XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
262 - Pandangan Xiao Shuxiang


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan para kultivator yang berada di dekatnya tersentak saat tiba-tiba belut listrik tersebut menyerang. Beruntung mereka dapat segera bertindak dengan menggunakan Qi untuk membuat Segel Pelindung.


Serangan dari belut listrik itu menghasilkan gelombang yang membuat kapal terdorong.


Merasa akan sangat berbahaya bila Demonic Beast tersebut masuk sepenuhnya di dalam air, membuat delapan orang kultivator menaiki pedang terbang mereka dan menyerang belut tersebut dari atas.


Fan Chuan memberi arahan para awaknya agar memundurkan kapal secara perlahan. Dia juga tahu apa yang diincar belut listrik tersebut, jelas bahwa bagian bawah kapalnya adalah target serangan.


Liu Xi Ling mengajak Xiao Shuxiang untuk terbang dengan pedang dan membantu ayahnya yang saat ini melayang di atas monster belut itu. Sayangnya Xiao Shuxiang menolak, pemuda di sampingnya mengatakan lebih baik berada di atas kapal saja.


".. Melindungi kapal ini adalah prioritas utama kita, jadi percayakan saja penyerangan pada mereka."


Xiao Shuxiang lalu meminta Hu Li membantu Liu Min Jie. Dia juga mengeluarkan empat Api Biru kecilnya untuk mengikuti Hu Li.


Bila Liu Min Jie dan tujuh kultivator menyerang belut listrik dari atas, maka Hu Li melakukannya dari dalam air. Benar, dia melompat ke dalam laut dengan diikuti oleh Api Biru kecil Tuannya.


!!


Demonic Beast ini kuat, kemungkinan usianya adalah 2500 Tahun atau lebih. Listrik di tubuhnya dapat membunuh manusia dan membuat sekarat kultivator di bawah GrandMaster bila terkena secara langsung.


Empat api biru kecil Xiao Shuxiang melindungi tubuh Hu Li dari listrik Demonic Beast berwujud belut tersebut. Ini dapat membuat dirinya menyerang tanpa perlu mengkhawatirkan keselamatannya.


Saat Hu Li mengeluarkan api rubahnya, secara cepat api biru Xiao Shuxiang bergabung dengan milik Hu Li. Warna yang semula biru mengalami evolusi menjadi merah keunguan.


Tidak peduli dengan evolusi terhadap api rubahnya, Hu Li langsung melesat untuk lebih dekat dengan belut listrik tersebut dan menyerang tubuhnya.


BAAAM!


Suara yang terdengar begitu keras, bahkan menghasilkan ombak yang cukup untuk membuat kapal Fan Chuan semakin terdorong, nyaris terbalik.


?!


Hu Li dalam hati mengumpat. Tubuh belut listrik terlalu licin dan anehnya, serangannya seakan tidak mempan. Matanya terbelalak saat ekor belut listrik menyerangnya, untung saja dia dapat menghindar.


Air tentu adalah keuntungan bagi belut listrik, dia dapat bergerak gesit dan dapat sangat lincah bila di dalam air. Hu Li yang notabenenya merupakan Demonic Beast berwujud rubah tentu kurang diuntungkan.


".. Tapi aku tidak bertarung sendirian sepertimu,"


Hu Li kembali melesat. Akibat diselamatkan oleh Tuannya saat dia nyaris tenggelam membuatnya berusaha berenang, termasuk belajar bertarung di dalam air.


Api milik Hu Li tentu bisa tahan dengan air, dan apinya tersebut akan jauh lebih meningkat karena telah bercampur dengan api biru milik Xiao Shuxiang.


Di atas sendiri, Liu Min Jie dan ketujuh kultivator terus menyerang belut listrik dengan segenap kekuatan mereka. Kedelapan orang ini saling melindungi dan menutupi celah satu sama lain.


Saat Liu Min Jie hampir terkena serangan listrik monster belut tersebut, salah satu kultivator langsung melindunginya, begitu pula sebaliknya.


Untuk kultivator yang berada di atas kapal nampak membagi posisi di mana lima orang bertugas sebagai penyerang, dan lima lainnya berfokus pada perlindungan.


!!


Tidak hanya di tubuhnya, belut itu juga dapat menyemburkan listrik di mulutnya dan itu di arahkan ke tempat Xiao Shuxiang berada.


BAAAM!


"Daya serangannya sangat kuat,"


Meski tidak sendirian dalam membuat segel pelindung, nyatanya Liu Xi Ling tetap kewalahan.


Kapal yang dia tumpangi tidak boleh pergi terlalu jauh, sebab ayahnya dan kultivator yang lain masih bertarung dengan belut listrik itu. Liu Xi Ling dan yang lainnya tentu akan membantu.


Xiao Shuxiang memang lebih fokus dalam perlindungan daripada penyerangan. Namun sebenarnya dia sedang memikirkan cara membunuh belut listrik di depannya tanpa harus kehilangan kesegaran dari Demonic Beast tersebut.


!!


Suara geraman dari belut listrik membuat petir bergemuruh. Liu Min Jie dan para kultivator yang masih terbang segera menghindari hantaman dari petir di atas dan di bawah mereka.


Liu Min Jie mengumpulkan tenaganya dan lalu melesat. Saat berada di jarak yang pas, dirinya langsung meninju udara yang seketika menghasilkan Qi berkekuatan besar diiringi suara yang keras.


Sekilas, Qi tersebut mirip seperti putaran angin berwarna biru keputihan yang pada bagian depannya nampak berbentuk kepala harimau.


Serangan Liu Min Jie mengenai bagian leher dari belut listrik, ini membuat dirinya menjadi incaran Demonic Beast yang terlihat begitu murka.


Belut tersebut kembali menyerang Liu Min Jie, namun yang mengejutkan saat kultivator itu menghindar.. Belut listrik memasukkan kepalanya kembali ke dalam air dan menyerang ayah Liu Xi Ling dengan ekornya.

__ADS_1


Hu Li yang berada di bawah air langsung menyerang wajah dari belut listrik. Serangan yang bertubi-tubi dari tiga arah membuat Demonic Beast ini sedikit kewalahan.


Listrik di tubuhnya kembali membesar, inilah yang ditunggu-tunggu Xiao Shuxiang. Karena terlalu tertekan dan berada dalam situasi terdesak membuat pertahanan dari belut tersebut kacau, sehingga serangannya menjadi tidak karuan.


Xiao Shuxiang mengontrol satu dari empat api biru kecilnya yang ada pada Hu Li agar menyerap sebanyak-banyaknya listrik dari monster belut itu.


Xiao Shuxiang lalu menggunakan Teknik Pengendalian Darahnya untuk dapat mengendalikan tubuh belut listrik selama beberapa detik.


Tidak adanya perubahan pada warna mata Xiao Shuxiang membuat Liu Xi Ling dan kultivator yang lain tidak mengetahui bahwa pemuda ini menggunakan Teknik Pengendalian Darah di samping mempertahankan segel pelindung.


Belut listrik kehilangan kendali atas tubuhnya, dia sendiri tidak tahu kenapa. Padahal dirinya baru saja ingin melahap pemuda berambut putih yang menyerangnya di dalam air sekaligus membuat pusaran kembali, tetapi entah mengapa tidak bisa.


Diam-diam Xiao Shuxiang tersenyum tipis, api biru kecilnya pasti sudah kenyang karena makan listrik yang lumayan banyak. Sekarang adalah gilirannya yang akan menyantap belut super besar.


Xiao Shuxiang menggerakkan sedikit jari telunjuknya yang memegang tangan Liu Xi Ling. Bersamaan dengan itu, Demonic Beast licin tersebut muncul kembali ke permukaan dengan listrik yang menipis di tubuhnya.


!!


Liu Min Jie dan para kultivator menyadari celah besar ini, mereka segera mengeluarkan jurus terbaik dan langsung mengarahkannya pada belut itu. Di dalam air, Hu Li juga melakukan hal yang sama.


Lima orang kultivator yang bertugas melakukan penyerangan di dek kapal ikut menyerang. Dalam hati Xiao Shuxiang memuji para kultivator ini yang bisa memanfaatkan celah meski tanpa diberi perintah.


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh belut listrik tersebut selain menunggu kematiannya. Detik-detik terakhir saat dirinya terkena serangan di tiga arah.. Secara mengejutkan Xiao Shuxiang langsung melepas Teknik Pengendalian Darahnya.


BAAAM!


Suara erangan kesakitan terdengar begitu keras, bahkan dapat membuat merinding siapapun yang mendengarnya.


Melepas Teknik Pengendalian Darah sama saja dengan korbannya akan merasakan sakit yang amat sangat akibat terkena serangan lawan.


Xiao Shuxiang jelas ingin menyaksikan belut listrik tersebut menggeliat kesakitan sampai menghembuskan napas terakhirnya. Pemandangan dan suara pilu ini terlalu indah untuk dia lewatkan.


Hanya butuh waktu sekitar tujuh tarikan napas sampai belut listrik itu mengambang dengan tubuh yang luka parah serta warna kemerahan pada air di sekeliling tubuhnya.


Hu Li kembali naik ke atas kapal, kondisi tubuhnya nampak baik-baik saja meski dalam keadaan basah kuyup.


Liu Min Jie dan ketujuh kultivator yang terbang juga kembali menapak di dek depan kapal. Mereka merasa salut satu sama lain karena berhasil mengalahkan belut listrik tanpa luka cedera yang parah.


Kerja sama kultivator berbeda Aliran dan sekte tersebut membuat Xiao Shuxiang terkesan. Menurutnya, memperbaiki kondisi tiga wilayah Kekaisaran di Benua Timur telah memberi dampak yang baik bagi kultivator ketiga Aliran.


Fan Chuan lalu memberi arahan agar perjalanan kembali dilanjutkan, kapal mereka melaju perlahan di dekat bangkai belut listrik.


Hu Li dan keempat api biru kecil Xiao Shuxiang melesat keluar kapal dan lalu mengambil sebagian daging belut tersebut untuk Tuannya, namun Xiao Shuxiang memintanya mengambil lebih banyak.


Walau tidak ada kultivator yang tewas saat melawan belut listrik tadi, namun mustahil bila tidak ada yang terluka. Hanya saja Xiao Shuxiang sepertinya lebih memilih mengobati luka mereka dengan makanan.


Xiao Shuxiang meminjam dapur milik Fan Chuan. Bersama dengan Liu Xi Ling, dirinya mulai memasak. Tentu sulit bila hanya mengandalkan satu tangan, namun Xiao Shuxiang tidak kehabisan akal. Dirinya meminta bantuan Liu Xi Ling dan juga para juru masak di kapal ini.


Kapal terus berlayar, membawa Xiao Shuxiang dan yang lainnya menuju ke Benua Utara. Tidak tanggung-tanggung, makan malam kedua yang sudah lama dinantikan Xiao Shuxiang akhirnya sudah berada di depan mata.


Sebenarnya, beberapa kultivator tidak menyangka Xiao Shuxiang dapat memasak. Namun setelah mencium aroma rempah dan juga mencicipi masakan pemuda tersebut.. Para kultivator ini seketika tak dapat berkata apa-apa selain mengeluarkan decak kagum.


Kultivator yang sebelumnya pernah berbicara dengan Xiao Shuxiang nampak memperhatikan dirinya begitu teliti. Kulivator berseragam putih dengan corak ranting kayu tersebut merasa pernah melihat Xiao Shuxiang, tapi entah dimana.


Lama memperhatikan, dirinya seketika tersentak. Wajah pemuda yang selalu memegang tangan gadis cantik tanpa mau melepaskannya itu sangat mirip dengan wajah patung besar yang ada di Benua Timur.


".. Tidak salah lagi, itu memang dia..!"


Kultivator yang nampak berusia 23 Tahun tersebut berasal dari Benua Utara. Setelah mendengar kabar dari saudaranya, dia langsung berlayar ke Benua Timur. Tidak disangka kondisi tempat tinggal saudaranya telah berubah banyak.


Tidak bisa dibayangkan betapa kacaunya Benua Timur hingga terjadi perombakan besar-besaran pada wilayah Tiga Kekaisaran. Dan saat sedang berjalan-jalan, dirinya melihat patung batu tanpa kepala yang berukuran besar.


Menurut cerita yang dia dengar, patung tersebut ditujukan untuk Pelindung Benua Timur, kepala patung yang tergelak di kaki tidak lain ditebas sendiri oleh Sang Pelindung tersebut.


"Tuan Muda, namaku Bin Zhou Cheng. Apa boleh aku tahu namamu?"


Xiao Shuxiang baru saja akan memakan sup pedas belut buatannya saat kultivator di sampingnya mengajak dia berbicara. Xiao Shuxiang tentu memperkenalkan diri seperti biasa.


Mendengar nama pemuda yang pandai memasak ini membuat Bin Zhou Cheng antusias, dia lalu menanyakan tentang hubungan patung yang dilihatnya dengan Xiao Shuxiang.


"Itu memang aku. Sebenarnya mereka terlalu gila karena berani membuat patung yang mirip denganku, kau tidak perlu serius menanggapinya."


"Tuan Muda, aku banyak mendengar kisah tentang Anda. Kudengar Anda adalah murid dari Alkemis Zhou Yan, apa itu benar?"

__ADS_1


Xiao Shuxiang terdiam beberapa saat sebelum mengangguk pelan. Dia mengatakan bahwa sebenarnya dirinya tidak suka mengakui Zhou Yan sebagai guru karena alasan yang tidak ingin dia katakan.


Saat Xiao Shuxiang sedang berbincang-bincang dengan Bin Zhou Cheng sambil disuapi oleh Liu Xi Ling.. Samar-samar dirinya mendengar beberapa kultivator membicarakan tentang bagaimana belut listrik bisa terdiam dan menerima serangan mereka begitu saja.


".. Belut listrik yang kita lawan tadi adalah Demonic Beast yang agresif. Bisa mengalahkannya semudah itu, bukankah aneh?"


"Kenapa merasa heran, pemuda berambut putih itu masuk ke dalam laut tadi. Dia pasti yang membuat belut listrik lemah, makanya pertarungan tadi bisa kita menangkan,"


Pandangan setiap kultivator mengarah pada Hu Li. Beberapa bahkan mencoba mengajaknya bicara, kondisi ini membuat Hu Li sedikit merasa tidak nyaman.


Dia hanya melakukan serangan biasa saja, Tuannya-lah yang membuat belut listrik tersebut tidak bisa bergerak. Pujian ini tak seharusnya dilontarkan padanya.


"Tu-Tuan Muda Xiao.."


Xiao Shuxiang hanya tersenyum saat Hu Li memberinya tatapan yang seperti meminta pertolongan. Dirinya lalu mengalihkan perhatian ke arah lain dan kembali berbincang dengan Bin Zhou Cheng.


Para kultivator ini sama sekali tidak tidur, mereka menikmati pelayaran yang mulai menenangkan tersebut. Cahaya matahari pagi di laut benar-benar sangat indah, Xiao Shuxiang yakin dapat bertahan sampai dirinya menginjakkan kaki ke Benua Utara.


Masalahnya, itu menurut pandangan Xiao Shuxiang. Tetapi bagi gadis berambut ungu dan bermata hijau muda ini tidak demikian. Dia memiliki hal privasi yang harus dilakukan dan tidak mungkin mengajak Xiao Shuxiang bergabung.


Hari sudah pagi dan Liu Xi Ling belum juga mengganti pakaiannya. Tangan kirinya ini sudah panas karena terus berpegangan tangan dengan Xiao Shuxiang.


Sayangnya pemuda ini di sampingnya terus saja menolak meski dia dibantu oleh ayahnya dan Hu Li.


Kondisi Xiao Shuxiang terlalu aneh, itu dikarenakan hanya memegang tangan Liu Xi Ling sajalah dirinya tidak mabuk laut. Sementara dia akan langsung mual bila memegang tangan pemuda dan gadis lainnya.


Liu Xi Ling yang tidak tahan langsung menarik tangan Xiao Shuxiang agar mengikutinya ke salah satu kabin. Dia dibantu dengan Liu Min Jie dan Hu Li berusaha melepas pegangan tangan Alkemis Muda ini.


"Tuan Muda Xiao, aku hanya sebentar. Sepuluh menit, hanya sepuluh menit. Tolong mengertilah,"


"Nona Liu, kau yang tidak mengerti. Sepuluh menit sama saja kematian bagiku. Kalau kau mau mandi, maka aku ikut. Aku berjanji tidak akan menutup mata. Maksudku, aku akan tutup mata. Sungguh,"


Liu Xi Ling tidak percaya, dia jelas tidak akan mau mandi bila harus membawa seorang pemuda bersamanya, meskipun itu adalah Xiao Shuxiang.


Butuh waktu sekitar lima menit sampai pegangan tangan pemuda tersebut terlepas. Liu Xi Ling segera masuk ke dalam kamarnya sambil mengatakan akan keluar setelah sepuluh menit.


Hu Li dan Liu Min Jie memperhatikan raut wajah Xiao Shuxiang. Dalam satu menit pemuda ini mulai nampak pucat, mereka lalu berusaha menenangkan Xiao Shuxiang dengan cara mengusap-usap pelan punggungnya.


Bersamaan saat seorang wanita lewat dengan menggandeng anak kecil berusia 9 Tahun.. Xiao Shuxiang tidak bisa menahan rasa mualnya, dia kembali ingin muntah.


Wanita yang berusia 39 Tahun tersebut tersentak kala salah satu dari tiga orang pria yang dilihatnya terjatuh sambil bertopang pada kedua tangan. Dia segera menghampiri mereka dan menanyakan apa yang terjadi.


Hu Li menjawab bahwa Tuannya mabuk laut. Wanita yang bertanya barusan memintanya agar membawa Xiao Shuxiang beristirahat, mungkin dengan tidur dapat mengatasi mabuk lautnya.


Sayangnya, Hu Li berkata keadaan Tuan Muda Xiao-nya hanya akan semakin parah bila mencoba tidur.


"Kakak, apa kau sakit?"


Gadis kecil berusia 9 Tahun tersebut menyentuh pundak kiri Xiao Shuxiang, dia memiliki wajah yang manis dengan warna mata hijau muda, dirinya juga berusahan menenangkan kakak yang tampan ini.


Xiao Shuxiang tersentak, dia menyentuh pelan tangan kecil yang menyentuh pundaknya. Dirinya memperhatikan wajah anak kecil di dekatnya ini dengan teliti, Hu Li dan Liu Min Jie nampak keheranan melihat Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao, apa kau sudah membaik?"


Xiao Shuxiang menggumam pelan, dia sepertinya sudah tahu mengapa hanya Liu Xi Ling yang bisa menghilangkan rasa mabuk lautnya. Anak kecil yang dia pegang tangannya ini juga memiliki warna mata yang sama dengan Nona Liu, dan anehnya.. Dia juga merasa tenang saat memegang tangan gadis kecil ini.


!!


Hu Li dan Liu Min Jie baru memperhatikan, memang benar bahwa mata anak perempuan berpakaian merah muda tanpa corak ini memiliki warna mata yang sama dengan Liu Xi Ling.


".. Sepertinya memang begitu,"


Liu Min Jie lalu menceritakan permasalahan Xiao Shuxiang pada ibu dari anak manis berusia 9 Tahun ini, sekaligus meminta tolong pada keduanya agar tetap berada di tempat ini selama sepuluh menit ke depan.


Anak kecil tersebut tidak keberatan, bahkan sebelum ibunya menanyainya. Dia suka melihat Kakak tampan yang nampak baik ini. Dirinya bahkan meminta izin pada ibunya untuk berjalan-jalan bersama Xiao Shuxiang.


"Baiklah, tapi jangan merepotkan Kakak,"


Merasa senang karena mendapat persetujuan dari ibunya, anak perempuan itu segera menarik tangan Xiao Shuxiang sambil memperkenalkan namanya.


Selama tiga hari, Xiao Shuxiang mendapat bantuan dari anak bernama Rin Ai dan juga Liu Xi Ling. Kedua orang ini membuat dia merasa tenang.


Di hari ketiga itu juga, Xiao Shuxiang mendapat bangau kertas dari Lan Guan Zhi. Kali ini suara yang dia dengar adalah milik Ling Qing Zhu dan tentu saja teman baiknya.

__ADS_1


***


__ADS_2