XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
113 - Hibernasi [Revisi]


__ADS_3

BAAAM!!


Tubuh Hou Yong dan Bao Yu membentur tanah dengan keras, mereka merasakan ada tulangnya yang retak.


Belum sempat menjerit, Xiao Shuxiang langsung menyerang mereka lagi.


Segera, Hou Yong dan Bao Yu berguling untuk menghindari serangan Xiao Shuxiang. Bunyi debaman keras kembali terdengar.


BAAAM!!


"Saudara Xiao, Sudah Cukup..! Biarkan Kami Istarahat Dulu..!" Hou Yong tidak kuat lagi, dia meminta agar Xiao Shuxiang mengizinkannya untuk istirahat.


Bukan hanya Hou Yong, tetapi juga Yi Wen, Zhi Shu dan yang lainnya. Selama seminggu penuh, mereka harus bertarung dengan Xiao Shuxiang tanpa henti.


"Sa-Saudara Xiao, kau jangan sekejam ini. Setidaknya izinkan kami istirahat.. Hah.. Hah.. Se-sebentar saja, tolonglah.."


Jing Mi sudah tidak bisa bangun lagi, seluruh tubuhnya memar dan penuh luka, beberapa kali dia terbatuk darah.


"Saudara Jing, kekejamanku bahkan belum dimulai. Ayo Cepat Bangun..!" Xiao Shuxiang mulai menyelimuti pedangnya dengan Qi.


Namun saat dia ingin menyerang kembali, kedelapan temannya melemparkan pedang mereka ke sembarang tempat, seakan mengatakan bahwa mereka benar-benar tidak sanggup lagi.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Haaah.. Baiklah, kuberi istirahat sehari. Malam nanti, kita lanjut latihan lagi..!" dia menyarungkan pedangnya dan mulai melemparkan satu persatu pil kepada Jing Mi dan yang lainnya.


Melihat Xiao Shuxiang pergi, Jing Mi dan teman-temannya mulai berkumpul. Mereka mengeluhkan cara Xiao Shuxiang melatih.


"Aku tidak mau lagi," Hou Yong meminta Jing Mi untuk membujuk Xiao Shuxiang. Hanya saja, Jing Mi tidak yakin saudaranya itu bisa dibujuk.


"Meski kita bekerjasama sekali pun, nyatanya tidak ada satu serangan pun yang berhasil melukai Saudara Xiao. Entah dia terlalu kuat atau kita yang terlalu lemah,"


"Aku tadi sempat menganggap bahwa yang kulawan itu bukan manusia. Teknik berpedang Saudara Xiao terlalu buas dan sulit ditebak.." Yi Wen memijat-mijat keningnya, "Aku ingat leherku beberapa kali hampir ditebas oleh Saudara Xiao,"


Bao Yu, "Saudara Xiao begitu serius bertarung dan tidak takut melukai kita adalah karena dirinya seorang Alkemis. Dia... seperti bermain-main dengan nyawa kita semua."


Bao Yu kembali berkata, "Saudara Xiao tidak pernah gentar memberi luka serius padaku. Karena dia yakin dengan pil buatannya, aku bisa disembuhkan.."


"Bao Yu, aku mengerti yang kau katakan. Memang itu kenyataannya, aku juga merasakan hal yang sama," Jing Mi mengusap perut dan lehernya, "Seumur hidup.. Ini pertama kali bagiku merasakan berada diambang kematian."


Hai Feng, "Bagaimana kalau kita lari saja, aku sungguh tidak kuat lagi..!"


Feng Ying, Zhi Shu dan Hou Yong mengangguk setuju dengan perkataan Hai Feng. Lebih baik mereka pergi sejauh mungkin demi menghindari dilatih oleh Xiao Shuxiang.


Niat mereka memang begitu, tetapi saat mencium aroma masakan yang sangat lezat, mendadak mereka semua berlari sekuat tenaga menuju ke sumber aroma tersebut.


"Haaah.. Saudara Xiao sangat keterlaluan..!" Hou Yong hampir menangis, dia melihat Xiao Shuxiang menyiapkan banyak makanan untuk mereka semua.


"Kupikir kalian tidak punya tenaga lagi..? Baguslah, kemari dan makanlah..!" Xiao Shuxiang begitu bersemangat menjelaskan setiap masakan buatannya.


"Aku juga membuat resep baru, akan kuambilkan..! Kenapa kalian diam? Ayo duduklah..!"


Zhi Shu dan Feng Ying langsung berebut tempat duduk, keduanya ingin bersebelahan dengan Xiao Shuxiang.


Jing Mi dan Hou Yong juga mengambil tempat duduk mereka, disusul oleh saudaranya yang lain.


"Saudara kita itu... Seperti orang berbeda. Sebelumnya dia melatih kita tanpa belas kasih sama sekali, sekarang dia malah memasakkan kita makanan dengan begitu senangnya. Aku sangat kebingungan dengan pribadi Saudara Xiao.." Hou Yong mengembuskan napas pelan sambil dengan perlahan menguyah makanan di depannya. Detik berikutnya, Hou Yong makan begitu lahap dan cepat.


"Cara melatih Saudara Xiao membuat hatiku terluka, tapi masakan buatannya mengobati luka dihatiku. Saudara Xiao sangat jahat.." Yi Wen menangis sambil terus makan, "Aku... Merasa dipermainkan olehnya. Dia itu... hiks, seperti Iblis dan Malaikat dalam satu tubuh... hiks, masakannya sangat enak."


Zhi Shu sama terisaknya, "Di satu sisi dia membuat kita ingin lari sejauh mungkin, tapi di sisi lain dia menarik kita agar tetap tinggal. Dia keterlaluan,"


Xiao Shuxiang membawa masakan yang baru saja matang, dia sedikit tersentak karena teman-temannya sudah hampir menghabiskan makanan yang ada di meja.


"Dasar anak nakal, mereka makan dan tidak menunggu Xiao Shuxiang. Ck ck ck.." Xiao Shuxiang meletakkan masakannya, dia memperhatikan Jing Mi dan teman-temannya makan begitu lahap.


Dalam hati, Xiao Shuxiang mengangguk. Awalnya dia berencana melatih teman-temannya beberapa hari. Namun setelah melihat kerakusan mereka terhadap masakan buatannya, Xiao Shuxiang memutuskan untuk memperpanjang waktu melatih mereka.


Semua masakan Xiao Shuxiang terbuat dari tanaman herbal dan sayuran yang berusia 50 sampai 100 tahun. Sangat berefek dengan penguatan tulang, otot dan melancarkan peredaran darah.


Setelah makan selesai, Xiao Shuxiang meminta teman-temannya untuk mandi. "Lain kali sebelum makan, kalian harus membersihkan diri dulu."


"Ha-habisnya aroma masakanmu terlalu enak, Saudaraku.." Jing Mi menggaruk dahinya, dia terlihat malu karena memakai seragam kotor saat makan tadi.


Xiao Shuxiang menggeleng, dia lalu berjalan pergi dan embiarkan teman-temannya untuk mandi sekaligus beristirahat.


Ping Gou tetap menjadi pembatas kolam saat Jing Mi dan teman-temannya mandi.


Bao Yu mengusulkan, "Sebaiknya kita membuat dinding kayu pemisah antara tempat mandi anak perempuan dengan laki-laki karena tidak mungkin Ping Gou harus terus seperti ini."

__ADS_1


Hai Feng, "Sekalian kita buat pagar di sekeliling kolam.."


Bao Yu mengangguk setuju, "Aku memang memiliki rencana seperti yang dikatakan, Saudara Hai"


Perbincangan teman-temannya kini mengarah pada pakaian seragam mereka. Gara-gara terus bertarung dengan Xiao Shuxiang, pakaian baru mereka habis terkoyak.


Bao Yu memperhatikan pakaiannya yang ada di pinggir kolam, dia menghela napas. "Seragam kita benar-benar rusak parah. Padahal paman Thian Zai menjelaskan bahwa seragam itu termasuk ke dalam jenis pusaka yang bisa menahan serangan kultivator dengan praktik di Forging Qi tingkat 15."


Hai Feng, "Forging Qi tingkat 15 bukannya disebut Master Foundation Tingkat Perak Tahap Akhir?"


Bao Yu, "Benar, itu dia. Bisa koyak hanya karena serangan saudara Xiao---bukankah itu berarti tingkat praktik saudara kita lebih tinggi dari Forging Qi tingkat 15?!"


Jing Mi. "Mustahil, Saudara Xiao tidak mungkin sehebat itu..!"


"Aku juga tidak bisa percaya, Saudara Jing. Tapi seperti yang terlihat tadi, Saudara Xiao mampu mengoyak seragam kita," Ketika Hou Yong masih ingin berbicara, sebuah seruan membuatnya tersentak.


Itu adalah suara Xiao Shuxiang yang memanggil mereka.


Jing Mi dan teman-temannya segera mempercepat mandi mereka. Setelah memakai seragam, mereka menemui Xiao Shuxiang.


Latihan mereka kembali dimulai, namun kali ini Xiao Shuxiang mengajak mereka untuk berburu Demonic Beast. Dia mengajari Jing Mi dan teman-temannya cara membunuh dengan benar.


Jing Mi, Hou Yong dan teman-temannya merinding ngeri saat Xiao Shuxiang mematahkan satu persatu tulang Anjing Bertanduk Rusa, seekor Demonic Beast berusia 100 tahun.


Erangan kesakitan Demonic Beast tersebut membuat Ro Wei dan Bao Yu memejamkan mata dan menutup telinga karena tidak tahan.


Bukan tulang mereka yang dipatahkan, tapi mereka seperti merasakan sakit yang dialami oleh Demonic Beast tersebut.


!!


Belum hilang rasa terkejut Jing Mi dan teman-temannya, mereka kembali dikejutkan dengan tindakan Xiao Shuxiang yang merobek perut Demonic Beast tersebut sambil mengeluarkan satu persatu organ dalamnya.


"... Terakhir, baru kalian tebas kepalanya. Mengerti..?" Xiao Shuxiang memperlihatkan senyuman menakutkannya, dia berhasil membuat tubuh teman-temannya lemas.


"Siapa pun lawan kalian, jangan pernah memberi mereka kesempatan untuk menyerang balik. Dan lakukan seperti yang kuperlihatkan ini..!" Xiao Shuxiang melempar organ dalam Demonic Beast ke arah teman-temannya.


Dia juga mengatakan bahwa perasaan saat merobek kulit dan mematahkan tulang lawan menggunakan tangan sendiri tanpa bantuan senjata sangatlah menyenangkan.


"... Jika kalian terbiasa, kalian akan bisa mendengar nyanyian merdu dari teriakan dan erangan kesakitan mereka..!" Xiao Shuxiang tersenyum bahagia saat mengungkapkan perasaannya.


"Aku tidak takut membunuh, tetapi melakukan pembunuh seperti yang Saudara Xiao katakan, rasanya.." Jing Mi kesulitan menelan ludah, dia lalu melirik Hou Yong dan Bao Yu.


Pandangan mata Jing Mi kemudian mengarah kembali pada Xiao Shuxiang. ".. rasanya seperti Saudara Xiao mendidik kami untuk menjadi Monster."


Xiao Shuxiang, "Aku sudah memperlihatkannya pada kalian, sekarang... Yi Wen, kau yang pertama mencobanya..!"


Yi Wen mengepalkan kedua tangannya, dia lalu mengangguk mantap dan mulai melesat pergi untuk mencari Demonic Beast.


Dirinya terlihat senang saat bertarung dengan seekor Demonic Beast yang lebih kuat darinya.


Pertarungan Yi Wen berlangsung cukup lama. Beberapa pohon, semak belukar, serta tanah berubah berantakan akibat pertarungan yang dilakukannya.


Ketika berhasil mengalahkan Demonic Beast berwujud Beruang Berekor Panjang, Yi Wen pun mulai mempraktekkan ajaran dari Xiao Shuxiang.


Jing Mi dan teman-temannya yang lain tidak terlihat sebahagia Yi Wen. Mereka belum terbiasa membunuh dengan cara brutal dan mengerikan semacam ini.


Xiao Shuxiang terus melatih teman-temannya selama hampir dua bulan penuh. Membuat mereka semua menjadi anak yang tidak pernah ragu untuk memisahkan tubuh lawan.


Satu hal yang sangat menonjol dari hasil melatih Xiao Shuxiang adalah.. terlukisnya senyuman dan seringai lebar di wajah Jing Mi dan yang lainnya ketika menebas tubuh Demonic Beast.


"Menarik, setiap gerakan mereka berbeda tapi bisa saling melengkapi. Sekarang tinggal menguji, apakah mereka akan bertindak yang sama jika lawannnya manusia.." Xiao Shuxiang memperhatikan teman-temannya dari atas pohon.


Keesokannya, Xiao Shuxiang terlihat duduk di atas kepala Ping Gou mulai menjelaskan tentang misi yang harus dijalankan oleh teman-temannya.


Dia melemparkan sebuah gulungan kepada Jing Mi, dan meminta kedelapan anak tersebut untuk mencari benda yang tertulis di sana.


"... Ping Gou dibantu dengan pengikutnya telah menandai semua tempat yang memungkinkan adanya benda-benda itu. Prioritas utama kalian adalah Lentera Phoenix, ini misi pertama yang harus kalian selesaikan."


Ro Wei mengangkat tangannya, "Satu pertanyaan! Saudara Xiao, kegunaan benda-benda?"


Xiao Shuxiang, "Kalian akan segera tahu ketika semuanya terkumpul. Feng Ying, khusus untukmu.. Aku ingin kau setiap tiga hari sekali mengunjungi Patriarch Ketiga dan membersihkan kediamannya, bawakan Patriarch satu guci arak yang sudah kusiapkan.."


Xiao Shuxiang kembali berkata, "Kau juga harus mengunjungi Patriarch Pertama, Lan Guan Zhi dan Lan Xiao. Bawakan tanaman herbal sebagai makanan Lan Xiao. Kau bisa, kan?"


Feng Ying mengangguk mantap.


Xiao Shuxiang lalu menyampaikan bahwa selama ini dia sudah menanam banyak modal dan membantu Jing Mi dan teman-temannya.

__ADS_1


".. Hubungan dengan paman Thian Zai adalah hubungan bisnis jangka panjang. Zhi Shu dan Hai Feng, kalian yang akan bertanggung jawab.."


"Baik Saudara Xiao..!"


Zhi Shu dan Hai Feng memang selama ini ditugaskan menjadi juru bicara sekaligus penghubung antara Xiao Shuxiang dengan Thian Zai.


Meski tidak terlalu ahli dalam hal perdagangan, tetapi dibandingkan temannya.. Zhi Shu dan Hai Feng-lah yang sesuai dengan tugas tersebut.


Xiao Shuxiang membagi-bagikan tugas untuk teman-temannya, tentu membuat mereka penasaran. Pertama kali mereka merasa ada yang aneh adalah ketika Feng Ying menerima tugasnya.


Sampai sekarang, Xiao Shuxiang sendirilah yang setiap kali selalu pergi ke tempat Patriarch ketiga, Patriarch Pertama dan mengunjungi Lan Guan Zhi serta Lan Xiao.


Memberikan tugas tersebut kepada Feng Ying, tentu menimbulkan pertanyaan dari teman-temannya.


Pertanyaan mereka terjawab ketika Xiao Shuxiang mengatakan akan melakukan hibernasi. Ucapannya ini tentu membuat teman-temannya bingung.


"Hibernasi? Apa itu..?" Feng Ying menatap Bao Yu, dia tidak tahu apa yang dimaksud hibernasi.


"Artinya, Saudara Xiao akan tidur panjang.."


"Apa dia mati..?"


!!


Bao Yu tersentak, dia secara perlahan memberi penjelasan yang bisa dimengerti oleh Feng Ying.


"Saudaraku bukan hewan, kenapa dia mau berhibernasi? Saudara Xiao, aku masih bingung. Kau hibernasi untuk apa dan berapa lama..?" Hou Yong menggaruk kepalanya.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. "Aku tidak pernah cukup tidur selama ini dan tenagaku juga terkuras habis. Kalian masih bocah, jadi belum mengerti maksudku."


Bao Yu berkedip. Dia setelah berbisik, "Dia sendiri bukannya masih 'Bocah'?"


Hai Feng, "Kurasa karena terlalu lama bergaul dengan orang dewasa seperti Patriarch Ketiga dan Patriarch Pertama---pikiran Saudara Xiao jadi ikut dewasa,"


Bao Yu, "Aah... begitu,"


Xiao Shuxiang, "Yang jelas, selama masa tidurku, kalian harus menjalankan misi yang kuberikan tadi dan buat tempat ini lebih baik. Aku tidak ingin saat bangun nanti, keadaan kalian dan sekte ini sama saja atau malah berubah menjadi buruk. Kalau sampai itu terjadi, kupastikan kalian akan melihat kekejamanku yang sebenarnya,"


"Saudara Xiao, berapa lama kau akan tidur..? Kami akan menjagamu.." entah mengapa Zhi Shu merasakan dia tidak akan bertemu Xiao Shuxiang dalam waktu singkat.


Xiao Shuxiang, "Aku akan tidur selama tiga sampai lima tahun. Kalian tidak perlu menjagaku. Tapi kau dan yang lainnya boleh berkunjung, hanya saja kalian dilarang bersuara atau pun membangunkanku. Mengerti?"


"Lima Tahun?!"


"Li-Lima Tahun?!"


Jing Mi terkejut, lima tahun bukanlah waktu yang singkat, dan tidak mungkin seseorang bisa tidur selama itu. Binatang saja biasanya hanya tertidur selama musim dingin, Tapi saudaranya ini malah..


"Saudara Xiao, kau tidak bercanda, kan? Kau bukan beruang..!" Yi Wen juga sama kagetnya, apakah saudaranya itu mengerjai mereka sekarang?!


"Apa aku terlihat bercanda? Aku tidak punya banyak waktu, lakukan saja apa yang kukatakan tadi. Ayo, Ping Gou..!"


"Sau-Saudara Xiao..?"


Yi Wen menggeleng, dia menatap Ping Gou yang perlahan mulai pergi dengan membawa Xiao Shuxiang.


"Dia sama sekali tidak bercanda, apa itu artinya kita tidak akan bertemu Saudara Xiao lagi..?" Yi Wen menatap teman-temannya, dia menunggu pendapat dari mereka.


"Sepertinya memang begitu, tapi aku masih tidak mengerti kenapa Saudara Xiao melakukannya.."


Jing Mi, Bao Yu, dan yang lainnya masih belum beranjak dari tempat mereka. Jing Mi lalu membuka gulungan diberikan Xiao Shuxiang kepadanya, di dalam kertas tersebut tertulis benda yang diinginkan saudara mereka beserta lokasi benda tersebut.


!!


"Ada pesan singkat dari Saudara Xiao..!"


Yi Wen dan Zhi Shu segera memperhatikan lebih jelas tulisan tangan Xiao Shuxiang. Alis mereka berkerut karena tulisan Xiao Shuxiang sangat sulit dibaca.


"... 'Aku tidak peduli cara yang kalian gunakan untuk mendapatkannya'.."


"Saudara Xiao memberi misi yang sulit," Hou Yong menjelaskan, "Lihat. Beberapa lokasi berada di wilayah Aliran Hitam dan beberapa lagi ada di wilayah yang terkenal sebagai Tanah Kematian."


Jing Mi. "Aku rasa, Saudara Xiao ingin menguji kekuatan kita. Karena itulah dia memberi tugas semacam ini,"


Yi Wen sependapat dengan Jing Mi, Xiao Shuxiang tidak mungkin memberi mereka misi sembarangan tanpa ada tujuan dibaliknya.


***

__ADS_1


__ADS_2