
BAAAAM..!!
"Siapa Sebenarnya Kau..?! Kenapa.. Kenapa Kau Menyerang Kami?!" salah satu pria dewasa nampak menunjuk pemuda di hadapannya dengan pedang, tangannya agak gemetar.
Dia tidak tahu siapa penyusup ini, bahkan anggota keluarganya tidak ada yang mengenal pemuda menawan berpakaian putih bercorak bunga tersebut. Mereka sebelumnya sudah terguncang karena ledakan kekacauan, kemudian dengan kabar kematian Gong Zitao, dan sekarang kehadiran penyusup ini.
"Kau.. Kenapa kau mencari masalah di keluarga kami?! Kami bahkan tidak mengenalmu..!" Gong Shui sudah takut karena melihat putri dari adiknya sudah tewas dalam keadaan yang mengerikan, dan semua ini karena pemuda asing di hadapannya.
Xiao Shuxiang merobek sedikit pakaian pria yang sudah dirinya bunuh dan membersihkan darah di tangannya. Dia pun tersenyum, "Kau bertanya kenapa aku datang mencari masalah? Apa itu kata-kata terakhirmu, huh?"
!!
"Serang..! Serang dia..!!"
Gong Shui tidak bisa lagi berdiam diri. Entah bagaimana, tetapi pemuda di hadapannya seakan tidak mau melepaskan keluarganya begitu saja.
Enam orang penjaga menyerang Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu menghindari setiap serangan yang datang padanya dengan mudah dan kemudian merebut kembali salah satu senjata penjaga.
!!
Dia merampas sebuah tombak dan beberapa langkah membuatnya mampu menusuk punggung salah satu penjaga dengan tombak tersebut hingga menembus sampai ke jantung.
Xiao Shuxiang menarik senjatanya dengan sangat perlahan tanpa memudarkan senyuman di wajahnya. Teriakan kesakitan terdengar dan semakin membuat darah Koki Alkemis itu memanas.
CRAAASH..!
Xiao Shuxiang menusuk kepala penjaga yang menyerangnya hingga pecah, dia lantas menyerang yang lainnya dan bergerak begitu cepat. Langkahnya tanpa celah, bahkan dirinya tidak mengeluarkan Qi sama sekali.
"Ran'Er pergilah dari sini..! Pergi bersama ibu dan selamatkan diri kalian." Gong Shui menyentuh pipi istrinya dengan lembut, dia mengusap pelan wajah bayi mungilnya sebelum menarik pedang dan bergegas membantu saudaranya yang lain.
!!
"Suamiku..! Suamiku..!" Xiao Ran menangis, dia berat meninggalkan Gong Shui--tetapi demi anaknya yang masih kecil.. Dirinya harus menyelamatkan diri.
Dia mengajak Ibu dan adik iparnya untuk mencari tempat yang aman. Telinga mereka mendengar suara benturan pedang, suara tebasan, dan teriakan kesakitan.
Aaaakh..!
Hu Li yang masih duduk di atas pohon nampak menutup matanya karena tidak sanggup melihat. Xiao Shuxiang dengan tanpa kasihan menebas kedua lengan seorang tuan muda keluarga Gong, lalu menebas kedua kakinya, baru setelah itu menusuk dada, dan yang terakhir menebas leher hingga kepala pemuda tersebut terjatuh dan menggelinding di tanah.
Baaam..!
"Aaah..!"
Xiao Ran dan Gong Shimei berteriak ketika sebuah kepala terlempar lalu menghantam dinding di dekat mereka. Keduanya dengan tubuh yang gemetar mulai berbalik ke belakang.
!!
Di tengah-tengah malam itu, memperlihatkan pemandangan sosok berpakaian putih bercorak dengan tangan mencengkeram leher seorang pelayan wanita dan detik berikutnya terdengar suara retakan tulang.
Gong Shui dan Gong Yuhao terluka parah, mereka tidak bisa bangun dan sudah dua kali memuntahkan darah. Para wanita di keluarga Gong teramat ketakutan bahkan sekarang sulit melangkah pergi.
Gong Yuhao bersuara gemetar, "Kau.. Siapa kau sebenarnya..?"
"Pembawa kematianmu." Xiao Shuxiang menjentikkan jarinya dan sekitar 24 Cermin Pemindah muncul di wilayah kediaman keluarga 'Gong'.
!!
Koki Alkemis itu sepertinya berniat untuk menyelesaikan semuanya dalam sekejap. Dia bahkan tidak memberi alasan mengapa dirinya datang tiba-tiba menyerang keluarga ini.
Barangkali Xiao Shuxiang ingin agar keluarga Gong mati dengan rasa penasaran. Dia cukup senang bisa melihat wajah-wajah yang tidak berdaya itu, rasanya menggembirakan melihat mereka tertindas.
"Hentikan..!"
!?
Xiao Shuxiang tersentak ketika seorang wanita yang menggendong bayi berlari menghampiri suaminya. Dia menangis dan wajahnya teramat sangat ketakutan.
"Ran'Er..! Kenapa kau masih di sini?! Pergilah..! Sudah kubilang pergi..!" Gong Shui kembali memuntahkan darah. Dia memeluk istri dan anaknya yang menangis, dirinya berusaha melindungi orang yang sangat dicintainya ini.
Xiao Ran tidak tahu bagaimana dia memiliki keberanian untuk berlari ke arah suaminya. Dia dengan takut menatap pemuda di hadapannya dan sekuat tenaga berbicara.
"Tuan Muda.. Keluargaku.. Tolong maafkan keluargaku bila sudah menyinggungmu. Aku mohon lepaskan kami.."
"Ran'Er.. Pergilah. Kumohon pergilah.."
"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu, Suamiku..?"
!!
Xiao Shuxiang bernapas pelan, dia melihat betapa tulusnya kedua orang pasangan suami-istri ini. Rasanya mengingatkan dia pada Kucing Putihnya yang selalu berdiri di depan dan melindunginya.
"Pemandangan yang indah. Sayang sekali malam ini aku sedang tidak punya hati," suara Xiao Shuxiang dingin. Dia menjentikkan jarinya yang mana serangan demi serangan keluar dari dalam Cermin Pemindahnya seperti sebuah panah bercahaya.
!!
BAAAAM..!!
Banyak gedung yang hancur, serta suara debaman keras, tanah bahkan bergetar, jeritan keras terdengar dan angin yang menerbangkan banyak debu.
Hu Li mencengkeram kuat dahan pepohonan hingga tangannya terluka, dia mengigit bibirnya karena hanya bisa melihat betapa kejamnya tindakan Tuan Mudanya tersebut.
Xiao Shuxiang sendiri masih berdiri di tempatnya berada. Namun perlahan senyumannya memudar ketika merasakan sesuatu yang tidak asing. Dia mendengar suara tangisan bayi dan matanya membulat ketika menyadari ada seseorang yang berdiri tegak di dalam kepulan debu tersebut.
!?
Sosok itu bila dilihat dari bawah mempunyai postur tubuh yang berwibawa. Pakaian merah bercampur putih miliknya nampak mengombak dan helaian rambutnya dilambai-lambaikan oleh angin.
Sebuah pita panjang terlihat di dahinya dan sosok itu mempunyai tatapan mata yang tegas dengan wajah menawannya. Tidak jauh dari tempatnya berada, masih ada sosok lain yang melindungi anggota wanita di keluarga 'Gong'--sebuah tongkat bambu berada di tangan kanannya.
__ADS_1
!!
Debu perlahan memudar dan membuat Xiao Shuxiang semakin yakin bahwa sosok di hadapannya tidak lain adalah teman baiknya sendiri, Lan Guan Zhi.
"Pengganggu," jelas Xiao Shuxiang merasa kesal, dia sudah lebih cepat bergerak dan ternyata Lan Guan Zhi masih bisa menyusulnya di saat yang sangat tepat sekali.
"Shuxiang, apa yang kau lakukan?" Lan Guan Zhi menarik kembali segel yang melindungi anggota keluarga 'Gong' di belakangnya.
"Shuxiang..! Kau sangat keterlaluan..! Apa-apaan yang kau lakukan ini..?!" Bocah Pengemis Gila berseru, beruntung sekali penciumannya sangat tajam hingga mampu mencium aroma Xiao Shuxiang saat pemuda itu tidak ditemukan di Sekte Pagoda Langit.
Pipi Bocah Pengemis Gila nampak memerah, ini karena terlalu banyak minum arak. Meski begitu, dia masih bisa melindungi anggota keluarga 'Gong' yang ada dengan memakai Tenaga Dalamnya.
"Kalian datang di waktu yang tidak tepat," Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan Bocah Pengemis Gila atau pun teman baiknya. "Minggirlah. Masih ada hal yang harus kuselesaikan,"
Lan Guan Zhi maju selangkah dan meraih lengan Xiao Shuxiang, dia menatap wajah temannya dan mulai bersuara. "Jangan lakukan ini, mereka sama sekali tidak bersalah padamu."
"Tapi Gong Zitao bersalah padaku."
"Tuan Muda Gong sudah tiada,"
"Bukan aku yang membunuhnya, Lan'Er."
!
Lan Guan Zhi tersentak, sorot matanya berubah. "Apa karena alasan itu kau membalaskan dendammu pada mereka?"
"Ini bukan dendam. Aku hanya kesal karena Gong Zitao tidak mati di tanganku."
"Shuxiang, perbuatanmu salah. Kau sebaiknya berhenti."
"Tidak akan,"
"HEI..!" Bocah Pengemis Gila menegur, "Hentikan perdebatan kalian. Shuxiang..! Kau dengarkan Lan'Er Gege dan jangan lanjutkan tindakanmu."
!!
Xiao Shuxiang menatap ke arah Bocah Pengemis Gila. Pria bertongkat bambu itu menasehatinya untuk menghentikan apa pun yang dirinya akan lakukan. Hu Li sendiri tidak datang membantu, dia hanya memperhatikan mereka dari jauh.
Bocah Pengemis Gila berjalan mendekati Lan'Er Gege-nya yang masih memegang lengan Xiao Shuxiang. Dia lantas mengedarkan pandangannya dan benar-benar melihat banyak kerusakan hanya karena diserang oleh Cermin Pemindah--bahkan keluarga 'Gong' yang masih hidup pun tidak sampai sepuluh orang.
Banyak bangunan yang rusak parah, bahkan ternak dan pelayan yang ada di dalam bangunan tidak lagi memiliki nyawa. Bocah Pengemis Gila yakin Xiao Shuxiang belum sampai sepuluh menit bertarung dan dampak serangan pemuda itu bukanlah main-main.
"Gong Zitao sudah mendapatkan ganjaran atas kesalahannya, Shuxiang. Mereka yang tidak mengerti apa pun--kenapa kau harus membunuhnya? Kau jangan bertindak seperti ini, Nak. Lepaskan mereka,"
Bocah Pengemis Gila menyentuh pundak Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu menatapnya. Dia mengingatkan agar teman baik Lan'Er Gege-nya ini bisa sedikit menunjukkan rasa kasihan.
".. Mereka hanya orang biasa, Shuxiang. Tidak perlu sampai seperti ini kau melampiaskan kemarahanmu pada seseorang yang jelas-jelas sudah menerima akibat dari kesalahannya."
"Lepaskan aku," suara Xiao Shuxiang datar.
Dia lalu menatap ke arah tiga orang anggota keluarga 'Gong' yang salah satunya adalah seorang wanita dengan bayi digendongannya. "Nona, aku sebenarnya tidak mau menjelaskan ini. Tapi alasan kenapa kalian semua harus mati adalah karena Gong Zitao. Salahkan dia atas apa yang kalian alami."
!!
Meski pendekar di hadapan mereka terlihat begitu muda, namun hanya dalam waktu yang singkat---kediaman mereka yang berdiri kokoh benar-benar tidak lagi berbentuk.
Tidak ada dari mereka yang berusaha bertanya, kemungkinan besar karena rasa takut sudah membuat mereka kesulitan melontarkan sepatah kata pun. Hanya saja Bocah Pengemis Gila tanpa segan menceritakan duduk perkara yang membuat Xiao Shuxiang bisa sampai mengacau di sini.
!!
Bocah Pengemis Gila menceritakan tentang pengkhianatan yang dilakukan Gong Zitao pada Sekte Pagoda Langit, kejahatan pemuda itu yang bergabung dengan Scarlet Darah, dan perilakunya yang begitu berani menculik Ling Qing Zhu.
Mendengar cerita Bocah Pengemis Gila membuat Xiao Ran, Gong Yuhao, dan Gong Shui terkejut. Mereka tidak menyangka Gong Zitao bisa melakukan hal semacam itu, apalagi sampai mengkhianati perguruannya sendiri.
Lebih dari hal tersebut---Meski Gong Zitao membuat kesalahan, tidak seharusnya mereka menjadi sasaran pelampiasan. Mereka tidak tahu apa-apa, juga tidak pernah membantu Gong Zitao dalam setiap rencana jahatnya. Mereka bahkan tidak tahu Gong Zitao memiliki sifat yang seperti itu.
"Tuan.." suara Xiao Ran bergetar.
"Tidak perlu bicara." Xiao Shuxiang bersuara ketus, "Aku sudah lebih dulu kesal pada kalian. Lan'Er, lepaskan aku dan biarkan kuselesaikan ini secepatnya agar bisa pulang."
"Xiang'Er," Lan Guan Zhi memegang tangan teman baiknya dan menggeleng penuh arti. Dia tidak mau Xiao Shuxiang menjadi seperti ini.
".. Sudah cukup, kau sudah membuat perhitungan dengan mereka. Ayo kita kembali," suara Lan Guan Zhi lembut, namun mengandung kekecewaan di dalamnya. Dia tentu tidak menginginkan teman baiknya melukai orang-orang yang tidak bersalah.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan, "Baiklah.. Karena kau yang meminta, maka tidak akan kuhabisi mereka semua. Tapi aku ingin marga 'Gong' tidak lagi terdengar di Benua Tengah dan mereka harus pergi dari kota ini."
!!
Gong Yuhao menelan darah, andai putranya--Gong Zitao ada di sini. Dirinya sangat ingin bertanya dengan suara yang lantang, 'Kenapa Kau Menjadikan Orang Ini Sebagai Musuhmu?! Dia Benar-Benar Kejam Dan Tidak Memiliki Hati..!'
"Bagaimana Tuan Gong? Aku tidak suka pada marga kalian. Di masa depan, akan kupatahkan leher mereka semua yang mempunyai marga 'Gong'. Kau punya pilihan mengganti marga-mu untuk tetap hidup atau matilah sekarang juga."
!!
Gong Shui memuntahkan darah dan menekan dadanya, dia menatap ayahnya yang segera mengangguk dengan penuh ketakutan. Gong Yuhao menjanjikannya pada Xiao Shuxiang.
Dia berjanji saat ini juga tidak lagi memakai marga itu, meskipun dengan tindakan tersebut---mereka dapat dianggap pengkhianat.
Tetapi sungguh, Gong Yuhao tidak punya pilihan. Dia tidak tahu berapa anggota keluarganya yang masih hidup, dan dirinya masih memiliki cucu. Pemuda tampan namun kejam itu seakan tidak mau melepaskan mereka, benar-benar tatapan mata tersebut tidak mempunyai rasa kasihan.
".. Kami.. Kami berjanji, Tuan. Tolong ampuni kami.."
"…"
Xiao Shuxiang benar-benar tidak terpengaruh. Semakin dia melihat orang-orang biasa ini menangis.. Semakin gatal tangannya ingin menghabisi mereka semua.
Lan Guan Zhi menyadarinya dan memegang kuat tangan teman baiknya, "Berjanjilah kau tidak akan membunuh mereka, Shuxiang."
"…"
__ADS_1
"Shuxiang, ayo katakan." Bocah Pengemis Gila mendesak. Jika Xiao Shuxiang belum berjanji, maka keluarga 'Gong' masih terancam.
Dia dan Lan'Er Gege-nya tahu bahwa Xiao Shuxiang adalah kultivator yang tidak pernah berbohong. Jadi jika dia berjanji dan lalu mengingkarinya, maka ini sudah termasuk kebohongan.
"Shuxiang,"
"Baiklah. Aku janji tidak akan membunuh mereka. Sekarang ayo pulang," Xiao Shuxiang menatap jengkel ke arah Lan Guan Zhi.
Dia lalu mengeluarkan dua butir Pil Napas Naga dan menyerahkannya pada Bocah Pengemis Gila. Pria bertongkat bambu itu segera memberikannya pada Gong Yuhao dan Gong Shui karena kedua orang ini mengalami luka yang parah.
Lan Guan Zhi menarik tangan teman baiknya dan berjalan pergi, dia disusul oleh Bocah Pengemis Gila. Ketiganya meninggalkan kediaman keluarga 'Gong' dengan disaksikan oleh Hu Li.
Pemuda berambut putih yang masih duduk di dahan pohon itu menyaksikan semuanya. Dia menatap kediaman Gong Zitao yang benar-benar rusak parah hanya dalam waktu sekejap. Dia pun mulai berdiri dan hendak menyusul ketiga pemuda itu saat sebuah suara terdengar di telinganya.
"Hu Li, apa kau mendengarku."
!?
"Tuan Muda Xiao?" Hu Li mengerutkan kening, suara itu terdengar dingin.
"Dengarkan, Hu Li. Selesaikan apa yang tidak bisa kuselesaikan tadi."
!!
Hu Li seperti mendengar dentuman keras di dalam dadanya. Dia berdiri kaku dengan mata yang terbelalak, "Ma-maksud Anda.. Tapi, bukankah Anda sudah berjanji pada Tuan Muda Lan untuk tidak membunuh mereka?"
"Benar, aku sudah berjanji. Tapi aku tidak menjanjikan pada Lan'Er, bahwa aku tidak boleh memberimu perintah. Sekarang laksanakan. Jangan biarkan mereka hidup, termasuk bayi mungil itu."
!!
"Tuan Muda Xiao, Anda berdosa sekali.." Hu Li berkeringat dingin, dia kembali menelan ludah ketika mendengar suara tawa Tuan Muda-nya.
"Ha ha ha, tidak perlu membahas mengenai dosa padaku. Ini adalah akibat bagi mereka yang menjadikan Xiao Shuxiang sebagai musuhnya. Dan ah! Kalau perlu, kau telurusi tiga kota terdekat dan habisi setiap orang yang bermarga 'Gong'. Di lain kesempatan, aku juga akan ikut berburu bersamamu."
!!
Hu Li mengembuskan napas berat saat mendengarnya. Dia menggeleng pelan sambil bersandar sejenak.
"…"
Walau ekspresi wajah Hu Li buruk, namun dengan cepat berubah dingin. Dia adalah Demonic Beast Rubah Putih yang mempunyai wajah seperti pemuda berusia sekitar 17 Tahun, terlalu manis dan cantik. Terlihat polos dan tidak mungkin berani melakukan pembunuhan.
Hanya saja, fakta ini terkadang sering dilupakan oleh orang-orang terdekat Xiao Shuxiang, bahkan kemungkinan Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila sendiri.
Hu Li sudah lama mengikuti Xiao Shuxiang, bahkan setiap pembantaian yang dilakukan Tuan Mudanya di masa lalu--dia juga ikut ambil bagian. Jadi jika Xiao Shuxiang merasakan tangannya sering gatal akibat jarang membunuh, maka itu juga berlaku bagi Hu Li.
"Tuan Muda Xiao-ku sudah sedikit berubah. Dia kini mulai mendengarkan orang lain, tapi tetap saja---prinsipnya tidak akan bisa dihilangkan.. Memang benar-benar seorang 'Tuan Muda'.." sorot mata Hu Li berubah, bibirnya tertarik membentuk senyuman tipis.
Hu Li mempunyai kemampuan yang bisa membuat orang seperti Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila tidak menyadari keberadaannya. Ini adalah bakat bawaan Demonic Beast yang bahkan tidak perlu tenaga untuk mengeluarkannya---O Zhan dan Lan Xiao pun memiliki bakat ini.
!!
Malam itu langit dipenuhi oleh bintang yang tidak terhitung jumlahnya. Anak kecil sering diceritakan sebuah kisah bahwa saat seseorang meninggal, jiwanya akan naik ke langit dan berubah menjadi bintang.
Barangkali ini hanyalah sebuah karangan agar anak kecil itu tidak kesepian dan merasa bahwa meski telah kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya--dia tidak akan sendirian.
Dan sekarang.. Bintang di langit mungkin sedang bertambah saat ini. Tempat tinggal baru bagi seorang bayi mungil dan keluarganya yang telah terbakar api rubah milik Hu Li.
Jauh di tempat lain, Xiao Shuxiang tersenyum sambil menengadah ke langit. Dia berada di depan sebuah jembatan bersama Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila. "Aku suka langit berbintang, mereka luar biasa indah.."
Bocah Pengemis Gila, "Kau sudah mengatakannya sebanyak empat kali, apa kau tidak bosan?"
"Aku tidak pernah bosan melihat langit berbintang. Kau tahu, kebanyakan orang sibuk mencari kebahagiaan dalam hidupnya tanpa tahu bahwa mereka sudah menemukannya sejak lama.." Xiao Shuxiang menggunakan pandangannya untuk menunjuk ke langit.
"…"
Lan Guan Zhi hanya sebentar menengadah sebelum dia mengarahkan pandangannya untuk melihat wajah teman baiknya. Xiao Shuxiang mempunyai wajah yang bersih, menawan, dan jelas terlihat seperti bukan orang yang jahat.
Sampai sekarang pun dia masih tidak tahu bagaimana sifat sebenarnya dari teman baiknya ini. Dia selalu merasa mengenal Xiao Shuxiang, tetapi saat melihat temannya membunuh--dia seakan tidak mengenalnya. Dan sekarang.. Teman baiknya seperti telah kembali.
"Lan Zhi.. Sejak tadi kau menatapku, ada apa?" Xiao Shuxiang sadar bahwa dirinya tengah di tatap. Dia pun menoleh ke arah teman baiknya, Lan Guan Zhi nampak diam beberapa saat sebelum mulai bicara.
"Mn, ada bintang di matamu."
Ucapan Lan Guan Zhi lembut, namun terdengar seperti gemuruh petir di telinga Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila. Raut wajah kedua orang itu berubah, bahkan Bocah Pengemis Gila yang mendengarnya tersedak napasnya sendiri.
"Mn, aku menang lagi."
"Lan Zhi..! Kau tidak punya bakat untuk bercanda..! Kau berbahaya..!" Xiao Shuxiang tersadar dan benar-benar merinding karenanya.
"Lan'Er Gege.. Kau hampir membuatku belok." Bocah Pengemis Gila merasa pipinya sudah semerah tomat, padahal ucapan Lan Guan Zhi barusan tidak ditujukan untuknya.
Dia perlahan menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Pemuda itu berwajah pucat, tetapi daun telingannya memerah. Bagi orang seperti mereka, ucapan Lan Guan Zhi barusan bagai pukulan yang mematikan. Rasa-rasanya tidak menyangka sosok seperti Lan'Er Gege-nya yang begitu serius memiliki selera humor.
Jujur saja, Lan Guan Zhi melontarkan kata itu tanpa rasa sama sama sekali, niatnya hanya bercanda. Namun tidak disangka reaksi kedua pemuda ini lumayan menghebohkan.
Xiao Shuxiang merasakan kakinya lemas, "Aiih.. Tekanan darahku. Sudah lama aku tidak mendengar humormu yang buruk ini.. Aiya.."
Lan Guan Zhi, "Kau butuh digendong?"
Xiao Shuxiang, "Tidak! Jangan katakan dan jangan pernah lakukan. Nak, kau tidak punya bakat bercanda."
Bocah Pengemis Gila, "Lan'Er Gege, kali ini aku setuju dengan Shuxiang."
"Mn,"
Lan Guan Zhi benar-benar memperoleh kemenangan yang telak. Perlahan dirinya menengadah ke langit dan mengembuskan napas bangga.
Kemungkinan besar setelah malam ini, Xiao Shuxiang akan berpikir dua kali sebelum memandang bintang-bintang lagi. Dan untuk Bocah Pengemis Gila, dia juga tidak akan bisa melupakannya--secara langsung dirinya menjadi saksi trauma Koki Alkemis itu.
__ADS_1
***