
TRAANG!
Di derasnya hujan dan gemuruh petir, Xiao Shuxiang bertarung dengan tiga orang anggota Scarlet Bayangan.
Hidungnya sedikit meneteskan darah saat melihat pakaian salah satu pilar atas, Meng Yaoya.
Derasnya hujan membuat lekuk tubuh wanita itu semakin nampak jelas, dan sejak awal Xiao Shuxiang dapat melihat sesuatu yang seharusnya belum boleh dia lihat.
"Jelas-jelas efek Pil Mata Dewaku sudah menghilang, tapi kenapa aku bisa melihat 'itunya'. Ya ampun, wanita ini sangat tidak tahu malu,"
Lagi-lagi hidung Xiao Shuxiang meneteskan darah, dia berkedip beberapa kali dan berusaha meyakinkan dirinya.
Dan ternyata benar, dia memang tidak salah lihat.
"Kau Wanita Tidak Punya Rasa Malu..! Berani Sekali Kau Keluar Dari Rumah Dengan Pakaian Seperti Itu, Kau Ini Bukan Ayam Yang Habis Dicabut Bulunya!"
Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pakaian dari Cincin Spasialnya dan melemparkannya dengan kasar pada Meng Yaoya, dia membentak wanita tersebut.
"Cepat Pakai Itu Agar Aku Bisa Membunuhmu Dengan Nyaman..!"
"Hmm~ Kau ingin kenyamanan? Aku bisa memberikannya~ Kemarilah Sayang.."
!!
Xiao Shuxiang merinding, dia baru saja bertemu dengan wanita paling mesum selain Shuai Niao. Tidak! Shuai Niao bukanlah wanita, dia laki-laki namun tubuh dan wajahnya sangat cantik.
"Tunggu, kenapa aku harus membandingkan mereka?"
Xiao Shuxiang menggeleng, dia lalu melesat sambil memanggil empat api biru miliknya. Dua diantara lawannya adalah petarung jarak menengah, hanya Han Na yang petarung jarak jauh.
Masalahnya, Han Na telah menggunakan hampir seluruh kekuatannya. Sudah banyak retakan di wajahnya yang tenang, namun Han Na masih tetap membantu kedua rekannya untuk melawan Xiao Shuxiang.
Ada enam buah cermin besar yang mengelilingi Meng Yaoya dan Liao Fa Xun, cermin tersebut memudar hingga menghasilkan kembaran kedua rekannya tersebut.
Xiao Shuxiang harus melawan delapan orang secara sekaligus, namun tidak masalah. Dia yakin pada kekuatannya.
TRAANG!
Han Na tak dapat menggunakan cerminnya pada Xiao Shuxiang. Entah mengapa cerminnya langsung pecah saat hampir mendapatkan bayangan dari pemuda tersebut, padahal pertama kali digunakan masih bisa.
BLAAAR!
Lan Guan Zhi dan pilar atas Scarlet Bayangan juga nampak bertarung sengit. Sudah banyak retakan tanah gara-gara terkena serangan keduanya.
Pedang Pusaka Langit melawan Pedang Pusaka Abadi, bukan sesuatu yang mustahil andai beberapa bukit dan separuh gunung di Kekaisaran Matahari Terbit menghilang.
BAAAM!
Lan Guan Zhi sambil terus melawan, dirinya juga melindungi arah dari wilayah Kekaisaran Matahari Tengah agar serangannya dan serangan lawan tidak sampai ke sana.
BLAAAR!
Bukan hanya Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang yang sedang bertarung di wilayah Kekaisaran Matahari Terbit, tetapi Qi Xuan juga.
__ADS_1
Dirinya saat ini bertarung dengan Huan Ran, tidak disangka bahwa saudara seperguruannya sendiri begitu tega mengeluarkan sebelah mata adiknya demi untuk kekuatan.
"Huan Mei adalah adikmu! Kenapa kau setega ini?!"
Qi Xuan menyembunyikan Huan Mei dalam pelukannya, gadis tersebut berusaha menahan diri untuk tidak menjerit. Terlihat darah mengucur di sela-sela tangan kanannya yang menutup matanya.
Huan Mei juga tidak percaya kakaknya sendiri begitu tega, padahal sebelumnya mereka baik-baik saja. Setelah menyerang Sekte Serigala Iblis, dia dan kakaknya serta saudara seperguruan mereka yang selamat memutuskan untuk pulang.
Siapa sangka saat sedang beristirahat mereka mendengar kegaduhan di sekte, beberapa murid tiba-tiba saja saling menyerang satu sama lain.
Kakeknya menyuruh mereka mencari bantuan, tetapi yang terjadi justru dirinya dibawa oleh Huan Ran dan beginilah akhirnya. Kakak yang begitu dia hormati dan sayangi menyerangnya begitu tiba-tiba.
!!
Qi Xuan mengangkat Huan Mei saat serangan dari dua selendang Huan Ran mengarah padanya. Dia mendarat pada salah satu dahan pohon.
Qi Xuan merasakan tubuh Huan Mei gemetar, gadis tersebut menggigit bibir bawahnya karena rasa sakit yang dia derita. Perlahan, Qi Xuan menurunkan Huan Mei dan mengeluarkan Pil Napas Naga.
"Makan ini,"
Huan Mei segera menuruti Qi Xuan, dia membuka mulutnya. Pil Napas Naga langsung melebur saat bersentuhan dengan lidahnya, hanya dalam satu tarikan napas rasa sakitnya menghilang.
Sayangnya, Pil Napas Naga tidak bisa membuat mata kanan Huan Mei kembali. Huan Ran kembali menyerang, kali ini Qi Xuan menangkisnya menggunakan pedang.
Dia segera melesat dan saling bertukar serangan dengan gadis yang tak punya perasaan tersebut. Huan Ran benar-benar berubah, tidak seperti yang Qi Xuan kenal selama ini.
TRAANG!
TRAANG!
BAAAM!
Kali ini kembaran Liao Fa Xun yang menghantam tanah dengan kondisi wajah dan tubuh tak berbentuk. Xiao Shuxiang menyerang mereka secara liar tanpa jeda sedikitpun.
BLAAAR!
Suara dari pertarungan Lan Guan Zhi dapat di dengar Xiao Shuxiang. Dia memakai kekuatan penuh untuk menyerang siapapun lawannya ini.
Liao Fa Xun yang mengandalkan aroma sama sekali tidak mampu membalas serangan Xiao Shuxiang. Bertahan pun harus dibantu oleh Han Na.
Namun, Liao Fa Xun tetap tenang. Dia tidak dapat dibunuh oleh Xiao Shuxiang dengan Teknik Pengendalian Darah, dan anehnya.. Yīng xióng tidak mau mengeluarkan racun untuk melukainya.
Xiao Shuxiang harus menggunakan cara lain, dia melesatkan beberapa jarum beracun. Tetapi tidak ada satu pun yang berefek pada lawannya.
".. Kalau begitu, aku hanya perlu menyerang mereka sekuat tenaga,"
!!
Kecepatan Xiao Shuxiang meningkat, dia menggunakan Teknik Pernapasan Api.
Hanya dalam lima serangan, Meng Yaoya dan Liao Fa Xun mengalami luka yang cukup serius.
"Kau ini kasar sekali pada seorang gadis,"
__ADS_1
"Berhenti bicara."
Xiao Shuxiang sedikit kesal sebab Meng Yaoya tidak mau menggunakan pakaian yang dia berikan. Dia bertanya tentang tetua Scarlet Bayangan pun tidak diberikan jawaban.
Sepertinya memang harus membuat mereka semua sekarat baru Xiao Shuxiang bisa mendapat jawaban atas pertanyaannya.
"Hmph, kau membunuhku pun.. Tidak akan kuberitahu,"
"Berarti aku tidak membutuhkanmu."
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada Yīng xióng. Detik berikutnya dia menghilang dan muncul seketika tepat di belakang Liao Fa Xun, memberinya serangan, kemudian menghilang kembali.
!!
Meng Yaoya terkejut saat Xiao Shuxiang muncul di samping kirinya dengan pedang terayun. Ternyata melawan Sang Bintang Penghancur secara langsung sangat merepotkan.
"Han Na!"
Han Na segera menggunakan sisa kekuatannya untuk menyerang Xiao Shuxiang secara langsung setelah mendengar seruan dari Meng Yaoya.
Han Na mengeluarkan darah dari mulutnya, dia juga tidak dapat dibunuh oleh Xiao Shuxiang dengan Teknik Pengendalian Darah karena dirinya hampa.
BAAAM!
Cermin milik Han Na menjadi senjata tajam yang menyelimuti kedua tangannya. Benturan dengan Xiao Shuxiang menghasilkan angin kejut dengan serpihan cermin.
Semakin lama, retakan pada wajah Han Na semakin banyak. Dia menggunakan serangan terkuatnya yang mengarah langsung pada kedua temannya.
!!
Liao Fa Xun dan Meng Yaoya sama sekali tidak seterkejut Xiao Shuxiang. Serangan ini ternyata membuat kedua pilar atas Scarlet Bayangan tersebut menghilang.
Han Na lalu menyerang Xiao Shuxiang. Pertarungan keduanya tidak berlangsung lama sampai dirinya tertusuk Yīng xióng dan diserap oleh pedang itu.
Yīng xióng seketika mengalami evolusi, bilahnya berubah menjadi seperti cermin tetapi dengan warna hitam kemerahan.
Pedang yang begitu misterius, tidak memiliki roh namun mempunyai pemikiran sendiri. Sebuah pedang teraneh yang pernah ada.
Xiao Shuxiang tersentak, namun tidak mengatakan apapun. Dirinya masih harus membantu Lan Guan Zhi yang pasti sedang dihantam habis-habisan oleh pilar atas Scarlet Bayangan.
Sebenarnya, ada sesuatau aneh yang mengganggu Xiao Shuxiang.
Saat Yīng xióng menyerap Han Na, dia merasakan perasaan yang tidak asing. Seakan Han Na pernah dekat dengannya.
Masalahnya, Xiao Shuxiang baru kali ini melihat wajah anak yang nampak berusia 9 Tahun tersebut. Ingatannya masih sangat bagus, dia benar-benar pertama kali bertemu dengan Han Na.
".. Tetapi dia seperti tidak asing bagiku, pernah bertemu dimana ya..?"
Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia lalu menggunakan Cermin Pemindah agar dirinya cepat berada di tempat Lan Guan Zhi sekarang.
BLAAAR!
***
__ADS_1