XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
487 - Sesuatu Yang Tidak Diduga VIII [Revisi]


__ADS_3

Mata ular itu berwarna merah gelap. Saat terbuka, teriakan nyaring memekikkan telinga langsung terdengar bersamaan dengan mampunya mata itu menarik siapa pun yang memandanginya untuk merasakan kegelapan yang penuh hal mengerikan.


!!


Saat Xiao Shuxiang menoleh, matanya juga ikut berubah warna. Itu adalah warna mata merah dan hijau, seseorang akan melihat bagai sebuah ledakan cahaya dalam mata tersebut.


!!


Ular hitam yang mengerikan itu memiliki kemampuan membunuh hanya dengan napasnya saja. Dia bisa memusnahkan seluruh tanaman herbal di gunung ini dengan dua kali bernapas, dan untuk membunuh penyusup biasa... Bahkan desisannya pun sudah lebih dari cukup.


Selain napasnya, ular ini juga mempunyai tatapan mata yang mematikan. Dia saat ini sedang membuka matanya lebar dan tengah bertatapan langsung dengan seorang pemuda yang tak lain adalah Xiao Shuxiang.


"......"


"......."


Wu Yu entah terpental ke mana, Xiao Shuxiang jelas tidak mempedulikan itu. Raut wajahnya dingin, dia menatap seekor ular yang kemungkinan bisa melilit seluruh gunung ini hingga tak lagi terlihat.


'Pergi, jika kau tidak mau mati.'


Kata itu yang sepertinya dapat mengartikan makna kedua tatapan yang saling bertemu pandang tersebut. Xiao Shuxiang benar-benar berani bersinggungan langsung dengan monster yang bisa membuatnya menjadi abu dalam sekejap.


"......"


"......"


Ada kegelapan yang nampak pada tatapan mata Koki Alkemis itu. Seakan dia siap bertarung hingga titik terakhir hidupnya di tempat ini. Dia bahkan sama sekali tidak menampakkan keraguan termasuk rasa takut sekali pun.


"......."


Satu-satunya yang mungkin dapat membuatnya takut adalah jika dia tidak bisa menyelamatkan Kucing Putihnya.


"........"


Ular besar itu bergerak semakin dekat. Xiao Shuxiang sendiri tidak bergeser dari tempatnya bahkan sama sekali tidak mengedipkan mata.


Dia masih memberi tatapan yang tajam dengan ekspresi wajah yang dingin, sampai sebuah sentuhan terasa pada bibirnya hingga membuat ekspresi wajahnya yang semula sangat dingin bagai gunung es itu berangsur-angsur berubah.


Ular yang amat besar tersebut memundurkan kepalanya dan kemudian terangkat naik, dia melayang. Bahkan Xiao Shuxiang melihat ada gerakan di balik pepohonan yang tidak lain adalah tubuh ular itu.


Di samping semuanya, warna mata Xiao Shuxiang kembali seperti semula dan dia pun berkedip. Pikiran dan perasaan yang sebelumnya dipenuhi kecemasan tentang Kucing Putihnya tiba-tiba saja menghilang. Ekspresi wajahnya bahkan terlihat lebih normal.


"......"


Xiao Shuxiang kembali berkedip, kedua ujung telinganya memerah bersamaan saat dia menyentuh bibirnya sendiri.


"Itu... Apa barusan aku dicium... Monster ular?!"


!!


Xiao Shuxiang terkejut bukan main saat menyadari kondisinya. Dia bahkan menepuk-nepuk kedua pipinya sambil menggelengkan kepala berulang kali. Dia heboh sendiri saking tidak percayanya.


"Gila..! Ya ampun..! Aduuh..! Bagaimana bisa..?! Tapi..! Yang tadi itu.. Benar-benar nyata..! Aduuh..!"


Xiao Shuxiang menepuk dahinya, menjambak rambutnya, menangkup pelan pipinya dan mengingat apa yang baru saja dia alami.


Jujur saja, seumur hidupnya... Dia tidak pernah membayangkan akan dicium oleh seekor monster. Apalagi yang seperti makhluk mengerikan barusan, dia syok karenanya.


"Keterlaluan..! Aiih..! Aduuh..!" Xiao Shuxiang kembali menjambak rambutnya, dia merinding sendiri dan tidak menyangka bisa kecurian.


Monster besar itu bahkan tidak lagi menampakkan diri setelah mengambil kesempatan darinya. Yang barusan tadi adalah pengalaman mengejutkan dan sungguh tak terbayangkan.


Xiao Shuxiang kemungkinan tidak menyadari ini, tetapi karena tindakan tidak terduga dari monster ular itu----dia sekarang kembali menjadi dirinya yang biasa.


Barangkali monster tersebut melihat Xiao Shuxiang seperti pemuda yang butuh bantuan, atau mungkin dia berpikir bahwa tidak seharusnya seseorang yang memiliki wajah tampan berekspresi dingin dan bagai akan menghancurkan seluruh dunia hanya dengan sebuah tatapan matanya itu.


Untuk Xiao Shuxiang, dia butuh waktu menenangkan rasa syok yang menimpanya. Namun rasa itu segera berganti saat dia melihat tanaman herbal yang diambilnya tadi. Dia pun kembali teringat pada tujuannya datang ke tempat ini.


Di sisi lain, Wu Yu nampak mengusap-usap bokong dan juga lehernya. Dia berdecak pelan sambil menggelengkan kepala karena bisa terpental sejauh ini. Dalam hati, dia merutuki Yan Xi Fan karena memelihara seekor hewan mengerikan hingga sebesar raksasa.


"Ini akan melukai harga diriku sebagai Yang Mulia dari Gunung Kaisar Hitam.." Wu Yu menepuk debu di pakaiannya, dia pun teringat sesuatu dan segera mengambil tongkat Ruyi miliknya yang terjatuh kemudian melesat pergi.


Dia mencari keberadaan keponakannya tanpa menurunkan kewaspadaan karena bisa saja penjaga gunung ini kembali menampakkan diri.


"Xiang'Er.. Kuharap dia baik-baik saja."


Tidak ada suara pertarungan yang Wu Yu dengar, namun hatinya masih gelisah. Dia mencemaskan keponakan angkatnya dan tidak tahu apa yang harus dia jelaskan nanti pada Yan Xi Fan jika sampai Xiao Shuxiang dan monster ular itu benar-benar bertarung.


Ini bukan tentang nyawa Xiao Shuxiang, dia yakin meski tubuh keponakannya menjadi abu dan telah berbentuk roh----Xiao Shuxiang pasti akan hidup kembali. Sebesar itulah kepercayaannya pada sosok yang dikenal sebagai Sang Bintang Penghancur tersebut.


Wu Yu hanya mengkhawatirkan tempat ini. Jika sampai tanaman herbal Yan Xi Fan menjadi korban, maka mungkin untuk pertama kalinya dia melihat Yan Xi Fan akan mengamuk. Demonic Beast berwujud Naga Putih itu bisa membelah sebuah gunung hanya dengan sekali kibasan ekornya.


Wu Yu menggeleng, dia tidak boleh mambayangkan hal yang bukan-bukan. Namun baru saja hendak memikirkan yang lain, dia menjadi teringat dengan Mutiara Pelahap Maut yang pernah diambil Xiao Shuxiang.


!!


"Gawat..!!" Wu Yu mempercepat lesatannya, dia menggunakan penciuman dan penglihatannya untuk menemukan keponakannya yang sedang tidak baik-baik saja.


Xiao Shuxiang memiliki Mutiara Pelahap Maut. Dia bisa menggunakan pusaka itu untuk melawan monster ular dan Wu Yu tahu benar bahwa mutiara tersebut sangatlah berbahaya.


Pusaka itu tidak dapat dihentikan. Dia akan menghisap seluruh energi kehidupan hingga hanya orang yang mengaktifkannya sajalah yang tersisa.


Wu Yu menjadi lebih khawatir lagi saat mengingat Xiao Shuxiang bisa saja menggunakan pusaka itu tanpa ragu. Apalagi dalam kondisi hatinya yang buruk, keponakannya tidak akan peduli pada nyawa orang lain.


Memang kapan Xiao Shuxiang mengkhawatirkan nyawa orang lain? Koki Alkemis itu bahkan meninggalkan Benua Timur yang sedang kacau-kacaunya, dia juga meninggalkan Benua Tengah yang kondisinya lebih parah lagi hanya untuk menyelamatkan satu orang saja.


Jika dipikirkan, nyawa seorang Ling Qing Zhu seakan lebih berharga di mata Xiao Shuxiang daripada seluruh nyawa penduduk tiga kekaisaran. Dan seakan nyawa Kucing Putihnya itu juga lebih berharga dibanding nyawa teman-teman dan keluarganya sendiri.

__ADS_1


Bagi yang tidak mengenal seperti apa Xiao Shuxiang, mungkin akan berpikir demikian. Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah dia berani meninggalkan kedua benua yang sedang kacau karena percaya para kultivator dan pendekar yang ada pasti bisa mengatasinya.


Wu Yu terus mencari keberadaan keponakannya meski penciumannya sedikit terganggu akibat aroma dari banyaknya tanaman herbal. Untunglah dia masih bisa mengingat dengan baik aroma darah dari keponakan angkatnya itu.


?!


Pandangan Wu Yu mulai menangkap sosok pemuda yang sedang melesat ke arahnya. Dia juga mendengar pemuda itu menyerukan namanya, namun entah mengapa dia masih belum bisa bernapas lega.


"Paman Wu..!"


"Xiang'Er..! Kau baik-baik saja, kan? Kau tidak terluka? Bagaimana dengan monster itu? Apa kalian bertarung?" Wu Yu banyak bertanya saat Xiao Shuxiang sudah ada di hadapannya.


Dia memegang kedua lengan keponakannya dan memeriksa kondisi tubuh Xiao Shuxiang dengan penuh kehebohan. Dia baru berhenti saat mendapat teguran.


"Paman berhenti..! Aku tidak apa-apa, oke? Kau mengguncangku dan itu membuat kepalaku pusing, jadi tolong hentikan."


"Baiklah, baiklah. Melihat kau sudah banyak bicara membuatku lega, wajahmu terlihat lebih hidup sekarang ini." Wu Yu memeluk erat Xiao Shuxiang, dia akhirnya tidak lagi merasa khawatir.


"Aku sendiri belum bisa tenang, Paman. Kucing Putihku masih dalam bahaya, ayo secepatnya kita pulang."


Wu Yu mengangguk dan segera mengikuti Xiao Shuxiang. Mereka menemui Paman Ao terlebih dahulu untuk berpamitan.


Di dalam ruangan ini, Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah Cermin Pemindah dan segera masuk ke dalamnya bersama Wu Yu. Keduanya meninggalkan Paman Ao dan tiba di kediaman Lui Me Tian.


Saat itu, bibi angkat Xiao Shuxiang melakukan tugasnya dengan baik. Dia membuat Ling Qing Zhu tetap bicara meski gadis tersebut beberapa kali memuntahkan darah.


Di sisi lain, ada sekitar lima Demonic Beast yang menjaga agar aliran darah di dalam tubuh Ling Qing Zhu tidak berhenti. Mereka berusaha keras memisahkan racun yang ada di dalam darah gadis itu.


Ada juga tiga pelayan yang mendapat kepercayaan Lui Me Tian untuk mencegah racun menyebar ke area vital Ling Qing Zhu. Mereka semua benar-benar bekerja keras.


Ruangan ini penuh dengan ketegangan. Lui Me Tian sebelumnya mengatakan bahwa keselamatan wilayah mereka tergantung pada nyawa gadis berambut putih ini.


Tidak tanggung-tanggung, Lui Me Tian bahkan memerintahkan mengambil sepuluh peliharan manusia terbaiknya yang memiliki aroma darah seperti Ling Qing Zhu.


Dua pelayan mendapat tugas mengambil darah dari peliharaan yang ada untuk Ling Qing Zhu. Mereka melakukannya dengan hati-hati dan sempurna, tetapi tidak berani mengeluarkan racun di tubuh gadis tersebut karena tidak tahu jenis racun ini.


Belum pernah mereka melihat ada racun yang bisa membuat tulang manusia menjadi hitam dan Ling Qing Zhu jelas sedang mengalaminya.


Racun dari belati Gong Zitao masuk ke dalam tulang Ling Qing Zhu dan mengendap di sumsum tulangnya. Kondisi ini nyaris merenggut nyawanya andai salah satu pelayan Lui Me Tian tidak menyadarinya lebih awal.


Sebuah Cermin Pemindah terbentuk, Xiao Shuxiang dan Wu Yu melangkah keluar. Kedatangan mereka mengundang perhatian banyak orang termasuk Lui Me Tian.


"Xiao'Er..!"


"Bibi, bagaimana kondisinya..?!"


Salah seorang pelayan bergeser agar Xiao Shuxiang dapat duduk di tepian tempat tidur dan melihat sendiri kondisi Ling Qing Zhu. Pemuda itu tersentak dan wajahnya pun memucat.


"Kucing Putih.."


Tidak tahu lagi harus bagaimana mengatakannya. Pakaian putih Ling Qing Zhu penuh dengan darah. Dia dikerumuni oleh Demonic Beast bertubuh manusia, namun dengan penampilan mengerikan.


"Bibi... Jaga dia sebentar lagi." Xiao Shuxiang bangun dan meminta Wu Yu untuk ikut dengannya. Mereka pergi ke bagian terdalam dari kediaman Lui Me Tian.


Ruangan yang dituju oleh Xiao Shuxiang adalah dapur, di sana ada tiga pelayan dan mereka memberinya apa yang dibutuhkan.


Wu Yu melihat keponakannya meracik herbal, dia ikut membantu pelayan yang ada untuk mengangkat sebuah periuk ke depan pemuda itu.


Meski tidak lagi memiliki Api Biru Kecil, namun Xiao Shuxiang masih bisa membuat pil. Dia hanya butuh api biasa dan juga api yang dikeluarkan oleh paman Wu-nya.


Dia memberi arahan pada Wu Yu tentang kapan api tersebut harus dibuat besar dan kapan panasnya diturunkan sedikit. Periuk yang telah diisi oleh tanaman herbal dan air pun mulai mengeluarkan bunyi dengingan.


Sangat beruntung sebenarnya karena Wu Yu adalah Demonic Beast yang memiliki Api semerah darah dan Api Ungu. Dia juga merupakan paman yang punya kemampuan cepat menangkap arahan Xiao Shuxiang dan mempraktekkannya dengan sempurna.


Hanya sekali percobaan, air tanaman herbal yang ada dalam periuk itu telah berubah menjadi tiga butir pil yang satu di antaranya berwarna hitam.


Wu Yu mengusap keringatnya di saat Xiao Shuxiang mengambil ketiga pil di dalam periuk dan langsung menatap tajam salah satu pelayan.


!!


"Xiang'Er..! Apa yang kau-"


Aakh..!!


Mata Wu Yu terbelalak ketika belum sempat dia selesai bicara----keponakannya itu langsung menebas salah satu lengan pelayan hingga mengerang kesakitan.


Tindakan Xiao Shuxiang ini terlalu mengejutkan, bahkan dua pelayan yang lain tidak bisa bergerak saking kagetnya. Entah kenapa pemuda itu melakukan ini semua, padahal tidak ada yang menyinggungnya.


Xiao Shuxiang sendiri tanpa peduli dengan apa pun segera memasukkan salah satu pil milikya ke dalam mulut pelayan itu.


!!


Pil tersebut langsung lebur saat menyentuh lidah, dan hanya dalam tiga tarikan napas--lengan yang sebelumnya terputus mulai tumbuh kembali.


"Bagus. Paman Wu..! Ayo pergi,"


!?


"Xiang'Er, jadi yang tadi itu... Kau menguji coba pil buatanmu padanya?"


"Aku tidak mau membuat kesalahan, Paman."


!!


Xiao Shuxiang benar-benar tidak waras. Dia membuat Wu Yu kesulitan menelan ludah. Jika saja ketiga pelayan itu tidak ada di sana, mungkin yang akan menjadi korban uji coba pil tersebut adalah dirinya.


"Keponakan, lain kali sebelum bertindak... Kau harus mengatakannya dulu. Apa yang kau lakukan barusan itu hampir membuatku jantungan, nyaris saja kupikir kau kesurupan."

__ADS_1


"....."


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun, dia berjalan cepat menuju tempat Kucing Putihnya berada dan segera memberikan pil buatannya pada gadis itu. Semua yang ada di ruangan termasuk Lui Me Tian menyaksikannya dengan raut wajah yang tegang.


Pil Napas Naga merupakan pil terkuat buatan Xiao Shuxiang. Selain bisa mengembalikan bagian tubuh yang tertebas, juga mampu menghilangkan racun. Dan jujur saja, yang saat ini diberikan pada Ling Qing Zhu bukan Pil Napas Naga yang biasa.


"......"


"......"


"......"


Tidak ada yang bicara, bahkan mungkin tidak seorang pun dalam ruangan itu yang berani bernapas. Waktu seakan berhenti saat mereka menunggu efek pil milik Xiao Shuxiang.


!!


Ling Qing Zhu memuntahkan darah kembali. Dalam tiga tarikan napas, dia mulai membuka matanya perlahan. Dia samar-samar mendengar suara lembut pemuda yang memanggilnya.


"Kucing Putih..?"


"Nona.. Dia selamat!"


!!


Salah seorang Demonic Beast yang tidak pernah berhenti memeriksa kondisi Ling Qing Zhu berseru dan membuat Xiao Shuxiang akhirnya bisa bernapas lega.


Koki Alkemis itu langsung duduk di lantai dan bersandar pada pinggiran tempat tidur sambil mengusap wajahnya. Pundaknya disentuh oleh Wu Yu dan kembali ditenangkan.


Lui Me Tian juga akhirnya bernapas lega, dia menggenggam tangan Ling Qing Zhu dan sudah tidak bisa lagi menahan tangisannya. Syukurlah gadis ini bisa terselamatkan.


"Yang Mulia..."


Para pelayan yang berdiri di belakang Lui Me Tian mengusap-usap punggung wanita berpakaian serba merah itu. Mereka menangis dengan perasaan lega sebab nyawa mereka semua juga terselamatkan.


"Qing Zhu'Er.. Kau mendengar Bibi, kan..?"


"......"


Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia masih terlalu lemah namun sekarang dirinya bisa melihat jelas. Jujur, dia tidak menyangka makhluk yang dilihatnya untuk pertama kali adalah makhluk bertubuh manusia, namun dengan wajah yang mirip binatang buas.


Anehnya, dia sama sekali tidak terkejut atau pun merasa takut. Ini mungkin karena wajah-wajah itu justru nampak terlihat mengkhawatirkan dirinya.


Salah seorang pelayan yang bertugas memeriksa aliran darah Ling Qing Zhu tersentak. Dia kesulitan menelan ludah dan dengan suara yang setengah berbisik, dirinya mengatakan sesuatu pada Lui Me Tian.


"Yang Mulia, apa ini saatnya memberi tahu Tuan Muda Xiao masalah 'itu'?"


?!


Lui Me Tian menatap pelayan yang memiliki wajah mirip kucing tersebut, dia pun bicara pelan. "Bukankah Qing Zhu'Er sembuh? Kenapa kau membahasnya lagi?"


"Seluruh racun di tubuh Nona ini sepenuhnya telah menghilang, keadaan tulangnya pun kembali normal. Tetapi masih ada masalah lain dan ini.. Agak berbeda,"


Pelayan itu gelisah, dia mewakili teman-temannya bicara dan ekspresi wajah mereka nampak sulit untuk diartikan. Lui Me Tian menoleh ke arah Xiao Shuxiang yang tengah dikerumuni oleh banyak Demonic Beast, termasuk Wu Yu.


"Xiao'Er.. Xiao'Er..!"


Xiao Shuxiang baru mendengar suara Lui Me Tian yang memanggilnya. Wajahnya terlihat serius dan segera bangun dari tempatnya berada. Dia duduk kembali ke sisi tempat tidur dengan perasaan yang agak tegang.


"Ada apa Bibi? Apa terjadi sesuatu lagi pada Kucing Putih?" Xiao Shuxiang hanya bisa memeriksa secara manual kondisi Ling Qing Zhu dengan merasakan urat nadi di pergelangan tangan gadis itu. Dia tidak dapat mengalirkan Qi untuk memeriksa organ dalam tubuh Kucing Putihnya, apalagi sekarang--dia juga tidak mempunyai Pil Mata Dewa.


"Qing Zhu'Er tidak lagi dalam kondisi sekarat, tapi memang keadaannya masih lemah. Aku hanya ingin mengatakan bahwa dia sudah baik-baik saja, namun ada sesuatu yang harus kau-"


"Shu.. Xiang.."


!!


Lui Me Tian tersentak saat mendengar suara pelan Ling Qing Zhu, nada suara gadis berambut putih itu akhirnya bisa lebih baik dari sebelumnya. Dia pun meminta pada para pelayannya untuk memberi ruang pada Xiao Shuxiang.


Keponakan angkatnya itu mulai memegang tangan Kucing Putihnya. Pandangan matanya melembut saat bertatapan mata dengan gadis berambut putih panjang tersebut.


"Ambilkan air,"


Salah seorang pelayan mengangguk, dia segera mengambilkan segelas air dan memberikannya pada Xiao Shuxiang. Pemuda itu perlahan membangunkan Ling Qing Zhu dan menyandarkannya, tepat di dada bidangnya.


Dia meminta Kucing Putihnya untuk minum, perlakuan lembutnya pada gadis itu disaksikan oleh Lui Me Tian, Wu Yu, dan para Demonic Beast yang ada di ruangan ini.


"Bagaimana perasaanmu?"


"Mn,"


"Kau mau air lagi?"


"Mn, tidak.."


Xiao Shuxiang mengusap bekas darah pada dagu Ling Qing Zhu, namun gadis itu justru malah memegang tangannya. Dia merasa Kucing Putihnya ingin agar dirinya berhenti.


"Kau.. Tidak akan.. Membunuh mereka semua, kan?"


?!


Mendengar ucapan Ling Qing Zhu padanya membuat Xiao Shuxiang langsung menoleh ke arah Lui Me Tian. Wanita berpakain merah itu tersentak dan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Barangkali untuk membuat Kucing Putihnya tetap terjaga----Bibi angkatnya ini mengatakan sesuatu yang membuat gadis cantik tersebut agak takut kepadanya.


Xiao Shuxiang memang akan membuat kekacauan di Wilayah Gunung Kaisar Merah andai Ling Qing Zhu tidak selamat. Tetapi karena gadis itu akhirnya sudah melewati masa-masa kritisnya, tujuan Xiao Shuxiang menjadi berubah.


Koki Alkemis itu tidak akan membuat kekacauan di seluruh wilayah milik Lui Me Tian, tetapi dia akan membunuh mereka yang terlibat dalam masalah ini kecuali Wu Yu dan bibi angkatnya sendiri.

__ADS_1


Bagi Xiao Shuxiang, hanya orang yang dia percayai yang boleh menjadi saksi mata atas apa yang terjadi pada Kucing Putihnya, dan tindakan yang dirinya lakukan. Karenanya, selain Lui Me Tian dan Wu Yu----semua Demonic Beast termasuk yang membantunya di dapur tadi harus dihabisi.


***


__ADS_2