XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
362 - Xiao Shuxiang VII (Vol. 3 'Identitas' END!)


__ADS_3

Xiao Shuxiang rupanya membawa Bocah Pengemis Gila ke tempat yang lumayan jauh dari kumpulan para Orka. Cermin Pemindah yang sebelumnya ada, perlahan berubah menjadi butiran air dan lalu menghilang.


Sebenarnya, Xiao Shuxiang dan teman-temannya masih berada di Benua Selatan. Hanya saja jarak mereka dengan para makhluk menyeramkan itu adalah sekitar 500 meter.


Lan Guan Zhi dan Lan Xiao yang sebelumnya melayang juga kini berkumpul bersama teman-teman mereka. Ini ternyata adalah rencana Xiao Shuxiang.


"Kau ingin melakukan apa?" Bocah Pengemis Gila bertanya, napasnya nampak tersengal-sengal, dia awalnya berpikir telah meninggalkan benua ini, tetapi sayangnya tidak.


Lan Guan Zhi, "Mereka akan segera datang. Kita harus bersiap,"


Nyawn!


"Hah.. hah.. Meski tubuhku masih lemas, aku juga akan membantu.." Xiao Qing Yan berusaha menelan ludahnya, dia mengusap keningnya yang terasa hangat, keadaannya seperti akan demam.


Xiao Shuxiang dengan tenang menggeleng, "Mereka akan semakin kuat bila terkena serangan kalian. Makhluk-makhluk itu tercipta dari Iblis dan hanya aku yang bisa menghadapi mereka,"


Bocah Pengemis Gila, "Kan sudah kubilang.. Hanya kau yang bisa menghadapi para saudaramu itu. Iblis hanya bisa dilawan oleh Iblis, itu sudah hukum alamnya. Sekarang pergilah dan biarkan kami mendoakanmu dari sini,"


?!


Lan Guan Zhi tersentak kala Bocah Pengemis Gila merangkul lengannya, sementara itu Xiao Shuxiang tersentak mendengar ucapan pemuda bertongkat bambu tersebut.


"Sudah kubilang jangan samakan aku dengan makhluk jelek itu. Ketampananku tidak pantas disandingkan dengan makhluk mengerikan yang di sana itu..!"


Bagi Xiao Shuxiang, 'Iblis' adalah makhluk yang paling rendah. Dia yang diciptakan dari Dunia The Fallen Angel sangat menentang bila disama-samakan dengan makhluk menyebalkan nan jelek tersebut.


"Shuxiang.." Lan Guan Zhi ingin mengatakan pada temannya bahwa para makhluk bertubuh merah tersebut mulai menyadari keberadaan mereka, namun pemuda berpakaian hitam di sampingnya ini malah lebih mementingkan ketampanan wajahnya.


"Shuxiang.."


"Lan Zhi, kau harus jujur padaku. Bagimu seperti apa wajahku?"


Lan Guan Zhi berkedip dan mulai mengembuskan napas pelan. Dirinya berjalan mendekati Xiao Shuxiang hingga ujung sepatunya bersentuhan dengan sepatu temannya tersebut.


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut. Dari yang dirinya lihat, tubuh Lan'Er Gege-nya begitu dekat dengan Xiao Shuxiang. Hidung dan telinganya seketika memerah.


"Ehm.. Lan Zhi.." Xiao Shuxiang ingin merenggangkan jarak dirinya dengan Lan Guan Zhi, tetapi jika dia mengambil langkah mundur.. Kesannya seperti dirinya kalah dari temannya ini.


Xiao Shuxiang tidak mau itu terjadi, karenanya dia tak bergeser seinci pun. Matanya juga tidak menunduk apalagi memandang ke arah lain, dia serius menatap Lan Guan Zhi.


"Anak ini sebenarnya kenapa..? Apa yang dia pikirkan tentangku? Bocah Pengemis Gila tidak menodai pikirannya, kan? Tapi apa Lan Zhi akan terpengaruh yang begitu-begituan? Aah.. Tidak mungkin. Tapi kalau kuperhatikan… Lan Zhi punya bulu mata yang panjang, tunggu-"


Xiao Shuxiang tersentak sendiri, dia berkedip dan mulai mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dirinya berulang kali mengumpat di dalam hati.


"Mn, aku menang lagi," Lan Guan Zhi tersenyum samar dan mulai mengambil sedikit jarak dari Xiao Shuxiang. Dirinya menatap lurus ke depan, wajah dan postur tubuhnya mengandung kewibawaan dan ketenangan.


!


"Lan Zhi menyebalkan, dia memakai wajah papan datarnya untuk mengerjaiku. Pemuda semacam ini.. Entah bagaimana bisa lahir ke dunia," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mengusap pelan dadanya.


Andai yang diperlakukan tadi adalah seorang gadis, Xiao Shuxiang yakin wajah gadis itu akan semerah tomat. Sungguh yang terjadi barusan tersebut cukup membuat batin terguncang.


Xiao Shuxiang mungkin lupa bahwa bukan hanya wajah gadis saja yang bisa memerah, tetapi wajah pemuda seperti Bocah Pengemis Gila pun sama. Ini bisa dilihat dari betapa malunya pemuda tersebut, padahal bukan dirinya yang berada di posisi tadi.


"Lan'Er Gege ternyata bisa bertingkah seperti itu juga. Aaah~ aku jadi malu sendiri. Apa jangan-jangan mereka juga sering mandi dan tidur bersama..? Apa mungkin aku jadi orang ketiga dalam hubungan mereka..?" Bocah Pengemis Gila menggaruk pipinya yang tidak gatal dan lalu menoleh ke arah Lan Xiao.


Rrrraa~


Harimau Bulan tersebut sepertinya tahu yang dipikirkan oleh Bocah Pengemis Gila. Suara Lan Xiao barusan seakan memberitahukan bahwa Bocah Pengemis Gila tidak boleh mengganggu kedua induknya ini, Harimau Bulan tersebut tidak mau punya induk baru.


"Apa Shuxiang benar-benar melahirkanmu?"


Nyawn,


!!


"Gilaa..! Bagaimana bisa dia melahirkan seekor harimau, kau pasti bercanda." Bocah Pengemis Gila mengusap-usap lengannya. Jawaban Lan Xiao barusan tidak akan bisa dirinya bayangkan.


Perlahan, sudut mata Bocah Pengemis Gila mengarah pada bagian belakang tubuh Xiao Shuxiang. Dia kembali menggeleng dan mengusap-usap lengannya kembali. Pikirannya sudah melenceng kemana-mana.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi sendiri tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Bocah pengemis Gila, dan sepertinya mereka juga tidak terlalu peduli.


Yang lebih penting sekarang adalah mengatasi masalah para makhluk mengerikan itu dan segera pergi dari tempat ini.


"Hmph, pemuda tampan sepertiku tidak akan sama levelnya dengan para keturunan 'Iblis' itu.." Xiao Shuxiang melihat punggung tangan kanannya yang sebelumnya dia pakai untuk meninju salah satu Orka.


Terdapat darah kental merah kehitaman pada punggung tangannya, Xiao Shuxiang secara sadar menjilat darah tersebut tanpa rasa jijik sama sekali.


Perlahan, bibirnya tertarik membentuk seringai menyeramkan. "Mn.. Darah yang lumayan.." Xiao Shuxiang nyaris ingin tertawa, warna matanya sekilas berkilat merah.


"Baiklah, ini rencanaku. Aku akan segera mengatasi mereka semua, tapi kalian harus tutup mata dan jangan membukanya sebelum kuminta,"


?!


Lan Guan Zhi, Bocah Pengemis Gila, Lan Xiao, bahkan Xiao Qing Yan terlihat keheranan dengan ucapan pemuda berpakaian serba hitam ini. Mereka sepertinya telah salah dengar, namun Xiao Shuxiang kembali mengulang ucapannya.

__ADS_1


"Kenapa kami harus menutup mata? Memangnya kau mau apa?" Bocah Pengemis Gila mengerutkan keningnya, dia awalnya sudah cukup tersentak kala melihat Xiao Shuxiang menjilat darah di tangannya sendiri, dan sekarang Bocah Pengemis Gila dibuat bingung dengan ucapan pemuda tersebut.


Xiao Shuxiang, "Kau mau pulang atau tidak..? Kalau mau cepat-cepat pulang, maka turuti aku dan tutup matamu. Ayo lakukan..!"


Bocah Pengemis Gila masih ragu, namun setelah melihat Lan Guan Zhi menutup mata lebih dahulu.. Dirinya pun mulai mengikuti pemuda tersebut.


Lan Guan Zhi sendiri tidak pernah banyak bertanya, dia sangat percaya dengan kemampuan temannya. Permintaan seperti menutup mata hanyalah hal kecil dan sangat mudah dilakukannya.


Lan Xiao juga sama, dirinya tidak pernah meragukan induknya tersebut. Dia bahkan memakai ekornya untuk menutupi matanya.


Bagi Xiao Qing Yan, dirinya tentu ingin bertanya. Tetapi kondisi fisiknya yang lemah dan sangat butuh istirahat membuat Xiao Qing Yan menurut seperti anak baik.


"Kalian harus janji tidak membuka mata sebelum aku memintanya, awas jika kalian membuka mata.." Xiao Shuxiang memastikan teman-temannya benar-benar menutup mata mereka.


"Mn,"


"Baiklah"


Setelah mendengar jawaban singkat dari Lan Guan Zhi, ucapan Bocah Pengemis Gila, tanda dari Xiao Qing Yan berupa jempol tangan terangkat pelan, dan seruan menggemaskan Lan Xiao.. Akhirnya Xiao Shuxiang mengangguk pelan.


Dirinya mulai menatap ke arah para Orka yang kini telah berjarak 15 meter dari tempatnya berada. Para Orka itu adalah penyerang jarak dekat, dan karena terlalu banyak.. Kecepatan lari mereka berada di level rata-rata saja.


Xiao Shuxiang berjalan begitu tenang, rambut panjangnya nampak dilambai-lambaikan angin. Dia lagi-lagi menjilat darah di punggung tangannya dan menatap penuh rasa lapar pada para Orka tersebut.


"Aku sepertinya lupa menceritakan pada Lan Zhi.. Bahwa daging Dawrf itu sangat enak dimakan,"


Seringai kembali muncul di wajah mempesona Xiao Shuxiang. Pemuda berpakaian hitam tersebut sepertinya tidak tahu bahwa di depannya bukanlah Dawrf, tetapi keturunan 'Iblis'.


Semakin melangkah, asap tipis berwarna hitam terbentuk di kaki Xiao Shuxiang.


Pakaiannya mulai berubah, bahkan kuku pada jari-jari tangannya nampak berwarna hitam dan memanjang.



Tubuh Xiao Shuxiang ini adalah tubuhnya yang berusia 39 Tahun. Dia mempunyai wajah tegas dengan tatapan mata yang dingin, seringaiannya dapat membuat seseorang menahan napas dengan deru jantung berpacu kencang.


Grrrraaaaf!


Para Orka telah menargetkan Xiao Shuxiang. Mereka awalnya terkejut dengan perubahan serta aura misterius yang keluar dari tubuh pemuda tersebut, namun kecepatan lari mereka tidak pernah menurun.


"…"


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa-apa selain menyeringai. Baginya, para makhluk yang berlari ke arahnya itu adalah makanan lezat yang tidak boleh disia-siakan.


Asap hitam di sekitarnya semakin menebal dan nyaris menutupi seluruh tubuh Xiao Shuxiang. Perubahan yang selanjutnya ini membuat angin tiba-tiba berhenti sejenak sebelum berhembus kencang berlainan arah.


!!


Kepulan asap hitam semakin menebal dan suara aneh mulai terdengar. Berikutnya, asap itu membentuk sosok makhluk hitam besar dengan mata yang bagai terbuat dari asap merah menyala.


!!


Makhluk itu tersenyum lebar, memperlihatkan gigi menyeramkannya yang juga terbuat dari asap. Senyuman tersebut terus tertarik hingga merobek pipi, detik berikutnya pandangan seluruh Orka menghitam.


!!


Mereka kehilangan nyawa tanpa disadari.


Mereka semua, para Orka yang jumlahnya tiga ribu lebih itu.


Benar, tidak ada satu pun yang selamat setelah menyaksikan makhluk mengerikan berkuku tajam tersebut.


Seluruh tubuh mereka tidak bersisa, bahkan tak ada tetesan darah para makhluk bertubuh merah itu yang mengotori tanah Benua Selatan.


Yang terlihat hanyalah asap hitam berbentuk makhluk menyeramkan dengan mata merahnya. Senyuman mengerikan itu bahkan membuat seluruh binatang dan Demonic Beast di Empat Benua merasa gelisah.


"Kenapa aku tidak mendengar suara pertarungan? Apa yang sebenarnya terjadi..?" Bocah Pengemis Gila bertanya-tanya, dia sejak tadi terus menutup mata, namun selain suara deru angin.. Dirinya tidak mendengar suara apa pun lagi.


Ini membuat rasa penasaran menumpuk di dalam dadanya. Namun, dirinya ragu untuk membuka mata. Ini dikarenakan Xiao Shuxiang belum memintanya.


"Lan'Er Gege.. Apa aku belum pernah memberitahumu bahwa aku ini sangat takut gelap? Kau masih ada di sini, kan?"


"Mn,"


Bocah Pengemis Gila perlahan berjalan mendekat, dia memakai Tenaga Dalam Suhu untuk mencium aroma kayu cendana yang berasal dari tubuh Lan Guan Zhi. Dirinya segera merangkul lengan pemuda tersebut tanpa membuka matanya.


"Lan'Er Gege, apa kau juga merasakannya..? Aku mencium bau yang aneh.."


Selain aroma kayu cendana, Bocah Pengemis Gila juga mencium bau asing yang jujur saja baru pertama kali dijumpainya. Ini bukan bau yang berasal dari tubuh Lan Guan Zhi, melainkan aroma yang dibawa oleh angin.


Nyawn~


Lan Xiao juga menciumnya, ini aroma yang manis dan begitu harum. Dirinya jadi ingin membuka mata lalu mencari tahu asal aroma tersebut.


"Kalian masih berdiri di sana? Ayo kita pulang,"


!!

__ADS_1


Sebuah suara yang cukup akrab terdengar, itu tidak lain adalah suara Xiao Shuxiang. Tubuh Koki Alkemis tersebut kembali seperti semula, dia meminta teman-temannya untuk membuka mata.


"Ayo pulang, aku ingin istirahat.." Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan perutnya dan hanya sekali kibasan pelan.. Titik-titik air mulai muncul, memadat, dan membentuk sebuah cermin.


"Shuxiang, ke mana makhluk-makhluk tadi?" Bocah Pengemis Gila memperhatikan sekelilingnya dan tak nampak bahkan satu bangkai makhluk bertubuh merah pun.


"Shuxiang, ke mana mereka?" Bocah Pengemis Gila bertanya lagi, kali ini Lan Xiao ikut mendukungnya.


!!


Keduanya tersentak kala mendengar suara serdawa Xiao Shuxiang yang begitu panjang.


"Simpan pertanyaan kalian nanti, saat ini aku bahkan hampir sulit bernapas. Perutku~" suara serdawa kembali lagi, Xiao Shuxiang mengusap-usap perutnya sambil tersenyum bahagia. Dia bagaikan seorang pelanggan yang baru saja mencicipi hidangan terenak.


"Jangan bilang kau memakan mereka? Kau memakan saudara-saudaramu, kan? Kau benar-benar iblis..!" Bocah Pengemis Gila begitu terang-terangan, dia nampak berjalan di belakang Xiao Shuxiang.


"Hah, aku tidak punya saudara selain Gadis Cerewet. Dan sudah kubilang padamu, jangan samakan aku dengan makhluk rendah dan jelek itu.."


"Tapi kau pasti memakan mereka.. Perutmu ini membuktikan semuanya.." Bocah Pengemis Gila menepuk pelan perut Xiao Shuxiang dan lalu berekspresi buruk.


"Haiih.. Jumlah mereka sangat banyak, loh. Dan mereka semua monster mengerikan, keturunan iblis. Tapi kau memakan mereka semua.. Kau bahkan lebih buruk lagi,"


Nyawn,


Lan Xiao menyusul Lan Guan Zhi yang memasuki Cermin Pemindah, dirinya masih membawa Xiao Qing Yan di punggungnya.


Xiao Shuxiang sendiri menyusul Harimau Bulan di depannya sambil meminta Bocah Pengemis Gila untuk tidak banyak bicara. Dia terlalu lelah meladeni setiap ucapan senior mesumnya ini.


Cermin Pemindah milik Xiao Shuxiang perlahan memudar dan lalu menghilang. Benua Selatan masih belum berpenghuni, tetapi setidaknya sekarang.. Tanah di tempat ini tidak berbahaya lagi.


Jauh di tempat lain, tepatnya Di Benua Tengah. Saat ini Qian Kun, pemuda berjubah dan bertudung hitam dengan sebuah topeng rubah di wajahnya terlihat berdiri di pinggir sebuah jurang.


Jurang Neraka merupakan sebutan lain bagi Jurang Tanpa Dasar ini. Tempat yang gelap dan dipenuhi aura kesedihan, dendam, dan kutukan. Aroma bangkai busuk menyeruak dan seakan berasal dari jurang tersebut.


Qian Kun sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri, dia bagai senang ada di tempat ini. Pandangannya sesekali mengarah ke bawah sebelum kembali menatap langit.


"Matahari sudah tenggelam, satu hari kembali terlewati tanpanya.."


Qian Kun tidak sendirian, dia bersama dengan sebuah api biru kecil yang melayang naik-turun di sampingnya.


"Besok akan menjadi hari yang indah, Teman Kecil~ Hari yang menenangkan dan juga damai. Hari di mana kita melangkah sekali lagi.."


Suara Qian Kun berubah feminim, asap ungu kehitaman muncul dari bawah kakinya dan terus naik menyelimuti tubuhnya.


Perlahan tubuh Qian Kun berubah menjadi asap dan lalu menghilang bersama dengan api biru kecilnya.


Hari mulai akan membaik, namun tidak berlangsung lama. Iblis di Benua Selatan hanya tersegel dalam tidurnya, dia tetap akan bangkit suatu saat nanti.


Bila berumur panjang, Xiao Shuxiang mau tidak mau akan berhadapan dengan Iblis tersebut. Tetapi untuk sekarang, ada musuh yang harus dia hadapi lebih dulu.


Sosok yang bertanggung jawab atas takdir dan kehidupannya, dalang dari banyaknya reinkarnasi yang dia jalani.


Sosok dibalik terbentuknya Scarlet Bayangan dan pengendali Wyvern dari belakang layar.


Sosok yang selama ini Xiao Shuxiang tunggu, makhluk dari bagian masa lalunya.


***


-


-


-



-


-


-


Catatan Penulis :


Terima Kasih karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini. Semoga Minna Sama tetap sehat dan semangat selalu.


Sampai jumpa di Arc berikutnya ( ´ ▽ ` )ノ (Gomen, Dasha pernah bilang 'Karya' ini akan selesai di Vol. 3. Tapi setelah melalui banyak pertimbangan, lahirlah Vol tambahan yang tidak disangka-sangka.)


Semoga Minna Sama tidak keberatan dengan keputusan 'Kami'. (⌒▽⌒)


'Penulis' tidak pernah mengikat kalian di lapak ini. Tentu Minna Sama memiliki hak untuk tetap tinggal dan pergi jika ingin. Ingat saja, 'Karya' ini tidak akan kemana-mana dan selalu menunggu kedatangan kalian. (*^▽^*)


Boleh benci pada karya ini, tapi jangan mengganggu.


Dukung terus karya ini dengan menekan tombol like, memberi komentar dan membantu penulis mempromosikan karya ini..! ヽ(´▽`)/


Untuk memberi dukungan secara pribadi pada 'Penulis', Minna Sama bisa melalui apk k@ryak@rsa. Tidak ada pun, tidak masalah. Kalian menikmati cerita ini pun sudah membuat 'Penulis' bahagia. ( ´ ▽ ` )ノ

__ADS_1


Salam dari hamster fujoshi dan penggemar batangan ini,


Kiko enak tau! ☆\(^ω^\)


__ADS_2