XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
426 - Sesuatu Yang Tidak Diduga VII


__ADS_3

Sesuai yang tertulis pada secarik kertas di tangannya, Xiao Shuxiang kini berada di antara kerumunan orang di Pasar Bintang Biduk. Dia mencari-cari sosok yang menulis pesan ini namun masih belum menemukannya.


"Lan Zhi tidak mungkin salah mengenali tulisan Kucing Putih, jadi aku yakin gadis itu pasti ada di sekitar sini,"


Xiao Shuxiang memperhatikan setiap orang yang berjalan dengan harapan salah satu di antara mereka adalah orang yang dia cari. Beberapa kali dia bahkan harus berdesakan dengan para pembeli di pasar besar ini.


!


Xiao Shuxiang kaget dan spontan menangkap seorang gadis yang secara tidak sengaja menubruknya. Gadis itu hanyalah manusia biasa dan seakan sedang terburu-buru.


"Ma-maafkan aku, Tuan. Aku tidak sengaja,"


"Mn, bukan masalah. Kau baik-baik saja, kan?"


"I-iya, sekali lagi maaf."


Gadis itu bergegas pergi, dia menunduk malu sebab barusan tersandung pakaiannya sendiri dan malah menabrak seorang pemuda tampan. Kejadian itu sangat memalukan sampai dia tidak sanggup menegakkan pandangannya.


Xiao Shuxiang kembali mencari Kucing Putihnya saat pergelangan tangan kanannya tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang. Tidak ada niatan membunuh pada tangan yang menariknya, karenanya dia tidak memberontak sama sekali.


Xiao Shuxiang ditarik ke sebuah jalanan yang cukup sepi dan lumayan gelap. Walau demikian, aroma lembut bunga wisteria membuat dirinya tersadar bahwa yang menariknya tidak lain adalah Ling Qing Zhu.


Gadis itu terlihat berbeda dengan gaun merah muda bercorak gelombang air. Rambut putihnya terurai panjang dengan hiasan kepang berbentuk bunga pada sisi kanan rambut kepalanya.


"Kau lambat."


Suara manis yang terdengar merdu itu masih teras dingin di telinga Xiao Shuxiang. Dia mengembuskan napas dan menatap gadis bercadar tipis di depannya.


"Pertama-tama, aku harus membuktikan keaslian surat yang datang padaku. Kau sendiri, kenapa mengantarnya seperti itu? Anak panah yang kau lesatkan, nyaris melubangi kepalaku tahu,"


Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya saat pegangan pada tangannya terlepas. "Kau tahu, untuk sepersekian detik--aku merasa kepalaku sudah berlubang. Kau benar-benar tega sekali.."


"Hmph, itu mungkin akan bagus jika memang terjadi." Ling Qing Zhu membalikkan badannya dan lalu melangkah pergi, ucapannya barusan membuat Xiao Shuxiang tersentak kaget.


"Kucing Putih?! Kau yakin dengan ucapanmu? Kau benar-benar niat ingin membunuhku? Kau tidak takut jadi janda? Tunggu aku..!"


Xiao Shuxiang menyusul gadis berambut putih itu, dia merutuk sepanjang perjalanan dan baru berhenti saat semua rutukannya tidak diperhatikan sama sekali.


".. Gadis ini menyebalkan." Xiao Shuxiang cemberut, namun sedetik berikutnya dia terpikir ingin mengatakan sesuatu. Dia lalu mempercepat langkahnya hingga berjalan tepat di samping Ling Qing Zhu.


"Kucing Putih, kau terlihat cantik malam ini. Apa kau berdandan?"


!


Ling Qing Zhu berhenti melangkah, tidak ada cahaya yang cukup terang untuk menerangi jalanan setapak ini dan Wali Pelindungnya malah memuji dirinya cantik.


Dia tidak ingin mendebat pemuda di sampingnya karena menurutnya, Xiao Shuxiang bisa saja memiliki indera penglihatan yang cukup baik di redupnya cahaya bulan seperti malam ini.


"Mm, apa kentara?"


Xiao Shuxiang berkedip, niatnya awalnya ingin menggoda Ling Qing Zhu dan membuat gadis itu merona malu. Namun yang terjadi justru gadis di sampingnya ini terlihat sangat santai.


"Kenapa diam?"


!


"Oh, aku hanya sedang memikirkan apa kau benar-benar Kucing Putihku.."


"Hmph, memalukan."


Ling Qing Zhu lanjut berjalan. Dia mengirim surat dengan panah itu tidak lain adalah sebagai penebusan rasa bersalahnya sebab siang tadi Wali Pelindungnya tidak bisa menikmati hari hanya berdua dengannya. Itulah mengapa dia melakukan ini semua, walau sebenarnya dia tidak percaya benar-benar melakukan ini.


"Apa yang selanjutnya akan kita lakukan? Apa hanya berjalan saja di lorong yang gelap ini?" Xiao Shuxiang mengusap dinding di sampingnya sambil terus berjalan. Dia pun melanjutkan ucapannya.


"Kucing Putih, aku tahu ini sudah termasuk kencan. Tapi jujur saja aku awam dalam hal semacam ini, kau punya ide?"


"Tidak ada."


"Tidak ada?! Jadi kita hanya berjalan-jalan tanpa tujuan, begitu? Kau ini kan gadis, bukankah para gadis sering merencanakan sesuatu untuk kencan pertamanya?"


"…" Ling Qing Zhu tidak punya rencana, bisa dibilang ini juga kencan pertamanya. "Kau mau berburu malam denganku?"


?!


Xiao Shuxiang tidak menyangka akan mendengar itu. Sudah lama sekali dia tidak berburu malam, jadi tentu ajakan Kucing Putihnya langsung menarik perhatiannya.


*


*


Ling Qing Zhu mengajak Wali Pelindungnya ke sebuah area pemakaman. Tempat semacam ini, apalagi saat malam hari--sering ditemukan mayat hidup dan roh terkutuk. Tempat yang cocok untuk berlatih sekaligus menguji ketahanan batin seseorang.


Bulan di langit tidak sepenuhnya berbentuk utuh, namun cahayanya tetap bisa menerangi area pemakaman walau tidak terlalu terang.


Xiao Shuxiang baru berjalan sekitar tiga menit di area pemakaman bersama Ling Qing Zhu, namun mereka sudah melihat tiga mayat hidup dengan kondisi yang cukup mengerikan.


Dua mayat berjalan tanpa kepala, pakaian mereka kotor dan koyak di beberapa bagian. Di lihat dari postur tubuhnya, kedua mayat tersebut adalah laki-laki dan perempuan.


Mayat terakhir mempunyai wajah yang setengahnya hancur, mulutnya mengeluarkan cairan hijau dan tangan kanannya memegang erat sebuah kapak. Pakaiannya penuh bekas cakaran dan sebelah kakinya berada di posisi yang salah.


!!


Tanpa aba-aba, Ling Qing Zhu langsung melesat dan menerjang salah satu mayat hidup. Dia menarik pedangnya dan dengan gesit mampu membelah tubuh mayat tersebut.


Xiao Shuxiang tidak tinggal diam. Dia ikut menerjang dan hanya mengandalkan tangan kosong--dirinya mampu meninju dada dua mayat dalam sekali serangan hingga meledak. Desiran langsung memenuhi bagian terdalam dari dadanya.


"Ini menyenangkan.. Tapi aroma busuk di sini terlalu pekat. Apa tidak masalah membuat taman pemakaman yang berdekatan dengan pemukiman penduduk?" Xiao Shuxiang mengeluarkan api biru kecilnya dan langsung membakar mayat hidup yang sudah dirinya serang tadi.


Hanya butuh satu tarikan napas dan kedua mayat itu langsung menjadi abu. Api Biru Kecil Xiao Shuxiang sekarang bahkan mampu membakar kultivator tingkat Emas Hitam hingga tak bersisa dalam hitungan napas saja, dan efeknya dapat meningkat seiring kemarahannya.


Tidak perlu lagi Segel Rantai Pengekang Jiwa, itu sudah tidak mampu menahan kekuatan Xiao Shuxiang yang sekarang. Bahkan ada kemungkinan Yīng xióng pun sudah tidak akan sanggup menahan tuannya bila dipenuhi amarah dan rasa haus darah.

__ADS_1


Ling Qing Zhu memperhatikan mayat hidup di bawahnya yang walau sudah terbelah dua, tetapi masih saja bergerak. Dia baru ingin menebas, namun Api Biru Xiao Shuxiang sudah membakarnya lebih dahulu.


"Kucing Putih,"


Ling Qing Zhu melangkah menyusul Wali Pelindungnya saat pemuda itu memanggil. Dia menyarungkan pedangnya kembali sambil berjalan di samping pemuda berpakaian serba hitam ini.


Dirinya tidak lupa mengatakan bahwa mayat-mayat hidup tidak akan bisa keluar dari area pemakaman, itu karena ada semacam segel yang mengurung mereka di tempat ini.


"Aku tahu. Sejak masuk ke sini, aku sudah merasakannya. Tapi segelnya serasa tidak kuat sama sekali, bagaimana jika ada penjahat yang merusak segelnya?"


"Tempat ini punya segel berlapis."


"Baguslah kalau begitu,"


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu tidak tahu seperti apa pasangan kekasih menikmati hari bersama. Jika hanya berjalan-jalan di pasar, membeli beberapa pakaian, menonton opera, dan makan di kedai terbaik kota ini--rasanya sudah sangat biasa.


Tapi jika berjalan-jalan di area pemakaman, berburu mayat hidup dan roh terkutuk, serta membicarakan kekurangan dari teknik bertarung satu sama lain--maka itu baru kencan yang sebenarnya. Walau memang pada kenyataannya, hanya Xiao Shuxiang yang paling banyak bicara.


".. Kucing Putih, kau harus menjawab pertanyaanku. Antara anak laki-laki dengan perempuan, kau suka yang mana?"


"Perempuan."


Xiao Shuxiang sebenarnya asal bertanya karena kekuarangan bahan pembicaraan, tidak disangka Ling Qing Zhu malah menjawab pertanyaan anehnya barusan.


"Kupikir kau suka anak laki-laki,"


"Perempuan, seperti Bing'Er."


"Oh.. Jadi berapa yang kau inginkan?"


"Sembilan."


!


Xiao Shuxiang pasti salah dengar, atau Kucing Putihnya tidak mengerti maksud dari pembicaraannya barusan. Namun melihat ketegasan pada mata gadis berambut putih di sampingnya ini, dia tidak bisa lagi mengelak.


"Sembilan anak itu terlalu banyak, Kucing Putih.."


"Bukan kau yang melahirkan."


"I-iya.. Tapi sembilan anak perempuan itu akan sangat berisik, ah. Bagaimana jika satu di antara mereka ada laki-laki?"


"Maka kita tidak punya pilihan selain merawatnya."


Ling Qing Zhu masih terlihat tenang dalam membalas setiap ucapan Wali Pelindungnya. Dia juga tidak menurunkan kewaspadaan sama sekali terhadap mayat hidup yang kemungkinan mendekat ke arahnya.


Berbeda dari mayat hidup yang seperti tidak memiliki akal, roh terkutuk di taman pemakaman ini sebenarnya jauh lebih banyak dan lebih kuat. Namun tidak ada satu pun roh yang berani mendekat karena takut dengan Xiao Shuxiang.


Koki Alkemis itu sendiri tidak mengetahui hal ini, begitu pun dengan Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis itu hanya memendam rasa penasarannya sebab tiap kali dia melihat roh terkutuk--roh tersebut langsung menghilang detik itu juga.


"Ayo pulang." Ling Qing Zhu tidak menyukai berada di area pemakaman terlalu lama.


Tempat semacam ini biasanya sering di datangi oleh kultivator dari Aliran Hitam, dan terkadang pendekar dari Partai Iblis. Dia bukannya takut, tetapi jika Wali Pelindungnya bertemu mereka--maka bisa dipastikan pertarungan akan terjadi.


"Ayo pulang."


"Tunggu, Kucing Putih. Kenapa kau buru-buru sekali..?"


Walau tidak ingin pergi, tetapi Xiao Shuxiang tidak menolak saat tangannya ditarik oleh Kucing Putihnya. Dia baru saja ingin mengeluarkan ucapan tidak tahu malu, namun firasatnya tiba-tiba menjadi tidak enak.


!?


Segera Xiao Shuxiang menarik Ling Qing Zhu, mengangkat gadis itu, dan melompat ke belakang. Kakinya mendarat dengan mulus di tanah.


Ling Qing Zhu awalnya kaget karena ditarik tiba-tiba oleh Wali Pelindungnya. Namun tidak butuh waktu lama sampai dia tersadar suasana di tempat ini sudah agak berbeda.


"Kucing Putih, kau baru saja menyeretku ke dalam masalah.."


Ling Qing Zhu bisa merasakan getaran pada dada Wali Pelindungnya saat pemuda ini bicara. Walau demikian, dia tidak tahu bagian mana dari tindakannya yang membuat Wali Pelindungnya bisa terseret ke dalam masalah.


Xiao Shuxiang mulai menurunkan Kucing Putihnya dengan hati-hati, perhatiannya selalu tertuju ke depan. Dia tidak pernah melemahkan kewaspadaan.


"Malam-malam begini.. Tidak seharusnya pasangan muda berada di area pemakaman.."


?!


"Suara wanita." Xiao Shuxiang berdiri di depan Kucing Putihnya dan meminta gadis itu agar berhati-hati.


Di balik redupnya cahaya bulan, sesosok bayangan hitam mulai muncul dan nampak berjalan mendekat. Perlahan, wujudnya mulai terlihat.


Gadis cantik dengan paha ramping yang seputih salju, terdapat lukisan kalajengking merah pada salah satu pahanya dan itu bisa dilihat dengan jelas oleh indera Xiao Shuxiang.


Gadis itu juga mempunyai tubuh bagian atas yang bagus, ini bisa dilihat dari separuh dadanya yang tidak tertutup pakaian. Rambutnya panjang, dikepang pada beberapa bagian dan dia memiliki senyuman yang menawan.


Untuk sesaat, Xiao Shuxiang ingat dengan Shuai Niao. Namun bila dibandingkan, pamannya itu masih jauh lebih mengundang selera.


"Dia dari Partai Iblis, Mei Qi." Ling Qing Zhu mengenal gadis itu, Partai Iblis adalah salah satu partai besar di Benua Tengah. Berurusan dengan mereka sama saja mencari kematian.


"Aku baru memperhatikan dengan baik.. Rupanya di depanku ini adalah Nona Ling, bagaimana aku harus menyapamu?" Mei Qi berjalan mendekat, selendang merah pada pakaiannya sedikir berkibar oleh sejuknya angin malam.


Secara sadar, Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya. Dia terlihat seperti akan mengumpat.


"Benar-benar mengesalkan. Kenapa tiap kali bertemu gadis cantik, bagian bawahnya nyaris terlihat. Aku jadi ingin menindihnya di tanah dan merobek semua pakaiannya sekarang juga,"


Ling Qing Zhu dapat mendengar dengan sangat baik. Dia menatap Wali Pelindungnya dan seolah ingin bertanya mengapa pemuda ini harus sekesal itu. Yang berpakaian kurang sopan adalah Mei Qi, bukan Wali Pelindungnya.


"Nona Ling, bagaimana jika kau memperkenalkan pemuda tampan di sampingmu itu padaku? Atau kalau tidak mau, jawab saja pertanyaanku. Apa yang kalian lakukan di tempat ini?"


Sedikit gerakan pada jari telunjuk kiri Mei Qi membuat benang yang terbentang di depannya terputus. Benang tipis itulah yang tadi dihindari oleh Xiao Shuxiang.


"Kucing Putih, katakan padaku. Berapa kemungkinan kita lolos dari tempat ini tanpa bertarung dengannya?"

__ADS_1


"Di bawah angka satu."


Xiao Shuxiang mendengus, dia tersenyum pahit dan lalu mengembuskan napas pelan. Detik berikutnya dia menghilang dan muncul tepat di hadapan Mei Qi dengan sebuah pukulan yang kuat.


!!


Kepalan tangan Xiao Shuxiang mampu ditangkis dengan baik oleh tangan lembut dan halus milik lawannya. Dia lantas menggunakan serangan dari tangan yang lain, namun itu juga ditangkis dengan mudah.


Mei Qi melompat menghindar kala lawannya menggunakan tendangan. Dia tersenyum dan balas menyerang dengan memakai teknik gerakan yang sama.


"Kau ini pemuda yang kasar. Kita bahkan belum mengenal satu sama lain,"


!!


Xiao Shuxiang menahan serangan dari tangan kiri lawannya, matanya bertemu pandang dengan mata penuh riasan milik Mei Qi.


"Kau terlihat bukan gadis yang baik, jadi untuk apa membuang waktu berkenalan denganmu?"


"Hoh.. Seakan kau pemuda yang baik-baik saja."


Mei Qi melentingkan tubuhnya ke belakang, dia menyerang menggunakan selendang merah miliknya, bersamaan dengan senjata rahasia yang merupakan benang tipis nan tajam.


Xiao Shuxiang menyadari hal itu dan menghindar secepat yang dirinya bisa. Tanah yang baru saja dipijaknya meledak tiap kali dihantam oleh selendang dan benang tipis milik Mei Qi.


Ling Qing Zhu menyaksikan pertarungan yang berlangsung sengit itu. Jika Mei Qi ada di sini, maka anggota dari Partai Iblis yang lain juga-!!


BAAAM..!


"Kucing Putih..!"


"Kau melihat ke mana, Tampan?"


!!


Xiao Shuxiang terkena serangan tapak yang mengenai tepat bagian dadanya. Dia terpental dan nyaris menghantam tanah dengan keras andai dirinya tidak bisa menyeimbangkan tubuh.


"Sialan," Xiao Shuxiang meludahkan darah. Dia menatap Mei Qi dengan kesal. "Sejak awal kami tidak punya masalah denganmu, kenapa kau melakukan ini?!"


Mei Qi nampak mengerutkan kening, "Tampan, apa kau pikir penjahat butuh alasan untuk menebas kepala siapa pun?"


!


"Kau benar," Xiao Shuxiang melirik ke tempat Kucing Putihnya berada. Untung saja gadis itu dalam keadaan baik, walau saat ini dia sedang bertarung dengan tiga pendekar sekaligus. "Tapi aku tidak suka kau mengangguku,"


"Tampan, kau yang datang lebih dulu kemari. Jadi apa yang harus kulakukan? Membebaskanmu, hm? Ah.. Tentu. Tapi kau harus menghabiskan malam denganku~"


Xiao Shuxiang bergidik saat mendapat kedipan mata dari gadis berpakaian terbuka di depannya. Dia lantas mengeluarkan tiga Api Biru Kecilnya dan memerintahkan api itu untuk menyerang.


Mei Qi tersenyum tipis, hanya sekali jentikan jari dan dia mengeluarkan tiga Api Kecil berwarna merah. Sekali kibasan dan api miliknya melesat ke arah api kecil lawan.


!!


Xiao Shuxiang terkejut, namun masih berusaha bersikap tenang. Dia lalu menerjang Mei Qi tanpa peduli dengan benang tipis gadis itu yang kemungkinan dapat membelah kepalanya.


"Tidak ada cara lain, dia berbahaya." tangan kanan Xiao Shuxiang menarik pita panjang yang mengikat rambutnya. Dia menggunakan pita berwarna merah itu seperti layaknya sebuah pedang.


Di udara, pita panjang tersebut sangat lentur. Tetapi saat berbenturan dengan kain milik Mei Qi--seketika terdengar benturan dua buah pedang. Apalagi, hantaman dari pita merah itu mampu menghasilkan ledakan yang cukup besar kala menyentuh tanah.


"Hebat sekali. Pergerakan indah dari seorang pemuda yang tampan, aku jadi menginginkanmu." Mei Qi melayang di udara, dia memperhatikan lawannya mulai dari atas sampai bawah dan memang pemuda di depannya tanpa cela sama sekali.


Rambut panjang Xiao Shuxiang yang tergerai dan nampak di lambai-lambaikan oleh angin semakin menambah pesonanya. Wajah bersih dan postur tubuhnya itu bak menarik siapa pun untuk memeluknya erat.


Bahkan di jarak seperti ini, aroma lembut dari tubuh pemuda itu masih bisa dicium Mei Qi. Dia memang sering mendengar tentang Wali Pelindung Ling Qing Zhu, namun tidak disangka sosok itu akan seindah ini.


Xiao Shuxiang sendiri sebenarnya bisa mengakhiri pertarungan ini dengan cepat dan segera menolong Kucing Putihnya. Namun perasaannya mengatakan bahwa dia harus berhati-hati kala menggunakan setiap teknik serangan miliknya.


Dia lalu mengeluarkan tiga butir pil dari dalam Gelang Semestanya dan kembali menyerang Mei Qi.


!!


Tiba dipertengahan dia menghancurkan ketiga pil itu yang mana langsung mengeluarkan bau paling busuk yang pernah ada. Menggunakan kesempatan ini, Xiao Shuxiang bergegas membantu Ling Qing Zhu dan menyerang tiga anggota Partai Iblis sebelum membawa Kucing Putihnya pergi.


Xiao Shuxiang menggunakan Cermin Pemindah. Setiap gerakannya penuh perhitungan hingga dia bisa menyelamatkan diri dan menyelamatkan Kucing Putihnya. Sayang saat mendarat dia harus merasakan sakit sebab Ling Qing Zhu tidak sengaja menubruk dada bidangnya.


"Aiya! Kucing Putih.. Kau tega sekali.." Xiao Shuxiang merintih, dia mengusap-usap dadanya yang terasa sakit.


Ling Qing Zhu sendiri sama sekali tidak terlihat bersalah. Dia berdiri dan membersihkan kotoran pada pakaiannya. Beberapa bekas goresan pedang terlihat, namun tidak ada luka serius yang nampak pada tubuhnya.


"Tidak kusangka kau cukup pintar juga," Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan membantu Wali Pelindungnya untuk berdiri.


Bukan sifat yang pengecut bila lari dari lawan. Tindakan ini benar mengingat Mei Qi bukanlah orang yang mudah diatasi.


"Mei Qi adalah pendekar dengan kemampuan mata yang hebat. Dia dapat meniru setiap gerakan dan teknik bertarungmu. Bagus juga kau tidak mengeluarkan pedang atau serulingmu,"


"Kucing Putih, kau jadi banyak bicara saat membahas orang lain. Itu sebenarnya bagus, jadi pertahankan. Aku juga sudah merasa ada yang aneh dengan gadis itu, ternyata firasatku memang benar."


Xiao Shuxiang sebenarnya penasaran dengan apa yang dilakukan oleh pendekar dari Partai Iblis di sebuah area pemakaman. Tetapi mengingat nama partai mereka--rasanya tidak perlu ditanyakan lagi.


Dibandingkan dengan itu, Xiao Shuxiang lebih terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya sekarang.


Sebelumnya dia tidak memikirkan titik lokasi kepindahannya dan langsung mengeluarkan cermin. Sekarang di hadapannya ini bukanlah salah satu tempat di Sekte Pagoda Langit, apalagi Benua Timur dan Benua Utara.


!!


Ling Qing Zhu juga baru tersadar, suasana di sekelilingnya begitu mencekam dan benar-benar mengerikan. Dia dan Wali Pelindungnya seperti berada di tengah hutan yang mana pohon-pohonnya kemungkinan dapat memakan mereka.


"Ini kencan yang luar biasa.." Xiao Shuxiang tersenyum, dia kembali mengikat rambutnya dan seakan tidak masalah dengan keadaan di sekitarnya.


"Tempat ini terlihat kurang baik," Ling Qing Zhu bahkan tidak nyaman dengan udara yang ada. Firasatnya berkata ini lokasi yang sangat berbahaya.


"Tenanglah, aku tahu tempat ini. Kita dekat dengan rumah lamaku.." Xiao Shuxiang tersenyum penuh arti.

__ADS_1


***


__ADS_2