XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
32 - Aura Pembunuh [Revisi]


__ADS_3

"AAAAAAAAKKKHH!!"


Gong Peng terus berteriak, dia begitu kesakitan, rasanya sangat ingin mati sekarang.


Apa yang telah dilakukan Xiao Shuxiang sangat tidak terduga, baik itu Yang Shu, Gong Ru, Gong Peng dan Para pedagang serta kusirnya.


Jeritan Gong Peng begitu memilukan, dia terus menjerit sekuat tenaga.


Sementara itu, Xiao Shuxiang yang berdiri sambil memegang pedangnya hanya memasang wajah yang biasa saja.


Xiao Shuxiang melihat ke arah kain yang dia tebas dan kemudian menoleh kembali ke arah Gong Peng yang masih terus berteriak.


Gong Ru baru benar-benar tersadar sekarang. Dia segera berlari menuju ke tempat adiknya dengan raut wajah yang sangat khawatir.


"GONG PENG!! ADIIIK!!"


"AAAAAAAAAAAAAAKKKHH!!


Gong Ru tidak tahu harus melakukan apa saat melihat kondisi adiknya saat ini. Tubuh bagian atas Gong Peng baik-baik saja, namun untuk bagian bawahnya... satu kata yaitu, Mengenaskan.


Ada darah yang mengalir deras di sela-sela jari Gong Peng, kedua tangannya terus mencengkeram bagian bawahnya sambil terus bergulingan dan menjerit.


Gong Ru berusaha menenangkan Gong Peng, namun sebenarnya dia juga merasa ngilu melihat kondisi adiknya.


Raut wajah Gong Ru membuat Xiao Shuxiang tersenyum. Perlahan, Xiao Shuxiang berjalan mendekati Gong Ru dan Gong Peng.


"Apa itu sangat sakit...?" Xiao Shuxiang bertanya dengan begitu polosnya kepada Gong Peng, namun Gong Peng seakan tidak mendengar suara apa pun karena rasa sakit yang dideritanya.


"Bagaimana kalau aku membantumu supaya kau tidak perlu merasa kesakitan lagi." Xiao Shuxiang tersenyum, dia dengan cepat mengayunkan pedangnya untuk menebas leher Gong Peng. Namun seketika, bilah pedangnya ditahan oleh tangan kanan Gong Ru.


Gong Ru terlihat begitu marah, matanya memerah, air mata mengalir deras membasahi pipinya.


Gong Ru menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang, dia sangat membenci anak ini karena telah berani melakukan hal kotor dan sekejam ini kepada adiknya.


"KAAUUU!!"


Gong Ru berteriak kencang. Xiao Shuxiang dengan cepat melepaskan pedangnya dan melompat ke belakang.


Xiao Shuxiang mengambil pedang pendekar Walet Pelindung lainnya, dia menatap waspada ke arah Gong Ru.

__ADS_1


Gong Ru melempar pedang Xiao Shuxiang yang ditahannya tadi. Dia mengepalkan kedua tangannya, tangan kirinya menggenggam erat cambuknya.


"KAU!! BERANINYA KAU MELAKUKAN INI PADA ADIKKU!!" Gong Ru menunjuk ke arah Xiao Shuxiang sambil mengeluarkan aura pembunuhnya.


Baik manusia biasa, hewan liar, demonic beast, maupun kultivator, memiliki Aura Pembunuh. Bentuk aura ini seperti asap tipis berwarna hitam, ia keluar dari tangan dan kaki.


Aura ini akan berkumpul di bawah kaki dan kemudian secara cepat akan menyebar luas, membuat orang yang mengeluarkannya menjadi titik pusat aura ini.


Siapa pun yang berada dalam jangkauan Aura Pembunuh akan merasa seperti ditekan hingga kesulitan bergerak. Beberapa Aura Pembunuh yang begitu pekat bisa membuat lawan sesak napas, bagian dalam tubuh terluka, bahkan sampai membuatnya tewas.


Jarak jangkauan Aura Pembunuh berbeda-beda, tergantung dari banyaknya makhluk yang telah dibunuh. Dan untuk kepekatan aura tersebut, tergantung dari seberapa kuatnya lawan yang berhasil dibunuh.


Meski Aura Pembunuh ini hebat, namun bukan berarti aura ini tidak memiliki risiko. Terlalu banyak Aura Pembunuh di tubuh seseorang tidak akan baik dengan mentalnya. Jika Aura Pembunuh tidak bisa dikendalikan, maka aura ini akan melukai tubuh sampai meledakkan organ dalamnya.


Bahkan bagi kultivator aliran hitam pun tidak berani menyimpan Aura Pembunuh yang banyak dan juga pekat. Mereka biasanya akan mengubah sebagian Aura Pembunuh menjadi Aura Pendekar. Itu juga berlaku bagi kultivator aliran putih dan aliran netral.


Aura Pendekar sendiri adalah aura yang dapat menjernihkan pikiran, memperlancar aliran darah, mempercepat proses penyerapan Qi dan menstabilkan mental.


Seseorang yang memiliki Aura Pendekar akan bisa membuat oranglain merasa segan dan hormat padanya. Kepekatan Aura Pendekar bahkan bisa membuat nyali lawan menciut, tidak bisa bergerak, dan berkeringat dingin.


Inti dari Aura Pendekar adalah aura yang mengandung Kebijaksanaan dan Ketenangan Batin. Namun, kebanyakan kultivator tidak memahami hal ini.


Risiko paling dasar yang sering dianggap sepele, bahkan sampai dilupakan mengenai Aura Pembunuh dan Aura Pendekar ini yaitu.. Kesombongan dan Keangkuhan.


Mereka akan merasa bahwa dirinyalah yang paling hebat, sehingga memandang rendah orang lain dan menyepelekannya. Sifat Kesombongan dan Keangkuhan ini sering tidak disadari, baik manusia biasa, maupun para kultivator ketiga aliran..


Xiao Shuxiang merasa seperti ditekan, dia kesulitan untuk bergerak sebab dirinya berada dalam jangkauan aura pembunuh yang dikeluarkan Gong Ru.


Aura pembunuh Gong Ru tidak terlalu pekat, namun jangkauannya sampai sepuluh meter. Bagi Yang Shu, aura pembunuh ini membuatnya tertekan, berkeringat dingin dan gemetar. Bagi manusia biasa seperti para pedagang dan kusirnya, aura ini membuat mereka kesulitan bernapas bahkan beberapa pedagang muntah darah dan akhirnya pingsan.


Xiao Shuxiang sendiri terbatuk darah, tubuhnya merasa ditekan hingga kesulitan bergerak. "Cih! Hanya aura seperti ini, dia sudah sangat berani terhadap Xiao Shuxiang."


Gong Ru memindahkan cambuk yang ada di tangan kirinya ke tangan kanan, dia menatap penuh kebencian ke arah Xiao Shuxiang.


"Kau... Beraninya kau melakukan ini pada Adikku. Aku... AKAN MEMBUNUHMU!!" Gong Ru memasang kuda-kuda dan mulai mengayunkan cambuknya.


Xiao Shuxiang masih kesulitan bergerak sekarang. Ujung dari cambuk Gong Ru hampir menyentuh pundak kiri Xiao Shuxiang, hal ini membuat Yang Shu berteriak di dalam hati dan berusaha untuk bergerak agar bisa menyelamatkan cucunya.


Saat ujung cambuk Gong Ru menyentuh pakaian Xiao Shuxiang, tiba-tiba saja cambuk itu berhenti dan ada sebuah tangan yang mencengkeram ujung cambuk tersebut.

__ADS_1


Pakaian Xiao Shuxiang sedikit koyak, darah terlihat keluar dari pakaiannya. Xiao Shuxiang meringis, namun sedetik berikutnya sebuah senyum tipis terbentuk di wajahnya.


"Akhirnya datang juga."


Rencana kedua Xiao Shuxiang berhasil, yaitu.. Penguluran Waktu.


Jika dikatakan rencana, ini termasuk ke dalam rencana paling gila milik Xiao Shuxiang. Dia mengulur-ngulur waktu Perampok Bersaudara hanya untuk sesuatu yang tidak pasti.


Xiao Shuxiang selalu seperti ini. Di kehidupan pertamanya, dia dengan segala ketidak-warasannya memasuki hutan untuk bertarung dengan demonic beast yang lebih kuat darinya.


Jika Xiao Shuxiang tidak bisa mengalahkannya, maka dia hanya akan mengulur waktu sampai takdir yang memutuskan nasibnya.


Baginya, bertaruh seperti ini adalah sebuah kesenangan. Sungguh orang yang gila!


Tangan yang mencengkeram ujung cambuk Gong Ru adalah tangan seorang pria. Ia memakai pakaian berwarna putih, sedikit hijau dan memiliki corak daun bambu pada pakaiannya. Dia adalah seorang kultivator.


Pria ini hanya melirik sedikit ke arah Xiao Shuxiang, kemudian langsung menoleh ke arah Gong Ru sambil menatapnya tajam. Dan detik berikutnya, pria ini langsung memutar dan menarik ujung cambuk yang dipegangnya dengan sekuat tenaga, Gong Ru tersentak dan tertarik ke depan, membuat aura pembunuhnya menghilang.


Bersamaan dengan itu, pria tersebut berlari ke depan sambil menarik pedang yang terselip di pinggang kirinya dan mengarahkannya kepada Gong Ru. Sontak, Gong Ru langsung melepaskan cambuknya untuk menghindari serangan pria tersebut.


Gong Ru berguling sambil meraih pedang milik adiknya, Gong Peng. "Aku tidak bisa membaca tingkat praktiknya, Sialan!" Gong Ru mengumpat, jika dia tidak bisa membaca tingkat praktik pria ini maka pria ini memiliki tingkat praktik yang lebih tinggi dari dirinya.


Gong Ru dan pria ini terus bertarung, tak ada suara yang keluar dari bibir keduanya, hanya ada suara pedang yang saling berbenturan. Raut wajah Gong Ru terlihat tidak baik, konsentrasinya terganggu karena jeritan Gong Peng dan juga dia tidak siap untuk bertarung dengan pria di depannya.


Gong Ru terus mengumpat di dalam hati, bagaimana bisa ada kultivator yang memiliki tingkat praktik lebih tinggi darinya di tempat seperti ini?!


"Kami sudah memastikan bahwa tempat ini memiliki kepadatan Qi yang sedikit. Demonic beast yang ada pun hanya Serigala Bertanduk Perak berusia sampai 50 tahun saja. Bagi kultivator di tingkat praktik yang lebih tinggi darikus, demonic beast seperti ini bukanlah apa-apa. Bahkan sama sekali tidak berguna untuk mereka. Lalu untuk apa dia di sini? Sial, Sial, Sial!!" Gong Ru terus mengumpat, sebab hanya di tempat inilah dirinya dan Gong Peng bisa terkenal.


Mereka tentu tidak bisa menjadi penjahat yang begitu ditakuti jika berada di antara banyak kultivator kuat, karena itulah mereka berkelana dan mencari tempat yang hanya di huni oleh manusia-manusia lemah serta demonic beast yang lemah pula.


Xiao Shuxiang tersenyum tipis sambil terus memperhatikan pertarungan antara Gong Ru dengan kultivator tersebut. Nampak Gong Ru begitu kesulitan menahan serangan bertubi-tubi dari Sang Kultivator.


Xiao Shuxiang tertawa di dalam hati, "Ha ha ha ha... bagaimana hiburannya, Tuan Perampok? Kau suka, bukan...?"


Dia kemudian menghampiri Gong Peng dengan langkah yang sedikit berat. Ini dikarenakan efek dari aura pembunuh Gong Ru membuat kaki Xiao Shuxiang sakit.


Bukan hanya itu, organ dalam Xiao Shuxiang juga ikut terluka. Namun Xiao Shuxiang tetap memaksakan diri untuk berjalan kearah Gong Peng yang masih menjerit kesakitan. Dia masih perlu menolong Gong Peng untuk meringankan penderitaannya.


***

__ADS_1


__ADS_2