
Karena kematian Saka Daksa--segel yang mengekang dua Api Biru Kecil Xiao Shuxiang terlepas. Mereka lalu melayang ke tempat Hu Li bersandar.
Tidak berselang lama, pemilik dari dua api biru tersebut datang dalam keadaan pakaian kotor dengan kedua tangannya berlumuran darah kental.
"Hu Li, bagaimana keadaanmu?" Xiao Shuxiang berjalan mendekati Hu Li, dia melihat temannya berwajah agak pucat, dan sepertinya masih menahan sakit.
"Ini.. Aku sudah mulai baikan.."
"Jangan membohongiku, serangan orang yang tadi bukanlah serangan biasa. Kau mungkin dapat mati jika dia menyerangmu sekuat tenaga,"
Hu Li tidak menyangkal ucapan Tuannya, kalau bukan karena perampok tersebut ingin melecehkannya.. Dia kemungkinan telah tewas sejak tadi.
Xiao Shuxiang mengeluarkan seguci Arak Anak Linglung dari dalam Gelang Semestanya, dia lalu membersihkan kedua tangannya dari darah kental dengan memakai arak tersebut.
Setelah tangannya bersih, Xiao Shuxiang mulai melepaskan pakaian Hu Li dan memeriksa kondisi dada temannya.
!!
Dia tersentak saat melihat bekas telapak tangan perampok tadi berada di dada Hu Li, warnanya nampak biru kemerahan.
"Andai serangan ini sekuat tenaga, maka bukan hanya tulangmu yang remuk, tetapi juga jantung dan paru-parumu akan meledak, Hu Li. Ini sungguh jurus yang mengerikan.." Xiao Shuxiang berdecak pelan, dia lalu berusaha mengalirkan Qi-nya secara perlahan untuk membuka kembali aliran darah Hu Li.
".. Kau membuatku kagum karena dirimu masih mampu bertahan hingga aku kembali,"
"Tuan Muda Xiao, sejak pertama kali Saya memutuskan untuk setia pada Anda.. Saat itu juga Saya menetapkan diri bahwa Saya hanya akan mati di tangan Anda,"
Mendengar ucapan temannya yang begitu serius, membuat Xiao Shuxiang tersenyum. Dia lalu mengusap pelan kepala Hu Li dan berterima kasih karena sudah mau menerima dirinya menjadi 'Tuan'.
"Hari masih gelap, sebaiknya kita istirahat di sini saja. Perjalanan akan dilanjutkan setelah fajar nanti, kau sebaiknya tidur.." Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak Hu Li, dia kemudian berdiri dan melangkah dengan diikuti satu Api Biru Kecilnya.
Xiao Shuxiang mulai menurunkan kuda tunggangannya saat tahu posisi tali dari jaring yang memerangkap binatang seharga 5.000 keping emas tersebut.
Setelah kedua kuda berhasil diturunkan, Xiao Shuxiang kembali menggeledah dan mengambil barang berharga dari para rekan Saka Daksa. Dia memasukkan Pedang Pembelah Bayangan para pendekar tersebut ke dalam Gelang Semestanya.
"Aku heran dengan para perampok ini, mereka hanya memiliki beberapa keping emas saja. Tokennya pun terlihat tidak berharga, haah.. Inilah sebabnya aku malas menggeledah tubuh baik pendekar maupun kultivator,"
Xiao Shuxiang beberapa kali merutuk. Barang bawaan para pendekar selalu saja sama, yakni pedang, token, dan sedikit kepingan emas.
Sangat jarang pendekar membawa lebih dari sepuluh keping emas bersamanya.. Apalagi membawa kitab pusaka, itu benar-benar hal terlangka dan sulit ditemukan.
"Satu-satunya kultivator yang selalu membawa sebuah dunia bersamanya hanyalah Anda, Tuan Muda.." suara Hu Li mulai terdengar normal, namun dirinya masih tetap bersandar pada sebuah pohon.
Xiao Shuxiang memikirkan sejenak ucapan Hu Li sebelum mengangguk meng-iyakan. Dia memiliki sebuah dunia di dalam Gelang Semestanya, jelas Hu Li membahas tentang pusakanya tersebut.
"Kau benar, siapa pun orang yang berhasil membunuhku.. Dia akan mendapat banyak harta berharga yang tidak ternilai,"
Xiao Shuxiang menarik tali kekang dua ekor kudanya dan berjalan ke arah Hu Li. Dirinya menyuruh kuda tersebut untuk tidur, mereka sebisa mungkin mengumpulkan tenaga agar bisa sanggup melanjutkan perjalanan nanti.
"Tuan Muda..? Kapan Anda mengeluarkan Nona Qing Yan, aku khawatir bayi tanpa nama itu dibunuh olehnya,"
"Aku sampai lupa," Xiao Shuxiang segera mengibaskan tangannya yang langsung mengeluarkan Xiao Qing Yan dari dalam Gelang Semesta miliknya.
Anak berusia sepuluh tahun tersebut terlihat sangat marah pada Xiao Shuxiang. Dia sudah siap bertarung sekuat tenaga, tetapi pemuda berpakaian merah di depannya malah membuat dirinya menggendong monster kecil ini dan mengirimnya ke dunia yang aneh.
"Ambil kembali makhluk ini, dan bersyukurlah karena aku tidak menebas kepalanya,"
Xiao Shuxiang menggantikan Xiao Qing Yan menggendong bayi berambut merah kehitaman itu, dia lalu mengajak Xiao Qing Yan untuk beristirahat bersama.
Mereka rupanya hanya memiliki waktu selama lima jam sampai fajar kembali datang. Meski Hutan Tanah Senyap sulit ditembus cahaya matahari, tetapi dibandingkan dengan waktu malam--suasana di dalam hutan saat pagi hari sedikit lebih baik.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya kembali melanjutkan perjalanan. Mereka kini tidak memerlukan api biru kecil sebagai penerang jalan.
__ADS_1
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat bayi laki-laki digendongannya menggeliat gelisah sebelum menangis.
Dia sebenarnya merasa senang karena bayi tersebut akhirnya bisa menangis untuk pertama kalinya, namun lama-kelamaan tangisan itu mulai mengganggu pendengarannya.
"Tuan Muda Xiao, sepertinya bayi itu lapar.."
!!
Xiao Qing Yan terkejut saat mendengar ucapan Hu Li, "Apa dia ingin makan manusia?"
"Nona Qing Yan, bayi hanya meminum susu,"
Hu Li memberi penjelasan singkat pada Xiao Qing Yan dan memintanya agar tidak merasa takut, ".. Sebelum Nona Qing Yan sebesar ini.. Anda juga pernah menjadi bayi seperti itu. Tuan Muda Xiao juga dulunya adalah bayi, kemudian seiring berjalannya waktu.. Beliau tumbuh menjadi pemuda yang dewasa. Bukankah saya pernah menjelaskannya pada Anda..?"
Xiao Shuxiang seperti tidak mendengar pembicaraan antara Hu Li dengan Xiao Qing Yan, dirinya lebih sibuk mengatasi agar bayi digendongannya berhenti menangis.
Selain arak dan cairan hitam kental buatannya yang menghuni Gelang Semesta.. Xiao Shuxiang tidak memiliki minuman yang lain, apalagi susu.
".. Tidak mungkin bayi ini kuberi minum arak, bukan?" Xiao Shuxiang bergumam, dirinya lalu memanggil Hu Li dan meminta temannya untuk mencarikan dirinya hewan yang bisa menyusui.
".. Tapi kau jangan pergi terlalu jauh. Hutan ini lebat, dan kita tidak tahu apakah ada perampok lain di dalam hutan ini atau tidak, jadi berhati-hatilah dan meski tak menemukan apapun.. Kalian harus kembali kemari,"
"Baik, Tuan Muda."
Hu Li yang menunggang kuda bersama Xiao Qing Yan serta O Zhan.. Mulai memacu kudanya lebih cepat dari milik Xiao Shuxiang. Mereka mencari hewan betina yang dapat menyusui.
Xiao Shuxiang sendiri tetap melanjutkan perjalanan sambil berusaha menenangkan bayi digendongannya dengan berkata pada bayi tersebut bahwa Hu Li akan segera kembali.
".. Kau tahanlah sebentar lagi, Hu Li akan membawakanmu makanan. Jangan menangis terus, kau membuatku takut.."
Hu Li dan Xiao Qing Yan baru kembali setelah dua jam berlalu. Mereka hanya menemukan kelinci beranak, harimau dan serigala jantan. Kelinci yang mereka lihat pun tidak Hu Li tangkap, sebab dia melihat anak kelinci tersebut yang cukup banyak.
"Tuan Muda.. Maaf, kami datang tanpa membawa hasil-"
!!
Mata Hu Li membulat ketika melihat jari telunjuk kanan Tuan Muda Xiao-nya malah berada di mulut bayi laki-laki berambut merah gelap tersebut. Dia segera menegur Tuannya dan bertanya apa yang sedang Tuannya lakukan.
"Kau tidak lihat? Kalian terlalu lama dan telingaku berdengung terus mendengar tangisannya.."
"Tapi Tuan Muda, Anda memberi apa pada bayi itu..?"
Xiao Shuxiang hanya tersenyum penuh arti sebagai jawaban atas pertanyaan Hu Li.
!!
Hu Li dan Xiao Qing Yan terkejut saat memperhatikan jari telunjuk Xiao Shuxiang mengeluarkan cairan merah segar. Keduanya langsung menyadari bahwa pemuda berpakaian merah di depan mereka memberi makan bayi tersebut dengan sesuatu yang tidak seharusnya.
"Apa kau sudah tidak waras?!" Xiao Qing Yan terlihat pucat saat membentak Xiao Shuxiang, dia yakin pria di depannya sudah kehilangan akal.
"Jangan jadikan bayi tidak berdosa itu seperti Anda. Hentikan sekarang juga Tuan Muda," Hu Li juga nampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Baiklah," Xiao Shuxiang menarik jari telunjuknya, namun detik berikutnya bayi digendongannya itu malah kembali menangis sejadi-jadinya.
"Lihatkan, dia lapar Hu Li.." Xiao Shuxiang kembali memasukkan jarinya ke mulut bayi yang dia gendong. Dirinya meminta kuda yang ditungganginya untuk tidak berjalan terlalu cepat.
Wajah Xiao Qing Yan masih terlihat pucat, dia merasa pemuda berpakaian merah yang sedang menunggang kuda tersebut jauh lebih buruk daripada monster seperti Tomoaki Maeno.
"Tuan Muda Xiao, apa Anda sadar dengan yang Anda lakukan ini? Anda bisa membunuhnya, Tuan,"
__ADS_1
"Hu Li, kau tenang saja. Di dalam tubuh bayi ini ada api emas milikku, dia tidak akan mati.." Xiao Shuxiang memperhatikan wajah bayi kecil yang sedang menghisap jari telunjuknya.
".. Kau beruntung, tidak ada manusia yang kuperlakukan sebaik ini, jadi bersyukurlah.. Mengerti?"
Hu Li merasakan kepalanya sakit kala memperhatikan tingkah Tuan Muda Xiao-nya. Dia berharap semoga bayi laki-laki tersebut tidak akan menjadi manusia yang haus darah seperti Tuannya.
Cairan merah segar yang tidak lain adalah darah Xiao Shuxiang sebenarnya memiliki rasa yang khas di samping aromanya yang memabukkan dan dapat membuat Demonic Beast menggila ingin mendapatkannya. Bayi digendongannya jelas adalah manusia paling beruntung.
Perjalanan di dalam Hutan Tanah Senyap memakan waktu enam hari. Dalam rentang waktu tersebut mereka bertemu dengan beberapa binatang liar seperti serigala dan beruang.
Xiao Qing Yan ditugaskan untuk menghadapi binatang-binatang tersebut sebagai salah satu dari bentuk latihannya agar tidak menjadi beban bagi Xiao Shuxiang nantinya.
Beruang yang dilawan Xiao Qing Yan kebetulan berjenis kelamin betina, dan binatang itu dimanfaatkan untuk menjadi ibu susu bagi bayi yang digendong Xiao Shuxiang sekaligus menjadi pemandu mereka menuju jalan keluar dari Hutan Tanah Senyap.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya baru benar-benar keluar setelah hari kembali gelap. Mereka tiba di depan gerbang sebuah kota bernama Bintang Biduk, salah satu kota terbesar di Kekaisaran Langit Tengah.
"Gerbang yang besar.." Xiao Shuxiang bergumam, dia dan Hu Li saling menatap sebelum memacu kuda mereka perlahan ke arah penjaga gerbang.
"Sejak menginjakkan kaki ke Benua ini.. Saya sama sekali tidak bisa menyerap Qi, bahkan tempat ini lebih parah dari yang kita lalui, Tuan.."
"Hu Li.." suara Xiao Shuxiang terdengar pelan, ".. Benua Tengah berbeda dari Benua Timur. Lokasi kepadatan Qi di tempat ini sangat langka, jadi sebisa mungkin kau harus menghemat Qi saat sedang bertarung.."
Hu Li mengangguk pelan. Dia dan Tuan Mudanya mulai menyapa penjaga gerbang dengan sopan dan sekaligus meminta izin memasuki kota.
Kedua penjaga tersebut rupanya mengerti bahasa dari penduduk Benua Timur. Salah satu dari mereka berkata bahwa Kota Bintang Biduk selalu terbuka untuk umum dan tanpa perlu membayar pajak apapun.
Gerbang setinggi sembilan meter dan lebar delapan meter itu mulai dibuka untuk bisa dilewati oleh Xiao Shuxiang serta teman-temannya.
!!
Mereka langsung disambut dengan keindahan kota yang begitu tersusun rapi, bersih, dan indah dengan berbagai serangga bercahaya yang berdatangan.
Selain lentera, Kota Bintang Biduk diterangi dengan obor yang terbuat dari bambu. Terdapat banyak bentangan kain yang seakan menyelimuti langit, tetapi hal tersebut justru membuat kota ini semakin bersinar.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya dapat melihat bangunan kayu yang bertingkat, berbagai pohon di sepanjang sisi jalan, dan orang-orang yang berlalu-lalang.
"Tuan Muda, apa Anda tahu letak Sekte Pagoda Langit?"
"Dari peta yang kuingat, Sekte Pedang Langit berada di kota ini. Tetapi sebelum ke sana, kita harus mengurus bayi ini dulu.."
Hu Li mengerutkan kening saat mendengar ucapan Tuan Muda Xiao-nya. Dia seketika tersadar dan kemudian mengajak Tuannya untuk membeli beberapa perlengkapan bayi, dan salah satunya adalah susu.
"Bukan itu.." Xiao Shuxiang menatap Hu Li sejenak sebelum kembali berbicara. Maksud dari ucapan 'Mengurus bayi'.. Tidak lain adalah memberikan bayi yang ada digendongannya ini pada orang lain.
".. Akan ada banyak masalah bila aku membawanya ke Sekte Pagoda Langit. Ling Lang Tian mungkin saja akan menuduhku mempunyai anak dan telah menikah. Bayi ini bisa menodai gelar bujanganku,"
Hu Li sekarang mengerti mengapa Tuan Mudanya tidak memberi nama pada bayi laki-laki berambut merah gelap tersebut. Tuannya ingin meninggalkan bayi digendongannya tanpa penyesalan.
Memberi bayi tersebut nama akan membuatnya memiliki ikatan, dan Xiao Shuxiang jelas tidak mau terikat dengan bayi yang tidak dia ketahui nama ibunya ini.
"Kau ingin meninggalkan itu di mana?" Xiao Qing Yan memelankan suaranya namun masih bisa didengar oleh Xiao Shuxiang.
"Kita cari kereta pedagang,"
Hu Li tidak bisa menahan keinginan Tuannya, dia sebenarnya tidak setuju dengan keputusan yang Tuan Mudanya ambil, tetapi setelah dipikirkan lebih baik.. Itu bukanlah ide yang buruk.
Keadaan akan heboh jika Xiao Shuxiang tiba di Sekte Pagoda Langit dengan menggendong bayi. Meski Hu Li berbohong dengan berkata bayi digendongan Tuannya adalah bayi milikya.. Tetap tidak akan ada yang percaya. Ini dikarenakan dirinya adalah Demonic Beast berwujud rubah.
".. Tuanku pasti akan di cap sebagai seseorang yang sudah menikah. Ini dapat merusak arti dari 'Wali Pelindung' Nona Ling.." Hu Li mengembuskan napas pelan, dirinya lalu berkata akan mendukung semua keputusan Tuan Muda Xiao-nya.
***
__ADS_1