
"Semakin lama, rasanya semakin panas. Kita berhenti dulu sejenak,"
Lan Guan Zhi, Hu Li, dan Xiao Qing Yan segera menarik tali kekang kuda mereka saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Mereka kini berada di atas jembatan kayu, tepatnya di jarak 18 meter dari panjang jembatan yang keseluruhannya sekitar 30 meter.
Jembatan ini terbuat dari balok-balok pohon kelapa yang berusia tua, dililit oleh akar pohon merambat yang terlihat masih hidup. Bisa di pastikan dari daun-daun kecil pada sisi kanan dan kiri jembatan.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya berada di ketinggian 50 meter, angin yang berhembus merupakan angin panas dan beberapa waktu bisa berhembus kencang. Deruan angin bisa menutupi seruan seseorang dan tentu ini akan menganggu.
Untung saja jembatan tersebut kuat dari terpaan angin, juga akar menjalar di kedua sisinya menjadi pelindung bagi Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
"Tuan Muda, ada apa? Kita tidak boleh berhenti di jembatan seperti ini.."
Xiao Shuxiang turun dari kudanya dan kemudian menyuruh Bocah Pengemis Gila untuk ikut turun. Dia mengatakan pada Hu Li bahwa kuda mereka tidak akan kuat dengan hawa panas di tempat ini.
".. Kita lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki,"
Lan Guan Zhi mengangguk setuju, dia mulai turun dari kudanya, disusul oleh Xiao Qing Yan, dan Hu Li. Keempat kuda tersebut hanyalah hewan biasa dan jelas mereka tidak sanggup ke tempat yang begitu panas, apalagi sambil membawa orang.
Nyawn rrrr..!
Lan Xiao mengusap-usapkan kepalanya di kaki kanan Lan Guan Zhi, dia mengeluarkan suara dengkuran dan mulai berputar, tingkahnya membuat Xiao Shuxiang serta yang lain menatapnya.
Semakin lama, tubuh Lan Xiao kian membesar. Kakinya mulai berjalan di udara dan semakin naik. Suara dengkurannya yang mirip anak kucing mulai berubah berat, tubuhnya pun menjadi Harimau Dewasa.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi mengerti bahwa Lan Xiao berniat memberi tumpangan untuk membawa mereka ke Lembah Batu Api. Segera Xiao Shuxiang memasukkan keempat kuda tunggangan mereka ke dalam Gelang Semesta miliknya.
"Di-Dia Monster Yang Besar..!" Bocah Pengemis Gila merangkul lengan Xiao Shuxiang, matanya terlihat terbelalak menyaksikan perubahan seekor anak kucing menjadi harimau setinggi sepuluh meter yang nampak melayang di atasnya.
Dia lebih terkejut dengan perubahan Lan Xiao daripada kuda yang dia tunggangi menghilang. Bocah Pengemis Gila memang sudah biasa melihat benda tiba-tiba menghilang dalam sekejap mata, itu salah satu dari hal aneh yang bisa kultivator lakukan.
Xiao Shuxiang sendiri merasa heran dengan tingkah pemuda yang merangkul lengannya ini. Bukankah di Hutan Hujan Bunga Lan Xiao sudah menunjukkan kemampuanya mengubah ukuran tubuh? Tapi kenapa Bocah Pengemis Gila masih saja terkejut dan takut?
"Haaah.. Kenapa harus ada manusia sepertimu di dunia ini..?"
"Uhm, kau bilang apa..?"
Xiao Shuxiang mengusap wajahnya pelan saat Bocah Pengemis Gila yang selain penuh riasan dan dia seorang homo, ternyata dirinya juga punya gangguan pendengaran.
"Kenapa Lan Zhi harus mengajak orang ini? Aku benar-benar ingin melemparnya sekarang juga selagi masih di tengah jembatan," Xiao Shuxiang meniup rambut poni depannya, andai bukan karena Lan Guan Zhi.. Sudah sejak tadi dia menendang pemuda ini.
?!
Lan Guan Zhi mulai melompat naik dan berdiri tepat di atas punggung Harimau Bulan. Hu Li menggendong Xiao Qing Yan dan mengikuti Lan Guan Zhi. O Zhan nampak berada di atas kepalanya.
Nyan..!
Lan Xiao meminta Xiao Shuxiang untuk naik ke punggungnya. Induknya tersebut merangkul pinggang Bocah Pengemis Gila dan segera melompat.
Kaki Xiao Shuxiang menapak dengan mulus di punggung Lan Xiao. Setelah mengatur posisi duduk.. Harimau Bulan mulai membawa mereka terbang.
Xiao Qing Yan berada di depan, Hu Li duduk di belakangnya. Bocah Pengemis Gila berada di tempat yang ketiga, di belakangnya duduk Xiao Shuxiang. Dan untuk Lan Guan Zhi, dia terlihat berdiri tenang di belakang temannya.
Lan Xiao tidak bisa membawa mereka terus terbang seperti ini, karena sebagai seekor Demonic Beast.. Dia juga membutuhkan Qi. Terlalu lama terbang di tempat yang Qi alamnya tak bisa dihisap akan membuat Lan Xiao kesulitan.
"He-hebat sekali..! Ini keren..! Aku tidak pernah menunggang kucing besar seperti ini..! Benar-benar hebat..!"
Hanya Bocah Pengemis Gila yang sejak tadi terus berseru kesenangan tiada henti. Udara panas sama sekali tidak terasa, malahan dirinya merasakan seperti diterpa angin sejuk.
Bukan hanya dirinya, tetapi Xiao Qing Yan dan yang lainnya juga merasa demikian. Ini semua karena suhu dingin yang dikeluarkan Xiao Shuxiang.
Pemuda berpakaian serba hitam tersebut menggunakan Pernapasan Udara dan mengubah udara panas menjadi udara dingin. Karena tingkat praktiknya yang tinggi.. Dia jadi bisa mendinginkan semua teman-temannya termasuk Lan Xiao.
Menggunakan Teknik Pernapasan sebenarnya tidak membutuhkan Qi, namun untuk sekarang Xiao Shuxiang menggabungkannya karena dia merasa ini memang harus dilakukan agar udara dingin yang dihasilkannya tetap bertahan dan tak bercampur dengan udara panas.
!!
"Coba lihat itu..!"
Bocah Pengemis Gila menepuk pundak Hu Li dan kemudian menunjuk ke bawah. Dia mendapat cubitan dari Xiao Shuxiang yang langsung menegurnya.
"Tidak ada apapun selain asap tebal di bawah sana, apa yang ingin kau perlihatkan?"
Bocah Pengemis Gila merintih beberapa saat kemudian menjawab pertanyaan Xiao Shuxiang dengan ekspresi bibir manyun, "Um.. Tentu saja asapnya.."
...
"Hmmh, kau tahu? Dirimu itu sangat menganggu, tanganku gatal ingin menjatuhkanmu dari sini. Jadi sebaiknya kau jangan banyak bicara atau aku benar-benar akan kehilangan kesabaran.."
Bocah Pengemis Gila menggelembungkan pipinya saat mendapat rutukan dari Xiao Shuxiang. Dia memeluk erat Hu Li hingga membuat pemuda tersebut tersentak dan berwajah pucat seketika.
!!
Dalam hati, Hu Li ingin berteriak. Dia sejak awal sudah tidak nyaman dengan kehadiran Bocah Pengemis Gila. Dirinya khawatir pemuda yang memakai riasan tidak karuan tersebut akan menodai tidak hanya dirinya, tetapi juga Tuan Muda Xiao-nya, dan Lan Guan Zhi. Baginya, tak ada yang lebih buruk dari seorang pria homo.
..
Terbang di atas sebuah lembah yang amat luas dan berasap putih tebal jelas merupakan pemandangan pertama yang dirasakan Xiao Qing Yan. Namun dirinya tidak sampai seheboh Bocah Pengemis Gila.
Asap tebal ini berasal dari batu-batu yang terbakar di lembah. Banyak sekali bebatuan di tempat tersebut dan nuansa hitam kemerahan adalah pemandangan yang akan menyambut Xiao Shuxiang serta teman-temannya.
Lembah Batu Api sebenarnya sangat jarang dikunjungi karena hawa yang dihasilkan bebatuan di sini sangatlah panas.
Bahkan, jika ada Demonic Beast berusia 2000 Tahun yang terbang di ketinggian 40 meter dari Lembah Batu Api.. Binatang tersebut akan langsung kehilangan nyawanya.
Meski demikian, ada juga pepohonan yang dapat tumbuh subur meski setiap harinya dikelilingi oleh udara panas dari lembah.
Mereka adalah tumbuhan yang telah mengalami penyesuaian terhadap kondisi sekitar, akar yang merambat dan memperkuat jembatan tempat Xiao Shuxiang menyeberang merupakan salah satunya.
"Apa kalian juga merasakannya?"
Xiao Shuxiang tiba-tiba saja bersuara, pertanyaannya membuat Lan Guan Zhi, Hu Li, dan Xiao Qing Yan bersikap waspada. Dengan perlahan.. Harimau Bulan mulai memasuki asap putih tebal.
__ADS_1
Apa yang dirasakan Xiao Shuxiang tidak lain adalah reaksi dari Gerbang Dunia dan juga Demonic Beast penjaga gerbang tersebut.
Gerbang Dunia di Lembah Batu Api memiliki ukuran lebih besar dari yang pernah Xiao Shuxiang temui. Gerbang itu setinggi 9 meter dan lebar 5 meter, berwarna hitam serta diselimuti api yang membara.
Ada hewan melata yang nampak bergerak mengelilingi gerbang tersebut. Tempat begitu panas ini.. Jika ada binatang yang hidup, maka jelas mereka akrab dengan api.
Ssssrrk..!
Dari tengah, tubuh hewan itu nampak gemuk, berwarna hitam dengan urat-urat semerah darah yang mengelilingi tubuhnya. Dia memiliki panjang 7 meter dan memakai perut untuk bergerak.
Jika dari atas, tubuh binatang tersebut mirip sekali dengan ulat sagu, namun yang aneh adalah.. Dia mempunyai sepasang tangan manusia dengan panjang sekitar 2 meter.
Bukan hanya tangan, hewan menggelikan tersebut bahkan memiliki kepala manusia, wujudnya mirip kepala bayi, matanya hitam dengan pupil berwarna merah. Dia adalah Demonic Beast yang bisa disebut Bayi Ulat Api.
Saat ini, Demonic Beast berusia 4000 Tahun tersebut sedang memangsa Demonic Beast yang lain, seekor laba-laba berpunggung tengkorak.
Suara seperti tulang diremukkan terdengar berirama dengan semburan api yang muncul dari sela-sela bebatuan. Xiao Shuxiang dan teman-temannya yang masih di udara bahkan dapat mendengar suara tersebut.
!!
Bayi Ulat Api segera menoleh dan menatap asap tebal yang seakan menutup langit. Dia merasakan ada sesuatu yang mendekat ke arahnya. Dirinya langsung menggertakkan gigi dan mencakar-cakar bebatuan di dekatnya.
Grrrr.. Grraaaw..!
!!
Seberkas cahaya terlihat di antara kepulan asap, detik berikutnya cahaya tersebut melesat ke arah dirinya. Bayi Ulat Api tahu itu serangan. Tangan kanannya yang panjang segera meraih sebuah batu besar dan melemparnya ke udara.
BAAAM!
Batu itu langsung hancur berkeping-keping dan cahaya misterius yang dilihatnya merupakan pelaku dari hancurnya batu berselimut api itu.
!!
TRAAANG!
Sebuah pedang berbenturan kasar dengan lengan kiri Bayi Ulat Api. Orang yang menyerangnya tidak lain adalah Lan Guan Zhi, kultivator berpakaian putih dengan sebuah pita panjang terikat di dahinya.
Di udara, Lan Xiao terlihat bersama Xiao Shuxiang, Hu Li, Xiao Qing Yan, Bocah Pengemis Gila, dan juga O Zhan. Dia membawa teman-temannya untuk semakin turun namun tak sampai ke tempat Lan Guan Zhi yang sedang bertarung.
"Awalnya aku terkejut dia melompat dengan tiba-tiba, orang itu sangat hebat..! Dia pemuda yang hebat..!"
Bocah Pengemis Gila berseru kegirangan, dia begitu kagum pada Lan Guan Zhi. Tingkahnya yang tak bisa diam ini membuat Xiao Shuxiang dan Hu Li hampir jatuh dari punggung Lan Xiao.
Trang!
"Kau kenapa tidak turun dan tunjukkan kehebatanmu? Kau kan pendekar sama seperti pemuda tampan itu," Bocah Pengemis Gila menyikut pelan Xiao Shuxiang, dia menyuruh agar pemuda ini turun dan ikut bertarung melawan Demonic Beast tersebut.
"Kalau aku turun, maka kau akan mati kepanasan. Lihat saja dulu, Lan Zhi pasti bisa mengatasinya,"
Xiao Shuxiang mengawasi terus pertarungan temannya sambil memperhatikan kondisi sekitar, karena bisa saja ada Demonic Beast selain yang dirinya lihat ini.
Trang
TRAANG!
Graanw..!
Bayi Ulat Api memang memiliki kepala dan wajah seperti manusia, tetapi dia masih belum dapat bicara. Meski bertubuh gemuk, nyatanya kulit tubuhnya yang lembut membuat pedang Lan Guan Zhi kesulitan memberi sayatan apalagi sampai tebasan.
TRAANG!
Hanya tangan dan kepala Bayi Ulat Api yang keras, sehingga saat berbenturan dengan pedang Lan Guan Zhi akan menghasilkan suara khas mirip dua pedang yang saling berbenturan.
Graaaanw..!
!!
Lan Guan Zhi melompat ke belakang dan melayang di udara, dia memang belum pernah memijakkan kakinya pada bebatuan di lembah ini. Dirinya jelas sedang memakai cukup banyak Qi.
Shǎndiàn mulai di selimuti asap tipis berwarna putih bercampur keemasan. Dalam hitungan detik Lan Guan Zhi kembali melakukan serangan dan kali ini suara yang dihasilkan mirip dengan gemuruh petir.
GRAAANW!
Bayi Ulat Api seperti diterjang lima petir secara sekaligus, tubuhnya nyeri dan dia harus rela kehilangan satu lengannya. Lan Guan Zhi ternyata berhasil memberinya luka.
Xiao Shuxiang yang berada di punggung Hu Li bisa mengetahui bahwa Demonic Beast yang dilawan temannya mulai menampakkan aura kemarahan.
Masalahnya, belum sempat dirinya mengeluarkan suara.. Hal yang tak pernah diduga terjadi.
Bocah Pengemis Gila yang begitu senangnya melihat Lan Guan Zhi bertarung tidak sengaja merentangkan tangan hingga membuat Xiao Shuxiang terjatuh dari punggung Harimau Bulan.
!!
Hu Li, O Zhan, Xiao Qing Yan, dan Lan Xiao sendiri nampak terkejut dengan apa yang terjadi. Sementara Bocah Pengemis langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan sebagai bentuk kekagetannya.
"Tuan Muda Xiao..!"
Nyan..!
Belum hilang rasa keterkejutan mereka, Hu Li dan Lan Xiao kembali dikejutkan dengan serangan dari Bayi Ulat Api pada Lan Guan Zhi malah mengarah pada Xiao Shuxiang.
!!
Tidak sempat menghindar, Xiao Shuxiang terkena semburan asam berwarna hitam pekat yang dikeluarkan Bayi Ulat Api. Lan Guan Zhi jelas tersentak dengan apa yang terjadi.
Nyan..!
Lan Xiao ingin turun, namun melihat Xiao Shuxiang keluar dari cairan asam tersebut membuatnya mengurungkan niat. Dia memperhatikan bagaimana induknya menyerang Demonic Beast tersebut.
TRAANG!
__ADS_1
Pertarungan jadi semakin cepat semenjak Xiao Shuxiang bergabung. Pemuda berpakaian serba hitam itu menyerang dengan memakai tangan kosong, namun setelah beberapa saat.. Dia segera mengeluarkan Yīng xióng.
!!
Saat pedangnya membentur kulit tubuh Bayi Ulat Api, seketika itu juga dirinya tersentak. "Apa-apaan dengan hewan ini?! Kulitnya terlihat lunak, tapi kenapa sulit sekali menebasnya?!"
"Menghindar,"
!!
Xiao Shuxiang segera melompat mundur saat mendengar ucapan Lan Guan Zhi. Dia berhasil menghindari semburan api yang seketika keluar dari tubuh Bayi Ulat Api.
Xiao Shuxiang melayang di samping Lan Guan Zhi, keduanya seperti memikirkan cara melawan Demonic Beast di depan mereka. Ini semua dikarenakan Bayi Ulat Api cukup menyulitkan.
"Kita harus selesaikan ini. Apa kau masih sanggup?"
"Mn,"
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi kembali melesat dengan pedang pusaka masing-masing. Keduanya bekerja sama menyerang Bayi Ulat Api dari sisi yang berseberangan.
TRAANG!
Meski tangan Bayi Ulat Api telah ditebas oleh Lan Guan Zhi, tetapi dirinya masih bisa bertarung. Dia kembali menyemburkan asam dari mulut.
Dirinya tidak bisa melompat seperti Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi, bisa dibilang dengan tubuh besarnya--dia tak mampu menghindari serangan kedua kultivator ini. Dia hanya mampu menangkisnya saja.
Grrraaanw..!
Lan Guan Zhi mengalirkan Qi pada Shǎndiàn, bersamaan dengan Xiao Shuxiang yang merasakan Yīng xióng bergetar.
Bayi Ulat Api segera menyelimuti tubuhnya dengan kobaran api yang sangat panas. Api tersebut mengandung asam hingga dalam jangkauan sepuluh meter.. Demonic Beast seusianya bisa tewas seketika.
Sayangnya itu tidak berlaku pada Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi. Kedua pemuda tersebut menyelimuti tubuh mereka dengan Qi.
Ini memang pemborosan, namun baik Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi memiliki pemikiran yang sama. Tujuan mereka ada di depan mata, jadi sudah seharusnya mengerahkan semuanya sekarang.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi melesat bersamaan. Sekali ayunan Shǎndiàn menghasilkan lima buah petir yang langsung berbenturan dengan serangan Yīng xióng.
Pedang Xiao Shuxiang itu sebelumnya sudah menghisap Pedang Tebasan Bulan, sehingga satu ayunan dapat menciptakan 5 sampai 10 serangan.
GRAAAANW..!
Bayi Ulat Api benar-benar tak berdaya setelah mendapat serangan secara sekaligus. Tubuhnya yang sulit digores kini seperti mendapat tebasan hingga memuncratkan cairan hijau.
BLAAAAR!
Lima petir yang dari pedang milik Lan Guan Zhi menghanguskan tubuh Bayi Ulat Api hingga ke tulang, dan serangan dari Xiao Shuxiang membuat tubuhnya terpotong menjadi beberapa bagian.
Bayi Ulat Api sebenarnya dapat kembali hidup meski tubuhnya menjadi kepingan, namun karena efek dari Yīng xióng.. Dia tidak akan bisa memulihkan tubuh lagi.
Yīng xióng menahan regenerasi tubuh Bayi Ulat Api dan menjadikan Demonic Beast tersebut menjadi gumpalan daging. Efek serangannya bersatu dengan efek pedang Lan Guan Zhi.
Yīng xióng kembali dimasukkan ke dalam Gelang Semesta. Lan Xiao yang melayang di udara perlahan turun.
Semenjak Xiao Shuxiang terjatuh dari punggungnya.. Dia menggunakan Qi untuk mendinginkan Hu Li, Xiao Qing Yan, O Zhan, dan Bocah Pengemis Gila.
"Ini semua salahmu, aku terpaksa harus ikut bertarung gara-gara kau." Xiao Shuxiang menyalahkan Bocah Pengemis Gila karena berani menjatuhkannya dari punggung Lan Xiao.
"Tapi.. Aku tidak sengaja. Lagi pula kau orang hebat, jadi kupikir kau bisa terbang.."
"Memang iya, namun itu akan membuang-buang tenaga. Tanah di benua ini tidak menguntungkan bagi orang-orang sepertiku,"
Melihat temannya mulai merutuk.. Segera Lan Guan Zhi menghentikannya. Mereka harus segera menyelesaikan misi dan pergi dari tempat ini sesegera mungkin.
Xiao Qing Yan, "Kalian terlalu cepat menyelesaikan pertarungan. Aku jadi tidak bisa ambil bagian,"
Meski Hu Li tersentak mendengar ucapan Xiao Qing Yan.. Namun sebenarnya dia juga setuju. Kalau begini, dirinya sama sekali tidak berbuat apapun untuk membantu Tuan Muda Xiao-nya.
Pii..!
"O Zhan, kau tidak perlu protes. Tempat ini sangat panas dan akan menyulitkan kalian. Tetap bersama Lan Xiao adalah pilihan yang tepat, kalian juga sudah banyak membantu,"
Xiao Shuxiang melangkah menuju Gerbang Dunia yang Kelima. Dia menggunakan Pernapasan Air untuk menciptakan sebuah asap tebal yang menutupi penglihatan teman-temannya.
!!
Xiao Shuxiang tidak memberi peringatan sebelumnya hingga tindakannya itu membuat Hu Li dan yang lainnya terkejut. Dia, Lan Guan Zhi, Xiao Qing Yan, dan Bocah Pengemis Gila secara spontan menggunakan lengan untuk menghalau asap. Sementara Lan Xiao dan Hu Li memakai ekor mereka.
Tindakan Xiao Shuxiang tidak lain adalah agar teman-temannya tak bisa melihat dirinya menyegel Gerbang Dunia. Setelah selesai, asap buatan tersebut perlahan memudar.
Bocah Pengemis Gila nampak terbatuk, ".. Kau sangat keterlaluan, benar-benar keterlaluan. Kenapa kau harus melakukan itu?"
"Aku tidak harus menjelaskannya padamu. Daripada memikirkan itu, lebih baik kita pulang. Sebelum ada monster lain yang datang kemari,"
Xiao Shuxiang mulai membentuk segel Cermin Pemindah miliknya. Ukuran dari Cermin tersebut mampu dimasuki oleh Lan Xiao meski dia membawa Hu Li, Xiao Qing Yan, dan Bocah Pengemis Gila di punggungnya.
"Lan Zhi, kenapa kau tidak masuk? Ayo pulang,"
Xiao Shuxiang melihat Lan Guan Zhi hanya berdiri sambil memperhatikan Cermin Pemindah miliknya. Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan temannya ini karena ekspresi wajahnya tetap saja datar.
"Cara tercepat untuk pulang.." Lan Guan Zhi berjalan lebih dulu dan mulai masuk ke dalam Cermin Pemindah. Ucapannya barusan membuat Xiao Shuxiang tersenyum.
"Tentu saja. Ini salah satu kemampuan paling kusukai selain memasak,"
Segel Cermin Pemindah memang sangat berguna untuk Xiao Shuxiang. Dengan meletakkan segel di tempat ini.. Dia jadi bisa datang lagi ke Lembah Batu Api dengan memakai Cermin Pemindah.
Saat ini, dia memang hanya bisa berpindah tempat ke lokasi yang sudah dia tandai sebelumnya. Dan sekarang saat memasuki cermin miliknya.. Dalam waktu yang sangat singkat mereka kini tiba di Sekte Pagoda Langit.
Saat menginjakkan kaki pertama kali.. Lan Xiao segera menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan kamar tempat Xiao Shuxiang tidur, ini agar dirinya tidak merusak apapun.
Hu Li berada di belakangnya, disusul oleh Xiao Qing Yan dan Bocah Pengemis Gila. Kamar yang sebelumnya sunyi kini mulai dipenuhi oleh teman-teman Xiao Shuxiang.
__ADS_1
***