
Feng Ying, "Saudara Jing dan yang lainnya sedang bertarung dengan sekumpulan Demonic Beast sekarang ini. Saudara Xiao..."
"Tenang saja, mereka bisa mengatasinya." Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Feng Ying dan mulai menyaksikan persembahan tarian Shao Nu.
Meski Xiao Shuxiang terlihat tenang dan seakan turut larut dalam suasana meriah ini, namun dia tidak menurunkan kewaspadaannya.
Sebagai seorang kultivator yang berasal dari Aliran Hitam, Xiao Shuxiang jelas mengerti beberapa hal. Demonic Beast yang menyerang perbatasan hanyalah pancingan, serangan sesungguhnya pasti akan ada di tempat ini.
Dengan diam-diam, dia mengeluarkan satu api biru kecilnya yang langsung menghilang dan kemudian menyamar menjadi seekor kupu-kupu air.
Api kecil tersebut mencari setiap kultivator Aliran Hitam yang nampak mencurigakan.
Xiao Shuxiang bisa melihat beberapa kultivator memandang haus ke arah Lan Xiao, mereka seperti mengincar Demonic Beast tersebut. Sebagian yang lain mengincar Ling Qing Zhu.
"Baguslah, mereka sama sekali tidak menargetkan Dai Chen dan Li Qian Xie."
Sesuai perundingan dengan Kaisar Matahari Tengah, perwakilan Sekte Pedang Langit, Sekte Akar Teratai dan Sekte Kupu-Kupu... Maka pesta pernikahan hanya diadakan selama tiga hari.
Mulai ada gerakan mencurigakan yang dirasakan Xiao Shuxiang saat para tamu diajak memasuki istana. Namun dirinya langsung tenang saat Zhou Yan mengeluarkan sedikit Aura Pendekar miliknya.
Kultivator ketiga Aliran begitu terkejut, aura Zhou Yan memang tidak menekan, namun kehadirannya membuat mereka berhati-hati dalam bertindak agar tak sampai menyinggung kultivator yang begitu dihormati karena tingkat praktik serta kemampuan Alkemisnya itu.
Semua berjalan lancar selama dua hari, namun di hari ketiga.. Sesuatu yang besar terjadi.
Bertepatan dengan berakhirnya tarian Shao Nu dan para penari milik Tianqi Mao, seketika itu juga muncul cermin setinggi badan pada setiap kultivator yang ada termasuk Xiao Shuxiang.
Dai Chen bisa melihat pantulan dirinya pada cermin tersebut, begitu juga dengan Xiao Shuxiang dan yang lainnya, bahkan Lan Xiao juga sama.
!!
Li Qian Xie terkejut saat pantulan dirinya mendadak menyeringai dan warna matanya berubah sehitam malam. Dai Chen, Lan Guan Zhi, serta kultivator yang ada di tempat ini juga mengalami hal serupa.
Cermin tersebut perlahan menghilang, namun pantulan diri mereka masih tetap ada bahkan terlihat seperti mereka memiliki saudara kembar, hanya matanya yang berwarna hitam.
Dalam hitungan detik, para kembaran mereka ini langsung menyerang dengan begitu tiba-tiba.
Manusia biasa tidak sempat ditolong, mereka harus mengandalkan kemampuan sendiri untuk bisa menghindar dari serangan yang ada.
TRAANG!
Xiao Shuxiang bertarung melawan kembaran dirinya, kekuatan mereka berdua seimbang. Hal ini membuatnya bertanya-tanya, siapa yang telah mengeluarkan jurus sehebat ini?! Bahkan hawa keberadaannya pun sama sekali tidak terasa.
"Kultivator Aliran Hitam juga mengalami nasib yang sama, berarti bukan mereka. Apa... Pilar Atas Scarlet Bayangan?" Xiao Shuxiang menghindari serangan kembaran dirinya, dia mengambil langkah mundur dan mulai mengumpulkan Qi pada kepalan tangannya.
Xiao Shuxiang melesat dan saling bertukar kepalan tangan. Lan Guan Zhi juga terlihat sedang bertarung dengan kembaran dirinya, bentuk pedang bahkan kekuatannya pun sama.
Banyak kultivator yang berdecak kesal, mereka seakan bertarung dengan diri sendiri.
BAAAM!
Xiao Shuxiang menghantam salah satu dinding istana, perhatiannya terpecah saat banyak pertarungan yang ada di sekelilingnya.
Zhou Yan juga terlihat bertarung dengan kembarannya, pertarungan inilah yang paling berdampak besar.
BAAAM!
Feng Ying dapat memberi tendangan keras pada kembarannya, dia melompat dan mendekat ke arah Xiao Shuxiang.
"Saudara Xiao, sebenarnya ada apa ini? Dia sangat kuat, aku seperti bertarung dengan diriku sendiri dan itu menyusahkan..! Aku tidak bisa mengalahkannya..!"
"Itu tidak benar, Feng Ying. Dia hanyalah peniru, perbedaan antara kau dan dia adalah dirimu dapat menjadi lebih kuat." Xiao Shuxiang langsung menerjang kembarannya, mereka saling bertukar serangan dengan begitu cepat.
BAAAM!
Lan Guan Zhi membuat kembarannya menghantam salah satu pohon. Dia masih memperlihatkan wajah tenang, sebisa mungkin dirinya tidak ingin bertarung serius, karena jika sampai itu terjadi.. Tempat ini bisa saja hancur.
Huan Fei juga sepemikiran dengan Lan Guan Zhi, dia menyeru kepada kultivator di dekatnya untuk tidak bertarung serius dengan kembaran mereka.
Zhou Yan juga, dia menyadari sesuatu, kembarannya hanya menyamakan kekuatan. Meski dia mencoba berbicara, namun pria yang mirip dengannya ini tidak membalas ucapannya.
BAAAM!
Xiao Shuxiang mengeluarkan Yīng xióng, untung dia selalu menyimpan pedangnya di dalan Cincin Spasial, sehingga kembarannya tidak memiliki pedang yang sama.
Di tempat lain, dengan jarak 50 meter dari istana kaisar, tepat di salah satu atap bangunan... Terlihat dua orang gadis dengan pakaian berwarna putih dengan motif bunga wisteria merah.
Salah satu gadis terlihat berusia 9 Tahun, memiliki rambut sebahu berwarna hitam, ada topeng rubah merah darah di pinggang sebelah kirinya, senjatanya adalah sebuah cermin.
Gadis ini bernama Han Na, Pilar Atas Scarlet Bayangan yang menduduki kursi ke-sembilan. Hawa jahatnya tidak terasa karena dia hampa. Dialah orang dibalik kekacauan di istana Kaisar.
Gadis yang nampak berusia 18 Tahun di sampingnya adalah salah satu pengawal Han Na, dia memakai topeng berbentuk kucing putih.
Keduanya hanya berdiri dengan sebuah cermin melayang di depan mereka. Han Na dapat melihat Xiao Shuxiang yang sedang bertarung habis-habisan dengan kembarannya sambil menggerutu.
BAAAM!
Xiao Shuxiang memberikan tinjuan pada wajah kembarannya, walau ada perasaan tidak enak karena dia seperti menghajar diri sendiri.
"Siapa pun yang melakukan ini, dia sangat kelewatan..! Dan yang paling membuat kesal adalah.. Kenapa Pedangku Tidak Bekerja?! Apa yang sudah dilakukan Tuan Bangka itu pada Yīng xióng?! Tsk!"
Xiao Shuxiang hanya seperti memakai pedang biasa, dia menyerang kembarannya dan sudah pernah memberi beberapa tusukan, namun Yīng xióng sama sekali tidak menghisap habis tubuh dan daging orang ini.
Lai Kuan Ye, GrandElder Sekte Tengkorak Darah juga nampak bertarung dengan kembarannya, dia menghadiri pernikahan putri kaisar tanpa membawa satu orang pun murid.
__ADS_1
Kedatangannya saja sudah cukup membuat kultivator Aliran Putih waspada, apalagi jika dia membawa beberapa rekan.. Mungkin akan ada yang mencoba mencari masalah dengannya.
Dia sendiri cukup terkejut dengan serangan ini, hatinya bertanya-tanya tentang siapa orang yang telah berani mengacau di acara pernikahan putri Kaisar dan tujuannya apa..?
BAAAAM!
!!
Sebuah suara debaman keras mengejutkan semua orang. Salah satu bangunan tinggi rusak hingga menjatuhkan puing-puing yang dapat memberi luka serius pada manusia biasa.
Banyak teriakan yang terdengar, beberapa kultivator mengerahkan segenap tenaga untuk memukul mundur lawannya dan dengan cepat menyelamatkan orang-orang yang hampir terkena puing bangunan.
"Bukankah kita tidak boleh bertarung serius?! Tempat ini bisa kacau..!"
TRAANG!
"Siapa orang yang sedang bertarung itu?! Apa dia tidak tahu di sini banyak manusia biasa?!"
"Kalian Semua..!! Cepat Pergi Ke Tempat Yang Aman..!!" Huan Fei, GrandElder Sekte Bunga Lotus berseru. Dia tidak bisa membantu masyarakat awam yang ada karena dirinya sendiri sedang bertarung dengan kembarannya.
!!
BAAAAM!
Debaman keras kembali terdengar, meski semua kultivator sedang sibuk bertarung.. Tetapi suara tersebut menarik perhatian mereka.
Di langit, cahaya merah dan hitam saling berbenturan. Menghantam setiap bangunan tanpa jeda sedikit pun.
BAAAAM!
!!
Yi Wen beruntung karena dapat menghindar dari serangan nyasar tersebut. Matanya terbelalak saat tahu bahwa yang hampir menghantam dirinya adalah Xiao Shuxiang.
"Saudara Xiao?! Kau hampir membunuhku?!" Yi Wen melihat tubuh dan wajah kembarannya hancur berantakan karena ditabrak oleh Xiao Shuxiang.
"Pedang ini sama sekali tidak berguna, apa yang sebenarnya telah dilakukan Duan De pada pedangku?" Xiao Shuxiang meludahkan darah, sepertinya dia tidak menyadari sudah membunuh kembaran Yi Wen hanya dengan menabraknya.
Xiao Shuxiang kembali melesat, matanya berubah warna menjadi merah. Dia bertarung habis-habisan dengan kembaran dirinya sendiri.
!!
Salah satu puing bangunan terjatuh, di bawahnya ada pelayan Kaisar yang sedang berlari menyelamatkan diri.
Dia berteriak saat puing bangunan tersebut hampir menimpanya. Namun sebuah tendangan membuat puing bangunan tersebut terlempar jauh.
"Cepat pergi dari sini..!" Xiao Lu menepuk pundak pelayan tersebut.
Dengan pakaian pengantin yang dirobek sengaja hingga ke lutut, Xiao Lu bertarung dengan kembaran dirinya sambil menyelamatkan orang-orang yang hampir terkena puing bangunan akibat pertarungan Xiao Shuxiang.
BAAAM!
Pilar dan patung bunga tersebut bergoyang. Pada saat yang sama, Xiao Shuxiang bisa melihat seorang anak laki-laki berdiri di dekat pilar itu sambil menangis memanggil ibunya.
Kembaran Xiao Shuxiang mendengar tangisan anak di dekatnya, dia segera melesatkan sebuah tinjuan pada anak tersebut yang langsung ditahan oleh Xiao Shuxiang.
Benturannya begitu keras hingga menciptakan angin kejut yang begitu kencang. Tangan kanan Xiao Shuxiang yang memegang Yīng xióng nampak memeluk anak berusia 10 Tahun itu sambil tetap menahan tinjuan kembarannya dengan tangan kiri.
Kembaran Xiao Shuxiang langsung mengambil langkah mundur saat pilar dan patung bunga langsung terjatuh.
BAAAM!
"Saudara Xiao..!!" Feng Ying berseru, dia melihat pilar besar dan patung bunga tersebut menimpa saudaranya.
!!
Lan Guan Zhi dan Dai Chen juga terkejut, keduanya ingin menolong Xiao Shuxiang namun mereka punya masalah sekarang ini.
Pilar tersebut meledak, kini memperlihatkan Xiao Shuxiang yang pakaian dan rambutnya penuh debu.
Anak laki-laki dipelukan Xiao Shuxiang menatapnya, dia bisa melihat ada darah segar yang mengucur di kedua dahi pemuda di dekatnya.
"Apa kau terluka?" Xiao Shuxiang memeriksa anak laki-laki tersebut, dia mengembuskan napas lega saat tidak ada luka apa pun di tubuh anak ini.
"Te-terima kasih,"
"Tidak masalah. Tapi lain kali kau jangan lagi menangis memanggil ibumu, cobalah berusaha menyelamatkan dirimu sendiri tanpa mengharap bantuan orang lain. Kau itu laki-laki, jadi harus berani..! Sekarang pergilah ke tempat yang aman..!" Xiao Shuxiang menepuk pundak anak tersebut dan mulai mengalihkan pandangannya ke arah kembarannya.
Anak laki-laki tersebut mengangguk dan segera berlari pergi, "Kakak. Kau harus baik-baik saja...!"
"Hmph, itu sudah pasti." Xiao Shuxiang merasakan kepalanya sedikit pusing, dia memukul pelan punggungnya. Walau tubuhnya tahan banting, tapi bukan berarti dirinya bebas menyiksa tubuh seperti ini.
"... Istana tidak boleh kacau secara berlebihan,"
!!
Yīng xióng mengeluarkan suara dengungan, untuk pertama kalinya dia menerima Qi milik Xiao Shuxiang. Pedang tersebut bersinar merah kehitaman, walau cahaya masih terlalu redup.
Di salah satu bangunan yang dijadikan tempat mengungsi bagi manusia biasa serta pelayan Kaisar.. Nampak Duan De yang sedang berdiri sambil mengusap janggut panjangnya.
Seorang pria berjubah putih dan bertudung tiba-tiba muncul di belakang Duan De. Dia ikut berdiri di samping kakek tersebut dengan wajah yang tak dapat dilihat.
"Dia membuat pedang yang bagus,"
__ADS_1
"Benar. Pedang itu terlalu menakutkan. Aku sedikit mengubahnya agar dia sulit memakai pedang itu untuk berbuat kerusakan," Duan De mengatakan Yīng xióng adalah pusaka yang lebih tinggi dari Pusaka Langit.
Tentu dia tidak akan membiarkan Yīng xióng dipakai oleh Xiao Shuxiang begitu saja, apalagi dia tahu pemuda tersebut adalah Sang Bintang Penghancur yang memiliki hati Giok Hitam.
"... Yīng xióng hanya bisa digunakan untuk melindungi dan menyelamatkan. Selain itu.. Dia adalah pedang yang dapat berevolusi.." Duan De tersenyum penuh arti, suara debaman keras yang terdengar malah membuat senyumnya melebar.
*
*
Yīng xióng akhirnya kembali dapat digunakan, bahkan lebih baik. Semua kembaran milik para kultivator beralih melawan Xiao Shuxiang.
!!
"Ada apa ini?!"
Dai Chen, Xiao Lu, dan semua kultivator merasa kebingungan melihat lawannya melesat dan menyerang seorang pemuda secara bersamaan.
Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya, dia senang karena akhirnya Yīng xióng mau menerima Qi miliknya, namun di satu sisi dia juga merasa tegang.
Semua kultivator yang berada di atas Forging Qi tingkat 11 akan dapat membaca praktiknya. Jika Xiao Shuxiang bertarung seperti biasa.. Dirinya akan membuat kejutan yang besar.
"Akan sangat gawat jika mereka sampai tahu," Xiao Shuxiang menghindari serangan dari para kembaran kultivator ini sambil tatapan matanya mencari seseorang.
"Itu Dia..!"
Dai Chen dapat melihat Xiao Shuxiang menatapnya, dia lalu mengangguk saat tahu apa maksud dari tatapan temannya itu. Segera Dai Chen mengumpulkan banyak Qi dan memusatkannya di kedua tangan.
!!
Puluhan akar menjalar tiba-tiba muncul dari tanah. Dai Chen menyeru agar semua kultivator melangkah mundur, akar menjalar miliknya membesar dan membentuk dinding yang menghalangi pandangan semua kultivator terhadap area dalam lingkungan istana.
Para pengawal Kaisar hanyalah manusia biasa, mereka juga diamankan oleh murid-murid Sekte Akar Teratai yang sudah tidak bertarung dengan kembaran mereka.
BAAAM!
Semua kultivator ingin melihat siapa pemuda yang menjadi target serangan para kembaran mereka. Namun Lan Guan Zhi membentuk segel pada akar menjalar milik Dai Chen yang dikuatkan oleh segel Zhou Yan.
Patriarch Ketiga juga sebenarnya penasaran kenapa lawannya tiba-tiba menargetkan Xiao Shuxiang. Namun dia terlalu terkejut melihat cara bertarung anak ini.
Gerakannya sangat cepat dan semua lawannya tidak mau kalah. Dai Chen harus menggunakan semua tenaganya untuk menutupi semua bangunan yang ada dengan akar menjalar miliknya.
Pertama kalinya Dai Chen melihat Xiao Shuxiang bertarung dengan kultivator sebanyak ini, apalagi tidak ada jeda diantara mereka.
!!
Satu persatu kultivator berubah menjadi tulang-belulang karena terkena tusukan dari Yīng xióng. Xiao Shuxiang sengaja memusatkan serangannya pada kultivator yang dianggapnya lebih lemah.
Dikeroyok seperti ini mengingatkannya pada masa lalu, "Sayangnya itu bukan masa yang indah..!" Xiao Shuxiang menghindari terjangan dari kembaran Lan Guan Zhi dan Zhou Yan.
Beruntung lawannya tidak sekuat orang aslinya, namun Xiao Shuxiang tak mampu bernapas lega. Semua kembaran kultivator ini ternyata mampu meniru kecepatannya, benar-benar sangat gawat!
Lan Guan Zhi yang kebetulan ada di dalam dan menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang memegang erat pedangnya. Dalam satu tarikan napas, dirinya menghilang dan muncul tiba-tiba di samping temannya tersebut.
Lengan keduanya bersentuhan, Xiao Shuxiang mengatakan bahwa semua kembaran kultivator ini hanya akan melawan dirinya.
".. Mereka hanya bisa dibunuh dengan
Yīng xióng. Kau pergilah dan cari orang dibalik jurus ini.."
"Patriarch Zhou sudah melakukannya. Aku akan tetap di sini.. Membantumu,"
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia tersenyum sambil menatap Lan Guan Zhi.
"Baiklah, tapi berusahalah bergerak lebih cepat dariku dan jangan sampai terluka,"
Setelah mengatakannya, Xiao Shuxiang langsung melesat lebih cepat, diikuti oleh Lan Guan Zhi. Keduanya seperti dua cahaya kilat dengan warna berbeda, menerjang cahaya lainnya yang menghasilkan suara benturan pedang dan angin kejut tiada henti.
Zhou Yan melacak keberadaan pemilik jurus ini, dia berdiri di atas gedung tertinggi sambil pandangan matanya menelusuri setiap tempat.
".. Kalian berdua harus bisa bertahan," Zhou Yan melesat pergi, dia sudah tahu letak keberadaan orang yang berani membuat kekacauan di tempat ini.
Kultivator yang bisa dibilang terkurung oleh akar menjalar Dai Chen juga tidak tinggal diam. Sebagian mereka berpikir tentang pemilik jurus ini dan kenapa hawa keberadaannya tidak mereka sadari.
Sebagiannya lagi nampak menuduh Kultivator Aliran Hitam-lah yang berada dibalik kekacauan ini.
Lai Kuan Ye tidak mendengar nama sektenya disebut, namun beberapa kultivator Aliran Putih yang seumuran dan memiliki praktik setingkat dengannya secara terang-terangan menuduh dirinya.
Lai Kuan Ye tidak mau terpancing. Kultivator yang melihat sikap GrandElder Sekte Tengkorak Darah tersebut nampak tersentak dan kebingungan. Tidak biasanya Lai Kuan Ye sesabar ini dan menerima tuduhan para Kultivator dari Aliran Putih.
Mereka tidak tahu bahwa dibanding dengan tuduhan yang dialamatkan padanya.. Lai Kuan Ye lebih khawatir dengan Xiao Shuxiang.
".. Anak itu.. Semoga dia baik-baik saja.."
***
.
.
.
Catatan Si Gembrot :
__ADS_1
Arigatou karena sudah masih setia mampir. Kemarin 'Penulis' sedang NoBar Kakegurui The Movie, jadi lupa nulis. Sekarang malah terkena Demam Etalibun..(⌒▽⌒)
Dampak Pedang Kebenaran itu sangat Luar Biasa..! LONG LIVE ETALIBUN!! (☆o☆)/