
Nie Shang mendengar suara Mo Huai, dia mengedarkan pandangannya ke arah kerumunan dan lalu berseru memanggil-manggil nama pemuda itu.
"... Kau di mana..?! Mo Huai..! Cepatlah kemari..!"
"Tuan Muda Nie..! Ini susah..! Saya sulit bergerak. Anda pergilah lebih dulu, saya akan menyusul..!"
"Mo Huai..!!"
Nie Shang tidak tahu harus apa dengan anak itu. Di hari-hari yang biasa, Mo Huai merupakan tipekal pemuda yang mampu melaksanakan setiap tugasnya dengan baik dan minim kesalahan. Namun jika dia panik sedikit saja, maka Mo Huai bisa membuat semuanya menjadi kacau.
"Saudara Xiao.. Saudara Jing.. Siapa pun..! Cepatlah kembali.." Nie Shang mengembuskan napas berat, dia mengusap pelan wajahnya sambil mengharapkan sebuah keajaiban.
"Mo Huai..! Aku akan pergi duluan. Sebisa mungkin kau harus menyusul secepatnya..! Kau mendengarku..?!"
"Baik, Tuan Nie Shang..! Saya pasti akan segera ke tempat Anda..!"
*
*
Sebenarnya saat Nie Shang memanggil Xiao Shuxiang dan Jing Mi. Kedua pemuda yang tengah berada di Benua Timur itu merasakannya.
Mereka bahkan spontan menoleh karena mendengar ada suara yang memanggil. Namun saat tahu itu hanya perasaan belaka, Xiao Shuxiang dan Jing Mi tidak lagi memikirkannya.
Benua Timur, tepatnya Sekte Kupu-Kupu yang ada di Kota Awan Dingin adalah lokasi terakhir tempat Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu melakukan prosesi pernikahan. Mereka datang setelah pelantikan Yang Shu sebagai kaisar di Benua Utara dan disambut begitu meriah oleh para murid sekte ini.
Nuansa di tempat tersebut penuh dengan warna merah. Bocah Pengemis Gila merasakan bahwa prosesi pernikahan ini jauh lebih hidup dibandingkan dengan yang lain, setidaknya dia tidak merasa tegang.
Ro Wei yang merupakan saudara seangkatan Jing Mi terlihat begitu cantik dengan pakaian merah muda bercorak bunga persik miliknya. Dia berdiri di samping Shao Nu, wanita berkulit putih mulus dan merupakan mantan Pilar Scarlet Bayangan sekaligus saudara sesumpah Tianqi Mao.
Tempat ini ikut dihadiri oleh Grand Elder Sekte Pedang Langit dan kelima Patriarch-nya. Ada juga Lai Kuan Ye dari Sekte Tengkorak Darah sekaligus paman angkat dari Xiao Shuxiang. Dia hadir bersama dengan putrinya dan beberapa murid kebanggaannya.
Selain mereka, Sekte Kupu-Kupu juga kedatangan tamu yang tidak lain adalah Kaisar Matahari Terbit dan Kaisar Matahari Tengah. Xiao Lu, Dai Chen, dan Li Qian Xie turut hadir serta membawakan banyak hadiah pada mempelai wanita.
Prosesi pernikahan malam ini berlangsung lebih singkat daripada prosesi pernikahan di benua lain. Xiao Shuxiang bahkan tidak dilarang untuk berbincang-bincang dengan orang-orang yang dikenalnya setelah melakukan prosesi tersebut.
Meskipun begitu, suasana hatinya mendadak berubah buruk ketika Xiao Lu datang dan meledeknya. Kakak kutu busuk itu berani menjelek-jelekkannya di depan Ling Qing Zhu. Apalagi saat tengah berbisik, Xiao Lu sengaja mengeraskan suaranya agar dia bisa mendengarnya dengan jelas.
"Cih, sudah lama tidak bertemu, kau jadi sangat menyebalkan." suara Xiao Shuxiang dingin, dia menatap kesal ke arah gadis cantik yang tengah duduk di samping Kucing Putihnya ini.
Ling Qing Zhu sendiri tidak mengatakan apa-apa. Dia memakai pakaian merah yang menutupi kepala dan wajahnya hingga hanya dapat melihat samar-samar wajah gadis di sampingnya termasuk wajah dari Wali Pelindungnya.
Kedua Xiao Bersaudara ini sangat berisik. Berulang kali mereka saling melontarkan ucapan bernada ledekan bahkan nyaris saling menerjang satu sama lain andai tidak dihentikan oleh Dai Chen.
"... Bukannya menghargai kakakmu, kau malah bersikap kasar. Tempramenmu yang buruk ini bisa mengancam pernikahanmu dengan Nona Ling."
"Hei, apa kau baru saja menyumpahi kehidupan pernikahanku dengan Kucing Putih?! Harusnya kau yang sadar diri. Tidak pernah berubah sama sekali. Aku jadi kasihan pada Dai Chen, hidupnya pasti tersiksa karena kehadiranmu."
"Xiao'Er..!!"
"Hentikan. Kalian ini seperti Anjing dan Kucing saja, tidak pernah akur saat bertemu. Selalunya ingin menerkam satu sama lain. Apa begini cara dua saudara bertindak, hah?" suara Dai Chen ketus, dia menatap Xiao Shuxiang dan lalu melanjutkan ucapannya.
"... Kau yang lebih tua, harusnya bisa bersikap lebih bijak."
__ADS_1
Xiao Lu, "Sayang~ usiaku yang lebih tua dari Xiao'Er, bukan sebaliknya. Hanya saja anak ini sangat kurang ajar bahkan pada kakaknya sendiri."
Xiao Shuxiang mendengus, "Yang duluan mulai kan kau. Aku tidak akan bersikap seperti ini jika tidak dipancing. Kau kakak yang sangat mengesalkan,"
!
Xiao Lu memang paling tidak tahan dengan adiknya. Dia suka saat Xiao Shuxiang marah dan merutukinya dengan berbagai hal, itu terlihat menggemaskan. Walau demikian, jauh di dalam hatinya dia senang karena adik kesayangannya sekarang telah dewasa.
Xiao Shuxiang memang kesal pada Xiao Lu. Tidak ada pertemuan awal yang damai antara dirinya dengan Gadis Cerewet tersebut, malahan mereka selalu saja bertengkar.
Hanya saja, selama hidupnya--Xiao Shuxiang memang tidak pernah memiliki kakak. Jadi meski hanya sebentar dan tidak banyak kenangan indah, dia cukup senang dengan keberadaan Xiao Lu. Dia tentu tidak akan mengungkapkan ini karena tahu gadis itu akan langsung besar kepala.
Ling Qing Zhu yang duduk di antara Xiao Shuxiang dan Xiao Lu hanya diam saja. Dia sendiri juga memiliki kakak, tapi seumur hidupnya----tidak pernah sekali pun Ling Qing Zhu bertengkar dengan sosok kakaknya, Ling Lang Tian.
Jangankan bertengkar, mendebat Ling Lang Tian saja tidak berani dia lakukan. Ling Qing Zhu sangat menghormati saudaranya itu, jadi saat menyaksikan bagaimana Wali Pelindungnya dengan Xiao Lu bertengkar.. Meski hanya sedikit.. Dia tetap merasa iri.
"......."
Ada sesuatu di pikiran Ling Qing Zhu sekarang. Dia bertanya-tanya apa benar dirinya terlahir dalam rahim yang sama dengan Ling Lang Tian? Mereka bersaudara, tapi terlalu canggung bahkan untuk duduk bersama. Tidak seperti Xiao Lu dan Xiao Shuxiang yang bertengkar layaknya kakak-beradik pada umumnya.
"... Gadis Cerewet, bukankah kau sedang mengandung? Harusnya kau jaga perilakumu dengan baik, aku tidak ingin nantinya memiliki keponakan yang mulutnya seperti periuk kepanasan."
"Bagus sekali. Apa kau yakin tidak salah bicara, huh? Semua orang tahu bahwa kau lebih cerewet daripada aku, bahkan tidak ada yang melupakan kelakuan tidak tahu malumu pada Tuan Muda Lan, Saudara Jing, termasuk yang baru-baru ini saat kau menindih Hu Li. Ya ampun, kau harus bertobat Xiao'Er. Aku tidak ingin saat anakku lahir kelak dan tahu bahwa dia memiliki paman tidak waras berkelakuan menyimpang."
Ekspresi Xiao Lu terlihat menyebalkan. Wanita itu mengusap-usap perutnya sambil bergidik jijik menatap Xiao Shuxiang. Dia memang suka sekali menguji batas kesabaran adik laki-lakinya itu.
Xiao Shuxiang menggeleng, "Kau sepertinya melupakan sesuatu. Yang menyebarkan rumor terlarang tentang kedekatanku dengan Lan Zhi, dan yang membesar-besarkannya adalah kau! Kau dan Yi Wen! Kalian berdua adalah gadis pembuat masalah dalam hidupku ini. Tidakkah kau menyadarinya, huh?!"
"Semuanya kan dimulai dari kau. Rumor semacam itu tidak mungkin ada jika kami tidak pernah melihatnya. Dan yang nampak di depan mataku serta yang kuamati selama ini, kau memang punya hubungan yang aneh dengan Tuan Muda Lan."
Dai Chen mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan. Dia pun menarik tangan istrinya dan mengajak wanita cantik itu pergi sebelum Xiao Shuxiang benar-benar kehilangan kesabaran. Tindakannya membuat Ling Qing Zhu kecewa.
Gadis berpakaian pengantin dengan kepala yang tertutup kain merah itu tidak ingin Xiao Lu pergi. Sekarang yang tersisa hanya dia dan Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang sendiri mengembuskan napas sambil berdecak kesal. Di antara banyaknya gadis, Xiao Lu adalah sosok yang mempunyai bakat mengubah suasana hatinya menjadi buruk.
"Terkadang aku ingin mengikat wanita itu dan mengulitinya hidup-hidup. Entah kebaikan apa yang kulakukan di kehidupanku sebelumnya hingga ditakdirkan memiliki kakak seperti dia.."
Xiao Shuxiang menggerutu, dia menyilangkan kedua tangannya dan bersandar sambil meniup kasar rambut poni depannya.
"... Kucing Putih. Meski sekarang Gadis Cerewet itu adalah Kakak Iparmu, kau jangan pernah terlalu hormat apalagi mengikuti setiap keinginannya. Dia akan menjerumuskanmu ke dalam masalah tidak berujung yang pastinya membuat Xiao Shuxiang ini kesulitan. Apa kau mengerti?"
"Mn,"
"Aku bicara panjang lebar, Kucing Putih. Jangan menjawabku dengan gumaman yang singkat, itu membuat suasana hatiku bisa bertambah buruk."
"Mn, baiklah."
"Astaga.." Xiao Shuxiang menepuk pelan dahinya, sekarang dia merasa bahwa menikahi Ling Qing Zhu adalah sebuah ujian.
"Haah.. Di antara banyaknya orang jahat, kenapa harus Xiao Shuxiang ini yang mendapat keberuntungan."
"Maka kau harus bersyukur,"
__ADS_1
!!
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia tersenyum pahit sambil mengusap pelan pipinya. "Benar, aku harus bersyukur. Setidaknya aku tidak mendapat istri yang banyak bicara apalagi yang cerewetnya seperti Xiao Lu. Kau adalah yang terbaik, Kucing Putih. Kau yang terbaik,"
"Mn, aku tahu."
Xiao Shuxiang sebenarnya ingin mengumpati gadis di sampingnya karena tidak mengerti maksud dari ucapannya, tetapi jika dia melakukan itu----reaksi Ling Qing Zhu pasti akan sama saja dan ucapan yang terlontar pun kemungkinan hanya gumaman pelan.
*
*
Dibandingkan dengan pakaian pengantin yang pernah dipakai Xiao Shuxiang, inilah jenis pakaian yang paling nyaman untuknya.
Terbuat dari kain kualitas terbaik dengan lapisan dalam berwarna merah dan bagian luar yang berwarna hitam.
Pakaian ini ringan dan tidak membuat tubuh menjadi kaku. Xiao Shuxiang bahkan tidak perlu menutupi kepalanya dengan kain seperti gadis yang duduk di sampingnya ini, dia benar-benar merasakan kebebasan.
Ling Qing Zhu menoleh sedikit, dia tidak melihat jelas bagaimana penampilan Wali Pelindungnya sekarang, tapi dia yakin pemuda yang duduk di sisinya ini tidak pernah jauh dari kata 'mempesona'.
Malam ini bisa juga dibilang malam reuni murid Sekte Kupu-Kupu generasi kedua. Lihat saja, Jing Mi dan Hou Yong begitu gembira saat bertemu dengan Qi Xuan, Xiao Lu, Ro Wei, serta adik termuda mereka----Feng Ying.
Sosok yang dahulunya masih berusia 5 Tahun dan pernah menggigit jari Xiao Shuxiang tersebut telah tumbuh menjadi pemuda berwibawa dan penuh karisma.
Feng Ying adalah murid dari Alkemis Zhou Yan, dia sebenarnya sudah lama tidak tinggal bersama saudara-saudaranya di Sekte Kupu-Kupu dan lebih banyak menghabiskan waktu di Gunung Induk. Kehadirannya pun memancing perhatian semua orang.
Jujur saja, bagi orang lain----Feng Ying merupakan pemuda Alkemis berbakat yang sulit tersentuh. Sangat jarang orang yang bisa melihat wajahnya, apalagi bertegur sapa dengannya. Bahkan, adalah sebuah keajaiban jika seseorang bisa melihat Feng Ying tersenyum.
?!
"Lihat itu.. Bukankah itu Tuan Muda Qi Xuan?!"
"Memang dia orangnya,"
Terdengar suara para gadis yang menatap kagum sesosok pemuda berpakaian putih dengan corak bunga lotus. Pemuda itu berjalan tenang, memiliki wajah tampan, dewasa, dan berwibawa. Dia seperti pemuda yang keluar dari lukisan.
"Aku ingin menangis.. Dia tampan sekali. Kudengar Tuan Muda Qi Xuan adalah murid Sekte Kupu-Kupu sebelum diangkat menjadi murid Grand Elder Sekte Bunga Lotus."
"Itu memang benar.. Aah~ aku sangat iri. Kenapa murid Sekte Kupu-Kupu tampan, cantik, dan mempesona semua~"
"Barangkali itulah yang menjadi sebab penamaan sekte ini. Coba lihat murid yang berpakaian warna kuning dengan corak sayap kupu-kupu itu, dia terlihat sangat cantik, senyumannya juga begitu manis~ menggemaskan sekali,"
Bocah Pengemis Gila menatap tiga orang gadis yang berdiri tidak jauh darinya. Dia berkedip saat mendengar pembicaraan ketiga gadis cantik itu dan ikut memperhatikan beberapa anak yang pakaiannya memiliki corak seperti sayap kupu-kupu.
"Aah.. Mereka memang anak-anak yang tampan dan cantik, terlihat seperti kupu-kupu kecil yang lembut dan menawan. Aku jadi penasaran bagaimana cara mereka mengangkat pedang dengan tangan lemah nan halus itu,"
Bocah Pengemis Gila bersandar pada sebuah pohon, dia terlihat menyilangkan kedua tangan sambil mengapit tongkat bambunya.
Ada rasa kasihan yang nampak pada tatapan mata Bocah Pengemis Gila saat melihat para murid junior dari Sekte Kupu-Kupu. Dia sepertinya akan sangat terkejut jika tahu bagaimana wajah asli dari anak-anak yang dianggapnya lemah tersebut.
"......."
Bocah Pengemis Gila sejenak menutup mata dan mulai mengembuskan napas pelan. Dia menikmati suasana ramai penuh kemeriahan dari pernikahan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu, dan kemungkinan tidak mengingat hal lain seperti keadaan tempat tinggalnya di Benua Tengah yang sekarang tengah dilanda kekacauan.
__ADS_1
Entah berapa banyak kota yang sudah porak-poranda di Kekaisaran Langit Tengah dan Kekaisaran Langit Selatan sekarang ini. Apalagi hitungan itu bahkan belum termasuk dari serangan yang dialami setiap partai dan sekte yang ada. Jika Bocah Pengemis Gila tidak segera sadar, besar kemungkinan benua tempatnya tinggal akan penuh dengan tanah merah karena darah.
***