
Xiao Shuxiang mencoba mencairkan suasana dengan sedikit menggoda Ling Qing Zhu, namun ekspresi wajah gadis itu sama sekali tidak berubah.
...
Lama menunggu akhirnya Ling Qing Zhu memberanikan diri menatap Xiao Shuxiang, "Kau.. Jangan mati,"
!
Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali karena tidak menyangka malah mendapat ucapan seperti itu dari Ling Qing Zhu.
Belum sempat dia bicara kembali, gadis berambut panjang berwarna putih tersebut sudah berjalan menjauh.
"Kucing Putih itu.. Dia terlalu hemat bicara dan tidak bisa mengekpresikan dirinya. Yaah.. Mungkin karena itu kami benar-benar cocok," Xiao Shuxiang mendengus sambil menggeleng pelan, dia lalu menutup pintu kamarnya dan mulai bersiap-siap.
Ayah Ling Qing Zhu sekaligus ketua Klan Ling dan Grand Elder Sekte Pagoda Langit saat ini sedang bermeditasi guna melakukan Pembersihan Iblis Hati secara rutin.
Dia tidak bisa menemui Wali Pelindung putrinya apalagi menyaksikan pertarungan hari ini.
Sama seperti biasanya, gerbang pertama Sekte Pegoda Langit akan terbuka untuk umum di hari pertarungan. Pendekar, kultivator, serta manusia biasa dapat menyaksikan pertarungan ini secara langsung.
Sekitar lima jam berlalu, kursi yang tersedia di luar panggung arena pertarungan sudah semakin banyak terisi.
Ada dua bangunan bertingkat tiga yang mana salah satunya merupakan tempat para penantang, sementara yang satunya merupakan tempat untuk para perwakilan keluarga inti Klan Ling dan tamu istimewa mereka.
"Saudara Xiao ke mana? Sejak pagi tadi aku belum melihatnya.."
Jing Mi dan Yi Wen memperhatikan setiap orang yang datang setelah mendengar ucapan Hou Yong. Mereka sampai sekarang juga belum melihat Xiao Shuxiang.
Saat ini, Hou Yong, Xiao Lu, Hu Li, dan yang lainnya berada di lantai kedua salah satu bangunan. Mereka berdiri di pinggir langkan sambil pandangan mata mereka terus beredar mencari Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi sendiri terlihat duduk tenang sambil memangku Lan Xiao yang telah berubah kembali menjadi seekor harimau berukuran sebesar anak kucing.
Dirinya tidak seheboh Xiao Lu, Yi Wen, dan Hou Yong. Ini karena baginya, Xiao Shuxiang pasti akan datang, temannya itu bukanlah pemuda yang suka lari dari tanggung jawab.
Nyawn~
"Kau bisa bermain dengannya nanti,"
Lan Guan Zhi mengusap-usap pelan kepala Harimau Bulan, di lantai atas tempatnya duduk sekarang.. Terlihat Ling Lang Tian bersama dengan Ling Qing Zhu.
Beberapa orang di antara mereka adalah para Patriarch, Nenek dan Ibu Ling bersaudara ini. Semuanya berjumlah sekitar sepuluh orang, dengan beberapa kursi yang masih kosong.
Sepertinya ada yang tidak bisa hadir dan menyaksikan pertarungan, padahal hari ini merupakan kemunculan perdana dari Wali Pelindung yang sebenarnya.
Ling Lang Tian bertugas membuka acara. Dia menyapa para wakil keluarga, penantang dan juga penonton yang hadir. Dirinya juga menjelaskan tentang aturan dari pertarungan ini.
".. 'Wali Pelindung' tidak diizinkan menyerah, namun lawannya bisa melakukan hal tersebut. Jika penantang bukan kultivator, maka 'Wali Pelindung' akan diberi segel pengunci Qi padanya. Penggunaan racun tidak diizinkan dalam arena pertarungan.."
Ling Lang Tian menggunakan Qi agar suaranya dapat terdengar jelas oleh semua orang di tempat ini. Di bangku penonton, Nie Shang, Mo Huai, dan Siu Yixin terlihat mendengarkan ucapan dari Ling Lang Tian sambil tatapan mata mereka tertuju pada panggung arena.
Xiao Shuxiang baru saja datang bersama seorang murid Sekte Pagoda Langit. Sebelumnya murid perempuan tersebut menjelaskan aturan dari pertarungan ini, dia sebenarnya cukup terkejut saat pertama kali melihat Xiao Shuxiang, pemuda yang berjalan di sampingnya terlihat seperti malaikat kegelapan.
Xiao Shuxiang saat ini memakai tiga lapis pakaian, bagian dalam merah, dan dua lapis luarnya berwarna hitam. Dia memakai sabuk pinggang hitam dan sebuah pita merah panjang yang digunakan untuk mengikat rambutnya.
"Tuan Muda, Anda langsung saja berjalan masuk ke panggung arena.."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia tidak lagi berjalan bersama dengan murid Sekte Pagoda Langit. Dirinya berjalan begitu tenang sambil sesekali mengedarkan pandangan ke sekitar.
"Suasana ini mengingatkanku pada masa lalu.. Arena Hidup dan Mati.."
Terdapat seorang wasit yang berdiri di tengah panggung, dia nampak seperti pria berusia 42 Tahun dengan rambut berwarna putih. Dirinya bermata biru dan perawakannya sedikit mirip dengan Ling Hao Yu, paman Ling Qing Zhu yang telah tewas karena dibunuh oleh Xiao Shuxiang.
!!
Para penonton yang baru pertama kali melihat Xiao Shuxiang nampak riuh, mereka terkejut saat seorang pemuda berpakaian hitam berjalan naik ke atas panggung dengan begitu tenangnya.
Para penantang yang berada di lantai dua bangunan lain memang tidak seriuh penonton, tetapi jelas mereka tersentak melihat Xiao Shuxiang. Apalagi mereka semua merasakan ada aura misterius pada pemuda tersebut.
["Dia itu siapa..?"]
["Aku juga tidak tahu, aku baru pertama kali melihatnya.."]
Dua orang pendekar yang di belakang punggungnya terdapat pedang besar nampak berbicara, mereka tidak lain adalah Surya Loka dan Raksa Geni, pendekar yang berasal dari Partai Pedang Pemenggal sekaligus penantang Wali Pelindung Ling Qing Zhu.
!!
Surya Loka dan Raksa Geni tersentak ketika pemuda yang mereka bicarakan seperti menatap ke arah mereka. Bukan hanya keduanya, tetapi peserta yang lainnya juga merasa demikian.
Suasana di bangunan tersebut berubah drastis menjadi mencekam. Entah mengapa, mereka seperti telah ditargetkan menjadi mangsa seekor hewan buas. Mata yang menatap mereka terlihat berkilat kemerahan walau hanya sepersekian detik.
Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengeluarkan aura apapun, dia juga hanya memberi tatapan biasa pada para pendekar yang telah berani mengajukan tantangan padanya.
Dia jelas tidak akan menyerahkan tempatnya pada siapa pun, ini karena berhenti menjadi Wali Pelindung Kucing Putih sama saja dengan menyerahkan nyawa pada orang yang tidak dia kenal tersebut.
Wasit yang berada di panggung arena mulai mengambil alih saat dipersilahkan oleh Ling Lang Tian. Dirinya terlebih dahulu mengenalkan Xiao Shuxiang sebagai 'Wali Pelindung' yang sudah lama tunggu.
Orang-orang yang mendengarnya jelas menampakkan ekspresi berbeda-beda, tetapi yang terlihat jelas adalah rasa terkejut mereka.
"Tatapan menusuk itu.. Dia pria idamanku!"
"Dia menatap kemari!"
Xiao Shuxiang meski berjarak cukup jauh, namun dia bisa melihat murid-murid perempuan Sekte Pagoda Langit yang nampaknya riuh karena dirinya.
"Apa penampilanku terlalu luar biasa bagi mereka?" Xiao Shuxiang menghembuskan napas pelan, telinganya banyak menangkap seruan dari para penonton khususnya wanita yang memanggilnya tampan.
"Tuan Muda, karena lawan pertamamu bukan kultivator, maka aku harus memberimu segel pengekang. Apa kau bersedia?"
Xiao Shuxiang mengangguk pelan saat wasit bernama Ling Dong Hun berbicara padanya. Pria tersebut mulai menyentuh keningnya dan sedetik berikutnya sebuah tanda bercorak sayap burung mulai terbentuk.
Ling Dong Hun kemudian menyerukan nama pendekar yang akan menjadi lawan pertama Xiao Shuxiang, orang itu adalah Surya Loka.
Sambil menunggu Surya Loka menaiki panggung arena.. Ling Dong Hun kembali menjelaskan beberapa aturan sederhana pada Xiao Shuxiang.
".. Anda bisa membunuh lawan jika dia tidak mengatakan 'menyerah', tetapi saat lawan berkata demikian.. Anda harus segera berhenti. Di atas meja itu terdapat beragam jenis senjata, anda boleh memilih salah satunya,"
Ling Dong Hun mengatakan bahwa Xiao Shuxiang tidak diizinkan memakai senjata pusaka milik pribadi. Pemuda berambut panjang tersebut menyanggupi semuanya.
__ADS_1
Surya Loka kini berjalan ke atas panggung, pandangan matanya kembali bertemu dengan Xiao Shuxiang. Dibandingkan pemuda ini, dirinya jelas lebih berotot.
[".. Dilihat dari dekat, dia biasa-biasa saja. Lalu aura misterius dan mencekam yang kurasakan sebelumnya itu berasal dari mana?"]
"Tuan Muda Xiao, silahkan pilih senjata Anda,"
"Baiklah,"
Xiao Shuxiang berjalan ke salah satu sudut panggung arena, tempat di mana sebuah meja panjang yang terbuat dari kayu berada. Terdapat beragam senjata, mulai dari rantai, pedang, sampai cambuk. Dirinya merasa tidak ada yang sesuai.
"Tuan Muda Xiao?" Ling Dong Hun memanggil Xiao Shuxiang, dia bertanya apa ada senjata lain yang ingin digunakan pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang tidak menjawab pertanyaan dari Ling Dong Hun, dirinya hanya menatap Surya Loka dan mengukur kemampuan pemuda itu.
Pandangan matanya lalu mengarah pada lima pohon yang berada di bawah panggung arena, berjarak sekitar 15 meter dari tempatnya berdiri.
"Aku akan mengambil senjataku," Xiao Shuxiang mulai berjalan turun, dia mendapat tatapan keheranan dari Ling Dong Hun dan Surya Loka.
Lan Guan Zhi yang berada di lantai atas menyaksikan temannya turun dari panggung nampak tersenyum samar. Dia tahu apa yang akan dilakukan temannya tersebut.
Yang dipikirkan Lan Guan Zhi benar. Xiao Shuxiang mengambil ranting pohon yang sepanjang lengan untuk dipakai sebagai senjata.
Ranting itu terlihat biasa saja dan Xiao Shuxiang juga memilih yang paling kecil, menurutnya menghadapi Surya Loka hanya butuh senjata ini.
Pertarungan kini dimulai, Ling Qing Zhu yang duduk di samping kakaknya terus menatap ke arah panggung arena. Salah satu dari keluarganya mulai menanyakan tentang identitas Xiao Shuxiang.
"Apa pemuda itu berasal dari Aliran Hitam?"
Wanita tua dengan usia yang nampak seperti 70 Tahun adalah orang pertama yang bertanya pada Ling Qing Zhu.
"Bukan.."
"Apa kau suka padanya..?"
?!
Ling Qing Zhu menatap wanita berambut hitam panjang tersebut saat mendengar pertanyaan barusan. Dia terdiam sejenak dan kemudian mengarahkan pandangannya ke panggung arena.
".. Aku.. Juga tidak tahu,"
Satu-satunya yang Ling Qing Zhu ketahui adalah dia tidak membenci Xiao Shuxiang. Dia sebenarnya mengenal seperti apa pemuda tersebut saat kecil, Xiao WeiWei yang menceritakan semua padanya, dirinya juga mendapat informasi dari Jing Mi, Hou Yong, dan Xiao Lu.
"Kau tidak perlu terlalu memikirkannya,"
Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Banyak dari keluarga inti Klan Ling yang punya kebiasaan menyembunyikan emosi, mereka selalu berekspresi datar dan bicara pun hanya beberapa kata saja.
Kultivator dari Klan Ling bisa dibilang lebih buruk daripada tempat di Sekte Pedang Langit, orang seperti Xiao Shuxiang kemungkinan tidak akan kuat menangani hal tersebut.
TRAANG!
["Kisanak, sebaiknya kau mengganti senjatamu selagi aku masih pemanasan,"]
Surya Loka terlihat mampu mendorong mundur Xiao Shuxiang. Mereka baru bertarung dan pemuda berpakaian hitam tersebut sudah hampir terdorong keluar dari panggung arena.
Xiao Shuxiang sendiri tidak mengerti apa yang sedang dikatakan Surya Loka, kemungkinan besar dirinya sedang diumpati dengan kata-kata yang kasar sekarang.
Pemuda yang nampak berusia 27 Tahun tersebut melompat mundur dan kemudian membalas serangan Xiao Shuxiang. Dia masih mengukur kemampuan pemuda ini.
TRAANG!
["Kisanak, apa kau mengerti yang kukatakan?"]
Surya Loka mengajak Xiao Shuxiang bicara, namun lawannya sama sekali tidak mengatakan satu kata pun, dia hanya melihat dahi lawannya mengerut sedikit.
Ling Dong Hun juga memperhatikan, dia akhirnya tahu Xiao Shuxiang tidak mempelajari bahasa penduduk Benua Tengah, padahal bahasa ini harusnya cukup akrab di telinga orang-orang Benua Timur.
"Sepertinya dia pemuda yang tidak suka belajar.." Long Dong Hun akhirnya menerjemahkan apa yang dikatakan Surya Loka, dan jelas ini membuat raut wajah Xiao Shuxiang berubah.
"Aah.. Kupikir kau mengumpatiku,"
"Jadi kau tidak mengerti apa yang kukatakan tadi?"
Xiao Shuxiang tersentak saat Surya Loka ternyata bisa bicara seperti bahasa miliknya. Dia entah mengapa mulai merasa kesal.
"Aku tidak mau menukar senjata, kau tidak pantas dihadapi dengan pedang,"
"Sombong, sebaiknya jaga kepalamu agar tidak jatuh,"
TRAANG!
Setelah senjata saling berbenturan, Surya Loka dan Xiao Shuxiang melompat mundur secara bersamaan, detik berikutnya mereka baru serius bertarung, kali ini keduanya menggunakan Teknik Pernapasan masing-masing.
Surya Loka memiliki pedang pemenggal yang tingginya menyamai Xiao Qing Yan, ukuran pedang tersebut besar dan berat saat diangkat. Namun dia seperti tidak kesulitan melakukannya.
Surya Loka menghirup napas dalam, dia kemudian melesat dan mulai mengayunkan pedang besarnya sambil berseru.
"Teknik Pernapasan Gelap.. Serangan Pemisah..!"
Xiao Shuxiang melesat dan menerima serangan yang datang dengan Teknik Pernapasan Air miliknya. Dia memakai Aliran Kedelapan, Tebasan Air Terjun.
Bukan senjata mereka yang berbenturan, melainkan serangan keduanya. Teknik Pernapasan Gelap dengan Teknik Pernapasan Air sama-sama kuat.
Benturan serangan tersebut menghasilkan hujan buatan disertai angin kencang yang membasahi penonton dan panggung arena.
Hujan dan angin tersebut hanya berlangsung sekitar 30 detik, dan selama itu pula Surya Loka terus bertukar serangan dengan Xiao Shuxiang.
TRAANG!
"Apa menurutmu Ling Qing Zhu adalah hadiah pertarungan? Tidak seharusnya kau mengajukan tantangan ini padaku,"
Xiao Shuxiang mengayunkan ranting di tangannya seperti dia memakai pedang, walau tidak menggunakan Qi.. Nyatanya dia dapat seimbang dengan lawan.
"Bukankah Nona Ling itu pantas diperebutkan?"
TRAANG!
"Aku tidak suka laki-laki sepertimu. Kucing Putih.. Dia bukanlah barang yang bisa diperebutkan,"
__ADS_1
Xiao Shuxiang mengincar pergelangan tangan Surya Loka dengan tendangannya, pemuda itu melompat mundur dan kemudian membalas tendangan Xiao Shuxiang.
"Teknik Pernapasan Gelap.. Hantaman Pembunuh..!"
"Teknik Pernapasan Air.. Aliran Ketujuh.. Ombak Penyerang..!"
!!
Para penonton lagi-lagi diguyur hujan, namun kali ini mereka merasakan getaran dari tanah.
Nie Shang, Siu Yixin, Mo Huai dan penonton yang lain mendengar suara dari bawah tanah. Detik berikutnya sebuah ledakan tercipta dan membuat panggung arena hancur berantakan.
!!
Xiao Shuxiang dan Surya Loka sama-sama menapakkan kaki di puing-puing panggung arena. Sementara Ling Dong Hun melayang sekitar sepuluh meter dari tanah, dia juga sebenarnya kaget dengan efek serang kedua pemuda ini, tidak disangka dampaknya jauh lebih besar daripada pertarungan yang biasa dia tangani.
Surya Loka tidak ahli dalam Teknik Tenaga Dalam, tetapi dia cukup yakin dengan Teknik Pernapasan miliknya. Selama hidupnya, Xiao Shuxiang adalah orang ketiga yang berhasil membuatnya mengeluarkan banyak tenaga. Pemuda yang berdiri sejauh tujuh meter darinya itu tidak boleh diremehkan.
!!
"Xiao'Er..!"
Xiao Lu berseru ketika melihat darah memuncrat di pundak kiri adiknya. Tidak hanya dia yang terkejut, tetapi Hu Li, Xiao Qing Yan, dan teman-teman mereka yang lain juga demikian.
Xiao Shuxiang sepertinya terkena sedikit serangan dari Surya Loka, dia bisa merasakan tulang pada bahunya tergores cukup dalam, rasanya menyakitkan tetapi dirinya berusaha tetap terlihat tenang.
"Kau lumayan juga,"
Xiao Shuxiang menyentuh bahunya, dia lalu menjilat sedikit darahnya sendiri sambil menggumamkan sesuatu.
Tidak hanya dirinya yang terluka, tetapi juga Surya Loka. Pemuda dari Partai Pedang Pemenggal tersebut memuntahkan darah kental sambil memegang perutnya, dia merasakan sakit pada organ dalamnya, ini akan buruk bila tidak segera di selesaikan.
Surya Loka mengusap mulutnya, wajah bersih dan terlihat garang itu mulai kembali melesat, kali ini lebih cepat daripada sebelumnya.
Xiao Shuxiang menepuk pelan pundak kanannya, detik berikutnya dia menyambut serangan Surya Loka sambil menunggu lukanya tertutup kembali.
Regenerasi tubuhnya terasa sangat lambat, ini mungkin karena pengaruh dari Segel Pengekang milik Ling Dong Hun.
".. Rasanya sakit.." Xiao Shuxiang menyerang dengan lebih tendah, dia seakan mengincar lutut dan mata kaki Surya Loka. ".. Orang ini mempunyai senjata yang hebat.."
TRAANG!
Benturan pedang Surya Loka dengan ranting milik Xiao Shuxiang menghasilkan suara keras disertai angin kejut. Secara sengaja Xiao Shuxiang mematahkan ranting miliknya dan melompat mundur dengan cepat.
Pedang Surya Loka seketika menghantam tanah. Suara debaman keras disertai tanah bergetar membuat beberapa penonton yang berdiri hampir kehilangan keseimbangannya.
!!
Surya Loka kembali mendapat serangan. Dengan cepat dia melayangkan kedua kakinya untuk menangkis serangan tersebut, kedua tangannya berumpu pada pedang.
Kedua kaki Surya Loka berbenturan dengan tendangan Xiao Shuxiang. Pemuda dengan ikat rambut pita merah tersebut memutar tubuh dan memberikan serangan pada lipatan lutut Surya Loka.
Ling Dong Hun masih tetap mengawasi. Gerakan mengelak Surya Loka begitu cepat. Dia sebelumnya merasa tendangan Xiao Shuxiang sudah membuat kaki Surya Loka lepas, ternyata pemuda itu masih bisa berdiri.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa kau menjadi Wali Pelindung nona Ling. Kekuatanmu ini berada di bawah Tuan Muda Lan, dia merupakan orang yang sulit dibuat terluka,"
Dari ucapan Surya Loka, dirinya jelas menyinggung Xiao Shuxiang. Menurutnya, Lan Guan Zhi adalah orang yang lebih cocok menjadi Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu.
"Lan Zhi itu pemuda yang cengeng. Dia tidak suka pakaiannya kotor, tentu dirinya berbeda denganku. Xiao Shuxiang ini.. Suka melihat darahnya sendiri.." Xiao Shuxiang menyeringai dan mulai memain-mainkan ranting di kedua tangannya.
".. Tapi dari itu semua.. Aku jauh lebih suka melihat organ dalammu,"
!!
Surya Loka terkejut saat Xiao Shuxiang tiba-tiba berada di depannya, dia terlambat mengelak hingga dadanya terkena tusukan dari ranting milik Xiao Shuxiang.
Surya Loka berusaha mundur, namun dirinya tetap di serang tanpa jeda, kali ini lawannya seakan tidak memberinya waktu menarik napas, apalagi merintih kesakitan.
!!
Raksa Geni, saudara seperguruan dari Surya Loka juga terlihat terkejut. Dia tahu Xiao Shuxiang berdiri jauh di depan saudaranya, namun hanya sekali kedipan mata saja.. Pemuda berpakaian hitam itu telah berada dekat dengan Surya Loka.
TRAANG!
Karena serangan kejut dari Xiao Shuxiang, Surya Loka mendapat posisi yang tidak diuntungkan. Dirinya terus terdesak dan dibuat berada dalam posisi bertahan.
Hancurnya panggung arena tidak membuat pertarungan berakhir, ini dikarenakan belum ada salah satu dari kedua pemuda yang menyerah atau mati.
"Kucing Putih memang gadis yang cantik, tapi dia bukan untuk diperebutkan. Maaf saja, tapi aku tidak akan menyerahkan tempatku,"
BAAAM!
Surya Loka terpental cukup jauh dan baru berhenti saat membentur tanah, dia merasakan tulang dada dan punggungnya retak. Dirinya menggeram dan seketika melesat dengan kecepatan yang menyamai Xiao Shuxiang.
TRAANG!
Tidak peduli dengan sakit yang Surya Loka alami, dirinya membalas semua serangan yang didapatnya. Sekarang adalah gilirannya yang membuat lawan berada dalam posisi bertahan.
TRANG!
TRANG!
"Sepertinya kau tidak mau mengakui kekalahan,"
Surya Loka mendengus, "Aku lebih baik mati daripada harus mengakuinya..!"
"Perintah bagiku,"
TRANG!
Tatapan mata semua penonton tidak bisa lepas dari pertarungan habis-habisan antara Surya Loka dengan Xiao Shuxiang. Keduanya tidak peduli dengan efek serangan mereka yang menciptakan hujan dan getaran tanah.
"Teknik Pernapasan Gelap.. Arus kegelapan..!"
"Teknik Pernapasan Air.. Aliran Kesepuluh.. Tebasan Pembelah Air..!"
!!
__ADS_1
***