
"Pergi dan tetap awasi mereka.."
Nin Gao memerintahkan salah satu awak kapalnya, pemuda berpakaian cokelat kehitaman tersebut menggangguk dan segera melangkah pergi.
Nin Gao, pria berotot dengan bekas sayatan pada pipi kanannya merupakan pemilik dari kapal yang di tumpangi Xiao Shuxiang.
Dia sebenarnya seorang kultivator dan praktiknya berada di Grand Master Tingkat Immortal. Dirinya tidak pernah keluar dari dapur, keahliannya tentu saja menguliti apapun, termasuk manusia.
Dalam dunia kultivator, ada teknik yang dinamakan kultivasi setan. Ini merupakan kebalikan dari teknik kultivasi yang sebenarnya.
Banyak kultivator dari Aliran Hitam yang mencoba teknik ini, tetapi hanya sekitar lima persen yang bisa melakukannya. Sementara sisanya, bila tidak berakhir cacat permanen, maka pasti akan tewas.
Di Benua Timur, Kultivasi Setan sangat jarang ditemukan. Bahkan Xiao Shuxiang sendiri tidak pernah mempelajarinya. Nin Gao bisa dibilang adalah satu di antara lima persen orang yang berkultivasi setan.
Nin Gao meningkatkan praktik dengan cara memakan makhluk hidup seperti Demonic Beast dan Manusia. Makanan favoritnya merupakan pendekar muda, apalagi jika pendekar tersebut memiliki tubuh bagus dengan wajah yang bersih.
"Bos, tangkapan kita kali ini lumayan juga. Mereka terlihat seperti orang yang punya banyak uang,"
Seorang pemuda yang tubuhnya lebih kecil dari Nin Gao terlihat senang. Matanya berkilat saat membayangkan para penumpang kapal telah menghembuskan napas terakhir, dia seperti memiliki kegilaan seperti Nin Gao.
"Uang bukanlah masalah. Kita akan dapatkan semuanya, termasuk tulang-belulang mereka.."
Nin Gao tersenyum lebar, dia memperhatikan pantulan wajahnya pada bilah pedang besar miliknya. Dapur yang diterangi lentera berisi serangga bercahaya membuat dapur ini malah terlihat mengerikan.
Di tempat lain, seorang awak kapal Nin Gao terus memantau kondisi Kong Wu, berjaga-jaga pria tersebut telah mati keracunan.
Dia juga memperhatikan kondisi Xiao Shuxiang dan teman-temannya, pemuda ini sangat serius mengintip para tamunya dan begitu senang saat melihat orang-orang yang dirinya awasi kini terkapar di lantai.
Hu Li, O Zhan, dan Xiao Qing Yan terbaring dengan posisi telentang, mulut serta hidung mereka mengeluarkan darah. Tidak hanya ketiganya, tetapi Xiao Shuxiang juga. Dirinya berada dalam posisi tubuh bertelungkup dengan gelas bambu yang tergeletak di samping kanan tubuhnya.
Kong Wu yang berada di kamar sebelah juga terlihat tergeletak di lantai, meja serta makanan yang disajikan sebelumnya nampak berantakan.
Awak kapal yang melihat ini segera pergi untuk melapor pada Nin Gao. Tidak butuh waktu lama sampai dia kembali dengan membawa tiga orang rekannya.
Nin Gao tidak ikut bersama mereka, dia menunggu di bagian dapur. Dirinya menyiapkan berbagai bumbu masakan serta sayuran yang nantinya akan dimasak.
Ada salah satu awak kapal Nin Gao yang juga seorang kultivator. Dia bertugas memastikan apakah Xiao Shuxiang dan teman-temannya benar-benar mati atau tidak.
Pria yang nampak berusia 42 Tahun tersebut menyakinkan bahwa tiga penumpang dan seekor rubah telah lama menghembuskan napas terakhir.
".. Api jiwa mereka sudah padam, temui Bos segera. Katakan padanya bahwa rencananya telah berhasil,"
"Baik,"
Xiao Shuxiang, Hu Li dan Xiao Qing Yan lalu dibawa ke dek bagian belakang kapal. Mereka diseret seperti binatang, rasa panas pada bokongnya membuat Xiao Shuxiang terbangun dari mati surinya.
"Apa kalian tidak bisa bersikap lembut? Celanaku hampir melorot karena terus diseret,"
!!
Ucapan Xiao Shuxiang membuat awak kapal Nin Gao terlonjat kaget. Belum sempat rasa terkejut mereka menghilang.. Tiba-tiba saja Xiao Shuxiang memutar tubuhnya begitu cepat sampai pemuda yang menyeretnya juga ikut berputar hingga tersungkur.
!!
Beruntung lantai kapal ini cukup kuat, jadi kerusakan bisa diminimalisir. Xiao Shuxiang memang tidak mau merusak apapun pada kapal yang dia naiki karena khawatir tidak menemukan pengganti kapal yang lebih baik.
__ADS_1
"Kurang ajar! Jadi kau masih hidup?!"
Pria yang sebelumnya memeriksa kondisi Xiao Shuxiang begitu terkejut, dia lalu menarik pedang besarnya dan menyerang pemuda berpakaian merah tersebut.
Xiao Shuxiang menahan serangan yang datang ke arahnya dengan dua tangan, dia kemudian membalasnya walau hanya mengandalkan tangan kosong.
"Tentu saja aku masih hidup. Kenapa? Tidak suka?"
Suara dan ekspresi wajah Xiao Shuxiang seperti sedang meledek pria yang sedang bertarung dengannya. Dia selama ini selalu mengingat pesan dari Washi, temannya itu memperingatkan agar dirinya selalu berhati-hati.
"Kau berani menipuku. Aku akan membunuhmu!"
"Hah, menipu? Sejak kapan aku menipumu? Justru kau dan rekan-rekanmu yang melakukan itu,"
Xiao Shuxiang sambil menangkis serangan yang datang, dirinya juga mengeluarkan Seruling Giok Putih dan langsung digunakan untuk melawan pria yang bernama Ruo Jing ini.
Kedua senjata mereka beradu, menciptakan percikan-percikan bunga api yang sama sekali tidak memiliki jeda.
TRANG!
Xiao Shuxiang menangkis setiap serangan dari Ruo Jing. Dengan cepat dia membalas serangan tersebut dengan yang lebih kuat.
Para rekan Rou Jing menarik senjata mereka dan berniat menyerang Xiao Shuxiang. Namun tiba-tiba saja Kong Wu, Hu Li dan Xiao Qing Yan membuka mata lalu memberi serangan kejutan pada mereka.
O Zhan juga tersadar, dia langsung mengigit keras kulit di antara paha seorang awak kapal hingga membuat pemuda tersebut menjerit tidak terkendali.
Suasana menjadi sangat riuh, para awak kapal bekerja sama dalam melawan Xiao Shuxiang beserta teman-temannya dan Kong Wu. Mereka mengerahkan seluruh tenaga dan sesekali mengatur strategi untuk menjatuhkan lawan.
"Jangan harap kalian memiliki waktu berpikir,"
TRAANG!
Xiao Shuxiang segera menangkis serangan yang datang dari arah belakang, Seruling Giok Putih dan senjata lawan yang berbenturan menghasilkan suara keras bagai dua pedang yang beradu.
TRAANG!
Awak kapal yang bertarung dengan Xiao Shuxiang terlihat sangat marah, beberapa kali dia menggeram sambil menggunakan seluruh tenaganya untuk mendorong dan memberi tendangan pada lawan.
"Mati Kau!"
Salah satu tendangan Rou Jing mengenai tepat ke dada Xiao Shuxiang. Lawannya itu terpental cukup jauh bahkan sampai menghantam dinding. Dia menyeringai saat melihat pemuda berpakaian merah tersebut memuntahkan darah segar.
"Ha ha ha.." Rou Jing tertawa, ".. Bagaimana rasanya? Tendanganku itu bisa meledakkan seluruh organ dalammu. Bersyukurlah karena kau mendapat kehormatan mati di tanganku, Rou Jing!"
Penglihatan Xiao Shuxiang sedikit memburam, dia terlihat belum sanggup berdiri, seluruh tubuhnya seperti kesemutan dan kepalanya juga terasa pusing.
Saat bernapas, Xiao Shuxiang akan langsung merasakan sakit yang amat sangat. Beberapa kali dia memuntahkan darah, dia jadi merasa bahwa organ dalamnya berada dalam kondisi yang berantakan. Dan yang terburuk, dirinya belum juga menghembuskan napas terakhir.
".. Aku memang bersyukur.." Xiao Shuxiang lagi-lagi memuntahkan darah, ".. Tuhan terlalu baik karena masih membiarkanku hidup,"
"Hmph, itu tidak akan lama lagi."
Tap
Tap
__ADS_1
Rou Jing berjalan tenang dengan pedang besar yang mengkilap di tangan kanannya. Pandangannya terus mengarah pada Xiao Shuxiang yang masih berusaha untuk bangun.
Wajah Xiao Shuxiang terlihat pucat, sakit yang dia rasakan semakin menjadi saat bicara tadi. Serangan dari Rou Jing benar-benar kuat, jika saja dirinya hanya manusia biasa.. Tubuhnya pasti sudah hancur dan berantakan saat ini.
Perlahan, bibir Xiao Shuxiang membentuk sebuah senyuman. Dirinya tidak lagi mencoba bangun dan malah seperti menunggu Rou Jing datang.
"Ini luar biasa.." Xiao Shuxiang ingin tertawa, dia menyukai rasa sakit ini.
Tap
Suara langkah kaki Rou Jing berhenti tepat di samping kanan tubuh Xiao Shuxiang. "Kau hebat karena masih bisa bernapas. Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan..?"
Bilah pedang Rou Jing mengkilap, dia seperti tidak mendengar suara dari pertarungan teman-temannya melawan rekan Xiao Shuxiang.
TRANG!
Hu Li bertarung dengan mengandalkan kepalan tangan kanan yang dialiri Qi. Dirinya tidak bisa memakai api rubah karena khawatir kayu di kapal ini terbakar.
"Aaargh!"
Xiao Qing Yan menendang keras sel*ngkang*n salah satu awak kapal, dia lalu memutar tubuhnya dan memberi hantaman pada samping leher lawannya.
Suara seperti tulang patah langsung terdengar bersamaan dengan lawan Xiao Qing Yan menghantam lantai kapal dan tidak mampu bangun lagi.
Anak berusia 10 Tahun ini hanya memakai tangan kosong saat bertarung, dia menghadapi para awak yang hanya manusia biasa. Namun mereka bukanlah pemula dalam hal memainkan pedang.
Beberapa kali seragam Xiao Qing Yan koyak karena terkena serangan, namun dirinya dapat membalas dengan bergerak lincah dan memberi pukulan serta tendangan pada bagian vital lawan.
Kemampuan Xiao Qing Yan lebih hebat daripada anak seusianya, apalagi secara tidak sadar dirinya mampu mengeluarkan Qi meski belum pernah berlatih kultivasi.
BAAAM!
Seorang pemuda menghantam lantai kapal dengan cukup keras, dia memegang dadanya yang terasa sakit. Tidak disangka anak kecil bisa memberinya tendangan yang begitu keras.
"Bocah sialan..! Akan kubunuh kau..!"
"Lakukan jika kau bisa," Xiao Qing Yan menantang dengan suaranya yang dingin. Dia kemudian melesat dan bertarung dengan empat orang awak kapal secara sekaligus.
Tidak ada rasa gentar yang nampak di wajah Xiao Qing Yan, dia memang sudah terbiasa bertarung melawan banyak orang ketika berada di tempat Tomoaki Maeno.
"Jangan terlalu angkuh, Nak. Kau jangan melawan mereka sendirian,"
Xiao Qing Yan tidak mengenal pria ini, tetapi dia tak keberatan bila harus bekerja sama dengan orang asing.
Kong Wu hanya sedikit memperkenalkan dirinya, dia lalu menyerang para awak kapal bersama dengan Xiao Qing Yan. Mereka ternyata dapat selaras dan saling melindungi satu sama lain.
TRANG!
Hu Li dan O Zhan juga tidak ketinggalan, mereka berdua beberapa kali memberi serangan yang membuat lawan terjatuh dari kapal. Suara dari pertarungan mereka seakan menyatu dengan deruan angin laut.
Baik Hu Li maupun lawannya tidak menyadari bahwa bulan di atas mereka kini tertutup awan gelap. Perlahan, titik air mulai berjatuhan dan menciptakan hujan tanpa gemuruh petir.
BAAAM!
***
__ADS_1