
Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Xiao Qing Yan terlihat keheranan, pasalnya seorang anak berpakaian hitam dengan usia yang nampak berumur 5 Tahun tersebut sedang memeluk kedua kaki Xiao Shuxiang dengan erat.
"Anak siapa ini..?"
"Ibu.."
Anak kecil yang berwajah tenang itu terus memeluk kaki Xiao Shuxiang sambil menggumamkan sesuatu. Dia seperti tidak ingin berpisah dari pemuda ini.
"Nak, kau siapa..? Di mana ibumu?"
Hu Li mencoba memberi pertanyaan sederhana pada anak berambut panjang nan diikat tersebut, dirinya terlihat berlutut sambil mengusap-usap pelan kepala anak laki-laki itu.
"Ibu.."
"Iya, tapi di mana ibumu..?"
Bukannya menjawab pertanyaan Hu Li, anak tersebut malah kembali bergumam sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap Xiao Shuxiang.
Tidak butuh waktu lama sampai sebuah seruan terdengar. Hu Li menoleh dan mulai melihat dua orang gadis berlari ke arahnya, di belakang gadis tersebut juga mengikut tiga orang pria, satu di antara mereka memiliki badan yang lumayan besar.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat mengetahui kedua gadis yang lari ke arahnya adalah Xiao Lu dan Yi Wen. Dirinya tidak menyangka bisa bertemu kedua saudaranya itu.
"Sa.. Saudara Xiao..?" Yi Wen yang telah berhenti saat dekat dengan Xiao Shuxiang juga terlihat tersentak sekaligus tak percaya. ".. Saudara Xiao, apa benar ini kau..?"
"Yi Wen, apa yang kau lakukan di tempat ini?"
"Saudara Xiao..!" Yi Wen seperti tidak mendengarkan pertanyaan Xiao Shuxiang, dirinya terlalu senang karena akhirnya dia bisa bertemu dengan saudaranya kembali.
!!
Xiao Shuxiang tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat tiba-tiba dipeluk erat oleh Yi Wen. Tubuh bagian atas gadis ini terlalu berisi dan membuat dadanya sesak, namun dia tidak mencoba menghentikan Yi Wen.
"Xiao'Er.."
Xiao Lu sendiri terlihat tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Adiknya sekarang telah tumbuh menjadi pemuda yang lebih mempesona dari sebelumnya, dia bahkan hampir tidak mengenali adiknya.
"Saudara Xiao..! Aku sangat merindukanmu..! Sudah lebih dari dua abad kita tidak bertemu, apa kau juga merindukanku?"
"Yi Wen, apanya yang dua abad? Baru lebih dua tahun kita tidak bertemu dan kau sudah sehisteris ini..?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengusap pelan kepala Yi Wen, dia meminta temannya untuk tetap tenang, membuat keributan di tempat ini hanya akan mengundang tatapan aneh dari orang-orang.
"Yi Wen, kau sudah memeluk Saudara Xiao, sekarang adalah giliran kami."
Yi Wen terlihat tidak rela, tetapi Jing Mi dan Hou Yong sama rindunya dengan Xiao Shuxiang. Dengan ogah-ogahan, dirinya lalu memberi ruang bagi Jing Mi dan Hou Yong untuk berpelukan sepuasnya dengan Xiao Shuxiang.
Anak laki-laki yang memeluk Xiao Shuxiang rupanya belum melepaskan diri. Dia jelas mengagumi pemuda ini sampai-sampai tidak mau melepaskan pelukannya.
"Saudara Jing, kau tumbuh semakin besar.." Xiao Shuxiang berdecak kagum, dirinya lalu menatap Hou Yong dan berkata bahwa saudaranya tersebut masih tetap sama, tidak tumbuh seperti yang Jing Mi alami.
"♬♪ Sudah sejak lama, kita tidak bertemu yo! Bagaimana keadaanmu saat di Benua Utara yo?!♩♬"
"♩♪Kau masih memakai nada saat bicara. Kebiasaanmu ini cukup sulit disembuhkan, yo!♬♩"
Xiao Shuxiang sudah lama tidak melihat Siu Yixin, suaranya saat bicara dengan pria berbulu mata mencolok tersebut membuatnya juga ikut bicara memakai nada, meski suaranya masih lebih buruk.
Xiao Shuxiang lalu memperkenalkan Xiao Qing Yan dan O Zhan pada teman-temannya. Dia kemudian menatap anak kecil yang masih setia memeluk kakinya.
"Siapa anak ini..? Tidak mungkin anakmu, kan? Gadis Cerewet.."
"Apa kau tidak bisa mengenali anakmu sendiri?"
!!
"Saudara Xiao, apa kau melupakan anakmu dengan Tuan Muda Lan?"
Jing Mi dan Xiao Lu sebenarnya hanya bercanda, namun tidak mereka sangka dapat melihat ekspresi Xiao Shuxiang yang begitu terkejut.
"Sejak kapan aku dan Lan Zhi menikah?! Siapa di antara kami yang melahirkan?! Kalian manusia tidak tahu malu, berhenti menjodohkanku dengan Lan Zhi. Aku dan dia sama-sama laki-laki, kami bujangan yang normal."
Yi Wen untuk pertama kalinya merasa bahwa Saudara Xiao-nya telah berubah menjadi lebih dewasa. Dia memang tidak setuju jika Saudaranya ini dijodoh-jodohkan, apalagi dengan pria. Baguslah, Saudara Xiao-nya dapat mengeluarkan protesan semacam itu.
Hou Yong tentu tidak tinggal diam, dirinya berusaha membantu Jing Mi dan Xiao Lu. "Saudara Xiao, kau lihat anak itu. Sejak tadi dia memanggilmu 'Ibu'. Coba kau ingat-ingat lagi dan perhatikan anak itu dengan teliti.. Dia mirip siapa.."
Xiao Lu menghembuskan napas sambil menggeleng pelan, "Hou Yong.. Sepertinya adik iparku sudah dilupakan. Kasihan sekali dia.."
"Ibu.."
Xiao Shuxiang tidak tahu kepala teman-temannya ini terbentur di mana hingga berani menggodanya dengan sesuatu yang membuat perasaan merinding.
"Kalian berhentilah memasang ekspresi serius, aku-"
__ADS_1
"Ibu.."
Xiao Shuxiang mulai menatap anak yang sedang memeluk kakinya erat, kebetulan anak laki-laki tersebut juga menatapnya. Dia baru memperhatikan ada tiga garis tipis pada pipi anak berusia lima tahun ini.
"Ibu.."
Anak tersebut terus memanggil Xiao Shuxiang dengan 'Ibu', sesekali dia mengusap-usapkan hidungnya dan memgeluarkan suara dengkuran. Hal ini membuat mata Xiao Shuxiang terbelalak.
"Kau.. Jangan-jangan.. Lan Xiao?"
"Ibu.."
Xiao Shuxiang menatap Xiao Lu, Jing Mi, Hou Yong, Yi Wen, dan Siu Yixin secara bergantian. Dirinya mendapat respon alis terangkat dari Xiao Lu sekaligus senyum tipis penuh arti miliknya.
!!
Xiao Shuxiang segera mengangkat anak laki-laki berusia 5 Tahun tersebut. Dia terkejut karena anak ini sangat berat, dirinya bahkan harus memakai Qi untuk melakukannya.
Xiao Shuxiang mengendus-endus anak laki-laki di gendongannya, dia sama sekali tidak mencium aroma khas dari Harimau Bulan, yang ada malah aroma kayu cendana.
"Lan Xiao, apa ini benar-benar kau?!"
Xiao Shuxiang dan Hu Li nampak tidak percaya. Aroma khas Demonic Beast akan menghilang saat binatang tersebut berusia lebih dari 7000 Tahun.
"Lan Xiao..! Kau ternyata bisa menjadi manusia! Kau luar biasa..! Aku menyayangimu..!" Xiao Shuxiang terlihat sangat senang, dia tidak henti-hentinya mencium anak laki-laki berusia lima tahun tersebut.
"Sekarang di mana ayahmu?! Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya..!"
!!
Yi Wen, Hu Li, dan Xiao Qing Yan terkejut ketika Xiao Shuxiang malah bergegas pergi dan seakan tidak mempedulikan mereka. Teman mereka itu baru memanggil saat dirinya sudah berjarak lima meter dari mereka.
"Lihat, kan..? Dia tidak menolak saat dipanggil 'Ibu' oleh Lan Xiao,"
Jing Mi, Hou Yong, dan Siu Yixin mengangguk pelan saat mendengar ucapan Xiao Lu. Mereka terus menatap Xiao Shuxiang yang berjalan sambil menggendong Lan Xiao.
"Sudah kubilang, Xiao'Er itu punya ikatan khusus dengan adik ipar Lan," Xiao Lu begitu serius saat mengatakannya, dia mulai meracuni pikiran Jing Mi, Hou Yong, dan Siu Yixin dengan kata-kata yang begitu menyakinkan.
Yi Wen sendiri terlihat cemberut, "Baru saja aku memujinya karena dia masih normal. Tetapi melihat antusiasnya itu.. aku jadi tidak yakin.."
Hu Li nampak menggeleng pelan saat melihat ekpresi wajah Yi Wen, gadis itu nampak kecewa sekaligus sedikit pucat. "Haah.. Tuan Muda Xiao, kau baru saja membuat seorang gadis patah hati,"
__ADS_1
***