
"Saudara Xiao.. Apa Saudara Mo menyudutkanmu?" Jing Mi tersenyum meledek, dia suka melihat perubahan raut wajah saudaranya itu.
"Diamlah, Saudara Jing. Aku tidak akan disudutkan semudah ini.." Xiao Shuxiang sudah memilih satu kartu dan melemparkannya ke atas meja.
Nyawn..!
Pii..!
Lan Xiao dan O Zhan yang sejak tadi diam mulai berseru. Mereka memberi semangat pada Mo Huai dan seakan meledek Xiao Shuxiang. Tingkah menggemaskan keduanya memancing Zhi Shu dan yang lainnya untuk tersenyum.
Nyawn~
"Lan Xiao, meski kau mendukungnya.. Mo Huai tidak bisa ditolong dari-!"
Xiao Shuxiang berhenti bicara saat kartunya berhasil dikalahkan. Teman-temannya bahkan ikut kaget.
Mereka menatap Mo Huai dengan rasa tak percaya. Ini kedua kalinya Xiao Shuxiang kalah dan itu membuatnya mulai kesal.
"♬♪ yo, yo! Mulai sekarang, aku juga akan ada dipihakmu yo! Jadi kalahkan Xiao Shuxiang dan buat dia menangis, wi! ♬♪"
"Saudara Mo, aku juga akan mendukungmu. Tinggal satu permainan lagi dan kau akan menang," Zhi Shu yang duduk di dekat Xiao Shuxiang tersenyum, dia menyemangati Mo Huai hingga mendapat teguran dari saudaranya.
"Zhi Shu, sebaiknya kau pergi di sana dan mendampinginya.." Xiao Shuxiang menyenggol gadis yang duduk di sisinya. ".. Kau pengkhianat, padahal baru saja aku ingin mempertimbangkan untuk menjadikanmu selirku, tapi sekarang tidak jadi."
"Saudara Xiao, kau sungguhan ingin menjadikanku selirmu?" Zhi Shu kaget, dia berkedip beberapa kali.
"Masih pertimbangan, tapi sekarang aku tidak berminat lagi."
!!
Zhi Shu baru saja kehilangan kesempatan emas. Dia cemberut dan lalu mencubit gemas pipi Xiao Shuxiang. Kalau saja dia memiliki keberanian dari Yi Wen sedikit saja, maka dia pasti sudah mencium pipi pemuda ini.
Xiao Shuxiang dan Mo Huai kembali bermain. Tidak butuh waktu lama sampai dia kalah lagi. Xiao Shuxiang lantas menggebrak meja dan menunjuk Mo Huai.
"Kau pasti sudah mencurangiku, dan kalian semua membantunya, iya kan?"
"Saudara Xiao, kau lihat sendiri. Tidak ada yang membantu Saudara Mo, kau harus terima kekalahanmu ini." Hou Yong tidak mau dituduh walau sebenarnya dia juga tidak menyangka Mo Huai bisa menang bermain kartu melawan Xiao Shuxiang.
"Saudaraku, terima saja kekalahanmu. Kau jangan menindasnya saat dia ternyata lebih hebat bermain kartu dari dirimu sendiri." Jing Mi tersenyum meledek, ucapannya disetujui oleh Hai Feng, Siu Yixin, dan Hu Li.
Pii..!
Nyawn..!
O Zhan dan Lan Xiao juga setuju. Kedua hewan kecil itu berada di pangkuan Hu Li dan ikut menjadi penonton dari permainan kartu ini. Mereka bisa menjadi wasit yang adil dan memang tidak ada kecurangan dalam hal ini.
"Kau sudah kalah, bukankah harusnya kau berikan yang dia minta? Mo Huai sudah mengalahkanmu tiga kali berturut-turut, dan tidak ada yang membantunya." Bocah Pengemis Gila mulai tertarik karena melihat wajah Xiao Shuxiang. Pemuda itu jelas tidak suka kekalahan.
"Sialan," Xiao Shuxiang berdecak kesal, ".. Bagaimana kau bisa seahli ini dalam permainan kartu? Kau tidak mencurangiku, kan?"
"Ti-tidak.. Sama sekali tidak.." Mo Huai sangat gugup, ".. Sebenarnya.. Ehm.. Aku tahu kartu Tuan Muda Xiao dari bercak darah.. Di belakangnya," suaranya sangat pelan namun masih bisa didengar oleh Xiao Shuxiang dan teman-temannya.
!!
Tawa Jing Mi dan Hou Yong meledak, sementara Bocah Pengemis Gila kagum karena Mo Huai begitu cerdik. Dia mengatakan bahwa harusnya Xiao Shuxiang menggunakan kartu baru, bukan kartu yang telah terkena percikan darah Yi Wen.
Xiao Shuxiang menepuk dahinya. Mana dia tahu Mo Huai bisa mengingat angka di kartunya dari bercak darah Yi Wen. Dia benar-benar telah salah perhitungan.
"Tuan Muda Xiao.. Apa Anda marah padaku?"
Dengan gugup Mo Huai mengatakan bahwa dia bisa bermain sekali lagi, jika itu yang diinginkan pemuda tampan di depannya.
".. Tuan Muda Xiao bisa.."
"Tidak perlu. Aturannya hanya tiga kali dan kau memenangkan semuanya. Kau adalah orang pertama yang mengalahkan Xiao Shuxiang, kau luar biasa."
Mo Huai merasa lega sebab Xiao Shuxiang tidak marah. Dia seperti baru saja melewati saat-saat paling menakutkan dalam hidupnya.
Jing Mi memberikan pot kecil berisi sepuluh butir Pil Napas Naga pada Mo Huai dan meminta pemuda itu untuk segera menyimpannya sebelum Saudara Xiao-nya berubah pikiran.
Mo Huai mengangguk penuh semangat dan langsung menyimpan pot kecil tersebut ke dalam lengan bajunya. Dia berterima kasih pada Xiao Shuxiang, Jing Mi, dan yang lainnya.
".. Aku pamit dulu, aku mau menceritakan ini pada Tuan Muda Nie."
Rasa kesal Xiao Shuxiang sepenuhnya hilang saat melihat betapa bahagianya Mo Huai sekarang. Pemuda di hadapannya memiliki senyuman yang manis, apalagi dengan gigi taring kecil itu yang membuatnya makin luar biasa.
Zhi Shu juga senang, dia memperhatikan Mo Huai yang berlari ke arah pintu dengan wajah gembira. Pemuda itu seperti adik termuda di antara teman-temannya ini.
"Saudara Xiao, kau memberikan pil berkualitas tinggi padanya.. Apa kau tidak merasa sakit? Kau sayang pil-pil buatanmu, kan?"
"Zhi Shu, aku tidak pernah perhitungan dengan seorang teman. Kau harus tahu bahwa Xiao Shuxiang ini murah hati pada teman-temannya,"
Zhi Shu tersenyum dan menarik pelan hidung Saudara Xiao-nya. "Kau memang sangat murah hati. Tapi apa kau tahu, kau bisa membantu Mo Huai untuk menjadi kultivator yang kuat. Setidaknya, jadikanlah dia sebagai orang yang bisa melindungi dirinya sendiri."
Hou Yong mengangguk setuju, dia ikut mengatakan bahwa Mo Huai sampai sekarang masih saja penakut. Hou Yong jujur masih mencemaskan perkembangan pemuda itu.
Bocah Pengemis Gila menyela, "Siu Yixin ada untuk membantunya, tapi anak itu sendiri yang tidak mau belajar. Ini seperti seseorang yang terperangkap di dalam lubang, sudah ada tangga tali di hadapannya, namun dia tidak menggunakannya untuk membebaskan diri. Hmph, definisi dari orang bodoh yang sesungguhnya."
Bocah Pengemis Gila berdiri dan duduk di kursi Mo Huai sebelumnya. Dia menepuk meja dan mengajak Xiao Shuxiang bermain kartu sambil berbincang-bincang.
__ADS_1
"Hoh? Kau menantangku?" Xiao Shuxiang meminta kartu baru dari Hai Feng dan mulai serius bertatapan mata dengan Bocah Pengemis Gila.
"Menurutku Mo Huai bukanlah orang yang bodoh. Dia adalah kultivator meski tingkat kultivasinya terbilang rendah. Kalau aku jadi dia, aku akan memilih lemah dan menjadi penonton saat semua pendekar saling membunuh untuk mencapai posisi puncak.."
Xiao Shuxiang mengocok kartu baru di tangannya dan kembali bicara, ".. Aku tidak akan masuk dalam pertarungan para pendekar, aku akan memilih mengasingkan diri. Jadi saat dunia semakin kacau dan para pendekar itu telah tiada, maka akulah yang nantinya menjadi satu-satunya makhluk abadi."
Sudah menjadi hal yang umum bahwa semakin kuat seseorang, maka semakin banyak musuh yang mengincarnya. Xiao Shuxiang mengatakan Mo Huai tahu hal itu dan lebih memilih untuk menjadi lemah. Pemuda itu bukan orang yang bodoh, tetapi cukup cerdas karena tahu keburukan dari Dunia Persilatan.
Hai Feng, "Kalau menurutku, Saudara Mo tidak pernah memiliki pemikiran selicik dirimu, Saudara Xiao. Dia masih sangat polos,"
Jing Mi mengangguk setuju, "Itu benar sekali. Hati Saudara Mo begitu murni dan belum terkontaminasi dengan keburukan Saudara Xiao. Dia seperti bunga teratai bersih yang hidup di danau berlumpur,"
"Wah, Saudara Jing.." Xiao Shuxiang bertukar satu kartu dengan Bocah Pengemis Gila sebelum memandang ke arah Jing Mi, ".. Kau sekarang semakin hebat. Kau ingin mengatakan bahwa aku adalah lumpur dan Mo Huai merupakan bunga teratai, begitu? Bagus sekali.. Sangat bagus.."
Xiao Shuxiang melempar kartunya dan fokus dalam permainan, dia menerima semua ucapan saudara-saudaranya tanpa protes sama sekali.
".. Aku memang orang yang licik, jahat, tidak ada baik-baiknya sama sekali, dan juga makhluk terburuk yang pernah ada. Tetapi kalian harus tahu, tidak ada orang jahat yang setampan, semempesona, dan seluar-biasa Xiao Shuxiang ini.. Ah!"
Xiao Shuxiang menepuk dahinya. Sial sekali dia malah kalah bermain kartu dari Bocah Pengemis Gila. Semua ini karena teman-temannya yang mengajak dirinya bicara.
Bocah Pengemis Gila tertawa senang, dia mengatakan agar Xiao Shuxiang jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan diri sendiri. Dia pun mulai berdeham dan detik berikutnya berekspresi serius.
"Nah, sesuai aturan.. Maka kau harus memenuhi apa pun permintaanku."
"Aku tahu, jadi apa yang kau inginkan?"
"Hm.. Buka bajumu."
!!
Xiao Shuxiang, Jing Mi, Zhi Shu, dan yang lainnya kaget. Mereka seakan baru saja diberi sebuah kejut listrik. Rasanya telinga mereka salah mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila.
"Kau.. Tadi mengatakan apa?" Xiao Shuxiang harus menyakinkan pendengarannya baik-baik saja. Dia lalu membelakkan mata saat mendengar Bocah Pengemis Gila mengulang kembali permintaannya.
"Kubilang lepas bajumu, sekarang juga."
"Ya ampun, aku hampir lupa kau orang yang seperti 'itu'."
"Saudara Xiao, apa kau yakin akan melakukannya?" Jing Mi berkedip beberapa kali, dia dan teman-temannya gugup sebab tahu bahwa Bocah Pengemis Gila adalah seorang pemuda homo.
!!
Hu Li tersentak saat Xiao Shuxiang berdiri dan benar-benar melepaskan pakaiannya. Dia spontan menutup mata rubah dan harimau kecil yang duduk di pangkuannya sekarang.
"Aku memakai tiga lapis pakaian," Xiao Shuxiang tersenyum dan kembali duduk. Dia hanya melepas pakaian luarnya dan meledek Bocah Pengemis Gila. Dirinya pun kembali bermain kartu dan berniat membalas pemuda bertongkat bambu itu.
"Tsk, kenapa kau tidak suruh aku telanjang saja? Apa kau berniat melecehkanku?"
"Hm? Bukannya aku saat ini sedang melecehkanmu? Lagipula jika kusuruh kau telanjang sekarang, maka namanya bukan melecehkan. Jadi ayo cepat buka."
"Sialan. Tunggu pembalasanku," Xiao Shuxiang kembali membuka selapis pakaiannya.
Jing Mi dan Hai Feng merasa permainan ini mulai ke jalur yang salah. Saudara Xiao mereka dan Bocah Pengemis Gila saling bersaing untuk menang. Siapa pun yang kalah di antara keduanya, maka harus membuka sehelai pakaiannya.
Permainan kartu inilah yang paling lama. Hu Li menutup mata rubah dan harimau kecil di pangkuannya saat Bocah Pengemis Gila membuka lapisan pertama celananya akibat permintaan Xiao Shuxiang.
Yi Wen yang baru selesai memperban jari-jarinya mulai ikut bergabung saat merasa permainan kartu Saudara Xiao-nya semakin seru. Dia duduk di sisi Bocah Pengemis Gila walau pemuda dengan tongkat bambu itu berusaha mendorongnya menjauh.
Xiao Shuxiang tersenyum meledek, dia menertawai Bocah Pengemis Gila karena takut berdekatan dengan seorang gadis. Yi Wen menggunakan ledekan Xiao Shuxiang sebagai kesempatan untuk membungkam Bocah Pengemis Gila dan akhirnya berhasil.
Yi Wen kini duduk di sisi pemuda bertongkat bambu itu walau wajah Bocah Pengemis Gila terlihat pucat. Xiao Shuxiang sendiri malah tertawa senang karena pemuda di hadapannya benar-benar nampak tidak nyaman bersama perempuan.
"Aiya, Bocah Pengemis Gila. Kau harus memperhatikan Yi Wen dengan baik. Dia gadis cantik bertubuh bagus dan jauh lebih baik dari 'batangan'. Aku yakin dia bisa menjadikanmu pria sejati,"
Mendengar Xiao Shuxiang membuat Bocah Pengemis Gila merasa kesal. Andai karena tidak dibilang penakut oleh Xiao Shuxiang, mungkin Yi Wen sudah dia tendang keluar dari kamar ini. Sungguh, dekat dengan gadis membuatnya merinding ngeri.
*
*
Hu Li dan Zhi Shu sudah tidak kuat saat melihat pakaian yang melekat di tubuh Xiao Shuxiang hanya tersisa selapis saja. Keduanya pergi meninggalkan kamar dengan membawa O Zhan dan Lan Xiao.
Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen sendiri nampak menahan napas saat melihat tubuh bagian atas Xiao Shuxiang yang sangat bagus.
Yi Wen bahkan nyaris menerjang pemuda itu saking semangatnya. Untunglah Jing Mi dan Hou Yong langsung menahannya, walau mereka berdua tidak bisa menghentikan semu merah di wajah Bocah Pengemis Gila.
Xiao Shuxiang, "Kau menjijikkan. Apa kau sangat suka melihat laki-laki telanjang dada semacam ini? Sangat tidak tahu malu."
"Aku suka. Kau punya bentuk tubuh yang bagus seperti milik Lan'Er Gege.."
Bocah Pengemis Gila bisa dibilang memenangkan permainan kartu ini untuk sementara. Bagian atas dan bawah tubuhnya masih ditutupi selapis pakaian, tidak seperti Xiao Shuxiang.
Dahi Bocah Pengemis Gila sedikit mengerut saat melihat ada lingkaran aneh di lengan kanan Xiao Shuxiang yang membentuk seperti gelang. Dirinya tidak mengatakan apa-apa soal itu, namun tatapannya begitu serius.
Xiao Shuxiang berkedip, "Bocah Pengemis Gila, apa yang kau lihat? Berani memandangiku dengan tatapan mesummu, maka kau mati."
"Haah.. Kau baru saja membuyarkan bayangan indahku~" Bocah Pengemis Gila berpura-pura kecewa. Dia jelas sedang tidak memikirkan itu, tapi melihat Xiao Shuxiang waspada membuatnya merasa perlu menggoda pemuda ini.
Bocah Pengemis Gila kembali melanjutkan permainan. Perhatiannya beberapa kali tertuju pada simbol aneh di lengan kanan Koki Alkemis dan benar-benar penasaran karenanya. Dia bahkan sampai tidak sadar kartu miliknya telah dikalahkan.
__ADS_1
Xiao Shuxiang menyeringai, "Sudah saatnya mengakhiri permainan ini. Bocah Pengemis Gila, buka sisa pakaianmu."
?!
"Wuxian, kau ternyata lebih mesum dariku.." Bocah Pengemis Gila menutupi dadanya, dia berekspresi malu-malu dan seakan tidak lagi mempedulikan keberadaan Yi Wen di dekatnya.
"Bocah Pengemis Gila, apa kau ingin aku menyebut keras namamu sekarang juga, huh? Sudah kubilang jangan panggil aku 'Wuxian', kau ini benar-benar memancingku ya.."
"Ti-tidak.. Tidak berani lagi.. Aku tidak akan berani."
Sepertinya memberi ancaman dengan nama Bocah Pengemis Gila cukup berhasil. Buktinya pemuda itu meringkuk sambil memeluk tongkat bambunya.
"Kau tidak akan berani? Maka sebaiknya ingat itu. Nah sekarang lakukan permintaanku." Xiao Shuxiang menaik-turunkan alisnya, dia mengatakan pada Yi Wen untuk menutup mata jika tidak suka melihat adegan berbahaya.
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, dia pun mulai berdiri dan dengan gugup menyentuh pakaian bagian atasnya. Dia sejenak menoleh ke arah Yi Wen namun gadis itu malah terlihat tidak sabaran di bandingkan dengan Xiao Shuxiang sendiri.
"Kalian.. Kalian semua keterlaluan. Apa tidak ada yang mau menghentikanku?" Bocah Pengemis Gila menatap teman-temannya satu persatu. Dia sangat malu jika harus melepas semua pakaiannya, apalagi disaksikan oleh banyak pasang mata.
Hou Yong, "Kenapa kau gugup begitu? Sejak awal kau yang memulainya, kan? Saudara Xiao hanya membalas perlakuanmu."
Jing Mi, "Sudahlah Bocah Pengemis Gila. Kami semua laki-laki, tidak akan tertarik pada sesama jenis. Jadi buka saja pakaianmu, lakukanlah kawan."
Yi Wen menatap Jing Mi saat mendengar ucapan Saudaranya barusan. Pemuda berotot itu dan Hou Yong sepertinya lupa dengan kehadirannya yang adalah satu-satunya perempuan di kamar ini.
"Bocah Pengemis Gila, jangan membuat kami menunggu lama. Kau ini seperti gadis polos saja,"
"Shuxiang, kau tidak punya perasaan. Aku ini seniormu,"
"Tidak perlu bawa-bawa hal semacam ini dalam urusan kita. Kau kalah jadi harus menuruti apa pun permintaanku, buka sisa pakaianmu."
Bocah Pengemis Gila tidak bisa lari lagi. Niat awalnya ingin membuat Xiao Shuxiang telanjang, namun justru dirinyalah yang harus melakukan itu.
Perlahan, dia mulai melepaskan pakaian bagian atasnya. Pipinya memerah saat semua mata memandang ke arahnya.
Xiao Shuxiang dapat melihat tubuh mengagumkan dari pemuda itu. Sebuah pahatan sempurna yang diciptakan langit.
Yi Wen sendiri bahkan tanpa sadar membuka mulut, entah mimpi apa dia semalam hingga mendapat keberuntungan melihat tubuh indah dari dua pemuda yang diincarnya.
Dia memperhatikan Bocah Pengemis Gila dari bawah ke atas tanpa mengedipkan mata. Perhatiannya lantas tertuju pada tanda bagai lukisan bunga teratai yang terdapat di bagian belakang pinggang pemuda tersebut.
Bunga teratai itu berwarna putih, kadang berkilat saat terkena cahaya dan memang tidak akan terlihat jika berada di posisi duduk Xiao Shuxiang atau Hu Li.
Ada juga sebuah tanda kecil berbentuk api di lengan kiri Bocah Pengemis Gila. Raut wajah Yi Wen berubah kala mengetahui arti tanda tersebut. Dia pun memperhatikan wajah pemuda di sampingnya dengan begitu teliti.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat Bocah Pengemis Gila mulai menyentuh pakaian bagian bawahnya. Dia menoleh ke arah teman-temannya dan mendapati Hai Feng yang memalingkan wajah.
Hampir saja Bocah Pengemis Gila melepaskan celananya saat pintu kamar Xiao Shuxiang digeser dengan keras. Mereka semua menoleh dan sangat terkejut melihat siapa yang datang.
!!
Seorang pemuda berwajah giok dengan tatapan gunung beku dan berpakaian putih nampak melangkah masuk ke kamar Xiao Shuxiang.
Jika sebelumnya kehadiran Hu Li mudah diatasi, maka pemuda itu beda lagi. Jing Mi dan teman-temannya terlihat canggung dan lantas berjalan cepat ke belakang Xiao Shuxiang.
?!
Mereka seakan mencari perlindungan dari Koki Alkemis tersebut. Xiao Shuxiang yang kaget karena langsung dijadikan tameng oleh teman-temannya mencoba tersenyum dan menyapa pemuda berpakaian putih itu.
"Kakak Ipar.."
"..."
Pemuda yang memiliki rambut senada dengan pakaiannya itu tidak mengatakan apa pun. Dia yang berdiri diam malah semakin membuat Jing Mi dan yang lainnya canggung.
"Kecuali Bocah Pengemis Gila dan Shuxiang, kalian semua ikut denganku."
!!
Hou Yong dan Hai Feng terkejut, keduanya spontan merangkul lengan Xiao Shuxiang dan meminta tolong pada saudaranya itu.
"Kami tidak mau ikut dengannya,"
"Aku juga tidak mau,"
"Saudara Xiao~"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan meminta rangkulan pada lengannya dilepaskan. Dia pun memakai kembali pakaiannya sambil berjalan ke arah Ling Lang Tian.
"Kakak Ipar, mereka tidak mau dihukum berdasarkan aturan sektemu. Jadi selagi aku memintanya baik-baik, kuharap kau-"
"Grand Elder Sekte Kupu-Kupu ingin bertemu para muridnya dan juga Tuan Siu Yixin. Dia sedang menunggu mereka sekarang."
"Oh! Kalau itu Kakek, maka kalian harus pergi." Xiao Shuxiang tidak marah saat ucapannya tiba-tiba dipotong oleh Ling Lang Tian.
Dia terlihat mengarahkan pandangan pada teman-temannya dan meminta mereka untuk segera pergi. Jing Mi dan yang lainnya harus bisa memberi muka pada Yang Shu, Grand Elder Sekte Kupu-Kupu.
***
__ADS_1