
Di Benua Tengah, saat memulangkan para warga yang terluka dan mengeluarkan warga yang ada di dalam Gelang Semestanya---kini Xiao Shuxiang kembali harus berhadapan dengan anggota keluarga 'Ling'.
Dia berada di halaman luar Sekte Pagoda Langit, di sampingnya berdiri Hu Li dan ada Lan Guan Zhi serta Bocah Pengemis Gila di belakangnya.
"Kenapa kau datang lagi? Tidakkah kau tahu betapa mengesalkannya wajahmu itu?" Ling Shen Yue sebenarnya sudah sangat lelah sekarang, dan dia malah harus melihat pemuda yang memuakkan ini, apalagi Ling Qing Zhu masih saja melindungi pemuda tersebut.
"Kau jangan seperti itu, Shen Yu'Er.." Bocah Pengemis Gila angkat suara meski kedua tangannya memegang pundak Lan Guan Zhi dan nampak sembunyi di belakang tubuh pemuda berpita dahi itu.
?!
Ling Shen Yue mengerutkan kening, wajah dan tatapan matanya begitu dingin. Dia seperti ingin tahu siapa yang sangat dengan berani menyebut namanya begitu akrab.
Bocah Pengemis Gila kembali mengintip dari belakang punggung Lan Guan Zhi, dia kali ini bersuara agak gugup. ".. Biar bagaimanapun Shuxiang sudah menolong kalian dari bencana besar. Kau tidak seharusnya memperlakukan dia sebagai penjahat,"
"Keluar kau. Jangan bersembunyi seperti itu." Ling Shen Yue memerintah, dia membuat Hu Li bergerak dan menarik keluar Bocah Pengemis Gila.
!!
Ling Shen Yue butuh sedikit waktu mengenali pria yang memegang tongkat bambu itu, dia pun mendengus pelan kala mengetahui bahwa pria tersebut amat dikenalinya.
"Hmph, rupanya seorang pria yang sama memalukannya. Bukankah sudah kularang kau menginjakkan kaki ke sekte ini, Bocah Pengemis Gila? Berani sekali kau mengabaikan laranganku,"
"Ibu.." Ling Chu Zhen mencegahnya, ".. Sudahlah. Tahan dirimu dan biarkan masalah ini diselesaikan baik-baik,"
"Aku muak melihat wajah kedua orang ini. Mereka pribadi yang tercela, tidak tahu malu, membawa banyak masalah, dan sebuah pengaruh buruk. Apalagi yang bisa diselesaikan baik-baik? Jika tidak dibunuh, maka usir dan suruh mereka untuk tidak lagi menginjakkan kaki di tanah ini."
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut, niatnya untuk membantu Xiao Shuxiang--tetapi justru dirinya juga ikut kena. Dia pun melirik ke arah teman baik Lan'Er Gege-nya yang masih saja berdiri tanpa mengatakan apa-apa.
"Tuan Muda Xiao.." Hu Li setengah berbisik, dia yang mendengarnya saja ikut tersinggung dengan ucapan Ling Shen Yue, apalagi Tuan Mudanya.
"Tuan, lebih baik kita pergi. Saya tetap akan berada di samping Tuan selamanya,"
"Mm, bukan masalah Hu Li. Kau jangan khawatirkan aku," Xiao Shuxiang mengusap pelan kepala pemuda berambut putih di sampingnya, dia lantas menoleh ke arah Ling Shen Yue sebelum mengembuskan napas.
"Kau punya sambutan yang buruk, Nenek Cantik. Apa seperti ini ucapan terima kasih dari salah satu Sekte Ternama di Kekaisaran Langit Tengah? Hmph, sangat mengecewakan."
!!
"Kau..! Beraninya-"
"Aku sudah cukup mendengarkanmu bicara dan memberimu kesempatan sekali seumur hidupmu untuk menghina Xiao Shuxiang ini. Jangan langgar batasanmu."
Suara Xiao Shuxiang tenang dan tatapan matanya juga terlihat biasa, namun apa yang dirinya katakan mengandung arti bahwa, 'Jangan sampai kau menjadikan Xiao Shuxiang sebagai musuhmu'. Jelas ini merupakan sebuah peringatan.
"Nenek, tolong jangan menyudutkan Wali Pelindungku seperti ini. Dia memang berbeda, tetapi tidak pernah mencelakai siapa pun." Ling Qing Zhu juga sudah tidak mau mendengar Xiao Shuxiang terus dicaci maki. Biar bagaimanapun dia harus mengatakan yang sebenarnya.
Ling Shen Yue tidak menyukai Xiao Shuxiang karena menganggap semua masalah yang menimpa sektenya adalah ulah pemuda tersebut. Dan ini semua dimulai ketika sekelompok orang menyerang Sekte Pagoda Langit di dalam segel pelindungnya sendiri.
Ling Qing Zhu mulai menerangkan bahwa sebenarnya ada salah seorang murid Sekte Pagoda Langit yang berkhianat. Dan harusnya Neneknya lebih tahu masalah apa yang terjadi antara mereka dengan Partai Pedang Tengkorak, bahkan sebelum Xiao Shuxiang hadir.
".. Partai itu selalu mencari kesempatan untuk menyerang kita. Dan kehadiran Scarlet Darah seperti sebuah solusi untuk mereka. Kakakku juga menyadari hal ini."
Ling Lang Tian mengangguk, dia ikut menambahkan ucapan adiknya. Tidak baik melimpahkan ini semua pada Xiao Shuxiang dengan menganggap pemuda itulah yang menyebabkan masalah ini--pada akhirnya, memang Koki Alkemis itulah yang tengah diseret untuk menjadi target kebencian.
"Selama ini tidak pernah ada pengkhianat di Sekte Pagoda Langit. Jika memang kalian berpikir demikian, lantas siapa pengkhianatnya?" Ling Shen Yue bicara dengan tegas dan jawaban atas pertanyaan ini masih dicari oleh Ling Lang Tian, Ling Chu Zhen, dan Ling Dong Hun.
Wang Rui Chan, "Pada akhirnya tidak ada yang tahu. Itu karena memang di antara murid-murid Sekte Pagoda Langit tidak pernah ada yang berkhianat. Satu-satunya yang dapat menjawab semua ini adalah teman-teman dari pemuda ini."
!!
Xiao Shuxiang tersentak, Wang Rui Chang menunjuk dirinya lagi. Dia pun mengusap-usap dagunya dan memikirkan tentang penyerangan pertama yang benar-benar merusak Sekte Pagoda Langit.
"Jika memang karena kehadiran teman-temanku di sekte kalian merupakan penyebab dari penyerangan itu, maka kemungkinan saja benar. Ada pengkhianat di antara teman-temanku,"
!!
Bocah Pengemis Gila tersentak saat Xiao Shuxiang menoleh kepadanya. "Kenapa kau menatapku? Apa kita berteman?"
"Hmph, kau adalah target terbesar yang patut dicurigai. Nenek Cantik ini tidak suka padamu, dan sejak pertemuan pertama kita---aku juga tidak menyukaimu. Kau terus menempel pada teman baikku seperti lem, kau jelas patut dicurigai."
"Hei, kau kan tahu.. Kau kan tahu siapa aku?" Bocah Pengemis Gila merapatkan giginya ketika bicara, dia memperingati Xiao Shuxiang agar tidak membuatnya terlihat bersalah.
Ling Qing Zhu sendiri nampak mengepalkan tangannya. Dia pun mulai memandang Ling Shen Yue dan dengan penuh keyakinan dirinya menyebut nama 'Gong Zitao'.
!!
__ADS_1
Ling Shen Yue dan siapa pun yang mendengar ucapan Ling Qing Zhu barusan sangat amat terkejut. Mereka mengenal Gong Zitao, pemuda itu merupakan salah satu murid terbaik dari Sekte Pagoda Langit.
"Qing Zhu'Er, apa kau yakin dengan ucapanmu?" Ling Chu Zhen bertanya, "Sebaiknya kau jangan menyeret orang lain untuk melindungi Suamimu itu,"
"Tetua, Qing Zhu'Er tidak akan pernah memberi tuduhan tak berdasar pada sembarangan orang. Mari kita dengarkan penjelasannya," Ling Dong Hun meminta Ling Qing Zhu untuk bicara.
Gadis berambut putih dan bercadar tipis itu mengepalkan erat tangannya, dia mengedarkan pandangan ke setiap orang dan seperti agak kelu untuk menjelaskan.
"Gong Zitao.. Ini semua karena salahku.."
!!
Mata Xiao Shuxiang terbelalak, dia mendengar suara Kucing Putihnya agak gemetar dan ini membuatnya mengerti mengapa Ling Qing Zhu kesulitan untuk memberi penjelasan.
Jika menyangkut Gong Zitao, maka gadis itu juga harus siap mengatakan segala yang dilakukan pemuda itu padanya---termasuk dengan pelecehan yang diterimanya.
Xiao Shuxiang berjalan, dia meraih tangan Ling Qing Zhu dan membuat gadis itu terkejut. Dia menggeleng sebagai pertanda bahwa Kucing Putihnya tidak perlu menjelaskan apa-apa.
"…"
Lan Guan Zhi melihat teman baiknya merangkul Ling Qing Zhu seolah sedang melindunginya. Dia ikut melangkah dan mulai memberi hormat, dia pun bicara dengan nada yang amat sopan.
"Tetua Ling Chu Zhen, ada baiknya Anda membawa Tuan Muda Gong kemari untuk membuktikan tuduhan Nona Ling padanya benar atau tidak. Kebungkaman Nona Ling jelas karena ada hal yang tidak layak dia katakan di hadapan semua orang."
"Cari Gong Zitao dan bawa dia kemari." Ling Chu Zhen memerintahkan beberapa orang muridnya, dia lantas masih menatap putrinya yang berada dalam rangkulan Xiao Shuxiang.
"…"
Ling Lang Tian sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dialami oleh adiknya. Tetapi tiba-tiba matanya terbelalak ketika menyadari ada air yang menetes pada salah satu sudut mata Ling Qing Zhu.
!!
Dia seperti mendengar gemuruh petir di dalam dada ketika yakin bahwa itu adalah air mata adiknya. Ling Lang Tian amat terkejut, selama ini dia tidak pernah melihat Ling Qing Zhu meneteskan air mata.
Tangan Ling Lang Tian terkepal, dirinya berbalik dan melangkah pergi. Dia akan mencari Gong Zitao sendiri dan meminta penjelasan dari pemuda itu. Gong Zitao mau mengakui kesalahannya ataupun menolak--dirinya jelas akan tetap memberi hukuman karena sudah membuat adiknya meneteskan air mata.
"…"
Xiao Shuxiang sendiri tetap merangkul Ling Qing Zhu, dia mengusap pelan lengan Kucing Putihnya dan bersuara lembut. Dia mengucapkan terima kasih karena gadis ini sudah sangat melindunginya.
Xiao Shuxiang bisa merasakan tubuh Kucing Putihnya sedikit gemetar, dia menyembunyikan betapa kesal dirinya sekarang pada Gong Zitao. Berani sekali pemuda itu membuat Kucing Putihnya seperti ini. Orang itu pasti akan mendapatkan balasannya.
!
Tiga Murid Ling Chu Zhen kembali. Mereka memberi hormat dan mengatakan bahwa Gong Zitao tidak ditemukan. Hal ini membuat terkejut semua orang termasuk Xiao Shuxiang.
"Pemuda itu pasti melarikan diri, dasar pengecut." Xiao Shuxiang bersuara ketus, dia menoleh ke arah Hu Li dan hanya isyarat mata--pemuda itu mengangguk mengerti.
Hu Li segera melesat pergi, dia melaksanakan tugas dari Xiao Shuxiang untuk mencari keberadaan Gong Zitao. Beberapa murid Sekte Pagoda Langit juga ikut melesat--Pencarian Gong Zitao dilakukan dengan mengutus banyak orang.
Wang Rui Chan tidak mengatakan apa-apa saat melihat putrinya dengan Xiao Shuxiang begitu dekat sebab kedua orang itu memang sudah resmi menikah. Ling Shen Yue juga demikian walau dalam hati dia masih tidak menerima kehadiran Koki Alkemis tersebut.
"Sebenarnya ke mana perginya Gong Zitao, bukankah dia terluka parah?" Ling Chu Zhen ingat muridnya tersebut bahkan kesulitan berjalan, lantas bagaimana bisa di saat seperti ini pemuda itu sama sekali tidak ditemukan.
Lan Guan Zhi dan Bocah Pengemis Gila sendiri tetap ada bersama Xiao Shuxiang. Mereka tidak ikut mencari keberadaan Gong Zitao karena tidak ingat bagaimana wajah pemuda itu. Keduanya lebih baik di sini dan melindungi Xiao Shuxiang agar tidak diserang secara tiba-tiba.
Butuh waktu lama untuk menunggu para pencari Gong Zitao. Satu demi satu murid Sekte Pagoda Langit dengan membawa kabar yang sama--Gong Zitao tidak ditemukan.
"Kami sudah mencarinya di sekitar wilayah sekte, tapi Senior Gong tetap tidak ada." salah seorang murid mewakili teman-temannya bicara, dia tersentak ketika mendapat tatapan tajam dari Ling Shen Yue.
!!
"Ka-kami akan mencarinya lagi.."
Para murid itu segera pergi, mereka takut dengan kemarahan Ling Shen Yue. Kepergian mereka bertepatan dengan kedatangan Hu Li, Ling Lang Tian, dan dua orang murid Sekte Pagoda Langit yang lain.
!!
Sesuatu dilempar oleh Ling Lang Tian, menggelinding tepat di hadapan semua orang dan baru berhenti ketika menyentuh kaki Ling Jian Tou.
Semua orang terkejut. Benda yang dilempar oleh Ling Lang Tian tidak lain adalah kepala pemuda yang mereka cari--Gong Zitao.
"Salah seorang murid menemukan mayat Gong Zitao, sepertinya sudah ada yang membunuhnya dan kemungkinan dia sudah lama mati."
!!
Ling Chu Zhen terkejut, dia memperhatikan dengan seksama wajah dari kepala yang ada di hadapannya. Ekspresi Gong Zitao seperti orang yang bagai mengalami kematian paling menyakitkan.
__ADS_1
Wang Rui Chan, "Sekarang bagaimana kita mendapat penjelasan dari Gong Zitao?"
Xiao Shuxiang mendengarnya dan nampak mengerutkan kening. "Ibu mertua? Apa kau sangat tidak percaya dengan ucapan putrimu sendiri? Kucing Putihku mengatakan bahwa Gong Zitao berkhianat, maka itu pasti benar. Kau sebagai Ibunya, harusnya kau lebih mengenal bagaimana sifat putrimu."
"Hmph, aku percaya pada Qing Zhu'Er--tapi tidak denganmu. Kau bisa saja mempengaruhi putriku agar memihakmu."
"Hah, kau hampir membuatku tertawa. Kucing Putihku bukanlah anak kecil yang mudah dipengaruhi. Dia tinggal di sekte dengan banyak aturan menyebalkan, apa kau pikir pengajaran sektemu padanya bisa kuhilangkan dengan mudah? Jujur saja, aku benar-benar mempertanyakan keyakinanmu pada anakmu sendiri."
Xiao Shuxiang sebenarnya sangat kesal. Dia ingin membentak Wang Rui Chan, memarahi setiap anggota keluarga 'Ling', memukul kepala mereka hingga tersadar telah ditipu oleh Gong Zitao selama ini. Namun dia masih berusaha untuk menahan diri.
Hanya saja dibandingkan hal yang lain, Xiao Shuxiang benar-benar tidak habis pikir Gong Zitao mati, namun tidak di tangannya. Dia sangat kesal dan bahkan jantungnya berdebar keras saking tidak terimanya bahwa pemuda yang sudah menculik Kucing Putihnya sudah tiada.
Dalam tatapan mata Xiao Shuxiang, ada sesuatu yang dia berusaha sembunyikan. Dirinya tidak akan pernah bisa tenang sebelum rasa kesalnya ini terobati.
"Gong Zitao menginginkan Kucing Putihku. Dia menculiknya dan membawanya ke Partai Pedang Tengkorak. Kalian pikir apa yang bisa dilakukan pemuda itu? Tidak ada alasan bagiku untuk tidak menghancurkan partai dan membunuh para muridnya. Mereka yang mulai duluan,"
!!
Ling Qing Zhu tersentak ketika rangkulan Wali Pelindungnya semakin erat. Dia tidak mengatakan apa-apa, termasuk menolak tindakan pemuda ini padanya.
Ling Chu Zhen, "Gong Zitao mengatakan bahwa kau dan dia pergi menyelamatkan Qing Zhu'Er di Partai Pedang Tengkorak. Di sana kau berubah menjadi monster mengerikan dan memakan semua murid yang menyerangmu, apakah itu tidak benar?"
Xiao Shuxiang mendengus, "Hmph, dialah yang menculik Kucing Putihku. Orang itu sangat cocok menjadi pengkhianat karena kalian begitu mempercayainya, bahkan melebihi rasa percaya kalian pada gadis ini."
"Itu tidak benar." Ling Lang Tian membantah.
"Itu benar. Buktinya kalian masih mencari pembenaran dari Gong Zitao bahkan setelah Kucing Putihku menyebutkan namanya dengan penuh keyakinan." suara Xiao Shuxiang mengandung rasa kekecewaan, dia menatap Ling Lang Tian.
Bocah Pengemis Gila tidak bisa tinggal diam, dirinya kini ikut bicara. "Aku juga ada di sana saat Xiao Shuxiang mengamuk. Dia sebenarnya tidak benar-benar berubah menjadi monster.."
Tentu ucapan Bocah Pengemis Gila hanyalah kebohongan, namun dirinya memang sangat pandai dalam hal ini. Dia mengatakan bahwa murid Partai Pedang Tengkorak tidak semuanya dibunuh oleh Xiao Shuxiang, dan kali ini bukanlah kebohongan.
".. Raka Daksa sendiri yang membunuh para muridnya. Dia menggunakan mereka sebagai pengorbanan untuk membuat dirinya bertambah semakin kuat. Justru jika Xiao Shuxiang tidak melawannya--maka aku.. Aku tidak yakin Benua Tengah masih ada sekarang ini."
Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambunya, dia terlihat agak takut dan tingkahnya tersebut membuat Xiao Shuxiang menggeleng di dalam hati. Dia merasa pria itu memang sangat pandai bicara dan bertingkah seperti pengecut.
"Nah, sekarang lihat? Bocah Pengemis Gila sudah menjelaskannya dan Kucing Putihku merupakan saksi terkuat karena dia sendiri yang mengalami situasi itu. Dan kurasa alasan kenapa Gong Zitao tewas secara mengenaskan adalah karena dia dibunuh oleh rekannya sendiri atau karena dia juga tewas akibat Teknik Kutukan yang tertanam di tubuhnya--sama seperti anggota Scarlet Darah yang lain."
!!
Bocah Pengemis Gila terlonjak ketika mendengar ucapan Xiao Shuxiang, dia punya saksi yang bisa membuktikan Gong Zitao adalah salah satu dari Scarlet Darah. Dirinya lantas bergegas dan meraih tangan Nona Darah Madu.
Wanita berpakaian serba merah itu sejak tadi hanya diam di antara kerumunan sambil tetap menggendong bayi. Dirinya terkejut ketika tiba-tiba ditarik oleh Bocah Pengemis Gila.
"Wanita ini adalah anggota Scarlet Darah. Kau benar-benar menyebalkan, kenapa tidak mencoba membantu sejak tadi?"
"Kau tidak bertanya, jadi untuk apa aku bicara..?"
!!
"Kau..!" Bocah Pengemis Gila menggelembungkan pipinya. ".. Sekarang bicaralah pada mereka. Katakan yang sejujurnya, jangan tutupi apa pun."
"Yaah, baiklah. Akan kukatakan. Gong Zitao memang adalah anggota Scarlet Darah. Pemuda itu awalnya bekerja sama dengan Pendekar Bayangan untuk membunuh Xiao Shuxiang---tujuannya jelas karena menginginkan Ling Qing Zhu. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku tidak mati seperti anggota Scarlet Darah yang lainnya. Apa itu sudah cukup?"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas mendengar ucapan wanita cantik berpakaian serba merah itu. Nona Darah Madu tidak tewas secara mengenaskan kemungkinan besar adalah karena bayi laki-laki digendongan wanita tersebut.
Dibandingkan dengan hal itu--dia lebih mementingkan sesuatu yang lebih penting. Xiao Shuxiang lantas menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila. Dia melepaskan rangkulannya dari Ling Qing Zhu dan berjalan ke arah pemuda dengan tongkat bambu itu.
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut ketika telinganya ditarik, lipatan lututnya ditendang bahkan sampai dia harus tersungkur mencium tanah. Dia berusaha memberontak tetapi Xiao Shuxiang justru duduk di punggungnya.
"Aduuh..! Shuxiang..?! Apa yang kau lakukan..?!"
"Kau Bocah Pengemis Gila..! Paling menyebalkan..! Harusnya sejak tadi kau menggunakan wanita itu..! Kau bodoh sekali..! Aku jadi tidak harus bicara panjang lebar..! Benar-benar.."
"Aduuh..! Sakit..! Kau menarik-narik rambutku.. Aah..! Kau juga bodoh karena baru menyadarinya.. Aduuh..!"
!!
Lan Guan Zhi dan yang lainnya hanya bisa melihat pertikaian kedua pemuda ini. Meski Bocah Pengemis Gila meminta pertolongan padanya--namun terlihat Xiao Shuxiang tidak ingin melepaskan pria tersebut begitu saja.
Bocah Pengemis Gila terus merintih. "Shuxiang..! Kau.. Kau mencekikku..! Jangan tarik rambutku.. Aduuh..! Lan'Er Gege, tolong bantu aku..!"
"Berteriaklah sekeras mungkin, tidak akan ada seorang pun yang bisa menyelamatkanmu. Kau sangat kelewatan..! Kau pasti sengaja, kan?!"
"Tuan Muda Xiao.." Hu Li terlihat cemas, dia melihat Tuan Mudanya mengacak-ngacak rambut Bocah Pengemis Gila, menarik telinga pria itu, dan mencekik belakang lehernya.
__ADS_1
Ling Lang Tian menggelengkan kepalanya pelan, entah mengapa kedua pemuda ini mengingatkannya pada dua ekor kucing yang selalu berkelahi ketika bertemu.
***