
Nona Darah Madu menutup matanya sambil melindungi bayi kecil digendongannya. Suara gelombang angin yang terlalu mengerikan membuat telinganya sakit dan tubuhnya ditekan begitu kuat.
Bayi laki-laki digendongan Nona Darah Madu bergerak sedikit seolah tidak merasakan apa-apa. Dia tertidur lelap bahkan nampak tersenyum seolah sedang bermimpi indah.
!!
Tanpa disadari, Api Kecil berwarna kuning keemasan keluar dari perut bayi tersebut dan segera melesat ke arah titik cahaya.
Seketika, ledakan cahaya besar untuk kedua kalinya terdengar bagai sambaran petir dan membuat para pendekar kesulitan menahan tekanan ini hingga terpental sangat jauh.
Tetua Mo dan para pendekar dari Partai Pasak Bumi juga ikut terhempas. Tali Pengikat Abadi putus dan tekanan kuat membuat mereka merasakan sakit yang berbeda-beda. Sebagian pendekar yang tidak kuat menahan tekanan ini langsung mengalami saat-saat yang mengerikan.
Dada mereka meledak dan tidak sedikit yang kepalanya hancur begitu saja. Bocah Pengemis Gila melempar tongkatnya dengan penuh tenaga walau matanya tertutup.
Gong Zitao yang menghantam sebuah bangunan nampak sesak napas dan nyaris dadanya meledak. Beruntung aura menekan itu langsung menghilang begitu saja.
!!
Dia merasakan seluruh tubuhnya sakit. Hampir saja dia bertemu dengan kematian andai keberuntungan tidak memihak padanya. Dia mencoba bernapas, namun pikirannya benar-benar kosong. Entah apa yang terjadi barusan, itu berlangsung amat cepat----tetapi mengerikan.
Di lain tempat, kedua lutut Bocah Pengemis Gila menyentuh tanah disertai dengan kedua tangannya. Pikirannya juga mengambang dan raut wajahnya seperti baru saja berhadapan dengan dewa kematian.
Dia bernapas dengan sangat hati-hati, "Aku... Pasti benar-benar sudah tidak waras. Ini pertama kalinya tubuhku bergerak sendiri sebelum pikiranku.."
Bocah Pengemis Gila langsung menjatuhkan tubuhnya, sejenak dia tidak merasakan debaran jantungnya sebelum organ itu mulai berpacu dengan kencang.
Langit masih tertutup awan tebal di atas sana. Bayangan masa lalu sejenak terlintas di hadapan Bocah Pengemis Gila. Andai dia tidak bergerak tadi, kemungkinan besar tempat tinggalnya akan menjadi makam massal hari ini juga.
"Aku bersyukur karena nafsu membunuh anak itu belum mencapai yang paling tinggi. Dan aku bersyukur karena masih lebih kuat daripada dia..." Bocah Pengemis Gila menutup matanya dengan lengan kanan, dia menyembunyikan air mata penuh rasa lega miliknya.
Walau aura menekan itu sudah lenyap, namun cahaya putih tersebut masih ada dan amat menyilaukan. Sekarang, bahkan terlihat sedikit kemilau keemasan di dalamnya sebelum cahaya itu perlahan-lahan meredup.
Ada sebuah lubang besar tercipta akibat ledakan tadi. Dua orang terlihat di tengah-tengah lubang yang mana keduanya terbaring tidak sadarkan diri.
Ada dua tangan yang nampak saling menggenggam, namun bila diperhatikan lebih teliti----tangan Sang Gadislah yang memegang erat tangan pemuda di sampingnya.
Salah seorang di antara mereka mulai membuka mata. Awalnya penglihatan Xiao Shuxiang memburam, tetapi kemudian mulai jelas.
Warna matanya masih belum kembali normal, namun saat dia bersin dan mengucapkan syukur----rasanya dia sudah menemukan kesadarannya yang hilang.
"......."
Xiao Shuxiang merasakan ada yang memegang tangannya, dia lantas menoleh pelan dan menemukan bahwa seseorang berbaring, tepat di sisinya. Dia pun mulai membuka suara dan sedikit bergumam.
"Kucing Putih...?"
Suara Xiao Shuxiang pelan, namun tidak ada jawaban dari gadis berambut putih yang terbaring di sampingnya ini. Dia pun sekali lagi mengulang ucapannya.
"Kucing Putih, apa kau mati...?"
"Mn..."
Xiao Shuxiang memejamkan mata sejenak, dia akhirnya bisa bernapas lega saat mendengar jawaban lemah dari gadis di sampingnya.
"Apa tubuhmu sakit..?"
"Mn.."
"Kau bisa bergerak..?"
"Mn.."
"Apa kau tidak dapat memberiku jawaban lain?"
"Mn, jangan mengganggu."
Ling Qing Zhu terlalu lelah untuk menjawab setiap pertanyaan Wali Pelindungnya. Dia masih belum membuka mata, bahkan walau ingin----rasanya terlalu berat.
Sekujur tubuh Ling Qing Zhu tidak bisa digerakkan. Entah gumamannya itu tadi pertanda baik atau tidak----hanya dia seoranglah yang tahu.
"Kau ini bodoh, ya?" Xiao Shuxiang kembali memecah keheningan. "Kenapa kau harus bertindak senekat ini demi menolongku..?" suaranya terdengar lemah.
Xiao Shuxiang memandang ke langit dan lalu menutup mata sejenak. Bibirnya mulai tertarik membentuk senyuman tipis, "Tapi kau tahu.. Aku mendengar ucapanmu itu.."
Mata Ling Qing Zhu perlahan terbuka, dia masih bisa merasakan aliran darahnya dan juga aliran Qi di dalam tubuhnya.
Awalnya dia berpikir sudah tidak ada lagi di dunia ini, namun entah bagaimana keberuntungan tidak terduga datang kepadanya.
"Kau... Mendengar apa..?" suara Ling Qing Zhu pelan, namun malah membuat Wali Pelindungnya tersenyum semakin lebar.
"Kau yakin ingin mendengarnya?"
"Lupakan jika itu memalukan."
"Tidak, kupikir malah terdengar.. Hmm.. Romantis?"
"Hmph, tidak tahu malu."
Xiao Shuxiang malah tertawa dengan respon Ling Qing Zhu, "Kau ini memang bertingkah seperti kucing. Kesannya nampak tidak peduli, namun sebenarnya sangat perhatian. Terlihat tidak menyukaiku, tetapi bahkan nekat melakukan 'Penghancuran Diri' hanya untuk menyadarkanku. Tsk tsk.. Luar biasa."
Ling Qing Zhu terbatuk pelan. Jika Wali Pelindungnya sudah mulai cerewet, maka itu artinya Xiao Shuxiang sudah baik-baik saja. Dia pun mengembuskan napas dan dengan serius memanggil nama pemuda di sampingnya. Baginya saat ini----suasana masih menegangkan.
"Shuxiang.."
"Apa?" Xiao Shuxiang merespon dengan cepat. Dia seperti lupa dengan kondisinya sekarang.
"Aku.. Ingin meminta maaf atas nama keluargaku dan juga untuk mereka yang sudah keterlaluan padamu."
"......."
Raut wajah Xiao Shuxiang berubah, dia tidak menjawab tetapi mulai bangun dan mengambil posisi duduk. Dia menatap lekat ke arah Kucing Putihnya dan mulai bersuara.
"Kenapa kau yang harus minta maaf?"
"Harus ada yang memulainya. Aku tidak mau kau dendam pada mereka."
"......."
Xiao Shuxiang bertatapan mata dengan gadis yang masih berbaring ini. Dia pun mendengus dan lalu tersenyum pelan. "Kau tidak perlu mencemaskannya. Meski aku tidak suka perilaku mereka, tapi Xiao Shuxiang ini bukan orang yang mudah menyimpan dendam."
__ADS_1
Ling Qing Zhu perlahan bangun, dia dibantu oleh Wali Pelindungnya. Dirinya menatap Xiao Shuxiang dan menemukan bahwa urat-urat tipis kehitaman masih nampak di wajah pemuda ini.
"Apa kau sungguh sudah baikan?"
"Mn, kurasa begitu. Hanya saja memang perutku agak sakit," Xiao Shuxiang meminta Ling Qing Zhu untuk tidak khawatir padanya.
Dia lantas mengedarkan pandangan ke sekeliling dan baru sadar bahwa mereka ada di dalam sebuah lubang.
"Kau yakin tidak benci pada mereka semua?" Ling Qing Zhu kembali bertanya, dia seakan tidak percaya jika pemuda ini melupakan sikap keluarganya dan juga para pendekar yang lain, apalagi mereka sangat berambisi membunuh pemuda ini.
"Tidak sama sekali. Bahkan jika Xiao Shuxiang ini marah, itu masih belum separuh dari kemarahannya yang asli. Atau.. Kau ingin aku benar-benar membenci mereka?"
?!
Ling Qing Zhu spontan menggeleng sebagai jawaban ketika sudut bibir Wali Pelindungnya melengkung menjadi senyuman aneh yang mengancam. Saat wajah dan mata pemuda ini tidak dalam penampilan normal----dia jelas nampak menakutkan.
"Baiklah, kalau kau tidak mau.." Xiao Shuxiang berdiri dan lalu mengulurkan tangannya yang terlihat agak bernoda pada Ling Qing Zhu, ".. Ayo. Kau butuh bantuan?"
"......."
Ling Qing Zhu menerima uluran tangan Wali Pelindungnya. Dia tidak mengerti bagaimana pemuda ini memperoleh kesadarannya kembali meski warna mata dan kuku pada jari tangan pemuda itu masih belum berubah normal.
Sepasang tanduk di kepala Xiao Shuxiang memang sudah menghilang, tetapi dia belum dapat mengendalikan untuk perubahannya.
Jujur saja, kesadarannya kembali selain karena sebagian Qi miliknya diserap Ling Qing Zhu----juga karena bantuan Api Kuning Keemasannya yang pernah dia titipkan dalam tubuh seorang bayi.
"Sepertinya saat tidak sadar, aku telah melukai banyak orang.." Xiao Shuxiang memperhatikan luka di tangan Kucing Putihnya, tatapan matanya melembut. "Aku juga sepertinya telah melukaimu.."
"Mn, tapi bukan masalah."
Ling Qing Zhu memang mempunyai telapak tangan yang kasar, tidak seperti gadis lain. Dia tidak pernah merawat lukanya dengan benar, hanya menggunakan Qi untuk menghentikan pendarahan dan lalu membiarkan luka yang diterimanya membekas.
Telapak tangan yang kasar karena terus berlatih pedang atau karena luka lain adalah pengingat Ling Qing Zhu bahwa dia sudah berusaha keras selama ini.
Ling Qing Zhu memperhatikan telapak tangannya saat Xiao Shuxiang berjalan dan seperti tertarik dengan sebuah tongkat bambu yang menancap tidak jauh dari tempat mereka berada.
Pemuda itu mengambilnya, dia memperhatikan tongkat bambu tersebut dan merasakan aliran tenaga yang kuat. Baru saja akan bicara, sebuah gemuruh langsung membuatnya tersentak.
Di berbagai tempat, para pendekar satu persatu mencoba bangun. Ada yang langsung mengumpat keras karena terpental begitu saja hanya karena gelombang angin, beberapa bahkan nampak memuntahkan darah.
Salah satu di antara para pendekar itu adalah Tetua Mo. Ekspresi wajahnya nampak buruk, harusnya nafsu membunuh yang disertai gelombang angin itu melenyapkan banyak pendekar, bukan tiba-tiba berhenti seperti ini.
Dia berdecak, "Aku sudah melonggarkan Tali Pengikat Abadi bersamaan saat gadis itu melakukan tindakan nekatnya, tetapi seseorang malah menjadi pelindung Xiao Shuxiang."
Tangan Tetua Mo terkepal, namun raut wajahnya masih tetap tenang. Dia melihat perubahan di langit dan merasa bahwa inti dari rencananya telah mencapai tahap akhir.
*
*
Bocah Pengemis Gila tidak bisa menahan keterkejutannya saat melihat awan berbentuk monster mengerikan di langit. Aura ini terlalu mengerikan bahkan sampai pada tingkatan tidak lagi terselamatkan.
"Bocah Pengemis Gila..!"
?!
"Shuxiang..? Nona Ling..?"
!!
Tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, Bocah Pengemis Gila jelas terlihat lega ketika kedua orang ini dalam keadaan yang baik-baik saja.
"Nak, bagaimana perasaanmu?!"
!?
Xiao Shuxiang tersentak ketika kedua lengannya dipegang dan tubuhnya diguncang oleh Bocah Pengemis Gila, dia lantas membentak pria tersebut dan memintanya untuk tidak bertindak yang bukan- bukan.
"Untuk saat ini aku dalam keadaan yang baik," Xiao Shuxiang memegang tongkat bambu Bocah Pengemis Gila dan menatap ke arah langit, pria di hadapannya ikut mengarahkan pandangan ke atas.
"Itu baru Iblis.."
"Mn," Xiao Shuxiang mengangguk mendengar gumaman Bocah Pengemis Gila, "Tapi kurasa hanya yang palsu. Namun biar bagaimanapun, dia tetap akan membawa bahaya."
!?
Bocah Pengemis Gila merasakan detakan keras pada dadanya saat melihat mata Xiao Shuxiang berkilat. Dia sepertinya tahu apa yang dipikirkan oleh pemuda ini.
"Apa kau berniat melawannya?"
"Mn, dan karena itulah aku kemari. Tolong apa pun yang terjadi, pastikan Kucing Putih tetap selamat."
!!
Bocah Pengemis Gila dan Ling Qing Zhu tersentak. Mereka memikirkan dua hal berbeda, tetapi sama-sama tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh pemuda ini.
"Aku tidak butuh perlindungan." Ling Qing Zhu jelas menolak, dia memang tidak bisa membantu banyak----tetapi dia akan bertarung sampai akhir.
"Kau serius ingin melawan monster itu?! Di kondisimu yang sekarang?! Tidak. Kalau kau ingin bertarung, maka aku akan membantumu."
"Kau terlalu mengkhawatirkanku."
"Tentu saja aku khawatir padamu! Sebelumnya, kau benar-benar lupa diri. Sekarang meski kau mengingatku dan Nona Ling, warna mata dan wajahmu itu masih tidak wajar. Mungkin hanya tinggal menghitung waktu sampai kau akan menggila sungguhan!"
Bocah Pengemis Gila tidak mau itu terjadi. Dibandingkan apa pun, kondisi Xiao Shuxiang lebih mencemaskan walau pemuda itu merasa baik-baik saja.
"Bocah Pengemis Gila, jangan berdebat denganku. Tugasmu adalah melindungi tempat tinggalmu dan tugasku adalah mengatasi monster itu. Kalau pun saat bertarung nanti dan aku tidak bisa mengendalikan diri, maka kau harus menghentikanku apa pun risikonya."
Xiao Shuxiang menyerahkan tongkat bambu di tangannya pada Bocah Pengemis Gila dengan penuh keyakinan. Dia lantas menarik tangan pria itu dan membisikkan sesuatu padanya.
Bocah Pengemis Gila tersentak, tetapi tidak menolak. Dia mendengarkan Xiao Shuxiang dengan serius dan sedikit melirik ke arah gadis yang berdiri di belakangnya.
"Di Benua ini, kuyakin kau yang paling kuat. Bila kemungkinan buruk terjadi dan kau terpaksa harus membunuhku, maka jangan pernah ragu. Tapi kau harus berjanji, buat setiap bagian tubuhku terpisah satu sama lain. Buang di berbagai tempat yang tidak mungkin bisa ditemukan siapa pun, kau mengerti?"
!!
"Shuxiang, apa-apaan ini?! Kau ingin aku melakukan tindakan tidak manusiawi?! Di samping segala ucapanmu, apa kau serius akan menghadapi monster itu? Perilaku para pendekar.. Mereka semua.."
"Tidak layak dilindungi." Xiao Shuxiang mengerti apa yang ada di pikiran Bocah Pengemis Gila. "Aku tahu. Di masa lalu, aku mungkin akan membiarkannya. Tapi tidak untuk sekarang ini,"
__ADS_1
"Shuxiang.."
"Kulakukan apa yang kuanggap benar. Setidaknya dengan ini, aku ingin membuat mereka semua berhutang nyawa padaku." Xiao Shuxiang menepuk pundak Bocah Pengemis Gila dan mengajukan permintaannya sekali lagi, Kucing Putihnya benar-benar harus dilindungi.
Dia pun membuat sebuah kertas jimat dengan memakai Qi miliknya dan menyerahkan benda itu pada Bocah Pengemis Gila.
!!
Ling Qing Zhu tersentak saat Wali Pelindungnya tiba-tiba saja melesat pergi. Dia ingin menyusul, namun ditahan oleh Bocah Pengemis Gila.
"Kau jangan ke sana,"
"Tapi, Shuxiang.."
"Dia memintaku menjagamu. Ayo," Bocah Pengemis Gila menarik tangan Ling Qing Zhu, gadis itu mengikutinya tanpa penolakan.
Pria itu tahu kegelisahan gadis berambut putih ini, tapi dia tidak bisa mengabaikan permintaan Xiao Shuxiang. Teman baik Lan'Er Gege-nya itu menaruh kepercayaan penuh padanya.
"Senior, apa dia akan baik-baik saja..?"
Bocah Pengemis Gila menatap saat gadis di sampingnya bicara, "Aku takut memberikanmu jawaban yang salah. Tapi sejujurnya jika Xiao Shuxiang tiada.. Dunia tetap tidak akan damai. Kecuali aku benar-benar harus memisahkan setiap bagian tubuh anak itu dan mencegah rohnya diambil oleh sosok bernama Qian Kun,"
*
*
Nona Darah Madu melihat fenomena aneh di langit. Pandangannya lantas teralihkan saat dia melihat Bocah Pengemis Gila tengah menggandeng tangan seorang gadis. Dia pun berjalan menghampiri pria itu dan membentaknya.
"Bocah Pengemis Gila..! Di situasi semacam ini kau malah-"
"Tunggu! Sebelum berpikiran yang bukan-bukan, biar kujelaskan lebih dulu. Dia adalah istri temanku dan aku berkewajiban untuk menjaganya."
"Kewajiban? Lihat bayi yang kau titipkan padaku! Kau memaksaku merawat anak, apa kau melupakannya?!"
Nona Darah Madu masih bisa-bisanya mengomel. Dia terlihat kesal dan jelas sedang menargetkan Bocah Pengemis Gila. Andai dia tidak takut menjatuhkan bayi digendongannya, maka pria ini pasti sudah menerima beberapa serangan darinya.
Ling Qing Zhu sendiri nampak keheranan dengan hubungan kedua orang ini. Dia tahu Nona Darah Madu, wanita tersebut adalah pendekar Aliran Hitam yang cukup terkenal. Dirinya justru penasaran bagaimana bisa wanita cantik itu memiliki hubungan dengan seorang Bocah Pengemis Gila.
Hanya saja saat memikirkannya, sebuah suara keras bagai halilintar tiba-tiba saja terdengar. Tanah yang Ling Qing Zhu pijak bergetar hebat dan suasana menjadi amat menakutkan.
!!
Mereka semua terkejut. Ling Qing Zhu berniat melesat, namun tangannya tetap dipegang oleh Bocah Pengemis Gila.
"Senior.."
"Jangan pergi. Kau tidak boleh membiarkan Xiao Shuxiang mengkhawatirkanmu sedikit saja. Ayo,"
!!
Ling Qing Zhu tersentak ketika tangannya malah diapit pada salah satu ketiak Bocah Pengemis Gila. Dia berkedip sekali dan kemudian berkedip untuk kedua kalinya. Seumur hidup, dia tidak pernah diperlakukan seperti ini, sungguh!
Bocah Pengemis Gila mulai menggunakan kertas jimat yang diberikan Xiao Shuxiang padanya. Sebagai seorang pendekar sekaligus kultivatior----dia juga dapat mengeluarkan Qi dan mengalirkannya pada kertas tersebut.
Kertas itu melayang dan kemudian berubah menjadi sebuah Cermin Pemindah. Bocah Pengemis Gila meminta Nona Darah Madu dan Ling Qing Zhu untuk masuk ke dalam sana.
Saat kedua cantik itu masuk, Cermin Pemindah perlahan memudar dan kembali menjadi sebuah kertas jimat. Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan lalu melesat pergi. Dia mulai merepotkan diri menyelamatkan banyak orang sekarang ini.
Ling Qing Zhu dan Nona Darah Madu sebenarnya tidak banyak bertanya saat mereka diminta memasuki sebuah cermin. Keduanya tiba di suatu tempat yang merupakan daerah bersalju.
!!
Mereka tersentak dan saling berpandangan. Lingkungan ini berbeda dari segala lokasi yang ada di Benua Tengah. Mereka sedang berpikir saat sebuah suara geraman terdengar.
Ling Qing Zhu dan Nona Darah Madu berbalik ke belakang. Keduanya melihat seekor hewan besar yang mempunyai tubuh perkasa dengan tiga orang anak di atasnya.
"Bibi, apa itu kau?"
!!
Suara manis salah seorang anak membuat Ling Qing Zhu berkedip. Dia baru memperhatikan bahwa anak tersebut mempunyai rambut putih panjang dan memiliki warna mata yang sama dengan kakaknya, Ling Lang Tian.
"Bing'Er..?"
Anak perempuan itu jelas adalah Ling Ya Bing, berarti hewan besar yang perkasa ini adalah Lan Xiao. Ling Qing Zhu diam-diam mencubit keras paha Nona Darah Madu hingga wanita di sampingnya spontan menjerit.
"Kau..!!"
"Kurasa kita ada di Benua Utara."
!!
Nona Darah Madu mengigit bibir bawahnya, suaranya sedikit bergetar. "Kau kenapa mencubitku? Lakukan pada pahamu sendiri..! Gunakan dirimu!"
"Mn, ekspresi Nona jauh lebih jujur dibandingkan denganku." suara Ling Qing Zhu tetap datar, tatapan matanya tenang, dan kewibawaannya itu membuat wanita di sampingnya benar-benar kesal hingga merasa telah kehilangan muka.
"Menyebalkan. Dia cantik tapi sangat menyebalkan! Aku ingin sekali merobek cadarnya dan mencakar habis wajahnya itu..!" Nona Darah Madu bahkan tidak bisa mengepalkan tangan karena harus menggendong bayi. Dia hanya bisa mengigit bibir dan mengumpat di dalam hati.
"Bibi, kenapa kau ada di sini?" Ling Ya Bing baru saja turun dari punggung Harimau Bulan. Dia bersama Xiao Qing Yan dan seorang putri yang merupakan Cicit dari Yang Chai Jidan.
Tempat ini jelas lebih aman dibandingkan dengan Benua Timur. Ling Qing Zhu dan Nona Darah Madu ikut ditanyai oleh Xiao Qing Yan, namun sebuah Cermin Pemindah kembali terbentuk di dekat mereka.
Siu Yixin keluar dari cermin dan membawa seorang pria tua bersamanya. Kondisi mereka membuat Xiao Qing Yan terkejut sekaligus keheranan.
Walau demikian, Xiao Qing Yan tidak menanyakan apa-apa untuk saat ini. Keadaan pria tua yang dibawa Siu Yixin nampak tidak baik dan sepertinya butuh diobati segera.
"Ayo bawa dia naik ke punggung Lan Xiao,"
Siu Yixin bergerak, dia mengangkat pria tua itu dan meletakkannya di punggung Harimau Bulan. Mereka bergegas pergi menuju kediaman Yang Chai Jidan bersama Ling Qing Qing Zhu dan Nona Darah Madu.
Kekaisaran Salju Putih di Benua Utara terlihat lebih damai, tidak seperti Benua Tengah yang benar-benar membuat Bocah Pengemis Gila harus bergerak cepat menyelamatkan banyak orang.
!!
Akibat Raka Daksa mulai keluar dari persembunyiannya, tanah di dua Kekaisaran yang ada di Benua Tengah terasa berguncang.
Bahkan buruknya, hanya dengan satu gerakan kasar----Gunung berapi yang ada di Wilayah Aliran Hitam itu meledak hingga menciptakan suara bagai halilintar yang mencoba membelah bumi.
***
__ADS_1