dan ikuti aku,"


Setelah berkata demikian, Xiao Shuxiang menelan pil yang satunya dan kemudian melesat dengan Seruling Giok Putih miliknya.


!!


***


-


-


-

__ADS_1


Catatan Penulis :


Ilustrasi musik yang dimainkan Xiao Shuxiang bisa dilihat di ig : @hamtaro_dasha. Terdapat spoiler di dalamnya, jadi harap untuk tidak menanyakannya pada Dasha. Silahkan menduga-duga sendiri, Arigatou Gozaimasu, (⌒▽⌒)


__ADS_2