XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
205 - Gangguan II


__ADS_3

Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan lengan kirinya, dia merasa kurang nyaman memakai seragam Sekte Pedang Langit yang putih bersih dengan sabuk pinggang berwarna biru, terasa seakan ini pakaian berkabung.


Namun, Xiao Shuxiang harus menuruti ucapan Patriarch Lan bila ingin diajari menggunakan Pusaka Langit miliknya. Sebisa mungkin dirinya berusaha bertahan menjadi anak baik selama beberapa hari.


Posisinya saat ini sedang berada di Balai Utama, duduk di barisan paling depan dan berhadapan langsung dengan Lan Gaozu. Xiao Shuxiang tidak bisa bergerak bebas untuk menghibur kejenuhannya dari mendengar ceramahan Kakek Berjanggut Tebal tersebut.


Satu yang menjadi hiburan tersendiri baginya, yakni melihat Harimau Bulan temannya. Demonic Beast yang seukuran anak kucing tersebut nampak duduk tenang sambil mendengarkan Lan Gaozu bicara.


"Lan Xiao benar-benar diajari dengan baik, aku saja yang baru duduk beberapa menit sudah merasakan kaki dan bokongku mati rasa. Kapan pelajaran ini berhenti.."


Lan Gaozu memperhatikan Xiao Shuxiang, pemuda itu menahan diri untuk tidak menguap. Dia sebenarnya cukup tersentak saat melihat kehadiran Xiao Shuxiang diantara murid-muridnya, sudah lama dia memang tidak melihat anak nakal tersebut.


Sedikit mengherankan, sebab ini pertama kalinya Xiao Shuxiang duduk paling depan. Biasanya pemuda itu akan mencari tempat duduk yang tersembunyi supaya bisa tidur.


Sian Ru yang duduk di belakang Xiao Shuxiang nampak berwajah masam, dia tidak suka melihatnya kembali ke Sekte Pedang Langit walau Xiao Shuxiang bisa dibilang pernah membantu sektenya dari serangan Sekte Pagoda Langit.


Tapi yang lebih membuatnya kesal adalah kehadiran Ling Qing Zhu, gadis tersebut telah mencuri perhatian semua saudara-saudara seperguruannya.


".. Dulu Xiao Shuxiang, sekarang Ling Qing Zhu. Keduanya sangat menyebalkan, apalagi mereka sama-sama dekat dengan Tuan Muda Lan, semakin membuat kesal saja.."


Sian Ru mencengkeram kuat seragamnya, dirinya benar-benar telah dilupakan menjadi gadis tercantik dan populer di sekte ini, semua perhatian mengarah pada Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu, namanya kini hanya berada diposisi keempat.


Pelajaran dari Lan Gaozu baru berhenti setelah matahari hampir terbenam. Xiao Shuxiang kesulitan berdiri, kaki dan bokongnya benar-benar pegal.


"Aku bisa mati bila terus duduk dan mendengar siraman kalbu Kakek Janggut Tebal setiap hari. Tapi demi bisa memainkan Seruling itu, akan kukorbankan sebagian nyawaku.."


Xiao Shuxiang memukul-mukul pelan tulang punggungnya, dia berjalan mengikuti para murid yang mulai meninggalkan Balai Utama.


Dirinya lalu mengikuti Lan Guan Zhi ke Pagoda Tingkat Sembilan, Harimau Bulan berada diantara mereka.


Ling Qing Zhu sendiri, setelah keluar dari Balai Utama.. dirinya pergi ke Balai Murid untuk mulai melakukan tugasnya mencuci pakaian.


Dia tidak mengatakan apapun pada Lan Guan Zhi, ini bukan hal yang aneh, sebab meski selalu bersama dengan GrandElder masa depan Sekte Pedang Langit tersebut.. Keduanya sangat jarang bicara.


Di Pagoda Tingkat sembilan, tepat di salah satu ruangan yang ada di lantai tiga.. Xiao Shuxiang kembali harus duduk sambil mendengarkan penjelasan Patriarch Lan terhadap cara memainkan alat musik, terkhususnya seruling.


Xiao Shuxiang lebih tertarik dengan pembahasan ini daripada mendengar Lan Gaozu ceramah. Dirinya mengeluarkan Seruling Giok Putihnya saat diminta oleh Patriarch Lan.


Xiao Shuxiang dapat memahami dasar-dasar nada setelah Lan Xu Jian menjelaskan kepadanya sebanyak tiga kali. Namun saat mempraktekkannya dengan mengikuti arahan Patriarch Lan.. Seruling Giok Putihnya sama sekali tidak mengeluarkan suara.


"Aku rasa.. Ini rusak,"


"Seruling Giok Putih tidak bisa sembarangan dimainkan. Sangat normal bila kau kesulitan mengeluarkan suara pada alat musik tersebut ketika meniupnya,"


Patriarch Lan bertanya apa Xiao Shuxiang memiliki seruling biasa, ini untuk memudahkannya dalam berlatih. Sayangnya pemuda yang duduk di depannya tersebut tidak memilikinya.


"LanLan, pinjamkan serulingmu padanya.."


!


Xiao Shuxiang tersentak mendengar cara Patriarch Lan memanggil nama adiknya, dia segera menutupi mulutnya dengan sebelah tangan sambil menahan tawa, panggilan Lan Xu Jian pada adiknya manis sekali. Jelas Patriarch Lan lebih parah dalam merusak nama adiknya.


Lan Guan Zhi yang duduk di samping Xiao Shuxiang mengeluarkan seruling bambu kuning dari dalam kantong penyimpanannya, dia menjitak kepala temannya dengan seruling tersebut.


Xiao Shuxiang sedikit merintih, namun dia tidak marah atas tindakan Lan Guan Zhi. Dirinya lalu kembali berlatih meniup seruling mengikuti arahan Patriarch Lan. Tentu dengan memakai seruling bambu kuning milik temannya.


Xiao Shuxiang rupanya cukup pandai dalam mengingat nada, Patriarch Lan memberikannya sebuah kertas yang di dalamnya tertulis satu buah lagu sederhana.


".. Namanya 'Ketenangan', jika kau bisa memainkannya, maka kau akan dapat membuat hati orang yang mendengarnya tenang, bahkan dalam keadaan tertentu.. Kau dapat menenangkan roh orang yang telah meninggal dunia.."


Bisa ditebak, lagu tersebut adalah sebuah jurus. Xiao Shuxiang hanya perlu berlatih sampai bisa memainkannya.


Sepanjang malam tersebut, dirinya terus mendapat arahan dari Patriarch Lan. Dia sebenarnya penasaran dengan satu hal, yakni Lan Guan Zhi yang ternyata mengetahui cara memainkan alat musik.

__ADS_1


Jika Xiao Shuxiang tahu bakat lain sahabatnya ini, dirinya pasti tidak akan meminta bantuan Patriarch Lan. Salahnya sendiri karena tidak bertanya pada Lan Guan Zhi lebih awal.


Xiao Shuxiang tinggal cukup lama di Sekte Pedang Langit. Kegiatannya selain berlatih meniup seruling adalah mengganggu Ling Qing Zhu.


Sama seperti pagi ini, dimana dirinya merusak pakaian murid Sekte Pedang Langit yang sedang Ling Qing Zhu jemur.


"Apa kau tidak malu terus tinggal di sini? Kau tidak lagi memiliki keluarga di Benua ini, kenapa kau tidak mati saja?"


Xiao Shuxiang memberi tatapan tidak suka pada Ling Qing Zhu. Ucapannya begitu ketus dan juga dingin.


".. Kau hanya sandera, seumur hidup kau akan bekerja sebagai pelayan di sekte ini. Mengapa tidak membebaskan dirimu dengan mati? Ah! Maksudku mati seperti Pamanmu.."


!!


Ling Qing Zhu berusaha tenang dengan mengepalkan erat kedua tangannya. Dia menyakinkan dirinya untuk tidak terpengaruh perkataan pemuda di depannya walaupun menyakitkan.


Beruntung Lan Guan Zhi segera datang dan menarik tangan Xiao Shuxiang. Dia benar-benar tidak bisa meninggalkan temannya barang semenit saja, pemuda ini sudah mengganggu orang lain lagi.


"Lan Zhi..?! Aku belum selesai, gadis menyebalkan itu harus sadar posisinya hanya menumpang di sini,"


"Kau juga sama,"


Xiao Shuxiang tidak memberontak saat ditarik Lan Guan Zhi, dirinya menunjuk Ling Qing Zhu dengan seruling bambunya seakan memberi isyarat bahwa urusan mereka belum selesai.


Ling Qing Zhu tetap berdiri di tempatnya sambil menatap Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi yang perlahan mulai tak terlihat lagi.


Dirinya menghembuskan napas pelan dan lalu menatap ke arah pakaian seragam murid Sekte Pedang Langit yang begitu kotor akibat ulah Xiao Shuxiang.


Apa yang diucapkan pemuda tadi memang benar. Tidak seharusnya dia tinggal di sekte yang pernah di serangnya, tinggal bersama orang-orang yang pernah dirinya sakiti.


Sekte ini terlalu baik bagi penjahat yang seharusnya mati seperti dirinya. Dia memang gadis terburuk, bahkan saat mendengar perkataan Xiao Shuxiang tadi tidak membuatnya menangis.


Dia hanya bisa memendam semuanya sendiri. Ling Qing Zhu adalah gadis yang payah dalam mengekspresikan perasaannya.


Lagi-lagi Xiao Shuxiang datang menganggunya. Pemuda tersebut mengambil kesempatan untuk pergi saat Lan Guan Zhi dipanggil oleh GrandElder Sekte Pedang Langit.


Duan De bisa melihat cara menyapu Ling Qing Zhu tidak seperti biasanya, jelas gadis tersebut sedang tertekan. Dan penyebabnya adalah kata ledekan yang dilontarkan Xiao Shuxiang.


"Bocah Nakal..! Apa kau tidak bisa pergi dan melanjutkan latihanmu saja?! Kau datang kemari malah menjadi penganggu,"


Xiao Shuxiang berkata bahwa bukan dia yang harusnya diusir oleh Duan De, tetapi Gadis Jelek nan Menyebalkan itu.


".. Kalian terlalu naif, untuk apa membiarkan orang yang sudah menyerang sekte ini hidup dengan anggota tubuh lengkap sepertinya? Aku yakin, jika dibiarkan dia pasti akan berbuat jahat lagi,"


Duan De berjalan ke arah Xiao Shuxiang dan duduk di dekat pemuda tersebut. Sambil memainkan sapu di tangannya, Duan De mendengus.


Ling Qing Zhu hanya berbuat satu kejahatan dan dia sudah menerima hukuman yang pantas, yakni kematian pamannya serta menghilangnya Sekte Pagoda Langit di Benua ini.


".. Dibanding seseorang yang kukenal, Nona Ling layak mendapat ampunan."


Perkataan Duan De sudah pasti mengarah pada Xiao Shuxiang. Kejahatannya jauh lebih besar dan lebih banyak daripada Ling Qing Zhu, tetapi meski teman-temannya tahu identitasnya, dirinya tetap saja diampuni.


"Nona Ling itu tidak jelek, kau harusnya membersihkan matamu lebih dulu. Coba lihat dia dengan baik, perhatikan Nona Ling dengan teliti..!"


"Hmph, dia hanya sedikit cantik. Tidak sebanding dengan ibuku,"


Xiao Shuxiang jelas tidak ingin memperhatikan Ling Qing Zhu lebih teliti. Tidak ada alasan baginya untuk akur dengan orang yang hampir membuatnya kehilangan teman.


"Hei, kau! Gadis yang sedikit cantik. Jawab pertanyaanku, apa alasanmu menyerang sekte ini dan siapa nama tetua Scarlet Bayang? Kalau kau tidak menjawabnya, maka bersiaplah mati detik ini juga."


Duan De menampar lengan Xiao Shuxiang, dia memarahi pemuda tersebut karena cara bicaranya tidak sopan sama sekali.


".. Kau bisa perjaga seumur hidup bila sikapmu terus seperti ini pada perempuan,"

__ADS_1


"Hmph, tidak masalah. Aku bisa pergi ke tempat bordil untuk melepas keperjakaanku jika ingin,"


!!


Duan De terkejut mendengar ucapan pemuda yang hampir berusia 19 Tahun ini. Bahkan Nenek Nian yang sedang berjalan membawa sup ayam hampir menjatuhkan makanan di tangannya akibat mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan.


Pendengarannya masih sangat jelas, dia meletakkan sup ayam di samping Xiao Shuxiang dan ikut mengomelinya.


Nenek Nian berkata agar Xiao Shuxiang jangan sampai memiliki pemikiran untuk pergi ke tempat kotor itu. Tidak akan ada muka dan perlakuan hormat bagi kultivator yang diketahui menjadi pelanggan di tempat terkutuk tersebut.


".. Kultivator Aliran Hitam juga kebanyakan tidak sudi menginjakkan kakinya di tempat itu, dan kau malah mau pergi ke sana?!"


"Nenek Tua, tempat itu tidak kotor. Kebersihan dan keindahannya selalu terjaga. Paman angkatku selalu menjaga kediamannya dengan sangat baik,"


Xiao Shuxiang mengambil salah satu paha ayam dan memakannya, perkataannya yang terakhir tidak dimengerti oleh Nenek Nian dan membuat Duan De sejenak berpikir.


Memang apa hubungan paman Xiao Shuxiang dengan hal yang mereka bahas ini? kecuali jika paman angkat pemuda yang duduk di sampingnya mempunyai bisnis di tempat terlarang seperti itu.


".. Andai yang kupikirkan benar, sebaiknya kau jangan sering-sering bermain ke tempat paman angkatmu. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, dan kebanyakan memandang buruk tempat tersebut-


Hm? Dasar Anak Nakal! Sup ayam itu untuk Nona Ling, kenapa malah kau yang memakannya?!"


Duan De memukul lengan Xiao Shuxiang dan mencubit keras pinggangnya, makanan yang dibawa Nenek Nian diperuntukkan oleh Ling Qing Zhu karena telah bekerja keras seharian.


Karena segel yang diberikan Lan Guan Zhi, gadis tersebut bukan lagi seorang kultivator. Dia hanyalah manusia biasa yang memenuhi energi tubuhnya dengan makan dan tidur, tidak seperti kultivator yang bisa menahan lapar ataupun tidak tidur selama beberapa hari.


"Makanannya kan ada di dekatku, jadi kupikir ini untukku. Lagipula, kenapa harus repot memasakkannya makanan, biarkan dia makan daun atau rumput saja, kalian hanya membuang-buang tenaga-!"


Xiao Shuxiang mendapat jitakan keras dari Nenek Nian. Ling Qing Zhu selama ini selalu mengerjakan tugasnya dengan baik, dia tidak pernah mengeluh.


Bukan hanya Xiao Shuxiang yang suka mengerjainya dan menyuruhnya mati, tetapi beberapa murid Sekte Pedang Langit juga sering melakukannya. Mereka adalah Sian Ru dan empat orang temannya.


Andai bertarung satu lawan satu tanpa Qi, tentu Ling Qing Zhu mampu bertahan. Namun akan sangat berbeda bila dirinya harus melawan lima orang secara sekaligus, belum lagi dia akan langsung kalah apabila lawan menggunakan Qi.


Hanya Lan Guan Zhi dan Harimau Bulan yang mau membela serta melindunginya. Tetapi biar bagaimanapun, dirinya tidak bisa terus bergantung pada mereka. Dan sekarang bertambah satu orang yang secara terang-terangan membenci dirinya.


Sian Ru dan keempat temannya tentu tidak berani menganggu Ling Qing Zhu di depan banyak orang apalagi di depan Tuan Muda Lan. Namun Xiao Shuxiang jelas berbeda, dia tidak peduli dirinya dibawa beberapa kali oleh Lan Guan Zhi ke Balai Hukuman karena menganggu Ling Qing Zhu.


Nenek Nian tahu betapa sulitnya hari yang dilalui Ling Qing Zhu, tapi dia belum pernah sekali pun melihat gadis tersebut menangis.


Bukan karena gadis berambut putih dan bermata biru itu tahan banting, namun menurut Nenek Nian.. Dia hanya tidak ingin memperlihatkan kelemahannya pada orang lain.


".. Dibandingkan dengan semua orang, kau adalah pemuda yang paling tidak berperasaan..!"


"Memang. Nenek lambat mengetahuinya.."


Xiao Shuxiang mengambil satu paha ayam lagi dan segera pergi, dia berjalan di dekat Ling Qing Zhu yang sedang menumpuk sampah.


Dengan memakai Pernapasan Anginnya, hanya sekali injakan pelan dan semua sampah yang telah susah payah disapu kini menyebar kembali. Tindakan Xiao Shuxiang jelas membuat Duan De, Nenek Nian, termasuk Ling Qing Zhu terkejut.


"Terkutuk Kau Anak Nakal..!"


Duan De melempar sapunya, sayang tidak mengenai Xiao Shuxiang sama sekali, pemuda tersebut melesat pergi setelah menggunakan Pernapasan Anginnya.


Nenek Nian juga ikut berseru, dia mengancam tidak akan membuat sup ayam untuk Xiao Shuxiang bila pemuda itu tidak segera kembali dan bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Haah, Dasar Bocah Sialan! Kalau begini aku harus kembali menyapu lagi, dia sangat durhaka pada Kakek Tua ini.." Duan De mengambil kembali sapu yang dilemparnya tadi, dia menatap Ling Qing Zhu yang masih diam memandangi arah perginya Xiao Shuxiang.


"Nona Ling, pergi dan beristirahatlah. Biar Kakek yang mengurus ini semua, kau sudah melakukan banyak pekerjaan tanpa beristirahat sama sekali,"


"... Apa.. Aku boleh kesal padanya?"


Suara Ling Qing Zhu pelan, namun Duan De masih bisa mendengarnya. Dia mengatakan Ling Qing Zhu bahkan boleh memarahi dan memukuli Xiao Shuxiang jika mau, dia dengan senang hati akan membantunya.

__ADS_1


***


__ADS_2