XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
93 - Racikan Pertama [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang melihat-lihat resep obat dari buku milik Patriarch Ketiga. Keningnya mengerut karena tulisan Patriarch terlalu sulit untuk dibacanya. Butuh waktu lama bagi Xiao Shuxiang untuk bisa membaca apa yang tertulis pada buku resep Patriarch.


"Pil penyembuh luka ringan...? Hmm, baiklah. Mari kita coba yang ini."


Xiao Shuxiang mulai menyiapkan bahan-bahan herbal yang akan digunakannya. Dia lalu membawa herbal tersebut ke dapur.


Dalam membuat pil, seorang kultivator harus menggunakan Api Ungu, hasil dari Teknik Perubahan Jenis Qi.


Namun, Api Ungu langka dan sangat sulit dibentuk. Hanya orang dengan bakat sejak lahir yang bisa menggunakan Teknik Perubahan Jenis Qi untuk menghasilkan Api Ungu tersebut.


"Ini... Bagaimana cara meraciknya...? Aku tidak punya Api Ungu..." Xiao Shuxiang menggaruk pipi kanannya, dia kemudian menyentuh dan memainkan poni rambutnya sambil berpikir.


Xiao Shuxiang ingin belajar membuat pil, namun aturan dalam membuat pil harus bisa menguasai dan memiliki Api Ungu.


Pandangan mata Xiao Shuxiang mengarah pada periuk di depannya. Dia berpikir bahwa, apakah mungkin dirinya bisa membuat pil dengan cara yang sama saat dirinya meracik racun?


"Tidak ada salahnya mencoba..."


Xiao Shuxiang mulai menghaluskan sepuluh jenis tanaman herbal berusia tiga tahun. Dia melakukannya sesuai komposisi yang tertulis di dalam buku resep Patriarch Ketiga.


Hanya saja, di dalam buku Patriarch Ketiga tidak ditulis bahwa tanaman herbal harus dihaluskan, melainkan langsung memasukkannya ke dalam Api Ungu.


Komposisi yang sama, tetapi cara pembuatan berbeda. Apalagi Xiao Shuxiang menggunakan periuk dan api biasa untuk mengolah bahan herbal yang dihaluskannya.


Bisa dibilang, Xiao Shuxiang menggunakan cara meracik seperti manusia biasa, bukan kultivator. Dia juga menambahkan satu bahan yang tidak ada dalam buku resep Patriarch Ketiga, itu adalah air.


Saat sedang mengaduk bahan dalam periuk, Xiao Shuxiang bisa mendengar suara letupan-letupan kecil. Perlahan, periuk di depannya berdengung.


!!


Xiao Shuxiang tekejut, apalagi suara dengungannya semakin nyaring. Seketika, periuknya meledak. Untunglah dia bergerak cepat sehingga tidak terkena dampak dari ledakan periuk itu.


Patriarch Ketiga yang sedang melukis ikut terkejut, sampai-sampai kuas di tangan kanannya terjorok ke atas.


"Lu...lukisanku..."


Mata Patriarch Ketiga hampir berkaca-kaca, lukisannya yang begitu detail dan indah kini memiliki goresan tinta yang tidak sesuai dengan keinginannya.


"Bocah Itu...!" Patriarch Ketiga dengan langkah tegas, dia berjalan ke arah cermin pusakanya untuk melihat apa yang dilakukan oleh Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya, syukurlah dapur Patriarch Ketiga tidak hancur. Tapi seisi ruangan terlihat berantakan. Dia tidak percaya periuknya meledak saat sedang mengolah tanaman herbal.


"He-Hebat..." Xiao Shuxiang memuji dirinya sendiri karena bisa membuat ledakan hanya dengan api biasa. Dia mencoba kembali membuat pil dengan periuk yang baru.


Patriarch Ketiga menggeleng saat melihatnya, dia merutuki Xiao Shuxiang yang tidak mengerti sama sekali dalam meracik herbal.


Tanaman herbal yang digunakan Xiao Shuxiang bukanlah tanaman biasa. Dan dengan bodohnya anak tersebut mengolahnya tanpa memakai Api Ungu, apalagi Patriarch Ketiga melihat Xiao Shuxiang menambahkan air ke dalam periuk di depannya.


"Dia tidak akan berhasil. Bakatnya berada di bawah angka satu.."


Patriarch Ketiga memperhatikan Xiao Shuxiang yang saat ini sedang mencoba meracik untuk kedua kalinya.


Xiao Shuxiang mendengar bunyi dengungan lagi, segera dia melompat ke belakang dan menutup kedua telinganya. Kali ini, dia berharap suara ledakannya akan lebih keras. Sepertinya, Xiao Shuxiang lupa bahwa dia sedang meracik obat, bukan bom.


Lama menunggu, tidak ada suara ledakan yang didengar. Dia kemudian berjalan mendekat untuk melihat periuknya. Sayang sekali, saat Xiao Shuxiang melihat isi periuknya, sebuah asap hitam tebal langsung keluar dengan cepat dan menutupi seisi dapur.


Patriarch Ketiga sedikit menahan senyum, apalagi saat dia melihat Xiao Shuxiang membuka pintu dapur sambil terbatuk-batuk. Wajah dan pakaian Xiao Shuxiang begitu hitam, rambutnya pun terlihat berantakan. Tidak dia sangka, bisa dikerjai oleh sebuah periuk.


Asap hitam tebal secara cepat menyusut kembali dan menghasilkan periuk yang kosong tanpa setetes air tanaman herbal. Hal ini membuat Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya.


"Xiao Shuxiang..! Kau baru saja mendapat tantangan dari periuk menyebalkan..!"

__ADS_1


Periuk yang digunakan Xiao Shuxiang merupakan pusaka tingkat rendah. Hampir semua peralatan dapur milik Patriarch Ketiga adalah pusaka, salah satunya adalah periuk yang dipakainya ini.


Patriarch Ketiga terlihat duduk sambil dengan santai memperhatikan tingkah Xiao Shuxiang di pantulan cermin. Apa yang dilakukan bocah tersebut sedikit menarik perhatiannya.


Xiao Shuxiang kembali meracik obat, kali ini dia tidak mengikuti takaran dari sepuluh jenis tanaman herbal yang tertulis di buku resep milik Patriarch Ketiga, melainkan menambahkan dengan keinginannya sendiri.


Dari dua puluh percobaan, belum ada satu pun yang membuat Xiao Shuxiang berhasil. Periuk di depannya sudah lima kali diganti karena meledak. Kesal karena terus gagal, dia mencampurkan semua bahan herbal yang tersisa termasuk rempah-rempah masakan dan buah-buahan didekatnya.


Xiao Shuxiang bahkan memasukkan banyak air hingga hampir memenuhi periuk dan menambahkan api biru miliknya ke dalam api biasa untuk membuatnya lebih besar.


Tiba-tiba saja, periuk berdengung keras bahkan bergetar hebat. Sadar akan tindakannya, Xiao Shuxiang segera berlari dan menutup pintu dapur karena mengira periuk akan meledak keras.


Patriarch Ketiga serius memandangi Xiao Shuxiang yang bersandar di pintu sambil memejamkan erat matanya.


Patriarch Ketiga bisa mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang berkata dia berharap bahwa ledakan itu tidak sampai terdengar oleh Patriarch.


"Haaah.. Dasar bocah..! Awas saja, kalau dapurku benar-benar meledak.."


Xiao Shuxiang cukup lama menunggu, dia masih bisa mendengar suara dengungan periuk meski berada di luar. Namun saat suara dengungan berhenti, tidak terdengar ledakan apapun.


Dia penasaran, dengan hati-hati dia membuka pintu. Tidak ada asap hitam apa pun, bahkan periuk yang jauh di depannya sudah tidak bergerak lagi.


"Apa yang terjadi...?" Xiao Shuxiang perlahan melangkah masuk.


Ketika berada di dekat periuk, dia bisa melihat asap hitam berputar perlahan. Asap itu kemudian menipis dan langsung menyembur ke arah wajahnya.


"Hok ohok! Keterlaluan...!" Xiao Shuxiang terbatuk, dia lalu melihat di dalam periuk yang hanya berisi air bening tanpa berubah menjadi butiran pil.


Xiao Shuxiang menjambak rambutnya, lagi-lagi dia gagal. Meskipun periuknya tidak kosong seperti percobaan sebelumnya, tapi... menjadi air bening? Apa yang bisa diharapkan..!


"Aaah... Kenapa Susah Sekalii...!"


Xiao Shuxiang berhenti menjambak rambutnya kala ada aroma asing yang menepuk-nepuk hidungnya.


Dia sedikit mengendus, penglihatannya tertuju pada air di dalam periuk.


"Aroma air ini... tidak biasa..."


Xiao Shuxiang meraih sendok sayur dan mulai mengambil sedikit air yang ada dalam periuk. Dia menaikkan sebelah alisnya sebab air tersebut tidaklah panas.


Saat mulai mencicipi air pada sendok sayur----mata Xiao Shuxiang membulat, dia seketika langsung menutup mulutnya dengan tangan.


"I-ini..." Xiao Shuxiang terlihat tidak percaya, dia kemudian mencoba kembali air yang ada di dalam periuk, meminumnya beberapa kali untuk meyakinkan diri. Perlahan, tawa kecil Xiao Shuxiang pecah.


"... Aku ingin membuat pil, namun hasilnya sangat tidak terduga... ha ha ha ha"


Patriarch Ketiga keheranan saat melihat Xiao Shuxiang tertawa begitu geli. "Bocah itu gagal membuat pil... tapi kenapa dia senang?"


Patriarch Ketiga tidak mengetahui bahwa kegagalan Xiao Shuxiang dalam membuat pil malah menghasilkan sesuatu yang tidak akan pernah disangkanya.


"Ini Luar Biasa...!" Xiao Shuxiang entah sejak kapan menggunakan cawan, senyumnya tidak pernah menghilang saat meminum air bening hasil dari kegagalan racikan pilnya.


Aroma air ini sangat harum dan rasanya pun sangat enak. Ketika meminumnya, Xiao Shuxiang merasa kepala dan tubuhnya ringan, seakan seluruh bebannya terangkat.


Beberapa kali dia berdecak kagum sambil memuji dirinya sendiri. Patriarch Ketiga yang sejak tadi keheranan, seketika membulatkan mata.


"Jangan-jangan minuman itu..?!"


Patriarch Ketiga langsung menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang Xiao Shuxiang yang masih sedang minum.


"Aku harus memberinya nama..." pipi Xiao Shuxiang sedikit memerah, senyumnya sama sekali belum menghilang.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan?"


!!


Xiao Shuxiang hampir tersedak air yang diminumnya, ketika tiba-tiba mendengar suara Patriarch Ketiga yang seakan dekat dengannya.


"Te-Tetua, kenapa kau bisa di sini...?" Xiao Shuxiang tersenyum canggung saat melihat Patriarch Ketiga.


Dalam hati, Xiao Shuxiang merutuki dirinya sebab terlalu terlena dengan minumannya hingga tidak menyadari kehadiran Patriarch Ketiga.


"Apa yang sedang kau lakukan, bocah?" Patriarch Ketiga kembali mengulangi pertanyaannya.


"Aku... ehm... Aku sedang belajar membuat pil, tapi gagal... hehe" Xiao Shuxiang tertawa canggung sambil perlahan membelakangi periuknya.


"Jadi, dapurku berantakan begini karena ulahmu?" Patriarch Ketiga melihat sekelilingnya sambil bicara begitu ketus.


Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya, "Aku akan membersihkan semuanya..."


Diam-diam Xiao Shuxiang berpikir untuk membuat Patriarch Ketiga segera pergi dan tidak menyadari isi periuknya.


Sayang sekali, aroma air bening pada periuk di belakangnya begitu harum dan sangat menggoda. Patriarch Ketiga sejak tadi sudah menyadari aroma yang menurutnya enak ini. Hanya saja, dia tetap menjaga kewibawaannya.


"Apa yang sedang kau sembunyikan di belakangmu?"


!!


"Te-Tetua, ini hanyalah kegagalan dari racikan buatanku... Hanya Kegagalan! A-aku akan membuangnya...!" Xiao Shuxiang tidak berniat membagi air bening di dalam periuknya pada Patriarch Ketiga karena begitu berharga.


"Kenapa ingin membuangnya? Aromanya lumayan, biar kulihat hasil kerjamu?"


"Tunggu Patriarch...! Aku... tidak membuat pil dengan baik, sangat tidak pantas untuk mendapat kehormatan itu..." Xiao Shuxiang berusaha mencegah Patriarch Ketiga, namun dirinya tidak berhasil.


Patriarch Ketiga menaikkan sebelah alisnya saat melihat air bening di dalam periuk, aroma yang diciumnya benar-benar harum. Xiao Shuxiang terlihat khawatir jika Patriarch Ketiga mencoba air di dalam periuknya. Bisa-bisa...


"Tetua! Jangan diminum...! Air ini hanya kegagalan!" Xiao Shuxiang segera memeluk Patriarch Ketiga dari belakang dan berusaha untuk menghentikannya agar tidak meminum air tersebut.


"Kau ini...! Harusnya berbanggalah karena aku mau mencoba hasil dari kegagalanmu meracik pil."


"Tetua...! Kau akan melanggar aturan Sekte Pedang Langit jika meminumnya...!


Tetua Jangan..!"


Terlambat, air dari periuk sudah mengalir turun membasahi tenggorokan Patriarch Ketiga. Patriarch membeku, dia menatap lama cawan yang ada di tangannya.


"Bagaimana bisa terjadi...?" Patriarch Ketiga berkedip beberapa kali, dia lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Xiao Shuxiang yang masih memeluknya.


"Bocah, kenapa kau membuat minuman seperti ini?"


"Tetua, su-sudah kubilang itu adalah hasil dari kegagalan racikan buatanku. Tidak seharusnya Tetua meminumnya... Biar kubuang..."


Patriarch Ketiga meraih kerah belakang Xiao Shuxiang saat bocah tersebut berniat membuang air di dalam periuk.


"Apa kau lupa berapa banyak tanaman herbalku yang sudah kau habiskan? Dan kau ingin membuangnya?"


Patriarch mengambil periuk yang dipenuhi oleh air, kemudian menggantinya dengan periuk baru yang lebih berkualitas. Dia berniat melangkah pergi, namun Xiao Shuxiang menghentikannya.


"Tetua, itu mau dibawa kemana?"


"Aku akan menelitinya, jangan ganggu aku malam ini." Patriarch Ketiga melangkah pergi keluar pintu, dia terlihat tersenyum.


***

__ADS_1


__ADS_2