
"Tuan Muda Xiao?! Rambut dan wajahmu.."
"Akan kujelaskan nanti, Hu Li. Fokus pada Yīng xióng dulu,"
!!
Xiao Shuxiang bergerak cepat menangkis serangan nyasar dari Pedang Tebasan Bulan dengan Qi yang dibuat menjadi perisai olehnya.
Xiao Shuxiang baru tersadar, rupanya sudah banyak tanaman herbalnya yang rusak parah akibat pertarungan antara Yīng xióng dengan Pedang Tebasan Bulan.
Yang lebih buruk, Jubah Cahaya Pelindung juga ikut-ikutan bertarung dengan Yīng xióng. Mereka mengeluarkan kekuatan yang tidak pernah Xiao Shuxiang lihat sebelumnya.
TRAANG!
BAAAM!
"Tempat ini bisa hancur bila mereka terus bertarung,"
Xiao Shuxiang dan Hu Li dapat merasakan tanah yang dipijaknya bergetar. Kecepatan gerak ketiga pusaka itu hampir tidak dapat diikuti oleh mata, yang terlihat hanya kilatan-kilatan cahaya bersamaan dengan suara benturan.
Hu Li melindungi peti kayu giok yang di dalamnya ada mayat Penatua Da Lin. Sementara Xiao Shuxiang terus memperhatikan pertarungan ketiga pusaka tanpa pengendali tersebut dengan begitu serius.
Otaknya berusaha memikirkan cara untuk menghentikan kegilaan dari Yīng xióng, Pedang Tebasan Bulan, dan Jubah Cahaya Pelindung.
BAAAM!
Angin kejut yang dapat mengikis tanah serta memotong tanaman herbal Xiao Shuxiang terbentuk saat Jubah Cahaya Pelindung menghantam tanah.
Jubah yang merupakan Pusaka Langit Ketiga ini memiliki warna keemasan dengan banyak ukiran berwarna merah. Sebuah kepulan asap hitam tiba-tiba menyeruak dan lalu menyelimuti Jubah Cahaya Pelindung.
Asap tersebut nampak menggumpal dan mulai mengeluarkan suara nyaring yang dapat merusak pendengaran.
Yīng xióng seperti tidak mau kalah, ia juga mengeluarkan asap hitam kemerahan nan pekat, dan detik berikutnya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Jubah Cahaya Pelindung.
Lesatan dari Yīng xióng menimbulkan suara angin yang seperti dibelah. Lesatan ini lebih cepat dari anak panah.
!!
Xiao Shuxiang dan Hu Li menyaksikan bagaimana Yīng xióng menusuk kepulan asap kehitaman dari Jubah Cahaya Pelindung dan lalu berhenti di udara. Secara cepat, asap itu terhisap tanpa sisa ke dalam Yīng xióng.
Terdengar teriakan nyaring yang Xiao Shuxiang dan Hu Li yakini adalah Roh dari Jubah Cahaya Pelindung. Keduanya baru saja melihat sesuatu yang sangat sulit untuk dipercayai.
Yīng xióng adalah sebuah pedang pusaka, dapat menghisap Roh dari pusaka lain.. Sekuat apa dirinya?!
"Yīng xióng benar-benar gila..!"
"Tuan, sebenarnya kau mendapatkan pedang itu dari mana?"
Hu Li terlihat pucat, dia baru pertama kali melihat ada pedang seperti Yīng xióng. Dia jadi merasa bahwa pedang milik Tuannya itu bukan berasal dari Dunia Manusia, kemungkinan yang membuatnya bila bukan Dewa, berarti Iblis.
"Apa kau sedang mengataiku? Yīng xióng adalah pedang yang kutempa sendiri. Bahan utamanya merupakan besi yang diberikan Paman Tang, disempurnakan oleh Duan De, dan diberi segel pengekang pada sarungnya oleh Lan Zhi. Salahku karena menggunakan bahan selain besi.."
Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, dia teringat pernah memakai beberapa bagian tubuh Demonic Beast sebagai bahan pembuatan pedang. Diantaranya, kuku Phoenix Api, darah Lan Xiao, duri Beruang berbulu Landak, dan darah hewan yang pernah dia kalahkan di Lembah Akar Teratai.
Belum lagi Xiao Shuxiang juga menggunakan darah Dai Chen dan darahnya sendiri sebagai bahan dari pembuatan Yīng xióng.
".. Aiih, sepertinya yang gila adalah aku,"
"Memang kapan Anda pernah waras?"
!!
Xiao Shuxiang menatap Hu Li dengan aneh, ada raut tidak percaya yang terlihat pada tatapan matanya. Dia secara sengaja mengedut-ngedutkan bibir atasnya dan kembali menatap Yīng xióng.
Hu Li sepertinya tidak sadar telah melakukan sekakmat pada Tuannya sendiri. Dia membuat Xiao Shuxiang tidak bisa membalas apalagi mengomelinya.
!!
Yīng xióng kembali berevolusi. Setelah menghisap roh dari Seruling Giok Putih dan Jubah Cahaya Pelindung.. Asap yang menyelimutinya berubah warna menjadi putih keemasan.
Yīng xióng terlihat melayang sambil berputar perlahan, Pedang Tebasan Bulan seketika melesat dan malah menghilang kala ujung runcingnya bersentuhan dengan bilah Yīng xióng.
Xiao Shuxiang dan Hu Li kembali merasakan tanah bergetar, mereka menyaksikan ukuran Yīng xióng sedikit lebih tinggi, dan seakan ada bayangan Pedang Tebasan Bulan di belakangnya.
"Apa mungkin Pusaka Langit Pertama menyatu dengan Yīng xióng?!"
!!
Hu Li dan Xiao Shuxiang saling menatap, ada raut keterkejutan pada keduanya, mereka lalu memandangi Yīng xióng. Pedang tersebut berwarna hitam pada sisi tumpulnya dan putih di sisi yang tajam.
__ADS_1
Awalnya, Yīng xióng adalah pedang bermata ganda. Sebuah pedang yang umum di Benua Timur dan sangat efektif dalam menebas serta menusuk. Namun karena dirinya merupakan pedang yang aneh, maka tak jarang Yīng xióng berubah menjadi pedang yang tumpul.
Dan evolusi Yīng xióng sekarang membuatnya berubah menjadi pedang bermata tunggal. Hanya bagian bilah berwarna putih yang tajam, dilihat secara sekilas.. Yīng xióng mirip dengan katana.
Asap putih keemasan yang menyelimutinya perlahan berubah menjadi warna hitam kemerahan, lalu kemudian menghilang.
Dengan kecepatan kilat, Yīng xióng melesat ke arah Xiao Shuxiang dan seperti akan menusuk Tuannya andai Xiao Shuxiang tidak menahan Yīng xióng dengan tangan kanannya.
!!
Tangan Xiao Shuxiang terluka, cara Yīng xióng menusuk langsung menembus tulang. Hu Li terkejut melihat tangan Tuan Muda Xiao-nya mengeluarkan darah.
"Tuan..!"
"Bukan masalah, Hu Li."
Xiao Shuxiang tidak menggunakan Qi untuk menahan serangan Yīng xióng. Dia seperti sengaja membiarkan dirinya terluka.
Rasanya sangat sakit dan juga nyeri, terlihat titik keringat di kening Xiao Shuxiang karena dia menahan untuk tidak merintih apalagi berteriak kesakitan.
Hu Li tersentak saat Yīng xióng rupanya menghisap darah Tuannya. Dia ingin menarik Yīng xióng, tetapi Xiao Shuxiang melarang.
"Tapi Tuan, kau bisa mati..!"
"Tidak, Hu Li. Dia tidak berniat membunuhku,"
Setelah Xiao Shuxiang berucap seperti itu, pedang pusakanya langsung menarik diri dan menancap di tanah. Cahaya merah redup nampak menyelimuti Yīng xióng.
Xiao Shuxiang memegang tangan kanannya yang terluka, butuh waktu sekitar tiga tarikan napas sampai lukanya menutup kembali.
Xiao Shuxiang memperhatikan Yīng xióng, dia merasa bahwa darahnya yang dihisap tadi adalah untuk membuat Yīng xióng tahu siapa pemiliknya.
Hu Li berjalan ke arah Jubah Cahaya Pelindung, dia mengambil jubah tersebut dan lalu berjalan ke arah yang lain untuk mengambil Seruling Giok Putih.
Kedua pusaka di tangannya tidak lagi memiliki roh, tetapi bukan berarti kekuatan Pusaka Langit menghilang. Tidak adanya roh pada Seruling Giok Putih dan Jubah Cahaya Pelindung akan memudahkan Xiao Shuxiang menggunakan kedua pusaka tersebut.
Karena seperti yang diketahui, untuk meniup Seruling Giok Putih saja.. Xiao Shuxiang harus berlatih cukup keras, dan itu pun dirinya hanya dapat memainkan satu lagu. Sekarang, dirinya dapat mengasah kemampuan bermain serulingnya lebih dalam lagi.
Untuk Jubah Cahaya Pelindung, tidak perlu ditanyakan. Xiao Shuxiang kini mempunyai perisai yang akan sekuat roh Phoenix Api miliknya.
"Aku sebenarnya kurang mengerti, tetapi sepertinya Yīng xióng membantuku,"
Kebanyakan dari Roh Pusaka sebenarnya tidak banyak memberi dampak yang baik. Sifat mereka tergantung dari seberapa banyak energi negatif yang telah mereka dapatkan.
Roh Pedang Bintang Malam saja yang sebelumnya tidak memiliki energi negatif, menjadi penuh dengan energi negatif saat diayunkan oleh orang-orang berhati buruk.
Roh pusaka yang telah diselimuti kegelapan akan membuat pemiliknya yang baru terjerumus ke dalam kegelapan. Mereka dapat meminta imbalan nyawa bila kekuatannya ingin dipinjam.
Roh Pedang Bintang Malam sendiri baru dapat menjadi dirinya lagi saat yang mengayunkannya adalah Xiao Shuxiang.
"Karena sekarang kedua pusaka ini tidak memiliki roh, maka aku bisa menggunakannya sesuka hati. Hmh hm.. luar biasa.."
"Tuan, berhenti tersenyum layaknya penjahat. Anda jangan berpikir untuk membuat kekacauan lagi, sudah cukup Benua Timur hampir hancur karena ulahmu, jadi jangan melakukannya lagi.."
Xiao Shuxiang meminta Hu Li tenang. Untuk sekarang, dia tidak berpikiran ke arah sana. Dia lebih mementingkan keadaannya sekarang yang harus terjebak di Dunia Elf.
Xiao Shuxiang dan Hu Li kembali pada permasalahan awal, keduanya menatap Yīng xióng yang masih setia tertancap di tanah.
Ada kemungkinan roh pusaka yang terhisap tadi bersemayam di dalam Yīng xióng, ini cukup membuat Xiao Shuxiang dan Hu Li khawatir.
Dengan hati-hati, Xiao Shuxiang berjalan dan perlahan mengulurkan tangannya untuk menyentuh Yīng xióng. Pedang tersebut sama sekali tidak merespon saat disentuh.
Karena merasa tidak terjadi apa-apa, Xiao Shuxiang kemudian mulai mengalirkan Qi pada Yīng xióng.
Cukup mengejutkan, pedang ini masih saja menolak Qi miliknya. Tetapi saat Xiao Shuxiang mengayunkannya seperti biasa.. Lima angin berbentuk bulan sabit tercipta dan menghantam apa pun di depannya.
BAAAM!
!!
Xiao Shuxiang hanya memakai sedikit tenaga dalam mengayunkan Yīng xióng, tetapi apa yang terlihat membuat dirinya dan Hu Li terkejut. Pedangnya seakan memiliki kekuatan dari Pedang Tebasan Bulan.
"Aneh, aku tidak merasakan ada roh di dalamnya. Sebenarnya kau ini pedang apa?"
"Tuan, Anda yang membuatnya sendiri, harusnya Anda yang lebih tahu.."
Xiao Shuxiang meng-iyakan bahwa dirinyalah yang memang menempa dan membuat Yīng xióng, tetapi sejak awal pedang ini digunakan.. Dia tidak dapat mengendalikannya.
"Yīng xióng berbeda, Hu Li. Dia seakan berada di antara memiliki roh dan tidak. Dia seperti mempunyai pikiran sendiri, dapat sangat tajam, menjadi tumpul, dan bahkan sampai bisa menarik Qi milikku. Ini pedang yang aneh.."
__ADS_1
"Coba kulihat,"
Xiao Shuxiang menyerahkan Yīng xióng pada Hu Li. Demonic Beast berwujud rubah tersebut memperhatikan pedang pusaka miliknya dengan seksama.
Ada sebuah ukiran pada bilah pedang ini, dan jelas itu adalah nama 'Yīng xióng'. Selebihnya tidak ada yang aneh, baik dari bentuknya yang lurus dan agak cekung pada bagian ujungnya, sampai gagangnya yang dominan berwarna hitam.
Yīng xióng nampak mengeluarkan sinar redup berwarna merah, dia seperti memanggil sarung pedangnya kemari. Sebuah asap kehitaman berkumpul, memadat, dan berubah menjadi sarung pedang yang penuh dengan ukiran serta segel pengekang.
"Yīng xióng, apa kau mendengarku? Kalau kau memiliki roh, sebaiknya perlihatkan wujudmu,"
Xiao Shuxiang sudah tidak bisa sabar, dia harus mengatasi ini bila masih mau memakai Yīng xióng. Akan sangat berbahaya jika dirinya belum bisa mengontrol pedangnya sendiri.
".. Aku tidak bisa membawa pedang yang akan membuatku berada dalam kematian. Meskipun berat, tetapi bila kau terus seperti ini.. Aku harus menghancurkanmu,"
"Tuan Muda Xiao?!"
Xiao Shuxiang baru akan mengambil Yīng xióng di tangan Hu Li, namun pedangnya tersebut langsung menghilang dan seketika muncul di jarak lima meter dari dirinya.
Yīng xióng lalu keluar dari sarungnya sendiri, dia kemudian bergerak-gerak di tanah seperti sedang menulis sesuatu. Xiao Shuxiang dan Hu Li segera berjalan dan memeriksa apa yang ditulisnya.
?!
Aku adalah aku, dan kau adalah dirimu sendiri,
Aku adalah pedang, dan kaulah yang telah membuatku,
Yīng xióng memperkenalkan dirinya. Dari apa yang tertulis, Xiao Shuxiang dan Hu Li tahu bahwa pedang pusaka ini rupanya memiliki Roh, namun tidak berwujud manusia seperti Shouxing yang menjadi roh Pedang Bintang Malam.
Aku bisa menjadi keberuntunganmu, dan bisa menjadi kutukan,
Kau dapat mengendalikanku, tetapi aku yang menguasaimu,
Yīng xióng mengatakan bahwa dia menginginkan kedamaian, namun pemiliknya adalah orang yang sangat ingin kehancuran.
Dia yang tidak mau menerima Qi milik Xiao Shuxiang adalah karena Yīng xióng masih ragu dengan hati pemiliknya.
Kau tidak diizinkan angkuh, hanya boleh Aku,
Takdirku.. Menguasai Segalanya..
Hu Li merasa bahwa Yīng xióng pedang yang baik, dan seperti ucapannya.. Yīng xióng kemungkinan dapat mengendalikan hasrat membunuh Xiao Shuxiang.
".. Pedang ini tahu bahwa di tangan Anda, dia hanya akan menjadi penyebab kehancuran,"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Setidaknya dengan begini dia tahu Yīng xióng tidak akan membahayakannya.
Bagus juga Yīng xióng tidak mau menerima Qi miliknya, karena kebanyakan senjata dapat menjadi debu bila tidak bisa menampung Qi-nya.
Bisa dibilang, Qi milik Xiao Shuxiang yang unik ini mampu memperpendek usia sebuah pusaka. Pedang Bintang Malam saja dapat menjadi debu setelah beberapa lama dialiri Qi darinya, apalagi Yīng xióng.
"Karena sekarang aku sudah tahu kau dapat diajak berkomunikasi, maka baiklah. Aku akan tetap membawamu,"
Yīng xióng kembali ke sarungnya dan perlahan menghilang. Tempat dia tinggal rupanya berada dalam peti mayat Penatua Da Lin. Yaah.. Itu bukan masalah yang berarti.
Sekarang adalah satu hal lagi, dan ini berhubungan dengan penampilannya sekarang. Xiao Shuxiang mulai menjelaskan keadaan dirinya pada Hu Li.
Pemuda yang juga memiliki rambut putih seperti Xiao Shuxiang ini jelas terkejut, tidak dia sangka ada dunia lain yang sama sekali tidak dirinya ketahui.
".. Aku percaya ada Dunia para Demonic Beast karena sering mendengarnya dari para senior Scarlet Bayangan. Tetapi untuk Dunia Elf, ini pertama kali aku mendengarnya,"
"Harusnya aku memberitahumu lebih awal, tapi kau tahu kan, ada banyak hal yang terjadi.."
Xiao Shuxiang menjelaskan bahwa saat ini mereka belum bisa pulang. Dan kemungkinan butuh waktu yang lama untuk bisa kembali ke Dunia Manusia.
".. Kita harus menunggu gerhana matahari baru bisa pulang. Tetapi, gerhana itu hanya terjadi sekali selama seratus tahun,"
Xiao Shuxiang menyampaikan pemikirannya pada Hu Li. Dia pernah dinasehati oleh Tianqi Mao supaya mengembangkan jurus Cermin Pemindah.
".. Jika aku dapat mengembangkannya, meski kemungkinannya kecil, kita dapat pulang tanpa harus menunggu Gerhana Matahari,"
"Tuan Muda Xiao, aku percaya kau pasti bisa."
Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia lalu menepuk pelan pundak Hu Li dan meminta temannya bersabar. Selama mereka ada di Dunia Elf, penting bagi mereka untuk beradaptasi.
".. Aku akan sesekali mengeluarkanmu, tetapi kau jangan diwujudmu yang manusia ini. Para Elf tidak suka melihat manusia, dan mereka juga merasa jijik melihat Demonic Beast yang hidup di Dunia Manusia. Akan kukirimkan makanan, jadi buat tempat ini nyaman bagimu.."
"Tuan Muda, Anda jangan mengkhawatirkanku. Jagalah dirimu saat bersama makhluk Elf itu, aku akan selalu menunggumu di sini.."
Xiao Shuxiang tersenyum dan berkata dia pasti akan menjaga diri dengan baik. Dia lalu berpamitan pada Hu Li. Xiao Shuxiang khawatir bila ada Elf yang masuk ke dalam kamarnya dan menemukan dia tidak berada di tempat.
__ADS_1
Hu Li mengangguk, dia menatap Tuannya yang secara perlahan mulai menghilang. Pandangan matanya lalu mengarah ke sekeliling, tempat ini cukup berantakan akibat ulah Yīng xióng. Sepertinya dia harus merapikan semua ini.
***