XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
148 - Mereka Kupilih Tanpa Keraguan [Revisi]


__ADS_3

"Tuan Muda, sudah lama aku ingin bertemu denganmu. Kau semakin tampan saja..!" Thian Zai terus memegang tangan Xiao Shuxiang sambil menaik-turunkannya dengan cepat, dia terlihat begitu gembira.


Xiao Shuxiang tersenyum canggung, dalam hati dia bertanya-tanya kapan Thian Zai akan melepaskan tangannya karena sudah lama mereka berjabat tangan.


Xiao Shuxiang menatap Zhi Shu dan Hai Feng, keduanya langsung menyadari saudara Xiao mereka butuh bantuan. Segera Hai Feng dan Zhi Shu mengingatkan Thian Zai.


Hai Feng, "Paman Thian. Sudah, sudah."


"Maafkan aku! Aku terlalu gembira melihatmu, Tuan Muda. Aku senang sekali!"


"Tidak masalah, Paman Thian." Xiao Shuxiang akhirnya bisa bernapas lega walau tangannya sedikit terasa pegal.


Thian Zai mempersilahkan Xiao Shuxiang, Hai Feng dan Zhi Shu untuk duduk. Dia meminta maaf karena tidak datang menjemput mereka tadi.


"Jadi, orang yang dikatakan ingin bertemu denganku itu adalah kau..?" Xiao Shuxiang menyamankan posisi duduknya, dia tidak mau membuang-buang waktu sebab matahari hampir terbenam.


Thian Zai dengan senyum yang masih mengembang berkata, "Sebenarnya selain aku, ada lagi orang yang sudah lama ingin bertemu Tuan Muda Xiao,"


Bersamaan saat mengatakannya, seorang gadis berusia sembilan belas tahun, namun usianya yang benar adalah 25 Tahun nampak memasuki ruangan Thian Zai. Gadis ini tidak lain adalah Liu Xi Ling.


Xiao Shuxiang dan kedua temannya berdiri. Dia baru memperhatikan gadis ini lebih teliti, Liu Xi Ling memiliki rambut panjang sepunggung yang tergerai berwarna ungu gelap dengan mata hijau muda.


Pakaiannya berwarna ungu terang dan sedikit terbuka pada kedua bahunya. Gadis tersebut tersenyum sambil memberi salam hormat padanya.


Thian Zai yang juga ikut berdiri dengan sopan memperkenalkan Liu Xi Ling sebagai putri dari pemilik Asosiasi padanya. Dia mengangguk dan kemudian membalas salam Liu Xi Ling.


Kelimanya kembali duduk, Xiao Shuxiang langsung bertanya pada Liu Xi Ling tentang hubungannya dengan seorang kultivator bernama Liu Xuling, sebab nama keduanya hampir mirip apalagi marga mereka sama.


"Beliau adalah adik dari Kakekku," Liu Xi Ling menjawab sambil tersenyum.


Dia sama sekali tidak curiga dengan pertanyaan Xiao Shuxiang sebab nama neneknya tertulis di Batu Kisah dan menjadi salah satu kultivator yang tewas demi melindungi Benua Timur dari Sang Bintang Penghancur.


Sebelum Xiao Shuxiang, sudah banyak orang yang bertanya tentang hubungan Asosiasi Bangau Merak dengan kultivator Sekte Lotus Es, Liu Xuling. Dan ternyata keduanya memiliki hubungan darah.


Liu Xuling adalah pendiri Sekte Lotus Es, sementara kakaknya merupakan pendiri Asosiasi Bangau Merak.


Ketika berhubungan dengan pekerjaan, keduanya akan mementingkan tanggung jawab dan melupakan hubungan darah mereka. Seakan di dalam rumah mereka keluarga, tetapi di luar rumah mereka adalah orang asing.


Dibandingkan dengan Sekte Lotus Es.. Asosiasi Bangau Merak lebih lambat meningkat. Bahkan beberapa kali pernah gulung tikar sebelum akhirnya menjadi sebesar yang sekarang.


"Lalu, bagaimana dengan Sekte Lotus Es? Apa masih ada, atau sudah menghilang?" Xiao Shuxiang nampak penasaran, setelah memperhatikan baik-baik, suara dan wajah Li Xi Ling mirip dengan seniornya.


"Setelah perang itu, sebagian murid Sekte Lotus Es memutuskan untuk bergabung dengan sekte lain, dan sebagian lagi pergi ke Benua Utara. Mereka mendirikan Sekte Lotus Es yang baru di sana."


Xiao Shuxiang manggut-manggut sambil mengusap dagunya, dia lalu bertanya tentang alasan Liu Xi Ling ingin bertemu dengannya.


Liu Xi Ling rupanya ingin meminta izin Xiao Shuxiang untuk memproduksi Pil Tiga Kebaikan, dia mengatakan bahwa Xiao Shuxiang akan mendapat 30 persen dari hasil penjualan pil tersebut.


"Aku masih belum mengerti. Kalian ingin membuat pil itu dengan resepku dan mematenkannya sebagai milik Asosiasi kalian, kemudian aku hanya duduk diam tanpa melakukan apa-apa dan malah menerima 30 persen dari hasil penjualan pil itu, benar?"


!


"E-I-iya, tapi nama Anda tetap akan menjadi pembuat pil itu. Ja-jadi.." Liu Xi Ling gugup, apa dia baru saja menyinggung laki-laki ini?


Sejak bicara dengan Xiao Shuxiang tadi, entah mengapa dirinya merasa sedang bicara dengan orang yang lebih tua dari dirinya.


"Aku mau meyakinkan sesuatu terlebih dahulu. Kalian yang menyediakan bahannya, membuat pil itu, kemudian menjualnya. Sementara aku tinggal terima beres saja, begitu?"


Liu Xi Ling meng-iyakan sambil mengangguk. Secara tidak sadar Zhi Shu, Hai Feng dan Thian Zai juga ikut mengangguk. Keempatnya berdebar-debar dengan ucapan yang akan dilontarkan Xiao Shuxiang.


Bagi seorang Alkemis, resep pil seperti nyawanya. Asosiasi Bangau Merak meminta izin pada Xiao Shuxiang untuk memproduksi sendiri Pil Tiga Kebaikan secara tidak langsung meminta resep pil tersebut dari dirinya.

__ADS_1


Andai yang mereka mintai izin adalah Alkemis seperti Zhou Yan, pasti tempat mereka sekarang tidak akan utuh lagi. Perasaan berdebar-debar disertai dengan kegugupan ini ada karena mereka tahu bahwa Xiao Shuxiang memiliki hubungan dekat dengan Zhou Yan. Bukan tidak mungkin Xiao Shuxiang adalah murid dari Kultivator Immortal tersebut.


Keringat mengucur di pelipis Thian Zai, dia terus memperhatikan wajah Xiao Shuxiang yang begitu dingin.


"Kalau begitu aku setuju!" Xiao Shuxiang tiba-tiba berseru hingga membuat Liu Xi Ling, Thian Zai, Hai Feng dan Zhi Shu terperanjat. Mereka berempat segera mengusap dada, seakan hampir saja jantungan.


"Kalian kenapa harus sekaget itu, santai saja.." Xiao Shuxiang sepertinya tidak menyadari bahwa ekspresi wajahnya tadi seperti gunung yang akan meletus.


"Astagaa.. Ini pertama kalinya aku merasa berada di depan kematian." Thian Zai masih berusaha mengatur napasnya.


Xiao Shuxiang dalam hati tersenyum puas, mendapat 30 persen dari hasil penjualan pil tingkat dua buatannya termasuk besar.


Asosiasi Bangau Merak seperti menjilatnya agar Xiao Shuxiang membangun relasi dengan mereka. "Yaah.. Tidak ada ruginya juga untukku. Baiklah, aku akan memberi kalian resepnya sekaligus cara pengolahan pil itu. Bagus juga kalau kalian bisa mengembangkannya, tapi bagianku kalau bisa juga dinaikkan." Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


Thian Zai tersenyum canggung, tidak dia sangka anak laki-laki yang masih begitu muda dan terlihat polos ini menyimpan Aura Rubah Pebisnis.


"Tentu saja, Tuan Muda. Itu bisa diatur.." Liu Xi Ling tersenyum ramah, dia awalnya cukup tersentak saat Xiao Shuxiang berkedip padanya.


"Karena tidak ada lagi yang perlu dibahas, aku akan-"


"Tu-tunggu dulu, Tuan. Masih ada sesuatu yang mau kubicarakan dengan Anda.." Liu Xi Ling menahan Xiao Shuxiang yang berniat bangun dari kursinya.


"Apa lagi yang mau Nona Liu bicarakan," Xiao Shuxiang kembali mengatur posisi duduknya, dia harus segera pulang ke sekte untuk bertemu Lan Guan Zhi dan Lan Xiao.


Liu Xi Ling meletakkan sebuah Cincin Spasial di atas meja dan berkata, "Di dalam sini ada sebagian hasil dari penjualan Arak Anak Linglung. Sisanya akan segera kami kirimkan tiga hari lagi."


Xiao Shuxiang mengerutkan kening. "Hm? Bukannya kalian sudah membeli Arak itu, kenapa hasil penjualannya diberikan padaku..?"


Liu Xi Ling berkata, "Asosiasi Bangau Merak tidak membeli Arak Anak Linglung. Kami hanya membantu Tuan Muda Hai Feng dan Nona Zhi Shu menjualnya dengan pembagian 30 persen untuk Asosiasi dan sisanya diberikan pada pemilik Arak tersebut."


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengarnya, kedua temannya sudah membuat kemajuan dalam berbisnis. Dia menatap Hai Feng dan Zhi Shu, "Walau aku tidak suka kalian menjual arak itu tanpa seizinku, tapi aku salut pada kerja kalian." Xiao Shuxiang menaikkan jempol pada kedua temannya.


Hai Feng dan Zhi Shu menyembunyikan kesenangan mereka. Dalam hati, keduanya begitu gembira. Saudara Xiao mereka pasti menarik hukumannya nanti.


Liu Xi Ling awalnya agak ragu, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk memberi tahu Xiao Shuxiang. Dia rupanya juga ingin memproduksi Arak Anak Linglung yang ternyata langsung membuat raut wajah Xiao Shuxiang kembali berubah.


"Jujur saja, Nona Liu. Aku sebenarnya tidak suka karena arak buatanku dijual tanpa seizinku. Kedua temanku ini melakukan kesalahan karena memberikannya pada Asosiasimu. Tapi semuanya sudah terlanjur, jadi yaah.. apa boleh buat.."


Xiao Shuxiang juga berkata penawaran apa yang bisa diberikan Liu Xi Ling padanya agar dia mau memberikan izin sekaligus resep pembuatan Arak Anak Linglung, tentu saja dia tidak mau jika penawaran itu hanya sistem bagi hasil lagi.


"Kami sebenarnya sudah membicarakan ini pada Tuan Hai Feng dan Nona Zhi Shu. Kami bersedia memberikan sepuluh persen saham Asosiasi pada Tuan Muda Xiao,"


"Saudara Xiao, ada sesuatu yang perlu kau tahu. Kami sudah memiliki lima persen saham di Asosiasi ini," Hai Feng setengah berbisik, dia mengatakan bahwa jika Xiao Shuxiang menerimanya.. Maka mereka akan mendapatkan lima belas persen saham Asosiasi.


"Hmm, tapi aku ingin 30."


!!


"I-itu terlalu besar, Tu-Tuan Muda. Kami.." Liu Xi Ling tidak tahu harus bilang apa, tiga puluh saham Asosiasi bukanlah sesuatu yang kecil.


Dia berusaha menawar dan akhirnya mencapai kesepakatan bahwa Xiao Shuxiang adalah pemilik dari 20 persen saham Asosiasi Bangau Merak.


Hai Feng dan Zhi Shu menatap Xiao Shuxiang dengan kagum. Keduanya baru saja menyaksikan keahlian lain saudaranya itu selain Alkemis dan koki yang handal.


Liu Xi Ling memberikan sebuah token giok hitam dengan satu sisi bercorak bangau putih dan sisi yang lain bercorak burung merak.


Dia juga memberikan tiga bola seukuran kepalan tangan bayi kepada Xiao Shuxiang sambil berkata bahwa bola tersebut adalah kembang api khusus untuk meminta bantuan Asosiasi.


"Terima kasih, Nona Liu. Aku akan menyimpan satu bola ini.." Xiao Shuxiang lalu menyerahkan token dan dua bola pemberian Liu Xi Ling pada kedua temannya.


Tindakannya membuat Liu Xi Ling, Thian Zai, Hai Feng dan Zhi Shu terkejut. Xiao Shuxiang tentu sadar dengan yang dilakukannya, tetapi dibandingkan dirinya.. Hai Feng dan Zhi Shu lebih membutuhkan token tersebut sebab kedua orang inilah yang menjadi wakil dirinya.

__ADS_1


"Apa dia tidak tahu arti dari token tersebut?!"


"Dia begitu percaya pada kedua temannya, sampai-sampai.." Liu Xi Ling tentu tidak menyangka dengan tindakan yang diambil Xiao Shuxiang.


"Tu-Tuan Muda, kau yakin..?"


"Nona Liu, sebelum kita bertemu.. Kau pasti sudah tidak asing dengan kedua temanku ini. Merekalah orang yang kupilih tanpa ragu sedikit pun." Xiao Shuxiang dengan tegas mengatakan bahwa kedua temannya tidak akan menjadi pengkhianat dan tidak akan bisa menjadi pengkhianat.


Hai Feng dan Zhi Shu memandangi Xiao Shuxiang dalam. Saudaranya itu mengatakan dengan penuh percaya diri hingga menyentuh hati mereka. Mendapat sebuah kepercayaan sebesar ini tentu tidak akan mereka sia-siakan.


Liu Xi Ling dan Thian Zai mengantar ketiga tamu mereka hingga sampai di pintu luar bangunan sambil tetap berbincang-bincang.


"Ternyata dia anak yang menyenangkan.." Liu Xi Ling merasa bahwa kegugupannya tadi sangat tidak wajar.


Selama bicara dengan Xiao Shuxiang, dia bisa menilai bahwa anak tersebut bukanlah orang yang pelit senyum dan sesekali suka bercanda.


Liu Xi Ling dan Thian Zai memberi hormat yang juga langsung disambut oleh Xiao Shuxiang, Hai Feng dan Zhi Shu. Ketiganya lalu menaiki pedang terbang mereka dan segera melesat menuju Sekte Kupu-Kupu.


Sedikit memandang ke bawah, Xiao Shuxiang bisa melihat keramaian pasar besar yang tidak seperti biasanya. Banyak hiasan lampion berwarna merah dan kuning emas di setiap tempat termasuk bendera-bendera kecil membentang saling tersambung antara satu bangunan ke bangunan yang lain.


"Apa sedang ada festival?" Xiao Shuxiang bertanya pada kedua temannya.


Zhi Shu menjawab, "Festival 1000 Lentera akan diadakan malam ini. Kau pasti belum pernah melihatnya, kan? Kami akan mengajakmu berkeliling nanti, Saudara Xiao."


"Aah.. Aku rasa kalian tidak akan bisa melakukannya.." Xiao Shuxiang tersenyum tipis, ucapannya membuat Hai Feng dan Zhi Shu keheranan.


Sesampainya di Sekte Kupu-Kupu, Zhi Shu dan Hai Feng mulai mengetahui arti dari ucapan saudara mereka.


"Sa-Saudara Xiao. Ka-kau tega sekali.." Zhi Shu berlutut dengan kedua tangan terangkat sambil memegang guci berukuran sedang yang di dalamnya ada bara api.


Sementara Hai Feng berdiri menggunakan kedua tangannya dengan kaki telanjang yang menyangga guci berukuran sedang dan juga berisi bara api.


"Saudara Xiao, ta-tanganku sudah tidak kuat..!" Shi Shu merasakan tangannya sangat panas, seperti akan melepuh. Walau dia berusaha mengurangi rasa sakitnya dengan Qi, tetapi entah kenapa panas dari guci tersebut masih terasa.


"Ini baru satu menit, kalian jangan menjadi lemah begitu."


Xiao Shuxiang menambahkan api biru kecilnya ke dalam guci Zhi Shu dan Hai Feng, membuat panas langsung menjalar dari tangan serta kaki keduanya hingga keseluruh tubuh.


Zhi Shu dan Hai Feng menjerit dalam hati, mereka tidak sanggup bergerak, keringat mengucur di kedua pelipis mereka bahkan seluruh tubuh juga keringatan.


Zhi Shu dan Hai Feng berusaha tidak memperlihatkan ekspresi kesakitan mereka, sebab saat ini keduanya sedang disaksikan oleh para murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak.


Hun Fung dan teman-temannya menggeleng pelan. Jika Xiao Shuxiang datang, ada saja saudara seperguruan mereka yang dihukum entah sebab apa.


Semakin banyak murid yang menyaksikan Zhi Shu dan Hai Feng membuat keduanya semakin menjerit di dalam hati. Mereka sangat malu dilihat seperti ini, apa yang akan para juniornya katakan jika mereka sampai berwajah kesakitan dan menjerit?!


"Tidak boleh! Jangan sampai itu terjadi..! Mereka tidak akan menghormatiku sebagai 'Senior' lagi..!" Zhi Shu menahan gemetar di giginya, dia sebisa mungkin memperlihatkan senyum tipis nan anggun miliknya.


"Aku tidak akan kalah dengan Zhi Shu, ini masalah harga diri..!" Hai Feng juga melakukan hal yang sama, dirinya berusaha tetap tenang walau dalam hati menjerit kesakitan dan seperti ingin meronta kuat.


"Wah, kalian berdua hebat. Tetap seperti ini sampai aku kembali, kalian mengerti?"


"Baik, Saudara Xiao!" Zhi Shu dan Hai Feng menjawab serentak, ada aura ketegasan serta kewibawaan yang terpancar pada seruan keduanya.


"Semangat yang Luar Biasa!" Xiao Shuxiang menjempol kedua temannya dan mulai berjalan pergi.


"Kau jangan lama, Saudara Xiao. Cepatlah kembali sebelum tanganku meleleh karena panas..!" Zhi Shu sebenarnya sangat ingin menangis dan menjerit keras, tetapi para juniornya terus menyaksikan dirinya dihukum.


"Se-Senior.."


Beberapa murid merinding saat melihat api di dalam guci kedua seniornya semakin berkobar. Sesekali sebuah api biru kecil melayang keluar dari dalam guci dan kemudian masuk lagi. Api biru inilah yang semakin menggandakan rasa panas pada guci kedua senior mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2