XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
397 - Pulau Pagoda Tingkat Seratus


__ADS_3

Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan air. Tanaman bunga lotus tidak lagi terlihat, ini membuat Xiao Shuxiang mulai merasakan kejenuhan.


Perbincangannya dengan Bocah Pengemis Gila sudah lama berakhir. Pemuda itu sekarang sedang tidur di samping Lan Xiao dan O Zhan, dia seperti kehabisan tenaga karena terus bicara.


"Kucing Putih, sebaiknya kau juga tidur. Pelayaran ini masih sangat lama, aku akan mencari cara agar kita bisa berlabuh secepatnya.." Xiao Shuxiang berdiri, dia berjalan ke arah Hu Li untuk memeriksa keadaan temannya tersebut.


Ling Qing Zhu menjawab ucapan Wali Pelindungnya dengan gumaman pelan. Dibandingkan tidur, dia lebih memilih memoles bilah pedang pusakanya sebagai persiapan untuk pertarungan nanti.


Lan Guan Zhi yang sebelumnya duduk dengan tenang mulai ingat sesuatu. Gelang Semesta Xiao Shuxiang masih ada pada dirinya, dia lalu berdiri dan kemudian menghampiri teman baiknya itu.


Hu Li masih setia mendayung perahu, dia sesekali memperhatikan Xiao Qing Yan yang tertidur dengan posisi duduk sambil bertopang pada katana miliknya.


Xiao Shuxiang, "Apa kau lelah Hu Li? Bagaimana jika aku menggantikanmu,"


"Tidak perlu Tuan Muda, saya masih sanggup. Anda sebaiknya ikut tidur saja," Hu Li berujar lembut, dia sesekali mengedarkan pandangannya ke sekitaran sambil tetap mendayung.


Xiao Shuxiang tidak mau tidur, dia akan sulit dibangunkan nantinya. Jauh lebih baik, bila dia memilih membantu Hu Li dengan memakai Teknik Pernapasan Airnya hingga pergerakan perahu ini menjadi semakin cepat.


?!


Hu Li tersentak, "Tuan Muda Xiao. Kenapa Anda tidak melakukannya sejak tadi?"


"Mn? Karena kupikir kau senang mendayung, aku jadi tidak ingin menganggumu."


!!


Begitu polosnya jawaban Xiao Shuxiang hingga membuat Hu Li nyaris menendang bokong Tuan Mudanya ini. Dia mengembuskan napas pelan dan lebih memilih untuk tidak mendayung lagi.


Lan Guan Zhi memanggil Xiao Shuxiang dan meminta agar teman baiknya mengambil kembali Gelang Semesta yang ada padanya. Koki Alkemis itu mengangguk dan segera memegang tangannya.


Di balik lengan pakaian Lan Guan Zhi, ukiran kuno berwarna hitam yang melingkar di lengan kirinya perlahan berubah warna menjadi kuning emas.


Ukiran itu lalu menyebar dan kemudian bergerak turun ke tangannya hingga mulai berpindah tempat ke lengan kanan Xiao Shuxiang.


Gelang Semesta memang pusaka yang luar biasa dan hanya Xiao Shuxiang yang dapat memindahkannya ke tangan orang lain serta mengambilnya kembali.


Koki Alkemis itu mulai mengeluarkan Teknik Pernapasan Airnya untuk mendorong perahu agar semakin cepat melaju. Dengan ini, maka tidak butuh waktu berhari-hari bagi dia dan teman-temannya untuk bisa sampai ke tempat tujuan mereka.


*


*


Pulau Pagoda Tingkat Seratus sebenarnya adalah tempat tinggal Demonic Beast berwujud kucing. Karena kekuatan Qian Kun, para Demonic Beast ini telah memiliki wujud manusia mereka.


Demonic Beast itu mempunyai tubuh seperti anak kecil, berusia sekitar 8 hingga 13 Tahun. Mereka memiliki mata berwarna hitam kelam dan lebih mirip sebuah lubang di angkasa luar. Seseorang bisa saja mati ketakutan bila melihat mata para Demonic Beast di tempat ini.


Seorang anak perempuan berambut hitam panjang menghampiri Miao Gang dan menanyakan keberadaan Qingyu Mao, dia tidak percaya bila Qingyu Mao bisa mati begitu saja.

__ADS_1


"Tuan Qian Kun mengatakan hal yang menyedihkan.. Roh Qingyu Mao dibebaskan oleh pusaka suci. Dia tidak bisa dihidupkan kembali.." Miao Gang berujar lirih sambil mengusap lembut boneka kain miliknya, ".. Aku sangat sedih dan terluka sekali.. Aku tidak bisa berhenti menangis,"


"Benarkah?" anak perempuan itu malah tersenyum mendengarnya, "Bukankah itu artinya kekuatan Qingyu Mao akan jatuh ke tanganku? Aku adalah kesayangan Tuan Qian Kun setelah kucing gila itu.. Tetapi karena Qingyu Mao sekarang sudah tidak ada, maka sekarang akulah yang berada di posisi pertama,"


Anak perempuan yang nampak berusia 10 Tahun ini bernama Meili Mao, dia Demonic Beast yang sama gilanya dengan Qingyu Mao dan mungkin saja lebih daripada itu.


"Di mana Tuan Qian Kun sekarang? Aku ingin bertemu dengannya," Meili Mao mengibaskan pelan rambutnya tanpa memudarkan senyumannya sedikit pun.


Orang yang dia cari saat ini berada di lantai sepuluh Pagoda Tingkat Seratus dan sedang berdiri di hadapan sesosok makhluk yang menyerupai asap berwarna putih keperakan.


Qian Kun masih tetap memakai topeng rubahnya, dia meminta sosok tersebut untuk mulai bersiap karena mereka akan kedatangan tamu yang istimewa.


Asap putih keperakan itu tidak mengatakan apa pun, tetapi pergerakannya yang tidak seperti biasa menandakan bahwa dia mengerti ucapan Qian Kun.


Dirinya memang sedang menunggu seseorang, sosok yang kotor dan layak disucikan olehnya. Dia sudah tidak sabar melenyapkan orang itu dan mengirimnya pada kematian.


*


*


Sebenarnya butuh waktu sekitar empat hari untuk menyeberangi danau dan sampai di Pulau Pagoda Tingkat Seratus, tetapi Xiao Shuxiang mampu membuat perahu yang dia dan teman-temannya tumpangi tiba di pulau dalam waktu dua hari.


Ketika perahu mereka berlabuh, hari sudah senja. Xiao Shuxiang dan yang lainnya disambut oleh sekitar 50 anak berbagai usia dengan beberapa di antara mereka yang mempunyai telinga kucing.


!!


Dengan segera dia mengeluarkan Yīng xióng dan menerjang ke arah para Demonic Beast itu. Pertarungan berlangsung sengit dengan ikut bergabungnya teman-teman Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila menahan serangan dari dua orang anak menggunakan tongkat bambunya, dia lalu memberi tendangan pada mereka dan mulai merutuk kesal.


"Tidak ada angin, tidak ada hujan, kenapa sambutan mereka seburuk ini? Kita bahkan belum saling menyapa, apalagi mengenal satu sama lain-"


"Apa itu penting sekarang?" Xiao Shuxiang segera memotong rutukan dari Bocah Pengemis Gila, "Kau harusnya sadar bahwa bila mendatangi tempat semacam ini.. Kita tidak akan disambut baik."


Xiao Shuxiang menusuk salah satu tubuh seorang anak dan dengan cepat Yīng xióng menghisap daging serta darah anak tersebut. Dirinya lalu melesat ke arah lainnya.


Grrrr..!


Lan Xiao mengubah ukuran tubuhnya dan hendak menyemburkan angin untuk membuat terpental lawan-lawannya. Namun sebelum dia melakukannya, dua ekor kucing raksasa datang entah dari mana dan kemudian menerkamnya.


Pii..!


O Zhan melihat temannya dalam bahaya, segera dirinya membantu Lan Xiao walau dia belum bisa mengubah tubuhnya menjadi ukuran yang besar.


Hu Li sendiri bertarung melawan lima orang anak secara sekaligus, dirinya nampak kesulitan dan seakan menghindari menatap mata anak-anak ini.


Xiao Qing Yan menggertakkan giginya, "Mereka sangat sulit dilawan! Bagaimana ini?!"

__ADS_1


"Hmph. Kau yang paling lemah."


!!


Xiao Qing Yan tersentak kala salah satu anak mulai bersuara, dirinya lengah hingga terkena cakaran yang dalam pada bagian dadanya. Dia terpental dan menghantam tanah sambil mengerang kesakitan. Cakaran barusan menembus dan menggores tulang dadanya.


Lima orang anak menerjang Xiao Qing Yan secara bersamaan, mereka seperti haus dan lapar akan daging segar manusia. Namun belum sempat merasakan kelembutan daging lawan mereka--sebuah serangan datang dan membuat mereka segera menghindar.


Serangan tadi adalah milik Ling Qing Zhu. Walau gadis itu melawan cukup banyak anak, tetapi dia masih memikirkan keselamatan teman-temannya dan salah satunya adalah Xiao Qing Yan.


"…"


Untuk Lan Guan Zhi, dia lebih memilih tidak banyak bicara kala beberapa anak bertelinga kucing mengeluarkan suara sambil tetap memberinya serangan.


Dia sudah tahu taktik ini dan telah jenuh karenanya. Namun Lan Guan Zhi sama sekali tidak mengurangi tempo kecepatannya dan malah semakin gencar menyerang.


!!


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terkejut dan melompat mundur seketika. Dia mengacungkan Yīng xióng pada musuh sambil mengatur posisi tubuhnya untuk kembali menyerang.


"Bagus sekali..! Belum satu tarikan napas kuinjakkan kaki di tempat ini dan sudah mendapat serangan. Sambutan yang benar-benar luar biasa." suara Xiao Shuxiang terdengar dingin dan jelas mengandung nada ejekan.


"Tidak ada waktu untuk menyapamu. Kami ditugaskan membunuh siapa pun yang menginjakkan kaki di pulau ini," suara menggemaskan salah satu anak membuat Xiao Shuxiang sedikit terpesona.


Koki Alkemis ini memang sangat suka kucing, jadi melihat anak-anak yang mempunyai telinga hewan menggemaskan itu membuatnya hampir tidak bisa menahan diri. Dia sangat ingin menangkap dan mengusap-usap telinga lucu mereka.


Sayangnya, selera Xiao Shuxiang tiba-tiba berubah kala melihat mata anak-anak ini yang sama sekali tidak mempunyai warna putih. Mata mereka sehitam malam dan bagai lorong gelap yang seakan mampu menariknya untuk masuk ke dalamnya.


"Kalau saja kalian punya mata yang bagus.. Mungkin saat ini kalian akan menjadi penghuni dunia di dalam Gelang Semestaku. Sangat disayangkan aku harus bertarung sungguh-sungguh melawan kalian semua."


"Tidak perlu menahan kekuatanmu Shuxiang! Kami sudah siap bila harus mati. Itu pun kalau kau bisa melakukannya.."


!!


Salah satu anak berseru dan memanggil nama Xiao Shuxiang. Dia membuat Koki Alkemis itu tersentak dan menatapnya dengan penuh rasa penasaran.


"Anak-anak ini.. Mereka semua mengenalku. Apa orang itu telah memanipulasi mereka?" raut wajah Xiao Shuxiang memburuk, dia mencengkeram kuat pedang pusakanya.


!!


Tanpa aba-aba, Xiao Shuxiang kembali bertukar serangan dengan sepuluh orang anak. Pedang pusakanya berhasil menghisap daging dan darah dua orang anak, itu bersamaan dengan kekuatan mereka yang terserap masuk ke dalam tubuhnya.


Setiap kali Xiao Shuxiang berhasil membunuh satu Demonic Beast berwujud kucing, maka kekuatan makhluk itu akan langsung diserap olehnya tanpa dia bisa mengendalikan diri.


Dia sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi Rantai Pengekang Jiwa yang melilit tubuhnya mulai bereaksi dan ini membuatnya sedikit khawatir.


Bila Rantai Pengekang Jiwa aktif, maka akan sulit baginya untuk bertarung melawan para anak-anak bermata hitam nan mengerikan ini.

__ADS_1


***


__ADS_2