XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
196 - Rencana Penyerangan


__ADS_3

Xiao Shuxiang menatap sekeliling ruangan yang begitu akrab baginya. Sebuah tempat tidur dengan nuansa ungu dan hitam, dinding yang penuh dengan koleksi 999 pasang tangan bayi berusia satu tahun terawetkan dengan sangat baik.


Dia berjalan ke salah satu dinding yang di tengah-tengahnya menempel dua kepala manusia. Xiao Shuxiang memperhatikan wajah yang matanya tertutup seperti tertidur tenang ini.


Dua kepala yang menjadi penghias dinding kamar Xiao Shuxiang tidak lain adalah kepala milik kedua orang tuanya di kehidupannya yang pertama.


Dia ingat, usianya saat itu masih 7 Tahun. Eksperimen yang dilakukannya membuat ayah dan ibunya lumpuh sekaligus mengakibatkan rumahnya terbakar.


Kedua orang tuanya harus tertimpa bangunan demi menyelamatkan dirinya. Xiao Shuxiang yang saat itu kesulitan menarik tubuh kedua orang tuanya malah mengambil pedang dan menebas kepala mereka.


"Haaah.. Kupikir saat itu tubuh mereka bisa tumbuh lagi.. Ternyata tidak,"


!!


Lui Me Tian dan Wu Yu terkejut dengan wajah Xiao Shuxiang yang terlihat biasa saja, bahkan tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Kau benar-benar sudah menjadi anak yang durhaka..!"


Wu Yu memperhatikan wajah ayah dan ibu Xiao Shuxiang, dia menghembuskan napas pelan. Dirinya merasa kasihan pada dua manusia ini, mereka adalah orang tua paling tidak beruntung karena mendapat putra seperti Xiao Shuxiang.


".. Mana ada anak yang berani melakukan hal semacam ini pada orang tuanya sendiri, hanya kau..!"


"Aku berusaha menolong mereka, Paman. Usiaku saat itu 7 Tahun, apa kau pikir anak tujuh tahun bisa menyeret tubuh orang dewasa yang ditimpa atap? Hanya cara itu yang terpikirkan untuk menyelamatkan mereka … Kupikir ayah dan ibuku bisa menumbuhkan tubuhnya kembali seperti salah satu demonic beast yang pernah kulawan. Rupanya aku salah.."


Wu Yu menampar keras bokong Xiao Shuxiang, dia mengomeli keponakannya dan menyuruh pemuda tersebut memberi pemakaman yang layak pada kedua kepala manusia malang ini.


".. Mereka sudah menderita sangat lama karena memiliki anak seperti dirimu. Sudah saatnya kau melepaskan mereka, apa lagi yang kau inginkan?"


Wu Yu dan Lui Me Tian sering datang ke kamar ini untuk melihat wajah orang tua keponakan angkat mereka. Meski merasa kasihan, namun tidak ada dari mereka yang berani menyentuh barang-barang pribadi milik pemuda ini.


Xiao Shuxiang menatap lama wajah ayah dan ibunya sebelum warna matanya berubah merah. Kepala kedua orang tuanya seketika menjadi butiran debu bersamaan dengan darah segar mengalir di salah satu sudut bibir Xiao Shuxiang.


?!

__ADS_1


"Xiao'Er..!"


"Bukan masalah, Bibi. Setidaknya dengan ini aku tahu, kekuatanku tidak sepenuhnya menghilang.. Hanya tersegel oleh akar Dantianku.." Xiao Shuxiang menyentuh salah satu tangan bayi di depannya dengan lembut tanpa menatap ke arah Wu Yu dan Lui Me Tian yang tanpa sadar menahan napas.


".. Membunuh seseorang dengan memakai tatapan mata saja sangat tidak menyenangkan walau Xiao Shuxiang punya kekuatan itu. Aku lebih suka memakai tanganku sendiri karena lebih mendebarkan,"


Warna mata Xiao Shuxiang kembali seperti semula, dia lalu berjalan ke arah tempat tidurnya dan mulai bergelut dengan bantal besar kesayangannya.


Tingkah Xiao Shuxiang sekarang malah mirip seperti anak kecil yang melihat mainan baru, dia berguling-gulingan di tempat tidurnya tanpa rasa malu dilihat oleh Wu Yu dan Lui Me Tian.


Bau tempat tidur dan bantalnya masih sama, begitu bersih tak berdebu. Saking nyamannya, dalam tiga tarikan napas Xiao Shuxiang sudah tertidur pulas.


"Bocah ini.. Sifatnya seperti badai. Tindakannya tadi bagai peringatan bahwa kau tidak boleh meremehkannya,"


"Itu juga peringatan untukmu..! Ayo pergi, biarkan Xiao'Er istirahat."


Lui Me Tian dan Wu Yu berjalan keluar, keduanya masih harus membicarakan masalah keamanan Xiao Shuxiang.


Kedatangan manusia ke Dunia Demon sangat langka, mustahil tidak ada fenomena yang terjadi saat manusia datang ke tempat ini.


Lui Me Tian mengajak Wu Yu ke salah satu ruangan miliknya sambil menceritakan sembilan gerbang penghubung Dunia Demon dan Dunia Manusia.


".. Dia sendiri tidak tahu tentang gerbang penghubung itu. Namun, kemampuannya yang bisa datang kapan saja ke dunia ini tanpa melewati salah satu gerbang sudah sangat berbahaya.."


Wilayah Lembah Neraka yang berada di perbatasan Tiga Gunung Kaisar merupakan tempat kekuasaan Demonic Beast berwujud Kerbau Sisik Ular.


Dia adalah demonic beast yang haus akan kekuasaan dan menjadi saingan terkuat Wu Yu. Berhasrat menguasai Tiga Gunung Kaisar serta Dunia Manusia.


Sebagian besar kekacauan di Dunia Demon merupakan ulahnya. Bahkan ada satu waktu di mana awan merah muncul di langit malam, dan membuat kekuatannya berlipat-lipat ganda.


Langit sangat tidak adil, memberikan Demonic Beast tersebut kekuatan sekaligus membuka jalan menuju keinginannya. Salah satu gerbang penghubung dua dunia muncul tepat di wilayah kekuasaannya.


Meski tersegel kuat, tapi tidak menutup kemungkinan dirinya bisa membuka segel itu. Apalagi beberapa kali terakhir pintu gerbang tersebut bergetar hebat sambil mengeluarkan cahaya.

__ADS_1


".. Beruntung monster itu belum tahu bahwa penyebab dari getaran gerbang memiliki hubungan dengan kedatangan Xiao'Er. Bocah manusia ini akan berada dalam bahaya jika sampai ketahuan,"


Lui Me Tian tidak meragukan kemampuan Xiao Shuxiang andai kekuatan manusia tersebut kembali seperti dahulu. Tetapi kini, meski dia tak meremehkan Xiao Shuxiang.. Namun keponakannya benar-benar bisa mati jika bertarung dengan Demonic Beast penguasa Lembah Neraka.


Lui Me Tian dan Wu Yu terlalu serius membahas tentang Xiao Shuxiang hingga mereka tidak menyadari sedang dimata-matai saat ini.


Setiap makhluk dapat berkembang, begitu juga dengan penguasa Lembah Neraka. Selama ini.. Semua kekacauan yang diperbuatnya hanyalah pengalihan agar dirinya dapat menyelundupkan mata-mata di wilayah Tiga Gunung Kaisar.


Gunung Kaisar Putih sangat sulit ditembus, namun tidak untuk dua lainnya. Buktinya, penguasa Lembah Neraka saat ini mampu mendengar jelas percakapan Lui Me Tian dengan Wu Yu.


Mata-mata kirimannya merupakan seekor lalat yang dapat berubah menjadi debu dan menghilangkan hawa keberadaannya.


Apalagi untuk semakin menyempurnakan penyamarannya, mata-mata serangga tersebut dibekali dua puluh lima segel pelindung berlapis, sudah jelas Wu Yu dan Lui Me Tian tidak akan menyadarinya.


".. Manusia yang bisa datang kapan saja ke tempat ini, hm? Aku memang pernah mendengar itu.. Dalam catatan yang ditinggalkan guruku.. Xiao Shuxiang.. Pemilik Kunci Sembilan Gerbang.."


Sebuah senyuman lebar nampak jelas pada wajah hitam monster kerbau, memiliki badan manusia tegap dengan otot yang begitu besar.


Mulut condong ke depan dengan tanduk hitam berkilau. Begitu tajam bahkan rambut jatuh pun akan terpotong bila bersentuhan pelan dengan tanduk monster ini.


".. Beritahu yang lain untuk segera bersiap, dua Gunung Kaisar akan kita taklukkan sebentar lagi,"


Nan Shui Gong memberi perintah pada salah satu pengikutnya, dia saat ini berada dalam ruangan berdinding batu hitam dengan sepuluh tengkorak berapi sebagai penerang.


Tidak hanya Nan Shui Gong, tetapi juga dua pengikut serta kakek tua berseragam serba putih yang sangat mirip dengan manusia sepuh juga ada.


"Yang Mulia, kau sudah lama bertapa hingga hanya tahu nama manusia rendahan itu. Tapi kuberitahu padamu, jangan pernah meremehkan dirinya. Catatan yang ditinggalkan gurumu, walau tidak banyak, namun berguna bagimu."


Nan Shui Gong mengangguk saat mendengar ucapan pria sepuh di sampingnya, ".. Aku jadi penasaran dengan wajahnya. Kuharap dia tampan, jadi aku bisa lebih semangat merusak dan mencabik-cabik wajahnya.."


Tawa licik Nan Shui Gong terdengar, tatapan mata penuh kilat dan hasrat membunuh yang sangat kuat membuat pria sepuh di sampingnya tersenyum penuh arti.


Mereka sudah mempersiapkan semuanya, dan langit membantu mereka. Penaklukan Wilayah Dua Gunung Kaisar akan menjadi awal dari rencana besar mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2